LAKPESDAM - PBNU
Peningkatan Pendapatan
Rumah Tangga Miskin
Melalui Praktek Usaha Hijau
Y a n g D i d u k u n g
Oleh Energi Terbarukan
30 September 2016
Laporan Studi Kelayakan Energi Terbarukan
L
A
P
O
R
A
N
S T U D I K E L AYA K A N
ENERGI TERBARUKAN
D I
J O R O N G
2
KATA PENGANTAR
Segala puji hanya pantas disampaikan kehadirat Allaah SWT, yang telah memberikan banyak nikmat kepada seluruh umat manusia, sehingga kita sebagai makhluk tidak akan pernah mampu untuk menghitung nikmat tersebut. Lebih-lebih, bersyukur pula Konsorsium Kemala atas anugerah-Nya, sehingga Laporan Studi Kelayakan di Jorong Bukik Bulek ini dapat diselesaikan.
Laporan ini merupakan gambaran kelayakan Jorong Bukik Bulek untuk menerima proyek dari MCAI melalui Konsorsium Kemala, yaitu berupa PLTS yang mendukung penerangan rumah tangga, usaha mikro komunitas, dan pengusahaan air bersih. Laporan ini terdiri dari, (1) kondisi umum wilayah, (2) akses menuju lokasi proyek, (3) akses energi lokasi proyek, (4) akses air bersih lokasi proyek, (5) penyelenggaraan FGD energi terbarukan, (6) hasil identifikasi lapangan, dan (7) basic design PLTS.
Laporan Studi Kelayakan ini nantinya akan menunjang penyusunan Laporan Detail Engineering Design (DED), sebagai dokumen akhir yang berisi desain final sistem PLTS yang akan diinstal di Jorong Bukik Bulek.
Demikian Laporan Studi Kelayakan ini disampaikan, semoga bermanfaat.
Sungai Rambut, 30 September 2016, Penyusun,
3
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR... 2
DAFTAR ISI ... 3
DAFTAR GAMBAR ... 1
I. KONDISI UMUM WILAYAH ... 3
II. AKSES LOKASI ... 4
II.1. AKSES MENUJU LOKASI ... 4
II.2. AKSES DI LOKASI ... 5
II.3. AKSES KOMUNIKASI ... 7
III. AKSES TERHADAP ENERGI ... 7
III.1. KONDISI KELISTRIKAN ... 7
III.1.1 PEMBANGKIT LISTRIK EXISTING ... 8
III.1.2. JARINGAN PLN TERDEKAT ... 11
III.2. ENERGI UNTUK MEMASAK ... 11
IV. AKSES AIR BERSIH ... 13
V. FOCUS GROUP DISCUSSION ... 14
VI. HASIL IDENTIFIKASI LAPANGAN ... 15
VI.1. KONDISI RUMAH WARGA ... 15
VI.2. KONDISI FASILITAS UMUM ... 18
VI.3. LOKASI PENYIMPANAN BARANG ... 27
VI.4. UMKM EXISTING ... 29
VI.5. UMKM PROSPEKTIF ... 32
1
DAFTAR GAMBAR
Gambar I. 1 Peta wilayah Kabupaten Solok Selatan ... 4
Gambar II. 1 Akses menuju Bukik Bulek ... 5
Gambar II. 2 Jalan menuju Jorong Bukik Bulek ... 5
Gambar II. 3 Akses menuju Dataran Atas ... 6
Gambar II. 4 Akses jalan di Jorong Bukik Bulek ... 6
Gambar II. 5 Akses menuju salah satu rumah ... 7
Gambar III. 1 Bendungan ... 9
Gambar III. 2 Bak penenang ... 9
Gambar III. 3 Rumah pembangkit ... 10
Gambar III. 4 Penstock (pipa pesat) ... 10
Gambar III. 5 Kabel distribusi ... 11
Gambar III. 6 Salah satu dapur warga (1) ... 12
Gambar III. 7 Salah satu dapur warga (2) ... 12
Gambar IV. 1 Salah satu MCK masyarakat (1) ... 13
Gambar IV. 2 Salah satu MCK masyarakat (2) ... 13
Gambar V. 1 Suasana FGD warga ... 14
Gambar V. 2 Perempuan yang hadir dalam FGD PLTS ... 15
Gambar VI. 1 Contoh rumah dengan dinding papan kayu di Dataran Atas ... 16
Gambar VI. 2 Beberapa rumah berbentuk panggung di Dataran Atas ... 16
Gambar VI. 3 Rumah berdinding kayu, panggung, beratap jerami ... 17
Gambar VI. 4 Rumah panggung di tengah ladang ... 17
Gambar VI. 5 Rumah dengan sebagian batu bata dan kayu ... 18
Gambar VI. 6 Masjid Nurul Bakti yng sedang direnovasi ... 18
Gambar VI. 7 Bagian dalam Masjid Nurul Bakti ... 19
Gambar VI. 8 Masjid di Sungai Berangin ... 20
Gambar VI. 9 Bagian dalam masjid di Sungai Berangin ... 20
2
Gambar VI. 11 Bagian dalam musholla Darussalam ... 22
Gambar VI. 12 Surau di Dataran Atas ... 23
Gambar VI. 13 Bagian dalam surau di Dataran Atas ... 23
Gambar VI. 14 Madrasah Ibtidaiyah Swasta ... 24
Gambar VI. 15 Pos ronda menuju Dataran Atas ... 24
Gambar VI. 16 Pos ronda pertigaan PIP ... 25
Gambar VI. 17 lapangan voli 1 ... 25
Gambar VI. 18 Lapangan voli 2 ... 26
Gambar VI. 19 Lapangan voli 3 ... 26
Gambar VI. 20 Rumah yang ditawarkan sebagai penyimpanan barang ... 27
Gambar VI. 21 Bagian dalam rumah (1) ... 28
Gambar VI. 22 Bagian dalam rumah (2) ... 28
Gambar VI. 23 Mesin pemipil jagung ... 29
Gambar VI. 24 Spesifikasi mesin pemipil jagung ... 29
Gambar VI. 25 Bantuan mesin pemipil jagung ... 30
Gambar VI. 26 Bantuan benih jagung hibrida dari pemerintah ... 30
Gambar VI. 27 Contoh warung di Jorong Bukik Bulek (1) ... 31
Gambar VI. 28 Contoh warung di Jorong Bukik Bulek (2) ... 31
Gambar VI. 29 Pohon kopi ... 32
Gambar VI. 30 Panen kopi ... 33
Gambar VI. 31 Proses penjemuran kopi ... 33
3
I. KONDISI UMUM WILAYAH
Sumatera Barat memiliki penamaan yang berbeda untuk menyebut desa dan dusun. Di provinsi ini, desa disebut dengan Nagari, sementara dusun disebut dengan Jorong. Salah satu lokasi kerja yang berada di Sumatera Barat adalah Jorong Bukik Bulek, Nagari Lubuk Gadang Timur, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan.
Kabupaten Solok Selatan memiliki 7 kecamatan, yaitu Kecamatan Sangir, Sangir Jujuan, Sangir Balai Janggo, Sangr Batang Hari, Sungai Pagu, Pauh Duo dan Koto Gadang Parik Diateh. Kecamatan Sangir merupakan kecamatan terluas kedua setelah Kecamatan Sangir Balai Janggo1. Pusat pemerintahan Kabupaten Solok Selatan berada di Padang
Aro. Kabupaten Solok Selatan memiliki empat nagari, yaitu Lubuk Gadang, Lubuk Gadang Timur, Lubuk Gadang Selatan dan Lubuk Gadang Utara. Nagari Lubuk Gadang Timur memiliki 17 jorong dengan jumlah penduduk 11.000 jiwa2.
Jorong Bukik Bulek merupakan pemekaran dari Jorong Tandai yang sebelumnya memiliki sekitar 500 KK. Setelah dilakukan pemekaran pada tahun 2001, Jorong Tandai terbagi atas Jorong Tandai Ateh, Jorong Tandai Tangah, Jorong Simpang Tigo dan Jorong Bukik Bulek. Terdapat 135 KK di Jorong Bukik Bulek. Jorong Bukik Belek terdiri dari tiga RT atau disebut Korong, yaitu Sungai Berangin, Pasar Lamo dan Dataran. Mayoritas masyarakat sebagai petani kopi, coklat dan jagung. Selain bertani, beberapa masyarakat memiliki usaha dagang. Warung di Bukik Bulek menjual kebutuhan sehari-hari. Para pedagang ini berbelanja ke Pasar Padang Aro setiap hari Rabu yang merupakan hari pasaran di Kabupaten Solok Selatan. Sebagian besar masyarakat beragama Islam dan merupakan suku Minang asli. Sehari-hari masyarakat berkomunikasi dengan bahasa minang. Pendidikan terakhir masyarakat mayoritas SMP3.
1 Solok Selatan dalam angka 2015, p 54
2 Wawancara dengan Kepala Nagari Lubuk Gadang Timur 3 Wawancara dengan kepala Jorong Tandai Bukik Bulek
4
Gambar I. 1 Peta wilayah Kabupaten Solok Selatan4
II. AKSES LOKASI
II.1. AKSES MENUJU LOKASI
Untuk menuju ke lokasi Jorong Tandai Bukik Bulek, dapat ditempuh dengan mobil selama dua jam dari Padang Aro dengan jarak 25 km. Jalan menuju lokasi dari Padang Aro cukup beraneka ragam, mulai dari jalan bebatuan, jalan aspal hingga tanah merah yang cukup licin untuk dilewati saat hari hujan.
4 Peta diambil dari Solok Selatan dalam angka 2015 p 5
Kec. Sangir
Kec. Balai Janggo Kec. Sangir Jujuan
Kec. Pauh Duo Kec. Sungai Pagu
Kec. Koto Gadang Parik Diateh
Kec. Sangir Batang Hari
5
Gambar II. 1 Akses menuju Bukik Bulek
Gambar II. 2 Jalan menuju Jorong Bukik Bulek
II.2. AKSES DI LOKASI
Sesampainya di Jorong Bukik Bulek, didominasi jalan dengan tanah merah yang cukup lebar. Beberapa jalan sudah dicor dengan lebar sekitar dua meter, cukup untuk dua motor bersimpangan. Selain itu, masih ada akses menuju rumah terjauh yang hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki karena melewati ladang, hutan atau menyeberang sungai. Beberapa rumah ada yang berkelompok, tetapi masih banyak juga yang membangun rumah di dekat ladang agar sekaligus dapat menjaga ladang.
6 Untuk itu, akses jalan menuju rumah tersebut cukup jauh dan hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki.
Gambar II. 3 Akses menuju Dataran Atas
7
Gambar II. 5 Akses menuju salah satu rumah
II.3. AKSES KOMUNIKASI
Sinyal Telkomsel masih bisa didapatkan di Jorong Bukik Bulek. Untuk mendapatkan sinyal yang cukup bagus, harus mencari lokasi yang baik pula, misalnya di bukit. Pada beberapa titik, sinyal Indosat Ooredo masih bisa didapatkan, tetapi tidak stabil.
III. AKSES TERHADAP ENERGI
III.1. KONDISI KELISTRIKAN
Sejak tahun 2007, masayarakat Jorong Tandai Bukik Bulek menikmati listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) dengan kapasitas 100 kW. PLTMH ini didistribusikan untuk empat jorong yaitu Jorong Bukik Bulek, Tandai Ateh, Tandai Tangah dan Tandai Simpang Tigo. Akan tetapi, masih banyak pula rumah yang tidak memiliki akses terhadap listrik dan hanya menggunakan pelita untuk penerangan. Hal ini dikarenakan akses menuju rumah yang cukup sulit atau jauh sangat jauh dari rumah pembangkit.
8 III.1.1 PEMBANGKIT LISTRIK EXISTING
Saat ini masyarakat menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) dengan kapasitas 100 kW. PLTMH ini terkoneksi dengan keempat jorong dengan total rumah tangga terhubung sekitar 500 KK. PLTMH beroperasi mulai dari jam enam sore sampai dengan jam lima pagi pada hari Senin, Selasa dan Kamis; sementara untuk hari Minggu, Rabu dan Jumat PLTMH beroperasi selama 24 jam. Penentuan hari ini berdasarkan beberapa pertimbangan, yaitu: (1) pada hari Rabu, masyarakat biasa ke pasar Padang Aro yang dapat ditempuh selama 2 jam perjalanan dari Jorong Bukik Bulek untuk berbelanja, sehingga masyarakat yang berada di desa tidak banyak, untuk itulah PLTMH dioperasikan selama 24 jam; (2) Pada hari Jumat, masyarakat harus menggunakan masjid untuk shalat Jumat, yang juga membutuhkan sound system; (3) Pada hari Minggu anak-anak libur sekolah, sehingga mereka bisa melihat TV selama liburan.
Untuk menikmati listrik dari PLTMH, masyarakat membayar iuran setiap bulan yang besarnya tergantung dengan peralatan listrik yang ada di rumah. Masyarakat harus membayar Rp 5.000,00 untuk satu lampu dan Rp 10.000,00 untuk 1 TV atau dispenser atau magic com. Rata-rata masyarakat membayar sebanyak Rp 25.000,00 sampai dengan Rp 40.000,00.
PLTMH dioperasikan sejak tahun 2007 dan sudah pernah berganti generator selama 3x, selain itu masih ada beberapa kerusakan yang sering terjadi, misalnya kerusakan pada belt dan coil. Pengelola PLTMH tidak pernah berganti sejak awal pembangunan. Tidak ada pula kenaikan tarif yang dilakukan. Jika terjadi kerusakan, pengelola berusaha untuk memperbaiki, jika pengelola sudah tidak mampu memperbaiki, akan dibawa ke Padang. Keluhan masyarakat terhadap listrik dari PLTMH ini adalah tegangan yang tidak stabil. PLTMH ini beroperasi sesuai dengan debit air yang melewatinya. Pada Bulan Maret-Juli 2016, PLTMH tidak beroperasi karena debit air sangat kecil. Hal ini terjadi saat musim kemarau. Sungai yang melewati Jorong Bukik Bulek berasal dari jorong lain sehingga perlu penggunaan air sungai dari hulu sebelum tiba di Jorong Bukik Bulek,
9 agar dapat ditelusuri penyebab keringnya sungai di musim kemarau. Berikut beberapa gambar bagian PLTMH.
Gambar III. 1 Bendungan
10
Gambar III. 3 Rumah pembangkit
11
Gambar III. 5 Kabel distribusi
III.1.2. JARINGAN PLN TERDEKAT
Jaringan listrik PLN telah sampai di Jorong Simpang Tigo, Tandai Ateh, dan Tandai Tangah, dan jalan utama menuju Jorong Bukik Bulek (baru terpasang 6 bulan yang lalu, awal tahun 2016). Untuk dapat terhubung dengan jaringan listrik PLN, masyarakat harus membayar 1.500.000,00 rupiah – 2.000.000,00 rupiah.
III.2. ENERGI UNTUK MEMASAK
Di Jorong Bukik Bulek, masyarakat memasak menggunakan kayu bakar. Masyarakat yang seringkali membuka ladang, memang tidak merasa kesulitan untuk mendapatkan kayu bakar. LPG tidak sampai di jorong ini karena masyarakat memang lebih mudah dan murah untuk mengakses kayu bakar sebagai bahan bakar untuk memasak dibandingkan dengan membeli LPG.
12
Gambar III. 6 Salah satu dapur warga (1)
13
IV. AKSES AIR BERSIH
Sementara untuk akses air bersih, masyarakat tidak merasa kesulitan karena masih ada sungai yang mengalir dengan cukup bersih di dekat pemukiman. Sungai tersebut juga digunakan sebagai sumber MCK oleh masyarakat.
Gambar IV. 1 Salah satu MCK masyarakat (1)
14
V. FOCUS GROUP DISCUSSION
Masyarakat di Jorong Bukik Bulek memberikan respon positif dengan adanya bantuan Solar Home System dari Konsorsium Kemala. Di jorong ini masih terdapat 70 rumah yang belum mendapat listrik sama sekali. Selama ini mereka hanya menggunakan pelita untuk penerangan. Selain itu, sekitar 70 rumah sudah mendapat listrik dari PLTMH dengan kualitas yang bervariasi, ada yang mendapat listrik dengan baik, ada yang tidak stabil karena jaraknya dengan PLTMH yang sangat jauh.
15
Gambar V. 2 Perempuan yang hadir dalam FGD PLTS
VI. HASIL IDENTIFIKASI LAPANGAN
Hasil plotting yang dilakukan dari survei lapangan: 100 rumah dengan jaringan listrik PLTMH 70 rumah tanpa jaringan listrik
Fasilitas umum: 2 masjid
2 musholla/surau
1 SD atau MIS (Madrasah Ibtidaiyah Swasta) 2 pos ronda
3 lapangan voli
VI.1. KONDISI RUMAH WARGA
Rumah-rumah masyarakat di Jorong Bukik Bulek bermaca-macam jenisnya. Ada yang sudah memiliki dinding batu bata bagian bawah (hanya separuh) dan sebagian besar berdinding kayu. Untuk rumah-rumah yang berada di ladang, beberapa berbentuk panggung, berdinding kayu, beratap jerami.
16
Gambar VI. 1 Contoh rumah dengan dinding papan kayu di Dataran Atas
17
Gambar VI. 3 Rumah berdinding kayu, panggung, beratap jerami
18
Gambar VI. 5 Rumah dengan sebagian batu bata dan kayu
VI.2. KONDISI FASILITAS UMUM a. Masjid
Terdapat dua masjid di Jorong Bukik Bulek. Masjid pertama bernama Nurul Bakti. Saat ini Masjid Nurul Bakti sedang direnovasi. Biaya renovasi ditanggung oleh masyarakat dengan cara iuran.
19
Gambar VI. 7 Bagian dalam Masjid Nurul Bakti
Selain itu, ada pula satu masjid yang berada di Dusun sungai Berangin. Masjid ini terlihat lebih besar dan berdinding batako. Tempat wudhu berada di sungai dekat dengan masjid.
20
Gambar VI. 8 Masjid di Sungai Berangin
Gambar VI. 9 Bagian dalam masjid di Sungai Berangin
b. Musholla
Terdapat 2 mushola atau surau di Jorong Bukik Bulek. Masyarakat menyebut mushola adalah Musholla Darussalam, sementara untuk musholla di Dataran
21 Atas masyarakat menyebutnya surau. Musholla Darussalam terhubung dengan PLTMH, sementara surau, listriknya juga terhubung dengan PLTMH.
22
23
Gambar VI. 12 Surau di Dataran Atas
24 c. SD/MIS
Di Jorong Bukik Bulek terdapat satu Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) yang setara SD.
Gambar VI. 14 Madrasah Ibtidaiyah Swasta
d. Pos ronda
Masyarakat Jorong Bukik Bulek menginginkan agar pos ronda juga mendapat listrik PLTS. Terdapat dua pos ronda di Jorong Bukik Bulek seperti terlihat pada gambar berkut.
25
Gambar VI. 16 Pos ronda pertigaan PIP
e. Lapangan voli
Di Jorong Bukik Bulek, hiburan masyarakat adalah bermain voli. Maka tidak heran bila di jorong ini terdapat 3 lapangan voli. Masyarakat berharap fasilitas umum ini juga mendapat penerangan.
26
Gambar VI. 18 Lapangan voli 2
27
VI.3. LOKASI PENYIMPANAN BARANG
Ada beberapa lokasi yang dapat digunakan untuk penyimpanan barang saat akan instalasi. Rumah pertama adalah di bapak mertua Pak Jorong, lokasinya terlihat pada gambar. Pilihan kedua adalah di tanah kosong. Salah seorang warga masyarakat memiliki ide untuk mendirikan bangunan di tanah itu. Beliau juga menghibahkan tanah dan bangunan untuk digunakan sebagai fasilitas umum kelak bila sudah selesai. Tetapi hal ini periu dilihat secara sosial. Janji seperti ini rawan untuk terjadi konflik sosial mengingat orang yang menawarkan adalah pengusaha sawit yang bukan masyarakat asli di Jorong Bukik Bulek.
28
Gambar VI. 21 Bagian dalam rumah (1)
29
VI.4. UMKM EXISTING
Usaha Mikro, Kecil dan Menengah yang terdapat di Jorong Bukik Bulek yang terlihat saat ini adalah usaha pemipilan jagung. Selama ini kelompok tani memipil jagung dengan alat yang telah diberikan oleh pemerintah.selama dua tahun kelompok tani jagung juga mendapatkan bantuan benih jagung dari pemerintah.
Gambar VI. 23 Mesin pemipil jagung
30
Gambar VI. 25 Bantuan mesin pemipil jagung
Gambar VI. 26 Bantuan benih jagung hibrida dari pemerintah
Selain itu, usaha masyarakat yang sudah ada adalah warung-warung yang ada di lokasi. Jumlah warung memang tidak terlalu banyak. Tetapi ada satu warung yang diketahui saat survei, sudah menggunakan lemari es untuk mendinginkan minuman gelas maupun botol. Walaupun lemari es ini pada akhirnya hanya beroperasi pada saat listrik dari PLTMH beroperasi.
31
Gambar VI. 27 Contoh warung di Jorong Bukik Bulek (1)
32
VI.5. UMKM PROSPEKTIF
Salah satu UMKM prospektif adalah kopi. Selama ini masyarakat menjual kopi dalam bentuk kopi kering, tanpa diolah. Beberapa masyarakat yang memiliki tanaman kopi menyewa lahan kepada orang lain. Pembayaran sewa lahan ini bisa dilakukan dengan pembagian saat panen tiba atau disewakan langsung dalam jangka waktu tertentu, misal satu tahun. Kopi yang diolah menjadi bubuk kopi tentunya menambah daya jual hasil panen masyarakat.
33
Gambar VI. 30 Panen kopi
34 Selain itu, masyarakat juga menjual pinang yang telah dibelah dan dijemur. Tetapi masyarakat tidak mengetahui untuk apa pinang tersebut diolah. Beberapa masyarakat mengatakan digunakan untuk campuran cat.
35
VII. BASIC DESIGN PLTS
Secara umum, PLTS akan dikelompokkan menjadi empat kategori, yaitu (1) PLTS Tersebar untuk rumah tangga, (2) PLTS untuk fasilitas publik, dan (3) PLTS untuk Industri Rumah Tangga, dan (4) PLTS untuk penyediaan air bersih. Spesifikasi masing-masing adalah sebagai berikut
PLTS Rooftop untuk Rumah Tangga
Masing-masing rumah tangga akan diinstal PLTS dengan berkapasitas 80 Watt-peak yang memiliki spesifikasi sebagai berikut
Tabel 7.1. Spesifikasi PLTS Rooftop untuk Rumah Tangga
No Description Qty Unit
1 PV Panel – 80 Watt-peak 1 set
2 PV Support/Mounting 1 set
3 Solar Charge Controller (SCC) – 20A; 12/24 Volt 1 set 4 Battery – 12 Volt; 70 AH; VRLA 1 pcs 5 Box Panel – 40 x 60 x 20 cm3 (for SCC & battery) 1 pcs
6 PV Panel Power Wiring 1 set
7 Equipment for lighting installation (4 points) 1 set
8 Accessories 1 set
PLTS untuk Fasilitas Publik dan Sekolah
Setiap fasilitas publik atau sekolah akan dipasang PLTS dengan kapasitas 300 - 1.000 Watt-peak yang dilengkapi dengan peralatan pendukungnya, seperti (1) untuk Kantor Desa: satu set komputer, printer, dan lcd proyektor untuk fasilitas publik, serta (2) untuk sekolah: satu set laptop, lcd proyektor, dan speaker aktif yang mudah dipindah dari kelas. Selain itu, masing-masing PLTS juga akan dilengkapi dengan akses internet atau sms untuk monitoring.
36
Tabel 7.2. Spesifikasi PLTS untuk sekolah dan fasilitas publik
No. Specification Unit Qty.
A Photovoltaic
A. 1. PV modul 100 Wp modul 10
A. 2. PV Combiner unit 1
A. 3. Array mounting support (panel) set 1
B Battery system, VRLA
B. 1. Battery Deep Cycle - 100Ah 12V unit 4 B. 2. Battery Bus bar (DC+ DC -) set 2
B. 3. Battery Rack set 10
C Power Panel
C. 1. Power Inverter - Min. 1200 Watt pure sine wave set 1 C. 2. Solar Charge Controller (SCC) - MPPT, 48V, 80A set 1 C. 3. Bus bar DC (DC+ dan DC-) unit 2 C. 4. Metering DC, Output inverter, & input PLN with Logger set 1 C. 5. MCB 63 A equal with Melin Gerin C63 (input SCC) unit 2 C. 6. MCB inverter - 60A 3 phase unit 2 C. 7. MCCB battery - 60A 3 phase unit 1
C. 8. Grounding system
C. 8. 1. Ground rod pure copper 1,5 m unit 1
C. 8. 2. Kabel BC 16 meter 10
C. 8. 3. Klem Grounding dan Skun unit 4 C. 9. Panel Box with exhaust fan & timer set 10
D Load Installation
D. 1. Wiring - NYM 3 x 2,5 mm2 meter 30
D. 2. LED Lighting - 220V, 10 Watt - equal with Phillips unit 4
D. 3. Electric socket unit 2
D. 4. Switch unit 4
D. 5. Fitting unit 4
E Power Wiring
E. 1. Wiring - PV to Solar Charge Controller Combiner - NYYHY 2 x 2.5
mm2 meter 35
E. 2. Wiring - PV Combiner to Solar Charge Controller Combiner - NYAF
1 x 16 mm2 meter 20
E. 3. Wiring - Bus Bar DC to Solar Charge Controller - NYAF 1 x 16 mm2 meter 4
E. 4. Wiring - Bus Bar DC to Inverter - NYAF 1 x 16 mm2 meter 4
E. 5. Wiring - Bus Bar DC to MCCB 100A - NYAF 1 x 16 mm2 meter 4
37
No. Specification Unit Qty.
E. 7. Battery jumper to DC Bus Bar - NYAF 1 x 10 mm2 meter 10
E. 8. Installation material for wiring (skun, isolator, wiring tray, etc.) set 1
F Maintenance Tools set 1
G Komputer, printer, LCD proyektor, akses internet (untuk Kantor/Fasilitas Publik) atau Laptop, printer, LCD proyektor, speaker
aktif (untuk sekolah) set 1
PLTS Rooftop untuk Industri Rumah Tangga
Spesifikasi PLTS untuk Industri Rumah Tangga sama dengan spesifikasi pada PLTS untuk Fasilitas Publik atau Sekolah. Perbedaannya terletak pada kapasitas PLTS yang mencapai 2.000 Watt-peak, karena IRT akan memakai mesin yang lebih banyak membutuhkan energi. Spesifikasi yang akan dipasang adalah sebagai berikut
Tabel 7.3. Spesifikasi PLTS Rooftop untuk Industri Rumah Tangga
No. Specification Unit Qty.
A Photovoltaic
A. 1. PV modul (@ 100 Watt-peak) modul 20
A. 2. PV Combiner unit 1
A. 3. Array mounting support (panel) set 1
B Battery system, VRLA
B. 1. Battery Deep Cycle - 100 Ah, 12V unit 8 B. 2. Bus bar battery (DC+ DC -) set 2 B. 3. Battery Fuse - 100 A unit 2
B. 4. Battery Rack set 10
C Power Panel
C. 1. Power Inverter - Min 2000 Watt pure sine wave set 1 C. 2. Solar Charge Controller (SCC) - MPPT, 48V. 80A set 2 C. 3. Bus bar DC ( DC+ dan DC-) unit 2 C. 4. Metering DC, Output inverter, input PLN with Logger set 1 C. 5. MCB 40 A equal with Melin Gerin C63 (input SCC) unit 2 C. 6. MCCB inverter - 80A, 3 phase unit 1 C. 7. MCCB battery - 100A, 3 phase unit 1 C. 8. Grounding system
38
No. Specification Unit Qty.
C. 8. 1. Ground rod pure copper - 1,5 m unit 10 C. 8. 2. Kabel BC 25 meter 20 C. 8. 3. Klem Grounding dan Skun unit 4 C. 9. Panel Box with exhaust fan & timer - 60 cm x 80 cmx 25 cm set 10
D Load Installation
D. 1. Wiring NYM 3 x 2,5 mm2 meter 50
D. 2. LED Lights - 220 V, 10 Watt - equal with Philips unit 6 D. 3. Electric socket unit 2
D. 4. Switch unit 6
D. 5. Fitting unit 6
E Power Wiring
E. 1. Wiring - PV to Solar Charge Controller combiner - NYYHY 2 x 2.5 mm2 meter 75 E. 2. Wiring - PV Combiner to Solar Charge Controller - NYAF 1 x 16 mm2 meter 20 E. 3. Wiring - Bus Bar DC to Solar Charge Controller - NYAF 1 x 16 mm2 meter 4 E. 4. Wiring - Bus Bar DC to Inverter - NYAF 1 x 16 mm2 meter 4
E. 5. Wiring - Bus Bar DC to MCCB 100A - NYAF 1 x 16 mm2 meter 4
E. 6. Wiring - MCCB Battery to Bus Bar Battery - NYAF 1 x 16 mm2 meter 6 E. 7. Battery jumper to DC Bus Bar - NYAF 1 x 10 mm2 meter 16
E. 8. Installation material for wiring (skun, isolator, wiring tray, etc.) set 1
F Maintenance Tools 1
Rincian jumlah unit rumah, jumlah unit fasilitas publik, jumlah dan jenis unit usaha mikro komunitas, dan jenis penyediaan air bersih, yang didukung oleh PLTS akan disampaikan pada Laporan Detailed Engineering Design (DED).
Temuan Kajian Kelayakan ini akan dikonfirmasi terlebih dahulu kepada pemangku kepentingan di tingkat kabupaten untuk kemudian disosialisasikan kepada masyarakat sekaligus dimusyawarahkan, menentukan detail dan rincian unit PLTS. Hasil konfirmasi dan musyawarah tersebutlah yang akan menjadi dasar bagi Kajian Kelayakan ini untuk dilengkapi dengan desain rancang bangun detail, sehingga menjadi Laporan DED.