M
j
M
j
P
P
di
di
Modul ke:
Manajemen
Manajemen Persediaan
Persediaan
Persediaan Surplus dan Persediaan Mati
Fakultas P St di Hidayat Wiweko,S.E.,M.Si. EKONOMI & BISNIS Program Studi Manajemen
MODUL 13 : Persediaan Surplus dan Persediaan Mati
Perhitungan Persediaan Surplusdan Persediaan Mati
Penghapusan dan Penyisihan Persediaan Mati
Terjadinya Persediaan Surplus dan Persediaan Mati
Rasio Persediaan Surplusdan Persediaan Mati
Persediaan Barang Bekas ModelPerhitungan yangLain
Persediaan Barang Bekas Perbaikan
Perhitungan dan Pelaporan Penatausahaan Persediaan
Surplusdan Persediaan Mati
Pemanfaatan Persediaan e tu ga da e apo a Barang Limbah Pemanfaatan Persediaan Surplus Penyimpanan Persediaan ISO9000dan ISO14000
A.
Perhitungan Persediaan Surplusdan
P
di
M ti
Persediaan Mati
Sebelum membicarakan mengenai persediaan surplus
g
p
p
dan persediaan mati, perlu dibicarakan terlebih dahulu
apa yang di maksud dengan persediaan surplus dan
persediaan mati :
p
Persediaan surplus ialah barang dalam persediaan yang
melebihi keperl an ata keb t han per sahaan
melebihi keperluan atau kebutuhan perusahaan.
Persediaan mati menunjukkan pada persediaan yang
Persediaan mati menunjukkan pada persediaan yang
tidak bergerak, atau tidak digunakan untuk waktu yang
cukup lama.
1.Persediaan Surplus
Sebelum menentukan atau menghitung apakah ada persediaan surplus atau tidak perlu terlebih dahulu persediaan surplus atau tidak, perlu terlebih dahulu ditentukan apa yang dianggap jumlah persediaan yang dianggap wajar atau tidak berlebih seperti contoh :
1. Perusahaan A: Tingkat persediaan dianggap wajar atau tidak berlebih apabila tidak melebihi kebutuhan selama 24 bulan.
2. Perusahaan B: Tingkat persediaan dianggap wajar apabila
tidak melebihi kebutuhan selama 2 kali waktu pemesanan atau pengadaan barang.
3. Perusahaan C: Tingkat persediaan dianggap wajar apabila
tidak melebihi kebutuhan selama 2 kali waktu pemesanan ditambah persediaan pengaman.
Contoh Perhitungan Persediaan Surplus
Misalnya, perusahaan B di atas memiliki persediaan suatu Misalnya, perusahaan B di atas memiliki persediaan suatu barang sebanyak 950 satuan. Waktu pemesanan barang rata – rata adalah 6 bulan. Pemakaian rata – rata barang tersebut
d l h 50 b l adalah 50 satuan per bulan.
Maka : Maka :
Tingkat persediaan yang dianggap wajar adalah sebesar 50 satuan x 6 x 2 = 600 satuan.
Dengan demikian, untuk barang dimaksud terdapat surplus atau persediaan berlebih sebanyak 350 satuan.
2.Persediaan Mati
Waktu tidak bergerak pada persediaan mati ditentukan oleh masing –g p p g masing perusahaan. Jadi, perlu juga suatu ketentuan yang bersifat kuantitatif. Beberapa contoh yang dilakukan oleh perusahaan adalah:
1. Perusahaan A menetapkan bahwa barang persediaan yang tidak bergerak selama 5 tahun atau lebih dapat dianggap sebagai
d
persediaan mati.
2. Perusahaan B menetapkan bahwa barang persediaan yang tidak bergerak selama 3 tahun atau lebih dapat dianggap sebagai persediaan mati.
3. Perusahaan C menetapkan bahwa barang yang diketahui sudah tidak mungkin digunakan lagi dapat dianggap sebagai persediaan mati
Contoh Perhitungan Persediaan Mati
Perusahaan dalam perhitungan l di d
surplus di atas pada suatu saat mempunyai persediaan barang sebanyak 2.100 satuan, dan menggunakan ketetapan persediaan
Jadi, setiap perusahaan akan selalu mengalami salah satu dari kemungkinan berikut ini:
menggunakan ketetapan persediaan mati seperti contoh perusahaan B, sehingga perusahaan tersebut memiliki:
g
1. Tidak mempunyai persediaan surplus / mati.
memiliki:
Persediaan surplus sebanyak (2.100 600) atau 1 500 satuan
2. Mempunyai persediaan surplus (saja).
3. Mempunyai persediaan surplus dan persediaan mati
– 600) atau 1.500 satuan.
Di antara surplus tadi, terdapat persediaan mati sebanyak 2.100 – 36 (50) = 300 satuan
dan persediaan mati.
4. Mempunyai persediaan mati (saja).
Ada perusahaanp yangy g menggunakangg istilah lain untuk menggambarkan persediaan surplus dan persediaan mati. Istilah – istilah lain yang digunakan tersebut, misalnya:
1. Obsolescence 2. Obsolete
3. Redundant, dan 3. Redundant, dan 4. Scrap
B.
Terjadinya Persediaan Surplusdan
Persediaan Mati
Beberapa sebab yang mungkin dapat dilakukan oleh para pengambilp y g g p p p g keputusan atau oleh mereka yang terkait dengan penggunaan barang antara lain :
1. Perhitungan yang kurang teliti sehingga mengakibatkan pembelian barang terlalu banyak.
2. Kesalahan perhitungan ramalan penggunaan yang akan datang. 3. Penggunaan formula yang kurang tepat.
4 Pencatatan data mengenai persediaan persediaan yang salah 4. Pencatatan data mengenai persediaan persediaan yang salah.
5. Perubahan program yang tidak dikomunikasikan kepada pengambil keputusan.
6. Perubahan program yang terlambat dikomunikasikan kepada pengambil keputusan.
Lanjutan …
7. Perubahan proses produksi.
7. Perubahan proses produksi.
8. Perubahaan penggunaan jenis suatu barang.
9. Penghentian penggunaan suatu peralatan (berakibat surplusg p gg p ( p / mati pada suku cadang).
10. Penerimaan barang salah pesan.
11. Penerimaan barang salah kirim.
12. Pembelian barang yang tidak standar.
13. Perubahan penentuan barang standar.
14. Turun mutu selama persediaan.
15 M t i l ti l ( b l )
15. Material yang tinggal guna (obsolescense).
C.
ModelPerhitungan yangLain
Rumus yangdapat digunakan adalah sebagai berikut:
Di mana
t* : Persediaan dalam kurun waktu ekonomis, dalam tahun
P : Harga satuan pembelian
Ps : Harga satuan penjualan kembali C : Biaya pemesanan per pesanan
t* = P – Ps + C/Q + Q
PF 2R
Q : Jumlah lot pembelian dalam satuan barang F : Persentase biaya penyediaan per tahun R : Pemakain barang per tahun
PF 2R
Surplus terjadi apabila: t > t*
Dimana t adalah persediaan dalam kurun waktu, dinyatakan dalam tahun.
Contoh Soal
Suatu barang tersedia di gudang sebanyak 200 satuan dengan harga satuan Suatu barang tersedia di gudang sebanyak 200 satuan dengan harga satuan pembeliannya ialah $20, dan mempunyai data penggunaan tahunan sebesar 100 satuan. Jumlah lot pembelian ialah 20 satuan dan biaya pembelian ialah $10 per pesanan Biaya pemesanan barang dicatat sebesar 25% Apabila harga penjualan pesanan. Biaya pemesanan barang dicatat sebesar 25%. Apabila harga penjualan kembali atau salvage value dari barang itu misalnya $15 persatuan, apakah ada jumlah yang dapat dianggap surplus?
Jawab : Jawab : P=20 Q=20 Ps=15 F=0,25 C 10 R 100 t* = P – Ps + C/Q + Q C=10 R=100 =20– 15+10/20+20 PF 2R 20x0,252x100 =5,50+1
5 10 Karena t adalah 200 / 100 = 2,0tahun maka terjadi surplus 510
=1,10+0,10 =1,2tahun
tahun, maka terjadi surplus sebanyak 0,8 tahun pemakaian atau sebesar 80 satuan.
D.
Penatausahaan Persediaan Surplus
dan Persediaan Mati
1. Identifikasi setiap barang yang mengalami surplus / mati.
2. Promosi penggunaan barang surplus dalam salah satu unit per sahaan ke nit lain
perusahaan ke unit lain.
3. Pembuataan daftar persediaan surplus dan persediaan mati untuk berbagai keperluan.
untuk berbagai keperluan.
4. Menyediakan anggaran untuk penghapusan persediaan mati.
5. Mengusahaakan perizinan mengenai penghapusan dan penyelisihan persediaan mati.
Prosedur tertulis untuk menjamin agar perusahaan melakukan pemanfaatan dan penindak lanjutan
persediaan surplus dan persediaan mati dengan baik persediaan surplus dan persediaan mati dengan baik melalui hal-hal sebagai berikut :
1. Definisi persediaan surplus dan persediaan mati.
2. Cara perhitungan persediaan surplus / mati tersebut.
3. Siapa yang berhak menyatakan persediaan surplus / mati.p y g y p p
4. Cara identifikasi persediaan surplus / mati.
5. Cara penyimpanan persediaan surplus / mati.
6 Administrasi persediaan surplus / mati
6. Administrasi persediaan surplus / mati.
7. Cara menganggarkan penghapusan persediaan mati.
8. Cara – cara penghapusan.
9 i d h
9. Jenis dan cara penghapusan.
10. Perhitungan harga persediaan surplus / mati.
11. Siapa yang berwenang menghapuskan.p y g g g p
12. Siapa yang berwenang menyisihkan.
E.
Pemanfaatan Persediaan Surplus
1. Digunakan sebagai barang pengganti atau substitusi barang
1. Digunakan sebagai barang pengganti atau substitusi barang lain yang hampir sama.
2. Ditawarkan ke unit kegiatan lain dalam perusahaan atau grup perusahaan yag sama dengan potongan harga.
3. Ditawarkan ke perusahaan lain untuk dibeli dengan harga yang menarik atau ditukar dengan barang lain
yang menarik atau ditukar dengan barang lain.
4. Dikembalikan dengan penjual barang atau ditukar dengan barang lain.g
5. Dijual ke pegawai perusahaan apabila menyangkut barang yang dapat digunakan oleh mereka.
F.
PenyimpananPersediaanSurplusdan
PersediaanMati
B l k Persediaan mati tidak ada Barang surplus merupakan
persediaan yang masih hidup, belum mati, sehingga masih akan digunakan lagi meskipun dalam
Persediaan mati tidak ada kemungkinan akan digunakan lagi, atau paling – paling mungkin digunakan dalam waktu yang lama,
digunakan lagi meskipun dalam waktu yang mungkin relatif agak lama.
digunakan dalam waktu yang lama, maka cara penyimpanannya harus sedemikian rupa sehingga tidak makan ruangan banyak dan
Oleh karena itu, cara penyimpanannya biasanya tidak
membutuhkan biaya banyak.
Sehingga, persediaan mati
perlu dibedakan atau dipisahkan dari penyimpanan barang persediaan biasa, jadi tetap
Sehingga, persediaan mati penyimpanannya harus disendirikan dan dipisahkan dari persediaan yang masih hidup.
p
disatukan dengan lot lain yang tidak surplus.
Apabila ruangan gudang terbatas maka dapat disimpan
dengan cara memasukkan ke dalam peti dan melakukan
langkah-langkah berikut ini
1. Setiap peti diberi identifikasi tertentu agarmudah
dikenali.
2. Setiap peti dilengkapi dengan daftar isi persediaan
mati tersebut,sekurang – kurangnya nama barang,
kode barang dan jumlah barang
kode barang,dan jumlah barang.
3. Peti disimpan dalam keadaan aman sedemikian rupa
sehingga apabila barang dijual atau disisihkan masih
sehingga apabila barang dijual atau disisihkan,masih
dalam keadaan baik.
G.
Penghapusan dan Penyisihan
Persediaan Mati
1. Penghapusan Persediaan Mati
Penghapusan adalah tindakan yang berhubungan dengan pembukuan barang persediaan dalam tata pembukuan keuangan.
2. Penyisihan Persediaan Mati
Penyisihan adalah tindakan yang bersifat fisik, yang dilakukan dengan maksud menyingkirkan secara fisik barang atau persediaan mati tersebut dariy g g p gudang atau halaman perusahaan.
3. Penyisihan Barang Pemerintah
3. Penyisihan Barang Pemerintah
Pada perusahaan milik Negara atau pemerintah wewenang penghapusan masih berada ditangan pimpinan perusahaan tersebut, tetapi wewenang penyisihan berada ditangan menteri keuangan. Untuk perusahaan Negara penyisihan berada ditangan menteri keuangan. Untuk perusahaan Negara tertentu, ada beberapa pengecualian yang diatur tersendiri.
Beberapa kemungkinan tindakan penyisihan dapat berupa: Beberapa kemungkinan tindakan penyisihan dapat berupa:
1. Membakar, membuang, menanam barang mati tersebut. 1. Membakar, membuang, menanam barang mati tersebut. 2. Menjual kembali kepada penjual semula.
3. Menukarkan kepada penjual semula dengan barang lain.p p j g g 4. Menjual kepada umum.
5. Menjual kepada karyawan.j p y
H.
Rasio Persediaan Surplusdan
Persediaan Mati
Nilai Persediaan Surplus
Rasio Surplus
=
Nilai Persediaan Total
Nilai Persediaan Mati
Rasio Persediaan mati =
Nilai Persediaan Total
Nilai Persediaan Total
Contoh Perhitungan Rasio Persediaan
Surplus dan Persediaan Mati
Misalkan dalam perusahaan A terdapat persediaan barang senilai $ 1 000 000 dimana terdapat persediaan surplus senilai $ 130 000 dan 1.000.000, dimana terdapat persediaan surplus senilai $ 130.000 dan persediaan mati senilai $ 23.000. maka perhitungan rasionya menjadi:
$ 130.000 Rasio Surplus =
$ 1.000.000
= 0,13 atau 13%
$ 23.000 Raiso Persediaan Mati =
$ 1 000 000 $ 1.000.000 = 0,023 atau 2,3%
Apakah nilai 13% atau 2.3 % itu “baik” atau “jelek” memang masih harus dibandingkan lagi dengan rasio perusahaan lain yang sejenis dan harus dibandingkan lagi dengan rasio perusahaan lain yang sejenis, dan kalau dapat perlu dibandingkan lagi dengan rasio perusahaan unggulan (benchmark) untuk mngetahui tingkat efisiensi perusahaan tersebut dalam bidang pencegahan surplus dan persediaan mati
dalam bidang pencegahan surplus dan persediaan mati.
Namun, setidaktidaknya kalau dari tahun ke tahun rasio tersebut dihitung, maka dapat diketahui kemajuan pengolahan persediaan dalam hal dimaksud. Ada perusahaan yang menganggap bahwa batas rasio persediaan mati terhadap seluruh persediaan yang dianggap wajar
p p p y g gg p j
adalah 2.5%. Oleh karena itu, perusahaan mencadangkan anggaran sebesar itu pula untuk penghapusan nilai persediaan mati tersebut pada akhir tahun anggaran.
I.
Persediaan Barang Bekas Perbaikan
Persediaan barang bekas adalah barang yang sesudah digunakan dan mengalami kerusakan masih dapat diperbaiki kembali, dan selanjutnya masih dapat digunakan kembali meskipun sudah tidak baru lagi (salvage masih dapat digunakan kembali meskipun sudah tidak baru lagi (salvage materials). Dalam hal perusahaan menempuh usaha ini, beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan antara lain:
1 B di i i i l 4 B b k b ik d
1. Barang persediaaan seperti ini perlu diberi tanda pengenal khusus, agar dapat dikenal dengan mudah.
2 Pemakai barang harus sadar apakah
4. Barang bekas perbaikan dapat digunakan sebagai pengganti barang sama yang baru atau sebagai subtitusi barang yang hampir sama.
2. Pemakai barang harus sadar apakah akan menggunakan barang bekas perbaikan atau barang baru.
3. Penggunaan barang bekas perbaikan
g y g p
5. Harga barang bekas perbaikan ini perlu ditentukan secara baru, misalnya sesuai dengan biaya perbaikannya.
gg g p
ini sejauh mungkin harus didahulukan dan diprioritaskan dari pada membeli barang baru.
6. Pemakai yang mengembalikan barang bekas untuk diperbaiki lagi perlu diberi perangsang dengan mengurai
bi b i d il i i
biaya bagiannya dengan nilai sisa barang bekas yang dikembalikan.
J.Perhitungan dan Pelaporan
Ada tiga jenis perhitungan persediaan surplus dan persediaan Ada tiga jenis perhitungan persediaan surplus dan persediaan mati yang perlu dilakukan dengan maksud yang berbeda :
1. Perhitungan secara keseluruhan
Hasil perhitungan akan menunjukan prestasi kerja
l l di k l h
pengelolaan persediaan secara keseluruhan.
2. Perhitungan satu per satu
Hasil perhitungan akan menunjukan prestasi kinerja Hasil perhitungan akan menunjukan prestasi kinerja pengelolaan persediaan barang satu demi satu.
3. Perhitungan Kelompok barang
Tabel 1 Perhitungan Surplus Jenis Kelompok / Barang Nilai Pemakaian 1 tahun Surplus Tubular Goods $ $ $ Pipes 2” Pipes 4” Pipes 6” 5.000 15.000 46 000 1.750 7.600 26 760 1.500 -Pipes 6” 46.000 26.760 -Small tools Spanners 1.500 600 300 Scewdriver 2.100 750 600 Chemicals Caustic Soada 6.450 4.320 -HCI 5.400 2.300 800 Keseluruhan 81.450 44.080 -Tubular Goods 66 000 36 110 Tubular Goods 66.000 36.110 -Small Tools 3.600 1.350 900 Chemicall 11.850 6.620
-Perusahaan A menetapkan bahwa yang dimaksud dengan persediaan surplus ialah persediaan yang melebihi pemakaian selama dua tahun. Perusahaan tersebut pada suatu saat mempunyai tujuh jenis barang persediaan yang terdiri dari tiga mempunyai tujuh jenis barang persediaan yang terdiri dari tiga kelompok dengan data sebagai berikut:
Dari contoh perhitungan diatas dapat diketahui bahwa apabila dihitung satu persatu, ada surplus sebesar $3.200 ($1.500 + $300 + $600 + $800) dan apabila dihitung per kelompok hanya $300 + $600 + $800), dan apabila dihitung per kelompok, hanya ada surplus sebesar $900, yaitu golongan small tools, dan apabila dihitung secara keseluruhan, sebetulnya tidak ada surplus sama
k li sekali.
K.
Barang Limbah
Barang limbah adalah barang yang mempunyai karakteristik khusus dan tidak termasuk dalam kategori barang surplus khusus dan tidak termasuk dalam kategori barang surplus ataupun persediaan mati.
Barang limbah atau waste merupakan barang yang tidak utuh, yang merupakan hasil dari salah satu hal berikut ini :
a. Sisa dari suatu proses
b. Sisa dari suatu penggunaan
c. Kebocorankebocoran dari suatu tempat penyimpanan
d. Barang atau peralatan yangsudah rusak Si b k ( ki ) t b
Untuk dapat dianggap sebagai limbah berbahaya (
Untuk dapat dianggap sebagai limbah berbahaya (
hazardous waste ), dua persyaratan perlu dipenuhi,
yaitu:
y
1. Whether the material is a solid waste
2. Whether the solid waste is hazardous
L.
ISO9000dan ISO14000
ISO 9000 adalah standar manajemen mutu yang perlu
ISO 9000 adalah standar manajemen mutu yang perlu
dilakukan
oleh
perusahaan
yang
dikeluarkan
oleh
International Organization for Standardization.
ISO 14000 adalah standar manajemen lingkungan yang
perlu dilakukan perusahaan atau entitas yang memiliki
sertifikat
seri
ISO
14000
berarti
telah
melakukan
manajemen lingk ngan ses ai dengan ketent an standar
manajemen lingkungan sesuai dengan ketentuan standar
tersebut.
ISO 9001 butir 15 secara khusus mengatur mengenai
i
k
d
penanganan,
penyimpanan,
pengepakan,
dan
penyampaian.
Keterkaitan persediaan surplus dan persediaan mati
dengan ISO 14000 adalah apabila menyangkut barang
dengan ISO 14000 adalah apabila menyangkut barang
persediaan atau limbah berbahaya ( hazardous waste )
yang dapat mempengaruhi kelestarian dan lindungan
yang dapat mempengaruhi kelestarian dan lindungan
lingkungan.
Subjek atau topik yangdiatur dalam ISO14000dapat
diklasifikasikan sebagai berikut:
diklasifikasikan sebagai berikut:
EnvironmentalManagement
St d d 2 Product Evaluation Standard Standards
1. Organization Evaluation Standard
2. Product Evaluation Standard
a. Environmental Aspects in a. Environmental Management System p Product Standards (ISO 1460) b i l b li y (ISO 14001, ISO 14004) b. Environmental Auditing
(ISO 14010 ISO 14011 ISO
b. Environmental Labeling
(ISO 14020, ISO 14021, ISO 14022, ISO 14023, ISO 14024).
(ISO 14010, ISO 14011, ISO 14012)
c. Environmental Performance Evaluation
, , )
c. Life Cycle Assessment
(ISO 144040, ISO 14041, ISO )
Evaluation
Hal- hal berikut ini adalah untuk memahami lebih lanjut
mengenai apa yang tercakup dalam Environmental Management mengenai apa yang tercakup dalam Environmental Management System:
a. Kebijakan. i. Dokumentasi.
a. Kebijakan.
b. Aspek dan dampak lingkungan.
K i l l d
i. Dokumentasi.
j. Prosedur pengawasan.
k. Kesiapan keadaan darurat.
c. Kepentingan legal dan kepentingan lain.
d. Tujuan dan target.
l. Monitor dan pengukuran.
m. Tindakan korektif dan preventif
j g
e. Program manajemen.
f. Struktur dan tanggung j b
preventif.
n. Audit.
o. Penilaian manajemen jawab.
g. Pelatihan, kesadaran, dan kemampuan.
(mengenai efektivitas dan kecukupan)
p
Aspek dan Dampak lingkungan perlu diperhatikan hal
hal sebagai berikut:
hal sebagai berikut:
1 A k a.Sumber asala.Sumber asal f.Emisi gasf.Emisi gas 1.Aspek
Lingkungan limbahlimbah
b.Pembuangan limbah b.Pembuangan limbah buangan mobil buangan mobil g.Penggunaan bahan kimia g.Penggunaan bahan kimia c.Pembuangan air hasil taufan c.Pembuangan air hasil taufan d.Sumber emisi d.Sumber emisi air h.Penggunaan air i.Penggunaan i.Penggunaan energi udara udara e.Emisi udara berbahaya e.Emisi udara berbahaya energi energi j.Penggunaan sumber alami j.Penggunaan sumber alami k Produk tinggal k Produk tinggal guna k.Produk tinggal guna 2 P b 2.Pembuangan Produk
Lanjutan …
3.Dampakp Lingkungan a.Dampak pada ekologi a.Dampak pada ekologi b. Dampak pada b. Dampak pada c. pada c.Dampak pada polusia Dampak pada flora
sumber alam b.Dampak pada
sumber alam
a. Dampak pada tanah pertanian.
a. Dampak pada udara. b. Dampak pada air.
c. Dampak pada tingkat radiasi. d Dampak pada erosi tanah a. Dampak pada flora.
b. Dampak pada fauna. c. Dampak pada diversitas
hayati.
d D k d h bit t b. Dampak pada sumber daya hutan.
c. Dampak pada persediaan air. d. Dampak pada mineral.
d. Dampak pada erosi tanah. e. Dampak pada timbulnya
limbah.
f. Dampak pada tingkat
k i i
d. Dampak pada habitat.
e. Dampak pada pemandangan dan keindahan alam.
d. Dampak pada mineral. e. Dampak pada sumber daya
kelautan.
f. Dampak pada tanah basah. g Dampak pada hutan tadah
kontaminasi.
g. Dampak pada hutan tadah hujan.
Kesimpulan
• Dalam bab ini, kita mempelajari tentang apa yang dimaksudDalam bab ini, kita mempelajari tentang apa yang dimaksud dengan persediaan surplus dan persediaan mati. Tentang bagaimana cara menghitungnya, memanfaatkannya,
i d l i l i M d l hi hi
menyimpannya, dan lainlain. Model perhitunganperhitungan yang ada dapat membantu manajer dalam menentukan atau menghitung jumlah barang yang harus dipesan. Hal ini sangatg g j g y g p g perlu diketahui agar tidak menjadi beban bagi perusahaan karena biaya yang dikeluarkan untuk penyimpanan dan halhal lainnya sangat besar