Pe
Pemicu I Blok
micu I Blok Siklus Hidup
Siklus Hidup
Wilna Safira Octrian
Wilna Safira Octrian
405110184
405110184
Kelompok 16
Kelompok 16
LLO 1
O 1
Embriogenesis
LLO 1
O 1
Embriogenesis
Embriogenesis
Embriogenesis
1.
1. FeFertrtililisaisasi si (L(Lanangmgman an 191994)94)
•
• Fertilisasi adalah proses penyatuan gamet pria dan wanita, yang terjadi diFertilisasi adalah proses penyatuan gamet pria dan wanita, yang terjadi di
daerah ampulla
daerah ampulla tuba fallopii.tuba fallopii. Spermatozoa bergerak dengan cepat dari vaginaSpermatozoa bergerak dengan cepat dari vagina ke rahim dan selanjutnya masuk kedalam saluran telur. Pergerakan naik ini ke rahim dan selanjutnya masuk kedalam saluran telur. Pergerakan naik ini disebabkan oleh kontraksi otot-otot uterus dan tuba. Sebelum spermatozoa disebabkan oleh kontraksi otot-otot uterus dan tuba. Sebelum spermatozoa dapat membuahi oosit, mereka harus mengalami
dapat membuahi oosit, mereka harus mengalami proses kapasitproses kapasitasi dan reaksiasi dan reaksi akrosom
akrosom
•
• KapasitasiKapasitasi adalah suatu masa adalah suatu masa penyesupenyesuaian aian di dalam di dalam saluran reprosaluran reproduksiduksi
wanita, yang pada manusia berlangsung kira-kira 7 jam. Selama waktu ini, wanita, yang pada manusia berlangsung kira-kira 7 jam. Selama waktu ini, suatu selubung dari glikoprot
suatu selubung dari glikoprotein dari ein dari protprotein-protein plasma segmen ein-protein plasma segmen dibuangdibuang dari selaput plasma, yang membungkus daerah akrosom spermatozoa. Hanya dari selaput plasma, yang membungkus daerah akrosom spermatozoa. Hanya sperma yang menjalani kapasitasi yang dapat melewati
sperma yang menjalani kapasitasi yang dapat melewati sel korona dansel korona dan mengalami reaksi akrosom
mengalami reaksi akrosom
•
• Reaksi akrosomReaksi akrosom terjadi setelah penempelan ke zona pelusida dan terjadi setelah penempelan ke zona pelusida dan diinduksidiinduksi
oleh protein-pr
oleh protein-protein zona. Reaksi ini otein zona. Reaksi ini berpuncak pada pelepasan enzimberpuncak pada pelepasan enzim-enzim-enzim yang diperlukan untuk menembus zona pelusida, antara lain akrosin dan
yang diperlukan untuk menembus zona pelusida, antara lain akrosin dan zat- zat-zat serupa tripsin
Embriogenesis
Fase fertilisasi mencakup fase 3 fase:
• 1. Penembusan korona radiata.
– Spermatozoa-spermatozoa yang mengalami kapasitasi tidak akan sulit
untuk menembusnya
• 2. Penembusan zona pelusida.
– Hanya 1 spermatozoa diantara 200-300 juta spermatozoa yang ada di
saluran kelamin yang berhasil menembus zona pelusida. Saat spermatozoa masuk ke dalam membrane oosit, spermatozoa lain tidak akan bisa masuk lagi aktifasi dari enzim oosit sendiri
• 3. Fusi oosit dan membran plasma.
– Spermatozoa bergerak masuk ke membrane oosit dan mencapai inti oosit.
23 kromosom dari ibu & 23 kromosom dari ayah membelah sepanjang sentromer, dan kromatid-kromatid yang berpasangan tersebut saling bergerak ke kutub yang berlawanan, sehingga menyiapkan sel zigot yang masing-masing mempunyai jumlah kromosom yang normal.
Embriogenesis
2.
Pembelahan
•
Kira-kira 24 jam setelah fertilisasi, oosit yang telah dibuahi
mulai pembelahan pertamanya. Setelah zigot mencapai
tingkat dua sel, ia menjalani serangkaian pembelahan mitosis
bertambahnya jumlah sel dengan cepat. Sel ini dikenal
sebagai blastomer yang akan berbentuk seperti gumpalan
yang padat.
•
Kira-kira setelah 3 hari setelah pembuahan, sel-sel embrio
membelah
morula
Embriogenesis
3. Pembentukan blastokista, embrioblast, dan rongga
amnion.
•
Pada hari ke-4 : Sebuah rongga terbentuk (blastokel)
blastokista. Sel-sel embrio berkembang dari inner cell mass
embrioblast. Sedangkan sel-sel di massa sel luar
trofoblast
yang kemudian ikut membentuk plasenta.
•Pada akhir hari ke-5 embrio melepaskan diri dari zona
pelusida yang membungkusnya didukung oleh enzim yang
dapat melarutkan zona pelusida pada kutub embrionik.
Pelepasan embrio ini dinamakan
hatching.
Embriogenesis
•
Pada perkembangan hari ke-8, blastokista sebagian terbenam
di dalam stroma endometrium.
•
Pada daerah di atas embrioblast, trofoblast berdiferensiasi
menjadi 2 lapisan:
–
sitotrofoblast (inti tunggal)
–Sinsitiotrofoblast / sinsitium
•
Trofoblast mempunyai kemampuan untuk menghancurkan
dan mencairkan jaringan permukaan endometrium dalam
masa sekresi, yaitu sel-sel decidua
Embriogenesis
•
Sel-sel dari embrioblast juga berdiferensiasi menjadi dua
lapisan :
–
Hipoblast (sel kecil kuboid)
–Epiblast (sel kolumner tinggi)
•
Sel-sel dari masing-masing lapisan mudigah membentuk
sebuah cakram datar dan keduanya dikenal sebagai
cakram
mudigah bilaminer.
Pada saat yang sama terdapat rongga kecil
muncul di dalam epiblast
membesar
rongga amnion
Embriogenesis
•
Pada hari ke-9, blastokista semakin terbenam di dalam
endometrium.
Terlihat proses lakunaris: vakuola-vakuola sinsitium trofoblast
menyatu
lakuna-lakuna besar. Kutub anembrional, sel-sel
gepeng + hipoblast
lapisan eksoselom (kantung kuning telur
primitif)
•
Pada hari ke-11 dan 12, blastokista telah tertanam sepenuhnya
di dalam stroma endometrium.
Sel-sel sinsitiotrofoblast menembus lebih dalam ke stroma &
merusak lapisan endotel pembuluh-pembuluh kapiler ibu
tersumbat dan melebar (sinusoid). Lakuna sinsitium kemudian
berhubungan dengan sinusoid
darah ibu mulai mengalir
melalui system trofoblast
terjadilah sirkulasi utero-plasenta
Embriogenesis
•
Minggu ke 3 : Segera setelah terbentuk rongga-ronga besar di
dalam mesoderm ekstraembrional, dan ketika rongga-rongga
ini menyatu
rongga khorion. Rongga ini mengelilingi
kantung kuning telur primitive dan rongga amnion kecuali
pada tempat cakram mudigah berhubungan dengan trofoblast
melalui tangkai penghubung.
Gastrulasi dimulai dengan pembentukan
primitive streak
(garis primitive)
pada permukaan epiblast.
Sel-sel epiblast berpindah mengikuti garis primitive
mesoderm & entoderm intraembrional. Sel-sel yang tetap
berada di epiblast
ektoderm.
Embriogenesis
•
Sel-sel prenotokord yang bergerak masuk ke dalam lubang
primitif,
mencapai lempeng prekordal
menempatkan
diri dalam endoderm
lempeng notokord
mengelupas
dari endoderm
notokord. Notokord akan menentukan
Sumbu tengah dari embrio yang akan menentukan situasi ke
depan mengenai dasar tulang belakang dan dapat
menyebabkan diferensiasi dari ektoblast untuk membetuk
neural plate.
Karena itu, pada akhir minggu ke-3, terbentuklah 3 lapisan
mudigah : ektoderm, mesoderm, dan endoderm dan
b. Faktor Eksternal dan Internal
•
Faktor eksternal
–
Lingkungan prenatal
•
Faktor internal
c. Kelainan Kongenital
•
Definisi
–
Kelaian kongeital : suatu kelainan pada struktur,
fungsi maupun metabolisme tubuh yang
ditemukan pada bayi ketika dia dilahirkan
•
Faktor Etiologi
o
Kelaianan genetik kromosom
oKelainan mekanik
o
Faktor infeksi
–
TORCH
o
Faktor obat
–
sitostatik, transkuilaiser
oFaktor umur ibu
o
Faktor hormonal
oFaktor radiasi
o
Faktor gizi
•
Faktor Kelainan Kromosom
•
Sebagian besar karena kelainan kromosom
seks
•
Kelainan kromosom autosom jarang
•
Sindrom Turner
•
Superfemale (47, XXX)
•
Sindrom Kleinefelter (47, XXX)
•
Hermafroditismus Verus
•
Sindrom Down
•
Sindrom Edwards (Trisomi 18)
•
Faktor Mekanik
–
Tekanan mekanik pada janin selama kehidupan
intrauterin dapat menyebabkan kelainan bentuk
organ sehingga menimbulkan deformitas organ
tersebut.
–
Contoh: talipes varus, talipes valgus, talipes
•
Faktor Infeksi
•
Infeksi yg terjadi pada periode orgnogenesis
dalam trismester pertama kehamilan dapat
menyababkan kelainan kengenital
•
Infeksi rubella
•
Infeksi sitomegalovirus,
•infeksi toksoplasmosis
•
•
Faktor Obat
Faktor Obat
••
Thalidomide. Mengakibatk
Thalidomide.
Mengakibatkan
an terjadin
terjadinya
ya
fokomelia dan mikromelia
fokomelia dan mikromelia
•
•
Difenilhidatonin dan
Dif
enilhidatonin dan trimetadion untuk
trimetadion untuk
epilepsi menyebabkan cacat jantung
epilepsi menyebabkan cacat jantung
mikrosef
•
•
Faktor Umur Ibu
Faktor Umur Ibu
••
Mongolisme lebih sering ditemukan pada
Mongolisme lebih sering ditemukan pada
bayi-ba
bayi-bayi yang dilahirkan
yi yang dilahirkan oleh ibu yang
oleh ibu yang
mendekati masa menopause.
•
•
Faktor Hormonal
Faktor Hormonal
••
Progestin maskulinisasi
Proges
tin maskulinisasi alat kelamin mudigah
alat kelamin mudigah
wanita
wanita
•
•
Kortison menyebabkan belahan pada
Kortison meny
ebabkan belahan pada langit2
langit2
mulut
mulut
•
Faktor Radiasi
•
Efek teratogenik sinar X telah bertahun-tahun
diketahui antara lain:
•
Mikrosefali
•Spina bifida
•
Cacat tengkorak
•Kebutaan
•
Faktor Gizi
•
Adanya defisiensi protein, vitamin A riboflavin,
folic acid, thiamin, dll menaikkan kejadian
kelainan kongenital
•
Faktor Lain-lain
•
Faktor janinnya sendiri dan faktor lingungan
hidup janin diduga dapat menjadi faktor
penyebab kelainan kongenital
LO 2
IMUNISASI/IMUNOPROFILAKSIS
Cara untuk meningkatkan kekebalan secara aktif
terhadap suatu antigen
bila terpajan antigen
serupa tidak terjadi penyakit
2 jenis kekebalan
pasif: dari luar tbh
Jenis vaksin
live attenuated
inactivated
Faktor mempengaruhi keberhasilan imunisasi
•
Sistem imun pejamu
•Faktor genetik pejamu
Live attenuated
(bakteri/virus hdp yg dilemahkan)
Contoh:
- virus hidup: campak, parotitis, rubela,
polio
- bakteri: BCG, demam tifoid oral
2 jenis
vaksin
Inactivated
(bakteri, virus, atau komponennya yg
dibuat tdk aktif)
Contoh: DPT, hepatitis B, influenza,
H.
influenzae
tipe b.
KONTRA INDIKASI IMUNISASI
Penyakit demam akut
Penyakit imunodefisiensi, bumil, pasien lekemi,
limfoma, terapi imunosupresif /kortikosteroid,
terapi radiasi
Terapi gama globulin, transfusi darah/plasma
Riwayat alergi sebelumnya terhadap vaksin yang
sama
Efek samping
Lokal
Jadwal imunisasi Rekomendasi PP IDAI Edisi Agustus
2002:
•
Diwajibkan
: BCG, DPT, Polio, Campak, Hepatitis
B
•
Dianjurkan
: MMR, Hib, Tifoid, Hepatitis A,
Jadwal & dosis imunisasi rekomendasi IDAI Periode
2004 (Revisi September 2003):
DIWAJIBKAN:
1. BCG
- IDAI: diberikan umur
2 bl (PPI: umur 0-12 bl utk
meningkatkan cakupan imunisasi)
- Dosis utk bayi & anak <1 th: 0,05 ml, ic, daerah
insersio
m. deltoideuskanan
- Bila diberikan pd umur >3 bl sebaiknya dilakukan
uji tuberkulin lebih dulu
- BCG ulangan tdk dianjurkan
2. Hepatitis B
- Diberikan sedini mungkin stlh lahir
- Diberikan 3x (umur 0 bl, 1-2 bl, 6 bl), dosis 10
g
- Idealnya dilakukan px anti HBs plg cpt 1 bl ssdh
imunisasi Hep B-3
- Imunisasi ulang dpt dipertimbangkan pd umur 5 th
bila titer anti HBs <10 mIU/ml
3. DPT
- Diberikan 3x sejak umur 2 bl dng interval 8 minggu
- Ulangan selanjutnya (DPT 4) diberikan 1 th stlh
DPT 3 (umur 18-24 bl) & DPT 5 pd saat masuk
sekolah (umur 5-7 th)
- Sejak th 1998, DT5 diberikan di SD melalui BIAS.
Ulangan DT6 diberikan pd umur 12 th krn masih
dijumpai kasus difteri pd umur >10 th
- Dosis 0,5 ml, im
4. Polio
- Diberikan 4x dng interval minimal 8 minggu
- Ulangan diberikan 1 th ssdh imunisasi polio 4,
selanjutnya saat masuk sekolah (umur 5-6 th)
5. Campak
- Diberikan pd umur 9 bl, dosis 0,5 ml sc dalam
- Ulangan pd saat masuk SD (umur 5-6 th)
- Penelitian oleh Badan Penelitian & Pengembangan
Depkes & Kesos th 1999:
Hanya 71,9% anak usia 6-11 th yang masih
mempunyai antibodi campak di atas ambang
pencegahan
28,3% anak usia 5-7 th pernah menderita
campak meskipun sudah diimunisasi campak
saat bayi
DIANJURKAN:
1. MMR
- Diberikan umur 15-18 bl, dosis 1x 0,5 ml sc
- Ulangan diberikan pd umur 6 tahun
2. Hib ( H. influenzae tipe b)
- Diberikan pd umur 2, 4, 6 bl, dosis 0,5 ml im
- Ulangan diberikan pd umur 18 bl
- Bila anak dtg pd umur 1-5 th, vaksin Hib hanya
diberikan 1x
3. Demam tifoid
4. Hepatitis A
- Diberikan pd daerah yg kurang terpajan pd umur >2
tahun
- Dosis Avaxim 0,5 ml (160U), im, diberikan 2x,
interval 6-12 bulan
5. Varisela
- Diberikan pd umur 10-12 th bagi anak yg belum
terpajan
- Dosis 0,5 ml, sc, 1x pemberian
- Bila diberikan pd umur >13 th imunisasi diberikan
2x dng jarak 4-8 minggu
- Bila dikehendaki ortu, vaksin diberikan stlh umur >1
th & diulang 10 th kmdn utk melindungi varisela dws
LO 3
Tumbuh Kembang Optimal (Status
Gizi, Refleks Bayi, Kelainan Tumbuh
Kembang, Faktor yang berpengaruh)
Kebutuhan gizi bayi
Kebutuhan kalori
UMUR (BULAN) ENERGI YANG DIBUTUHKAN (KKAL/KG/HARI) 1 115 3 100 6 95 9 95 12 95 15 90UMUR (BULAN) PROTEIN
( GR/KG/HARI) 0-3 2.2 4-6 1.6 7-9 1.6 10-12 1.5 15 1.2
PROTEIN
VITAMIN & MINERAL
0-6 BULAN 7-12 BULAN 13-36 BULAN
VIT. A 400 500 300
VIT. D 200 200 200
VIT. C 40 50 15
CALCIUM 210 270 500
Kebutuhan gizi bayi ( 0-12 bulan)
1.Energi
6 bulan pertama : 115-120 kkal/kg/hari
6 bulan terakhir : 105-110 kkal/kg/hari
Cara sederhana menghitung keluaran energi bayi:
0-10 kg: 100 kkal/kg BB
11-20 kg: 1000kkal+(50 kkal/kg BB di atas 10 kg)
>20 kg: 1500 kkal+(20 kkal/kgBB di atas 20 kg)
Perkiraan keluaran energi bayi
-keluaran energi saat istirahat: 50 kkal/kg BB
-energi kegiatan fisik: 10-25 kkal/kg BB
-energi pertumbuhan: 20-25 kkal/kg BB
-Lain-lain: 20 kkal/kg BB
2. Karbohidrat
Sebaiknya: 60-70%
40-50% nya berupa: Laktosa
3. Protein< 6 bulan: 2,2 g /kg /hari
6-12 bulan: 2 g/kg/hari
4. LemakMinimal: 30% dari total energi
5. Vitamin
Vit. A Vit. D Vit. E Vit. K Vit. C Thiamin Ribof lavin Niasin Vit. B6 Folat Vit. B12 0-5 bulan 375 7,5 3 5 30 0,3 0,4 5 0,3 25 0.3 5-12 bulan 375 10 4 10 35 0,4 0,5 6 0,6 35 0.56. Mineral
Kalsiu
m
Fosfor Magnesi
um
Besi Seng Yodium Seleni
um
0-5
bulan
400
300
40
6
5
40
10
5-12
bulan
600
500
60
10
5
50
15
7. Cairan
Umur Rata-rata BB (kg) Air total dlm 24 jam (ml) Air per kg BB dlm 24 jam (ml) 3 hari 3 250-300 80-100 10 hari 3,2 400-500 125-150 3 bulan 5,4 750-850 140-160 6 bulan 7,3 950-1100 130-155 9 bulan 8,6 1100-1250 125-145 1 tahun 9,5 1150-1300 120-135 2 tahun 11,8 1350-1500 115-125ANJURAN PEMBERIAN MAKAN
s/d 6bulan 6-8 bulan 8-12 bulan
-berikan ASI sesuai keinginan anak, paling sedikit 8x sehari,
siang/malam
-jangan diberikan
makanan/minuman lain selain ASI
-berikan ASI sesuai keinginan anak, oaling sedikit 8x sehari,
siang/malam -beri makanan
pendamping ASI 2x sehari, tiap kali 2 sdm -pemberian MP-ASI dilakukan setelah pemberian ASI
-berikan ASI sesuai keinginan anak
-berikan bubur nasi
ditambah telur/ ayam/ ikan/ tempe/ tahu/ daging sapi/ wortel/ bayam/ kacanghijau/ santan/ minyak
-mkn trsbt diberikan 3x sehari.
-berikan jg mknn selingan 2x shri sprti: bubur kacang
hijau, pisang, biskuit,
nagasari,dsb, diantara waktu makan.
ANJURAN PEMBERIAN MAKAN
• Cucilah tangan sebelum menyiapkan makanan anak
• Gunakan bahan makanan yang baik dan aman, peralatan masak yang
bersih dan cara memasak yang benar
12-24 bulan >2 tahun
-berikan ASI sesuai keinginan anak -berikan nasi lembik yang ditambah telur/ ayam/ ikan/ tempe/ tahu/ daging sapi/ wortel/ bayam/ kacanghijau/
santan/ minyak
-berikan makanan tsb 3x sehari -berikan juga makanan selingan 2x sehari seperti: bubur kacang hijau, pisang, biskuit, nagasari,dsb
-berikan makanan yang biasa dimakan keluarga 3x sehari yang terdiri dari
nasi, lauk pauk, sayur dan buah
-berikan juga makan bergizi sebagai selingan 2x sehari seperti:bubur kacang hijau, biskuit, nagasari -pemberian makanan selingan dilakuakn diantara waktu makan makananan pokok
Air Susu Ibu
ASI mempunyai banyak keunggulan,seperti:
–
kandungan gizi yang lengkap dan sesuai dengan
kebutuhan bayi;
–
ASI mengandung bermacam-macam zat anti baik
yang seluler maupun yang hormonal
–
Mendekatkan hubungan ibu dan bayi
–
Mengurangi kejadian keries gigi dan maloklusi
rahang
–
ASI mengandung enzim membantu mencerna
makanan dan berfungsi anti bakteri
ASI juga menguntungkan bagi ibu yaitu sebagai
berikut :
1. Mengurangi perdarahan setelah melahirkan
2. Mempercepat involusi uterus
3. Menunda kembalinya kesuburan,akibat dari aminore
anovulasi
Sedangkan keuntungan bagi keluarga dan negara yaitu sebagai
berikut :
1. Hemat karena tidak perlu menyediakan dana untuk
membeli susu formula
2. Bayi jarang sakit sehingga menghemat biaya pengobatan
3. Mengurangi subsidi Rumah Sakit untuk perawatan ibu dan
bayi
4. Adanya rawat gabungan akan menurunkan infeksi
nosokomial,juga menghemat pemakaian antibiotik dan
cairan infus
5. Mengurangi devisa negara untuk membeli susu formula
6. Meningkatkan kualitas generasi penerus
Susu Formula
pemberian susu formula harus dibatasi karena susu
botol/susu formula dapat membawa dampak yang
sangat merugikan yaitu meningkatnya morbiditas dan
mortalitas bayi.
Menurut Jelliffe, penggunaan susu botol di negara yang
sedang berkembang dapat berakibat kelainan yang
dikenal dengan trias Jelliffe yaitu diare akibat
infeksi,moniliasis pada mulut,dan marasmus.
Komposisi susu formula tersebut,menggunakan acuan ASI
sebagai gold standard, yaitu :
1. LCPUFAs (AA dan DHA)
2. Nukleotida
Makanan pendamping
–
ASI
Pemberian makan pada bayi/anak mempunyai suatu
tujuan,yaitu:
A. Memenuhi kebutuhan zat makan yang adekuat untuk
keperluan hidup,memelihara kesehatan,dan untuk
aktivitas sehari2
B. Menunjang tercapainya tumbuh kembang yang
optimal
C. Mendidik anak supaya terbina selera dan kebiasaan
makan yang sehat,memilih dan menyukai makan
•
Pada umur 4-6 bulan pertama sebaiknya bayi
hanya mendapat ASI ekslusif, karena bayi
sudah mampu melakukan koordinasi
mengisap,menelan,bernafas dan bayi siap
mengisap makanan yang cair saja.
•
Saat dimulai berikan MP
–
ASI tersebut harus
disesuaikan dengan maturitas saluran
Kebiasaan kurang baik karena pemberian MP
–
ASI
terlalu dini dapat mengakibatkan :
1. Bayi lebih sering menderita diare
2. Bayi mudah alergi terhadap zat makanan tertentu
3. Terjadi malnutrisi/gangguan pertumbuhan anak
4. Produksi ASI menurun
5. Tingginya solute load dari MP
–
ASI yang
diberikan,sehingga dapat menimbulkan
b. Refleks Bayi
•
Refleks primitif : berasal dari subkortek (medula
& batang otak), gerak bersifat cepat, difus,
involunter, stereotipi/tidak bertujuan, timbul
sejak 4 bulan prenatal s/d 4 bln post natal
menghilang +/- 6 bulan
•
Refleks postural : dasar perkembangan postur,
lokomosi & manipulasi
–
Refleks RIGHTING : 2-8 bulan
–Refleks EQULIBRUM : 4-6 bulan
–Refleks PROTEKTIF : 6-10 bulan
Refleks Primitif pada Bayi
REFLEKS PRIMITIF USIA MULAI USIA MENGHILANG
Refleks MORO Sejak Lahir 5-6 bulan Refleks (GRASP) PALMAR PLANTAR Sejak Lahir Sejak Lahir 2-3 bulan 9-10 bulan Refleks SNOUT Sejak Lahir 1-2 bulan Refleks TONIC NECK Sejak Lahir 6-7 bulan Refleks berjalan (STEPPING) Sejak Lahir 12 bulan Refleks LANDAU 3 bulan 21 bulan Reaksi Penempatan Taktil
(PLACING RESPONSE)
5 bulan
Refleks-refleks neonatal primer
–
Refleks primitif : berfungsi proteksi
–
Manfaat : menilai status neurologik
1. Refleks oral :
Refleks hisap, menelan,rooting,
2
. Refleks Moro :
•
Gerakan seperti memeluk
•
Menghilang pada umur 3-4 bulan
–
Abn : disfungsi serebral berat, ggn unit motor
•Asimetri : ggn s. perifer: palsi pleksus brakial,
fraktur klavikula, humerus.
Reaksi
:, ggn pertumbuhan atau anesefal,
mikrosefal + hiper refleksi & Jitteriness.
3 Refleks Tonic Neck
–
Ekstensi lengan pada sisi dimana kepala dipalingkan +
fleksi lengan pada sisi lain.
4. Refleks palmar grasp
•
respon sangat kuat : spastisitas
palsi serebral, kern ikterus
•
Asimetri : hemiplegi : kerusakan otak, ggn s perifer
•Menghilang pada 2-3 bulan
5. Refleks plantar grasp
Meletakkan benda pada telapak kaki & tangan
→gerakan
fleksi jari 2
•
Gerakan ekstensi kaki (plantar fleksi) : pada
rangsangan distal tapak kaki bag luar.
•
Asimetri, salah satu kaki ekstensi : lesi upper motor
neuron : ggn med. Spin & spastisitas awal palsi
serebral
.
6. Refleks with drawl
Merangsang telapak kaki
fleksi pada tungkai yang
dirangsang, ekstensi tungkai kontra lateral (tak selalu
ada)
Pemeriksaan Sensorik
–
Cara : respon thd rasa sakit superfisial. Refleks
/ (-) :
ggn unit motor/sensor, meningomielokel, letsin
–
Defisit sensorik : lesi di med. Spin, radiks, pleksus,
saraf perifer.
–
Neonatus tenang tidak lapar, kesadaran baik, suasana
tenang: tak bereaksi terhadap suara keras
gangguan
pendengaran
(o.k TORCH, obat-obat oto toksik, tuli kong., hipoksi
berat)
c. Kelainan Tumbuh Kembang
Mental Retardasi (MR)
•
MR (keterbelakangan mental) adalah suatu keadaan dimana kemampuan
intelektual di bawah rata-rata dan di sertai dengan penurunan perilaku
adaptasi dan manivestasinya selama masa perkembangan. Biasanya
kelihatan saat umur anak di atas 3 tahun.
•
MR dapat di klasifikasikan menjadi 3 :
a. Educable (mampu untuk di didik) = IQ 50 s/d 75
b. Try Enable (mampu untuk di latih) = IQ 25 s/d 49
c. Custodial (mampu rawat) = IQ 0 s/d 24
•
Penyebab MR (Mental Retardasi) adalah :
•
Pre Natal (saat kehamilan) : anoxia (kurang oksigen), infeksi ibu seperti
toksoplasma rubella, sipilis, kekurangan gizi
•
Natal (saat kelahiran) : anoxia, prematur, lahir dengan di vakum, dll
•Post Natal (saat pertumbuhan 0-3 tahun) : anoxia, trauma kepala,
Down Syndrome
–
Gangguan mental syndrome akibat dari jumlah
kromosom yang tidak normal dan memiliki ciri
yang khas seperti wajah mongoloid
–
Faktor usia ibu pada saat hamil, ibu > 40 tahun
Autis
•
Autis adalah gangguan tumbuh kembang anak pada masa
kanak-kanak dengan karakteristik sebagai berikut :
•
Kurang atau tidak adanya respon terhadap orang lain.
•Penurunan dalam berkomunikasi atau berbicara.
•
Bereaksi yang aneh terhadap berbagai aspek lingkungan.
•Gangguan berbicara seperti ecolalia.
•
Melakukan sesuatu tanpa tujuan
•
Penyebab autis secara pasti belum di ketahui, di duga autis
disebabkan karena adanya gangguan reticular system aktif
(system saraf pusat), faktor genetik, metabolic dan
•
ADHD (Attention Deficit Hyperactive
Disorder)
•
ADHD adalah suatu kondisi yang di gunakan
untuk menggambarkan anak-anak dengan
itelegensi rata-rata atau di bawah rata-rata
yang mempunyai tingkat perkembangan yang
tidak sesuai pada area atensi dengan adanya
implusive dan hiperaktif.
•
Gangguan Congenital
•
Gangguan Congenital adalah suatu kondisi
yang di tandai dengan malformasi pada
anggota tubuh yang terjadi selama proses
kehamilan
Cerebral Palsy
• CP (Cerebral Palsy) adalah kelainan anggota gerak yang di sebabkan oleh gangguan
otak/cidera otak yang sifatnya tidak progresif, sehingga berdampak pada sistem motorik anak.
• Penyebabnya :
a. Prenatal (saat kehamilan)
• Infeksi seperti : Rubella, toksoplasma, cipilis • Anoxia (kekurangan oksigen)
• Trauma kehamilan
b. Natal (saat kelahiran)
• Prematur
• Lahir dengan divakum • Anoxia
c. Post Natal (saat pertumbuhan 0-3 tahun)
• Trauma kepala • Anoxia
• CP (Cerebral Palsy) ada beberapa macam, yaitu :
- CP Spastik : kerusakan terjadi di otak besar. - CP Atetoik : lokasi gangguan ada di otak besar. - CP Ataksia : terjadi gangguan pada otak kecil. - CP Flaccid : gangguan pada otot.
d. Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Tumbuh Kembang Anak
FAKTOR
LINGKUNGAN
GENETIK
POSTNATAL
Lingkungan Pranatal
•
Gizi ibu pada waktu hamil : gizi buruk
BBLR, hambatan
pertumbuhan otak janin, anemia pada bayi baru lahir, abortus
•
Mekanis : trauma,cairan ketuban yang kurang, dan posisi janin
•Toksin : obat-obatan dan ibu perokok berat/ peminum alkohol
•
Genetik Endokrin : somatotropin,hormon plasenta, hormon tiroid, d
an insulin
•
Radiasi : efek radiasi
kematian janin, kerusakan otak, dan cacat
bawaan.
•
Infeksi : TORCH
•
Stres : stres pada ibu hamil
cacat bawaan, kelainan kejiwaan
•Imunitas : Rhesus
abortus, lahir mati
•