>r T
lr.
RUDY
GUNAWAN
/r
\,__
69o
Qcta
P
PENG/NT/R
ILrlI\U
BANGUN/N
t
t' I@
:
PENERBIT l I I 1-z)
r
F'
lr.
RUDY
GUNAWAN
(L*
PENGETAHUAN TEKNIK
69o
Qcto
P
PENO{NTr'R
Itrll\U
BANGUN/N
untuk
nusa,
bangsa
dan
alma mater
Gadjah
Mada
@
\:
PENERBIT
i
)
r
PENERBITAN YAYASAN KANISIUS
Jl. P. Senopati24
-
Tel.2309
-Yogyakarta
Pengantar llmu Bangunan
K.28011
O Penerbitan Yayasan Kanisius Cetakan pertama 1978
f.
z-*/4/4
Ff,OYEt( PEN G E\/t
B
pEnpusrAKAqry( Doparremon
p
danK
)
reEo / 8I
.AAN
WILAYAH
DEP.E
DA!
T
fi
Walikota
Mustajab 68'URABAYA
)rllrlt
,
IKata
Pengantar
Dengan kemajuan era pembangunan nasionar, kegiatan pembangunan
gedung-gedung dan rumah-rumah juga bertambah pesat sekaii, dan
umum-nya dikerjakan oleh ahri teknik bangunan, tetapi di samping itu juga banyak
pembangunan dikerjakan oreh masyarakat umum dan tenaga teknik
me-nengah, yang karena kurangnya pengetahuan teknik, sering terjadi bangunan
yang sudah didirikan kurang memenuhi syarat/standard bangunan, misalnya
atap yang baru tetapi tiris, kamar yang kurang ventirasi udara, arah jendera yang membuat ruangan kemasukan panas terlalu banyak, pasangan tembok
baru tetapi sudah retak atau lembab/berlumut dsb. Maka kami susun buku
ini, yang merupakan sintese antara bahan kuliah kami, ditambah
pengetahu-an/pengalaman yang kami peroreh, dan kami susun secara popurer dJn
prak-tis, agar masyarakat umum mudah memahami 4 segi dari bangunan, yaitu:
1.
Segi Administratip Bangunan.2.
Segi Arsitektonis Bangunan.3.
Segi Konstruksi Bangunan.4.
Segi Teknik Penyehatan Bangunan.Dengan peribahasa "Tiada Gading yang Tak Retak", kami sadar buku ini
masih banyak kekurangannya, maka saran perbaikan seraru kami harapkan. Dan bila para pembaca menemui kesuritan daram perencanaan bangunannya,
kami bersedia membantu anda dengan petunjuk teknik bangunan lebih lanjut.
Yogya, medio 1978.
sil-$
#
$
lIfi"
BAGIAN
!BAB I
PENGERTIAN UMU M PERATU RAN
BANGUNAN NASIONAL
Peraturan Bangunan Nasional (Bouwordening) telah berhasil disusun
oleh Panitia Rencana Peraturan Bangunan dari Lembaga Penyelidikan
Masa-lah Bangunan di Bandung pada tahun 1968. Peraturan ini dibuat untuk
meng-atasi hambatan tidak/ belum adanya keseragaman peraturan-peraturan daerah
serta norma-norma dalam bidang pembangunan
fisik,
dan untukmenye-laraskan Peraturan Bangunan dengan kegiatan membangun dan kemajuan
pesat di bidang teknik pembangunan.
Menurut Peraturan Bangunan Nasional, dasar pikiran untuk penyusunan
Peraturan Bangunan yang bersifat nasional adalah untuk mendapatkan:
1.
Peraturan Bangunan vang mencerminkan bimbingan yang fleksibel tetapitegas
dan tepat
sesuai dengan berkembangnyawaktu,
ruang
dankemajuan Teknologi dan Arsitektur di lndonesia.
2.
Peraturan Bangunan yang berlandaskan azas-azas Hukum dan setarafdengan Hukum Nasional.
3.
Peraturan Bangunan yang fleksibilitasnya dijamin dan dipertegas denganPeraturan-Peraturan yang disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi
dari masing- masing daerah/ kota bersangkutan.
4.
Peraturan Bangunanyang
akan
menjadititik
pangkal terwujudnya Peraturan Pelaksanaan dalam berbagai-bagai bidang teknologi bangunanperancangan, perencanaan sesuai dengan kondisi iklim (climate) dan letak
I ndonesia secara geografis.
BAB II
TATA LAKSANA PERATURAN BANGUNAN
Dalam pembangunan agar tercapai hasil pembangunan yang baik dan
tertib, sesuai dengan Peraturan Bangunan, maka untuk pelaksanaan
pem-bangunan diharuskan mempunyai izin pem-bangunan dari Bagian/Jawatan teknik
I
--\
\
dalamlingkunganPemerintahDaerahTingkatlliKotapraja)yangmerenc8n0
kan dan mengawasi pekerjaan-pekerjaan umum atau Dinas Tata
Kot'apraja,
iBAB III IZIN BANGUNAN
Dalam Peraturan Bangunan Nasional 1968, telah ditentukan antara lain
tentang:
1.
Pemberian lzin Bangunan2.
Tidak diperlukan lzin Bangunan3.
Larangan mendirikan/ mengubah bangunan4.
Permohonan lzin Bangunan5.
Putusan suatu permohonan lzin Bangunan6.
Penolakan suatu lzin Bangunan7.
Pencabutan suatu lzin Bangunan8.
Tersedianya lzin Bangunanad
1.
Pemberian lzin Bangunanlzin Bangunan pada umumnya diberikan oleh Kepala Bagian Dinas Tata Kota,
berdasarkan keputusan Kepala Daerah.
Kepala Bagian Dinas Tata Kota dapat memberi izin untuk:
a)
Mendirikan bangunan-bangunan yang sesuai dengan Undang-undang Peraturan-Peraturan Daerah TingkatI
tentang bangunan dan Peraturan Pelaksanaannya.b)
Mendirikan bangunan-bangunan tidak permanen ataubangunan-bangun-an sementara.
c)
Memperluas bangunan yang telah ada.d)
Mengadakan penyimpangan-penyimpangan yangtidak
begitu pentingdalam sesuatu izin yang telah diberikan. ad
2.
Tidak diperlukan lzin BangunanMenurut pasal 402 Peraturan Bangunan Nasional, lzin Bangunan tidak
diper-lukan dalam hal:
a)
Membuat lubang-lubang ventilasi,. penerangan dan lain sebagainya yangluasnya tidak lebih dari 0,6 meter persegi dengan sisi terpanjang mendatar
tidak lebih dari2 meter.
r
b)
Membongkar bangunan-bangunan yang menurut pertimbangan KepalaBagian Teknik tidak membahayakan.
c)
Pemeliharaan bangunan-bangunan dengantidak
mengubah denah,konstruksi maupun arsitektonis bangunan-bangunan semula yang telah mendapat izin.
d)
Pendirian bangunan-bangunan yang tidak permanen untuk pemeliharaanbinatang- binatang jinak atau tanaman-tanaman dengan syarat sbb.:
1.
Ditempatkan di halaman belakang.2.
Luasnya tidak melebihi...
meter persegi dengan tingginya tidakmelebihi ... meter, yang ditentukan oleh peraturan daerah.
e)
Membuat pagar-pagar yang tingginya tidak melebihi 1,2 meter.f)
Membuat kolam, taman dan patung-patung, tiang bendera. ad3.
Larangan mendirikarVmengubah bangunanDilarang mendirikan/ mengubah bangunan dalam hal:
a)
Tidak mempunyai izin tertulis dari Kepala Daerah atau dari Kepala BagianDinas Tata Kota.
b)
Menyimpangdari
ketentuan-ketentuandan
syarat-syaratyang
telahdiftapkan dalam Peraturan Bangunan atau peraturan daerah lainnya.
c)
Dilarang mendirikan bangunan-bangunan di atas tanah orang lain tanpaizin pemiliknya atau kuasanya yang sah.
ad
4.
Permohonan lzin BangunanProsedur dan syarat-syarat untuk mengajukan permohonan izin bangunan antara lain adalah:
a)
Permohonan izin dapatdiajukg
oleh perorangan atau badan hukum yangsah, dengan cara mengisi formulir yang disediakan di bagian Administrasi
Bagian Dinas Tata Kota, dengan menjelaskan tentang hal-hal;
-
Pemberitahuanyang
seksama mengenai kegunaan,sifat
daribangunan-bangunan dan maksud dari permohonan izin
itu,
$6rtauraian mengenai konstruksi dari bangunan.
-
Pemberitahuan mengenailetak
tanah/ bangunan, nama jalan,nomor verponding dan atau nomor registrasinya.
Formulir permohonan harus disahkan/diketahui oleh Kepala RTi RW dan Camat letak bangunan.
b)
Pada penjelasan dari permohonan itu harus dilampirkan:-
Salinan surat keterangan hak atas tanah yang sah dari kantor Agraria, Kadaster atau Notaris.-
Gambar situasi dengan skala 1:1000.10
-
Gambar rencana denah bangunan, denah pondasi, rencana atsp dan gambar-gambar teknis lainnya dengan skala 1:2CfJ, 1:,l00 atau1:10.
Gambar-gambar teknis ini harus diusahakan oleh pemohon izin bangunan
sendiri, tetapi agar ada pertanggungjawaban teknis yang baik, maka
ren-cana dan gambar teknis bangunan tersebut harus dirancang
-
direncana-kan
-
dikonsultasikan dengan Ahli Perencana/Biro perencana Bangunanyang bonafide.
ad
5.
Putusan suatu permohonan lzin BangunanKepala Bagian Teknik mengambil keputusan mengenai suatu permohonan
izin bangunan yang dalam wewenangnya dalam waktu 14 (empat belas) hari,
setelah tanggal permintaan permohonan, jangka waktu ini dapat diperpanjang
selama
2
x
14hari.ad
6.
Penolakan suatu lzin bangunanSuatu permohonan izin bangunan dapat ditolak jika:
a)
bertentangan dengan undang-undang, Peraturan Daerah atau peraturan lainnya.b)
bertentangan dengan rencana perluasan kota. ad7.
Pencabutan suatu lzin BangunanKepala Daerah dapat mencabut suatu izin bangunan jika:
a.
Pemegang izin tidak menjadiyang berkepentingan lagi.b.
Dalam waktu6
(enam) bulan setelah tanggal izinitu
diberikan, masihbelum dilakukan permulaan pekerjaan yang sungguh-sungguh.
c.
Pekerjaan-pekerjaan itu telah dihentikan selama 3 (tiga) bulan dan tidakdi-lanjutkan.
d.. lzin yang telah diberikan itu ternyata kemudian didasarkan pada
keterang-an- keterangan yang keliru.
e.
Pembangunan itu ternyata menyimpang dari rencana yang disahkan.ad
8.
Tersedianya Surat lzinPemegang lzin Bangunan diwajibkan supaya selama pelaksanaan pendirian
bangunan itu berlangsung, Surat lzin Bangunan senantiasa berada di tempat
pekerjaan,
dan dapat
menunjukkan setiapkali
dimintaoleh
pengawasBangunan,
untuk
mengadakan pemeriksaandan
pembubuhancatatan-catatan pada surat izin itu.
-l
I
I l"{,i4
-"
11__F_ _____
\\
BAB IV
UANG BANGUNAN
Menurut Peraturan Bangunan Nasional tertulis: Pasal601. Umum
Untuk permohonan izin bangunan, untuk pemeriksaan-pemeriksaan
peng-awasan dan pekerjaan-pekerjaan lain yang akan dilakukan oleh Daerah
Ting-kat lllKotapraja yang berkenaan dengan pembangunan
itu,
oleh pemohonatau oleh orang lain yang dalam hal bertindak untuk atas namanya, terlepas
dari pembayaran yang dipungut berdasarkan peraturan lain, dipungut uang
penggantian yang disebut uang bangunan yang harus dibayar di muka kepada
kas Pemerintah Daerah Tingkat ll/Kotapraja yang besarnya ditentukan m+
nurut tarip yang tercantum dalam pasal 604.
Pasal 602. Tidak dipungut Uang Bangunan
Uang Bangunan tidak dipungut dalam hal:
a.
Membongkar bangunan-bangunan yang termasuk dalam kelas permanen;b.
Mendirikan bangunan-bangunan sementarayang
pendiriannya telahdiperoleh izin dari Daerah Tingkat lllKotapraja untuk paling lama satu bulan;
c.
Mendirikan perlengkapan bantuan yang pendiriannya telah diperoleh izin,selama didirikannya suatu bangun-bangunan;
d.
Mengerjakan segala sesuatuyang
harus dilakukanuntuk
memenuhi kepentingan umum;e.
Memberikan bangun-bangunan pemerintah.Pasal603. Dispensasi Uang Bangunan
Kepala Daerah dapat memberikan dispensasi dari pembayaran bangunan
yang dimaksud dalam,pasal60l dalam hal:
a.
Kepada mereka yang tidak mampu untuk memperbaiki atau mendirikanbangunan yang termasuk kelas bangunan yang tidak tetap yang rusak
karena bencana alam, kerusuhan atau akibat peperangan, sepanjang luas
bangunan yang akan didirikan itu tidak melebihi dari30 meter persegi;
b.
Mendirikan gedung-gedung sekolah, lembaga pendidikan lainnya,sepan-jang ternyata pendirian gedung-gedung termaksud benar-benar perlu; 12
c.
Mendirikan tempat-tempat peribadatan, termasukgedung
madrasahbeserta pesantren, biara, rumah-rumah pastor dan rumah koster
d.
Mendirikan bangun-bangunan yang beisifat sosiarseperti:ypA'c,
RumahButa, Tuli Bisu, Rumah Peristirahatan orang Tua,
yatim
piatu dan s+bagainya.
Pasal604. Besarnya Uang Bangunan
(1) Besarnya uang bangunan
itu
ditetapkan sebanyak-banyaknya satu perseribu (1/1000) dariseluruh biaya pembangunan baru, perluasan termasuk
pembongkaran bangun-bangunan yang ada, baik bangunan itu didirikan
di atas pondamen baru atau yang telah ada, iuga termasuk pemasangan
pembuluh-pembuluh, tembok pemisah, tembok pagar-pagar dan bangun-bangunan lainnya.
(2) Pada perbaikan-perbaikan berat
dan untuk
pekerjaan lain yang tidak termasuk dalam ayat (1), dipungut uang bangunan sebanyak-banyaknya1o/o darijumlah biaya-biaya yang ditaksir, dengan ketentuan bahwa untuk
pekerjaan-pekerjaan pada bangun-bangunan yang telah ada, banyaknya
uang bangunan itu tidak akan berjumlah lebih banyak daripada separuh
dari jumlah uang bangunan yang harus dibayar pada pembangunan baru,
pada bahagian yang akan diperbaikiatau diubah itu.
(3) Biaya-biaya Pembangunan yang dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (21 ditetapkan berdasarkan perhitungan biaya taksiran
tiap
meter persegi,yang akan ditetapkan oleh bagian Teknik Dinas Tata Kota, Daerah Tingkat
lll Kotapraja secara berkala.
(4) Jumlah uang bangunan pada bangunan-bangunan bertingkat ditetapkan
sebesar jumlah uang bangunan seperti ditetapkan berdasarkan ayat (g)
di-tambah 2/3 nya untuk tiaptiap tingkat.
BAB V
HUBUNGAN KERJA ANTARA AHLI DAN P,EMBERITUGAS
Dalam Peraturan
Umum tentang
Hubungan kerja antaraAhli
danPemberi rugas yang disusun oleh Dewan Teknik pembangunan rndonesia
pada tahun 1969, sebagai pengganti peraturan-peraturan dari IRTA dan DATI
(Dewan Arbitrase Teknik lndonesia) telah ditentukan tentang:
l
"r-,1) t' l
F-1.
Pengertian ahli dan pemberi tugas2.
Luas lingkup pekerjaan ahli3.
Tanggung jawab dan wewenang ahli4.
Hak atas honorarium ahli5.
Pengertian biaya pembangunan dan biaya instalasi sebagai dasarpenentuan honorarium ahli.
ad
1.
Pengertian ahli dan pemberi tugasYang dimaksud
"ahli"
ialah perseorangan atau badan yang denganmemper-gunakan keahliannya mengerjakan perancangan, perencanaan
dan
peng-awasan (direksi), mengadakan penaksiran, memberikan nasehat atau
jasa-jasa lain yang berhubungan dengan perencanaan, persiapan dan pelaksanaan
proyek
di
bidang teknik pembangunan, termasuk arsitektur estetika danpertamanan. Yang dimaksud dengan "pemberi
tugas"
ialah perseoranganatau badan yang memberi tugas kepada ahli, membayar honor serta
meng-ganti semua ongkos ahli.
ad
2.
Luas lingkup pekerjaan ahliPekerjaan ahlidapat dibagi dalam tahapan sebagai berikut:
a.
Pra-RencanaPra- Rencana
terdiri
dari
gambar-gambarsketsa
dari
denah-denah,pandangan-pandangan dan penampang-penampang yang terpenting dari
bangunan, berikut perkiraan biaya bangunan. Gambar-gambar tersebut
dipakai sebagai dasar untuk pembahasan dengan memberi tugas guna
perbaikan-perbaikan.
b.
Rencana pelaksanaanRencana pelaksanaan adalah gambar-gambar uraian lanjutan pra-rencana
dan gambar-gambar detail dasar dengan skala yang lebih besar, sehingga
atas dasar gambar-gambar ini dapat dibuat gambar-gambar detail lengkap,
uraian
dan
syarat-syarat (bestek),serta
perhitungan anggaran biayabangunan.
c.
Gambar detailGambar detail dengan skala cukup besar, untuk menggambarkan dengan
jelas seluruh pekerjaan, yang diperlukan untuk pelelangan pekerjaan, dan
termasuk gambar-gambar
dan
perhitungan-perhitungan khusus untukkonstruksi
beton
bertulang,
baja
atau kayu,
instalasiteknik
dan sebagainya.d.
Uraian dan syarat-syarat (bestek)Uraian dari seluruh pekerjaan dan syarat-syarat pelaksanaannya yang
disusun sejelas- jelasnya.
14
Anggaran biaya adalah perhitungan banyaknya biaya yang
diperlukurr
. untuk bahan dan upah dan biaya-biaya lain yang berhubungandengan
, pelaksanaan pembangunan.
f
.
PelelanganPelelangan
meliputi
pekerjaan-pekerjaan penyediaan gambar-gambarteknis, mengadakan undangan, memberikan penjelasan-penjelasan dan/
atau petunjuk-petunjuk, mengadakan seleksi dan menerima
penawaran-penawaran, dapat pula menyusun dan mempersiapkan kontrak pelaksana-an.
g;
Pengawasan ( Direksi)Pengawasan pelaksanaan berarti mewakili pemberi tugas dalam segala hal
yang menyangkut pelaksanaan, antara lain meliputi pekerjaan-pekerjaan:
Memimpin
dan
mengadakan pengawasan utama dalam pelaksanaanpekerjaan; mengatur pembayaran angsuran biaya pelaksanaan; membuat
gambar-gambar tambahan
yang perlu;
memeriksadan
memperbaikigambar- gambar kerja dan sebagainya. ad
3.
Tanggung jawab dan wewenang ahliDalam keadaan biasa, ahli bertanggung jawab untuk kerugian yang diderita
oleh pemberi tugas sebagai akibat langsung dari kesalahan-kesalahan yang
dibuat oleh ahli atau oleh orang-orang yang bekerja padanya pada waktu
pelaksanaan, jika kesalahan-kesalahan itu dibuat dalam keadaan dan seharus
nya dapat dihindarkan dengan keahlian dan kewaspadaan serta cara
pelak-sanaan yang biasa, tetapi ahli tidak bertanggung jawab untuk
kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh orang-orang yang bekerja padanya, jika ahli dapat
membuktikan bahwa kesalahan-kesalahan
itu
tidak dapat dihindarkan atautidak dapat diketahui sebelumnya, meskipun ada pengawasan dan
kewas-padaan yang biasa dariahli. Penggantian kerugian yang diderita oleh pemberi
tugas baru dapat dituntut dari ahli atau orang-orang yang bekerja pada ahli,
jika pemberitugas dapat membuktikan bahwa penggantian kerugian itu tidak
dapat diminta
dari
pelaksanamaupun
perusahaanbahan
bangunan(leveransir), juga penggantian kerugian itu tidak dapat lebih besar darijumlah
honorarium yang harus diterima oleh ahli untuk melaksanakan tugasnya.
Dalam tugas
untuk
melakukan pengawasan pelaksanaan (direksi),mem-berikan juga wewenang kepada ahli untuk memerintahkan pekerjaan
tam-bahan, perubahan dalam syarat-syarat konstruksi atau segi estetika dari
bentuk bagian-bagian bangunan, dengan syarat perubahan itu tidak
meng-akibatkan penambahan dalam biaya tambahan yang sudah tercantum dalam
l,!.+'-{,
,t-/
#
15a. b. c. d.
anggaran biaya bangunan, dan tidak merugikan pemakaian praktis dari
ba-ngunan seperti yang diinginkan oleh pemberi tugas.
ad
4.
Hak atas honorarium ahliAhli
berhakatas
honorariumuntuk
jasa-jasayang
dikerjakan olehnyasehubungan dengan tugas yang diberikan kepadanya; besar honorarium
dihitung dalam prosentase dari biaya bangunan yang tertulis dalam kontrak
pelaksanaan, dengan penambahan biaya yang diakibatkan adanya pekerjaan
tambahan atau pekerjaan kurang. Pembagian honorarium dalam prosentase
untuk angsuran honorarium ahli dibayar sesuai dengan tahap-tahap pekerjaan ahli.
Tahap pekerjaan Sipil
KELAS B
Bangunan-bangunan gedung dengan banyak pembagian ruangan dah luag
yang relatip kecil, seperti misalnya rumah, gedung kantor,
toko,
hotel,se-kolah, rumah sakit dan gedung-gedung untuk maksud khusus seperti:
bios-kop, paberik, rumah jagal, hanggar kapal terbang, dan sebagainya.
KELAS C
Bangunan-bangunan yang bersifat khusus atau yang lebih bersifat
monumen-tal seperti misalnya gedung perwakilan rakyat, mesjid, gereja, bank, gedung sandiwara, dan sebagainya.
KELAS D
lnterior yang bersifat khusus, monumen, rencana perkakas rumah tangga,
perbaikan bangunan gedung.
Prosentase honorarium ahli menurut tabel perataan dan berdasar kelas
ba-ngunan yang dikerjakan.
ad
5.
Pengertian biaya pembangunan dan biaya instalasi sebagai dasarpenentuan honorarium ahli
Yang dimaksud dengan biaya pembangunan, biaya pemasangan atau biaya
instalasi, sebagai dasar penentuan honorarium ahli, ialah biaya pembangunan
yang tercantum dalam kontrak pelaksanaan, dan termasuk pula:
a.
Harga dari bahan atau elemen bangunan, termasuk ongkos untukmenger-jakan dan upah pekerja.
b.
Harga bahan lama yang digunakan, dinilai sebagai bahan baru, termasuk ongkos untuk mengerjakan dan upah pekerja.c.
Biaya-biaya instalasi teknik, seperti instalasi untuk mengalirkan gas dan airminum, instalasi- instalasi elektro-teknis dan sebagainya.
d.
Biaya
pekerjaan konstruksibeton
bertulang,
konstruksibaja
dan sebagainya.Harga atau biaya tersebut dinilai menurut harga pasar dan harga upah
yang berlaku pada hari
itu.
Jika suatu pekerjaan tidak dilaksanakan, makabiaya pembangunan adalah biaya yang dihitung atau yang diperkirakan oleh
ahli, biaya untuk pembelian dan/atau pembebasan tanah tidak termasuk biaya
pembangunan.
Pra- Rencana
Rencana pelaksanaan Gambar detail
U raian dan syarat-syarat
Anggaran biaya Pelelangan Pengawasan 20 o/o 25 o/o 18 o/o 3Yo 3Yo 1 o/o 30 Vo i -,..Sra 'r
1t-I I al 100 o/oJika pemberi tugas hanya menginginkan pra-rencana saja, maka prosentase
honorarium
ahli untuk
pekerjaanitu
dinaikkan menjadi2s
o/o.Jika
ahliditugaskan membuat rencana pelaksanaan dari pra-rencana yang sudah ada,
maka prosentase honorarium dinaikkan menjadi
4s
o/o dari seluruh honorarium. Dan jika tugas ahli hanya terdiri dari pekerjaan pengawasan saja, maka
prosentase honorarium dinaikkan menjadi 40 o/o dari seluruh honorarium.
Jumlah honorarium ahli untuk seluruh tahap pekerjaan yang menjadi tugas
ahli,
ditetapkan mengingatsifat
bangunan, besar bangunandan
beratpekerjaan yang harus dilakukan; untuk bangunan gedung dibagi dalam 4 kelas
yaitu:
KELAS A
Bangunan-bangunan gedung yang bersifat sederhana dengan pembagian
ruangan dan detail-detail yang tidak
sulit,
seperti misalnya: bangsal,per-naungan pasar, gudang, dan sebagainya yang sederhana.
r
__-__-____--TABEL HONORAR!UMPEMBANGUNAN BANGUNAN-BANGUNAN GEDUNG,
PERLUASAN, PEROMBAKAN DAN PERBAIKAN
BANGU NAN.BANGU NAN GEDUNG
Honorarium untuk seluruh tahap pekerjaan ahli, dinyatakan sebagai prosen-tase dari biaya pembangunan.
Biaya Pembangunan
sampai
KelasA'
KelasB.
KelasC.
KelasD.
',')ta. '*
Rp
1.000.000,- 6
7,33
9,33
Untuk setiaptu-gas honorarium
Rp,2.000.000,- 5,67
7
9
ditetapkan ber-dasarkanperun-dingan
antaraRp
5.000.000.-
5,33
6,67
8,67
pemberi tugas dan ahli. Rp10.000.000,- 5
6,33
8 Rp20.000.000,- 4,33
6
7,33 Rp210.000.000,-
4
S,33
6,33 Rp60.000.000,- 3,67
4,67
s,67 Rp80.000.000,- 3,33
4,33
5 Rp100.000.000,- 3,17
4
4,67 Rp150.000.000,- 3
3,67
4,33 Rp200.000.000.- 2,83
3,s
4,17Dan lebih tinggi
f*o
I
'tf
t
BAGIAN
II
ARSITEKTONIS
BANGUNAN
a 18'"TI
\, 1
BAB I
RENCANA KOTA
Rencana kota ditetapkan oleh Walikota/Kepala Daerah, yaitu terdiri dari:
Rencana induk (master plan) kota untuk seluruh wilayah Daerah
Swatan-tra Tingkat lllKotapraja, yang berisi penunjukan lingkungan-lingkungan
daerah bangunan, digambar dengan skala 1:5000.
Rencana-rencana khusus (detail plan) untuk bagian-bagian dari wilayah
Daerah Swatantra Tingkat ll / Kotapraja, yang menetapkan tempat-tempat
untuk
pertamanan, lapanganolah raga,
pekuburandan
lapangan-lapangan umum lainnya, juga menetapkan tanah/bangunan yang harus
dikosongkan oleh pemilik, untuk digunakan pembuatan jalan-jalan,
pipa-pipa dan saluran-saluran pembuangan umum lainnya.
Rencana khusus biasa digambar dengan skala i : 1000.
Dalam rencana khusus, juga ditentukan letak garis-garis sempadan pagar,
garis-garis sempadan muka bangunan dan garis sempadan lainnya.
BAB II
SYARAT-SYARAT LI NG KU NGAN BANGUNAN
Mendirikan atau memperbaharui sesuatu bangunan hanya boleh
dilaku-kan dalam lingkungan yang telah ditentudilaku-kan untuk bangunan yang dirnaksird
atau rencana khusus yang telah ditetapkan.
Bangunan yang didirikan letaknya harus menurut peraturan garis
sem-padan (rooilijn) yang sudah ditentukan; adanya garis sempadan bertujuan untuk mengatur bangunan-bangunan dalam kota, agar letaknya teratur, indah
dan naenjamin lingkungan bangunan yang sehat dan aman. Larangan untuk
melampaui garis sempadan muka bangunan yang merangkap menjadi garis
sempadan pagar, tidak berlaku untuk:
20
1. Plisir-plisir muka bangunan, kuping-kuping atap atau luifel, asal letaknya
di lingkungan bangunan toko, dan sekurang-kurangnya harus terletak 2,25
m di atas permukaan jalan yang ada di bawahnya dan tidak menonjol ke
luar lebih dari lebar trotoir (selasar) dan juga tidak mengganggu peman-dangan jalan.
Balkon-balkon dan beranda-beranda yang terbuka atau tertutup pada
loteng-loteng, asal lebarnya kurang dari separuh lebar muka bangunan,
tidak menonjol ke luar lebih dari 1 meter dan letaknya sekurang-kurangnya
3 meter di atas permukaan jalan.
Kepala Daerah dapat memberikan pembebasan antara garis sempadan
muka bangunan dan garis sempadan pagar, dalam hal untuk mendirikan
bangunan
paviliun-paviliunkebun
yang
terbuka,
pergola-pergola danbangunan-bangunan semacam itu yang merupakan bagian dari perlengkapan
kebun, asal segala sesuatu itu menurut pendapat Kepala Daerah, dapat
me-nambah keindahan pemandangan umum
dari
halaman muka. Pada type bangunan lain, halaman muka harus dipisahkan dari jalan menurut cara yangditetapkan oleh Kepala Daerah, dan dilarang mempergunakan kawat berduri
sebagai pagar pemisah di sepanjang jalan-jalan umum. Sedang untuk
rumah-rumah, pekarangan-pekarangan atau kebun yang saling berlengketan maka
setiap pemilik rumah atau halaman itu, berhak menuntut pemilik pekarangan
tetangganya untuk bersama-sama membuat atau memperbaiki pagar/alat penutupan yang membatasi rumah, pekarangan atau kebun mereka.
Keadaan tanah persil yang akan dibangun itu, harus dibereskan sampai
cukup memberikan jaminan bagi kesehatan dan keamanan yang baik; untuk
itu diharuskan:
1.
Supaya tanah dibersihkan dari bagian-bagian campuran yang menggang-gu dan berbahaya.2.
Supaya sumur-sumur dan saluran-saluran yang tidak dipergunakan lagiditutup.
3.
Supaya bangunan-bangunanyang
rusak
yang
ada
di
tempat
itudisingkirkan.
4.
Supaya pekarangan-pekarangan dipersiapkan dengan tanah secara baik,rata dan cukup
miring agarair
dapat mengalirke
luar dari
tempatbangunan.
Keadaan suatrr bangunan, termasuk saluran-saluran dan bentuk dari
bagian-bagiannya
dan
keseluruhannya. harus memenuhi syarat-syaratke-indahan yang layak, yang ditetapkan berhubung dengan keindahan kota yang
2.
1. 2.
du'
T
telah ada, atau yang menurut rencana pernbangunan
kota akan ada, demikian
!{iili:x';ff
;i:,ilffi
;f
::s:*:[i*,i,,,pung"ro;pruIro,nn,nun.
se ra r u d ia d a
k,i,
ni,r
runsim ba n s i
;;;,i;,
o";TJ;
j"offil?,
"a n kota a ka n-
Kemajuan teknologi danarsitek"tu-r
-
Kemajuan ekonoml,.o"iuta"n
OJouv,
-
Kemajuan norma kesehatan-
Makin padatnya kota karenapertambahan penduduk dan
urbanisasi.
t
,.,",i:fllr.n-pedoman
dari perencanaan tingkungan bangunan kota antara-
Di sekeriring pasar dibuat toko-tokodan jaran-jaran yang
rebar.
'f 't
- [:Hl
sakit, sekolar, oan tempr,ii.,i.,.,
r,u.u"
iu,i"'tri-J;'ou"rur,
yrnsi'
f
*
it d f, fit
*f"
#I
f
I:Irn.:"l1,,
tetaknya jauh dari tempar kuburan. .tempat kuburan tidak dibuat Ai,"piiri.,,
,*".
Ketas perumahan yangourrainlniil#;;[,
satu tingkunsan. Komplex perumahan n s " t or a n
f
r al;
; ; ; ;'L:#Xrl:nJ,.X'*
:nr
ap a n sa n o I a h ra si
d a n ta m a n,rrr?"Jrn#h
penempatan bangunandi
pekarangan daram ringkungan1.
Bangunan di tengah_tengah pekarangan:a.
Bangunan akan kelihatan'0""u, JJr'megah^
b.
Halaman terbagi menjadif,""iit""if
.'2.
Bangunan tidak diienguf,*ngu; oJiurrrrrn,
a.
Bangunan kelihatanturani
r"Srh
-b'
Haraman menjadi satu da"nrur'J,"orpr,
memberikan rasa segardan
lapang, bila ditanami banyak
,"f,"".
"3.
Bangunan induk dan bangunantl;;;';""
menjadisatu:
a.
Diperoleh halaman yang cukup luast
ffiffi[:l#;:'"n
'"';"n
orn,.r
ltan
sarins menssanssu, tidak
da-4.
Bangunan induk dipisahkan daribangunan tambahan:
a.
Haramanterbagi_bagi
-"'e""u'| '. (q,, ruor rdr r:b'
Kesibukan masing-i-rasingbagian dapat dipisahkan, sehingga tidak mengganggu ketenangan
,ru.unu
bagian lain.
(iambar profil jalan di lingkungan rumah
bangunan yang berbeda. tinggal dengan garis sempadan pagar dan
t 4m
22 Profiljalan di lingkungan p.rtokorn,
H
)
2,25 mI (
1,25mr_
o F c (u c o) o -o c o o E o. o .a o o) 24 25 ,d I'i'a
''
;
6
.c c o E = c (E o c f -Y = E (o (u c (o o (o vq) = (o C = r,) (o c (! o E 0) 0) o-BAB IIISTAN DARD ARSITEKTU R BANG U NAN
Standard arsitektur bangunan terutama untuk perumahan umum (public
housing), adalah bertujuan menyediakan rumah tinggal yang cukup baik
dalam segi design, dimensi kamar, tata letak ruangan dan sebagainya, agar
dapat memenuhi kebutuhan/syarat-syarat rumah tinggal yang sehat (healthy)
dan menyenangkan (comfortable) dengan cukup ekonomis.
'
Secara umum rumah sehat dan menyenangkan, ialah rumah yang antaralain:
1.
Tersedia jumlah ruangan/kamar yang cukup dengan luas lantai dan isiyang cukup besar, agar dapat memenuhi kebutuhan penghuninya untuk
bekerja, tidur/beristirahat
dan
berekreasi dengan cukup terjaminke-bebasannya (privacy) dan tidak ada gangguan.
2.
Memilikitata letak ruangan yang baik, sehingga:-
Perhubungan antara ruangan di dalam rumah lancar.-
Kebebasan dan kenikmatan penghuni terjamin.3.
Letak kamar tidur harus diusahakan agar:-
Tidak mudah terganggu, sehingga terjamin kebebasan orang tidur (privacy).-
Sinar matahari pagi dapat masuk selama kurang lebih 'l jam.-
Ventilasi cukup lancar, menjamin pergantian udara baru dari luar.-
Pemisahan kamartidur
untuk suami-isteri. untuk pria atau wanitadewasa dan untuk anak-anak.
4.
Memiliki ruangan-ruangan yeng diperlukanuntuk
memenuhi kegiatanhidup sehari-hari, yaitu terdiri:
-
Ruangan untuk masak dan makan-
Ruangan untuk mandi dan mencuci-
Ruangan untuk menyimpan bahan pangan dan alat-alat rumah tangga.5.
Memberikan perlindungan dari panas, dingin, hujan, angin dan lembab.
yang dapat mengganggu kesehatan penghuni, juga memberikan ventilasidan penerangan alam maupun buatan yang cukup baik.
Dalam "Standard Arsitektur di Bidang Perumahan" yang diterbitkan oleh
Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan (LPMB) Bandung, pada 1972,
an-tara lain telah berhasil disusun standard ukuran ruang kediaman yang sesuai
I
Yang dimaksud ruang kediaman ialah setiap ruangan yang digunakan
untuk
tidur,
makan atau melaksanakan pekerjaan-pekerjaan rumah tanggayang lazim, kecuali ruangan-ruangan untuk mandi, kakus, cuci dan seterika,
gang/lorong dan ruangan sejenis yang penggunaannya tidak terus-menerus
dan rapat.
Luas lantai untuk setiap ruangan kediaman sekurang-kurangnya
6
m2,sedang ketinggian lantai denah bawah yang padat, harus sekurang-kurangnya
10 cm di atas muka tanah yang paling tinggi dari pekarangan yang sudah
di-persiapkan, dan sekurang-kurangnya 25 cm di atas titik yang paling tinggi dari
sumbu jalan yang berbatasan.
Tinggi ruang minimum pada bangunan-bangunan rumah tinggal, harus
sekurang-kurangnya 2,40 m, kecuali:
a.
Dalam hal langit-langitnya/kasau-kasaunya miring, sekurang-kurangnya setengah dari luas ruangan mempunyai tinggi ruang 2,40m
dan tinggiruang selebihnya pada titik terendah tidak kurang dari 1,75 m.
b.
Dalamhal
ruangcuci dan
kamar mandi/kakus, dapat diperbolehkansampai sekurang-ku rangnya 2,'10 m.
c.
Dalam hal ruang masak/dapur, dengan gangguan asap dan/atau bakpenggorengan, pengasapan atqu pembakaran, maka tinggi ruang tidak boleh kurang dari3,50 m.
Bahwa penentuan tinggi langit-langit ruang kediaman, minimal cukup
2,40 m, adalah berdasar penelitian rasa panas atau tidak dalam ruangan, tidak
hanya disebabkan langit-langit yang rendah, tetapijuga disebabkan tidak
ada-nya gerak angin dan pergantian udara dalam suatu ruangan, sehingga udara
di
dalam
ruangan menjadi panasdan
lembab;hal
ini
mempengaruhi pengeluaran panas dari badan, menimbulkan rasa lesu dan keluarnya keringat yang berlebihan. Bila ada gerak angin sepoi-sepoi dan pergantian udara bersihyang lancar, maka akan menyebabkan pendinginan badan dan pernafasan
yang segar, sehingga memberikan rasa nyaman dan nikmat (comfort).
Selain gerak angin dan pergantian udara bersih, perasaan nikmat
(com-fort) juga dipengaruhi oleh suhu udara dan kelembaban udara dalam ruangan.
Untuk menjamin terjadinya gerak angin dan pergantian udara bersih yang lancar, maka diperlukan adanya cara ventilasi silang (cross-ventilation), yaitu dengan memasukkan ke dalam ruangan udara luar yang segar dan baik untuk
kesehatan, melalui jendela
atau
lubang-lubangangin/di
dinding", sedangudara
kotor
dikeluarkan melalui lubang-lubangangin
di
dinding
yangberhadapan. Gerak udara
ini
harus dijaga jangan sampai terlalu besar dankeras, karena dapat mengakibatkan gangguan kesehatan, yang antaranya
masuk angin, kaku-kaku di daerah tengkuk, pilek-pilek atau penyakit-penyakit
26
{r,
I
:
I
saluran pernafasan; maka
itu
lubang-lubang angin jangan terlalubesar/ba-nyak, tetapijangan pula terlalu kecili sedikit.
Dengan adanya gerak angin dan pertukaran udara bersih, maka
kelem-baban udara dan suhu udara dalam ruangan biasanya dapat berubah menjadi
baik dengan sendirinya. Biasanya suhu kamar yang ideal ialah 20
-
25 derajatCelsius, kelembaban udara kurang lebih 40
-
50 o/o dan gerak udara yangsedang antara
5
*
20 cm per detik. Tetapi ukuran rasa nikmat ini bersifat sangat subjektip, karena pada keadaan dan suasana (environment) tertentu,seseorang sudah merasa nikmat (comfort), sedangkan bagi orang lain belum
merasa enak dan nikmat.
Gerak angin dan pembaharuan udara dengan ventilasi silang, juga
ber-guna menghindarkan gangguan kesehatan yang disebabkan kurangnya udara
segar atau kebanyakan zat karbon mono oksida CO, yang umumnya terdapat
pada:
-
Pembakaran gas untuk penerangan atau pemanasan ruangan-
Asap kereta api-
Gas-gas mobildalam garasi-
Asap rokok yang lembab.Zat karbon mono oksida CO adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau
tetapi berbahaya bagi kesehatan manusia. Bila gas CO terisap dalam jurnlah
cukup banyak, dapat menimbulkan keracunan CO bagi manusia, yang
gejala-gejalanya ialah perasaan pusing, rasa berat
di
kepala, lemah, nafsu makankurang, tidur terganggu, lekas marah dan sebagainya. Pada keracunan yang
berat dapat
mengakibatkan pingsan,terjadi
kejang-kejang,suhu
badanmenurun dan pernafasan lemah, akhirnya dapat mengakibatkan kematian.
Tetapi dalam praktek, keracunan yang berat ini jarang terjadi, sering hanya
ter-jadi keracunan ringan saja, yang umumnya disebabkan garasi yang kurang
mendapat ventilasi udara bersih, ruangan dengan
Air
Conditioning yangbanyak asap rokoknya, dan juga pada sopir-sopir yang mengendarai mobil-mobil yang karburatornya kurang baik kerjanya atau masuknya asap ke dalam
mobil karena kebocoran knalpot. Gejala-gejala keracunan gas CO yang ringan
dapat hilang sendiri, bila banyak berada di udara yang bersih dan segar.
Pada
waktu
ini
banyak digunakan alatAir
Conditioning pada ruangkediaman, tujuannya untuk mendapatkan "better conditions of the air", yang
dimaksud "conditions" itu ialah:
-
purity (kebersihan udara)-
temperature (suhu udara)-
motion (gerak udara)-
humidity (kelembaban udara).F
Dengan alat Air conditioning, udara dalam ruangan dapat disaring dari
debu-debu, sehingga udara dapat bersih dari kotoran-kotoran, dan suhu udara
dapat diatur secara mekanis.
Di dalam ruangan dengan
Air
Conditioning, harus dihindarkan adanyaasap rokok dan gas lainnya, karena di ruangan ini tidak ada pemasukan dan
pembaharuan udara segar dari luar, maka asap rokok dan gas pembakaran
lain-nya akan menambah kadar
co
yang beracun, sehingga kesehatan dapatter-ganggu, apalagi suhu rendah dalam ruangan, dapat mengurangi daya tahan
tubuh dan
mengakibatkan pilek-pilekatau
komplikasi penyakit lainnya,terutama bagi orang yang peka terhadap udara dingin.
selain cara ventilasi silang, juga terdapat beberapa standard mengenai penerangan dan pembaharuan udara, yang antara lain ialah:
1.
Setiap ruangan yang dipakai sebagai ruang kediaryran.a.
'Memiliki sekurang-kurangnya satu lubang yan'g langsung berhubungandengan udara luar dan bebas dari rintangan-rintangan. Jumlah luas
bersih
dari
lubang
itu
harus
sekurang-kurangnyasama
dengansepersepuluh dari luas lantai ruangan tersebut, dan dibuat sedemikian
sehingga luas lubang yang sekurang-kurangnya setengah dari jumlah
luas lubang harus bisa dibuka.
b.
Diberi lubang hawa atau saluran angin pada dan/atau dekatper-mukaan bawah langit-langit (ceiling) yang luas bersihnya
sekurang-kurangnya 0,35 o/o luas lantai ruang,yang
bersangkutan.
2.
Setiap kamar mandi dan kakus harus diberi penerangan dan pembaharuanudara atau dapat juga diberi penerangan buatan dan pembaharuan udara
mekanis yang memenuhi syarat hygiene bangunan.
3'
Setiap dapur, ruang makan umum, ruang istirahat dan ruangan-ruangan urhum lainnya dapat diberi penerangan:a'
Dengan cara penerangan atap atau langit-langit yang mempunyai luasbersih, bebas
dari
rintangan-rintangan terhadap cahayasekurang-kurangnya sepersepuluh dari luas lantai ruangan dengan menyediakan
cara pembaharuan udara mekanis yang memenuhi syarat.
b.
Dengan cara penerangan buatan dan perbaikan udara yang memenuhisyarat hygiene bangunan.
4.
Setiap gang/jalan terusan, koridor tangga dan ruang semacamnya, harus diberi penerangan alam atau buatan sekurang-kurangnya 20 lux (satuancahaya ).
Bila
ruangan-ruanganitu
mempunyai kemungkinan digunakan padamalam hari, maka harus disediakan penerangan buatan di ruangan itu.
28
5.
Pada ruangan yang menggunakan pembaharuan udara mekanis, sebagaipengganti pertukaran udara alam, sistim mekanis ini harus bekerja
terus-menerus selama ruangan yang dimaksud digunakan, agar terdapat
peng-gantian seluruh udara dari ruangan atau bangunan, dengan jumlah udara
segar dan bebas dari kuman-kuman dan kotoran yang sama besarnya dari
udara luar atau ruang lain. Udara kotor atau yang busuk/merusak, harus
dikeluarkan dengan suatu cara mekanis pada suatu tempat sedemikian
hingga tidak menjadikan gangguan.
6.
Lubang/jendela penerangan harus disesuaikan dengan letak matahari,agar sinar matahari dapat masuk ke dalam ruangan selama
+
1 jam setiaphari; lebih daripada itu, sinar matahari yang masuk dalam ruangan akan
menyebabkan ruangan dan isinya menjadi panas, sehingga mengurangi
kenyamanan dan kenikmatan (comfort) dalam ruangan.
Untuk mengurangi rasa panas yang berlebihan dalam ruangan, antara lain dapat dengan cara:
1.
Ventilasi silang yang cukup lancar.2.
Teritis atap atau dibuat beranda yang cukup lebar, agar sinar mataharilangsung masuk ruangan dihalangi.
3.
Atap dan dinding-dinding diberi warna muda, mengurangi penyerapan panas sinar matahari.4.
Halaman ditanami pohon-pohon, agar menyejukkan udara panas,mem-berikan bayangan pada rumah dan juga menghindarkan pandangan yang silau (glare).
5.
Arahkan jendela/lubang ventilasi menghadap ke arah tiupan angin.'-r1, ''t
"r{',*,
w-l-I
Tq
T-f
ll
E
Kurang'i.
'
'id}!' v ,i:,il1,"-\1
y'N,
_/\t\
/
\>
I
\
l\
rill
Baik
KurangTampang horinsontal dan vertikal cara ventilasi silang
Pembaharuan udara alam dan cahaya alam
h) I s.,
M)l*l
30
Pembaharuan udara mekanis dan cahaya buatan
-Sumber iPrototype Rumah RakYat
Dit. Jen. Cipta Karya Dept. PUTL. STANDARDS RUANG DUDUK
T
50 50 50 150*l+'
z
o
F IJJ J I.JJ;
.-o
-PsE
?
€:9*
.9
h>
E6
.Eog
uJ
E
€eS
a 6
E
"o
I ) v9.o E
F6.a
I - i:'-.\^
) = -9o6
s
EEE
O- e .Ef,oo = fEE
F a
<
-o
35 32-
STANDARDS-RUANG DUDUK-T.V Sumber:. Experiment
I t -;)' "t
4..
]
L=
10,17 m22
3.50 s/d 5.00 TV a b a b 2.50 3.00 3.50 5.00 6.00 7.20 36 37STANDARDS
RUANG DUDUK DAN MAKAN
+
50---]-
100---r
60--]-
80 ----+- 40 +20r350
STANDARDS
RUANG TIDUR
LUAS LANTAIMINIMUM
KAMAR TIDUR ORANG TUA
T O
-I
I El
t
o roI
o t.C)+
88
(Y) -t-Io
a
T
I Io
s
I I I I -_Lt
50I
25T
I I 150 I I II
qzo+
q
+
25 1-40t
25T
40+
251
100t
120I
100t
100l
'ul-.
|-
0o-+-100
----f-
1s0-+
3.10L:9.3m2
3 kursi tamu 1 sofa 1 meja tamu 4 kursi makan 1 meja makan 1 lemari makan 1 televisi 0.75 m2 0.75 m2 0.25 m2 0.64 m2 1.24 m2 0.50 m2 0.25 m2+_
100_ 8_
100__+_
105 ___l_ i+ 50 I 90 38 39T
'*4,F-J-
roo----f-rs,
--t
so1-LUAS LANTAI MINIMUM KAMAR TIDUR ANAK-ANAK 190
-
10-
100----f
t
o TO I Io
roI
I88
(t)r+
o (Y)t
I Io
NI
80I
20l,
't''
I
o
I
I P o o N 100I
o
-1
80 cm.x
190 60x
100 50x
10040x40
V
]L
1001 tempat tidur dobel
lTempat tidur bayi
2lemari pakaian 1 kursi duduk cm. 150
x
190 60x
120 50x
200 50 x50 Sumber :Neufert Time Saver Prototype I {.f
80 120tempat tidur tunggal meja kerja
lemari kursi duduk
r
.l
,,.
-l
_]
60 fr ' 'fr-'
*
[--,aaI
L_
60l,I
T]
tt,,
l_l
L = 9.99 m2 190 100I,,.
_-]l
-[:]
2 tempat tidur tunggal 5 1 lemari pakaian 6t 2 meja kerja 6 2 kursi duduk 6t cm 80
x
190 50x
100 60x
10040x40
,ral-
t-,-L
r.,.
]-_]
-t-'3
3
X
42 rt3STANDARDS DAPUR 60
,20
40
80 Sumber: Neufert Time Saver ProtoUpe I60
1.20
60
,fft
2.00 min. 1.20L__l
40M
45---ffi
RACIK-
CUCISIMPAN
MASAKR f C M
X
6) o) I (o 6, STANDARDS KAMAR MANDIUkuran dari "Anatomy for the Planners"
Untuk 1
x
mandi/orang diperlukan air:
15-
20 dm3.Diambil untuk perhitungan 20 dm3 = 2,8
x
2,8 x 2,8 dm3.Jadijika bak bisa terisi penuh lagi begitu selesai seorang
mandi, maka Vol bak: 30 x 30
x
40Dengan pertimbangan air tidak dapat mengalir terus, harus ditampung air untuk mandi 'l keluarga.
Jika jumlah keluarga 5 orang, maka dengan banyaknya air yang.diperlukan
100 dm3
:
4,63 ; diambitb0x
50x
60Sumber : Anatomy for the Planners
I
= 2.40 x 2.40 = 5.76 m2,60
g0 F___i_____l 1.40 @ I rr) NI
4o_J R 600
s
C 140 Mo
60 46 L=
'l .70x
2.60 = 4.42m2 477', STANDARDS KAMAR MANDISWC
J-
70---t--
110 ---rllr--rl
o
N Or stl-+
I o r\ I + 1 bak air 1 water closet 2.52m2 cm7Ox70
cm. 70x7Q1r
r '+__
1.80 _________1J__
1.20 ____+2.52
mz 3.60 m2I
o o)I
'l bak air 2 water closet L08 m2'{-
zo
---1- 5sI
sumber
:
Prototype Rumah Dit. Perumahan Rakyat Dit. Jen. cipta Karya Dept.PUTL,
48
1 meja seterika
49
STANDARDS
RUANG CUCI DAN RUANG SETERIKA
Sumber
:
Prototype Rumah LPMBBUANG CUCI 2,N o t\ oI ro+
-l
I o @ l +r
T-70
1.30---+
t-Tffi
trl
rl
RUANG SETERIKA 2.00 3m2 cm 140 x 40t
65I
I 85I
3m2o
LOr:-STANDARDS
RUANG SIMPAN (GUDANG)
srmpan
Hil
nnn
ilfrnnnn
I lemari
2 lemari simpan
E-l
,er
lfifln#fi+n
-lEl
13m2 cm. 55x
100 2.5m2 cm. 55x
100Sumber: Prototype Rumah IFHP DEPT. PUTL
50 51
STANDARDS
RUMAH TINGGAL UNTUK 4 orang
3.00 9,3 m2 Km. tidur orang tua
NE
ml
---r^oo
.----tI \ i 6m2 To
(c) 6i 1.75 4.55 m2 Km. makanftfi
r.,
,r
hll'J+fi
3.00 9m2 3.00 3.00 Km. duduk 2.@ Km. tidur anakt----l
"r
I I,+Fl
..,
_
2.00,
I'if
l--1.,,
f
2.00
,,,I
L-J
L
lfll
1,3 m2 1.00,,,]E
E
4m2 2.00 Dapur 'BAGIAN
III
KONSTRUKSI
BANGUNAN
Ruang cuci Ruang seterika Gudang I(!
,oof
-tr
I
ltrI
252 m2r--1.g0
+
Km. Mandi & WC.Sumber
:
"Standard Arsitektur di Bidang perumahan',Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan, Bandung.
l--BAB I
PERHITU NGAN KONSTRUKSI BANGUNAN
Perhitungan
konstruksi
harus
dilakukansecara
keilmuan/ keahliandengan teliti, dan didasarkan atas keadaan yang paling tidak menguntungkan
konstruksi, mengenai pembebanan, gaya-gaya yang bekerja dan
tegangan-tegangan yang terjadi pada konstruksi.
Beban-beban yang perlu diperhatikan ialah beban-beban mati termasuk
beban tetap dan berat sendiri, beban-beban berguna, tekanan angin,
gaya-gaya gempa bumi dan juga tekanan air, tekanan tanah, getaran-getaran dan
tumbukan-tumbukan yang mungkin timbul.
Untuk konstruksi-konstruksi sederhana yang bukan konstruksi beton atau baja, atas pertimbangan kepala Bagian Teknik tidak disyaratkan adanya
perhitu ngan- perhitungan konstru ksi.
BAB II
BAHAN.BAHAN BANGUNAN DAN SYARAT.SYARATNYA
Syarat-syarat bagi beberapa jenis bahan bangunan yang banyak dipakai,
antara lain ialah:
1.
Air
Air yang digunakan untuk memasak kapur dan membuat adukan mortel atau campuran beton harus air tawar yang bersih. Air sungai yang tidak mengandung banyak lumpur, pada umumnya dapat dipergunakan.
u
3.
I
2.
KapurGumpalan kapur harus diperoleh dari pembakaran batu kapur atau batu karang. Setelah dipadamkan (dimasak) dengan air, sisa batu yang tidak
dapat dipadamkan tidak boleh melebihi 5 o/o, dan kadar kalsium oksida
tidak boleh kurang dari90 7o .
Serbuk kapur batu atau kapur karang diperoleh dari gumpalan kapur
yang dipadamkan (dimasak) dengan
air,
harus berwarna putih jernih, kering, halus dan lunak, dan sekurang-kurangnya 70 o/o dapat melaluisaringan dengan lubang-lubang persegi 0,85 mm; sisa saringan tidak boleh ada yang masih mentah, dan kadar hidrat-kapur sekurang-kurang
nya70 o/o.
Tras
Tras diperoleh dengan menggiling bahan batuan alam, sampai menjadi
serbuk; serbuk
tras bila
dicampur dengan kapur merupakan bahanpengikat hidraulis.
Tras
dalam keadaan keringangin
harus seluruhnyadapat
melaluisaringan berlubang persegi
2,5
mm,
dan sekurang-kurangnya50
%bagian dapat melalui saringan berlubang persegi 0,21 mm. Dan bila tras
direndam dalam air, maka tidak boleh ada sedikit pun yang mengapung'
Mortel yang terdiri dua bagian berat tras; satu bagian berat kapur batu
dan kira-kira satu bagian berat air, diaduk dan ditempatkan di dalam air,
harus meniadi keras dalam waktu tidak lebih tiga haritiga malam.
Mortel yang terdiri dua bagian berat tras, satu bagian berat batu dan tiga bagian berat pasir normal, diaduk dengan air sehingga dapat dikepalkan
dengan tangan, sesudah berada dalam udara basah selama satu hari dan
dalam air selama tiga belas hari, harus mempunyai kokoh tekan minimum
50 kg/cm2.
Tras pada waktu akan digunakan sebagai bahan mortel, harus dalam
keadaan kering bila diraba dengan tangan;
tras
umumnya dicampur dengan kapur atau senten PC, dan terutama digunakan padabangun-bangunan irigasi atau bangun-bangunan air, tetapi campuran tras tidak boleh
digunakan pada konstruksi beton bertulang.
Semen merah
Semen merah diperoleh dengan menumbuk bata merah yang tidak terlalu
keras hingga menjadi serbuk, atau dengan menghaluskan tanah napal
atau tanah liat yang dibakar. Batu bata bekas bongkaran boleh digunakan
5.
sebagai bahan semen merah, asal batu bata itu tidak terlalu keras dan
setelah dibersihkan dari sisa-sisa mortel.
Syarat kehalusan butiran dan syarat pengerasan
dari
semen merah adalah sama dengan tras.Semen merah dicampur dengan kapur dan pasir, membentuk mortel
yang biasanya digunakan sebagai spesi plesteran dan spesi pasangan
batu kali atau batu bata; susunan campuran spesi untuk plesteran atau
pasangan ialah:
1 kapur: 'l semen merah : 2
-
3 pasir.Semen Portland (PC)
Semen Portland diperoleh dari hasil proses pabrik, dan tergolong sebagai
bahan pengikat hidraulis, yaitu bila semen dicampur dengan air, maka
akan terjadi proses pengerasan.
Semen Portland dicampur dengan pasir, kerikil dan
air,
membentuksuatu adukan beton, yang merupakan bahan bangunan penting dan
banyak digunakan pada konstruksi bangunan besar; susunan adukan
beton yang biasa digunakan ialah berdasar ukuran volume 1 PC : 2 pasir ;
3 kerikil.
Pasir
Agregat halus pasir dapat berupa pasir alam atau berupa pasir buatan
yang dihasilkan oleh alat-alat pemecah batu, harus terdiri dari butir-butir
yang tajam, keras dan tidak hancur oleh pengaruh-pengaruh cuaca.
Agregat halus pasir tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5 % berat
kering,
dan tidak
boleh
mengandung bahan-bahan organis terlalubanyak.
Pasir laut tidak boleh dipakai sebagai agregat halus campuran beton,
kecuali dengan petunjuk-petunjuk
dari
lembaga pemeriksaan bahan-bahan.Pasir
untuk
spesi pasangandan
plesteran, harus seluruhnya dapatmelalui saringan dengan lubang-lubang persegi3 mm.
Kerikil
Agregat kasar kerikil dapat berupa kerikil alam atau berupa batu pecah
yang diperoleh dari pemecahan batu, dengan ukuran
butir
umumnya lebih besar dari 5 mm dan terdiri dari butir-butir yang keras, tidak berporidan beraneka ragam besarnya.
6.
7.
56 57
\
8.
Agregat kasar tidak boleh mengandung lumpur lebih dari
1
o/o beralkering, dan tidak boleh mengandung zat-zat yang dapat merusdk beton,
zat-zat yang reaktif alkali,
Batu bata
Batu bata harus bersisi tajam dan berbentuk persegi panjang tanpa salah
bakar atau retak-retak, pada bidang patahan yang baru, harus terlihat
pembakarannya masak merata
dan tanah
liat
yang
dibakar tidak mengandung tras kapur atau bahan-bahan yang dapat merusak, sedangiumlah batu bata yang pecah tidak boleh lebih dari 5 %.
Rata-rata kokoh tekan dari batu bata dalam keadaan jenuh
air,
tidak boleh kurang dari60 kglcm2, dan tidak boleh ada batu bata yang kokoh tekannya kurang dari 30 kg/cm2.Ukuran batu bata umumnya ialah: Tebal Lebar Panjang Berat 4,8
-
7,3 cm 10,5-
11,5cm22 -24
cmkira-kira 3 kg per biji.
9.
Sehingga untuk pasangan batu bata 1 m3, diperlukan jumlah batu bata
450
-
600 biii.Genteng
Genteng harus baik bentuknya, tidak meleot, dapat m@nutup dengan
cukup rapat dan rata, bila diketuknya nyaring bunyinya, dan pada bidang
patahan baru, harus terlihat pembakaran masak dan merata, dan tidak
mengandung bahan-bahan yang dapat merusak, misalnya teras kapur dan batu-batu kecil.
Untuk genteng "Echtse" yang umum disebut "genteng press", tidak di-perbolehkan merembeskan air, dan bila diletakkan bebas diatas dua buah
sandaran kayu yang berjarak antara 20 cm, harus dapat menahan beban
130 kg atau diinjak orang tanpa pecah.
Sirap
Sirap harus lurus seratnya, bebas dari mata kayu dan gubal kayu muda,
tidak terdapat retak-retak.
Sirap biasanya dibuat dari kayu besi Kalimantan atau jenis kayu iati yang baik.
7
Ukuran sirap dari kayu besi ialah:
Panjang sisi-sisinya
:
600-
615 mm Lebar Tebal: 80-
90mm: 3-
Smm11.
KayuPada umumnya kayu harus bersifat baik dan sehat dengan ketentuan,
bahwa segala
sifat
dan kekurangan yang berupa retak-retak, lubangcacing, mata kayu dan arah serat kayu yang miring, dalam pemakaiannya
harus tidak akan merusak atau mengurangi nilai konstruksi. Kayu juga
harus cukup kering.
12.
Ubin semen PortlandUbin semen Portland harus memenuhi syarat-syarat yang antara lain
ialah:
a.
Ubin-ubin itu harus halus, padat dan rata.b.
Ubin-ubin itu harus keras dan kering.c.
Ubin-ubin itu harus nyaring suaranya.d.
Lapis atas ubin-ubin itu, bila dibasahi tidak boleh menunjukkanretak-retak rambut.
e.
Warna setiap ubin harus merata.f
.
Ubin-ubin itu harus sempurna bentuk dan ukurannya.g.
Ubin-ubinitu
harus mempunyai pinggiran-pinggiranyang
cukup tajam dan tidak rusak.h.
Tebal lapisan atas (lapis-kikisan) harus sekurang-kurangnya 2 mm.BAB III
KONSTRUKSI ATAP
Secara umum konstruksi atap harus didasarkan atas
perhitungan-per-hitungan yang teliti dan dapat dipertanggungjawabkan, kecuali untuk
kon-struksi atap yang sederhana, tidak disyaratkan adanya
perhitungan-perhitung-an.
Bentuk atap yang biasa digunakan ialah bentuk atap datar dari konstruksi beton bertulang dan bidang atap yang miring dari genteng, sirap, seng
gelom-bang atau asbes semen gelombang.
58
\
Atap yang rata datar, tidak memiliki ruang udara penyekat panas, sinar
matahari yang terus menyinari atap membuat ruang
di
bawah atap terasapanas. Untuk mengurangi panas, maka sebaiknya letak langit-langit agak
diturunkan, sehingga antara langit-langit dan atap beton membentuk ruang
udara penyekat panab.
Pada bidang atap yang miring mendaki, paling banyak menggunakan
penutup genteng, karena cukup awet dan murah meskipun genteng dapat
diresapi air dan kotoran, sehingga warnanya cepat berubah menjadi hitam.
Penutup atap genteng susunannya tidak dapat rapat sekali, maka air dan
debu dapat merembes masuk, terutama waktu hujan disertai angin, untuk
menghindari masuknya
air
hujan terhembus angin, maka kemiringan atapgenteng dibuat cukup curam, yaitu sudutnya antara 35
-
60o., sehingga airhujan dapat cepat mengalir ke bawah.
Penutup atap dari sirap atau asbes semen gelombang, selain lebih ringan,
juga susunannya lebih rapat dan rata, maka air hujan tak mudah merembes
meskipun dihembus angin, sehingga kemiringan atap sirap atau asbes semen
gelombang dapat kurang dari 35o, sudut terlandai dapat 50, tetapi sebaiknya
sudut kemiringannya di antara 150 sampai 90o, sudut tegak 90o biasa diguna-kan untuk list plank penutup sisi.
Karena rapatnya penutup atap dari seng gelombang atau asbes semen
gelombang, maka tekanan angin pada muka atap ini lebih besar diba.nding
atap genteng, sehingga atap seng gelombang atau asbes semen gelombang
sebaiknya dibuat dengan sudut miring yang kecll (landai), dan terutama
di-gunakan untuk pembuatan penutup atap bangun'hn-bangunan besar dengan
muka bidang atap yang luas dan terletak di daerah yang banyak angin,
misal-nya
untuk
pabrik-pabrik atau gudang-gudangdi
lapangan luas,hanggar-hanggar pesawat di lapangan terbang dan gudang-gudang di pelabuhan laut.
Bentuk dari bidang atap yang miring ada beberapa macam, tetapi yang
biasa digunakan untuk perumahan ialah:
1.
Bentuk atap joglo, yang mencerminkan bentuk bangunan Jawa klasik.2.
Bentuk atap pelana atau zadeldak, karena konstruksinya yang sederhana,maka banyak digunakan pada perumahan umum (public housing).
3.
Bentukatap
limasanatau
Schilddak, bentuknya lebih rajin, sehinggabanyak digunakan untuk perumahan baru yang modern.
4.
Bentukatap
sengkuapatau sisir
pisang (lessenaardak), biasa untuk membuat ruangan kecil di sisi tembok yang tinggi, dan digunakan sebagai rumah samping.5.
Bentukatap
gerigi gergajiatau
zaagdak, terutama digunakan untuk pabrik-pabrik, dengan gerigi diarahkan ke selatan, agar dapat menerimacahaya penerangan dan menghindarkan masuknya panas sinar matahari.
IAN IilILAYAII
DEP.P
DAN
L
59J& Walikota
Mustajab 6ENU
NABAYA
IF--Model rumah dengan bentuk atap joglo 60
Arsitek: Handoyo BAE
Arsitek: Handoyo BAE
Model rumah dengan bentuk atap pelana
r'
Model rumah dengan bentuk atap limasan 62
Arsitek: Handoyo BAE
Model rumah dengan bentuk atap sisir-pisang
Arsitek : Handoyo BAE 63
Bentuk atap gerigi gergaji
u
Bentuk atap datar
65
Bentuk kuda-kuda iJ
'l
E to i N
)
66 67Seluruh berat atap dipikul oleh kuda-kuda, melalui konstruksi yang
ter-:;usun dari reng-reng, usuk-usuk (kasau-kasau) dan gording-gording. Pada
tcmbok, untuk meratakan tekanan usuk dan mengikat kedudukan usuk, maka
pada muka atas tembok dipasangkan balok tembok/blandar (muurplaat).
Ukuran kayu yang umum digunakan ialah:
1.
Reng, ukuran2 x
3 cm, jarak pemasangannya disesuaikan dengan besarkecil genteng atau sirap yang digunakan.
2.
Usuk (kasau), ukuran4
x
6 cm atau5
x
7 cm, jarak antara usuk-usukialah 50 cm.
3.
Gording, ukuran8
x
12 cm atau8
x
16 cm, jarak antara masing-masinggording ialah 2,50
-
3 m.4.
Balok tembok, ukuran8
x
10 cm atau8
x
12 cm.Dengan adanya bermacam-macam bentuk
atap,
berbagai kemiringanbidang atap dan berbagai jenis penutup atap dengan berat yang berbeda, juga
mengingat besar kecilnya bentang dari ruangan, maka terdapat pula berbagai
bentuk konstruksi kuda-kuda.
BAB IV
LANGIT-LANGIT (CEI LI NG)
Di bawah kuda-kuda dipasang penutup yang disebut langit-langit, dan
biasanya terbuat dari bahan-bahan :
1.
Pelat asbes semen rata setebal 3,2-
4 mm, ukuran yangbanyak_diguna-kan ialah
1
x
1 meter. Kebaikan langit-langit dari pelat asbes semen rataialah murah
dan awet,
tetesanair
dari
kebocoranatap tidak
mem-pengaruhi, juga tidak dapat terbakar.
2.
Kepang bambukulitan, untuk
digunakan penutup langit-langit biasadibuat lebih halus dan rapat, meskipun harganya lebih murah, tapi kurang
awet, langit-langit kepang bila sudah agak lama akan menjadi cembung
dan
tidak rata lagi,
sehingga tampak kurang rajin. Pada langit-langit kepang bambu, tidak boleh dilabur dengan kapur, karena serpih-serpihkapur mudah jatuh dah dapat mengganggu kesehatan.
1.
2.
Tujuan pemasangan langit-langit ialah:
Untuk menutupi seluruh konstruksi atap dan kuda-kuda penyangganya,
agar tidak terlihat dari bawah, sehingga ruangan akan terlihat bersih dan
indah.
Untuk menahan jatuhnya debu dan kotoran lain, juga menahan tetesan air
hujan yang merembes melalui celah-celah atap.
3.
Untuk membuat ruang antara yang berguna sebagai penyekat panas,sehingga panas
atap
tidak
mudah
menjalarke
dalam
ruangan dibawahnya.
BAB V
DTNDING.DINDING
Dinding-dinding harus tegak lurus betul, agar dapat memikul berat
sen-diri, beban tekanan angin dan bila sebagai dinding pemikul, harus pula dapat memikul beban-beban di atasnYa.
Dinding-dinding harus terpisah dari pondasi oleh suatu lapisan rapat air
(cement-raam
atau
trasraam) sekurang-kurangnya 15cm
di
bawahper-mukaan tanah sampai 20 cm di atas lantai bangunan agar air tanah tidak dapat
meresap naik ke atas, sehingga dinding tembok terhindar dari basah dan
lembab, dan tampak bersih tidak berlumut. Dinding-dinding di kamar mandi
dan kakus, setinggi sekurang-kurangnya 1,50
m di
atas permukaan lantaiharus rapat air. Dinding bangunan biasa dibuat dari batu bata, batu cetak
tras/kapur dan batu alam. Pada dinding ringan untuk penyekat ruangan,
dapat digunakan kayu, papan triplex atau asbes semen.
Dinding pasangan batu bata adalah'yang terbanyak digunakan, tetapi
batu bata
di
lndonesia sifatnya kurang kerasdan
rapat, bila dibanding dengan batu bata yang dibuat di Eropa; hal ini disebabkan oleh bahan dasardan cara membakar dalam pembuatan batu bata masih sangat sederhana;
oleh karena
itu,
untuk menambah keawetan terhadap pengaruh iklim danmemperkuat ikatan, maka pasangan dinding batu bata selalu diplester pada
kedua sisinya.
Batu bata yang bentuknya teratur, lebih mudah dipasang menjadi dinding
tembok daripada batu alam/asli; pasangan batu bata untuk dinding-dinding
luar pada bangunan tidak bertingkat, dan dinding dalam pembagi ruangan,
dapat dipakai pasangan batu bata % batu, tetapi karena dinding-dinding tipis
68
T
Kolom beton pada sudut dinding pasangan batu bata lz batu
3m 3m
Kolom-kolom beton untuk perkuatan dinding pasahgan batu bata