x
RINGKASAN
Ganoderma sp. merupakan jamur dari kelas Basidiomycetes dan merupakan salah satu jamur makroskopis yang digolongkan ke dalam jamur berkhasiat obat (medicinal mushroom). Penelitian budidaya Ganoderma sp. belum banyak dilakukan, terlebih yang menggunakan isolat tempatan (indigenous). Serbuk gergaji kayu biasanya digunakan sebagai bahan dasar medium tanam. Serbuk gergaji kayu yang digunakan dalam penelitian ini adalah kayu sengon (Paraserienthes falcataria), kayu karet (Hevea brasiliensis) dan kayu mahoni (Sweitnia mahagoni). Penelitian dilakukan di Agro Jamur Pabuwaran, Purwokerto Utara dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan ketiga serbuk kayu (sengon, mahoni dan karet) terhadap produktivitas jamur Ganoderma sp. isolat Banyumas 1 dan mengetahui
jenis kayu manakah yang dapat memproduksi jamur Ganoderma sp. isolat Banyumas
1 yang paling baik.
Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Parameter yang diamati terdiri atas parameter utama yaitu bobot segar tubuh buah sedangkan parameter pendukungnya adalah kecepatan pertumbuhan miselium pada medium tanam, kemunculan tubuh buah pertama (pinhead), rasio C/N medium tanam dan nilai Rasio Efisiensi Hayati (REH), dan karakteristik makroskopis tubuh buah (panjang tangkai, lebar tudung, ketebalan tudung dan volume). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Ragam (Uji F) pada tingkat kesalahan 5% dan 1%, dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur pada tingkat kesalahan 5%.
Berdasarkan hasil analisis variansi, penggunaan medium tanam dengan bahan dasar serbuk gergaji kayu sengon, mahoni dan karet berpengaruh sangat nyata terhadap produktivitas Ganoderma sp. isolat Banyumas 1 yang dilihat dari bobot segarnya. Perlakuan paling baik ditunjukkan pada perlakuan penggunaan serbuk gergaji kayu karet (K3) dengan rata-rata bobot segar jamur 18,9 g/baglog. Kecepatan pertumbuhan miselium dengan rata-rata pertumbuhan yaitu 0,78 cm.hari-1. Tubuh buah K3 memiliki panjang stipe 2,713 cm, lebar tudung 5,649 cm, ketebalan 0,777 cm dan volume 0,0300 L. Perlakuan terendah ditunjukkan pada perlakuan penggunaan serbuk gergaji kayu mahoni (K2) dengan rata-rata bobot segar jamur 10,6 g/baglog. Kecepatan pertumbuhan miselium mencapai rata-rata 0,69 cm.hari-1.Medium tanam K2 memiliki tubuh buah dengan panjang tangkai 3,546 cm, lebar tudung 3,899 cm, ketebalan 0,686 cm dan volume 0,0144 L.
Kata kunci : Ganoderma sp., budidaya, produksi tubuh buah, laju pertumbuhan miselium, serbuk gergaji.
xi
SUMMARY
Ganoderma sp. is a fungus of the subdivision Basidiomycetes and is one of the macroscopic fungi classified into medicinal mushrooms. Research cultivation of
Ganoderma sp. which has not been done in advance using isolated local (indigenous). Wood sawdust usually used as the base material of the embedding media. Wood sawdust used in this study is falcata (Paraserienthes falcataria), rubber wood (Hevea brasiliensis) and mahogany (Sweitnia mahogany). This research was conducted in Agro Mushrooms Pabuwaran, Purwokerto in order to determine the effect of the use of third sawdust (falcata, mahogany and rubber) on the productivity of Ganoderma sp. Banyumas isolates 1 and find out which one type of timber can produce fungus Ganoderma sp. Banyumas isolates 1 of the most good.
This study uses an experimental method with completely randomized design (CRD). The observed parameters consist of the main parameters that fresh weight of fruit body while supporting parameter is the speed of growth of mycelium on the planting media, the emergence of the first fruiting bodies (pinhead), C/N ratio and the value of planting media Biological Efficiency Ratio (BER), and macroscopic characteristics fruiting bodies (stipe length, width hood, hood thickness and volume). Data were analyzed using Analysis Of Variance (Test F) on error rate of 5% and 1%, and continued with Honestly Significant Difference test at 5% error rate.
Based on the results of the analysis of variance, using the embedding media with a basis of sawdust falcata, mahogany and rubber very significant effect on the productivity of Ganoderma sp. isolates Banyumas 1 as seen from the fresh weight. The best treatment is indicated in the treatment of the use of rubber wood sawdust (K3) with an average weight fresh mushrooms of 18.9 g/baglog. Mycelium growth rate with average growth is 0.78 cm.hari-1. K3 fruiting body has a stipe length of 2.713 cm, pileus width 5.649 cm, a thickness of 0.777 cm and a volume of 0.0300 L. Lowest treatment is indicated in the treatment of the use of sawdust mahogany (K2) with an average weight fresh mushrooms of 10.6 g/baglog. Mycelium growth rate reached an average of 0.69 cm.hari-1. K2 has a body embedding medium fruit with stipe length 3.546 cm, pileus width 3.899 cm, the thickness of 0.686 cm and a volume of 0.0144 L.
Keywords: Ganoderma sp., cultivation, production fruit body, mycelium growth rate, sawdust.