L
LLAAAKKKIIIPPPBBBAAAPPPEEENNNDDDAAATTTAAAHHHUUUNNN222000111999
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar BelakangPenyelenggaraan pemerintahan yang baik (good governance)
merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk
mewujudkan aspirasi masyarakat dan mencapai tujuan serta cita-cita bangsa dan negara. Untuk itu diperlukan pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang tepat, jelas, terukur dan legitimate sehingga penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dapat berlangsung secara berdaya guna, berhasil guna, bersih dan bertanggungjawab serta bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme.
Dalam rangka itu, pemerintah telah menerbitkan Instruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres) yang mewajibkan setiap instansi pemerintah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan negara untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya serta kewenangan pengelolaan sumber daya dengan didasarkan suatu perencanaan strategis yang ditetapkan oleh masing-masing instansi. Pertanggungjawaban tersebut berupa laporan yang berisi gambaran perwujudan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) yang disusun dan disampaikan secara sistematik dan melembaga yang kemudian disebut LAKIP.
Selain berperan sebagai alat kendali, alat penilaian kualitas kinerja dan alat pendorong terwujudnya good governance dalam perspektif yang lebih luas, LAKIP juga berfungsi sebagai media pertanggungjawaban kepada publik. Semua itu memerlukan dukungan dan peran serta aktif seluruh lembaga pemerintahan
L
LLAAAKKKIIIPPPBBBAAAPPPEEENNNDDDAAATTTAAAHHHUUUNNN222000111999
pusat dan daerah, serta partisipasi masyarakat. Dukungan tersebut merupakan pendorong utama dalam penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan sebagai perwujudan pelaksanaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
LAKIP Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Purwakarta disusun untuk memenuhi pencapaian kinerja Bapenda pada Tahun Anggaran 2018 dan merupakan pertanggungjawaban atas pelaksanaan kebijakan, program dan kegiatan sebagaimana yang sudah dirumuskan dalam Rencana Strategis.
1.2 Dasar Hukum
Penyusunan LAKIP Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Purwakarta Tahun 2019 didasarkan atas :
1) Tap MPR RI Nomor XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas KKN;
2) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah;
3) Peraturan Presiden RI Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
4) Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kierja, Pelaporan Kinerja dan Tatacara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah;
5) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun
L
LLAAAKKKIIIPPPBBBAAAPPPEEENNNDDDAAATTTAAAHHHUUUNNN222000111999
2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pemabngunan Daerah; 6) Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2008 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
7) Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor
239/IX/6/8/2008 tentang Pedoman Penyusunan dan
Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
8) Peraturan Bupati Purwakarta Nomor 148 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Perangkat Daerah;
9) Peraturan Bupati Purwakarta Nomor 179 Tahun 2016 tentang Perincian Tugas dan Fungsi Badan Pendapatan Daerah;
10) Peraturan Daerah Nomor 01 Tahun 2019 tentang RPJMD 2018-2023;
11) Rencana Stratejik Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Purwakarta Tahun 2018-2023;
12) Rencana Kerja Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Purwakarta Tahun 2019;
1.3 Kewenangan Pemerintah Daerah
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, terdapat 3 jenis penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi dasar bagi Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan Otonomi Daerah, yaitu asas Desentralisasi, Dekonsentrasi, dan Tugas Pembantuan. Desentralisasi adalah pemberian wewenang oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk mengurus urusan daerahnya sendiri berdasarkan asas otonom. Dekonsentrasi adalah pelimpahan sebagian Urusan
L
LLAAAKKKIIIPPPBBBAAAPPPEEENNNDDDAAATTTAAAHHHUUUNNN222000111999
Pemerintahan yang menjadi kewenangan Pemerintah Pusat kepada gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat, kepada instansi vertikal di wilayah tertentu, dan/atau kepada gubernur dan bupati/wali kota sebagai penanggung jawab urusan pemerintahan umum. Sedangkan Tugas Pembantuan adalah penugasan dari Pemerintah Pusat kepada daerah otonom untuk melaksanakan sebagian Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Pemerintah Pusat atau dari Pemerintah Daerah provinsi kepada Daerah kabupaten/kota untuk melaksanakan sebagian Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah provinsi.
Pemerintah daerah adalah implementator kebijakan publik
yang mengemban tugas dan fungsi-fungsi pelayanan,
perlindungan dan pemberdayaan masyarakat. Pemerintah daerah baik provinsi maupun kota/kabupaten tentu memiliki wewenang dalam mengurus urusan pemerintahannya masing-masing. Kewenangan yang dibuat harus sesuai aturan perundangan-undangan.
Penyelenggaraan kewenangan pemerintahan oleh
Pemerintah Kabupaten Purwakarta didasarkan kepada
peraturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu berdasarkan Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah. Urusan pemerintahan yang diselenggarakan oleh
pemerintah kabupaten merupakan urusan pemerintahan
konkuren.
Urusan pemerintahan konkuren adalah urusan
pemerintahan yang dibagi antara pemerintah pusat, daerah provinsi, dan daerah kota/kabupaten. Urusan pemerintahan konkuren yang diserahkan ke daerah menjadi dasar pelaksanaan otonomi daerah.
L
LLAAAKKKIIIPPPBBBAAAPPPEEENNNDDDAAATTTAAAHHHUUUNNN222000111999
Berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 179 Tahun 2016, Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kabupaten Purwakarta merupakan badan penyelenggara urusan pemerintahan dan pelayanan umum dibidang pendapatan daerah. Pendapatan daerah yang dikelola dan diatur kebijakannya oleh BAPENDA diantaranya pengelolaan urusan pemerintah daerah di bidang pengelolaan pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, parkir, penerangan jalan, mineral bukan logam dan batuan, air tanah, lain-lain pendapatan asli daerah yang sah (LLPADS) dan pembinaan retribusi daerah, pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) dan Pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), yaitu meliputi kegiatan pendataan dan penilaian, pengelolaan data dan informasi, serta pelayanan dan penetapan serta penagihan pengelolaan pajak dan pendapatan daerah lainnya.
1.4 Aspek Strategis Daerah
Sistematika Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Purwakarta Tahun 2018 ini disajikan mengikuti alur pikir sebagaimana Gambar 1.1 dibawah ini.
L
LLAAAKKKIIIPPPBBBAAAPPPEEENNNDDDAAATTTAAAHHHUUUNNN222000111999
Gambar 1.1 Alur Pikir Penyusunan LAKIP
Aspek strategis dipengaruhi oleh faktor-faktor penentu keberhasilan bagi pendapatan daerah. Adapun faktor penentu keberhasilan adalah faktor-faktor yang ada dalam organisasi maupun yang berada di luar organisasi yang keberadaannya akan sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan misi dan pencapaian visi organisasi.
Faktor-faktor penentu keberhasilan berfungsi untuk lebih memfokuskan strategi organisasi dalam rangka pencapaian visi dan pelaksanaan misi organisasi secara efektif dan efisien. Faktor-faktor tersebut antara lain:
1) Perangkat perundang-undangan yang mendukung;
2) Kualitas sumber daya manusia dan profesionalisme aparatur;
3) Kelembagaan dan manajemen pemerintahan.
Indikator Indikator Pernyataan Visi dan Misi Tujuan Strategis Sasaran Strategis Program Kegiatan
L
LLAAAKKKIIIPPPBBBAAAPPPEEENNNDDDAAATTTAAAHHHUUUNNN222000111999
1.5 Struktur Organisasi
1.5.1 Struktur Organisasi
Susunan struktur organisasi Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kabupaten Purwakarta sesuai dengan Peraturan Bupati Purwakarta Nomor 179 Tahun 2016 tentang Perincian Tugas dan Fungsi BAPENDA, terdiri dari:
1) Kepala Badan
2) Sekretaris, membawahkan:
• Sub Bagian Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan • Sub Bagian Kepegawaian dan Umum
3) Bidang Pendapatan I, membawahkan : • Seksi Penggalian Potensi
• Seksi Pendataan dan Penilaian • Seksi Pelayanan dan Penetapan 4) Bidang Pendapatan II, membawahkan :
• Seksi Pendataan dan Penilaian
• Seksi Pengolahan Data dan Informasi • Seksi Pelayanan dan Penetapan
5) Bidang Penagihan, membawahkan : • Seksi Penagihan
• Seksi Pengendalian dan keberatan • Seksi Evaluasi dan Pelaporan
L
LLAAAKKKIIIPPPBBBAAAPPPEEENNNDDDAAATTTAAAHHHUUUNNN222000111999
1.5.2 Sumber Daya Manusia
Tabel 1.1 Data Pegawai Bapenda
No Uraian Jumlah Pegawai
1 Pangkat/Golongan a. Golongan IV 3 b. Golongan III 31 c. Golongan II 29 d. Golongan I 0 e. PTT 13 f. THL 33 Jumlah 109 2 Pendidikan a. S-2 3 b. S-1 50 c. D-3 8 d. SLTA 45 e. SLTP 3 f. SD 0 Jumlah 109
Jumlah Sumber Daya Manusia pada Badan pendapatan Daerah Kabupaten Purwakarta sebanyak 109 (serratus sembilan) orang, terdiri dari jabatan struktural sebanyak 16 orang, jabatan fungsional sebanyak 47 orang, Pegawai Tidak Tetap sebanyak 13 orang, dan pegawai Tenaga Harian Lepas sebanyak 33 orang.
Adapun komposisi pegawai pada Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Purwakarta berdasarkan tingkat pendidikannya didominasi oleh pegawai lulusan S1 dan SLTA.
L
LLAAAKKKIIIPPPBBBAAAPPPEEENNNDDDAAATTTAAAHHHUUUNNN222000111999
1.5.3 Tugas Pokok dan Fungsi
Sesuai dengan Peraturan Bupati Purwakarta Nomor 179 Tahun 2016 tentang Perincian Tugas dan Fungsi Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Purwakarta, Tugas Pokok dan Fungsi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Purwakarta adalah melaksanakan sebagian urusan pemerintahan daerah dibidang pengelolaan pendapatan daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan. Adapun Tugas Pokoknya antara lain:
1. Kepala Badan mempunyai tugas pokok memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan Badan dalam melaksanakan sebagian urusan pemerintahan daerah di bidang pendapatan daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan.
2. Sekretaris mempunyai tugas membantu kepala badan dalam mengelola urusan kesekretariatan yang meliputi administrasi urusan perencanaan, keuangan serta kepegawaian dan administrasi umum.
3. Kepala Bidang Pendapatan I mempunyai tugas
melaksanakan pengelolaan urusan pemerintah daerah di bidang pengelolaan pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, parkir, penerangan jalan, mineral bukan logam dan batuan, air tanah, Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah (LLPADS) dan pembinaan retribusi daerah.
4. Kepala Bidang Pendapatan II mempunyai tugas
melaksanakan pengelolaan urusan pemerintah daerah di bidang pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) dan Pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), yaitu
L
LLAAAKKKIIIPPPBBBAAAPPPEEENNNDDDAAATTTAAAHHHUUUNNN222000111999
meliputi kegiatan pendataan dan penilaian, pengelolaan data dan informasi, serta pelayanan dan penetapan.
5. Kepala Bidang Penagihan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan pemerintah daerah di Bidang Penagihan pengelolaan pajak dan pendapatan daerah lainnya.
Dalam melaksanakan Tugas Pokok sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Bupati Nomor 179 Tahun 2016, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Purwakarta mempunyai fungsi sebagai berikut:
1) Perumusan kebijakan teknis di bidang pengelolaan pendapatan daerah;
2) Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang pengelolaan pendapatan daerah;
3) Pembinaan dan pelaksanaan tugas bidang Pengelolaan Pendapatan Daerah;
4) Penyelenggaraan pembinaan dan ketatausahaan dinas; dan 5) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai
L
LLAAAKKKIIIPPPBBBAAAPPPEEENNNDDDAAATTTAAAHHHUUUNNN222000111999
PERBUP PURWAKARTA NO.148 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN SUSUNAN ORGANISASI TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA PERANGKAT DAERAH
BAGAN STRUKTUR ORGANISASI
L
LLAAAKKKIIIPPPBBBAAAPPPEEENNNDDDAAATTTAAAHHHUUUNNN222000111999
BAB II
PERENCANAAN KINERJA
2.1 Rencana StrategisRencana Strategis Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Purwakarta dari Tahun 2018-2023 bertujuan untuk mendorong terwujudnya Visi dan terlaksananya Misi Kabupaten Purwakarta serta untuk meningkatkan koordinasi, integrasi, Sinkronisasi dan Simplifikasi sehingga tercapai efisiensi dan efektifitas dalam
pelaksanaan Pengelolaan Pendapatan Daerah Kabupaten
Purwakarta.
Selama kurun waktu Tahun Anggaran 2019, Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Purwakarta memiliki 1 (satu) sasaran strategis dan 1 (satu) indikator kinerja sesuai dengan Formulir Penetapan Kinerja Tingkat Satuan kerja Perangkat Daerah, Sasaran Strategis tersebut yaitu:
a. Meningkatnya realisasi penerimaan pendapatan asli daerah, sasaran ini didukung oleh 1 (satu) buah indikator kinerja yaitu Rasio Pendapatan Asli Daerah terhadap Pendapatan Daerah dengan target sebesar 19,00% dan didukung oleh Program Peningkatan Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan 37 kegiatan pendukung diantaranya yaitu:
1) Pengendalian dan Pengawasan Pajak Daerah Non PBB dan
BPHTB
2) Peningkatan pengawasan potensi pajak wajib pajak daerah
Non PBB dan BPHTB (Uji Petik)
3) Sosialisasi dan penyuluhan pajak daerah Non PBB dan BPHTB
L
LLAAAKKKIIIPPPBBBAAAPPPEEENNNDDDAAATTTAAAHHHUUUNNN222000111999
4) Pembinaan kepada Wajib Pajak Daerah Non PBB dan
BPHTB
5) Pemutakhiran data wajib pajak daerah Non PBB dan
BPHTB
6) Pemeliharaan dan pengembangan aplikasi SIMPATDA
7) Pemeliharaan dan pengembangan aplikasi e-SPTPD
8) Penelitian dan pemeriksaan lapangan pajak daerah Non PBB dan BPHTB
9) Peningkatan pengelolaan pelayanan pajak daerah Non PBB
dan BPHTB
10) Peningkatan sarana pelayanan pajak daerah Non PBB dan BPHTB
11) Pendataan objek dan subjek pajak daerah Non PBB dan BPHTB
12) Apresiasi terhadap wajib pajak taat pajak
13) Pengelolaan pelayanan PBB dan validasi BPHTB 14) Pencetakan masal SPPT dan DHKP PBB P2 15) Pembinaan dan sosialisasi PBB dan BPHTB
16) Pendataan dan Penilaian Objek Pajak, Verfikasi Data dan Penelitian Lapangan Permasalahan PBB P2 dan BPHTB 17) Pemeliharaan dan pengembangan aplikasi SIP PBB 18) Perekaman data obyek dan subyek pajak PBB P2 19) Pemeliharaan dan pengembangan aplikasi SIP BPHTB
20) Pemeliharaan dan Pengembangan Aplikasi SIP Arsip (Document Workflow) Pelayanan Pajak Daerah
21) Evaluasi dan pelaporan pendapatan daerah
22) Peningkatan Kinerja Dana Bantuan Keuangan Provinsi 23) Pengamanan, Pengendalian dan Pengawasan Peningkatan
Penerimaan Pajak Daerah
L
LLAAAKKKIIIPPPBBBAAAPPPEEENNNDDDAAATTTAAAHHHUUUNNN222000111999
25) Pengendalian dan pengawasan pengurangan, pembatalan dan keberatan pajak daerah
26) Rekonsiliasi penerimaan pendapatan daerah
27) Pengadaan Aplikasi Dasboard Realisasi Penerimaan Pajak Daerah
28) Pengendalian penerimaan pendapatan retribusi daerah 29) Pengadaan Aplikasi e-PBB
30) Penyempurnaan ZNT / NIR PBB P2 31) Pengadaan Aplikasi SIP MBLB
32) Optimalisasi Peningkatan Potensi Pajak Daerah Non PBB dan BPHTB
33) Pengadaan Sarana Peningkatan Penerimaan Pajak Daerah Non PBB dan BPHTB (Tapping Box)
34) Pengadaan Aplikasi SMS Gateway BPHTB
35) Pengembangan Application Program Interface (API) PBB dan BPHTB
36) Pengadaan Aplikasi Penagihan 37) Pengadaan Aplikasi Retribusi
L
LLAAAKKKIIIPPPBBBAAAPPPEEENNNDDDAAATTTAAAHHHUUUNNN222000111999
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
Akuntabilitas adalah kewajiban untuk memberikan
pertanggungjawaban atau menjawab dan menerangkan kinerja
dan tindakan seseorang/badan hukum/pimpinan suatu
organisasi kepada pihak yang memiliki hak atau kewenangan
untuk meminta keterangan atau pertanggungjawaban.
Berdasarkan pada pemahaman tersebut di atas, maka semua instasi pemerintah, badan dan lembaga negara di pusat dan daerah sesuai dengan tugas pokok masing-masing karena akuntabilitas yang diminta meliputi keberhasilan dan juga kegagalan pelaksanaan misi instansi yang bersangkutan.
Akuntabilitas dapat diinterpretasikan mencakup
keseluruhan aspek tingkah laku seseorang atau dalam hal birokrasi, termasuk akuntabilitas spiritualnya maupun perilaku yang bersifat eksternal terhadap lingkungan dan masyarakat keseluruhan. Dalam semangat transparansi seperti itulah, Akuntabilitas Kinerja Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Purwakarta ini disusun dan disajikan kepada pihak-pihak terkait sebagai pertanggungjawaban administrasi, moral dan spiritual sesuai koridor peraturan perundang-undangan yang berlaku. ❖ Indikator Kinerja
Indikator Kinerja adalah ukuran kuantitatif dan kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan, dengan memperhitungkan indikator masukan (inputs), keluaran (outputs), hasil (outcomes), manfaat (benefits) dan dampak (impacts).
L
LLAAAKKKIIIPPPBBBAAAPPPEEENNNDDDAAATTTAAAHHHUUUNNN222000111999 ❖ Indikator Sasaran
Indikator Sasaran adalah sesuatu yang dapat menunjukkan secara signifikan mengenai keberhasilan atau kegagalan pencapaian sasaran. Indikator Sasaran dilengkapi dengan Target Kuantitatif dan satuannya untuk mempermudah pengukuran pencapaian sasaran.
❖ Indikator Kinerja Kegiatan
Kinerja Kegiatan dikelompokan ke dalam:
- Kelompok indikator input (masukan), adalah segala sesuatu yang dibutuhkan agar pelaksanaan kegiatan dan program dapat berjalan untukmenghasilkan keluaran. Indikator masukan ini antara lain berupa sumber daya manusia, dana, material, waktu, teknologi dan peraturan.
- Kelompok indikator output (keluaran) adalah sesuatu yang diharapkan langsung dapat dicapai dari hasil kegiatan dan program yang dapat berupa fisik maupun non fisik berdasarkan masukan yang digunakan.
- Kelompok indikator outcomes (hasil) adalah segala sesuatu yang mencerminkan berfungsinya keluaran kegiatan pada jangka waktu menengah, outcomes merupakan ukuran seberapa jauh setiap produk jasa dapat memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat.
- Kelompok indikator benefits (manfaat) adalah kegunaan suatu keluaran (outputs) yang dirasakan langsung oleh masyarakat dapat berupa tersedianya fasilitas yang dapat diakses oleh publik.
- Kelompok indikator impacts (dampak) ukuran tingkat
L
LLAAAKKKIIIPPPBBBAAAPPPEEENNNDDDAAATTTAAAHHHUUUNNN222000111999
umum lainnya yang dimulai oleh capaian kinerja setiap indikator dalam setiap kegiatan.
3.1 Capaian Kinerja Organisasi
Pencapaian sasaran Badan Pendapatan Daerah Kabupaten
Purwakarta pada Tahun Anggaran 2019, sesuai dengan dokumen perencanaan strategis 2018 - 2023 dapat dinilai melalui upaya pengukuran kinerja. Sebanyak 1 (satu) sasaran telah ditetapkan sebagai hasil daripada pemisahan DPKAD Kabupaten Purwakarta menjadi 2 (dua) badan Tipe B pada Tahun Anggaran 2016. Sedangkan 2 (dua) sasaran yang lain berada di Badan Keuangan dan Aset Daerah, sebagaimana telah tertuang dalam dokumen Penetapan Kinerja Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Purwakarta memiliki 1 (satu) indikator kinerja sasaran yaitu:
Tabel 3.1
Evaluasi Pencapaian Sasaran
Terciptanya Sistem Pengelolaan Pendapatan Daerah yang Profesional dan Akuntabel
No Indikator Sasaran Satuan
Tahun 2018 Tahun 2019 Tercapai/ Tidak
Tercapai Target Realisasi Target Realisasi 1 Rasio Pendapatan Asli Daerah terhadap Pendapatan Daerah % 18,50 18,06 19.00 19.34 Tercapai
Sasaran ini memiliki 1 (satu) buah indikator yaitu Rasio Pendapatan Asli Daerah terhadap Pendapatan Daerah yang realisasinya sebesar 19,34% dari target yang ditetapkan sebesar
19,00%. Pendapatan Asli Daerah mencapai Realisasi sebesar Rp 419.587.946.879,- dari Realisasi Pendapatan Daerah sebesar Rp 2.169.099.808.224,-
L
LLAAAKKKIIIPPPBBBAAAPPPEEENNNDDDAAATTTAAAHHHUUUNNN222000111999
Pendapatan Asli daerah terdiri dari:
- Hasil Pajak Daerah dengan target sebesar
Rp 295.168.111.000,- dan realisasi sebesar
Rp 244.826.953.244,- atau 82,94% yang didalamnya
terdapat Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan, Pajak Reklame, Pajak Penerangan Jalan, Pajak Parkir, Pajak Air Tanah, Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sektor Perdesaan dan Perkotaan, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Dengan capaian realisasi tertinggi pada Pajak Restoran dengan capaian 102,13% dan capaian realisasi terendah pada Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan dengan capaian hanya sebesar 19,29%.
- Hasil Retribusi Daerah dengan target sebesar
Rp 30.936.127.760,- dan realisasi sebesar
Rp 20.684.449.037,- atau 66.86% yang didalamnya
terdapat Retribusi Jasa Umum, Retribusi Jasa Usaha dan Retribusi Perizinan Tertentu. Dengan capaian realisasi tertinggi pada Retribusi Jasa Umum dengan capaian sebesar
68.56% dan capaian realisasi terendah Retribusi Jasa
Usaha dengan capaian hanya sebesar 62.95%.
- Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan
dengan target Rp 5,998.000.000- dan realisasi sebesar
Rp 5.349.792.210,- atau 89.19% yang didalamnya
terdapat Bagian laba atas Penyertaan Modal pada Perusahaan Milik Daerah/BUMD dan Bagian Laba atas Penyertaan Modal pada Perusahaan Milik Swasta. Dengan capaian realisasi tertinggi pada Bagian Laba atas Penyertaan
L
LLAAAKKKIIIPPPBBBAAAPPPEEENNNDDDAAATTTAAAHHHUUUNNN222000111999
Modal pada Perusahaan Milik Daerah/BUMD dengan capaian sebesar 92.50%.
- Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah dengan
target sebesar Rp 167.897.769.832,- dan realisasi sebesar
Rp 148.726.752.388,- atau 88.58% yang didalamnya
terdapat Hasil Penjualan Asset Daerah yang tidak dipisahkan, Jasa Giro, Pendapatan Bunga Deposito, Tuntutan Ganti Kerugian Daerah, Pendapatan Denda atas Keterlambatan Pelaksanaan Pekerjaan, Pendapatan Denda Pajak, Pendapatan Denda Retribusi, Pendapatan dari Pengembalian, Pendapatan dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), Pendapatan Dana Kapitasi JKN, Pendapatan Dana Non Kapitasi JKN dan Lain-lain PAD yang Sah lainnya. Dengan capaian realisasi tertinggi pada Penerimaan Jasa Giro dengan capaian sebesar 200,29% dan capaian realisasi terendah pada Penerimaan Tuntutan Ganti Kerugian Daerah (TGR) dengan capaian hanya sebesar 0.05%.
3.2 Realisasi Anggaran
Dalam Proses pencapaian Visi dan Misi Kabupaten Purwakarta menetapkan 1 buah sasaran dan 1 buah indikator. Adapun Sasaran tersebut didukung pula oleh sejumlah program dan kegiatan, tabel berikut ini akan menguraikan, anggaran, realisasi dan capaian kinerja per program:
L
LLAAAKKKIIIPPPBBBAAAPPPEEENNNDDDAAATTTAAAHHHUUUNNN222000111999
Tabel 3.2
No Sasaran Program Pendukung Target (Rp) Realisasi (Rp) Capaian (%) Output Kriteria
1 2 3 4 5 6 7 8 1 Rasio Pendapatan Asli Daerah terhadap Pendapatan Daerah Program Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pendapatan Asli Daerah (PAD)
6.145.200.000 4.807.874.811 78.24 - Baik
1.1
- Pengendalian dan Pengawasan Pajak Daerah Non PBB dan BPHTB
125.000.000 120.760.000 96.61 - Terlaksananya Pengendalian dan Pengawasan Pajak Daerah Non PBB dan BPHTB
Sangat Baik
1.2
- Peningkatan pengawasan potensi pajak wajib pajak daerah Non PBB dan BPHTB (Uji Petik)
131.000.000 120.120.000 91.69 - Terlaksananya Peningkatan
pengawasan potensi pajak wajib pajak daerah Non PBB dan BPHTB (Uji Petik)
Sangat Baik
1.3
- Sosialisasi dan penyuluhan pajak daerah Non PBB dan BPHTB
100.000.000 84.269.920 84,27 - Terlaksananya Sosialisasi dan penyuluhan pajak daerah Non PBB dan BPHTB
Baik
1.4
- Pembinaan kepada Wajib Pajak Daerah Non PBB dan BPHTB
100.000.000 75.140.000 75.14 - Terlaksananya Pembinaan kepada Wajib Pajak Daerah Non PBB dan BPHTB
L
LLAAAKKKIIIPPPBBBAAAPPPEEENNNDDDAAATTTAAAHHHUUUNNN222000111999
No Sasaran Program Pendukung Target (Rp) Realisasi (Rp) Capaian (%) Output Kriteria
1 2 3 4 5 6 7 8
1.5
- Pemutakhiran data wajib pajak daerah Non PBB dan BPHTB
100.000.000 99.955.000 99.96 - Terlaksananya Pemutakhiran data wajib pajak daerah Non PBB dan BPHTB Sangat Baik 1.6 - Pemeliharaan dan pengembangan aplikasi SIMPATDA
70.000.000 70.000.000 100,00 - Terlaksananya Pemeliharaan dan pengembangan aplikasi SIMPATDA
Sangat Baik
1.7
- Pemeliharaan dan pengembangan aplikasi e-SPTPD
45.000.000 44.700.000 99.33 - Terlaksananya Pemeliharaan dan pengembangan aplikasi e-SPTPD
Sangat Baik
1.8
- Penelitian dan pemeriksaan lapangan pajak daerah Non PBB dan BPHTB
125.000.000 43.490.000 34.79 - Terlaksananya Penelitian dan pemeriksaan lapangan pajak daerah Non PBB dan BPHTB
Kurang Baik
1.9
- Peningkatan pengelolaan pelayanan pajak daerah Non PBB dan BPHTB
122.000.000 98.000.000 80.33 - Terlaksananya Peningkatan
pengelolaan pelayanan pajak daerah Non PBB dan BPHTB
Baik
1.10
- Peningkatan sarana pelayanan pajak daerah Non PBB dan BPHTB
145.000.000 141.714.500 97.73 - Terlaksananya Peningkatan sarana pelayanan pajak daerah Non PBB dan BPHTB
L
LLAAAKKKIIIPPPBBBAAAPPPEEENNNDDDAAATTTAAAHHHUUUNNN222000111999
No Sasaran Program Pendukung Target (Rp) Realisasi (Rp) Capaian (%) Output Kriteria
1 2 3 4 5 6 7 8
1.11
- Pendataan objek dan subjek pajak daerah Non PBB dan BPHTB
75.000.000 13.620.000 18.16 - Terlaksananya Pendataan objek dan subjek pajak daerah Non PBB dan BPHTB
Kurang Baik
1.12
- Apresiasi terhadap wajib pajak taat pajak
175.000.000 167.417.625 95.67 - Terlaksananya Apresiasi terhadap wajib pajak taat pajak
Sangat Baik
1.13
- Pengelolaan pelayanan PBB dan validasi BPHTB
215.000.000 173.959.750 80.91 - Terlaksananya Pengelolaan pelayanan PBB dan validasi BPHTB
Baik
1.14
- Pencetakan masal SPPT dan DHKP PBB P2
114.000.000 113.327.000 99.41 - Terselenggaranya kegiatan Pencetakan masal SPPT dan DHKP PBB P2 Sangat Baik 1.15 - Pembinaan dan sosialisasi PBB dan BPHTB
230.000.000 213.450.250 92.80 - Terlaksananya Pembinaan dan sosialisasi PBB dan BPHTB
Sangat Baik
1.16
- Pendataan dan Penilaian Objek Pajak, Verfikasi Data dan Penelitian Lapangan Permasalahan PBB P2 dan BPHTB
265.000.000 153.940.000 58.09 - Terlaksananya Pendataan dan Penilaian Objek Pajak, Verfikasi Data dan Penelitian Lapangan
Permasalahan PBB P2 dan BPHTB Cukup Baik 1.17 - Pemeliharaan dan pengembangan aplikasi SIP PBB
50.000.000 47.700.000 95.40 - Terlaksananya Pemeliharaan dan pengembangan aplikasi SIP PBB
L
LLAAAKKKIIIPPPBBBAAAPPPEEENNNDDDAAATTTAAAHHHUUUNNN222000111999
No Sasaran Program Pendukung Target (Rp) Realisasi (Rp) Capaian (%) Output Kriteria
1 2 3 4 5 6 7 8
1.18
- Perekaman data obyek dan subyek pajak PBB P2
165.000.000 133.393.636 80.84 - Data wajib pajak yang akurat Baik
1.19
- Pemeliharaan dan pengembangan aplikasi SIP BPHTB
50.000.000 46.450.000 92.90 - Terlaksananya pemeliharaan aplikasi SIP BPHTB
Sangat Baik
1.20
- Pemeliharaan dan Pengembangan Aplikasi SIP Arsip (Document Workflow) Pelayanan Pajak Daerah
50.000.000 49.200.000 98,40 - Terlaksananya pemeliharaan aplikasi SIP Arsip
Sangat Baik
1.21
- Evaluasi dan pelaporan pendapatan daerah
50.000.000 17.303.500 34.61 - Terlaksananya kegiatan Evaluasi dan pelaporan pendapatan daerah
Kurang Baik
1.22
- Peningkatan Kinerja Dana Bantuan Keuangan Provinsi
75.000.000 33.598.200 44.80 - Terlaksananya Peningkatan Kinerja Dana Bantuan Keuangan Provinsi
Kurang Baik
1.23
- Pengamanan, Pengendalian dan
Pengawasan Peningkatan Penerimaan Pajak Daerah
1.073.200.000 959.615.302 89.42 - Terlaksananya Pengamanan, Pengendalian dan Pengawasan Peningkatan Penerimaan Pajak Daerah
L
LLAAAKKKIIIPPPBBBAAAPPPEEENNNDDDAAATTTAAAHHHUUUNNN222000111999
No Sasaran Program Pendukung Target (Rp) Realisasi (Rp) Capaian (%) Output Kriteria
1 2 3 4 5 6 7 8
1.24
- Pengendalian dan pengawasan penyebaran SKPD
50.000.000 48.050.000 96.10 - Terlaksananya Pengendalian dan pengawasan penyebaran SKPD Sangat Baik 1.25 - Pengendalian dan pengawasan pengurangan, pembatalan dan keberatan pajak daerah
50.000.000 23.460.000 46.92 - Terlaksananya Pengendalian dan pengawasan pengurangan, pembatalan dan keberatan pajak daerah Kurang Baik 1.26 - Rekonsiliasi penerimaan pendapatan daerah 150.000.000 131.243.775 87.50 - Terlaksananya Rekonsiliasi penerimaan pendapatan daerah
Baik
1.27
- Pengadaan Aplikasi Dasboard Realisasi Penerimaan Pajak Daerah
125.000.000 117.890.000 94.31 - Terlaksananya Pengadaan Aplikasi Dasboard Realisasi Penerimaan Pajak Daerah Sangat Baik 1.28 - Pengendalian penerimaan pendapatan retribusi daerah 100.000.000 49.319.203 49.32 - Terlaksananya Pengendalian penerimaan pendapatan retribusi daerah
Kurang Baik
1.29
- Pengadaan Aplikasi e-PBB
45.000.000 43.265.500 96.15 - Tersedianya aplikasi e-PBB Sangat Baik
1.30
- Penyempurnaan ZNT / NIR PBB P2
215.000.000 208.347.150 96.91 - Terlaksananya Penyempurnaan ZNT /
L
LLAAAKKKIIIPPPBBBAAAPPPEEENNNDDDAAATTTAAAHHHUUUNNN222000111999
No Sasaran Program Pendukung Target (Rp) Realisasi (Rp) Capaian (%) Output Kriteria
1 2 3 4 5 6 7 8
1.31
- Pengadaan Aplikasi SIP MBLB
100.000.000 41.800.000 41.80 - Tersedianya aplikasi SIP MBLB Kurang Baik
1.32
- Optimalisasi Peningkatan Potensi Pajak Daerah Non PBB dan BPHTB
100.000.000 99.044.500 99.04 - Terlaksananya Optimalisasi
Peningkatan Potensi Pajak Daerah Non PBB dan BPHTB
Sangat Baik
1.33
- Pengadaan Sarana Peningkatan Penerimaan Pajak Daerah Non PBB dan BPHTB (Tapping Box)
1.175.000.000 1.024.330.000 87.18 - Terlaksananya Pengadaan Sarana Peningkatan Penerimaan Pajak Daerah Non PBB dan BPHTB (Tapping Box)
Baik 1.34 - Pengadaan Aplikasi SMS Gateway BPHTB 50.000.000 0 0,00 - Tidak Baik 1.35 - Pengembangan Application Program Interface (API) PBB dan BPHTB 75.000.000 0 0,00 - Tidak Baik 1.36 - Pengadaan Aplikasi Penagihan 130.000.000 0 0,00 - Tidak Baik 1.37 - Pengadaan Aplikasi Retribusi 130.000.000 0 0 - Tidak Baik
L
LLAAAKKKIIIPPPBBBAAAPPPEEENNNDDDAAATTTAAAHHHUUUNNN222000111999
capaian realisasi anggaran program dengan penjelasan sebagai berikut:
- Program Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pajak Daerah yang mendukung Sasaran Strategis yaitu meningkatnya realisasi penerimaan pendapatan asli daerah dengan jumlah Kegiatan
sebanyak 37 kegiatan dan Anggaran sebesar
Rp6.145.200.000,- dan terealisasi sebesar
Rp4.807.874.811,- atau 78.24%.
Selanjutnya dapat disimpulkan bahwa kinerja Badan
Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Purwakarta
L
LLAAAKKKIIIPPPBBBAAAPPPEEENNNDDDAAATTTAAAHHHUUUNNN222000111999
BAB IV PENUTUP
Demikian laporan akuntabilitas kinerja Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Purwakarta sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan kegiatan selama kurun waktu tahun anggaran 2019 dalam rangka pencapaian visi dan misi.
Dari hasil analisis kinerja, maka diperoleh capaian akhir kinerja Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Purwakarta Tahun Anggaran 2019 adalah sebesar 78.24% yang berarti baik atau berhasil, adapun capaian sasaran strategis adalah sebagai berikut: - Meningkatnya realisasi penerimaan pendapatan asli daerah yang didukung oleh 1 (satu) buah indikator kinerja utama dengan pencapaian sasaran strategis sebesar 19,34%.
Dengan menyadari adanya berbagai kendala yang dijumpai dalam pelaksanaannya tentu diupayakan pemecahannya serta dijadikan pemacu pada setiap tingkat dan tahapan pencapaian suatu keberhasilan, adapun pengelompokan upaya yang telah dilakukan adalah:
a. Optimalisasi Sumber daya Manusia untuk mencapai sasaran
demi mewujudkan tujuan organisasi dengan cara
mengarahkan personil sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing;
b. Upaya meningkatkan potensi daerah yang terbatas dengan cara:
L
LLAAAKKKIIIPPPBBBAAAPPPEEENNNDDDAAATTTAAAHHHUUUNNN222000111999
dengan potensi Pendapatan Daerah;
2. Mengintensifkan Potensi daerah yang ada melalui:
• Penggalian potensi Pendapatan Daerah yang
dimungkinkan oleh Peraturan Perundang-undangan yang berlaku tentang Pendapatan Daerah;
3. Pemenuhan kebutuhan organisasi dalam pelaksanaan pelayanan internal dan eksternal dengan penetapan system pelayanan minimal.
Demikianlah, semoga Laporan Akuntabilitas Kinerja (LAKIP) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Purwakarta ini dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan, khususnya menjadi cerminan bagi Bapenda Kabupaten Purwakarta sendiri untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan pada tahun berikutnya menuju tercapainya Visi dan Misi Kabupaten Purwakarta yang lebih baik.
Purwakarta, Maret 2020 Kepala Badan Pendapatan Daerah
Kabupaten Purwakarta
NINA HERLINA