• Tidak ada hasil yang ditemukan

Wilna - Pemicu 1 Siklus Hidup

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Wilna - Pemicu 1 Siklus Hidup"

Copied!
70
0
0

Teks penuh

(1)

Pe

Pemicu I Blok

micu I Blok Siklus Hidup

Siklus Hidup

Wilna Safira Octrian

Wilna Safira Octrian

405110184

405110184

Kelompok 16

Kelompok 16

(2)

LLO 1

O 1

Embriogenesis

(3)

LLO 1

O 1

Embriogenesis

(4)

Embriogenesis

Embriogenesis

1.

1. FeFertrtililisaisasi si (L(Lanangmgman an 191994)94)

• Fertilisasi adalah proses penyatuan gamet pria dan wanita, yang terjadi diFertilisasi adalah proses penyatuan gamet pria dan wanita, yang terjadi di

daerah ampulla

daerah ampulla tuba fallopii.tuba fallopii. Spermatozoa bergerak dengan cepat dari vaginaSpermatozoa bergerak dengan cepat dari vagina ke rahim dan selanjutnya masuk kedalam saluran telur. Pergerakan naik ini ke rahim dan selanjutnya masuk kedalam saluran telur. Pergerakan naik ini disebabkan oleh kontraksi otot-otot uterus dan tuba. Sebelum spermatozoa disebabkan oleh kontraksi otot-otot uterus dan tuba. Sebelum spermatozoa dapat membuahi oosit, mereka harus mengalami

dapat membuahi oosit, mereka harus mengalami proses kapasitproses kapasitasi dan reaksiasi dan reaksi akrosom

akrosom

• KapasitasiKapasitasi adalah suatu masa adalah suatu masa penyesupenyesuaian aian di dalam di dalam saluran reprosaluran reproduksiduksi

wanita, yang pada manusia berlangsung kira-kira 7 jam. Selama waktu ini, wanita, yang pada manusia berlangsung kira-kira 7 jam. Selama waktu ini, suatu selubung dari glikoprot

suatu selubung dari glikoprotein dari ein dari protprotein-protein plasma segmen ein-protein plasma segmen dibuangdibuang dari selaput plasma, yang membungkus daerah akrosom spermatozoa. Hanya dari selaput plasma, yang membungkus daerah akrosom spermatozoa. Hanya sperma yang menjalani kapasitasi yang dapat melewati

sperma yang menjalani kapasitasi yang dapat melewati sel korona dansel korona dan mengalami reaksi akrosom

mengalami reaksi akrosom

• Reaksi akrosomReaksi akrosom terjadi setelah penempelan ke zona pelusida dan terjadi setelah penempelan ke zona pelusida dan diinduksidiinduksi

oleh protein-pr

oleh protein-protein zona. Reaksi ini otein zona. Reaksi ini berpuncak pada pelepasan enzimberpuncak pada pelepasan enzim-enzim-enzim yang diperlukan untuk menembus zona pelusida, antara lain akrosin dan

yang diperlukan untuk menembus zona pelusida, antara lain akrosin dan zat- zat-zat serupa tripsin

(5)

Embriogenesis

Fase fertilisasi mencakup fase 3 fase:

• 1. Penembusan korona radiata.

 – Spermatozoa-spermatozoa yang mengalami kapasitasi tidak akan sulit

untuk menembusnya

• 2. Penembusan zona pelusida.

 – Hanya 1 spermatozoa diantara 200-300 juta spermatozoa yang ada di

saluran kelamin yang berhasil menembus zona pelusida. Saat spermatozoa masuk ke dalam membrane oosit, spermatozoa lain tidak akan bisa masuk lagi aktifasi dari enzim oosit sendiri

• 3. Fusi oosit dan membran plasma.

 – Spermatozoa bergerak masuk ke membrane oosit dan mencapai inti oosit.

23 kromosom dari ibu & 23 kromosom dari ayah membelah sepanjang sentromer, dan kromatid-kromatid yang berpasangan tersebut saling bergerak ke kutub yang berlawanan, sehingga menyiapkan sel zigot yang masing-masing mempunyai jumlah kromosom yang normal.

(6)

Embriogenesis

2.

Pembelahan

Kira-kira 24 jam setelah fertilisasi, oosit yang telah dibuahi

mulai pembelahan pertamanya. Setelah zigot mencapai

tingkat dua sel, ia menjalani serangkaian pembelahan mitosis

bertambahnya jumlah sel dengan cepat. Sel ini dikenal

sebagai blastomer yang akan berbentuk seperti gumpalan

yang padat.

Kira-kira setelah 3 hari setelah pembuahan, sel-sel embrio

membelah

morula

(7)

Embriogenesis

3. Pembentukan blastokista, embrioblast, dan rongga

amnion.

Pada hari ke-4 : Sebuah rongga terbentuk (blastokel)

blastokista. Sel-sel embrio berkembang dari inner cell mass

embrioblast. Sedangkan sel-sel di massa sel luar

trofoblast

yang kemudian ikut membentuk plasenta.

Pada akhir hari ke-5 embrio melepaskan diri dari zona

pelusida yang membungkusnya didukung oleh enzim yang

dapat melarutkan zona pelusida pada kutub embrionik.

Pelepasan embrio ini dinamakan

hatching.

(8)

Embriogenesis

Pada perkembangan hari ke-8, blastokista sebagian terbenam

di dalam stroma endometrium.

Pada daerah di atas embrioblast, trofoblast berdiferensiasi

menjadi 2 lapisan:

 –

sitotrofoblast (inti tunggal)

 –

Sinsitiotrofoblast / sinsitium

Trofoblast mempunyai kemampuan untuk menghancurkan

dan mencairkan jaringan permukaan endometrium dalam

masa sekresi, yaitu sel-sel decidua

(9)

Embriogenesis

Sel-sel dari embrioblast juga berdiferensiasi menjadi dua

lapisan :

 –

Hipoblast (sel kecil kuboid)

 –

Epiblast (sel kolumner tinggi)

Sel-sel dari masing-masing lapisan mudigah membentuk

sebuah cakram datar dan keduanya dikenal sebagai

cakram

mudigah bilaminer.

Pada saat yang sama terdapat rongga kecil

muncul di dalam epiblast

membesar

rongga amnion

(10)

Embriogenesis

Pada hari ke-9, blastokista semakin terbenam di dalam

endometrium.

Terlihat proses lakunaris: vakuola-vakuola sinsitium trofoblast

menyatu

lakuna-lakuna besar. Kutub anembrional, sel-sel

gepeng + hipoblast

lapisan eksoselom (kantung kuning telur

primitif)

Pada hari ke-11 dan 12, blastokista telah tertanam sepenuhnya

di dalam stroma endometrium.

Sel-sel sinsitiotrofoblast menembus lebih dalam ke stroma &

merusak lapisan endotel pembuluh-pembuluh kapiler ibu

tersumbat dan melebar (sinusoid). Lakuna sinsitium kemudian

berhubungan dengan sinusoid

darah ibu mulai mengalir

melalui system trofoblast

terjadilah sirkulasi utero-plasenta

(11)

Embriogenesis

Minggu ke 3 : Segera setelah terbentuk rongga-ronga besar di

dalam mesoderm ekstraembrional, dan ketika rongga-rongga

ini menyatu

rongga khorion. Rongga ini mengelilingi

kantung kuning telur primitive dan rongga amnion kecuali

pada tempat cakram mudigah berhubungan dengan trofoblast

melalui tangkai penghubung.

Gastrulasi dimulai dengan pembentukan

 primitive streak 

(garis primitive)

pada permukaan epiblast.

Sel-sel epiblast berpindah mengikuti garis primitive

mesoderm & entoderm intraembrional. Sel-sel yang tetap

berada di epiblast

ektoderm.

(12)

Embriogenesis

Sel-sel prenotokord yang bergerak masuk ke dalam lubang

primitif,

mencapai lempeng prekordal

menempatkan

diri dalam endoderm

lempeng notokord

mengelupas

dari endoderm

notokord. Notokord akan menentukan

Sumbu tengah dari embrio yang akan menentukan situasi ke

depan mengenai dasar tulang belakang dan dapat

menyebabkan diferensiasi dari ektoblast untuk membetuk

neural plate.

Karena itu, pada akhir minggu ke-3, terbentuklah 3 lapisan

mudigah : ektoderm, mesoderm, dan endoderm dan

(13)

b. Faktor Eksternal dan Internal

Faktor eksternal

 –

Lingkungan prenatal

Faktor internal

(14)

c. Kelainan Kongenital

Definisi

 –

Kelaian kongeital : suatu kelainan pada struktur,

fungsi maupun metabolisme tubuh yang

ditemukan pada bayi ketika dia dilahirkan

(15)

Faktor Etiologi

o

Kelaianan genetik kromosom

o

Kelainan mekanik

o

Faktor infeksi

 –

TORCH

o

Faktor obat

 –

sitostatik, transkuilaiser

o

Faktor umur ibu

o

Faktor hormonal

o

Faktor radiasi

o

Faktor gizi

(16)

Faktor Kelainan Kromosom

Sebagian besar karena kelainan kromosom

seks

Kelainan kromosom autosom jarang

Sindrom Turner

Superfemale (47, XXX)

Sindrom Kleinefelter (47, XXX)

Hermafroditismus Verus

Sindrom Down

Sindrom Edwards (Trisomi 18)

(17)

Faktor Mekanik

 –

Tekanan mekanik pada janin selama kehidupan

intrauterin dapat menyebabkan kelainan bentuk

organ sehingga menimbulkan deformitas organ

tersebut.

 –

Contoh: talipes varus, talipes valgus, talipes

(18)

Faktor Infeksi

Infeksi yg terjadi pada periode orgnogenesis

dalam trismester pertama kehamilan dapat

menyababkan kelainan kengenital

Infeksi rubella

Infeksi sitomegalovirus,

infeksi toksoplasmosis

(19)

Faktor Obat

Faktor Obat

Thalidomide. Mengakibatk

Thalidomide.

Mengakibatkan

an terjadin

terjadinya

ya

fokomelia dan mikromelia

fokomelia dan mikromelia

Difenilhidatonin dan

Dif

enilhidatonin dan trimetadion untuk

trimetadion untuk

epilepsi menyebabkan cacat jantung

epilepsi menyebabkan cacat jantung

mikrosef

(20)

Faktor Umur Ibu

Faktor Umur Ibu

Mongolisme lebih sering ditemukan pada

Mongolisme lebih sering ditemukan pada

bayi-ba

bayi-bayi yang dilahirkan

yi yang dilahirkan oleh ibu yang

oleh ibu yang

mendekati masa menopause.

(21)

Faktor Hormonal

Faktor Hormonal

Progestin maskulinisasi

Proges

tin maskulinisasi alat kelamin mudigah

alat kelamin mudigah

wanita

wanita

Kortison menyebabkan belahan pada

Kortison meny

ebabkan belahan pada langit2

langit2

mulut

mulut

(22)

Faktor Radiasi

Efek teratogenik sinar X telah bertahun-tahun

diketahui antara lain:

Mikrosefali

Spina bifida

Cacat tengkorak

Kebutaan

(23)

Faktor Gizi

Adanya defisiensi protein, vitamin A riboflavin,

folic acid, thiamin, dll menaikkan kejadian

kelainan kongenital

(24)

Faktor Lain-lain

Faktor janinnya sendiri dan faktor lingungan

hidup janin diduga dapat menjadi faktor

penyebab kelainan kongenital

(25)

LO 2

(26)

IMUNISASI/IMUNOPROFILAKSIS

Cara untuk meningkatkan kekebalan secara aktif 

terhadap suatu antigen

bila terpajan antigen

serupa tidak terjadi penyakit

2 jenis kekebalan

pasif: dari luar tbh

(27)

Jenis vaksin

live attenuated 

inactivated 

Faktor mempengaruhi keberhasilan imunisasi

Sistem imun pejamu

Faktor genetik pejamu

(28)

 Live attenuated 

(bakteri/virus hdp yg dilemahkan)

Contoh:

- virus hidup: campak, parotitis, rubela,

polio

- bakteri: BCG, demam tifoid oral

2 jenis

vaksin

 Inactivated 

(bakteri, virus, atau komponennya yg

dibuat tdk aktif)

Contoh: DPT, hepatitis B, influenza,

 H.

influenzae

tipe b.

(29)

KONTRA INDIKASI IMUNISASI

Penyakit demam akut

Penyakit imunodefisiensi, bumil, pasien lekemi,

limfoma, terapi imunosupresif /kortikosteroid,

terapi radiasi

Terapi gama globulin, transfusi darah/plasma

Riwayat alergi sebelumnya terhadap vaksin yang

sama

Efek samping

Lokal

(30)

Jadwal imunisasi Rekomendasi PP IDAI Edisi Agustus

2002:

Diwajibkan

: BCG, DPT, Polio, Campak, Hepatitis

B

Dianjurkan

: MMR, Hib, Tifoid, Hepatitis A,

(31)

Jadwal & dosis imunisasi rekomendasi IDAI Periode

2004 (Revisi September 2003):

DIWAJIBKAN:

1. BCG

- IDAI: diberikan umur

2 bl (PPI: umur 0-12 bl utk 

meningkatkan cakupan imunisasi)

- Dosis utk bayi & anak <1 th: 0,05 ml, ic, daerah

insersio

m. deltoideus

kanan

- Bila diberikan pd umur >3 bl sebaiknya dilakukan

uji tuberkulin lebih dulu

- BCG ulangan tdk dianjurkan

2. Hepatitis B

- Diberikan sedini mungkin stlh lahir

- Diberikan 3x (umur 0 bl, 1-2 bl, 6 bl), dosis 10

g

- Idealnya dilakukan px anti HBs plg cpt 1 bl ssdh

imunisasi Hep B-3

- Imunisasi ulang dpt dipertimbangkan pd umur 5 th

bila titer anti HBs <10 mIU/ml

(32)

3. DPT

- Diberikan 3x sejak umur 2 bl dng interval 8 minggu

- Ulangan selanjutnya (DPT 4) diberikan 1 th stlh

DPT 3 (umur 18-24 bl) & DPT 5 pd saat masuk 

sekolah (umur 5-7 th)

- Sejak th 1998, DT5 diberikan di SD melalui BIAS.

Ulangan DT6 diberikan pd umur 12 th krn masih

dijumpai kasus difteri pd umur >10 th

- Dosis 0,5 ml, im

4. Polio

- Diberikan 4x dng interval minimal 8 minggu

- Ulangan diberikan 1 th ssdh imunisasi polio 4,

selanjutnya saat masuk sekolah (umur 5-6 th)

(33)

5. Campak

- Diberikan pd umur 9 bl, dosis 0,5 ml sc dalam

- Ulangan pd saat masuk SD (umur 5-6 th)

- Penelitian oleh Badan Penelitian & Pengembangan

Depkes & Kesos th 1999:



Hanya 71,9% anak usia 6-11 th yang masih

mempunyai antibodi campak di atas ambang

pencegahan



28,3% anak usia 5-7 th pernah menderita

campak meskipun sudah diimunisasi campak

saat bayi

(34)

DIANJURKAN:

1. MMR

- Diberikan umur 15-18 bl, dosis 1x 0,5 ml sc

- Ulangan diberikan pd umur 6 tahun

2. Hib ( H. influenzae tipe b)

- Diberikan pd umur 2, 4, 6 bl, dosis 0,5 ml im

- Ulangan diberikan pd umur 18 bl

- Bila anak dtg pd umur 1-5 th, vaksin Hib hanya

diberikan 1x

3. Demam tifoid

(35)

4. Hepatitis A

- Diberikan pd daerah yg kurang terpajan pd umur >2

tahun

- Dosis Avaxim 0,5 ml (160U), im, diberikan 2x,

interval 6-12 bulan

5. Varisela

- Diberikan pd umur 10-12 th bagi anak yg belum

terpajan

- Dosis 0,5 ml, sc, 1x pemberian

- Bila diberikan pd umur >13 th imunisasi diberikan

2x dng jarak 4-8 minggu

- Bila dikehendaki ortu, vaksin diberikan stlh umur >1

th & diulang 10 th kmdn utk melindungi varisela dws

(36)

LO 3

Tumbuh Kembang Optimal (Status

Gizi, Refleks Bayi, Kelainan Tumbuh

Kembang, Faktor yang berpengaruh)

(37)

Kebutuhan gizi bayi

Kebutuhan kalori

UMUR (BULAN) ENERGI YANG DIBUTUHKAN (KKAL/KG/HARI) 1 115 3 100 6 95 9 95 12 95 15 90

UMUR (BULAN) PROTEIN

( GR/KG/HARI) 0-3 2.2 4-6 1.6 7-9 1.6 10-12 1.5 15 1.2

PROTEIN

(38)

VITAMIN & MINERAL

0-6 BULAN 7-12 BULAN 13-36 BULAN

 VIT. A 400 500 300

 VIT. D 200 200 200

 VIT. C 40 50 15

CALCIUM 210 270 500

(39)

Kebutuhan gizi bayi ( 0-12 bulan)

1.Energi

6 bulan pertama : 115-120 kkal/kg/hari

6 bulan terakhir : 105-110 kkal/kg/hari

Cara sederhana menghitung keluaran energi bayi:

0-10 kg: 100 kkal/kg BB

11-20 kg: 1000kkal+(50 kkal/kg BB di atas 10 kg)

>20 kg: 1500 kkal+(20 kkal/kgBB di atas 20 kg)

(40)

Perkiraan keluaran energi bayi

-keluaran energi saat istirahat: 50 kkal/kg BB

-energi kegiatan fisik: 10-25 kkal/kg BB

-energi pertumbuhan: 20-25 kkal/kg BB

-Lain-lain: 20 kkal/kg BB

2. Karbohidrat

Sebaiknya: 60-70%

40-50% nya berupa: Laktosa

3. Protein

< 6 bulan: 2,2 g /kg /hari

6-12 bulan: 2 g/kg/hari

4. Lemak

Minimal: 30% dari total energi

(41)

5. Vitamin

Vit. A Vit. D Vit. E Vit. K Vit. C Thiamin Ribof  lavin Niasin Vit. B6 Folat Vit. B12 0-5 bulan 375 7,5 3 5 30 0,3 0,4 5 0,3 25 0.3 5-12 bulan 375 10 4 10 35 0,4 0,5 6 0,6 35 0.5

(42)

6. Mineral

Kalsiu

m

Fosfor Magnesi

um

Besi Seng Yodium Seleni

um

0-5

bulan

400

300

40

6

5

40

10

5-12

bulan

600

500

60

10

5

50

15

(43)

7. Cairan

Umur Rata-rata BB (kg) Air total dlm 24 jam (ml) Air per kg BB dlm 24 jam (ml) 3 hari 3 250-300 80-100 10 hari 3,2 400-500 125-150 3 bulan 5,4 750-850 140-160 6 bulan 7,3 950-1100 130-155 9 bulan 8,6 1100-1250 125-145 1 tahun 9,5 1150-1300 120-135 2 tahun 11,8 1350-1500 115-125

(44)

 ANJURAN PEMBERIAN MAKAN

s/d 6bulan 6-8 bulan 8-12 bulan

-berikan ASI sesuai keinginan anak, paling sedikit 8x sehari,

siang/malam

-jangan diberikan

makanan/minuman lain selain ASI

-berikan ASI sesuai keinginan anak, oaling sedikit 8x sehari,

siang/malam -beri makanan

pendamping ASI 2x sehari, tiap kali 2 sdm -pemberian MP-ASI dilakukan setelah pemberian ASI

-berikan ASI sesuai keinginan anak

-berikan bubur nasi

ditambah telur/ ayam/ ikan/ tempe/ tahu/ daging sapi/ wortel/ bayam/ kacanghijau/ santan/ minyak

-mkn trsbt diberikan 3x sehari.

-berikan jg mknn selingan 2x shri sprti: bubur kacang

hijau, pisang, biskuit,

nagasari,dsb, diantara waktu makan.

(45)

 ANJURAN PEMBERIAN MAKAN

• Cucilah tangan sebelum menyiapkan makanan anak

• Gunakan bahan makanan yang baik dan aman, peralatan masak yang

bersih dan cara memasak yang benar 

12-24 bulan >2 tahun

-berikan ASI sesuai keinginan anak -berikan nasi lembik yang ditambah telur/ ayam/ ikan/ tempe/ tahu/ daging sapi/ wortel/ bayam/ kacanghijau/

santan/ minyak

-berikan makanan tsb 3x sehari -berikan juga makanan selingan 2x sehari seperti: bubur kacang hijau, pisang, biskuit, nagasari,dsb

-berikan makanan yang biasa dimakan keluarga 3x sehari yang terdiri dari

nasi, lauk pauk, sayur dan buah

-berikan juga makan bergizi sebagai selingan 2x sehari seperti:bubur  kacang hijau, biskuit, nagasari -pemberian makanan selingan dilakuakn diantara waktu makan makananan pokok

(46)
(47)

Air Susu Ibu

ASI mempunyai banyak keunggulan,seperti:

 –

kandungan gizi yang lengkap dan sesuai dengan

kebutuhan bayi;

 –

ASI mengandung bermacam-macam zat anti baik

yang seluler maupun yang hormonal

 –

Mendekatkan hubungan ibu dan bayi

 –

Mengurangi kejadian keries gigi dan maloklusi

rahang

 –

ASI mengandung enzim membantu mencerna

makanan dan berfungsi anti bakteri

(48)

ASI juga menguntungkan bagi ibu yaitu sebagai

berikut :

1. Mengurangi perdarahan setelah melahirkan

2. Mempercepat involusi uterus

3. Menunda kembalinya kesuburan,akibat dari aminore

anovulasi

(49)

Sedangkan keuntungan bagi keluarga dan negara yaitu sebagai

berikut :

1. Hemat karena tidak perlu menyediakan dana untuk

membeli susu formula

2. Bayi jarang sakit sehingga menghemat biaya pengobatan

3. Mengurangi subsidi Rumah Sakit untuk perawatan ibu dan

bayi

4. Adanya rawat gabungan akan menurunkan infeksi

nosokomial,juga menghemat pemakaian antibiotik dan

cairan infus

5. Mengurangi devisa negara untuk membeli susu formula

6. Meningkatkan kualitas generasi penerus

(50)

Susu Formula

pemberian susu formula harus dibatasi karena susu

botol/susu formula dapat membawa dampak yang

sangat merugikan yaitu meningkatnya morbiditas dan

mortalitas bayi.

Menurut Jelliffe, penggunaan susu botol di negara yang

sedang berkembang dapat berakibat kelainan yang

dikenal dengan trias Jelliffe yaitu diare akibat

infeksi,moniliasis pada mulut,dan marasmus.

Komposisi susu formula tersebut,menggunakan acuan ASI

sebagai gold standard, yaitu :

1. LCPUFAs (AA dan DHA)

2. Nukleotida

(51)

Makanan pendamping

 –

ASI

Pemberian makan pada bayi/anak mempunyai suatu

tujuan,yaitu:

A. Memenuhi kebutuhan zat makan yang adekuat untuk

keperluan hidup,memelihara kesehatan,dan untuk

aktivitas sehari2

B. Menunjang tercapainya tumbuh kembang yang

optimal

C. Mendidik anak supaya terbina selera dan kebiasaan

makan yang sehat,memilih dan menyukai makan

(52)

Pada umur 4-6 bulan pertama sebaiknya bayi

hanya mendapat ASI ekslusif, karena bayi

sudah mampu melakukan koordinasi

mengisap,menelan,bernafas dan bayi siap

mengisap makanan yang cair saja.

Saat dimulai berikan MP

ASI tersebut harus

disesuaikan dengan maturitas saluran

(53)

Kebiasaan kurang baik karena pemberian MP

 –

ASI

terlalu dini dapat mengakibatkan :

1. Bayi lebih sering menderita diare

2. Bayi mudah alergi terhadap zat makanan tertentu

3. Terjadi malnutrisi/gangguan pertumbuhan anak

4. Produksi ASI menurun

5. Tingginya solute load dari MP

 –

ASI yang

diberikan,sehingga dapat menimbulkan

(54)

b. Refleks Bayi

Refleks primitif : berasal dari subkortek (medula

& batang otak), gerak bersifat cepat, difus,

involunter, stereotipi/tidak bertujuan, timbul

sejak 4 bulan prenatal s/d 4 bln post natal

menghilang +/- 6 bulan

Refleks postural : dasar perkembangan postur,

lokomosi & manipulasi

 –

Refleks RIGHTING : 2-8 bulan

 –

Refleks EQULIBRUM : 4-6 bulan

 –

Refleks PROTEKTIF : 6-10 bulan

(55)

Refleks Primitif pada Bayi

REFLEKS PRIMITIF USIA MULAI USIA MENGHILANG

Refleks MORO Sejak Lahir 5-6 bulan Refleks (GRASP) PALMAR PLANTAR Sejak Lahir Sejak Lahir 2-3 bulan 9-10 bulan Refleks SNOUT Sejak Lahir 1-2 bulan Refleks TONIC NECK Sejak Lahir 6-7 bulan Refleks berjalan (STEPPING) Sejak Lahir 12 bulan Refleks LANDAU 3 bulan 21 bulan Reaksi Penempatan Taktil

(PLACING RESPONSE)

5 bulan

(56)

Refleks-refleks neonatal primer

 –

Refleks primitif : berfungsi proteksi

 –

Manfaat : menilai status neurologik

1. Refleks oral :

Refleks hisap, menelan,rooting,

(57)

2

. Refleks Moro :

Gerakan seperti memeluk

Menghilang pada umur 3-4 bulan

 –

Abn : disfungsi serebral berat, ggn unit motor

Asimetri : ggn s. perifer: palsi pleksus brakial,

fraktur klavikula, humerus.

Reaksi

 

:, ggn pertumbuhan atau anesefal,

mikrosefal + hiper refleksi & Jitteriness.

(58)

3 Refleks Tonic Neck 

 –

Ekstensi lengan pada sisi dimana kepala dipalingkan +

fleksi lengan pada sisi lain.

(59)

4. Refleks palmar grasp 

respon sangat kuat : spastisitas

palsi serebral, kern ikterus

Asimetri : hemiplegi : kerusakan otak, ggn s perifer

Menghilang pada 2-3 bulan

(60)

5. Refleks plantar grasp 

Meletakkan benda pada telapak kaki & tangan

gerakan

fleksi jari 2

Gerakan ekstensi kaki (plantar fleksi) : pada

rangsangan distal tapak kaki bag luar.

Asimetri, salah satu kaki ekstensi : lesi upper motor

neuron : ggn med. Spin & spastisitas awal palsi

serebral

.

(61)

6. Refleks with drawl 

Merangsang telapak kaki

fleksi pada tungkai yang

dirangsang, ekstensi tungkai kontra lateral (tak selalu

ada)

(62)

Pemeriksaan Sensorik

 –

Cara : respon thd rasa sakit superfisial. Refleks

/ (-) :

ggn unit motor/sensor, meningomielokel, letsin

 –

Defisit sensorik : lesi di med. Spin, radiks, pleksus,

saraf perifer.

 –

Neonatus tenang tidak lapar, kesadaran baik, suasana

tenang: tak bereaksi terhadap suara keras

gangguan

pendengaran

(o.k TORCH, obat-obat oto toksik, tuli kong., hipoksi

berat)

(63)

c. Kelainan Tumbuh Kembang

Mental Retardasi (MR)

MR (keterbelakangan mental) adalah suatu keadaan dimana kemampuan

intelektual di bawah rata-rata dan di sertai dengan penurunan perilaku

adaptasi dan manivestasinya selama masa perkembangan. Biasanya

kelihatan saat umur anak di atas 3 tahun.

MR dapat di klasifikasikan menjadi 3 :

a. Educable (mampu untuk di didik) = IQ 50 s/d 75

b. Try Enable (mampu untuk di latih) = IQ 25 s/d 49

c. Custodial (mampu rawat) = IQ 0 s/d 24

Penyebab MR (Mental Retardasi) adalah :

Pre Natal (saat kehamilan) : anoxia (kurang oksigen), infeksi ibu seperti

toksoplasma rubella, sipilis, kekurangan gizi

Natal (saat kelahiran) : anoxia, prematur, lahir dengan di vakum, dll

Post Natal (saat pertumbuhan 0-3 tahun) : anoxia, trauma kepala,

(64)

Down Syndrome

 –

Gangguan mental syndrome akibat dari jumlah

kromosom yang tidak normal dan memiliki ciri

yang khas seperti wajah mongoloid

 –

Faktor usia ibu pada saat hamil, ibu > 40 tahun

(65)

Autis

Autis adalah gangguan tumbuh kembang anak pada masa

kanak-kanak dengan karakteristik sebagai berikut :

Kurang atau tidak adanya respon terhadap orang lain.

Penurunan dalam berkomunikasi atau berbicara.

Bereaksi yang aneh terhadap berbagai aspek lingkungan.

Gangguan berbicara seperti ecolalia.

Melakukan sesuatu tanpa tujuan

Penyebab autis secara pasti belum di ketahui, di duga autis

disebabkan karena adanya gangguan reticular system aktif 

(system saraf pusat), faktor genetik, metabolic dan

(66)

ADHD (Attention Deficit Hyperactive

Disorder)

ADHD adalah suatu kondisi yang di gunakan

untuk menggambarkan anak-anak dengan

itelegensi rata-rata atau di bawah rata-rata

yang mempunyai tingkat perkembangan yang

tidak sesuai pada area atensi dengan adanya

implusive dan hiperaktif.

(67)

Gangguan Congenital

Gangguan Congenital adalah suatu kondisi

yang di tandai dengan malformasi pada

anggota tubuh yang terjadi selama proses

kehamilan

(68)

Cerebral Palsy

• CP (Cerebral Palsy) adalah kelainan anggota gerak yang di sebabkan oleh gangguan

otak/cidera otak yang sifatnya tidak progresif, sehingga berdampak pada sistem motorik anak.

• Penyebabnya :

a. Prenatal (saat kehamilan)

• Infeksi seperti : Rubella, toksoplasma, cipilis • Anoxia (kekurangan oksigen)

• Trauma kehamilan

b. Natal (saat kelahiran)

• Prematur

• Lahir dengan divakum • Anoxia

c. Post Natal (saat pertumbuhan 0-3 tahun)

• Trauma kepala • Anoxia

• CP (Cerebral Palsy) ada beberapa macam, yaitu :

- CP Spastik : kerusakan terjadi di otak besar. - CP Atetoik : lokasi gangguan ada di otak besar. - CP Ataksia : terjadi gangguan pada otak kecil. - CP Flaccid : gangguan pada otot.

(69)

d. Faktor-faktor yang Mempengaruhi

Tumbuh Kembang Anak

FAKTOR

LINGKUNGAN

GENETIK

POSTNATAL

(70)

Lingkungan Pranatal

Gizi ibu pada waktu hamil : gizi buruk

BBLR, hambatan

pertumbuhan otak janin, anemia pada bayi baru lahir, abortus

Mekanis : trauma,cairan ketuban yang kurang, dan posisi janin

Toksin : obat-obatan dan ibu perokok berat/ peminum alkohol

Genetik Endokrin : somatotropin,hormon plasenta, hormon tiroid, d

an insulin

Radiasi : efek radiasi

kematian janin, kerusakan otak, dan cacat

bawaan.

Infeksi : TORCH

Stres : stres pada ibu hamil

cacat bawaan, kelainan kejiwaan

Imunitas : Rhesus

abortus, lahir mati

Anoksia Embrio : menurunnya oksigenasi janin melalui gangguan

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, alasan menggunakan pendekatan ini karena untuk menjawab masalah penelitian, data yang di cari peneliti berupa

Untuk interpretasi data permasalahan dan kebutuhan menggunakan kriteria 5 kriteria (sangat baik, baik, cukup, kurang, dan sangat kurang). Sedangkan data yang bersifat

Dari hasil penelitian di sembilan lokasi pengambilan sampel yaitu restoran, warung makan permanen sederhana, dan pedagang makanan kaki lima di Kota Manado, memiliki

Tidak seperti pada kedua era sebelumnya yang lebih menekankan pada unsur teknologi, pada era manajemen perubahan yang lebih ditekankan adalah sistem informasi,

Menghimpun informasi mengenai berbagai aspek industri yang berkaitan dengan strategi investasi, ongkos produksi, nilai produk yang dihasilkan, sistim tata niaga dan

“Percaya, tetapi juga harus hati-hati. Kalau belanja di online shop terkadang apa yang dibeli bahannya tidak sesuai dengan kenyataan. Tapi selama saya transaksi di

data adalah informasi yang berupa angka tentang karakteristik (ciri-ciri khusus) suatu populasi. Sistem Statistik Nasional adalah suatu tatanan yang terdiri dari

Untuk setiap pengajuan proposal kegiatan kemahasiswaan yang akan dilaksanakan oleh Lembaga Kemahasiswaan (LK), Organisasi Kemahasiswaan (OK) dan Unit Kegiatan Mahasiswa