1
Proses belajar mengajar merupakan serangkaian aktivitas yang terdiri dari persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Ketiga hal tersebut merupakan rangkaian utuh yang harus dilaksanakan oleh seorang guru. Hal yang paling berat dari ketiga komponen tersebut adalah menganilisis hasil evaluasi siswa. Secara umum masih sangat banyak dijumpai guru-guru yang menganalisis hasil evaluasi siswa secara manual sehingga hal tersebut memerlukan proses yang lama dan hasilnya kurang akurat. Pada penelitian ini penulis jumpai kesulitan yang dihadapi oleh guru-guru Bahasa Inggris pada SMP N 6 Denpasar dalam mengevaluasi hasil tulisan Bahasa Inggris karena terdapat beberapa kriteria yang harus dinilai.
Dalam penenentuan kecakapan menulis Bahasa Inggris Siswa terdapat lima hal penting sebagai kriteria yang akan menjadi alat ukur penilaian kemampuan siswa dalam menulis Bahasa Inggris. Kriteria yang digunakan sebagai pertimbangan dalam penentuan kecakapan menulis Bahasa Inggris siswa yang dikutip dari Marhaeni (2005) yaitu, Pengembangan Konten (Content Development), Penyusunan (Organization), Tatabahasa/Struktur Kalimat (Grammar/Structure), Kosakata (Vocabulary), dan Mekanisme Penulisan (Mechanics).
Dalam penelitian ini, akan dirancang sebuah sistem yang dapat mengelompokkan data siswa berdasarkan atribut kriteria yang akan menjadi alat ukur penilaian dalam menulis Bahasa Inggris menggunakan teknik clustering.
Clustering merupakan suatu pekerjaan yang memisahkan data ke dalam sejumlah
kelompok (cluster) menurut karakteristiknya masing-masing (Prasetyo, 2014) dengan tujuan, objek yang ada dalam sebuah kelompok memiliki kesamaan atau terkait satu sama lain dan objek tersebut tidak sama dengan objek yang berada pada kelompok yang lain (Tan P., Steinbach M., Kumar V., 2005). Salah satu algoritma yang dapat digunakan untuk melakukan proses clustering adalah algoritma
k-Means. Algoritma k-Means merupakan algoritma pengelompokan iteratif yang
di mana algoritma k-Means sederhana untuk diimplementasikan dan dijalankan, realtif cepat, dan mudah beradaptasi (Wu & Kumar, 2009 dalam Prasetyo, 2014). Algoritma k-Means terkenal akan efisiensinya dalam melakukan proses clustering pada data set yang besar. Akan tetapi, algoritma ini terbatas pada data yang menggunakan nilai numerik sehingga Huang Z. (1998) memperkenalkan suatu algoritma yang memperluas algoritma k-Means untuk dapat melakukan proses
clustering pada data yang bersifat kategorik ataupun campuran antara data numerik
dan data kategorikal. Algoritma pertama yang diperkenalkan adalah algoritma
k-Modes, di mana algoritma ini menggunakan pengukuran pencocokan
ketidaksamaan sederhana terhadap objek-objek kategorikal, mengganti means dari cluster menggunakan modus, dan menggunakan sebuah metode berbasis frekuensi untuk memperbarui modus pada proses clustering untuk meminimalkan fungsi biaya clustering. Dengan perluasan tersebut, algoritma k-Modes mampu melakukan proses clustering terhadap data kategorikal seperti layaknya pada algoritma
Means. Selain algoritma Modes Huang juga memeperkanalkan algoritma k-Prototype yang mengintegrasikan algoritma k-Means dan k-Modes untuk
melakukan clustering dengan data campuran antara data numerik dan data kategorikal.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kemudahan kepada guru Bahasa Inggris khususnya di SMPN 6 Denpasar dalam melakukan proses analisis dan evaluasi terhadap penilaian tingkat kecakapan siswa dan menjadi tolak ukur atau acuan dalam meningkatkan tingkat kecakapan siswa dalam menulis.
1.2 Rumusan Masalah
Sesuai dengan latar belakang yang telah disampaikan di atas, dapat dirumuskan permasalahan dalam penelitian ini yaitu :
a. Bagaimana merancang suatu sistem yang mampu melakukan proses
clustering data siswa berdasarkan atribut kriteria dalam penentuan tingkat
kecakapan menulis Bahasa Inggris ?
b. Bagiamana mencari jumlah cluster k yang optimal dalam proses clustering penentuan tingkat kecakapan menulis Bahasa Inggris ?
1.3 Batasan Masalah
Adapun batasan masalah dari penelitian ini yaitu: a. Sistem yang dibangun adalah sistem berbasis web.
b. Siswa dapat menggunakan sistem apabila sudah didaftarkan terlebih dahulu oleh guru ke dalam sistem.
c. Proses penilaian dilakukan langsung oleh guru melalui sistem.
d. Implementasi yang dibuat dengan ruang lingkup siswa sekolah menengah pertama kelas VIII pada SMPN 6 Denpasar.
e. Algoritma yang digunakan untuk proses clustering adalah K-Modes dengan menggunakan atribut yang merupakan data kategorikal.
f. Materi-materi dan soal-soal yang digunakan telah ditentukan sebelumnya oleh guru.
g. Kriteria utama yang digunakan sebagai pertimbangan dalam penentuan kecakapan menulis Bahasa Inggris siswa dikutip dari Marhaeni (2005) yang diberikan oleh guru yaitu, Pengembangan Konten (Content Development), Penyusunan (Organization), Tatabahasa/Struktur Kalimat (Grammar/Structure), Kosakata (Vocabulary), dan Mekanisme Penulisan (Mechanics)dengan kategori pada setiap kriteria utama dibagi menjadi lima bagian yaitu, Sangat Rendah, Rendah, Sedang, Tinggi, dan Sangat Tinggi.
1.4 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk merancang sebuah sistem yang dapat membantu guru pada SMPN 6 Denpasar khususnya guru Bahasa Inggris dalam mengevaluasi kinerja siswa di bidang kecakapan menulis, di mana sistem ini berfungsi untuk melakukan proses pengelompokan siswa berdasarkan kriteria-kriteria yang ditentukan. Dari hasil pengelompokan tersebut sistem diharapkan dapat membantu guru untuk memperoleh faktor-faktor apa saja yang menjadi pengaruh dalam tingkat kecakapan menulis siswa.
1.5 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah dapat membantu para pengajar (guru) dalam mengukur kinerja ataupun kemampuan dan kecakapan dari siswa SMP dalam menulis Bahasa Inggris.
1.6 Metodologi Penelitian
Pada sub bab metodologi penelitian ini akan menjelaskan langkah-langkah yang akan dilalui untuk melakukan perancangan sistem. Adapun sub bab bahasan yang akan dijelaskan adalah desain penelitian, pengumpulan data, pengolahan data awal, dan metode yang digunakan.
1.6.1 Desain Penelitian
Penelitian ini mengambil judul “Perancangan Sistem Penentuan Kecakapan Menulis Siswa SMP Menggunakan Algoritma K-Modes Clustering”. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Di mana penelitian dipusatkan pada suatu kasus tertentu dengan menggunakan individu atau kelompok sebagai bahan studinya. Penggunaan penelitian studi kasus ini biasanya difokuskan untuk menggali dan mengumpulkan data yang lebih dalam terhadap objek yang diteliti untuk dapat menjawab permasalahan yang sedang terjadi (Hasibuan, 2007:81). Penilitian ini akan mengambil tempat pada SMPN 6 Denpasar.
Pada permasalahan yang diambil, akan ada 5 kriteria yang digunakan sebagai acuan dalam penilaian kecakapan menulis Bahasa Inggris siswa kelas IX. Kriteria tersebut yaitu Pengembangan Konten (Content Development), Penyusunan (Organization), Tatabahasa/Struktur Kalimat (Grammar/Structure), dan Kosakata (Vocabulary). Permasalahan yang ingin diselesaikan yaitu membantu guru pada SMPN 6 Denpasar khususnya guru Bahasa Inggris dalam mengevaluasi kinerja siswa di bidang kecakapan menulis, di mana sistem ini berfungsi untuk melakukan proses analisis dan pengelompokan siswa berdasarkan kriteria-kriteria yang ditentukan serta dapat memperoleh faktor-faktor apa saja yang menjadi pengaruh dalam tingkat kecakapan menulis siswa. Sistem yang dibangun menggunakan
metode clustering menggunakan algoritma k-Modes yang digunakan untuk melakukan pengelompokan data bersifat kategorikal.
1.6.2 Pengumpulan Data
Setelah tahapan identifikasi masalah dan tujuan telah dilaksanakan, maka tahapan selanjutnya adalah tahap pengumpulan data. Untuk mengetahui data apa saja yang dibutuhkan untuk menyelesaikan permasalahan ini, sebelumnya telah dilakukan studi literatur dan studi lapangan.
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi yaitu metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan menghubungi pihak SMPN 6 Denpasar untuk mendapatkan data dan melakukan wawancara langsung kepada narasumber yang dalam kasus ini adalah guru Bahasa Inggris yang akan menggunakan sistem.
Jenis data yang digunakan pada penelitian ini dari cara memperolehnya yaitu data primer. Data primer adalah data yang diambil langsung dari objek penelitian atau merupakan data yang berasal dari sumber asli atau pertama. Data primer tersebut harus dicari melalui narasumber atau responden yaitu orang yang dijadikan objek penelitian atau orang yang dijadikan sebagai sarana informasi maupun data (Hasibuan, 2007).
Pada penelitian ini data yang digunakan adalah data dari hasil tulisan siswa untuk soal yang telah diberikan oleh pihak guru yang diperiksa. Soal tersebut mengacu pada kriteria-kriteria yang telah ditentukan pada tahap sebelumnya untuk mengukur kecakapan menulis siswa.
1.6.3 Metode Yang Digunakan
Dalam perancangan Sistem Penentuan Kecakapan Menulis Bahasa Inggris Siswa SMP, metode yang digunakan adalah metode clustering menggunakan algoritma k-Modes dan modifikasinya. Metode clustering adalah sebuah teknik pengelompokan data ke dalam beberapa kelompok sesuai dengan kedekatan atribut yang dimilikinya sedangkan algoritma yang digunakan adalah algoritma k-Modes yang merupakan pengembangan dari algoritma k-Means dalam melakukan
pengelompokan data yang memiliki atribut kategorikal. Sedangkan untuk metodologi pengembangan perangkat lunak yang digunakan adalah metode