• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUPATI BANYUWANGI SALINAN KEPUTUSAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 188/236/KEP/ /2014

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BUPATI BANYUWANGI SALINAN KEPUTUSAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 188/236/KEP/ /2014"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

BUPATI BANYUWANGI

SALINAN

KEPUTUSAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 188/236/KEP/429.011/2014

TENTANG

PEMBENTUKAN TIM TERPADU

PENANGANAN GANGGUAN KEAMANAN DALAM NEGERI KABUPATEN BANYUWANGI

BUPATI BANYUWANGI,

Menimbang : Bahwa dalam rangka menindaklanjuti Instruksi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Republik Indonesia selaku Ketua Tim Terpadu Tingkat Pusat Nomor 1 Tahun 2013 tentang Pelaksanaan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2013 tentang Penanganan Gangguan Keamanan Dalam Negeri Tahun 2013, Perlu membentuk Tim Terpadu Penanganan Gangguan Keamanan Dalam Negeri Kabupaten Banyuwangi dengan menetapkannya dalam Keputusan Bupati.

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia;

2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dua kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008; 3. Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara

Nasional Indonesia;

4. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan;

5. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara;

6. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial;

7. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota;

8. Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum Dan Keamanan Nomor 12 Tahun 2013 tentang Pembentukan Tim Terpadu Tingkat Pusat Penanganan Gangguan Keamanan Dalam Negeri Tahun 2013;

9. Peraturan Daerah Kabupaten Banyuwangi Nomor 13 Tahun 2013 tentang Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah Kabupaten BanyuwangiTahun Anggaran 2014;

(2)

2

10. Peraturan Bupati Banyuwangi nomor 45 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Banyuwangi Tahun Anggaran 2014;

11. Keputusan Bupati Banyuwangi Nomor: 188/903/ KEP/ 429.011/2013 tentang Standar Satuan Harga Belanja Daerah Kabupaten Banyuwangi Tahun 2014.

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : KEPUTUSAN BUPATI TENTANG PEMBENTUKAN TIM TERPADU PENANGANAN GANGGUAN KEAMANAN DALAM NEGERI KABUPATEN BANYUWANGI.

KESATU : Membentuk Tim Terpadu Penanganan Gangguan Keamanan Dalam Negeri Kabupaten Banyuwangi dengan susunan dan personalia sebagaimana tercantum dalam lampiran I yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Keputusan ini.

KEDUA : Tugas Tim Terpadu sebagaimana dimaksud pada diktum KESATU adalah:

1. Mengkoordinasikan, mengarahkan, mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan efektifitas penanganan gangguan keamanan dalam negeri di Kabupaten Banyuwangi;

2. Menyusun Rencana Aksi Terpadu penanganan gangguan keamanan dalam negeri di Kabupaten Banyuwangi dengan Berpedoman Pada Aksi Terpadu Nasional;

3. Melakukan pemetaan potensi gangguan keamanan dalam negeri yang disebabkan oleh konflik sosial dan terorisme yang ada di Kabupaten Banyuwangi;

4. Melakukan pemantauan situasi dan Kondisi keamanan dalam negeri secara terus menerus terhadap kemungkinan berbagai gangguan keamanan dengan memperhatikan hasil pemetaan potensi konflik di Kabupaten Banyuwangi;

5. Merespon dengan cepat setiap informasi yang berkaitan dengan potensi gangguan keamanan dalam negeri yang disebabkan oleh konflik sosial dan terorisme, untuk selanjutnya melakukan klarifikasi, konfirmasi, koordinasi dan Sinkronisasi guna mencegah terjadinya konflik terbuka yang dapat menimbulkan tindakan kekerasan;

6. Dapat meminta bantuan kepada Tim Terpadu Tingkat Propinsi apabila diperlukan;

7. Melakukan tindakan cepat, tepat dan tegas dalam menyelesaikan permasalahan di Luar kemampuan dan kewenangan Kecamatan dan desa/kelurahan;

8. Memberikan supervisi,asistensi dan dukungan yang diperlukan oleh Kecamatan dalam penanganan gangguan keamanan dalam negeri di Kabupaten Banyuwangi;

(3)

3

9. Memberikan penjelasan kepada publik secepatnya tentang terjadinya gangguan keamanan dalam negeri sebagai akibat dari konflik sosial dan terorisme serta perkembangan penanganannya;

10. Membentuk posko dan satuan tugas sesuai kebutuhan;

11. Melaporkan hasil pelaksanaan tugasnya kepada Bupati Banyuwangi dan Tim Terpadu Tingkat Propinsi secara berkala dan/atau insidental.

KETIGA : Rencana Aksi Terpadu Penanganan Gangguan Keamanan Dalam Negeri di Kabupaten Banyuwangi sebagaimana dimaksud dalam diktum KEDUA angka 2 tercantum dalam lampiran II yang merupakan bagian tak terpisahkan dari keputusan ini.

KEEMPAT : Semua pengeluaran keuangan yang berhubungan dengan pelaksanaan Keputusan ini, dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Banyuwangi Tahun Anggaran 2014.

KELIMA : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Banyuwangi

Pada Tanggal 10 April 2014

BUPATI BANYUWANGI,

Ttd.

(4)

LAMPIRAN I KEPUTUSAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR : 188/236/KEP/429.011/2014 TANGGAL : 10 April 2014

SUSUNAN DAN PERSONALIA

TIM TERPADU PENANGANAN GANGGUAN KEAMANAN DALAM NEGERI KABUPATEN BANYUWANGI

NO JABATAN DALAM TIM KETERANGAN

1 1. 2. 3. 4. 5. 6. 2 KETUA WAKIL KETUA I WAKIL KETUA II WAKIL KETUA III WAKIL KETUA IV KOORDINATOR I KOORDINATOR II KOORDINATOR III SEKRETARIS WAKIL SEKRETARIS I WAKIL SEKRETARIS II WAKIL SEKRETARIS III ANGGOTA

3 Bupati Banyuwangi

Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi Kepala Kepolisian Resort Banyuwangi Komandan Kodim 0825 Banyuwangi Komandan Pangkalan AL Banyuwangi Asisten Administrasi Pemerintahan Sekda Kab. Banyuwangi

Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kab.

Banyuwangi

Asisten Administrasi Umum Sekda Kab. Banyuwangi

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Banyuwangi

Kabag. Operasional Polres Banyuwangi Kasi. Operasional Kodim 0825 Banyuwangi Kasi Operasional LANAL Banyuwangi

a. Kasat Intel Polres Banyuwangi b. Pasi Intel Kodim 0825 Banyuwangi c. Pasi Intel Lanal Banyuwangi

d. Kasi Intel Kejaksaan Negeri Banyuwangi e. Kepala Kantor Pertanahan Kab.

Banyuwangi

f. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi

g. Kepala Kantor Perhutani Banyuwangi h. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan

Daerah Kab. Banyuwangi

i. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kab. Banyuwangi

(5)

2

1 2 3

j. Kepala Badan Lingkungan Hidup Kab. Banyuwangi

k. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kab. Banyuwangi

l. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kab.Banyuwangi m. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja

Kab.Banyuwangi

n. Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kab. Banyuwangi

o. Kepala Dinas Sosial,Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Banyuwangi

p. Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan Kab. Banyuwangi

q. Kepala Dinas PU Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Kab. Banyuwangi

r. Kepala Dinas PU Pengairan Kab. Banyuwangi

s. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Banyuwangi

t. Kepala Dinas Kesehatan Kab. Banyuwangi u. Kabag Umum Setda Kab. Banyuwangi v. Kabag, Hukum Setda Kab. Banyuwangi w. Kabag. Kesejahteraan Rakyat Setda Kab.

Banyuwangi

x. Kabag. Humas dan Protokol Setda Kab. Banyuwangi

y. Kabid. Kewaspadaan, Ketahanan,

Pencegahan dan Penanganan Konflik pada Bakesbangpol Kab. Banyuwangi

(6)

3

1 2 3

z. Kabid. Budaya Politik dan HAM pada Bakesbangpol Kab. Banyuwangi aa. Kabid. Bina Ideologi, Pembauran dan

Wawasan Kebangsaan pada Bakesbangpol Kab. Banyuwangi

bb. Kasubid. Kewaspadaan dan Ketahanan pada Bakesbangpol Kab.Banyuwangi cc. Kasubid. Pencegahan dan Penanganan

Konflik pada Bakesbangpol Kab. Banyuwangi

BUPATI BANYUWANGI,

Ttd.

(7)

LAMPIRAN II KEPUTUSAN BUPATI BANYUWANGI

NOMOR : 188/236/KEP/429.011/2014 TANGGAL: 10 April 2014

RENCANA AKSI TERPADU PENANGANAN GANGGUAN KEAMANAN DALAM NEGERI KABUPATEN BANYUWANGI TAHUN 2014

RENCANA AKSI PENANG GUNG JAWAB INSTANSI

TERKAIT KEBERHASILAN KRITERIA KEBERHASILAN UKURAN UKURAN KEBERHASILAN B03, B06, B09, B12 CAPAIAN % KETERANGAN

1 2 3 4 5 6 7 8

A. PENCEGAHAN 1. Konflik Sosial

a. Pemeliharaan Kondisi Damai dalam Masyarakat

Peningkatan pe-mahaman Nilai-nilai toleransi kehidupan beragama, Nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa, Nilai-nilai cinta tanah air , sesuai 4 Konsensus Dasar Kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI) (RA: 01) Sekda, Kesbangpol, Ka Kantor Kemenag, Kejari, Polres, Kodim 0825/BWI, Lanal BWI, Dispora, Dispendik Penguatan peran tokoh agama / tokoh masyarakat / tokoh pemuda dalam menyebarkan nilai-nilai toleransi TARGET: Meningkatnya peran tokoh agama/ tokoh masyarakat/ tokoh pemuda dalam menyebarkan nilai-nilai toleransi TARGET B03: Terlaksananya:

a. Dialog tokoh agama,

b. Sosialisasi wawasan kebangsaan, atau

c. Pemahaman nilai-nilai cinta tanah airdi 6 Kecamatan

TARGET B06:

Terlaksananya:

a. Dialog tokoh agama,

b. Sosialisasi wawasan kebangsaan, atau

c. Pemahaman nilai-nilai cinta tanah air di 12 Kecamatan

(8)

1 2 3 4 5 6 7 8 TARGET B09:

Terlaksananya:

a. Dialog tokoh agama,

b. Sosialisasi wawasan kebangsaan, atau

c. Pemahaman nilai-nilai cinta tanah airdi 18 Kecamatan

TARGET B12:

Terlaksananya:

a. Dialog tokoh agama,

b. Sosialisasi wawasan kebangsaan, atau

c. Pemahaman nilai-nilai cinta tanah airdi 24 Kecamatan Peningkatan kesadaran hukum masyarakat (RA: 02)

Kejari Bag Hukum, Kesbangpol, Polres, Kodim 0825/BWI, Lanal BWI, Satpol PP 1. Meningkatnya pengetahuan dan kesadaran hukum masyarakat 2. Meningkatnya kepatuhan hukum aparat pemerintah dan masyarakat TARGET: Terselenggaranya program penyuluhan hukum kepada masyarakat TARGET B03:

Menyusun rencana dan materi luhkum

TARGET B06: Terlaksananya Luhkum di 8 Kecamatan TARGET B09: Terlaksananya Luhkum di 16 Kecamatan TARGET B12: Terlaksananya Luhkum di 24 Kecamatan -

(9)

3

1 2 3 4 5 6 7 8

b. Mengembangkan sistem penyelesaian perselisihan secara damai Menyusun SOP / Kesepakatan Bersama tentang Penyelesaian Perselisihan secara damai (RA: 03) Sekda Kesbangpol, Bappeda, Bagian Hukum, Kantor Agama, Kejari, Polres, Kodim 0852/BWI, Lanal BWI, Meningkatnya pemahaman aparat daerah mengenai kesepakatan bersama tentang penyelesaian perselisihan secara damai TARGET: Tersosialisasinya SOP / Kesepakatan Bersama tentang penyelesaian perselisihan secara damai

TARGET B03:

1. Terbentuknya Pokja Penyusunan Draft SOP / Kesepakatan Bersama 2. Tersusunnya Draft

SOP/kesepakatan bersama

TARGET B06:

1. Terlaksananya Harmonisasi/ Sinkronisasi Draft SOP / Kesepakatan Bersama

2. Pengesahan SOP / kesepakatan bersama

TARGET B09:

1. Terbentuknya Tim Sosialisasi SOP / Kesepakatan Bersama

2. Tersosialisasinya SOP / Kesepakatan Bersama di 12 Kecamatan

TARGET B12:

Tersosialisasinya SOP / Kesepakatan Bersama di 24 Kecamatan

-

c. Meredam potensi konflik Sosialisasi

tahapan Sekda Bakesbangpol, KPUD Kab. Bwi, Panwaslu, Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam TARGET: Tersosialisasinya tahapan dan pelaksanaan Pemilu

TARGET B03:

Tersosialisasinya tahapan penyelenggaraan pemilu di 24

(10)

1 2 3 4 5 6 7 8 penyelenggara an Pemilu Legislatif, Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 (RA: 04)

Polres pelaksanaan Pemilu Legislatif, Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Thn 2014

Legislatif, Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Thn 2014 Kecamatan TARGET B06: Tersosialisasinya tahapan penyelenggaraan pemilu di 24 Kecamatan TARGET B09: - TARGET B12: - Pengamanan penyaluran logistik Pemilu Legislatif, Pemilu Presiden dan Wapres 2014 (RA: 05)

Polres KPUD Kab, Panwaslu, Kejari, Bakesbangpol, Dishub, Kodim 0825/BWI, Lanal BWI, Satpol PP Terselenggaranya Pemilu Legislatif, Pemilu Presiden dan Wapres 2014 yang didukung dengan tersedianya logistik secara lengkap dan tepat waktu.

TARGET:

Terlaksananya

pengamanan penyaluran logistik Pemilu Legislatif, Pemilu Presiden dan Wapres 2014

TARGET B03:

Terlaksananya pengamanan

penyaluran logistik Pemilu Legislatif 2014

TARGET B06:

Terlaksananya pengamanan

penyaluran logistik Pemilu Presiden dan Wapres 2014

TARGET B09:

Terlaksananya pengamanan

penyaluran logistik Pemilu Presiden dan Wapres 2014

TARGET B12: --

(11)

5 1 2 3 4 5 6 7 8 Pengamanan penyelenggara an Pemilu Legislatif, Pemilu Presiden RI dan Wapres RI 2014 (RA: 06)

Polres KPUD Kab, Panwaslu, Kejari, Bakesbangpol, Kodim 0825/BWI, Lanal BWI, Satpol PP Terlaksananya penyelenggaraan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden dan Wapres 2014 secara LUBER dan JURDIL

TARGET:

Terlaksananya pengamanan

penyelenggaraan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden dan Wapres 2014 dengan aman, damai dan tertib.

TARGET B03:

1. Tersedianya Rencana Operasi Mantap Brata tentang

Pengamanan penyelenggaraan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden RI dan Wapres RI Tahun 2014

2. Terlaksananya Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pemilu ditingkat Polres

3. Tersedianya kekuatan cadangan Polreske satuan wilayahdalam rangka Pemilu Legislatif serta Pemilu Presiden dan Wapres.

TARGET B06:

Terlaksananya pengamanan Pemilu Presiden RI dan Wapres RI

TARGET B09:

Terlaksananya pengamanan Pemilu Presiden RI dan Wapres RI

TARGET B12:

Terlaksananya pengamanandi daerah masing-masingatas Pelantikan

(12)

1 2 3 4 5 6 7 8 Sosialisasi Inpres No. 9/2013 tentang Kebijakan Penetapan Upah Minimum Dalam Rangka Keberlangsung an Usaha dan Peningkatan Kesejahtera-an Pekerja (RA: 07) Sekda Bakesbangpol, Dinsosnaker trans, Disperindagtam, Kodim 0825/BWI, Lanal BWI Polres, Binda Terwujudnya sinergitas antara perusahaan, pekerja dan pemerintah daerah TARGET: Terlaksananya Sosialisasi dan implementasi Inpres No. 9/2013 tentang Kebijakan Penetapan Upah Minimum Dalam Rangka Keberlangsungan Usaha Dan Peningkatan Kesejahteraan Pekerja

TARGET B03:

Tersosialisasikannya Inpres No. 9/2013 tentang Kebijakan Penetapan Upah Minimum Dalam Rangka

Keberlangsungan Usaha Dan

Peningkatan Kesejahteraan Pekerjadi 6 Kecamatan

TARGET B06:

Tersosialisasikannya Inpres No. 9/2013 tentang Kebijakan Penetapan Upah Minimum Dalam Rangka

Keberlangsungan Usaha Dan

Peningkatan Kesejahteraan Pekerjadi 12 Kecamatan

TARGET B09:

Tersosialisasikannya Inpres No. 9/2013 tentang Kebijakan Penetapan Upah Minimum Dalam Rangka

Keberlangsungan Usaha Dan

Peningkatan Kesejahteraan Pekerjadi 18 Kecamatan

TARGET B12:

1. Tersosialisasikannya Inpres No. 9/2013 tentang Kebijakan

Penetapan Upah Minimum Dalam Rangka Keberlangsungan Usaha Dan Peningkatan Kesejahteraan Pekerjadi 24 Kecamatan

(13)

7

1 2 3 4 5 6 7 8

2. Terlaksananya kesepahaman antara perusahaan, pekerja dan

pemerintah daerah Peningkatan Pengawasan Terhadap Perusahaan Dalam Pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR) (RA: 08) Sekda Kantor KumHAM, Polres, Kodim 0825/BWI , Lanal BWI Meningkatnya keberdayaan masyarakat sekitar perusahaan TARGET: Terlaksananya pengawasan tentang pelaksanaan CSR di 10 Perusahaan TARGET B03:

Terlaksananya pengawasan tentang pelaksanaan CSR di 2 Perusahaan

TARGET B06:

Terlaksananya pengawasan tentang pelaksanaan CSR di 5 Perusahaan

TARGET B09:

Terlaksananya pengawasan tentang pelaksanaan CSR di 7 Perusahaan

TARGET B12:

Terlaksananya pengawasan tentang pelaksanaan CSR di 10 Perusahaan - Peningkatan Pengawasan Terhadap Pemanfaatan Tanah (perkebunan dan perikanan darat) (RA: 09) Kantor BPN Bakesbangpol, Dishut, Kejari, Polres, Kodim 0825/BW, Lanal BWI

Tidak adanya tanah yang ditelantarkan oleh pemegang hak

TARGET:

Penetapan tanah terlantar dan pembatalan hak atas tanah bagi pemegang hak yang terbukti

menelantarkan tanah serta pendayagunaan tanah telantar.

TARGET B03:

Identifikasi dan penelitian tanah terindikasi terlantar sampai dengan Desember 2014

TARGET B06:

1. Melaksanakan sidang panitia C untuk menindaklanjuti data tanah terlantar

2. Pemberian peringatan I terhadap tanah terlantar

3. Pemberian peringatan II sesuai hasil pemantauan dan evaluasi

(14)

1 2 3 4 5 6 7 8 TARGET B09:

1. Pemberian peringatan III sesuai hasil pemantauan dan evaluasi 2. Penyusunan usulan penetapan

tanah terlantar sesuai hasil pemantauan dan evaluasi

TARGET B12:

1. Penetapan tanah terlantar dan pembatalan hak atas tanah 2. Pencabutan sertifikat hak atas

tanah dan sertipikat hak tanggungan (apabila ada hak tanggungan) oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten

Banyuwangi

3. Penyusunan rencana

pendayagunaan tanah yang sudah dinyatakan terlantar

d. Membangun sistem peringatan dini Menyusun SOP tentang penyelenggara an sistem peringatan dini (RA: 10) Polres Pemkab, Kejari, Kodim 0825/BWI, Lanal BWI Terbangunnya sistem peringatan dini di masyarakat tentang konflik sosial TARGET: Terlaksananya Sosialisasi Menyusun SOP tentang penyelenggaraan

sistem peringatan dini(di 24 Kecamatan)

TARGET B03:

1. Terbentuknya Pokja Penyusunan Draft SOP

2. Tersusunnya Draft SOP

TARGET B06:

1. Terlaksananya Harmonisasi/ Sinkronisasi Draft SOP

2. Pengesahan kesepakatan bersama

(15)

9

1 2 3 4 5 6 7 8

TARGET B09:

1. Terbentuknya Tim Sosialisasi SOP 2. Tersosialisasinya SOP di 24

Kecamatan

TARGET B12:

Tersosialisasinya SOP / Kesepakatan Bersama di 48 Kecamatan 2. Aksi Terorisme Peng-optimalan kegiatan pencegahan aksi terorisme (RA: 11)

Sekda Kantor KumHAM Pemkot / Pemkab, Polres, Kodim 0825/BWI, Lanal BWI Meningkatnya sinergitas antar stakeholders dan peran serta masyarakat dalam pencegahan terorisme di Kab. Banyuwangi TARGET: Terlaksananya kegiatan pencegahan aksi terorisme TARGET B03:

Sosialisasi Bahaya Radikalisme-Terorisme di Kalangan Pelajar-Pemuda-Mahasiswa dan masyarakat di 6 Kecamatan

TARGET B06:

Sosialisasi Bahaya Radikalisme-Terorisme di Kalangan Pelajar-Pemuda-Mahasiswa dan masyarakat di 12 Kecamatan

TARGET B09:

Sosialisasi Bahaya Radikalisme-Terorisme di Kalangan Pelajar-Pemuda-Mahasiswa dan masyarakat di 18 Kecamatan

(16)

1 2 3 4 5 6 7 8 TARGET B12:

Sosialisasi Bahaya Radikalisme-Terorisme di Kalangan Pelajar-Pemuda-Mahasiswa dan masyarakat di 24 Kecamatan

B. PENGHENTIAN / PENYELESAIAN KONFLIK SOSIAL DAN TERORISME Penghentian Konflik Sosial dan terorisme (RA: 12) Polres Pemkab, Kodim 0825/BWI, Lanal BWI Terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif TARGET:

Terhentinya Konflik Sosial dan terorisme oleh aparat keamanan

TARGET B03:

1. Tersedianya pasukan / cadangan bantuan

2. Terhentinya tindak kekerasan dan terorisme oleh Tim Terpadu Kabupaten dengan cepat / dalam tempo maksimal 1 x 24 jam setelah diajukannya permintaan dari Kecamatan

TARGET B06:

1. Tersedianya pasukan / cadangan bantuan

2. Terhentinya tindak kekerasan dan terorisme oleh Tim Terpadu Kabupaten dengan cepat / dalam tempo maksimal 1 x 24 jam setelah diajukannya permintaan dari Kecamatan

TARGET B09:

1. Tersedianya pasukan / cadangan bantuan

(17)

11

1 2 3 4 5 6 7 8

2. Terhentinya tindak kekerasan dan terorisme oleh Tim Terpadu Kabupaten dengan cepat / dalam tempo maksimal 1 x 24 jam setelah diajukannya permintaan dari Kecamatan

TARGET B12:

1. Tersedianya pasukan / cadangan bantuan

2. Terhentinya tindak kekerasan dan terorisme oleh Tim Terpadu Kabupaten dengan cepat / dalam tempo maksimal 1 x 24 jam setelah diajukannya permintaan dari Kecamatan Penyelesaian sengketa tanah Pusaka di desa Grajagan kecamatan purwoharjo (RA: 13 ) Sekda Bakesbangpol Kejari, Polres, Kodim 0825/BWI Perhutani, Kantor BPN , Bagian Hukum Terselesaikannya akar masalah sengketa tanah Pusaka di desa Grajagan kecamatan purwoharjo sehingga terciptanya situasi yang lebih kondusif

TARGET:

Terealisasikannya kesepakatan bersama antara warga desa grajagan dengan pihak PHPA alas Purwo Banyuwangi.

TARGET B03:

Terlaksananya pertemuan perwakilan masyarakat dengan pihak PHPA yang difasilitasi oleh Pemkab Banyuwangi 1 x

TARGET B06:

Terlaksananya pertemuan perwakilan masyarakat dengan pihak PHPA yang difasilitasi oleh Pemkab Banyuwangi 1 x

(18)

1 2 3 4 5 6 7 8 TARGET B09:

Tersusunnya MoU kesepakatan bersama antara pihak PHPA dengan Masyarakat desa Grajagan

kecamatan Purwoharjo

TARGET B012:

Terealisasikan kesepakatan bersama antara pihak PHPA dengan

Masyarakat desa Grajagan kecamatan Purwoharjo Penyelesaian Konflik Sosial berlatar belakang Lahan/SDA, mulai tahun 2014 (RA: 14) Sekda Kejari, Polres, Kodim 0825/BWI Terselesaikannya akar masalah konflik sosialberlatarbelaka ng Lahan/SDA, sehingga terciptanya situasi yang lebih kondusif

TARGET:

1. Terpetakannya

persebaran konflik dan potensi konflik sosial berlatar belakang Lahan/SDA di Kab. Banyuwangi 2. Terlaksananyamediasi dalam rangka penyelesaian akar masalah konflik sosial

TARGET B03:

Penyelesaian kasus konflik sosial berlatarbelakang Lahan/SDA, yang terjadi pada bulan Januari 2014 yaitu:

1. Teridentifikasinya akar masalah 2. Terlaksananya mediasi dalam

rangka penyelesaianakar masalah sehingga tercapai musyawarah dan mufakat untuk perdamaian (masing-masing kasus)

TARGET B06:

Penyelesaian kasus konflik sosial berlatarbelakang Lahan/SDA, pada bulan Februari – Maret 2014 yaitu: 1. Teridentifikasinya akar masalah

(19)

13

1 2 3 4 5 6 7 8

2. Terlaksananya mediasi dalam rangka penyelesaianakar masalah sehingga tercapai musyawarah dan mufakat untuk perdamaian (masing-masing kasus)

TARGET B09:

Penyelesaian kasus konflik sosial berlatarbelakang Lahan/SDA, pada bulan April – Juni 2014 yaitu:

1. Teridentifikasinya akar masalah 2. Terlaksananya mediasi dalam

rangka penyelesaianakar masalah sehingga tercapai musyawarah dan mufakat untuk perdamaian (masing-masing kasus)

TARGET B12:

Penyelesaian kasus konflik sosial berlatarbelakang Lahan/SDA, pada bulan Juli – Agustus 2014 yaitu:

1. Teridentifikasinya akar masalah 2. Terlaksananya mediasi dalam

rangka penyelesaianakar masalah sehingga tercapai musyawarah dan mufakat untuk perdamaian (masing-masing kasus)

(20)

1 2 3 4 5 6 7 8 Penyelesaian Konflik Sosial bernuansa SARA,periode mulai tahun 2014 (RA:15) Sekda Kantor KumHAM, Kejari, Polres, Kodim Terselesaikannya akar masalah konflik sosialberlatarbelaka ng SARA, sehingga terciptanya situasi yang lebih kondusif

TARGET: 1. Terpetakannya persebaran konflikdan potensi konfliksosial bernuansa SARA di Kab. Banyuwangi 2. Terlaksananya mediasi dalam rangka penyelesaian akar masalah konflik sosial berlatarbelakang SARA

TARGET B03:

Penyelesaian kasus konflik sosial berlatarbelakang SARA, yang terjadi pada bulan Januari 2014 yaitu: 1. Teridentifikasinya akar masalah 2. Terlaksananya mediasi dalam

rangka penyelesaianakar masalah sehingga tercapai musyawarah dan mufakat untuk perdamaian (masing-masing kasus)

TARGET B06:

Penyelesaian kasus konflik sosial berlatarbelakang SARA, pada bulan Februari – Maret 2014 yaitu: 1. Teridentifikasinya akar masalah 2. Terlaksananya mediasi dalam

rangka penyelesaianakar masalah sehingga tercapai musyawarah dan mufakat untuk perdamaian (masing-masing kasus)

TARGET B09:

Penyelesaian kasus konflik sosial berlatarbelakang SARA, pada bulan April – Juni 2014 yaitu:

1. Teridentifikasinya akar masalah 2. Terlaksananya mediasi dalam

rangka penyelesaianakar masalah sehingga tercapai musyawarah dan mufakat untuk perdamaian (masing-masing kasus)

(21)

15

1 2 3 4 5 6 7 8

TARGET B12:

Penyelesaian kasus konflik sosial berlatarbelakang SARA, pada bulan Juli – Agustus 2014 yaitu:

1. Teridentifikasinya akar masalah

2. Terlaksananya mediasi dalam

rangka penyelesaianakar masalah sehingga tercapai musyawarah dan mufakat untuk perdamaian (masing-masing kasus) Penyelesaian Konflik Sosial berlatar belakang politik dan batas daerah administrasi mulai tahun 2014 (RA: 16) Sekda Kejari, Polres, Kodim Terselesaikannya akar masalah konflik sosialberlatarbelaka ng Politik dan batas wilayah, sehingga terciptanya situasi yang lebih kondusif

TARGET:

1. Terpetakannya

persebaran konflikdan potensi konfliksosial berlatarbelakang politik dan batas wilayah

2. Terlaksananya mediasi dalam rangka

penyelesaian akar masalah konflik sosial berlatarbelakang politik dan batas wilayah

TARGET B03:

Penyelesaian kasus konflik sosial berlatarbelakang politik dan batas dan batas daerah administrasi, yang terjadi pada bulan Januari 2014 yaitu:

1. Teridentifikasinya akar masalah 2. Terlaksananya mediasi dalam

rangka penyelesaianakar masalah sehingga tercapai musyawarah dan mufakat untuk perdamaian (masing-masing kasus)

TARGET B06:

Penyelesaian kasus konflik sosial berlatarbelakang politik dan batas daerah administrasi, pada bulan Februari – Maret 2014 yaitu: 1. Teridentifikasinya akar masalah

(22)

1 2 3 4 5 6 7 8

2. Terlaksananya mediasi dalam rangka penyelesaianakar masalah sehingga tercapai musyawarah dan mufakat untuk perdamaian (masing-masing kasus)

TARGET B09:

Penyelesaian kasus konflik sosial berlatarbelakang politik dan batas daerah administrasi, pada bulan April – Juni 2014 yaitu:

1. Teridentifikasinya akar masalah 2. Terlaksananya mediasi dalam

rangka penyelesaianakar masalah sehingga tercapai musyawarah dan mufakat untuk perdamaian (masing-masing kasus)

TARGET B12:

Penyelesaian kasus konflik sosial berlatarbelakang politik dan batas daerah administrasi, pada bulan Juli – Agustus 2014 yaitu:

1. Teridentifikasinya akar masalah 2. Terlaksananya mediasi dalam

rangka penyelesaianakar masalah sehingga tercapai musyawarah dan mufakat untuk perdamaian (masing-masing kasus)

(23)

17 1 2 3 4 5 6 7 8 Penyelesaian Konflik Sosial berlatar belakang industrial mulai tahun 2014 (RA:17) Sekda Kejari, Polres, Kodim Terselesaikannya akar masalah konflik socialberlatarbelaka ng industrial, sehingga terciptanya situasi yang lebih kondusif

TARGET: 1. Terpetakannya persebaran konflikdan potensi konfliksosial berlatarbelakang industrial 2. Terlaksananya mediasi dalam rangka penyelesaian akar masalah konflik sosial berlatarbelakang industrial

TARGET B03:

Penyelesaian kasus konflik sosial berlatarbelakang industrial, yang terjadi pada bulan Januari 2014 yaitu:

1. Teridentifikasinya akar masalah 2. Terlaksananya mediasi dalam

rangka penyelesaianakar masalah sehingga tercapai musyawarah dan mufakat untuk perdamaian (masing-masing kasus)

TARGET B06:

Penyelesaian kasus konflik sosial berlatarbelakang industrial, pada bulan Februari – Maret 2014 yaitu: 1. Teridentifikasinya akar masalah 2. Terlaksananya mediasi dalam

rangka penyelesaianakar masalah sehingga tercapai musyawarah dan mufakat untuk perdamaian (masing-masing kasus)

TARGET B09:

Penyelesaian kasus konflik sosial berlatarbelakang industrial, pada bulan April – Juni 2014 yaitu:

1. Teridentifikasinya akar masalah 2. Terlaksananya mediasi dalam

rangka penyelesaianakar masalah sehingga tercapai musyawarah dan mufakat untuk perdamaian (masing-masing kasus)

(24)

1 2 3 4 5 6 7 8 TARGET B12:

Penyelesaian kasus konflik sosial berlatarbelakang industrial, pada bulan Juli – Agustus 2014 yaitu:

1. Teridentifikasinya akar masalah 2. Terlaksananya mediasi dalam

rangka penyelesaianakar masalah sehingga tercapai musyawarah dan mufakat untuk perdamaian (masing-masing kasus) Percepatan Penegakan Hukum Terkait Konflik Sosial mulai tahun 2014 (secara damai/penyidi kan) (RA: 18) Polres Kejari, Bag Hukum, Kantor KumHAM, Kodim, Binda Terciptanya kepastian hukum terhadap kasus-kasus konflik sosial

TARGET:

Terselesaikannya penegakan hukum dan /atau penyelesaian secara damai terhadap kasus-kasus konflik sosial secara cepat dan efektif

TARGET B03:

Terselesaikannya proses penegakkan hukum atas konflik sosial menonjol terkait Lahan/SDA, SARA, Politik dan batas daerah administrasi, industrial yang terjadi pada Oktober -

Desember 2014, yaitu: 1. Penyelesaian secara damai /

musyawarah mufakat dan / atau 2. Proses penegakkan hukum sampai

penyerahan tahap II

TARGET B06:

Terselesaikannya proses penegakkan hukum atas konflik sosial menonjol terkait Lahan/SDA, SARA, Politik dan batas daerah administrasi, dan industrial yang terjadi pada Januari - Maret 2014, yaitu:

(25)

19

1 2 3 4 5 6 7 8

1. Penyelesaian secara damai / musyawarah mufakat dan / atau 2. Proses penegakkan hukum sampai

penyerahan tahap II

Ditambah kasus-kasus yang terjadi pada bulan Oktober - Desember 2014 yang belum selesai, sejumlah 100%

TARGET B09:

Terselesaikannya proses penegakkan hukum atas konflik sosial menonjol terkait Lahan/SDA, SARA, Politik dan batas daerah administrasi, dan industrial yang terjadi pada April – Juni 2014, yaitu:

1. Penyelesaian secara damai / musyawarah mufakat dan/atau 2. Proses penegakkan hukum sampai

penyerahan tahap II

Ditambah kasus-kasus yang terjadi pada bulan Januari – Maret 2014 yang belum selesai, sejumlah 100%

TARGET B12:

Terselesaikannya proses penegakkan hukum atas konflik sosial menonjol terkait Lahan/SDA, SARA, Politik dan batas daerah administrasi, dan industrial yang terjadi pada Juli - September 2014, yaitu: 1. Penyelesaian secara damai /

(26)

1 2 3 4 5 6 7 8

2. Proses penegakkan hukum sampai penyerahan tahap II

Ditambah kasus-kasus yang terjadi pada bulan April – Juni 2014 yang belum selesai, sejumlah 100%

Percepatan Penegakan Hukum Terkait Konflik Sosial mulai tahun 2014 (penuntutan) (RA: 19) Kejari Polres, Kantor KumHAM, Bag Hukum Terciptanya kepastian hukum terhadap kasus-kasus konflik sosial

TARGET:

Terselesaikannya

penuntutan kasus-kasus konflik sosial yang diserahkan oleh penyidik Polri pada tahap II

TARGET B03:

Terselesaikannya kasus konflik (tahap penuntutan) yang diserahkan oleh penyidik Polri pada November s/d Desember 2014.

TARGET B06:

Terselesaikannya kasus konflik (tahap penuntutan) yang diserahkan oleh penyidik Polri pada Januari s/d Maret 2014 ditambah dengan berkas yang belum dituntut pada B03, sejumlah 100%

TARGET B09:

Terselesaikannya kasus konflik (tahap penuntutan) yang diserahkan oleh penyidik Polri pada Juni -

Agustus 2014 ditambah dengan kasus yang belum selesai pada B06,

(27)

21

1 2 3 4 5 6 7 8

TARGET B12:

Terselesaikannya kasus konflik (tahap penuntutan) yang diserahkan oleh penyidik Polri pada September -Oktober 2014 ditambah dengan kasus yang belum selesai pada B09,

sejumlah 100%

C. PEMULIHAN PASCA KONFLIK Penyusunan SOP Pemulihan Pasca Konflik (RA: 20) Sekda Polres, Kodim 0825/BWI, Lanal BWI Pulihnya kondisi daerah dan penduduk yang terkena dampak konflik TARGET: 1. Tersedianya SOP lintas K/L/D terkait yang mengatur prosedur pasca konflik termasuk rekonsiliasi, rehabilitasi dan rekonstruksi 2. Terlaksananya SOP pemulihan pasca konflik TARGET B03:

1. Terlaksananya Rapat Koordinasi Awal untuk Membentuk Pokja Penyusunan Draft SOP dengan SKPDTerkait

2. Tersusunnya Draft SOP 3. Terlaksananya Harmonisasi/

Sinkronisasi Draft SOP

TARGET B06:

1. Pengesahan SOP 2. Terlaksananya Rapat

Pembentukan Tim Sosialisasi SOP 3. Terlaksananya sosialisasi SOP di 8

Kecamatan

TARGET B09:

Terlaksananya sosialisasi SOP di 16 Kecamatan

(28)

1 2 3 4 5 6 7 8 TARGET B12:

Terlaksananya sosialisasi SOP di 24 Kecamatan

D. EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA AKSI TAHUN 2014 Terlaksananya Evaluasi Rencana Aksi Penanganan Gangguan Keamanan Dalam Negeri Tahun 2014 Tingkat Kabupaten Banyuwangi (RA: 21)

Sekda Tim Terpadu Tingkat Kab Banyuwangi Terlaksananya Rencana Aksi Penanganan Gangguan Keamanan Dalam Negeri Tahun 2014 tingkat Kab. Banyuwangi TARGET:

Melaksanakan Rakor Tim Terpadu Tingkat Kab. Banyuwangi

TARGET B03:

Melaksanakan Rakor Tim Terpadu Tingkat Kab. Banyuwangi sebanyak 1 kali

TARGET B06:

Melaksanakan Rakor Tim Terpadu Tingkat Kab. Banyuwangi sebanyak 2 kali

TARGET B09:

Melaksanakan Rakor Tim Terpadu Tingkat Kab. Banyuwangi sebanyak 3 kali

TARGET B12:

Melaksanakan Rakor Tim Terpadu Tingkat Kab. Banyuwangi sebanyak 4 kali

BUPATI BANYUWANGI

Ttd.

Referensi

Dokumen terkait

Masyarakat yang ada di pasar Bintoro Demak berpendapat dengan adanya pembiayaan mudharabah ini pedagang kecil sangatlah terbantu dalam suatu peminjaman modal

dari diri mereka sendiri agar Allah mengampuni orang-orang yang beriman; bahkan para Malaikat Ar-Rahman tidak berani untuk meminta pengampunan dari Allah, kecuali bagi orang-orang

Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2013 bertujuan untuk memperoleh informasi tentang peran hutan mangrove, keragaman, potensi jenis, kandungan karbon dan kebijakan

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi (1) kognitif; (2) psikomotorik; (3) afektif pada mata pelajaran pemrograman dasar setelah menggunakan model kooperatif tipe

Terdiri dari CPU, input yang bervariasi, output dan storage device (alat/lokasi penyimpanan data) dan media fisik untuk mengaitkan lokasi/alat tersebut bersama-sama. 

Alhamdulillah segala puji syukur atas kehadirat Allah SWT akhirnya skripsi saya yang berjudul “ Pengaruh Kualitas Layanan, Kepuasan hubungan Dan Kepercayaan

Artinya, lanjut Prof Arif, selain tentang literasi keuangan syariah, ekonomi mikro maupun makro, tentu tentang capacity building, karena IPB University berusaha

Pada produk susu dan olahannya, sebanyak 70 persen rumah tangga di perkotaan memiliki pengeluaran per kapita untuk makanan kemasan dengan kategori rendah perbulannya,