P U T U S A N
Perkara Nomor: 13/KPPU-L/2010
Komisi Pengawas Persaingan Usaha Republik Indonesia (selanjutnya disebut “Komisi”) yang memeriksa dugaan pelanggaran Pasal 22 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat (selanjutnya disebut “Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999”) berkaitan dengan Tender Pekerjaan Pembangunan Gedung Terminal dan Menara Pengawas serta Paket Galian Tanah Sisi Udara dan Box Culvert Bandar Udara Muara Bungo Sumber Dana Dana Alokasi Umum (DAU) Kabupaten Bungo Tahun Jamak (Multiyears) 2009-2011, yang dilakukan oleh: ---
1) Terlapor I, PT Paesa Pasindo Engineering, berkedudukan di Jalan Ahmad Yani Nomor 17, Jakarta, 13110; --- 2) Terlapor II, PT Riyah Permata Anugrah, berkedudukan di Jalan Tebet Timur Raya Nomor 49 Jakarta Selatan 12820; --- 3) Terlapor III, PT Waskita Karya (Persero) Wilayah Barat, berkedudukan di Jalan Doktor Sutomo Nomor 96 Pekanbaru 28141; --- 4) Terlapor IV, PT Anisa Putri Ragil JO. PT Rudy Agung Laksana, berkedudukan di Jalan Brigjen Katamso Nomor 153 Jambi;--- 5) Terlapor V, PT Pembangunan Perumahan (Persero), berkedudukan di Plaza
PP Building, Jalan Letjen TB. Simatupang Nomor 57, Pasar Rebo, Jakarta Timur 13760; --- 6) Terlapor VI, Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Kegiatan Pembangunan
Bandar Udara Muara Bungo Tahun Anggaran 2009 Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kabupaten Bungo, berkedudukan di Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 2 Arah Bangko, Muara Bungo - Jambi; ---
Majelis Komisi: --- Setelah membaca surat-surat dan dokumen-dokumen dalam perkara ini;--- Setelah membaca Laporan Hasil Pemeriksaan Lanjutan; --- Setelah membaca Tanggapan/Pembelaan/Pendapat para Terlapor; --- Setelah membaca Berita Acara Pemeriksaan (selanjutnya disebut “BAP”); ---
TENTANG DUDUK PERKARA
1. Menimbang bahwa Sekretariat Komisi menerima laporan tentang adanya dugaan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 berkaitan dengan Tender Pekerjaan Pembangunan Gedung Terminal dan Menara Pengawas serta Paket Galian Tanah Sisi Udara dan Box Culvert Bandar Udara Muara Bungo Sumber Dana Dana Alokasi Umum (DAU) Kabupaten Bungo Tahun Jamak (Multiyears) 2009-2011; --- 2. Menimbang bahwa setelah melakukan penelitian, klarifikasi dan pemberkasan atas laporan tersebut, maka Komisi menyatakan laporan tersebut lengkap dan jelas (vide bukti A1);--- 3. Menimbang bahwa berdasarkan laporan yang lengkap dan jelas tersebut, Komisi
menerbitkan Penetapan Komisi Nomor 35/KPPU/PEN/II/2010 tanggal 16 Februari 2010 tentang Pemeriksaan Pendahuluan Perkara Nomor 13/KPPU-L/2010 terhitung sejak tanggal 16 Februari 2010 sampai dengan tanggal 31 Maret 2010 (vide bukti A2); --- 4. Menimbang bahwa untuk melaksanakan Pemeriksaan Pendahuluan, Komisi
halaman 3 dari 61
6. Menimbang bahwa Tim Pemeriksa telah menyampaikan Petikan Penetapan Pemeriksaan Pendahuluan dan Salinan Laporan Dugaan Pelanggaran kepada para Terlapor (vide bukti A5, A6, A7, A8, A9, A10);--- 7. Menimbang bahwa setelah melakukan Pemeriksaan Pendahuluan, Tim Pemeriksa
belum menemukan adanya bukti awal yang cukup terhadap dugaan pelanggaran Pasal 22 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 yang dilakukan oleh para Terlapor karena terdapat pelaku usaha yang tidak hadir dalam Pemeriksaan tersebut sehingga Tim Pemeriksa merekomendasikan kepada Komisi untuk melanjutkan pemeriksaan ke tahap Pemeriksaan Lanjutan (vide bukti A23); --- 8. Menimbang bahwa berdasarkan rekomendasi Tim Pemeriksa, selanjutnya Komisi
menerbitkan Penetapan Komisi Nomor: 71/KPPU/PEN/III/2010 tanggal 31 Maret 2010 tentang Pemeriksaan Lanjutan Perkara Nomor 13/KPPU-L/2010 terhitung sejak tanggal 1 April 2010 sampai dengan tanggal 28 Juni 2010 (vide bukti A24);--- 9. Menimbang bahwa untuk melaksanakan Pemeriksaan Lanjutan, Komisi
menerbitkan Keputusan Komisi Nomor 142/KPPU/KEP/III/2010 tanggal 31 Maret 2010 tentang Penugasan Anggota Komisi sebagai Tim Pemeriksa dalam Pemeriksaan Lanjutan Perkara Nomor 13/KPPU-L/2010 (vide bukti A25); --- 10. Menimbang bahwa selanjutnya Sekretaris Jenderal Sekretariat Komisi menerbitkan Surat Tugas Nomor 459/SJ/ST/III/2010 tanggal 31 Maret 2010 yang menugaskan Sekretariat Komisi untuk membantu Tim Pemeriksa dalam Pemeriksaan Lanjutan (vide bukti A26); --- 11. Menimbang bahwa Tim Pemeriksa telah menyampaikan Petikan Penetapan
Pemeriksaan Lanjutan dan Salinan Laporan Hasil Pemeriksaan Pendahuluan kepada para Terlapor (vide bukti A27, A28, A29, A30, A31, A32); --- 12. Menimbang bahwa setelah melakukan Pemeriksaan Lanjutan Perkara Nomor
13/KPPU-L/2010, Tim Pemeriksa Lanjutan menilai perlu dilakukan Perpanjangan Pemeriksaan Lanjutan, maka Komisi menerbitkan Keputusan Komisi Nomor 223/KPPU/KEP/VI/2010 tanggal 29 Juni 2010 tentang Perpanjangan Pemeriksaan Lanjutan Perkara 13/KPPU-L/2010 terhitung sejak tanggal 29 Juni 2010 sampai dengan 9 Agustus 2010 (vide bukti A71); --- 13. Menimbang bahwa untuk melaksanakan Perpanjangan Pemeriksaan Lanjutan,
2010 tentang Penugasan Anggota Komisi sebagai Tim Pemeriksa dalam Perpanjangan Pemeriksaan Lanjutan Perkara Nomor 13/KPPU-L/2010 (vide bukti A72); --- 14. Menimbang bahwa selanjutnya Sekretaris Jenderal Sekretariat Komisi menerbitkan Surat Tugas Nomor 955/SJ/ST/VI/2010 tanggal 29 Juni 2010 yang menugaskan Sekretariat Komisi untuk membantu Tim Pemeriksa dalam Perpanjangan Pemeriksaan Lanjutan (vide bukti A73); --- 15. Menimbang bahwa dalam proses Pemeriksaan Pendahuluan dan Pemeriksaan
Lanjutan serta perpanjangannya, Tim Pemeriksa telah mendengar keterangan dari para Terlapor, para Saksi dan Ahli; --- 16. Menimbang bahwa identitas dan keterangan para Terlapor, para Saksi, dan Ahli
telah dicatat dalam BAP yang telah diakui kebenarannya serta masing-masing telah ditandatangani oleh yang bersangkutan (vide bukti B5, B6, B7, B8, B9, B10, B11, B12, B13, B15, B16, B17, B19, B20, B21, B22, B23, B24, B27, B29, B30, B34, B35, B42);--- 17. Menimbang bahwa dalam Pemeriksaan Pendahuluan dan Pemeriksaan Lanjutan,
Tim Pemeriksa telah mendapatkan, meneliti dan menilai sejumlah surat dan atau dokumen, BAP serta bukti-bukti lain yang telah diperoleh selama pemeriksaan dan penyelidikan;--- 18. Menimbang bahwa setelah melakukan Pemeriksaan Lanjutan, Tim Pemeriksa
membuat Laporan Hasil Pemeriksaan Lanjutan yang memuat fakta-fakta sebagai berikut (vide bukti A83): --- 18.1 Tentang Tender; --- 18.1.1 Bahwa objek Tender dalam Perkara ini terdiri dari dua paket
tender, yaitu Pekerjaan Pembangunan Gedung Terminal dan Menara Pengawas Bandara Udara Muara Bungo dan Tender Galian Tanah Sisi Udara dan Box Culvert;--- 18.1.2 Bahwa Sumber Dana Tender Pekerjaan Pembangunan Gedung
halaman 5 dari 61
18.1.3 Bahwa Sumber Dana Tender Galian Tanah Sisi Udara dan Box Culvert adalah Dana Alokasi Umum (DAU) Kab. Bungo Tahun
Jamak (Multiyears) 2009-2011 dengan pagu anggaran Rp 36.500.000.000,-; ---
18.1.4 Bahwa kedua paket tender dilaksanakan dengan berpedoman pada Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Barang/Jasa Pemerintah (selanjutnya disebut “Keppres Nomor 80 Tahun 2003”) dengan sistem pelelangan umum menggunakan metode Pascakualifikasi dengan Sistem Gugur; --- 18.2 Kronologis Pelaksanaan Tender Pekerjaan Pembangunan Gedung
Terminal dan Menara Pengawas Bandar Udara Muara Bungo;--- 18.2.1 Bahwa Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika
Kabupaten Bungo menerbitkan Keputusan No. 01 Tahun 2009 tentang Pembentukan Panitia Pengadaan Barang/Jasa Kegiatan Pembangunan Bandar Udara Muara Bungo Tahun Anggaran 2009, dengan susunan Panitia sebagai berikut: Nasrial, ST (Ketua), Drs. Koni T (Sekretaris), Yendra, ST (Anggota), R.Widiastono, S.Si.T (Anggota), dan Fiksi Arisandhy, A.Md (Anggota); --- 18.2.2 Bahwa telah diterbitkan Pengumuman Lelang dengan No:
001.1/PAN-PBJ/DISHUB/BUNGO/2009 untuk Paket Pembangunan Gedung Terminal dan Menara Pengawas Bandar Udara Muara Bungo di Media Indonesia tanggal 12 Maret 2009 serta papan pengumuman resmi Kantor Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kabupaten Bungo; --- 18.2.3 Bahwa dan Pengambilan Dokumen Tender dilaksanakan pada
tanggal 12 Maret 2009 sampai dengan tanggal 31 Maret 2009 dan dihadiri oleh 39 peserta, yaitu: ---
No. Perusahaan Yang Menandatangani Daftar Hadir
1. PT Paesa Pasindo Engineering Oloan Holmes Situmorang 2. PT Budi Bakti Prima Aidil
3. PT Bungo Pantai Bersaudara Ismail Ibrahim 4. PT Nasiotama Karya Bersama Sophia Oktaviana
No. Perusahaan Yang Menandatangani Daftar Hadir
6. PT Prima Pembangunan Kerinci Dede Masyuni, SE 7. PT Wijaya Karya Ir. Pandang Musili 11. PT Leotunggal Mandiri Ondolan Panjaitan 12. PT Alam Beringin Mas Andiwidjaja 13. PT Agra Budi Karya Marga M. Nawari 14. PT Istaka Karya (Persero) Ibnul Zauzi 15. PT Jaya Konstruksi Ir. Harris 16. PT Hariara Hansen S Malau 17. PT Pembangunan Perumahan (Persero) Ambar Dwi 18. PT Sinar Cempaka Maruli Panjaitan 19. PT Lince P Raya M. Napitupulu 20. PT Sabungan Jaya Teknik Ir. Tagor Samosir 21. PT Trillion Glory International Paulus S Widjaja 22. PTTakagama Efendi Sianipar 23. PT Waskita Karya (Persero) Budi Sukmayana 24. PT Bintang Selatan Agung Ir. Aria Kurniawan 25. PT Guna Karya Nusantara Jhon L Marbun (Direktur) 26. PT Brantas Abipraya Ir. Nurtjahja
27. PT Tamako Raya Perdana Dasril
33. PT Mitra Gusnita Nanda H. Tandanan Daulay (Direktur) 34. PT Supra Kunci Emas Jaya Henoch Tomas (Direktur) 35. PT Himindo Citra Mandiri Ir. Frans Himawan Tanojo 36. PT Sumber Batu Ir. K. Panjaitan
37. PT Reka Esti Utama H. Pamungkas D.P. ST 38. PT Pagar Siring Group Sukanta (Direktur) 39. PT Duta Graha Indah Ir. Muslih
18.2.4 Bahwa Rapat Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing) dilaksanakan pada tanggal 19 Maret 2009 yang dihadiri oleh 14 (empat belas) perusahaan, yaitu: ---
No. Perusahaan Yang Menandatangani Daftar hadir
1. PT Prima Rinaldi (Staf) 2. PT Wijaya Karya Tbk Faisyal S 3. PT Wijaya Perdana Yusup Y 4. PT Tamako Raya Perdana Gusti (Direktur)
5. PT Paesa Pasindo Engineering Adi Santoso (Staf Marketing) 6. PT Bungo Pantai B Nangyu (Staf)
halaman 7 dari 61
No. Perusahaan Yang Menandatangani Daftar hadir
11. PT Bukit Jaya Abadi Edwin Mochtar (Direktur) 12. PT Waskita Karya Ryan Andika (Staf)
13. PT Adhi Karya Satria Hendri (Ka Perwakilan) 14. PT Hutama Karya Sunaryo K (GM)
18.2.5 Bahwa Pemasukan Dokumen Penawaran dilaksanakan pada tanggal 19 Maret – 31 Maret 2009; --- 18.2.6 Bahwa Pembukaan Kotak dan Sampul Penawaran dilaksanakan
pada tanggal 1 April 2009 yang dihadiri 4 (empat) perusahaan yang memenuhi syarat, yaitu: ---
No. Perusahaan Yang menandatangani
Daftar hadir 1. PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy Agung
Laksana
Alhady
2. PT Paesa Pasindo Engineering Holmes 3. PT Waskita Karya (Persero) Yudie 4. PT Pembangunan Perumahan (Persero) Wandri
18.2.7 Bahwa Hasil Pembukaan Penawaran yang dilaksanakan pada tanggal 1 April 2009 yaitu sebagai berikut: ---
No. Perusahaan Penawaran Prosentase
Terhadap OE (%)
1. PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy Agung Laksana
45.492.800.000 98.98
2. PT Paesa Pasindo Engineering 45.143.000.000 98.22 3. PT Waskita Karya (Persero) 45.325.000.000 98.61 4. PT Pembangunan Perumahan (Persero) 45.356.000.000 98.69
18.2.8 Bahwa pada tanggal 14 April 2009 Panitia melakukan evaluasi penawaran dan kualifikasi dengan hasil sebagai berikut: ---
No. Perusahaan Total Nilai Hasil
1. PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy Agung Laksana
73.22 Tidak Lulus
2. PT Paesa Pasindo Engineering 95 Lulus 3. PT Waskita Karya (Persero) 100 Lulus 4. PT Pembangunan Perumahan (Persero) 100 Lulus
Harga Penawaran Termasuk PPN No. Perusahaan
Asli (Rp) Terkoreksi,
Klarifikasi dan Negosiasi
1. PT Paesa Pasindo Engineering 45.143.000.000 45.143.000.000 2. PT Waskita Karya 45.325.000.000 45.325.000.000 3. PT Pembangunan Perumahan 45.356.000.000 45.356.000.000 4. PT Anisa Putri Ragil JO PT
Rudy Agung Laksana
45.492.800.000 45.492.800.000 (Gugur Kualifikasi) Catatan: Harga OE Termasuk
PPN
45.960.600.000
18.2.10 Bahwa pada Tanggal 15 April 2009 Panitia mengirimkan Surat No. 07.I.1/PAN-PBJ/DISHUB/BUNGO/2009 mengenai usulan calon pemenang kepada Kuasa Pengguna Anggaran Kegiatan Pembangunan Bandar Udara Muara Bungo, yang pada pokoknya menyatakan sebagai berikut:---
No. Perusahaan Penawaran (Rp)
Usulan
1. PT Paesa Pasindo Engineering 45.143.000.000 Calon Pemenang I 2. PT Waskita Karya 45.325.000.000 Calon Pemenang II 3. PT Pembangunan Perumahan 45.356.000.000 Calon Pemenang III
18.2.11 Bahwa pada tanggal 16 April 2009 Kuasa Pengguna Anggaran Kegiatan Pembangunan Bandar Udara Muara Bungo menerbitkan Surat No. 553/202/DISHUBKOMINFO/ 2009 mengenai Penetapan Pemenang yang pada pokoknya menyatakan sebagai berikut: ---
18.2.12 Bahwa pada Tanggal 16 April 2009Panitia mengirimkan surat No. 08.I.1/PAN-PBJ/DISHUB/BUNGO/2009 kepada empat peserta yang lolos evaluasi yang pada pokoknya menetapkan PT Paesa
Pasindo Engineering sebagai pemenang tender dengan harga Rp 45.143.000.000,-; ---
18.3 Tentang Dokumen Penawaran PT Paesa Pasindo Engineering, PT Waskita Karya (Persero), PT Pembangunan Perumahan (Persero),
PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy Agung Laksana pada Tender Pekerjaan Pembangunan Gedung Terminal dan Menara Pengawas
Perusahaan Penawaran (Rp) Keterangan
halaman 9 dari 61
18.3.1 Bahwa pada beberapa item terdapat kesamaan nilai harga satuan pada Rencana Anggaran Biaya masing-masing peserta dengan nilai
Owner Estimate;---
18.3.2 Bahwa terdapat beberapa perusahaan yang melakukan pendaftaran tetapi kemudian menyatakan mengundurkan diri, diantaranya adalah: --- a. PT Dayatama Beta Mulya,--- b. PT Duta Graha Indah Tbk,--- c. PT Wijaya Perdana,--- d. PT Brantas Abipraya (Persero),--- e. PT Hutama Karya (Persero) Wilayah I,--- f. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.,--- g. PT Bintang Selatan Agung,--- h. PT Tamako Raya Perdana,--- i. PT Sumber Batu, dan--- j. PT Istaka Karya;--- 18.3.3 Bahwa terdapat kejanggalan pada surat pengunduran diri PT
Bintang Selatan Agung, yaitu surat tersebut dibubuhi materai dan cap perusahaan namun tidak ditanda tangani; --- 18.3.4 Bahwa lembar Surat Penawaran PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy Agung Laksana tidak dibubuhi materai; --- 18.3.5 Bahwa lembar Surat Penawaran PT Waskita Karya tidak dibubuhi tandatangan; --- 18.3.6 Bahwa terdapat kesamaan kesalahan penulisan kata ”disyaratkan”
yang seharusnya ”diisyaratkan” di dalam dokumen tender pada lembar surat penawaran PT Waskita Karya (Persero) dan PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy Agung Laksana;--- 18.3.7 Bahwa pada contoh/lampiran Dokumen tender untuk lembar
18.3.8 Bahwa terdapat kesamaan penulisan pada lembar analisa biaya untuk item Tenaga pada dokumen penawaran PT Paesa Pasindo Engineering, PT Waskita Karya (Persero), PT Pembangunan Perumahan (Persero), PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy Agung Laksana; --- 18.4 Kronologis Pelaksanaan Tender Pekerjaan Galian Tanah Sisi Udara
dan Box Culvert Bandar Udara Muara Bungo; ---18.4.1 Bahwa tanggal 11 Maret 2009, Panitia Pengadaan menyampaikan
pengumuman lelang nomor 001.I/PAN-PBJ/DISHUB/BUNGO/2009 di Harian Umum Media Indonesia; -- 18.4.2 Bahwa jadwal waktu pendaftaran dan pengambilan Dokumen
Tender adalah tanggal 12 Maret 2009 sampai dengan 21 Maret 2009 dan telah mendaftar 39 (tiga puluh sembilan) perusahaan; ---- 18.4.3 Bahwa tanggal 19 Maret 2009 Panitia Pengadaan
menyelenggarakan aanwijzing yang dihadiri oleh 10 (sepuluh) perusahaan peserta tender; --- 18.4.4 Bahwa tanggal 1 April 2009 Panitia melaksanakan pembukaan
sampul penawaran terhadap 3 (tiga) dokumen penawaran yang disampaikan oleh rekanan dengan hasil sebagai berikut: ---
No. Nama Perusahaan Harga Penawaran
(Rp.) Keterangan
1. PT Riyah Permata Anugrah 35.808.930.000,00 Lengkap 2. PT Waskita Karya (Persero) 36.262.000.000,00 Lengkap 3. PT Anisa Putri Ragil JO PT
Rudy Agung Laksana
36.313.000.000,00 Lengkap
18.4.5 Bahwa pada tanggal 14 April 2009 Panitia melakukan koreksi aritmatik terhadap harga penawaran peserta dengan hasil sebagai berikut: ---
No. Nama Perusahaan Harga
Penawaran (Rp.)
Harga
Penawaran
Terkoreksi (Rp.)
%
Terhadap
OE
halaman 11 dari 61
No. Nama Perusahaan Harga
Penawaran (Rp.)
36.262.000.000,00 36.262.100.000,00 99.35
3. PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy Agung Laksana
36.313.000.000,00 36.312.746.000,00 99.49
18.4.6 Bahwa melalui surat nomor
07.I.2/PAN-PBJ/DISHUB/BUNGO/2009 tertanggal 15 April 2009 Panitia menyampaikan usulan penetapan pemenang tender kepada Kuasa Pengguna Anggaran Kegiatan Pembangunan Bandar Udara Muara Bungo yang pada pokoknya mengusulkan pemenang sebagai berikut: ---
No. Usulan Pemenang Nama Perusahaan Harga Penawaran
(Rp.)
1. Calon Pemenang I PT Riyah Permata Anugrah
35.808.938.000,00
2. Calon Pemenang II PT Waskita Karya 36.262.100.000,00 3. Calon Pemenang III PT Anisa Putri Ragil JO
PT Rudy Agung Laksana
36.312.746.000,00
18.4.7 Bahwa melalui surat nomor 553/203/DISHUBKOMINFO/2009 tertanggal 16 April 2009 Kuasa Pengguna Anggaran Kegiatan Pembangunan Bandar Udara Muara Bungo menyampaikan Penetapan Pemenang Tender kepada Panitia Pengadaan dengan menetapkan PT Riyah Permata Anugrah, dengan harga penawaran Rp. 35.808.938.000,00 (tiga puluh lima milyar delapan ratus delapan juta sembilan ratus tiga puluh delapan ribu rupiah) sebagai pemenang tender; ---
18.4.8 Bahwa melalui surat nomor
penawaran Rp 35.808.938.000,00 (Tiga puluh lima milyar delapan ratus delapan juta sembilan ratus tiga puluh delapan ribu rupiah) sebagai pemenang tender;---
18.5 Tentang Dokumen Penawaran PT Paesa Pasindo Engineering, PT Waskita Karya (Persero), PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy Agung
Laksana pada Tender Pekerjaan Galian Tanah Sisi Udara dan Box Culvert Bandar Udara Muara
Bungo;---18.5.1 Bahwa pada beberapa item terdapat kesamaan nilai harga satuan pada lembar Analisa Harga Satuan Pekerjaan Utama untuk jenis pekerjaan mobilisasi dari dokumen peserta Tender;--- 18.5.2 Bahwa pada beberapa item terdapat kesamaan nilai harga satuan
pada lembar Analisa harga Satuan Pekerjaan Utama untuk jenis pekerjaan mobilisasi pada item Peralatan dari dokumen peserta Tender; --- 18.5.3 Bahwa pada beberapa item terdapat kesamaan nilai harga satuan
pada lembar Daftar Harga Dasar Satuan Alat untuk nilai Harga Sewa/Jam dari dokumen peserta Tender; --- 18.5.4 Bahwa terdapat kesamaan kesalahan penulisan kata ”disyaratkan”
yang seharusnya ”diisyaratkan” di dalam dokumen tender pada lembar surat penawaran PT Waskita Karya (Persero) dan PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy Agung Laksana;--- 18.5.5 Bahwa Bahwa terdapat kesamaan kesalahan penulisan urutan pada lembar Daftar Harga Satuan Alat dari dokumen PT Riyah Permata Anugrah, PT Waskita Karya (Persero), dan PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy Agung Laksana;--- 18.5.6 Bahwa lembar Surat Penawaran PT Waskita Karya tidak dibubuhi tandatangan; --- 18.5.7 Bahwa terdapat beberapa perusahaan yang melakukan pendaftaran tetapi kemudian menyatakan mengundurkan diri, diantaranya adalah: PT Duta Graha Indah Tbk, PT Wijaya Perdana, PT Brantas
halaman 13 dari 61
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., PT Bintang Selatan Agung, PT Istaka Karya, dan PT Reka Esti Utama; --- 18.6 Tentang Kepemilikan;
---18.6.1 Bahwa salah satu pengurus dan pemilik saham dari PT Paesa Pasindo Engineering (Pemenang Tender Pekerjaan Pembangunan Gedung Terminal dan Menara Pengawas Bandar Udara Muara Bungo) adalah Risma Aritonang yang beralamat di Jl. Akasia Raya Blok A/1 Cipinang; --- 18.6.2 Bahwa salah satu pengurus dan pemilik saham dari PT Riyah
Permata Anugrah (Pemenang Tender Paket Galian Tanah Sisi Udara dan Box Culvert Bandar Udara Muara Bungo) adalah Risma Aritonang yang beralamat di Jl. Akasia Raya Blok A/1 Cipinang;-- 18.6.3 Bahwa alamat, nomor telepon dan nomor Fax dari Operational
Office PT Riyah Permata Anugrah juga merupakan alamat kantor
dari PT Paesa Pasindo Engineering, yaitu: Jl. A. Yani No. 17 Jakarta 13110, Telp. (021) 85907323, 8590884, 2800575, Fax. (021) 2800568; --- 18.7 Fakta Dalam Pemeriksaan;
---PT Waskita Karya (Persero) Wilayah Barat; ---18.7.1 Bahwa PT Waskita Karya (Persero) Wilayah Barat tidak memenuhi
panggilan Tim Pemeriksa pada Pemeriksaan Pendahuluan yang dilaksanakan di Jambi pada hari Kamis tanggal 18 Maret 2010; ---- 18.7.2 Bahwa Saudara Budi Sukmayana selaku Kepala Cabang PT.
Waskita Karya Cabang Jambi menolak dugaan persekongkolan tender karena telah melaksanakan seluruh proses sesuai dengan prosedur; --- 18.7.3 Bahwa Saudara Budi Sukmayana selaku Kepala Cabang PT.
18.7.4 Bahwa Saudara Budi Sukmayana selaku Kepala Cabang PT Waskita Karya Cabang Jambi merasa telah menandatangani
Surat Penawaran Harga untuk PT. Waskita Karya;---
18.7.5 Bahwa Saudara Budi Sukmayana selaku Kepala Cabang PT Waskita Karya Cabang Jambi menyatakan bahwa Saudara Heri
Supriyadi bertindak selaku koordinator yang bertanggungjawab atas detail teknis dan administrasi termasuk proses perhitungan harga untuk kegiatan Tender di Sumatera Bagian Selatan;--- Tentang Kepemilikan PT Paesa Pasindo Engineering dan PT Riyah Permata Anugrah;--- 18.7.6 Bahwa PT Paesa Pasindo Engineering dan PT Riyah Permata
Anugrah dimiliki oleh pihak-pihak yang terafiliasi;--- 18.7.7 Bahwa pada tahun 2009 Risma Aritonang adalah Komisaris
PT Paesa Pasindo Engineering dan juga merupakan Komisaris PT Riyah Permata Anugrah;--- 18.7.8 Bahwa PT Paesa Pasindo Engineering tidak memasukkan
penawaran pada Tender Galian Tanah Sisi Udara dan Box Culvert Bandar Udara Muara Bungo TA 2009, dan PT Riyah Permata Anugrah tidak memasukkan penawaran pada Tender Pekerjaan Pembangunan Gedung Terminal dan Menara Pengawas, dikarenakan keduanya mengetahui ketentuan larangan bagi perusahaan yang terafiliasi untuk mengikuti tender pada paket yang sama;--- 18.7.9 Bahwa pada bulan Desember 2009, PT Paesa Pasindo Engineering dan PT Riyah Permata Anugrah mengubah skema kepemilikan dan direksi di kedua perusahaan tersebut sehingga tidak ada lagi kepengurusan silang; --- 18.7.10 Bahwa PT Paesa Pasindo Engineering membuka kantor cabang di
halaman 15 dari 61
18.7.11 Bahwa PT Riyah Permata Anugrah membuka kantor cabang di Muaro Bungo dengan menunjuk Kepala Kantor Cabang yaitu Saudara Ja’ali Rasyid; --- 18.7.12 Bahwa berdasarkan informasi dari media www.infojambi.com diketahui bahwa PT Paesa Pasindo Engineering dan PT Riyah Permata Anugrah memiliki kantor bersama di Kabupaten Bungo yang diresmikan oleh Bupati Bungo beberapa saat sebelum pelaksanaan tender di Muaro Bungo dilaksanakan; --- 18.7.13 Bahwa baik PT Paesa Pasindo Engineering dan PT Riyah Permata Anugrah mengakui masing-masing memiliki kantor cabang namun kantor tersebut tidak pernah beroperasi; --- PT Paesa Pasindo Engineering--- 18.7.14 Bahwa PT Paesa Pasindo Engineering mengetahui informasi tender
pekerjaan Pembangunan Gedung Terminal dan Menara Pengawas Bandar Udara Muara Bungo dari harian Media Indonesia dan tidak mengenal panitia pengadaan sebelumnya; --- 18.7.15 Bahwa PT Paesa Pasindo Engineering belum pernah mengerjakan
proyek di Jambi khususnya di Kabupaten Bungo sebelumnya; --- 18.7.16 Bahwa yang menyiapkan dokumen penawaran untuk PT Paesa
Pasindo Engineering dalam tender pekerjaan Pembangunan Gedung Terminal dan Menara Pengawas Bandar Udara Muara Bungo adalah karyawan di Divisi Gedung;--- 18.7.17 Bahwa PT Paesa Pasindo Engineering hanya menempatkan
orang-orang yang bersifat key-person pada pekerjaan Pembangunan Gedung Terminal dan Menara Pengawas Bandar Udara Muara Bungo. Namun, Project Manager PT Paesa Pasindo Engineering yang bertanggungjawab atas proyek tersebut (Yosef) mempunyai kewenangan untuk merekrut sumber daya lokal yang akan melakukan proyek dimaksud; --- 18.7.18 Bahwa kecuali pada pekerjaan yang bersifat spesialis, PT Paesa
Bandar Udara Muara Bungo serta akan membawa alat pancang dari Jakarta; --- 18.7.19 Bahwa Panal Banjarnahor (Direktur Utama PT Paesa Pasindo
Engineering) pertama kali mengenal Ismail Ibrahim, Direktur Utama PT Bungo Pantai Bersaudara (perusahaan lokal yang memenangkan paket perkerjaan lain pada tahun sebelumnya, yakni tahun 2008) dan Pak Aan pertama kali pada saat acara peresmian pemasangan tiang pada pekerjaan Pembangunan Gedung Terminal dan Menara Pengawas Bandar Udara Muara Bungo; --- 18.7.20 Bahwa Panal Banjarnahor mengakui telah mengeluarkan surat
kuasa untuk pembukaan kantor cabang PT Paesa Pasindo Engineering di Kabupaten Bungo; --- 18.7.21 Bahwa Panal Banjarnahor mengakui bahwa pembukaan kantor
cabang dimaksud adalah atas rekomendasi/ dorongan Saudara Haynal Tobing (Direktur Pemasaran PT Paesa Pasindo Engineering); --- 18.7.22 Bahwa Haynal Tobing menyatakan bahwa penunjukkan Saudara
Mawardi selaku Kepala Kantor Cabang PT Paesa Pasindo Engineering di Kabupaten Bungo adalah hasil diskusi dengan Panal Banjarnahor; --- 18.7.23 Bahwa Mawardi adalah orang Jambi yang juga pensiunan pejabat
di lingkungan Pemerinda Daerah Kabupaten Bungo yang mempunyai potensi networking yang bagus; --- 18.7.24 Bahwa Haynal Tobing menyatakan bahwa penunjukkan Saudara
Mawardi sebagai Kepala Kantor Cabang tidak ditujukan untuk kepentingan proyek bandar udara di Muaro Bungo; --- 18.7.25 Bahwa Panal Banjarnahor dan Haynal Tobing menyatakan bahwa
halaman 17 dari 61
PT Riyah Permata Anugrah--- 18.7.26 Bahwa PT Riyah Permata Anugrah mengetahui informasi tender
Paket Galian Tanah Sisi Udara dan Box Culvert Bandar Udara Muara Bungo dari harian Media Indonesia; --- 18.7.27 Bahwa PT Riyah Permata Anugrah sebelumnya belum pernah
mengerjakan proyek di Jambi khususnya di Kabupaten Bungo;--- 18.7.28 Bahwa yang menyiapkan penawaran untuk PT Riyah Permata
Anugrah dalam tender Paket Galian Tanah Sisi Udara dan Box Culvert Bandar Udara Muara Bungo adalah Divisi Gedung dengan penanggung jawab adalah Ferry (Marketing) dan Agus (Project Manager); --- 18.7.29 Bahwa Ulahi Banjarnahor dan Robert Marbun selaku petinggi
PT Riyah Permata Anugrah menyatakan tidak mengenal Ismail Ibrahim dari PT Bungo Pantai Bersaudara (perusahaan lokal yang memenangkan paket perkerjaan lain pada tahun sebelumnya, yakni tahun 2008) dan juga Aan; --- 18.7.30 Bahwa PT Riyah Permata Anugrah tidak akan membawa peralatan berat untuk mengerjakan proyek pekerjaan Paket Galian Tanah Sisi Udara dan Box Culvert Bandar Udara Muara Bungo dari Jakarta dan hanya akan menyewa dari perusahaan lokal; --- 18.7.31 Bahwa Agus selaku Project Manager PT Riyah Permata Anugrah
pada Paket Galian Tanah Sisi Udara dan Box Culvert Bandar Udara Muara Bungo diberi kewenangan/ otoritas untuk mengatur penyewaan alat-alat berat tersebut; --- 18.7.32 Bahwa Ulahi Banjarnahor selaku Direktur Utama PT Riyah
Permata Anugrah menyatakan bahwa inisiatif pembukaan kantor cabang di Kabupaten Bungo datang dari pihak marketing namun tidak pernah melaporkan progress-nya dan kantor cabang tersebut tidak pernah beroperasi sebagaimana mestinya; --- 18.7.33 Bahwa usulan pembukaan kantor cabang tersebut adalah berasal
18.7.34 Bahwa Saudara Ja’ali Rasyid kemudian ditunjuk menjadi Kepala Kantor Cabang PT Riyah Permata Anugrah di Muara Bungo;--- PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy Agung Laksana--- 18.7.35 Bahwa Sudiono Dalimarta (Staf teknik pada PT Rudy Agung
Laksana) merupakan pihak yang terlibat secara langsung dalam proses tender pekerjaan Pembangunan Gedung Terminal dan Menara Pengawas serta Paket Galian Tanah Sisi Udara dan Box Culvert Bandar Udara Muara Bungo, termasuk dalam penyiapan dokumen tender yang dibantu oleh Saudara Al Hady; --- 18.7.36 Bahwa Saudara Al Hady menyatakan tidak pernah bekerja dan
tidak mempunyai rekan di PT Waskita Karya Cabang Jambi; --- 18.7.37 Bahwa Sudiono Dalimarta mengaku tidak mengenal Panitia
Pengadaan, PT Paesa Pasindo Engineering, dan PT Riyah Permata Anugrah, tetapi mengetahui PT Waskita Karya (Persero) sebelumnya;--- 18.7.38 Bahwa PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy Agung Laksana
mengakui tidak terlalu berminat untuk mengikuti tender pekerjaan pembangunan pelabuhan udara karena cukup beresiko namun tetap menawar dengan harga yang relatif tinggi; --- 18.7.39 Bahwa menurut Sudiono Dalimarta pekerjaan di paket tersebut
terlalu berat sehingga memberikan penawaran harga yang tinggi namun bukan dengan maksud untuk sengaja mengalah;--- 18.7.40 Bahwa PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy Agung Laksana
berkomitmen akan tetap terus memasukkan penawaran jika telah mendaftar suatu tender; --- 18.7.41 Bahwa PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy Agung Laksana
menyatakan akan mencari tenaga ahli dibidangnya jika ternyata ditunjuk sebagai pemenang tender; --- 18.7.42 Bahwa PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy Agung Laksana
halaman 19 dari 61
bahwa salah satu alasan penggugurannya adalah karena kualifikasi kompetensi dasarnya tidak memenuhi syarat;--- 18.7.43 Bahwa PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy Agung Laksana pernah
melakukan konfirmasi secara lisan kepada panitia mengenai alasan penggugurannya pada tender pekerjaan Pembangunan Gedung Terminal dan Menara Pengawas Bandar Udara Muara Bungo dan kemudian menerima alasan penggugurannya karena jaminan pelaksanaan pekerjaan yang kurang dari 1 % dari harga penawaran; PT Pembangunan Perumahan (Persero) Cabang IX--- 18.7.44 Bahwa PT Pembangunan Perumahan (Persero) Cabang IX
mengetahui informasi tender pekerjaan Pembangunan Gedung Terminal dan Menara Pengawas Bandar Udara Muara Bungo setelah mendapat memo/ fax dari kantor pusat yang memuat informasi tender dari harian Media Indonesia; --- 18.7.45 Bahwa dokumen tender PT Pembangunan Perumahan (Persero)
pada pekerjaan Pembangunan Gedung Terminal dan Menara Pengawas Bandar Udara Muara Bungo disiapkan oleh PT Pembangunan Perumahan (Persero) Cabang IX dan ditandatangani oleh Kepala Cabang;--- 18.7.46 Bahwa PT Pembangunan Perumahan (Persero) Cabang IX
sebelumnya pernah mengerjakan proyek RSUD Bungo di Kabupaten Bungo; --- 18.7.47 Bahwa PT Pembangunan Perumahan (Persero) Cabang IX tidak
mengajukan sanggahan terhadap hasil tender karena menganggap penawaran harganya relatif tinggi sehingga wajar untuk tidak dimenangkan;--- 18.7.48 Bahwa Nugroho selaku Wakil Kepala Cabang PT Pembangunan
Perumahan (Persero) Cabang IX baru pertama kali ini mengetahui PT Paesa Pasindo Engineering; --- 18.7.49 Bahwa Nugroho selaku Wakil Kepala Cabang PT Pembangunan
mengetahui bahwa PT Rudy Agung Laksana yang bekerjasama (JO) dengan PT Anisa Putri Ragil adalah perusahaan besar di Jambi;--- 18.7.50 Bahwa Sdr. Ambar dari PT Pembangunan Perumahan (Persero)
Cabang IX mengetahui/ pernah mendengar mengenai PT Bungo Pantai Bersaudara (perusahaan lokal yang memenangkan paket perkerjaan lain pada tahun sebelumnya, yaitu tahun 2008);--- 18.7.51 Bahwa dalam melalukan perhitungan biaya, PT Pembangunan
Perumahan (Persero) Cabang IX selalu melakukan perhitungan harga sewajarnya berdasarkan survey harga untuk barang-barang lokal yang dilakukan oleh pegawai kantor wilayah;--- Tentang Beberapa Kesamaan dalam Dokumen Tender--- 18.7.52 Bahwa PT Paesa Pasindo Engineering, PT Riyah Permata Anugrah,
PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy Agung Laksana, dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Cabang IX mengaku mendapatkan softcopy dokumen tender dalam bentuk cakram padat (compact disk) dan flash disk yang berisi daftar item komponen dan
Bill of Quantity dari Panitia Pengadaan; ---
18.7.53 Bahwa dari softcopy dimaksud terdapat beberapa item yang tercantum harga satuannya; --- 18.7.54 Bahwa Sudiono Dalimarta (PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy
Agung Laksana) mengaku mendapatkan softcopy dokumen tender tersebut melalui Saudara Torus Situmorang yang merupakan pegawai Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bungo; --- 18.7.55 Bahwa PT Paesa Pasindo Engineering dan PT Riyah Permata
Anugrah mengikuti seluruh harga satuan yang sudah tercantum dalam softcopy yang diberikan panitia pengadaan; --- 18.7.56 Bahwa PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy Agung Laksana dan
halaman 21 dari 61
18.7.57 Bahwa PT Pembangunan Perumahan (Persero) Cabang IX mengubah sebagian item harga satuan yang sudah tercantum dalam
softcopy yang diberikan Panitia Pengadaan, dengan menghitung
kembali kewajaran harganya;--- 18.7.58 Bahwa PT Pembangunan Perumahan (Persero) Cabang IX tidak
pernah melakukan klarifikasi tentang item yang berisi harga satuan kepada Panitia Pengadaan karena dianggap sebagai kekhilafan Panitia semata;--- Panitia Pengadaan--- 18.7.59 Bahwa Panitia Pengadaan terdiri dari unsur Dinas Pekerjaan Umum
dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bungo; --- 18.7.60 Bahwa Saudara Ir. Nasrial Nasil selaku ketua Panitia Pengadaan
mengetuai beberapa Panitia Pengadaan pada tahun 2007, 2008 dan 2009; --- 18.7.61 Bahwa Panitia Pengadaan mengusulkan calon pemenang
berdasarkan hasil evaluasi dengan menggunakan merit system;--- 18.7.62 Bahwa mengingat waktu pelaksanaan tender yang pendek, Panitia
Pengadaan memberikan softcopy dan hardcopy yang berisi Bill of
Quantity, namun tidak berisi harga satuan; ---
18.7.63 Bahwa Sdr. Torus Situmorang ditunjuk secara informal sebagai Tim Teknis oleh Panitia Pengadaan yang bertugas untuk memeriksa kelengkapan rincian anggaran biaya dan gambar teknis; 18.7.64 Bahwa Sdr. Torus Situmorang juga ditugaskan menjadi
penghubung penerima pendaftaran namun tetap di bawah pengawasan Panitia Pengadaan;--- 18.7.65 Bahwa Sdr. Torus Situmorang selaku Tim Teknis yang membantu Panitia Pengadaan dapat memiliki softcopy yang tidak berisi harga satuan, tetapi tidak berhak untuk memiliki softcopy yang telah berisi harga satuan; --- 18.7.66 Bahwa Sdr. Torus Situmorang mengaku diminta untuk
18.7.67 Bahwa Sdr. Torus Situmorang menyatakan terdapat 5 atau 6 peserta tender yang datang kepadanya untuk meminta softcopy tersebut 4-5 hari setelah aanwijzing; --- 18.7.68 Bahwa Sdr. Torus Situmorang mengaku tidak mengetahui bahwa
softcopy Bill of Quantity yang didistribusikan kepada peserta tender
pada sebagian item-nya berisi harga satuan;--- 18.7.69 Bahwa hardcopy dokumen yang berisi harga satuan hanya dimiliki oleh Ketua Panitia Pengadaan sedangkan softcopy-nya (yang berasal dari konsultan) dipegang oleh Sdr. Yendra (Anggota Panitia Pengadaan); --- 18.7.70 Bahwa Panitia Pengadaan tidak pernah dihubungi oleh peserta
tender; --- 18.7.71 Bahwa Panitia Pengadaan menolak kemungkinan terjadinya
persekongkolan vertikal; --- 18.7.72 Bahwa Panitia Pengadaan tidak melakukan klarifikasi lapangan dan hanya berdasarkan dokumen peserta tender; --- 18.7.73 Bahwa karena keterbatasan waktu dan kesibukan sebagai pejabat
struktural, Panitia Pengadaan tidak sempat melakukan cross-check dokumen antar peserta; --- 18.7.74 Bahwa Panita Pengadaan mengakui kelalaiannya dalam menghapus sebagian harga satuan dalam softcopy Bill of Quantity yang diberikan kepada peserta tender; --- 18.7.75 Bahwa Panita Pengadaan hanya menghapus harga satuan dari item yang memerlukan analisis serta hanya mengubah warna huruf (font) menjadi putih untuk harga satuan dari item yang bersifat lumpsum dengan maksud agar semua harga satuan tidak ikut tercetak.;--- 18.8 Fakta Lain---
halaman 23 dari 61
18.8.2 Bahwa Saudara Ahmad Sudartono dari PT Adhi Karya (Persero) Wilayah Jambi menyatakan tidak mengenal PT Paesa Pasindo Engineering, PT Riyah Permata Anugrah dan Panitia Pengadaan; -- 18.8.3 Bahwa Sdr. Ahmad Sudartono dari PT Adhi Karya (Persero)
Wilayah Jambi menyatakan tidak mengetahui adanya pemberian
softcopy Bill of Quantity dari Panitia Pengadaan; ---
18.8.4 Bahwa Sdr. Willy Fikri Rangkuti dari PT Hutama Karya (Persero) menyatakan mengikuti pendaftaran dan aanwijzing namun tidak memasukkan penawaran karena kesibukan di proyek lain dan tidak tersedianya sumber daya manusia untuk mengurus tender ini; --- 18.8.5 Bahwa Sdr. Willy Fikri Rangkuti dari PT Hutama Karya (Persero)
menyatakan tidak mengenal PT Paesa Pasindo Engineering, PT Riyah Permata Anugrah, Panitia Pengadaan, dan Pejabat
Daerah Kabupaten Bungo; --- 18.8.6 Bahwa Sdr. Ir. Pandang Musili dari PT Wijaya Karya (Persero)
Tbk Wilayah III menyatakan mengikuti pendaftaran namun tidak memasukkan penawaran karena hasil perhitungan estimasi biaya ternyata di atas pagu proyek; --- 18.8.7 Bahwa Sdr. Ir. Pandang Musili dari PT Wijaya Karya (Persero)
Tbk Wilayah III menyatakan tidak mengenal PT Paesa Pasindo Engineering, PT Riyah Permata Anugrah, serta Pejabat dan Tokoh di Kabupaten Bungo; --- 18.8.8 Bahwa Sdr. Ir. Pandang Musili dari PT Wijaya Karya (Persero)
Tbk Wilayah III menyatakan tidak mendapatkan softcopy Bill of
Quantity dari Panitia Pengadaan; ---
18.8.10 Bahwa Sdr. Andy Maruly Romatua dari PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk menyatakan mengetahui PT Paesa Pasindo Engineering dan PT Riyah Permata Anugrah karena pernah bertemu dalam tender di daerah lain; --- 18.8.11 Bahwa Sdr. Ir. Edwin Mochtar dari PT Bukit Jaya Abadi
menyatakan memasukkan penawaran untuk paket pembangunan menara pengawas dan gedung terminal namun didiskualifikasi karena tidak mencantumkan nama perusahaan di amplop penawaran; --- 18.8.12 Bahwa Sdr. Ir. Edwin Mochtar dari PT Bukit Jaya Abadi
menyatakan sudah meminta softcopy Bill of Quantity dari Panitia Pengadaan tetapi tidak diberi; --- 18.8.13 Bahwa Sdr. Ir. Edwin Mochtar dari PT Bukit Jaya Abadi
menyatakan harga penawaran yang diajukan mencapai sekitar 10% (sepuluh persen) di bawah pagu tender;--- 18.8.14 Bahwa Sdr. Nursyam dari PT Tamako Raya Perdana menyatakan
bahwa ikut mendaftar dan aanwijzing untuk kedua paket namun tidak memasukkan penawaran karena terdapat persyaratan teknis dan peralatan yang tidak dapat dipenuhi; --- 18.8.15 Bahwa Sdr. Nursyam dari PT Tamako Raya Perdana menyatakan
tidak mengenal PT Paesa Pasindo Engineering dan perusahaan lain yang ikut dalam tender dimaksud; --- 18.8.16 Bahwa Sdr. Syahrirudin selaku Kuasa Pengguna Anggaran pada
halaman 25 dari 61
18.8.18 Bahwa Sdr. Syahrirudin menyatakan bahwa Sdr. Ja’ali Rasyid yang merupakan Kepala Kantor Cabang PT Riyah Permata Anugrah di Muara Bungo adalah mantan Anggota DPRD Kabupaten Bungo; -- 18.8.19 Bahwa Sdr. M. Aris Supriyanto selaku Saksi Ahli dari Lembaga
Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menyatakan sesuai ketentuan perusahaan dengan kepengurusan yang sama dilarang untuk ikut dalam paket tender yang sama namun masing-masing boleh ikut dalam paket yang berbeda walaupun Panitia Pengadaannya sama;--- 18.8.20 Bahwa Sdr. M. Aris Supriyanto selaku Saksi Ahli menyatakan
informasi mengenai Bill of Quantity yang boleh diberikan kepada peserta tender adalah mengenai volume, satuan dan kuantitas sedangkan harga satuan tidak boleh diberitahukan; --- 18.8.21 Bahwa Sdr. M. Aris Supriyanto selaku Saksi Ahli menyatakan jika tersebarnya informasi harga satuan terkait Bill of Quantity diakui sebagai akibat kelalaian Panitia Pengadaan, maka kontrak harus dibatalkan karena dalam tender tidak dikenal istilah kelalaian;--- 18.8.22 Bahwa Sdr. M. Aris Supriyanto selaku Saksi Ahli menyatakan
boleh tidaknya atau penting tidaknya harga satuan dalam Bill Of
Quantity diketahui oleh peserta tender adalah tergantung pada
sistem penawaran harga tender, apakah berdasarkan lump sum atau
unit price. Jika jenis kontrak Lump sum, Bill of Quantity bukan
merupakan suatu hal yang mutlak, tetapi jika kontrak unit price maka Bill of Quantity mutlak harus ada; --- 18.8.23 Bahwa Sdr. M. Aris Supriyanto selaku Saksi Ahli menyatakan jika
yang lulus evaluasi hanya satu atau dua perusahaan saja maka tender dapat terus dilanjutkan karena ketentuan yang berlaku hanya mensyaratkan tiga perusahaan yang memasukkan penawaran; --- 18.9 Analisa;--- Berdasarkan fakta-fakta yang diperoleh selama Pemeriksaan Pendahuluan dan Pemeriksaan Lanjutan, Tim Pemeriksa menilai hal-hal sebagai berikut; - Paket Tender Pekerjaan Pembangunan Gedung Terminal dan Menara Pengawas Bandara Udara Muara Bungo; ---
18.9.1 Persekongkolan Horizontal;--- 18.9.1.1 Bahwa hubungan kekerabatan antara pemilik dan
pengurus PT Paesa Pasindo Engineering dan PT Riyah Permata Anugrah serta dugaan adanya kantor bersama kedua perusahaan tersebut tidak bisa menjadi dasar adanya dugaan persekongkolan horizontal karena kedua perusahaan tersebut tidak bersaing dalam paket yang sama walaupun Panitia Pengadaannya sama;--- 18.9.1.2 Bahwa kesamaan dokumen tender PT Paesa Pasindo
Engineering, PT Waskita Karya (Persero), PT Pembangunan Perumahan (Persero), dan PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy Agung Laksana pada Paket Pekerjaan Pembangunan Gedung Terminal dan Menara Pengawas Bandara Udara Muara Bungo Tahun Anggaran 2009 diakibatkan karena softcopy Bill of Quantity yang diberikan Panitia Pengadaan sudah berisi harga satuan pada beberapa itemnya;--- 18.9.1.3 Bahwa selisih harga penawaran PT Paesa Pasindo
Engineering, PT Waskita Karya (Persero), PT Pembangunan Perumahan (Persero), dan PT Anisa
halaman 27 dari 61
fakta dan bukti yang cukup terutama berkenaan dengan informasi yang menunjukkan bahwa para peserta tender tersebut saling mengenal dan saling bekerja sama baik secara langsung maupun tidak langsung dalam penyusunan dokumen tender; --- 18.9.1.4 Bahwa kesamaan surat penawaran antara PT Waskita
Karya (Persero) dan PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy Agung Laksana dengan perbedaan hanya pada jenis dan ukuran huruf (font) mengindikasikan bahwa dokumen tersebut berasal dari satu sumber namun dugaan tersebut tidak didukung oleh fakta dan bukti yang cukup terutama berkenaan dengan informasi yang menunjukkan bahwa personel dari masing-masing perusahaan yang membuat surat penawaran tersebut saling mengenal atau saling bertukar dokumen; --- 18.9.1.5 Bahwa ketidakseriusan PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy Agung Laksana dalam mengikuti tender menimbulkan dugaan bahwa perusahaan tersebut hanya berperan sebagai pelengkap tender yang mengindikasikan adanya persekongkolan horizontal, namun dugaan tersebut disangkal berdasarkan pernyataan bahwa PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy Agung Laksana akan terus berkomitmen untuk tetap memasukkan penawaran jika sudah mendaftar di suatu tender; --- 18.9.1.6 Bahwa keterangan beberapa saksi yang ikut mendaftar
namun tidak memasukkan penawaran dalam tender ini menunjukkan tidak adanya tekanan, ancaman, atau pengaturan horizontal dalam proses tender;--- 18.9.1.7 Bahwa tidak ada bukti yang cukup yang dapat
persekongkolan horizontal untuk memenangkan PT Paesa Pasindo Engineering dalam Tender Paket Pekerjaan Pembangunan Gedung Terminal dan Menara Pengawas Bandara Udara Muara Bungo; --- 18.9.2 Persekongkolan Vertikal;--- 18.9.2.1 Bahwa pemberian softcopy Bill of Quantity yang berisi
satuan harga dari beberapa itemnya oleh Panitia Pengadaan menimbulkan dugaan adanya pengaturan tender yang menguntungkan bagi PT Paesa Pasindo Engineering selaku pemenang di Tender Paket Pekerjaan Pembangunan Gedung Terminal dan Menara Pengawas Bandara Udara Muara Bungo;--- 18.9.2.2 Bahwa tidak dibatalkannya kontrak atas alasan pemberian
softcopy Bill of Quantity yang berisi satuan harga
sebagaimana pendapat Saksi Ahli menguatkan dugaan adanya pengaturan vertikal antara Panitia dengan pemenang tender baik secara langsung maupun tidak langsung;--- 18.9.2.3 Bahwa tindakan Panitia Pengadaan yang
men-diskualifikasi PT Bukit Jaya Abadi hanya karena tidak mencantumkan nama dan alamat perusahaan pada amplop penawaran berdasarkan pendapat Saksi Ahli adalah tindakan yang tidak substantif dan mengindikasikan adanya persekongkolan vertikal antara Panitia Pengadaan dengan pemenang tender baik secara langsung maupun tidak langsung. Namun demikian, Panitia Pengadaan beralasan melakukan hal tersebut karena berpegang pada syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan dalam tender tersebut;--- 18.9.2.4 Bahwa pembukaan kantor cabang PT Paesa Pasindo
halaman 29 dari 61
pelaksanaan tender menimbulkan dugaan adanya pengaturan tender antara Panitia Pengadaan dengan pemenang tender dan atau dengan peserta lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Namun demikian, dugaan tersebut tidak didukung oleh fakta dan bukti yang cukup karena Saudara Mawardi selaku Kepala Cabang PT Paesa Pasindo Engineering di Muara Bungo tidak menghadiri panggilan pemeriksaan di KPPU meskipun telah dipanggil secara patut;--- Paket Tender Pekerjaan Galian Tanah Sisi Udara dan Box Culvert Bandara Udara Muara Bungo;---
18.9.3 Persekongkolan Horizontal; --- 18.9.3.1 Bahwa hubungan kekerabatan antara pemilik dan
pengurus PT Paesa Pasindo Engineering dan PT Riyah Permata Anugrah serta dugaan adanya kantor bersama kedua perusahaan tersebut, tidak bisa menjadi dasar adanya dugaan persekongkolan horizontal karena kedua perusahaan tersebut tidak bersaing dalam paket yang sama walaupun Panitia Pengadaannya sama;--- 18.9.3.2 Bahwa kesamaan dokumen tender PT Riyah Permata
Anugrah, PT Waskita Karya (Persero), dan PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy Agung Laksana pada Paket Galian Tanah Sisi Udara dan Box Culvert Bandar Udara Muara Bungo Tahun Anggaran 2009 diakibatkan karena softcopy
Bill of Quantity yang diberikan Panitia Pengadaan sudah
berisi harga satuan pada beberapa itemnya;--- 18.9.3.3 Bahwa selisih harga penawaran PT Riyah Permata
terutama berkenaan dengan informasi yang menunjukkan bahwa para peserta tender tersebut saling mengenal dan saling bekerja sama baik secara langsung maupun tidak langsung dalam penyusunan dokumen tender;--- 18.9.3.4 Bahwa kesamaan surat penawaran antara PT Waskita
Karya (Persero) dan PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy Agung Laksana dengan perbedaan hanya pada jenis dan ukuran huruf (font) mengindikasikan bahwa dokumen tersebut berasal dari satu sumber. Namun dugaan tersebut tidak didukung oleh fakta dan bukti yang cukup terutama berkenaan dengan informasi yang menunjukkan bahwa personel dari masing-masing perusahaan yang membuat surat penawaran tersebut saling mengenal atau saling bertukar dokumen;--- 18.9.3.5 Bahwa ketidakseriusan PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy Agung Laksana dalam mengikuti tender menimbulkan dugaan bahwa perusahaan tersebut hanya berperan sebagai pelengkap tender yang mengindikasikan adanya persekongkolan horizontal, namun dugaan tersebut disangkal berdasarkan atas pernyataan bahwa PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy Agung Laksana akan terus berkomitmen untuk tetap memasukkan penawaran jika sudah mendaftar di suatu tender;--- 18.9.3.6 Bahwa keterangan beberapa saksi yang ikut mendaftar
namun tidak memasukkan penawaran dalam tender ini menunjukkan tidak adanya tekanan, ancaman, atau pengaturan horizontal dalam proses tender.--- 18.9.4 Persekongkolan Vertikal; --- 18.9.4.1 Bahwa pemberian softcopy Bill of Quantity yang berisi
halaman 31 dari 61
selaku pemenang di Paket Tender Pekerjaan Galian Tanah Sisi Udara dan Box Culvert Bandara Udara Muara Bungo; 18.9.4.2 Bahwa tidak dibatalkannya kontrak atas alasan pemberian
softcopy Bill of Quantity yang berisi satuan harga
sebagaimana pendapat Saksi Ahli menguatkan dugaan adanya pengaturan vertikal antara panitia dengan pemenang tender baik secara langsung maupun tidak langsung;--- 18.9.4.3 Bahwa pembukaan kantor cabang PT Riyah Permata
Anugrah di Muara Bungo yang dipimpin oleh Bupati di Kabupaten Bungo hanya beberapa saat sebelum pelaksanaan tender menimbulkan dugaan adanya pengaturan tender antara Panitia Pengadaan dengan pemenang tender dan atau dengan peserta lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Namun dugaan tersebut tidak didukung oleh fakta dan bukti yang cukup karena Saudara Ja’ali Rasyid selaku Kepala Cabang PT Riyah Permata Anugrah di Muara Bungo tidak menghadiri panggilan pemeriksaan di KPPU meskipun telah dipanggil secara patut.;--- 18.10 Kesimpulan;---
18.10.2 Namun demikian, Tim Pemeriksa masih mempunyai keyakinan terhadap adanya pengaturan tender oleh pihak tertentu terutama dalam arah vertikal yang salah satunya didasarkan atas ketidakhadiran Kepala Cabang PT Paesa Pasindo Engineering dan PT Riyah Permata Anugrah di Muara Bungo dalam beberapa kali pemanggilan pemeriksaan oleh KPPU; --- 19. Menimbang bahwa Tim Pemeriksa Lanjutan telah menyampaikan Laporan Hasil
Pemeriksaan Lanjutan kepada Komisi, untuk dilaksanakan Sidang Majelis Komisi; 20. Menimbang bahwa selanjutnya, Komisi menerbitkan Penetapan Komisi Nomor
143/KPPU/PEN/VIII/2010 tanggal 6 Agustus 2010, untuk dilaksanakannya Sidang Majelis Komisi Perkara Nomor 13/KPPU-L/2010 terhitung sejak tanggal 9 Agustus 2010 sampai dengan 23 September 2010 (vide bukti A84); --- 21. Menimbang bahwa untuk melaksanakan Sidang Majelis Komisi, Komisi
menerbitkan Keputusan Komisi Nomor 278/KPPU/KEP/VIII/2010 tanggal 6 Agustus 2010 tentang Penugasan Anggota Komisi Sebagai Majelis Komisi dalam Sidang Majelis Komisi Perkara Nomor 13/KPPU-L/2010 (vide bukti A85); --- 22. Menimbang bahwa selanjutnya Sekretaris Jenderal Sekretariat Komisi
menerbitkan Surat Tugas Nomor 1184/SJ/ST/VIII/2010 dan Surat Tugas Nomor 1185/SJ/ST/VIII/2010 tanggal 6 Agustus 2010 yang menugaskan Sekretariat Komisi untuk membantu Majelis Komisi dalam Sidang Majelis Komisi (vide bukti A86, A87); --- 23. Menimbang bahwa Majelis Komisi telah menyampaikan Petikan Penetapan
Sidang Majelis dan Salinan Laporan Hasil Pemeriksaan Lanjutan kepada para Terlapor (vide bukti A88, A89, A90, A91, A92, A93); --- 24. Menimbang bahwa Majelis Komisi memberi kesempatan kepada para Terlapor
halaman 33 dari 61
26. Menimbang bahwa dalam Pembelaan dan Tanggapan terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan Lanjutan yang disampaikan dalam Sidang Majelis tanggal 1 September 2010, Terlapor I pada pokoknya menyampaikan hal-hal sebagai berikut (vide bukti A105); --- 26.1 Terkait dengan Analisa Dugaan Persekongkolan Vertikal; --- 26.1.1 Dalam LHPL dinyatakan bahwa tidak dibatalkannya kontrak atas
alasan pemberian softcopy Bill of Quantity yang berisi satuan harga sebagaimana pendapat Saksi Ahli menguatkan dugaan adanya pengaturan vertikal antara panitia dengan pemenang tender baik secara langsung maupun tidak langsung;--- 26.1.2 Terlapor I menanggapi bahwa (1) softcopy Bill of Quantity yang
kami terima adalah softcopy Bill of Quantity dengan harga satuan kosong, kecuali untuk beberapa item memang ada berisikan harga satuan. Jadi softcopy Bill of Quantity yang kami terima bukanlah
Bill of Quantity dengan harga satuan yang lengkap; (2) Kami tidak
pernah melakukan komunikasi dengan pihak panitia baik sebelum, pada saat, maupun setelah proses tender (cfm. Butir H. Nomor 12 Salinan Laporan hasil Pemeriksaan lanjutan: Bahwa Panitia Pengadaan tidak pernah dihubungi oleh peserta tender) sehingga dugaan bahwa ada pengaturan vertikal antara panitia dengan pemenang tender aik secara langsung maupun tidak langsung adalah sesuatu hal yang mustahil; --- 26.1.3 Dalam LHPL dinyatakan bahwa pembukaan kantor cabang PT
26.1.4 Terlapor I menanggapi bahwa kami tidak tahu ada pembukaan kantor cabang PT Paesa Pasindo Engineering di Muara Bungo yang dipimpin oleh Bupati Kabupaten Muara Bungo. Kami hanya tahu bahwa ada peresmian kantor cabang PT Paesa Pasindo Engineering yang dihadiri oleh Bupati kabupaten Bungo dari Tim Pemeriksa pada saat pemeriksaan, dimana peresmian dimaksud tidak pernah kami ketahui apalagi setujui. Perlu diketahui, pada saat peresmian dimaksud terjadi, kami belum pernah bertemu apalagi mengenal Bupati kabupaten Bungo. Kami mengenal Bupati pada saat peletakan batu pertama proyek Pembangunan Gedung Terminal dan Menara Pengawas Bandara Muara Bungo. Jadi tidak relevan menghubungkan peresmian kantor cabang PT Paesa Pasindo Engineering yang notabene tidak pernah kami ketahui atau setujui, apalagi dihadiri oleh Bupati Kabupaten Bungo dengan dugaan adanya pengaturan tender antara Panitia Pengadaan dengan pemenang tender dan atau dengan peserta lain baik secara langsung maupun tidak langsung; --- 26.1.5 Terlapor I menanggapi bahwa tidak ada hubungan antara Sdr.
Mawardi selaku Kepala Cabang PT Paesa Pasindo Engineering di Jambi dengan proses tender ini karena Sdr. Mawardi hanyalah Kacab yang rencananya mengurus penjualan hotmix dalam rangka “utilisasi iddle asset” berupa AMP ex. proyek Aceh yang sampai saat ini masih tersimpan di gudang Medan. Pada kenyataannya, Sdr. Mawardi selaku Kepala Cabang dan Cabang PT Paesa Pasindo Engineering sebagai suatu entitas di Jambi TIDAK PERNAH AKTIF;--- 26.2 Terkait dengan Kesimpulan Pembelaan; --- 26.2.1 Dalam LHPL dinyatakan bahwa “...Namun demikian, Tim
halaman 35 dari 61
Muara Bungo dalam beberapa kali pemanggilan pemeriksaan oleh KPPU”; --- 26.2.2 Terlapor I menanggapi bahwa (1) Kami tidak pernah melakukan
persekongkolan dengan pihak manapun, baik horizontal maupun vertikal dalam proses tender pekerjaan Pembangunan Gedung Terminal dan Menara Pengawas bandara Muara Bungo; (2) Ketidakhadiran Kepala Cabang yang dimaksud bukanlah menunjukkan adanya pengaturan tender oleh pihak tertentu terutama dalam arah vertikal. Logika yang mengaitkan ketidakhadiran Kepala Cabang (yang notabene di luar kontrol perusahaan karena sejak awal, perusahaan tidak pernah berkomunikasi dengan Kacab dimaksud), dengan dugaan adanya pengaturan tender oleh pihak tertentu terutama dalam arah vertikal sangatlah tidak masuk akal; --- 27. Menimbang bahwa dalam Pembelaan dan Tanggapan terhadap Laporan Hasil
Pemeriksaan Lanjutan yang disampaikan dalam Sidang Majelis tanggal 1 September 2010, Terlapor II pada pokoknya menyampaikan hal-hal sebagai
berikut (vide bukti A106): --- 27.1 Terkait dengan Analisa Dugaan Persekongkolan Horizontal; ---
27.1.1 Dalam LHPL dinyatakan bahwa kesamaan dokumen tender PT Riyah Permata Anugrah (PT RPA), PT Waskita Karya
(Persero), dan PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy Agung Laksana pada Paket Tender Pekerjaan Galian Tanah Sisi Udara dan Box Culvert Bandara Udara Muara Bungo Tahun Anggaran 2009 diakibatkan karena softcopy Bill of Quantity yang diberikan oleh Panitia Pengadaan sudah berisi harga satuan pada beberapa itemnya;--- 27.1.2 Terlapor II menanggapi bahwa dokumen yang disangkakan telah
terjadi, adalah diluar kontrol kami sebagai peserta tender. Softcopy
Bill of Quantity yang diberikan oleh Panitia Pengadaan kepada
Panitia Pengadaan. Hal tersebut membuktikan bahwa PT RPA tidak melakukan Persekongkolan Horizontal; --- 27.1.3 Dalam LHPL dinyatakan bahwa selisih harga penawaran PT Riyah Permata Anugrah, PT Waskita Karya (Persero), dan PT Anisa Putri Ragil JO PT Rudy Agung Laksana, tidak terlalu signifikan merupakan indikasi adanya persekongkolan horizontal di antara perusahaan-perusahaan tersebut. Namun dugaan tersebut tidak didukung oleh fakta dan bukti yang cukup terutama berkenaan dengan informasi yang menunjukkan bahwa para peserta tender tersebut saling mengenal dan saling bekerja sama baik secara langsung maupun tidak langsung dalam penyusunan dokumen; --- 27.1.4 Terlapor II menanggapi bahwa selisih harga penawaran yang terjadi di antara para peserta tender bisa saja dimungkinkan dengan disparitas +/- 0,5%, mengingat tender ini adalah bersifat terbuka (pelelangan terbuka) dengan tingkat persaingan yang ketat. Di samping itu PT. RPA tidak mengenal peserta tender lain (baik secara langsung maupun tidak langsung) yang memungkinkan terjadinya kerjasama. Sehingga selisih harga yang terjadi tidak serta merta menunjukkan bahwa telah terjadi persekongkolan horizontal. 27.2 Terkait dengan Analisa Dugaan Persekongkolan Vertikal;---
halaman 37 dari 61
pengaturan vertikal antara panitia dan pemenang tender baik secara langsung maupun tidak langsung adalah tidak berdasar karena PT Riyah Permata Anugrah (RPA) tidak pernah melakukan komunikasi dengan pihak Panitia selama tender (baik sebelum, pada saat, maupun setelah proses tender). Lihat H.12. tentang Panitia Pengadaan bahwa Panitia Pengadaan tidak pernah dihubungi oleh peserta tender; --- 27.2.3 Dalam LHPL dinyatakan bahwa pembukaan kantor cabang PT
Riyah Permata Anugrah di Muara Bungo yang dipimpin oleh Bupati Kabupaten Bungo hanya beberapa saat sebelum pelaksanaan tender menimbulkan dugaan adanya pengaturan tender antara Panitia Pengadaan dengan pemenang tender dan atau dengan peserta lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Namun demikian, dugaan tersebut tidak didukung oleh fakta dan bukti yang cukup karena Saudara Jaali Rasyid selaku Kepala Cabang PT Riyah Permata Anugrah di Muara Bungi tidak menghadiri panggilan pemeriksaan di KPPU meskipun telah dipanggil secara patut; --- 27.2.4 Terlapor II menanggapi bahwa PT RPA tidak pernah melakukan
27.3.1 Dalam LHPL dinyatakan bahwa “...Namun demikian, Tim Pemeriksa masih mempunyai keyakinan terhadap adanya pengaturan tender oleh pihak tertentu terutama dalam arah vertikal yang salah satunya didasarkan atas ketidakhadiran Kepala Cabang PT. Paesa Pasindo Engineering dan PT. Riyah Permata Anugrah di Muara Bungo dalam beberapa kali pemanggilan pemeriksaan oleh KPPU”; --- 27.3.2 Terlapor II menanggapi bahwa Persekongkolan dengan pihak
halaman 39 dari 61
Laporan KPPU atas dugaan melanggar Pasal 22 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 yang pada pokoknya meliputi hal-hal sebagai berikut (vide bukti A107): --- 30.1 Terlapor V menyatakan bahwa PT Pembangunan Perumahan Cabang IX
tidak mengenal kontraktor PT Paesa Pasindo Engineering dan PT Bungo Pantai Bersaudara, PT Pembangunan Perumahan Cabang IX baru pertama kali mengetahui kedua kontraktor tersebut pada saat Pendaftaran Tender;-- 30.2 Terlapor V menyatakan bahwa PT Pembangunan Perumahan telah
membuat penawaran sendiri dan melakukan perhitungan ulang pada item-item utama yang tercantum dalam softcopy yang diberikan Panitia Pengadaan dengan menghitung kembali kewajaran harganya;--- 30.3 Terlapor V beranggapan bahwa berdasarkan hal tersebut diatas (butir 30.1 dan 30.2) dan Analisa Laporan KPPU serta berdasarkan fakta-fakta yang diperoleh selama Pemeriksaan Pendahuluan dan Pemeriksaan Lanjutan tersebut, tidak ada bukti yang menunjukkan keterkaitan PT Pembangunan Perumahan (Persero) dalam persekongkolan horizontal untuk memenangkan PT Paesa Pasindo Engineering dalam Paket Tender Pekerjaan Pembangunan Gedung Terminal dan Menara Pengawas Bandara Udara Muara Bungo;--- 30.4 Terlapor V menyatakan bahwa dalam Pedoman Pasal 22 tentang larangan Persekongkolan Dalam Tender yang diterbitkan oleh internal KPPU dijelaskan bahwa: --- Indikasi persekongkolan pada saat perencanaan, antara lain meliputi:---
a. Pemilihan metode pengadaan yang menghindari pelaksanaan tender/lelang secara terbuka.--- b. Pencantuman spesifikasi teknik, jumlah, mutu, dan/atau waktu
penyerahan barang yang akan ditawarkan atau dijual atau dilelang yang hanya dapat disuplai oleh satu pelaku usaha tertentu.--- c. Tender/lelang dibuat dalam paket yang hanya satu atau dua peserta
tertentu yang dapat mengikuti/melaksanakannya.--- d. Ada keterkaitan antara sumber pendanaan dan asal barang/jasa.--- e. Nilai uang jaminan lelang ditetapkan jauh lebih tinggi dari pada nilai
f. Penetapan tempat dan waktu lelang yang sulit dicapai dan diikuti.--- Indikasi persekongkolan pada saat pembentukan Panitia, antara lain meliputi:--- a. Panitia yang dipilih tidak memiliki kualifikasi yang dibutuhkan
sehingga mudah dipengaruhi.--- b. Panitia terafiliasi dengan pelaku usaha tertentu.--- c. Susunan dan kinerja Panitia tidak diumumkan atau cenderung
ditutup-tutupi.--- Indikasi persekongkolan pada saat prakualifikasi perusahaan atau pra lelang, antara lain meliputi:--- a. Persyaratan untuk mengikuti prakualifikasi membatasi dan/atau
mengarah kepada pelaku usaha tertentu.--- b. Adanya kesepakatan dengan pelaku usaha tertentu mengenai
spesifikasi, merek, jumlah, tempat, dan/atau waktu penyerahan barang dan jasa yang akan ditender atau dilelangkan.--- c. Adanya kesepakatan mengenai cara, tempat, dan/atau waktu
pengumuman tender/lelang.--- d. Adanya pelaku usaha yang diluluskan dalam prakualifikasi walaupun
tidak atau kurang memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.--- e. Panitia memberikan perlakukan khusus/istimewa kepada pelaku usaha
tertentu.--- f. Adanya persyaratan tambahan yang dibuat setelah prakualifikasi dan
tidak diberitahukan kepada semua peserta.--- g. Adanya pemegang saham yang sama diantara peserta atau Panitia atau
halaman 41 dari 61
Indikasi persekongkolan pada saat pengambilan dokumen tender/lelang, antara lain meliputi:--- a. Dokumen tender/lelang yang diberikan tidak sama bagi seluruh calon
peserta tender/lelang.--- b. Waktu pengambilan dokumen tender/lelang yang diberikan sangat
terbatas.--- c. Alamat atau tempat pengambilan dokumen tender/lelang sulit
ditemukan oleh calon peserta tender/lelang.--- d. Panitia memindahkan tempat pengambilan dokumen tender/lelang
secara tiba-tiba menjelang penutupan waktu pengambilan dan perubahan tersebut tidak diumumkan secara terbuka.--- Indikasi persekongkolan pada saat penentuan Harga Perkiraan Sendiri atau harga dasar lelang, antara lain meliputi:--- a. Adanya dua atau lebih harga perkiraan sendiri atau harga dasar atas satu
produk atau jasa yang ditender/dilelangkan.--- b. Harga perkiraan sendiri atau harga dasar hanya diberikan kepada pelaku
usaha tertentu.--- c. Harga perkiraan sendiri atau harga dasar ditentukan berdasarkan
pertimbangan yang tidak jelas dan tidak wajar.--- Indikasi persekongkolan pada saat penjelasan tender atau open house lelang, antara lain meliputi:--- a. Informasi atas barang/jasa yang ditender atau dilelang tidak jelas dan
cenderung ditutupi.--- b. Penjelasan tender/lelang dapat diterima oleh pelaku usaha yang terbatas
sementara sebagian besar calon peserta lainnya tidak dapat menyetujuinya.--- c. Panitia bekerja secara tertutup dan tidak memberi layanan atau
informasi yang seharusnya diberikan secara terbuka.--- d. Salah satu calon peserta tender/lelang melakukan pertemuan tertutup
a. Adanya dokumen penawaran yang diterima setelah batas waktu.--- b. Adanya dokumen yang dimasukkan dalam satu amplop bersama-sama
dengan penawaran peserta tender/lelang yang lain.--- c. Adanya penawaran yang diterima oleh Panitia dari pelaku usaha yang
tidak mengikuti atau tidak lulus dalam proses kualifikasi atau proses administrasi.--- d. Terdapat penyesuaian harga penawaran pada saat-saat akhir sebelum
memasukkan penawaran.--- e. Adanya pemindahan lokasi/tempat penyerahan dokumen penawaran
secara tiba-tiba tanpa pengumuman secara terbuka.--- Indikasi persekongkolan pada saat evaluasi dan penetapan pemenang tender/lelang, antara lain meliputi:--- a. Jumlah peserta tender/lelang yang lebih sedikit dari jumlah peserta
tender/lelang dalam tender atau lelang sebelumnya.--- b. Harga yang dimenangkan jauh lebih tinggi atau lebih rendah dari harga tender/lelang sebelumnya oleh perusahaan atau pelaku usaha yang sama.--- c. Para peserta tender/lelang memasukkan harga penawaran yang hampir
sama.--- d. Peserta tender/lelang yang sama, dalam tender atau lelang yang berbeda
mengajukan harga yang berbeda untuk barang yang sama, tanpa alasan yang logis untuk menjelaskan perbedaan tersebut.--- e. Panitia cenderung untuk memberi keistimewaan pada peserta
tender/lelang tertentu.--- f. Adanya beberapa dokumen penawaran tender/lelang yang mirip.--- g. Adanya dokumen penawaran yang ditukar atau dimodifikasi oleh
Panitia.--- h. Proses evaluasi dilakukan ditempat yang terpencil dan tersembunyi.--- i. Perilaku dan penawaran para peserta tender/lelang dalam memasukkan
halaman 43 dari 61
Indikasi persekongkolan pada saat pengumuman calon pemenang, antara lain meliputi:--- a. Pengumuman diumumkan secara terbatas sehingga pengumuman
tersebut tidak diketahui secara optimal oleh pelaku usaha yang memenuhi persyaratan, misalnya diumumkan pada media massa yang tidak jelas atau diumumkan melalui faksimili dengan nama pengirim yang kurang jelas.--- b. Tanggal pengumuman tender/lelang ditunda dengan alasan yang tidak
jelas.--- c. Peserta tender/lelang memenangkan tender atau lelang cenderung
berdasarkan giliran yang tetap.--- d. Ada peserta tender/lelang yang memenangkan tender atau lelang secara
terus menerus di wilayah tertentu.--- e. Ada selisih harga yang besar antara harga yang diajukan pemenang
tender/lelang dengan harga penawaran peserta lainnya, dengan alasan yang tidak wajar atau tidak dapat dijelaskan.--- Indikasi persekongkolan pada saat penunjukan pemenang tender/lelang dan penandatanganan kontrak, antara lain meliputi:--- a. Surat penunjukan pemenang tender/lelang telah dikeluarkan sebelum
proses sanggahan diselesaikan.--- b. Penerbitan surat penunjukan pemenang tender/lelang mengalami
penundaan tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.--- c. Surat penunjukan pemenang tender/lelang tidak lengkap.--- d. Konsep kontrak dibuat dengan menghilangkan hal hal penting yang
a. Pemenang tender/lelang mensub-kontrakkan pekerjaan kepada perusahaan lain atau peserta tender/lelang yang kalah dalam tender atau lelang tersebut.--- b. Volume atau nilai proyek yang diserahkan tidak sesuai dengan
ketentuan awal, tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.--- c. Hasil pengerjaan tidak sesuai atau lebih rendah dibandingkan dengan
ketentuan yang diatur dalam spesifikasi teknis, tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.--- 30.5 Terlapor V berpendapat bahwa berdasarkan indikasi-indikasi yang terdapat pada Pedoman Pasal 22 tentang larangan Persekongkolan Dalam Tender yang diterbitkan oleh internal KPPU, jelas Terlapor V tidak memenuhi unsur-unsur tersebut di atas; ---31. Menimbang bahwa dalam Sidang Majelis tanggal 1 September 2010, Terlapor VI
tidak hadir, namun menyampaikan Pembelaan dan Tanggapan yang pada pokoknya menyampaikan hal-hal sebagai berikut (vide bukti A108): --- 31.1 Terlapor VI menyatakan bahwa Bill Of Quantity yang terdapat dalam
halaman 45 dari 61
31.4 Terlapor VI menyatakan bahwa dalam berita acara rapat penjelasan nomor: 002.I.1/PAN-PBJ/DISHUB/BUNGO/2010 sudah dibuatkan contoh sampul sedemikian rupa, sehingga bentuk sampul ini sangat subtantif karena sudah dimuat dalam risalah; --- 31.5 Terlapor VI menyatakan bahwa pada saat pembukaan penawaran salah satu peserta tender PT BUKIT JAYA ABADI tidak memenuhi syarat sampul karena tidak mencantumkan nama perusahan pada sampul dalam sebagaimana yang sudah dicantumkan dalam risalah sehingga sampul tersebut tidak dibuka.; ---32. Menimbang bahwa selanjutnya Majelis Komisi menilai telah mempunyai bukti
dan penilaian yang cukup untuk mengambil keputusan;---
TENTANG HUKUM
1. Tentang Dugaan Pelanggaran;--- Menimbang bahwa Tim Pemeriksa dalam LHPL pada pokoknya menduga terjadinya pelanggaran Pasal 22 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 yang dilakukan oleh Para Terlapor, yaitu: --- 1.1. Persekongkolan Horizontal yang dilakukan oleh Terlapor I, PT Paesa Pasindo
Engineering; Terlapor II, PT Riyah Permata Anugrah; Terlapor III, PT Waskita Karya (Persero) Wilayah Barat; Terlapor IV, PT Anisa Putri Ragil
JO PT Rudy Agung Laksana; dan Terlapor V, PT Pembangunan Perumahan (Persero) dengan cara mengatur harga penawaran dan menyusun dokumen penawaran secara bersama-sama yang dilihat dari kesamaan dokumen penawaran dari masing-masing perusahaan yang bertujuan untuk memenangkan Terlapor I, PT Paesa Pasindo Engineering, dalam Tender Pekerjaan Pembangunan Gedung Terminal dan Menara Pengawas Bandara Udara Muara Bungo Sumber Dana, Dana Alokasi Umum (DAU) Kab. Bungo Tahun Jamak (Multiyears) 2009-2011 dan Terlapor II, PT Riyah Permata Anugrah dalam Tender Galian Tanah Sisi Udara dan Box Culvert Sumber Dana, Dana Alokasi Umum (DAU) Kab. Bungo Tahun Jamak (Multiyears) 2009-2011; --- 1.2. Persekongkolan Vertikal yang dilakukan oleh Terlapor I, PT Paesa Pasindo
halaman 47 dari 61
Culvert Sumber Dana, Dana Alokasi Umum (DAU) Kab. Bungo Tahun Jamak (Multiyears) 2009-2011; --- 2. Identitas Para Terlapor;--- Bahwa Majelis Komisi menilai Identitas Terlapor adalah sebagai berikut: --- 2.1. Terlapor I, PT Paesa Pasindo Engineering merupakan badan usaha yang
berbentuk badan hukum yang didirikan berdasarkan Akta Nomor 42 tertanggal 11 April 1994 yang dibuat dihadapan Notaris Pengganti Elliza Asmawel, S.H., berkedudukan di Jl. Ahmad Yani No.17 Jakarta, dan melakukan kegiatan usaha antara lain dalam bidang perancangan dan atau pembangunan proyek teknik dan bangunan, termasuk pelabuhan, pangkalan, jalan, jembatan, jalan kereta api, bendungan irigasi, lapangan terbang, fasilitas pertambangan, fasilitas terminal dan penyulingan, gedung perkantoran, pembukaan dan pengolahan tanah dan usaha lain yang bersangkutan dengan itu (vide bukti C14); --- 2.2. Terlapor II, PT Riyah Permata Anugrah merupakan badan usaha yang
berbentuk badan hukum yang didirikan berdasarkan Akta Nomor 75 tertanggal 10 September 1986 yang dibuat di hadapan Notaris Anasrul Jambi, S.H., berkedudukan di Jl. Tebet Timur Raya No. 49 Jakarta Selatan, dan melakukan kegiatan usaha antara lain di bidang perdagangan umum, pemborongan, percetakan, penjilidan, periklanan, penerbitan dan grafika, pertanian serta usaha lain terkait (vide bukti C13); --- 2.3. Terlapor III, PT Waskita Karya (Persero) Wilayah Barat, merupakan