• Tidak ada hasil yang ditemukan

percobaan filter aktif

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "percobaan filter aktif"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

PERCOBAAN

FILTER (TAPIS) AKTIF

(Oleh : Sumarna, Lab-Elins, Jurdik Fisika FMIPA UNY)

E-mail : [email protected])

Filter berkaian erat dengan pengolahan frekuensi. Filter diperlukan untuk pemisahan daerah frekuensi dan karena memerlukan pemisahan yang tajam, maka diperlukan filter orde dua atau lebih. Pada filter aktif, Op-Amp digunakan sebagai

penyangga (buffer).Tapis aktif sangat berguna dalam pemahaman terhadap kerja sistem

penguat pada daerah frekuensi tertentu.

1. Tujuan :

a. Memahami cara kerja rangkaian filter pada isyarat sinusoidal,

b. Memahami filter lolos rendah, filter lolos tinggi dan filter lolos pita,

c. Mempelajari respon amplitudo dan respon fasa.

2. Alat dana Bahan :

a. Generator sinyal,

b. Osiloskop,

c. Multimeter,

d. Papan rangkaian dan komponen elektronik,

e. Catu Daya.

3. Dasar Teori :

Filter aktif disusun menggunakan Op-Amp sebagai penyangga. Op-Amp bersifat memiliki impedansi masukan tinggi dan impedansi keluaran rendah. Suatu filter orde dua dapat disusun dengan menggandengkan dua tapis aktif orde satu. Untuk mendapatkan filter orde lebih tinggi ditempuh dengan cara menggandengkan beberapa filter orde lebih rendah. Rangkaian filter aktif yang terkenal adalah filter Sallen Key dan filter umpan balik ganda.

Filter Sallen Key

+ _ Vi

R2

R1

R3

R4

C2

C1

Vo

10 nF

10 k 10 k 10 nF

(2)

Berdasarkan pada Gambar 1, dapat diperoleh penguatan lingkar tertutup adalah

Berdasarkan pada Gambar 2, dapat diperoleh penguatan lingkar tertutup adalah

G =

(3)

Filter Umpan Balik ganda

Berdasarkan pada Gambar 3, dapat diperoleh penguatan lingkar tertutup adalah

G = - (

2 3

R R

)

dan memiliki fungsi transfer

G() =

2 0 0

2

2 0

) ( )

(

) (

   

j

j G

dengan G02 = _

2 1 2 1

1 C C R R

di mana 0 =

1

1 C ( 1

1 R + 2

1 R + 3

1 R )

dan

2 0

 =

2 1 3 2

1 C C R R

+ _ Vi

R2

R1

R3

C2

C1 Vo

330 nF

10 k

10 k

10 nF

Gambar 3 : Filter umpan balik ganda lolos rendah 10 k

+ _ Vi

R2

R1

C3

C1

Vo

10 k

10 nF

Gambar 4 : Filter umpan balik ganda lolos tinggi 50 k

C2

(4)

Berdasarkan pada Gambar 4, dapat diperoleh penguatan lingkar tertutup adalah

Berdasarkan pada Gambar 5, dapat diperoleh fungsi transfer

G() =

Gambar 5 : Filter umpan balik ganda lolos pita C2

10 nF 10 k

(5)

Contoh tabel untuk menuliskan data percobaan :

Data Ke Vi Vo o 

1. 2. 3. 4. 5. Dst.

Contoh pola lissayous untuk menentukan beda fasa :

4. Langkah Percobaan :

a. Perhatikan dan pelajari setiap rangkaian.

b. Susunlah rangkaian seperti pada Gambar 1. Dengan penguatan loop tertutup G

= 1 dan kooefisien respon  = 2, berilah masukan dari generator sinyal sebesar 1 volt p-p, kemudian lihatlah keluarannya menggunakan osiloskop. Ubahlah frekuensi masukan pada generator sinyal dengan jangkauan dari frekuensi terendah hingga frekuensi tertinggi dan amati perubahan yang terjadi pada osiloskop.

c. Tentukan harga frekuensi kutub, kemudian ambil data pengamatan (minimal 20

data) dari Vi, Vo, frekuensi, amplitudo, dan beda fase (antara masukan dan

keluaran) pada daerah sekitar o (10 data di bawah o dan 10 data di atas o).

d. Ulangi langkah-langkah di atas untuk Gambar 2, Gambar 3, Gambar 4, dan

Gambar 5.

5. Tugas :

1. Gambarlah grafik bagan bode tanggapan amplitudo dan fasa untuk semua

percobaan.

2. Dengan membaca grafik, tentukanlah frekuensi kutub dan bandingkan hasilnya

dengan perhitungan secara teoritis.

3. Tentukan G (gain) dan Q (faktor kualitas) dari rangkaian pada Gambar 5.

yo

xo

x

y Penentuan beda fasa

berdasarkan pola lissayous adalah :

Sin  =

y yo

=

Gambar

Gambar 1 : Filter Sallen Key lolos rendah
Gambar 2 : Filter Sallen Key lolos tinggi
Gambar 3 : Filter umpan balik ganda lolos rendah
Gambar 5 : Filter umpan balik ganda lolos pita
+2

Referensi

Dokumen terkait

Rangkaian filter dari high pass filter dan notch filter digunakan untuk mengurangi noise pada frekuensi rendah antara 0 sampai 1 Hz yang dihasilkan oleh tubuh dan

Penelitian yang telah dilakukan sebelumnya membahas mengenai penggunaan filter pasif, filter aktif dan filter hybrid shunt dalam meredam gangguan harmonisa yang terjadi di

Low pass filter (Filter lolos Rendah) adalah filter yang hanya melewatkan frekuensi yang lebih rendah dari frekuensi cut-off (f c )a. Diatas frekuensi tersebut,

merupakan tujuan utama dari perencanaan filter daya aktif parallel menggunakan metode SPWM ini yaitu untuk mendapatkan arus sumber yang sinusoidal atau dengan kata

Gambar 13. 1) Filter Sallen-Key adalah filter yang mudah dirancang, karena dengan model rangkaian yang sama dapat dibuat sebuah filter misalnya lowpass dengan

Salah satu peralatan yang digunakan adalah filter aktif shunt, dimana filter aktif ini akan menginjeksikan arus untuk meniadakan arus harmonik dari beban non

Dalam perancangan rangkaian filter ini dilakukan dengan cara mengubah terlebih dahulu spesifikasi  High Pass Filter yang diinginkan ke dalam bentuk Low Pass

OP AMP FILTER => 4 PRAKTIKUM ELEKTRONIKA LANJUT Lab Dasar ELKOM PJ.PRAKTIKUM ELEKTRONIKA LANJUT 58 / 70 LAPORAN AKHIR PERCOBAAN 4 RANGKAIAN DASAR OP-AMP Laboratorium Dasar