• Tidak ada hasil yang ditemukan

DIMENSI PENGAJARAN BAHASA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "DIMENSI PENGAJARAN BAHASA"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Agar metode yang diterapkan menyamai

hasil dari akuisisi bahasa

* Intensif dan ekstensif

* fungsional

Agar pengajaran bahasa mengandung

unsur pedagogik

* Sopan

(3)

Fokus Bahasa

Belajar makna

Belajar Struktur

Orientasi Psikologi

(4)

- Fokus pada ujaran bahasa target -  komunikasi lisan = tujuan utama

belajar bahasa

-  menyediakan lingkungan bicara yang kondusif

-  penting untuk komunikasi di perguruan tinggi

-  membaca dan menulis diberikan sebagai penguat komunikasi lisan saja.

-  Penerjemahan musuh utama, karena komunikasi lisan primer dalam belajar bahasa

- Fokus pada membaca dan menulis bahasa target

-  tujuan belajar B2 = untuk dapat membaca (literary works) dan melaksanakan tugas kepustakaan

-  metode yang dipilih = terjemahan

-  Literasi sbg pondasi utk mendekati bhs lisan

FOKUS BAHASA

(5)

- Melalui pengalaman langsung -melihat konteks kejadian dan

mengaitkannya dengan bentuk linguistik yang muncul, lalu menginterpretasi makna kata dari konteks situasi.

- Melalui terjemahan

- menggunakan bahasa pertama untuk menemukan makna

bahasa target dengan melihat kesamaan bentuk tulis atau ucapan

- Pengaruh B1 kadang kuat

BELAJAR MAKNA

(6)

 

tidak ada satu pun metode yang ajaib, yang

mampu melayani semua tujuan dan kebutuhan

pebelajar;

 

tidak ada metode yang salah total, gagal total.

 

Metode harus disesuaikan dengan karakter

pebelajar, seperti usia, misalnya.

 

Metode harus memperhatikan tujuan

pembelajaran, meliputi aktivitas literasi apakah

yang difokuskan : baca tulis atau berbicara.

 

Akhirnya, metode apa pun yang dipilih, guru

perlu mempersiapkan materi dan segala

(7)

Secara Induktif

- pebelajar menemukan

sendiri kaidah bahasa

melalui pengamatan situasi,

pengalaman langsung,

menyimak tuturan model

Secara Eksplikatif

- Pebelajar memperoleh

penjelasan mengenai

kaidah dan struktur bahasa

target dari guru.

(8)

Orientasi mentalistik -  mengajak pebelajar

memikirkan kalimat dan struktur kalimat tersebut

-  kalimat bukan sekedar urutan kata-kata

-  kata merupakan struktur mental yang abstrak yang terdiri dari sejumlah operasi abstrak dalam penataannya -  waktu untuk hafalan sangat

sedikit

Orientasi behavioristik (Brooks) -  faktor utama bahasa adalah

formasi dan performansi kebiasaan

-  pebelajar disuruh menghafal/ drill kalimat atau kata-kata -  kaidah tidak relevan dalam

belajar bahasa karena kebiasaanlah yang utama

Orientasi Psikologis

(9)

Orientasi Mentalisme (Chomsky)

-  berkaitan dengan mentalistik -  menerangkan kalimat

dengan melihat relasi

sintaktik dan semantik yang mendasarinya

Orientasi strukturalisme (Bloomfield, Fries, Pike) -  berkaitan dengan

behaviorisme

-  kalimat dianalisis secara sederhana, berdasarkan urutan

Orientasi Linguistik :

Referensi

Dokumen terkait

Dalam petikan percakapan di atas, terdapat contoh kata-kata yang memiliki makna.. berdasarkan jenis konteks yang pertama, yaitu

Sedangkan, makna solidaritas pada bentuk madia muncul dari fungsi yang tidak menimbulkan situasi hormat atau tidak ada jarak sosial, dalam arti masih tercipta adanya kekerabatan

Fokus kajian mbasa wini pada konteks aspek sosio-etnolinguistik simbiosis bahasa (ritual) dan kekuasaan lebih luas, meliputi: (1) bentuk-bentuk linguistik dan non

a) Bahasa merupakan alat untuk mengungkapkan makna yang diwujudkan melalui kosa kata dan tata bahasa. b) Makna ditentukan oleh lingkup kebahasaan maupun lingkup situasi

Karena semantik hanya memfokuskan makna tanda bahasa yang hanya dihubungkan dengan konteks linguistik, makna satuan bahasa yang terbentuk karena satuan bahasa dihubungkan dengan

Setelah bentuk dan makna nama makanan dan minuman khas Minahasa dalam aspek metafora dibahas maka tampak bahwa bentuk lingual yang sering muncul adalah

Makna-makna yang muncul dari hasil gabungan cara baca angka yang terdapat pada deret angka dalam goroawase menghasilkan variasi bentuk berupa kata, frasa, klausa

Fokus kajian mbasa wini pada konteks aspek sosio-etnolinguistik simbiosis bahasa ritual dan kekuasaan lebih luas, meliputi: 1 bentuk-bentuk linguistik dan non linguistik yang relevan