• Tidak ada hasil yang ditemukan

S PSI 1000440 Chapter1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "S PSI 1000440 Chapter1"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

1

Amanda Putri Yuliardi, 2015

HUBUNGAN BEBAN KERJA D AN KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTAR REKAN KERJA D ENGAN TURNOVER INTENTION PAD A GURU SMP SWASTA D I KOTA BAND UNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu|perpustakaan.upi.edu

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan yang diselenggarakan oleh pihak swasta perlu mendapatkan

perlakuan dan perhatian yang sama dengan lembaga pendidikan negeri dalam

segala hal, termasuk juga dalam tenaga pendidikannya. Hal ini dikarenakan

mereka tidak hanya melihat siswa-siswa secara umum, melainkan melihat

keunikan dari setiap siswa tersebut karena biasanya dalam satu sekolah swasta 1

kelas hanya terdiri dari 20-30 siswa sehingga guru-guru dapat lebih memfokuskan

memberi perhatian pada setiap siswanya (Azka, 2011). Keadaan seperti ini

merupakan suatu tanggung jawab yang besar bagi guru-guru di sekolah swasta.

Setiap guru mempunyai peranan yang sangat penting di setiap sekolah tempat

mereka mengajar, termasuk juga pada sekolah menengah pertama (SMP). SMP

merupakan salah satu bentuk satuan pendidikan formal pada jenjang pendidikan

dasar sebagai lanjutan dari Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI), atau

bentuk lain yang sederajat atau lanjutan dari hasil belajar yang diakui setara

dengan SD atau MI (Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2008 Pasal 1 ayat 16).

Sebagai satuan pendidikan yang merupakan lanjutan dari sekolah dasar, maka

diperlukan tenaga-tenaga pendidik yang memiliki kompetensi-kompetensi sesuai

dengan kriteria anak-anak yang menduduki jenjang pendidikan ini.

Tugas guru tidak hanya mengajar, melainkan juga membimbing,

mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik sehingga para

guru tidak segan untuk menegur apabila perilaku peserta didik mereka

menyimpang dari aturan dan norma yang berlaku (Undang-undang Republik

Indonesia nomor 14 tahun 2005 Pasal 1, ayat 1 tentang Guru dan Dosen).

Keadaan seperti ini dapat menjadi salah satu tekanan bagi guru-guru di SMP

untuk mendidik peserta didiknya agar dapat menjadikan mereka sebagai anak

yang dapat membanggakan suatu bangsa. Berdasarkan hal tersebut, visi misi

seorang guru harus sama dengan visi misi yang dijunjung oleh suatu lembaga

(2)

Amanda Putri Yuliardi, 2015

HUBUNGAN BEBAN KERJA D AN KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTAR REKAN KERJA D ENGAN TURNOVER INTENTION PAD A GURU SMP SWASTA D I KOTA BAND UNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu|perpustakaan.upi.edu

yang membanggakan. Apabila terdapat ketidaksesuaian antara visi misi guru

dengan lembaga pendidikannya maka akan menimbulkan ketidaknyamanan yang

dapat berdampak pada perilaku pengunduran diri (turnover).

Turnover yang terjadi di lembaga pendidikan swasta dapat disebabkan oleh

beberapa hal. Berdasarkan hasil wawancara dengan tiga narasumber, alasan

guru-guru di sekolah swasta berhenti bekerja adalah karena ingin menjadi pegawai

negeri sipil (PNS), mengikuti pasangannya yang pindah keluar kota, merasa beban

kerjanya terlalu berat karena mengajar di dua tempat, merasa kelelahan karena

pada 1 hari mengajar lebih dari 2 kelas, dan ada juga yang merasa tidak nyaman

dengan lingkungan sekolahnya (Y. R. Yustiana, A. V. Wahyudi, & M. Despiani,

komunikasi pribadi, 14 & 15 Oktober, 2014).

Tingginya tingkat turnover pada suatu lembaga dapat membuat lembaga

tersebut merasa frustrasi karena harus mengeluarkan usaha dan biaya yang tidak

sedikit untuk merekrut kembali calon-calon karyawan yang berkompeten.

Turnover yang terjadi pada guru juga perlu untuk diselidiki lebih lanjut karena hal

ini dapat memberikan dampak yang kurang baik bagi lembaga tempat mereka

mengajar, peserta didik, dan lingkungan sekitarnya. Richardson, Alexander, &

Castleberry (2008) mengemukakan bahwa tingkat turnover guru dapat mencapai

angka 65 % di suatu sekolah. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh

Battle & Looney (2014, hlm. 374), sebanyak 6 guru menyatakan bahwa mereka

tidak yakin akan meneruskan pekerjaannya untuk tetap mengajar karena adanya

ketidaksesuaian dengan upah yang diberikan dan merasa stres ketika mengajar.

Hal serupa juga diungkapkan dalam penelitian Curtis (2012). 32 orang guru

dipilih secara acak dari kelompok guru yang memiliki niat untuk keluar kerja dan

menyatakan bahwa alasan mereka untuk pindah kerja adalah karena kesalahan

pribadi, rendahnya gaji, ketidakjelasan peraturan tentang perilaku siswa, dan yang

menjadi faktor utamanya adalah kurangnya dukungan administrasi sekolah

(Curtis, 2012, hlm. 787).

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, salah satu alasan guru berhenti

bekerja adalah karena merasa tugas dan jam kerjanya terlalu banyak sehingga

(3)

Amanda Putri Yuliardi, 2015

HUBUNGAN BEBAN KERJA D AN KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTAR REKAN KERJA D ENGAN TURNOVER INTENTION PAD A GURU SMP SWASTA D I KOTA BAND UNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu|perpustakaan.upi.edu

Yustiana, A. V. Wahyudi, & M. Despiani, komunikasi pribadi, 14 & 15 Oktober,

2014).

Berdasarkan keputusan dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14

tahun 2005, Pasal 1 ayat 1, tugas utama seorang guru tidak hanya mengajar,

melainkan mereka juga perlu untuk membimbing, mengarahkan, melatih, menilai,

mengevaluasi peserta didik serta melaksanakan tugas tambahan (Departemen

Pendidikan Nasional, 2008). Tugas utama inilah yang kemudian menjadi beban

kerja seorang guru. Beban kerja pada guru dilihat dari seberapa lama waktu

mengajarnya. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 pasal 35, ayat

2, beban kerja guru adalah sekurang-kurangnya 24 jam tatap muka dan

sebanyak-banyaknya 40 jam tatap muka dalam 1 minggu. Sementara, berdasarkan

keputusan yang ditetapkan dalam Departemen Pendidikan Nasional (2008, hlm.

3), baik guru PNS maupun non-PNS, harus memenuhi jam kerja yang sama

besarnya dengan beban kerja pegawai lainnya, yaitu 37,5 jam kerja per minggu.

Selain beban kerja, masalah lain yang perlu diperhatikan dan dapat menjadi

salah satu faktor seorang guru berhenti bekerja adalah komunikasi. Seperti yang

dijelaskan oleh Robbins (1996, hlm. 182), bagi sebagian besar pekerja, bekerja

juga dapat menjadi tempat untuk menjalin interaksi dengan orang lain sehingga

tidak mengherankan apabila seorang karyawan memiliki rekan kerja yang

mendukung dan ramah, maka akan meningkatkan kepuasan kerja mereka.

Begitupun sebaliknya. Hubungan dengan teman sekerja ini dapat terlihat dengan

adanya komunikasi dan kerjasama antar pekerja. Komunikasi yang terjadi antar

pekerja disebut sebagai komunikasi interpersonal.

Komunikasi yang berlangsung antar rekan kerja merupakan aktivitas yang

penting karena kedudukan antara satu karyawan dengan karyawan lainnya

memiliki keterkaitan. Komunikasi ini juga dapat menjadi perekat untuk menjaga

stabilitas hubungan antar karyawan untuk mencapai kualitas hubungan yang

harmonis (Aw, 2011, hlm. 92).

Berdasarkan pemaparan di atas, peneliti tertarik untuk meneliti “Hubungan Beban Kerja dan Komunikasi Interpersonal Antar Rekan Kerja dengan Turnover

(4)

Amanda Putri Yuliardi, 2015

HUBUNGAN BEBAN KERJA D AN KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTAR REKAN KERJA D ENGAN TURNOVER INTENTION PAD A GURU SMP SWASTA D I KOTA BAND UNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu|perpustakaan.upi.edu

B. Pertanyaan Penelitian

Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan sebelumnya, maka

pertanyaan penelitian yang diajukan adalah :

1. Apakah terdapat hubungan antara beban kerja dengan turnover intention

pada guru SMP swasta di kota Bandung?

2. Apakah terdapat hubungan antara komunikasi interpersonal antar rekan

kerja dengan turnover intention pada guru SMP swasta di kota Bandung?

3. Apakah terdapat hubungan antara beban kerja dan komunikasi

interpersonal antar rekan kerja dengan turnover intention pada guru SMP

swasta di kota Bandung?

C. Tujuan Penelitian

Hal-hal yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendapatkan

gambaran mengenai :

1. Hubungan antara beban kerja dengan turnover intention pada guru SMP

swasta di kota Bandung

2. Hubungan antara komunikasi interpersonal antar rekan kerja dengan

turnover intention pada guru SMP swasta di kota Bandung

3. Hubungan antara beban kerja dan komunikasi interpersonal dengan

turnover intention pada guru SMP swasta di kota Bandung

D. Manfaat Penelitian

Beberapa manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah sebagai

berikut.

1. Hasil dari penelitian ini dapat menjadi masukan dan juga sebagai sarana

pengembangan pengetahuan dalam ilmu psikologi, khususnya psikologi

industri dan organisasi, mengenai beban kerja dan komunikasi

interpersonal antar rekan kerja yang dihubungkan dengan turnover

(5)

Amanda Putri Yuliardi, 2015

HUBUNGAN BEBAN KERJA D AN KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTAR REKAN KERJA D ENGAN TURNOVER INTENTION PAD A GURU SMP SWASTA D I KOTA BAND UNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu|perpustakaan.upi.edu

2. Hasil penelitian ini juga dapat dijadikan sebagai bahan masukan bagi pihak

sekolah swasta agar lebih memperhatikan mengenai beban kerja yang

harus dikerjakan oleh guru non PNS atau honorer, komunikasi

interpersonal yang terjalin antar rekan kerja, dan untuk mengurangi

turnover intention pada guru SMP swasta non PNS atau honorer di kota

Bandung.

3. Hasil penelitian ini juga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi peneliti

lainnya yang ingin meneliti dengan tema yang serupa.

E. Struktur Organisasi Skripsi

BAB I PENDAHULUAN

Bab I mencakup pendahuluan yang berisikan latar belakang penelitian

hubungan beban kerja dan komunikasi interpersonal antar rekan kerja dengan

turnover intention pada guru swasta, identifikasi masalah, tujuan penelitian,

manfaat penelitian, dan struktur organisasi penelitian skripsi.

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Bab II mencakup kajian pustaka, konsep-konsep, dan kerangka pemikiran

tentang beban kerja, komunikasi interpersonal, dan turnover intention pada

guru swasta.

BAB III METODE PENELITIAN

Bab III menyajikan metode penelitian yang berisi penjabaran secara rinci

mengenai desain penelitian, populasi penelitian, sampel penelitian, instrumen

penelitian, dan analisis data.

BAB IV TEMUAN DAN PEMBAHASAN

Bab IV menguraikan hasil dari penelitian dan pembahasan yang terdiri dari

variabel yang diteliti, mendeskripsikan hasil penelitian, pengujian hipotesis,

dan pembahasan hasil pengujian.

BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI

Bab V mencakup inti dari hasil penelitian yang telah dilakukan dan

anjuran berdasarkan hasil penelitian tersebut yang ditujukan kepada

Referensi

Dokumen terkait

HUBUNGAN JOB INSECURITY D ENGAN KOMITMEN ORGANISASI PAD A KARYAWAN HOTEL ISTANA BAND UNG.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

HUBUNGAN KETERAMPILAN SOSIAL D ENGAN INTENSITAS PENGGUNAAN TWITTER PAD A REMAJA D I KOTA BAND UNG.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

HUBUNGAN ANTARA STRES BERKEND ARA D ENGAN D ISIPLIN BERLALU LINTAS PAD A PENGGUNA SEPED A MOTOR D ENGAN STATUS MAHASISWA D I KOTA BAND UNG.. Universitas Pendidikan Indonesia |

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) hubungan antara beban kerja dan turnover intention, (2) hubungan antara komunikasi interpersonal dengan turnover intention, dan

HUBUNGAN FEAR OF FAILURE D AN PROKRASTI NASI AKAD EMIK D ENGAN KECURANGAN AKAD EMIK PAD A MAHASISWA D EPARTEMEN PSIKOLOGI UPI.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

HUBUNGAN REGULASI EMOSI D ENGAN RESILIENSI PAD A KO-ASISTEN D OKTER D I KOTA BAND UNG Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu.. DAFTAR

HUBUNGAN COPING STRATEGIES D ENGAN PROTECTION MOTIVATION TERHAD AP PASIEN HIPERTENSI D I KOTA BAND UNG.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |

HUBUNGAN COPING STRATEGIES D ENGAN PROTECTION MOTIVATION TERHAD AP PASIEN HIPERTENSI D I KOTA BAND UNG.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |