• Tidak ada hasil yang ditemukan

Organisasi Industri 03

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Organisasi Industri 03"

Copied!
41
0
0

Teks penuh

(1)

Organisasi Industri dan M akro M oneter

(Pertemuan Ketiga)

“Perilaku Perusahaan M onopoli

Disampaikan oleh:

(2)

Cakupan Materi

Diskriminasi harga tingkat 3 (

group pricing

).

(3)

Diskriminasi Harga

Perusahaan monopoli (monopolis) merupakan satu-satunya

perusahaan dalam pasar.

Banyaknya konsumen/ pembeli memungkinkan monopolis

menetapkan harga berbeda untuk konsumen yang berbeda.

– Harga buku di Amerika berbeda dengan di kawasan Asia.

– Tarif listrik untuk setiap golongan berbeda-beda.

– Adanya harga berbeda menurut kelompok umur (dewasa, anak-anak,

(4)

Diskriminasi Harga

2 hal penting yang harus diperhatikan monopolis dalam

melakukan diskriminasi harga:

– Identifikasi: monopolis harus mampu mengidentifikasi permintaan

untuk setiap tipe konsumen di setiap pasar.

– Arbitrase: monopolis harus mampu mencegah terjadinya perilaku

arbitrase yang mungkin dilakukan oleh konsumen. Misalnya: konsumen yang mendapatkan harga lebih rendah menjual kembali produk tersebut kepada konsumen yang mendapatkan harga lebih tinggi.

Dengan karakteristik konsumen dan pasar yang dihadapi,

monopolis harus menentukan jenis diskriminasi harga yang

tepat:

(5)
(6)

Karakteristik

Group Pricing

Konsumen dibedakan menurut karakteristik yang mudah

untuk diidentifikasi.

Harga yang sama dikenakan untuk setiap konsumen dalam

satu kelompok yang sama. Oleh karena itu disebut sebagai

group pricing

.

Harga

berbeda

dikenakan

untuk

konsumen

dengan

kelompok yang berbeda.

– Balita tidak dikenakan biaya dan anak-anak 50% harga.

– Harga buku di suatu area berbeda dengan area yang lain.

(7)

Aturan

Group Pricing

Aturan yang digunakan dalam melakukan diskriminasi

harga tingkat tiga/

group pricing

adalah sebagai berikut:

– Kelompok konsumen dengan elastisitas permintaan rendah harus

dikenakan harga lebih tinggi.

– Kelompok konsumen dengna elastisitas permintaan tinggi harus

dikenakan harga lebih rendah.

(8)

Contoh

Buku Harry Potter dijual di Amerika dan Eropa.

Fungsi permintaan untuk Amerika dan Eropa:

– Amerika: PU = 36 – 4QU

– Eropa: PE = 24 – 4QE

(9)

Contoh (lanjutan)

Jika penerbit menggunakan satu harga untuk semua di

kedua pasar.

– Hitung permintaan agregat dari kedua pasar.

– Identifikasi pendapatan marjinal (MR) dari permintaan agregat.

– Hitung kuantitas yang memaksimumkan profit dengan ketentuan

biaya marjinal agregat sama dengan pendapatan marjinal agregat (MR = MC).

– Hitung harga pasar yang berlaku dengan menggunakan fungsi

permintaan agregat.

– Hitung kuantitas di setiap pasar dengan memasukkan harga pasar di

(10)

Contoh (lanjutan)

Amerika:

P

U

=

36 – 4

Q

U Ubah persamaan:

Q

U

= 9 –

P

/ 4 for

P

< $36

Eropa:

P

U

= 24 – 4

Q

E

Q

E

=

6 –

P/

4 for

P

< $24

Jumlahkan kedua permintaan:

Q = Q

U

+ Q

E

=

9 –

P

/ 4 for $36 <

P

< $24

Pada harga ini hanya pasar Amerika yang

aktif

Q

=

Q

U

+ Q

E

= 15 –

P

/ 2 for

P

< $24

(11)

Contoh (lanjutan)

Ubah fungsi permintaan agregat:

P = 36 – 4Q for Q < 3 MR untuk permintaan agregat

MR = 36 – 8Q for Q < 3

(12)

Contoh (lanjutan)

Substitusi harga pada setiap kurva permintaan

individu:

Q

U

= 9 –

P

/ 4 = 9 – 17/ 4 = 4.75 Juta

Q

E

= 6 –

P

/ 4 = 6 – 17/ 4 = 1.75 Juta

(13)

Contoh (lanjutan)

Penerbit dapat meningkat profit.

Perhatikan bahwa pendapatan marjinal tidak sama dengan

biaya marjinal di kedua pasar.

– MR > MC di Eropa.

– MR < MC di Amerika.

– Perusahaan harus mentransfer buku dari Amerika ke Eropa.

Setiap konsumen di setiap pasar seharusnya dikenakan

harga yang berbeda.

Langkah-langkah:

– Perlakukan setiap pasar secara terpisah.

– Identifikasi kuantitas keseimbangan di setiap pasar dengan aturan

MR = MC masing-masing pasar.

– Hitung harga di setiap pasar dengan menggunakan fungsi

(14)

Contoh (lanjutan)

Permintaan di Amerika:

PU = 36 – 4QU

$/unit

Quantity Deman

d

Pendapatan Marjinal (MR):

MR = 36 – 8QU

36

9 MR

MC = 4 4 MC

Samakan MR and MC

QU = 4

Harga untuk pasar A merika

P

U

= $20

(15)

Contoh (lanjutan)

Permintaan di Eropa:

PE = 24 – 4QU

$/unit

Quantity Deman

d

Pendapatan Marjinal (MR):

MR = 24 – 8QU

24

6 MR

MC = 4 4 MC

Samakan MR and MC

QE = 2.5

Harga untuk Pasar Eropa

P

E

= $14

(16)

Contoh (lanjutan)

Total penjualan di kedua pasar sama dengan jika penerbit

menggunakan satu harga, yaitu 6.5 juta eksemplar buku.

(17)

Biaya marjinal tidak konstan

Pada contoh sebelumnya, biaya marjinal (MC) diasumsikan

konstan.

Bagaimana jika MC tidak konstan?

– Misal MC memiliki fungsi meningkat.

Tidak ada diskriminasi harga pada kasus MC tidak konstan:

– Identifikasi fungsi permintaan agregat.

– Indentikasi pendapatan marjinal (MR).

– Samakan MR dengan MC untuk mencari output agregat.

– Identifikasi harga dari fungsi permintaan agregat.

– Identifikasi kuantitas untuk setiap pasar dengan menggunakan fungsi

(18)

Contoh

(a) United States

0

(b) Europe

0

(19)

Contoh (lanjutan)

Jika menggunakan diskriminasi harga dengan MC tidak

konstan:

– Identifikasi pendapatan marjinal di setiap pasar.

– Jumlah pendapatan marjinal untuk mendapatkan pendapatan

marjinal agregat.

– Samakan MR dengan MC untuk mendapatkan output agregat.

– Identifikasi MR ekuilibrium dengan menggunakan fungsi MR

agregat.

– Sama MR dengan MC setiap pasar untuk mendapatkan kuantitas

pada setiap pasar.

– Hitung harga keseimbangan dengan menggunakan fungsi

(20)

Contoh (lanjutan)

MC = 0.75 + Q/2 sehingga:

Price

(a) United States

10

(b) Europe

10

(c) Aggregate

(21)

Catatan atas diskriminasi harga tingkat tiga

Dengan fungsi permintaan yang linier:

– Dengan diskriminasi harga tingkat tiga, jumlah output dari kedua

pasar sama dengan jumlah output yang dihasilkan tanpa diskriminasi harga.

– Diskriminasi harga tingkat tiga akan meningkatkan profit.

Penjual harus mampu mengidentifikasi adanya permintaan

yang berbeda dari setiap kelompok konsumen.

(22)
(23)

Karakteristik diskriminasi harga tingkat satu

Monopolis

dapat

menetapkan

harga

sesuai

dengan

kesanggupan membayar maksimum dari konsumen.

Pada diskriminasi tingkat tiga, konsumen masih menikmati

surplus konsumen. Namun pada diskriminasi hargat tingkat

satu, semua surplus konsumen diambil oleh monopolis.

(24)

Lanjutan

Misalkan anda memiliki 5 mobil antik.

Hasil survey pasar mengindikasikan terdapat kolektor

dengan tipe berbeda:

– Kolektor A sanggup membayar $10,000 per mobil, kolektor B sanggup

membayar $8,000, kolektor C sanggup membayar$6,000, kolektor D sanggup membayar $4,000, dan kolektor E sanggup membayar $2,000.

– Jual mobil pertama kepada kolektor A pada harga $10,000.

– Jual mobil kedua kepada kolektor B pada harga $8,000.

– Jual mobil ketiga kepada kolektor C pada harga $6,000.

– Jual mobil keempat kepada kolektor D pada harga $4,000.

– Jual mobil kelima kepada kolektor E pada harga $2,000.

(25)

Lanjutan

Diskriminasi harga tingkat satu sangat menguntungkan

namun membutuhkan:

– Informasi konsumen yang sangat detail.

– Kemampuan penjual untuk mencegah arbitrase.

Bentuk diskriminasi harga tingkat satu:

Two part pricing: member fee + harga per produk.

(26)

Two Part Pricing

Misalkan sebuah klub Jazz memiliki dua jenis konsumen:

– Tua dengan fungsi permintaan P = Vo – Qo

– Muda dengan fungsi permintaan P = Vy – Qy

– Asumsikan Vo > Vy , konsumen tua sanggup membayar lebih tinggi

dibandingkan konsumen muda.

– Biaya operasi klub Jazz C(Q) = F + cQ.

(27)

Two Part Pricing(lanjutan)

Jika pengelola klub Jazz menggunakan kebijakan harga

linier: bebas harga masuk dan kenakan harga per unit

minuman.

– Permintaan agregat adalah Q = Qo + Qy = (Vo + Vy) – 2P

– Ubah menjadi P = (Vo + Vy)/ 2 – Q/ 2

– Fungsi MR menjadi: M R = (Vo + Vy)/ 2 – Q

– Samakan MR dengan MC, dimana MC = c dan temukan Q sehingga:

QU = (Vo + Vy)/ 2 – c

– Substitusikan pada fungsi permintaan agregat untuk mendapatkan

harga keseimbangan PU = (Vo + Vy)/ 4 + c/2

– Setiap konsumen tua akan membeli sebanyak Qo = (3Vo – Vy)/ 4 – c/ 2

minuman

– Setiap konsumen muda akan membeli Qy = (3Vy – Vo)/ 4 – c/ 2

minuman.

(28)

Two Part Pricing (lanjutan)

Ilustrasinya adalah sebagai berikut:

Price (a) Konsumen Tua (b) Konsumen Muda (c) Total Konsumen

(29)

Two Part Pricing (lanjutan)

Pemilik klub Jazz dapat meningkatkan pemasukannya

dengan strategi diskriminasi harga tingkat satu (

two part

pricing

).

Surplus konsumen jika menggunakan satu harga:

– Tua: CSo = (Vo – PU).Qo/2 = (Qo)2/ 2

– Muda: CSy = (Vy – PU).Qy/ 2 = (Qy)2/ 2

Maka, pemilik bisa menetapkan harga masuk (

entry fee

):

Eo = Cso untuk setiap konsumen tua, Ey = Csy untuk setiap konsumen

muda. Gunakan ID card sebagai pembeda tua dan muda pada pintu masuk.

– Setiap jenis konsumen tetap akan mau membayar biaya masuk dan

mengkonsumsi minuman.

Strategi ini akan meningkatkan profit sebesar

E

o

untuk setiap

(30)

Two Part Pricing (lanjutan)

Pemilik klub Jazz dapat melakukan strategi lain:

– Kurangi harga untuk setiap minuman.

– Strategi tersebut akan meningkatkan surplus konsumen.

– Penambahan surplus konsumen dapat dieksploitasi dengan

(31)

Block Pricing

Terdapat alternatif

kebijakan

harga

lain

yang

dapat

diterapkan pemilik klub:

– Tawarkan paket “ biaya masuk X plus minuman sebesar $Y” .

Untuk memaksimumkan profit, ada 2 aturan yang harus

diperhatikan:

– Tentukan jumlah kuantitas yang akan dimasukkan dalam paket

dengan cara menetapkan Q seperti pada pasar persaingan sempurna, yaitu P = MC.

– Biaya masuk yang harus dibayar oleh setiap konsumen adalah

(32)

Block Pricing (lanjutan)

Kembali lagi ke contoh sebelumnya.

Old untuk setiap konsumen tua

Kuantitas untuk setiap

konsumen muda

Qo Qy

Willingness to pay u/ setiap konsumen tua

Willingness to pay u/ setiap

konsumen muda

WTPo = (Vo – c)2/2 + (V

(33)

Block Pricing (lanjutan)

Bagaimana cara menetapkan kebijakan ini:

– Periksa kartu identitas di pintu masuk.

– Konsumen diberikan kupon yang dapat ditukarkan dengan sejumlah

(34)

Block Pricing (lanjutan)

Kesimpulan:

– Harga rata-rata yang harus dibayar konsumen tua = (Vo2 – c2)/ 2(Vo

c) = (Vo + c)/ 2

– Harga rata-rata yang harus dibayar konsumen muda = (Vy2 – c2)/ 2(Vo

– c) = (Vy + c)/ 2

– Harga rata-rata sama dengan diskriminasi harga tingkat tiga.

– Namun, profit yang diperoleh lebih besar. Karena:

• Biaya marjinal untuk setiap unit terakhir yang dikonsumsi sama

dengan manfaat marjinal.

• Dengan harga linear MC = AC.

• Dengan diskriminasi harga tingkat satu, MC dari unit terakhir

(35)
(36)

Karakteristik Diskriminasi Harga Tingkat Dua

Dalam contoh pemilik klub Jazz, bagaimana kalau pemilik

klub tidak memiliki kemampuan untuk membedakan

konsumen?

– Konsumen berbeda dalam hal pendapatan, yaitu pendapatan rendah

dan tinggi (tidak dapat diobservasi).

Maka

two part pricing

maupun

block pricing

tidak dapat

digunakan.

Konsumen dengan pendapatan tinggi dapat saja berperilaku

sebagai konsumen dengan pendapatan rendah.

– Untuk menghindari biaya masuk lebih tinggi.

– Untuk mendapatkan harga lebih murah.

(37)

Diskriminasi Harga Tingkat Dua

Jika menggunakan diskriminasi harga tingkat satu:

– Konsumen berpendapatan tinggi: harga masuk $72 dan harga per

minuman $4 atau harga masuk $120 plus 12 botol minuman.

– Konsumen berpendapatan rendah: harga masuk $32 dan harga per

minuman $4 atau harga masuk $64 plus 8 botol minuman.

Strategi tersebut tidak akan bekerja:

– Konsumen berpendaptan tinggi tidak mendapatkan surplus

konsumen dari paket yang ditujukan untuk mereka namun mereka mendapatkan surplus konsumen dari paket lainnya.

– Mereka akan berperilaku menjadi konsumen berpendapatan rendah

walaupun hal tersebut membatasi konsumsi minuman mereka.

(38)

M enu Pricing

Pemilik klub harus kompromi.

Desain skema harga yang membuat konsumen:

– Tunjukkan “ harga sebenarnya” kepada konsumen.

– Memilih sendiri paket yang sesuai dengan mereka (konsumen).

Perbedaan dengan diskriminasi harga tingkat satu:

– Penjual mengetahui bahwa terdapat beberapa jenis kelompok

konsumen.

– Namun penjual tidak dapat mengidentifikasi dengan sempurna

kedua kelompok konsumen tersebut.

(39)

High-income

Begitu juga dengan

Surplus konsumen Begitu juga dengan konsumen high-income :

Karena paket ($64, 8) Memberikan mereka $32

Surplus konsumen

Konsumen low income akan mampu membeli paket ($64, 8)

M enu Pricing

Low-Income

$

Quantity Quantity 16

Konsumen low income mendapatkan harga masuk $64 plus 8 minuman

$32

$32 $64

$32

$8

Jadi setiap paket yang ditawarkan untuk

konsumen high-income minimal sebesar $32 surplus konsumen

Ini Merupakan

incentive compatibility constraint

Konsumen High income mau untuk membayar hingga $120 for masuk plus 12 minuman jika tidak ada paket lain yang tersedia

Jadi mereka dapat ditawarkan paket ($88, 12) (karena $120 - 32 = 88)

Dan mereka akan membeli paket ini

$24

Low income

consumers tidak akan beli paket ($88, 12)

Karena mereka

hanya mampu bayar $72 untuk 12

minuman

$8 Profit dari setiap

konsumen high

incomeadalah

$40 ($88 - 12 x $4)

$40

Dan profit dari setiap konsumen

low income adalah $32 ($64 - 8x$4)

$32

Paket ini menunjukkan diskon dlm kuantitas:

high-income membayar $7.33 per unit dan

(40)

Dikriminasi Harga Tingkat Dua

Pada kasus sebelumnya, dengan menggunakan

menu pricing

,

pemilik klub Jazz berusaha untuk mendapatkan kedua

kelompok konsumen.

Namun, pemilik klub tetap tidak mampu mengeksploitasi

semua surplus konsumen yang ada.

Apakah perusahaan monopoli selalu ingin mendapatkan

semua kelompok konsumen yang ada?

Ada beberapa kasus dimana monopolis hanya melayani

konsumen dengan permintaan yang tinggi seperti:

– Restaurant mewah.

(41)

Referensi

Dokumen terkait

IP Camera dapat diakses melalui jaringan internet dari jaringan wireless di Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura menggunakan laptop dan smartphone. Jika

Peran pentingnya adalah ekspor dan impor, yakni asumsikan jika suatu ekspor barang maupun jasa harus diperbesar atau diperbanyak dalam kapasitas atau nilainya sesuai

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa yang selanjutnya disingkat RPJM Desa adalah Rencana Kegiatan Pembangunan Desa untuk jangka waktu 6 (enam) Tahun yang

• Efek akibat Global Warming yang dilihat dari salah satu parameternya yaitu kenaikan suhu udara, berdampak pada kenaikan muka air laut di Perairan Surabaya yang ditinjau dar

Berdasarkan tujuan dari penelitian ini yang diteliti yaitu tentang PPUA Penca sebagai lembaga atau organisasi yang mengadakan sosialisasi bagi masyarakat difabel dalam

Technology (Teknologi Asistif). Alat yang dibuat berdasarkan pertimbangan tersebut adalah alat sensor bahaya. Alat ini merupakan hasil modifikasi dari teknologi sensor yang sudah

Gambar 4.8 Data Kandang setelah Update Berdasarkan tampilan di atas maka, dapat didapatkan hasil yaitu pada tabel kandang dengan ID_Kandang dengan value KAN003 telah

• menganalisi konsep diskriminasi harga • menganalaisis kebijakan publik mengarah monopolis Project Based Learning Penugasan Mahasiswa : Synchronous 1 x 50’ Asynchronous: 2 x