• Tidak ada hasil yang ditemukan

s ppb 0703846 chapter v

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "s ppb 0703846 chapter v"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

99

Anggia Meytasari, 2013

Kontribusi Kontrol Diri Terhadap Kedisiplinan Siswa Di Sekolah Dan Implikasinya Bagi Program Bimbingan Dan Konseling

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengumpulan, pengolahan dan analisis data mengenai kontrol diri dan kedisiplinan siswa di sekolah, diperoleh kesimpulan sebagai berikut.

1. Secara umum hampir seluruh siswa kelas XI SMK Negeri 2 Bogor Tahun Ajaran 2011/2012 menunjukkan bahwa siswa memiliki kontrol diri yang baik atau berada kategori sesuai. Artinya bahwa siswa mampu mengontrol dirinya dengan cara mengatur tingkah laku dan melakukan pertimbangan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk bertindak.

2. Secara umum hampir seluruh siswa kelas XI SMK Negeri 2 Bogor tahun ajaran 2011/2012 berada pada kategori sesuai menunjukkan siswa disiplin. Artinya siswa mampu untuk dapat mengontrol diri dalam menaati tata tertib dan atau peraturan lain yang ada di sekolah dengan rasa tanggung jawab. Pada kategori ini siswa dapat berperilaku disiplin dengan baik.

3. Terdapat korelasi yang positif antara kontrol diri dengan kedisiplinan siswa kelas XI SMK Negeri 2 Bogor tahun ajaran 2011/2012. Artinya, artinya bahwa semakin siswa mampu untuk mengontrol dirinya, maka akan semakin disiplin siswa tersebut atau begitu pula sebaliknya.

B.Saran

Berdasarkan hasil penelitian dikemukakan saran sebagai berikut:

1. Bagi Pihak Sekolah

Secara langsung dalam penelitian pentingnya keterlibatan dari pihak sekolah. Bagi pihak sekolah hendaknya melakukan beberapa hal berikut ini.

(2)

100

Anggia Meytasari, 2013

Kontribusi Kontrol Diri Terhadap Kedisiplinan Siswa Di Sekolah Dan Implikasinya Bagi Program Bimbingan Dan Konseling

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

b. Mengembangkan kemampuan siswa untuk mengembangkan kontrol internal terhadap perilaku sebagai dasar perilaku disiplin;

c. Kerjasama guru dalam hal membina perilaku siswa harus lebih ditingkatkan, karena dalam hal mendisiplinkan siswa bukan hanya tugas sebagian guru saja melainkan tugas semua guru dan staf yang ada di sekolah.

2. Bagi Guru Bimbingan dan Konseling (Konselor)

Berdasarkan hasil penelitian dapat dirumuskan beberapa saran bagi konselor dalam melaksanakan program bimbingan dan konseling untuk mengembangkan kontrol diri dan kedisiplinan siswa. Bagi konselor hendaknya melakukan beberapa hal berikut ini.

a. Konselor hendaknya memberikan layanan bimbingan yang lebih lanjut terhadap siswa yang memiliki kontrol diri yang tidak sesuai dengan memperhatikan aspek kontrol perilaku (behavioral control), kontrol kognitif

(cognitive control) dan kontrol keputusan (decisional control) yang merupakan

kesatuan utuh dalam pembentukan kontrol diri siswa. Guru bimbingan konseling dapat mengembangkan kontrol diri siswa dengan cara sebagai berikut.

1) Konselor sekolah memberikan layanan informasi terlebih dahulu dengan cara memberikan informasi mengenai manfaat dapat mengontrol diri, dan manfaat patuh terhadap peraturan sekolah. Pemberian layanan yang telah ada disajikan dengan cara yang lebih menarik, kreatif, dan inovatif sesuai kebutuhan siswa agar dapat mengembangkan kemampuan mengontrol diri. 2) Konselor memberikan layanan konseling individu atau kelompok, yang

berhubungan dengan kegiatan untuk menyelesaikan masalah kontrol diri dan kedisiplinan, seperti cara memberikan catatan berisi pencapaian target dalam berperilaku mamatuhi peraturan sekolah, menentukan skala prioritas, memajemen waktu, pengambilan keputusan, dan lain-lain. Apabila siswa dapat mencapai target yang telah dibuat, hendaknya konselor memberikan

(3)

101

Anggia Meytasari, 2013

Kontribusi Kontrol Diri Terhadap Kedisiplinan Siswa Di Sekolah Dan Implikasinya Bagi Program Bimbingan Dan Konseling

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

motivaasi dan sebagainya, sehingga dengan reward tersebut dapat memacu siswa mempertahankan konsistensinya dalam berdisiplin.

3) Konselor dapat memberikan pelatihan-pelatihan yang bertujuan untuk mengembangkan perilaku yang positif terutama yang berhubungan dengan peningkatan kontrol diri siswa dalam menghindari pelanggaran disiplin di sekolah ataupun di luar sekolah.

b. Konselor dalam melaksanakan program bimbingan untuk mengembangkan kontrol diri, konselor mensosialisasikannya kepada guru ataupun personil sekolah lain, sehingga dimungkinkan adanya bentuk kerjasama dan pemberian layanannya lebih ringan dan efektif.

3. Bagi Peneliti Selanjutnya

Bagi peneliti selanjutnya yang berminat untuk melakukan penelitian mengenai profil kontrol diri dan kedisiplinan. Direkomendasikan hal-hal sebagai berikut. a. Melakukan penyempurnaan instrumen penelitian kontrol diri dan kedisiplinan

siswa disekolah berdasarkan aspek indikator khususnya dalam item-item pernyataan sehingga menghasilkan instrumen yang lebih valid dan reliabel. b. Menggunakan metode yang lebih beragam dan menarik dalam memberikan

layanan bimbingan dan konseling untuk mengembangkan kontrol diri siswa sehingga kedisiplinan yang dicapai siswa lebih optimal.

Referensi

Dokumen terkait

Suara kelotok yang nyaring diduga menjadi salah satu faktor bekantan tidak terlihat disepanjang jalur ini, dan diduga juga bekantan akan lari ketika melihat

Berkaitan dengan minat belajar pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di SMP Veteran Cirebon, dijumpai berdasarkan penelitian pendahuluan bahwa siswa yang

Tindakan operasi kelamin yang dilakukan oleh Dena Rachman semakin membuktikan bahwa tidak ada gender selain perempuan atau laki- laki, sehingga membuat dia merubah

Prototipe sistem proteksi motor induksi berbasis mikrokontroller yang terintegrasi dengan teknologi IoT ini merupakan salah satu bentuk alternatif sistem

Dengan model pembelajaran TAI ini diharapkan akan lebih aktif lagi dan siswa tidak berpatokan pada guru, sehingga terciptanya interaksi antara siswa dengan guru dan antara

Hasil penelitian Kusworo dan Hardinto (2009) mengemukakan bahwa penerapan Scaffolding akan mendorong siswa untuk mengasah pemikirannya secara mandiri yang pada akhirnya akan

Sebagai contoh Dewa Ra memiliki kepala seekor burung elang yang disucikan baginya karena kecepatan terbangnya di angkasa.. Hathor, sebagai dewi cinta dan tawa,

 Senyawa asam dapat ditentukan konsentrasinya dengan cara menitrasi larutan tersebut dengan larutan standart basa, dengan menggunakan indikato PP untuk menentukan titik