Landasan Teori
2. 1 Tinjauan Umum 2.1. 1 Data Elektronik
Untuk mendukung sumber data dari perancangan buku publikasi ini, penulis telah mengumpulkan data-data yang berasal dari beberapa sumber terpercaya, diantaranya :
1. Raditya Dika official website : http://www.radityadika.com/ 2. Facebook : https://www.facebook.com/radityadikapages 3. Twitter : https://twitter.com/radityadika
4. Blog-blog penggemar Raditya Dika
5. Website Djarum Beasiswa : http://djarumbeasiswaplus.org/ 6. Artikel-artikel online seputar Raditya Dika
2.1. 2 Data Kuesioner
Untuk menambah kelengkapan data dari perancangan buku publikasi ini, penulis telah melakukan riset dengan cara menyebarkan kuesioner online kepada lebih dari 150 orang, yang disebarkan melalui facebook dan twitter fanspage Raditya Dika. Kesimpulan dari data kuesioner ini adalah, lebih dari 100 orang setuju untuk dibuatkan buku publikasi mengenai Raditya Dika, dimana buku tersebut membahas tentang kehidupan Raditya Dika, kunci sukses beliau, serta pengalaman hidup, dan pesan moral apa yang terkandung dalam setiap karya serta kutipan-kutipan motivasi ala Raditya Dika.
Dari kuesioner ini juga didapatkan beberapa ciri khas seorang Raditya Dika di mata para penggemarnya, yaitu :
Pendek, bantet, kuntet, bibir tipis, hidung besar, muka jayus, lucu, humoris, percaya diri tinggi dan kreatif.
2.1. 3 Wawancara Narasumber
Untuk mendukung kepastian dan keaslian data dalam pembuatan buku publikasi ini, penulis telah melakukan wawancara langsung bersama Raditya Dika yang telah dilaksanakan pada :
1. Hari, Tanggal : Jumat, 28 Februari 2014
Pukul : 19.30 WIB
Lokasi : Balai Kartini
2. Hari, Tanggal : Jumat, 23 Mei 2014
Pukul : 19.30 WIB
Lokasi : Balai Kartini
2.1. 4 Raditya Dika
Nama Lengkap : Dika Angkasaputra Moerwani Nama Panggilan : Raditya Dika / Radith
Tanggal lahir : 28 Desember 1984
Merupakan seorang penulis asal Indonesia yang dikenal melalui blogger. Ia kemudian dikenal sebagai seorang penulis yang humoris, lucu dan juga selalu tampil kreatif. Selain menulis, kini Raditya Dika dikenal sebagai penulis skrip komik serta film yang terinspirasi dari kisah novel humornya, sutradara sekaligus pemain film, bintang iklan, seorang penggiat perbukuan bahkan juri Stand Up Comedy Indonesia.
Raditya Dika dikenal publik setelah buku pertamanya yang bertajuk Kambing Jantan yang diterbitkan oleh Gagasmedia terbit di pasaran pada tahun 2005. Dengan gaya menulis komedi yang lepas dan apa adanya, Kambing Jantan sukses menjadi buku yang laris di pasaran. Kebanyakan gaya bahasa yang digunakan komedi Raditya Dika menceritakan kisah kehidupan pribadi dan keluarganya dengan gaya humor hiperbolis-self depreciating yaitu gaya bahasa yang melucu dengan cara menjelek-jelekkan dirinya sendiri. Walaupun terdengar biasa dan tidak lucu, namun hal inilah yang memang menjadi permbeda antara Raditya Dika dengan penulis humor yang lain.
Pada akhir tahun 2008, bersama komikus Dio Rudiman, Raditya Dika menulis komik Kambing Jantan yang diterbitkan kembali oleh Gagasmedia. Hasil karya terakhir Raditya adalah film yang diangkat dari buku-buku karangannya. Bahkan kini Raditya Dika telah menyutradai sendiri film-film buatannya.
Perjalanan Karir : Novel :
- Kambingjantan : Catatan Harian Pelajar Bodoh (2005) - Cinta Brontosaurus (2006)
- Radikus Makankakus : Bukan Binatang Biasa (2007)
- Babi Ngesot: Datang tak Diundang, Pulang tak Berkutang (2008)
Komik (bersama komikus Dio Rudiman) :
- Kambingjantan : Sebuah Komik Pelajar Bodoh (2009)
Buku Lainnya :
- Tolong, Radith Membuat Saya Bego
(buku yang ditulis bersama pembaca dan para penggemarnya, 2007)
Film :
- Kambingjantan (sebagai aktor dan penulis skrip, 2009) - Malam Minggu Miko (serial komedi)
- Cinta Brontosaurus (2013) - Marmut Merah Jambu (2014)
Penghargaan yang pernah diraih :
Youtube Certivied Award untuk serial film pendek Indonesia yang mendapatkan pencapaian jumlah subscribers lebih dari 1,3 juta orang.
2.1. 5 Ciri Khas Karya Raditya Dika
Menurut beberapa sumber pemerhati yang beredar di dunia internet, salah satu ciri khas dari karya seorang Raditya Dika adalah pemberian nama judul karya yang dominan menggunakan nama-nama binatang.
Sebut saja nama judul buku ciptaannya yang bertajuk “Kambing Jantan”, “Cinta Brontosaurus”, “Marmut Merah Jambu”, “Babi Ngesot”, “Radikus Makankakus”, dan “Manusia Setengah Salmon”. Semua menggunakan nama binatang aneh yang memiliki makna terselubung. Berdasarkan hasil wawancara yang penulis lakukan bersama Raditya Dika, Ia mendapatkan inpirasi untuk menggunakan nama binatang tersebut diawali dari ketidaksengajaan, kemudian karena mendapatkan banyak tanggapan positif, akhirnya lahirlah ide kreatif untuk mencari dan menciptakan nama-nama binatang plesetan yang cocok untuk mengisi judul tulisan karangannya.
2.1. 6 Konsep Perwujudan
Isi keseluruhan buku publikasi Biografi Raditya Dika direncanakan akan berjumlah 150 halaman belum termasuk cover dan halaman pelengkap seperti kata pengantar dan daftar isi. Isi utama dari buku ini akan dibagi menjadi 7 bagian, yaitu :
• Bagian 1 : Perjalanan kisah hidup seorang Raditya Dika dari lahir hingga menjadi penulis terkenal seperti sekarang.
• Bagian 2 : Cerita dibalik buku Kambing Jantan. • Bagian 3 : Cerita dibalik buku Cinta Brontosaurus. • Bagian 4 : Cerita dibalik buku Radikus Makankakus. • Bagian 5 : Cerita dibalik buku Babi Ngesot.
• Bagian 6 : Cerita dibalik buku Marmut Merah Jamu. • Bagian 7 : Cerita dibalik buku Manusia Setengah Salmon. 2.1. 7 Artikel Isi Buku
Untuk membantu penulis dalam menyusun kalimat dan isi dari buku publikasi ini, penulis dibantu oleh seorang jurnalis lulusan komunikasi bernama Florencia Theo Jonisca.
2.1. 8 Biodata Jurnalis
Untuk membantu penulis dalam menyusun kalimat dan isi dari buku publikasi ini, penulis dibantu oleh seorang jurnalis :
Nama : Florencia Theo Jonisca TTL : Jakarta, November 24, 1990 Status : Single
Gender : Female
Alamat : Jl. Jelambar Jaya II/19 No.1, Jakarta Barat 11460 Telepon : 0859-215 999 58 / (021) 5641668
E-mail : [email protected]
2. 2 Tinjauan Khusus
Untuk membantu penulis dalam menyelesaikan proyek tugas akhir ini, penulis mencari beberapa teori relevan yang mampu membantu penulis menemukan penyelesaian permasalahan dalam lingkup proyek tugas akhir.
2.2. 1 Pengertian Idola
Menurut seorang ahli bahasa, Trianto (2007:111), Idola adalah sebuah objek pemujaan yang berupa seseorang atau sesuatu. Pemujaan itu terkadang dilakukan secara luar biasa dan seringkali menimbulkan rasa kagum atau cinta yang fanatik. Tokoh idola merupakan sosok yang sangat dipuja oleh pengagumnya. Tokoh tersebut dapat berasal dari kaum mana saja, bahkan dari orang-orang terdekat sekalipun. Seorang idola harus mampu menanggung resiko berupa tanggung jawab yang besar, yaitu semakin sempitnya ruang bebas yang dapat dinikmati karena akan selalu sibuk diserbu banyak penggemar bahkan wartawan. Seorang idola yang pantas dipuja adalah idola yang mampu membawa pengaruh positif bagi para penggemarnya.
2.2. 2 Pengertian Kutipan
Menurut KBBI, kutipan adalah pengambil alihan satu kalimat atau lebih dari karya tulisan atau percakapan orang lain untuk tujuan ilustrasi atau memperkokoh argumen tulisan sendiri. Biasanya, kutipan merupakan salinan kalimat, paragraf atau pendapat dari
seorang pengarang atau seseorang yang terkenal karena keahliannya baik dalam buku, jurnal, media cetak maupun elektronik. Kutipan yang umum digunakan dewasa ini disebut juga dengan istilah quotes. Kutipan-kutipan tersebut biasanya diambil karena berisi hal-hal yang dianggap mampu mewakili suasana hati atau mengimajinasi seseorang. Dengan munculnya media sosial internet di tengah-tengah masyarakat Indonesia saat ini, quotes seakan hadir sebagai sesuatu yang mewabah karena mampu mempengaruhi banyak orang. Hal ini disebabkan karena quote mengandung unsur retorika, yaitu seni dan ilmu yang mempelajari bahasa, dimana bahasa tersebut mempunyai kemampuan persuasif atau mempengaruhi dan mengajak seseorang.
2.2. 3 Pengertian Biografi
Biografi adalah kisah yang menceritakan tentang riwayat hidup seseorang. Dalam buku pelajaran bahasa dan sastra Indonesia karangannya, Asul Wiyanto (2007: 92) mengatakan biografi yang menarik minat pembaca adalah biografi yang mengisahkan kehidupan seseorang yang terkenal dalam bidang tertentu karena keahlian atau pengalaman hidupnya.
2.2. 4 Pengertian Buku
Menurut KBBI, buku adalah lembar kertas yang dijilid, berisi tulisan atau kosong; kitab. Sedangkan menurut Oxford Dictionary, pengertian buku adalah hasil karya yang ditulis atau dicetak dengan halaman yang dijilid pada satu sisi; merupakan hasil karya yang ditujukan untuk penerbitan. Dalam bukunya yang berjudul “Layout Dasar dan Penerapannya”, Surianto Rustan, S.Sn mengatakan buku berfungsi untuk menyampaikan informasi, berupa cerita, pengetahuan, laporan, dan lain-lain. Buku dapat menampung banyak sekali informasi, tergantung berapa jumlah halaman yang dimilikinya. Pada buku penjilidan yang baik merupakan keharusan agar lembar-lembar kertasnya tidak tercerai berai. (Rustan, 2008: 122).
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mendesain sebuah buku agar penyampaian informasinya dapat dilakukan dengan baik, diantaranya adalah dengan cara memperhatikan bentuk buku, desain cover, sistem navigasi atau arah baca, kejelasan data dan informasi, kenyamanan membaca serta pembagian yang jelas antar setiap bab.
2.2. 5 Pengertian Publikasi
Menurut KBBI, publikasi adalah pengumuman atau penerbitan. Sedangkan menurut buku “Publication Design Workbook” yang disusun oleh Timothy Samara, publikasi adalah aplikasi yang diperluas dari teks dan gambar, yang berarti sejumah besar pertimbangan berada di tangan desainer itu sendiri. Ia menjelaskan ada beberapa tahapan dalam merancang sebuah publikasi yaitu : 1. Thinking
Konten, pesan dan pengaturan.
• Concept and Content
Langkah yang terpenting mengenai bagaimana membuat publikasi menjadi nyata adalah dengan fokus pada subjek utama dari pesan yang ingin disampaikan. Konten adalah konsep itu sendiri, yang merupakan sumber dari apa yang akan dikerjakan oleh disainer. (Samara, 2005:13)
• Evaluating and Organizing
Strategi dalam mengorganisasi konten termasuk dalam menyeleksi materi kedalam bagian-bagian yang telah diatur yang satu sama lain saling terhubung:
1. Sesuai jenis atau macam yang sama,
2. Mulai dari bagian kecil hingga keseluruhan, 3. Sesuai tingkat kerumitan materi,
4. Secara kronologis,
• The Many Form of Content
Konten dalam publikasi tidak hanya terbatas dalam penulisan saja. Gambar, warna, dan type (visual support for the writing) dapat juga disebut konten. Ketika ide, dengan kaitannya dengan gambar (documentary representation of experience) dengan mudah dijelaskan, bukan hanya apa yang terlihat dari gambar tersebut, tetapi bagaimana sebuah gambar itu sendiri dapat bercerita. (Samara, 2005:22)
• Color as Communication
Sedikit visual stimuli yang sekuat warna, hal ini terkait erat dengan sesuatu yang natural sehingga warna adalah alat komunikasi yang sangat berguna. Tetapi karena hasil warna dari transmisi gelombang cahaya yang dipantulkan melalui organ yang tidak sempurna yaitu mata, dan penerjemah yang tidak sempurna yaitu otak, maka makna yang disampaikannya juga sangat subjektif. Dengan kata lain, melalui mekanisme persepsi warna yang bersifat universal diantara manusia, apa yang kita lakukan dengan sekali kita melihat itu adalah hal yang lain sama sekali. Perbedaan budaya dan pengalaman individu mempengaruhi penafsiran seseorang tentang pesan warna. Sebagai hasilnya, warna, seperti teks dan gambar, adalah konten yang efektif dan karenanya harus diatasi ketika merancang suatu publikasi. (Samara, 2005:26)
• Type as Visual Concept
Saat mendesain untuk publikasi, salah satu area fokus yang paling besar adalah pada tipografi. Untuk tujuan yang bersifat fungsional, desainer harus memperhatikan keterbacaan, hirarki, dan kejelasan dalam menyampaikan informasi verbal. Namun, tipografi juga membawa pesan non-verbal. Dalam memilih jenis huruf, dan menyesuaikannya dengan gambar. Pemilihan jenis huruf yang mampu menyuarakan konten yang dengan posisi dan cara yang spesifik agar audience mampu mengasosiasikannya langsung. (Samara, 2005:30)
2. Reading
Tipografi dalam publikasi.
• Crafting Extended Text
Membuat teks yang nyaman dibaca membutuhkan keterlibatan lebih dari designer dibandingkan dengan tipografi dalam poster atau sejenisnya. Informasi yang kompleks yang harus disampaikan dalam publikasi membutuhkan pengaturan hirarki yang juga tidak sederhana dari elemen navigasi seperti headlines, subheads, and lainnya. Namun yang terpenting adalah kejelasan visual dari running text, dan bagaimana mengaitkannya diantara halaman-halaman publikasi yang akan dibuat. (Samara, 2005:35)
• Typographic Detail
Biasanya, jenis crafting pada tipografi dalam sebuah halaman ditambah dengan elemen lainnya terlihat gaya dalam layout terlihat terjadi tanpa disadari. Padahal, pengaturan simbol, alignment dari subjudul dan teks di seluruh paragraf adalah sama, jika tidak, penting untuk memastikan kemudahan keterbacaannya. Ini diasumsikan dengan huruf dan wordspacing, bahwa pengaturan jarak karakter ini dan tak perlu dievaluasi. Ini jarang sekali benar. Mengetahui
aturan-aturan dasar untuk pengaturan-aturan teks yang jelas membuat desainer terus waspada untuk mengatur masalah jarak potensial dan membantu meningkatkan tampilan dan pembacaan running text. (Samara, 2005:42)
• Compositing Text in Space
Desainer harus memikirkan bagaimana mengatur jarak spasi pada setiap halaman dalam publikasi. Bentuk dari text bloks, bagimana garis-garis teks sejajar dengan berurutan, kontras antar elemen, dan negatif space disekitar teks, semuanya agar menghasilkan layout yang dapat meningkatkan keterbacaan dan kualitas tampilan visualnya. (Samara, 2005:46)
• Developing Informational Hierarchy
Informasi harus memiliki urutan yang mengarahkan pembaca. Urutan ini disebut informasi hirarki. Hirarki diurutkan berdasarkan tingkat kepentingan informasi. Kepentingan berarti bagian yang harus dibaca terlebih dahulu, lalu kedua, ketiga, dan selanjutnya. Dapat juga mengacu pada perbedaan fungsi diantara beberapa bagian, seperti running text dengan elemen lainnya seperti judul, sub judul, caption, dan lain-lain. (Samara, 2005:54)
3. Building
Struktur dan intergrasi.
• Message Meets Material
Pesan telah ditentukan, dan telah terdapat konsep yang mendukung pesan tersebut. Dan ada cara untuk menyusun konsep tersebut untuk menyampaikan pesan dengan ruang yang tersedia. Ruang dimana seluruh variabel bersatu, halaman kosong dari medum cetak: format. Format dihubungkan dengan proposi dari sebuah halaman. Format memerankan peranan yang cukup penting dalam menciptakan experience
dalam publikasi; ukuran, bentuk, dan bagaimana pembaca merasakannya. (Samara, 2005:61)
Format persegi menunjukan neutral space tanpa ketegangan. V ertikal format mencerminkan tubuh manusia, menghasilkan upward visual yang tense dan aktif. Sedangkan horizontal format menenangkan, mencerminkan pemandangan, tapi kurang dinamis dan membuat gerakan melihat kekanan dan kekiri. (Samara, 2005:62)
• The Systematic Nature of Publications
Publikasi memaksa desainer untuk mempertimbangkan variabel di luar dari komposisi dasar. Crafting teks yang dapat dibaca untuk single format halaman tidak selalu memecahkan masalah spasial dan hirarkis untuk halaman spreads. Desainer dihadapkan dengan headline atau judul panjang yang berbeda; artikel sepanjang satu halaman, dua halaman, atau enam halaman. Beberapa konten akan ditampilkan dengan gambar dan sebagian lagi tidak. (Samara, 2005:64)
• The Grid System
Setiap pekerjaan desain terkait dengan penyelesaian masalah, baik itu secara visual dan level organisasional. Gambar, teks, headlines, seluruh elemen ini harus dapat bersatu untuk dapat berkomunikasi. Grid adalah sebuah pendekatan untuk mencapai tujuan tersebut. Salah satu grid mungkin loose dan organik; yang lainnya mungkin ketat dan mekanikal. Grid berfungsi untuk dapat menyelesaikan masalah komunikasi yang komplek. Keuntungan dari bekerja menggunakan grid adalah terciptanya clarity, efficiency, economy, dan continuity. (Samara, 2005:68)
• Visual Relationship Between Words and Pictures
Menghasilkan type yang dapat berinteraksi dengan gambar adalah masalah yang cukup serius bagi banyak desainer.
Gambar memiliki komposisi gelap dan terang, dimensi dan volum, kontur, ruang kosong dan terisi, dan memiliki susunan dengan urutan tertentu. Type memiliki hal yang sama, komposisi gelap dan terang, dimensi dan volum, kontur adan irama dalam ruang kosong dan terisi, susunan dengan urutan tertentu. Tugas kita adalah menemukan atribut yang sama tersebut. (Samara, 2005:78)
• Sequencing and Pacing : Creating Flow among Pages
Pacing didalam publikasi adalah pertimbangan yang penting bagi desainer. Pacing dapat diartikan sebagai sebuah visual rhytm, irama atau timing yang diterima pembaca dari halaman per halaman, hampir seperti menyaksikan sebuah film. Membuat irama yang bervariasi, dari pelan ke cepat, dari yang statis menjadi dinamis. Setiap projek berbeda, jadi cara desainer dalam melakukan pacing juga tidak terbatas. Namun terdapat dua pacing strategi, yaitu terfokus pada variasi strukturnya atau menyesuaikan dengan penyajian kontennya. (Samara, 2005:82)
• Dressing the Packages
Bagian terluar dari sebuah publikasi adalah komponen yang sangat penting, karena memberikan kesan pertama dari keseluruhan komunikasi yang akan diterima oleh audience. Sebagai contoh, pada majalah, cover adalah alat untuk menyampaikan informasi mengenai konten spesifik dalam edisi tersebut sebagai cara untuk menambah daya tarik dan mempengaruhi audience untuk membelinya.
(Samara, 2005:86)
2.2. 6 Teori Layout
Menurut Surianto Rustan, S.Sn dalam bukunya yang berjudul “Layout dasar dan penerapannya”, layout dapat dijabarkan sebagai tataletak elemen-elemen desain terhadap suaru bidang dalam media tertentu
untuk mendukung konsep atau pesan yang dibawanya. Me-layout adalah suatu proses atau tahapan kerja dalam desain. Dapat dikatakan bahwa desain merupakan arsiteknya, sedangkan layout adalah pekerjaannya. Namun definisi layout dalam perkembangannya sudah sangat meluas dan melebur dengan definisi desain itu sendiri, sehingga banyak yang mengatakan bahwa me-layout itu sama dengan mendesain. (Rustan, 2008: 0)
2.2. 7 Teori Ilustrasi
Ilustrasi artinya menjelaskan atau menerangkan sesuatu yakni cerita atau artikel dengan gambar. Keefektifan ilustrasi dalam penyampaian suatu pesan terhadap pembaca harus memenuhi berbagai kriteria sebagai berikut:
• Mempunyai daya tarik (atraktif) • Jelas dan informatif
• Sederhana
• Mudah dimengerti
• Mewakili isi cerita yang terkandung dalam gambar (Representatif)
Ilustrasi dibedakan menjadi lima bagian seni, yaitu :
• Ilustrasi cerita, yaitu cerita bergambar yang terdiri dari sekuen yang saling berhubungan dalam bentuk narasi yang panjang dan divisualisasikan dalam bentuk frame yang lebih dari satu namun merupakan satu kesatuan cerita.
• Ilustrasi kartun, yaitu sebuah gambar yang lebih menekankan pada suatu momen yang memuat cerita atau pesan dalam wujud humor.
• Ilustrasi artikel, yaitu gambar yang digunakan untuk memperjelas suatu tulisan serta memberikan keterangan yang dapat membantu pembaca agar lebih mengerti maksud dari sebuah tulisan. Ilustrasi artikel tidak hanya gambar dengan setting tempat tertentu saja, tetapi dapat berupa keterangan-keterangan tambahan suatu data
yakni bagan, diagram, tabel dan gambar berangkai untuk menerangkan sesuatu yang sistematis.
• Ilustrasi cerpen, yaitu ilustrasi yang digabungkan dengan judul dan penulis cerita, tujuan pembuatan gambar ilustrasi ini adalah selain untuk mempercantik perwajahan cerpen, penggunaan ilustrasi juga dapat menggambarkan cerita pada cerpen.
• Karikatur, yaitu gambar yang berbentuk ilustrasi potret wajah yang diberi muatan lebih sehingga anatomi wajah tersebut terkesan distorsi karena mengalami banyak deformasi bentuk, namun secara visual masih dapat dikenali obyek aslinya. Berdasarkan buku The Fundamentals of Illustration, esensi dari ilustrasi adalah pada pemikirannya – ide-ide dan konsep yang menjadi tulang belakang dari apa yang suatu gambar hendak komunikasikan. Adalah tugas ilustrasi untuk melahirkan nyawa dan sebuah bentuk visual terhadap, serta menciptakan citra yang bermakna. Ilustrasi adalah hasil visualisasi dari suatu tulisan dengan teknik drawing, lukisan, fotografi atau teknik seni rupa lainnya yang lebih menekankan hubungan subjek dengan tulisan yang dimaksud daripada bentuk. (Tim Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), (1996))
Dalam pembuatan buku ini, penulis menggabungkan ke lima jenis ilustrasi tersebut ke dalam sebuah teknik vektor yang bertujuan agar gambar dapat digunakan di dalam skala cetak besar dan berdasarkan pengamatan yang penulis lakukan bersama dengan Jurnalis dan hasil survey, anak muda dewasa ini lebih akrab dengan karakter vektor yang biasa mereka temukan pada aplikasi chat messenger seperti line dan kakao talk. Teknik shading yang penulis lakukan juga berdasarkan kebiasaan anak muda yang suka menggambar graffiti serta gambar-gambar urban art yang terkesan lebih kaku namun dinamis dibanding dengan teknik manual.
2.2.8 Teori Karakter
Berdasarkan buku Illustration A Theoretical & Contextual Perspective yang ditulis oleh Allan Male (2007: 29), penciptaan karakter adalah hal yang didapatkan melalui proses edukasi berupa brainstorming dan pengamatan konsumen. Dengan mengetahui apa yang disukai konsumen dan memahami siapa tokoh yang sedang ingin di ilustrasikan, maka seorang desainer dapat dengan mudah menemukan mood yang sesuai dengan karakter tokoh tersebut.
Berdasarkan pemahaman penulis setelah membaca buku ini, penulis membuat skema yang menjelaskan tentang karakter yang disukai dan identik dengan seorang Raditya Dika. Hasilnyam penulis menemukan bahwa sosok Raditya Dika yang menghibur dan tidak tahu malu dalam memberikan lawakan kreatif adalah hal yang menjadi daya tarik. Oleh karena itu penulis menyamakan karakter Raditya Dika dengan sosok badut berhidung merah yang menjadi ikon identik dari badut.
2.2.9 Teori Tipografi
Tipografi yang berasal dari kata Yunani Typos yang berarti bentuk dan graphein yang berarti menulis. Tipografi berarti merupakan seni dan teknik mengatur huruf menggunakan gabungan bentuk huruf cetak, ukuran huruf, ketebalan garis, spasi antar huruf, garis pandu dan jarak antar baris. Tipografi merupakan representasi visual dari sebuah bentuk komunikasi verbal dan merupakan properti visual yang pokok dan efektif. Hadirnya tipografi dalam sebuah media terpan visual merupakan faktor yang membedakan antara desain grafis dan media ekspresi visual lain seperti lukisan. Lewat kandungan nilai fungsional dan nilai estetiknya, huruf memiliki potensi untuk menterjemahkan atmosfir-atmosfir yang tersirat dalam sebuah komunikasi verbal yang dituangkan melalui abstraksi bentuk-bentuk visual. Menurut Danton Sihombing (2001: 58), pada dasarnya huruf memiliki energi yang dapat mengaktifkan gerak mata. Energi ini dapat dimanfaatkan secara
positif apabila dalam penggunaannya senantiasa diperhatikan kaidah-kaidah estetika, kenyamanan keterbacaannya, serta interaksi huruf terhadap ruang dan elemen-elemen visual di sekitarnya.
Pada dasarnya huruf memiliki energi yang dapat mengaktifkan gerak mata. Energi ini dapat dimanfaatkan secara positif apabila dalam penggunaannya senantiasa diperhatikan kaidah-kaidah estetika, kenyamanan keterbacaannya, sertainteraksi huruf terhadap ruang dan elemen-elemen visual di sekitarnya.
2.2.10 Teori Warna
Dimanapun kita berada dibumi ini kita akan selalu melihat warna. Di dalam industri grafika dewasa ini, hubungan desainer dengan produksi cetak dalam hal warna sangatlah erat. Karena warna termasuk salah satu bagian penting dalam suksesnya desain tersebut. Warna bersangkut paut dengan persepsi dan interpretasi subyektif. Pengungkapan secara verbal dari warna sangat sulit dan rumit apabila harus diterjemahkan dalam bahasa reproduksi grafika. Bagaimanapun, jika ada metode standar dimana warna dapat secara tepat dungkapkan dan dimengerti oleh siapapun, komunikasi warna akan lebih mudah.
Menurut buku Color Basic yang dibuat oleh Anne Dameria, Warna merupakan fenomena yang terjadi karena adanya tiga unsur yaitu cahaya, objek dan observer (dapat berupa mata kita ataupun alat ukur). Di dalam ruang yang gelap, kita tidak dapat mengenali warna. Begitu juga apabila tidak ada objek yang kita lihat maka kitapun tidak dapat mengenali warna.
2.2.11 Teori Iconic Representation
Menurut buku “Universal Principles of Design” yang dituliskan oleh Lidwell, William, Kritina Holden dan Jill Bulter (2010: 132), yang dimaksud dengan iconic representation adalah penggunaan gambar untuk membuat suatu tindakan, objek dan konsep agar lebih mudah untuk ditemukan, dikenali, dipelajari dan diingat. Iconic
representation juga digunakan dalam signage, display komputer, dan control panel. Mereka dapat digunakan sebagai identifikasi (logo perusahaan), space-efficient alternatif untuk teks (tanda-tanda jalan) atau untuk menarik perhatian dalam tampilan tertentu. Ada empat jenis iconic representation, yaitu :
1. Similar icons menggunakan gambar yang secara visual memiliki
kesamaan dengan tindakan, objek atau konsep. Hal ini yang paling efektif dalam mewakili tindakan objek atau konsep sederhana, akan kurang efektif apabila kompleksitasnya meningkat.
2. Example icons menggunakan ikon gambar yang memberikan
contoh atau yang umumnya terkait dengan tindakan, objek atau konsep. Mereka sangat efektif dalam mewakili tindakan, objek, atau konsep yang kompleks. Sebagai contoh, suatu tanda yang menunjukkan lokasi dari bandara menggunakan gambar dari pesawat, bukan gambar yang mewakili bandara.
3. Symbolic icons menggunakan gambar yang mewakili suatu
tindakan, objek, atau konsep yang lebih tinggi pada tingkat abstraksi. Sebagai contoh, kontrol pintu kunci pada pintu mobil menggunakan gambar gembok untuk menunjukkan fungsinya, meskipun gembok tidak terlihat seperti kontrol sebenarnya.
4. Arbitrary icons menggunakan gambar yang paling sedikit
hubungannya atau tidak berhubungan dengan tindakan, objek, atau konsep, namun, hubungannya harus dipelajari. Umumnya, arbitrary icons hanya digunakan ketika mengembangkan standar lintas budaya atau industri yang akan digunakan untuk jangka waktu yang lama. Ini memberikan orang eksposur yang cukup untuk menjadikan ikon tersebut sebuah perangkat komunikasi yang efektif. Misalnya, ikon untuk radiasi harus dipelajari, karena tidak ada gambar intrinsik pada gambar yang menunjukkan radiasi.
2.2.12 Analisa SWOT Buku
Gambar 2.1 Contoh buku biografi ilustrasi Sumber : Lokasi Foto Toko Buku Gramedia
Strength (Kekuatan)
- Desain telah dilengkapi dengan elemen pendukung berupa ilustrasi yang dikemas dalam bentuk komik dan visual yang menarik
Weakness (Kelemahan)
- Bahasa yang digunakan masih kaku dan kurang interaktif
Opportunity (Kesempatan)
- Perkembangan dunia anak muda zaman sekarang sudah akrab dengan penggunaan ilustrasi visual, tidak terpaku pada foto
Threat (Ancaman)
- Anak muda zaman sekarang lebih menyukai pengaksesan informasi melalui media sosial internet dibandingkan dengan membaca buku
2.2.13 Analisa SWOT Quotes
Gambar 2.2 Contoh desain quotes Raditya Dika Sumber : http://twicsy.com/i/bE7upd
Strength (Kekuatan)
- Kata-kata yang ada dalam desain sudah interaktif
- Gambar yang ada dalam desain mendukung suasana kutipan
Weakness (Kelemahan)
- Desain tidak menarik
- Komposisi layout dan susunan huruf tidak tertata dengan baik - Visual tidak menarik karena menggunakan foto resolusi rendah
Opportunity (Kesempatan)
- Anak muda zaman sekarang mudah terpengaruh oleh quotes dan mereka mempunyai kebiasaan save dan share hal yang menarik bagi mereka melalui media sosial internet
Threat (Ancaman)