• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Jum at, 22 Mei 2009

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Jum at, 22 Mei 2009"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

1

P

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )

JI. Ir. H. Juanda 36, Jakarta 10120 Indonesia Telepon : (021) 345 8400 Fax : (021) 345 8500

Email : [email protected] Website : http://www.bnpb.go.id

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB

Jum’at, 22 Mei 2009

Pada hari Kamis, 21 Mei 2009 pukul 08.00 WIB hingga hari Jum’at, 22 Mei 2009 pukul 08.00 WIB, dilaporkan informasi kejadian alam dan bencana di wilayah Indonesia yang diperoleh Pusdalops BNPB sebagai berikut :

I. Kecelakaan pesawat Hercules di Kab. Magetan Por. Jawa Timur 1. Kejadian

a. Jenis Kejadian

: Kecelakaan Pesawat Hercules C 130

b. Waktu Kejadian

: Rabu, 20 Mei 2009 pukul 06:20 WIB

c.

Lokasi Kejadian

:

Desa, Geplak Kec. Karas, Magetan Jawa Timur (4 kilometer dari Lanud Iswahyudi, Jawa Timur)

d.

e. Penyebab

:

Masih dalam proses investigasi oleh TNI dan Polri

2.

Kondisi Mutakhir

a. Korban Jiwa :

a. Meninggal

: 100 orang

b. Luka-luka

: 14 orang (13 orang masih dalam perawatan di RSUD Dr.

Soedono Madiun dan 1 orang dirawat di RS Lanud Iswahyudi)

b. Kerusakan

Rumah

: 2 unit rumah rusak berat dan 3 unit rumah rusak ringan.

3.

Upaya Penanganan

− Rabu, 20 Mei 2009 Tim TRC BNPB telah diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melakukan pantauan langsung dan monitoring perkembangan.

− Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim telah mengunjungi RS Lanud Iswahyudi untuk menjenguk korban dirawat yang masih dalam proses identifikasi.

− Hingga hari Jum’at, 22 Mei 2009 proses evakuasi masih tetap dilakukan setelah dihentikan sementara. Proses evakuasi dilakukan dengan mengerahkan 1 unit buldozer dan becko untuk mengumpulkan puing-puing badan dan ekor pesawat serta kemungkinan korban yang masih tertimbun reruntuhan hancurnya pesawat, oleh personil dari TNI AD, TNI AU dan Polri.

− Bantuan layanan kesehatan sudah tersedia seperti ambulan, kantong-kantong mayat didukung Tim dari Dinkes, PMI, TNI AU, TNI AD, Polri dan Pusling.

− Gubernur Jatim telah memberikan santunan dan perbaikan bagi rumah warga yang rumahnya rusak akibat tertabrak pesawat. Dinsos Magetan telah mendirikan dapur umum. − Biaya perawatan korban selamat, santunan duka dan perbaikan rumah sudah ditanggung

oleh pemerintah Kabupaten Magetan.

(2)

2

II. Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan

A. Kondisi Terkini

1. Hari Kamis, 21 Mei 2009, tidak terpantau adanya titik panas di wilayah Sumatera dan wilayah Kalimantan. Kondisi cuaca berdasarkan informasi dari BMKG di Sumatera dan Kalimantan sebagai berikut :

Daerah Jumlah Hot Spot*) Kondisi Cuaca**) SUMATERA

Sumatera Utara - Hujan Ringan

Riau - Berawan

Jambi - Berawan

Sumatera Selatan - Hujan Ringan

KALIMANTAN

Kalimantan Barat 2 Berawan

Kalimantan Selatan - Hujan Ringan

Kalimantan Tengah - Hujan Ringan

Kalimantan Timur - Hujan Ringan

*) Sumber: Dep. Kehutanan (Satelit NOAA-18) **) Sumber: BMKG (kondisi cuaca secara umum)

2. Jarak pandang (visibility) pada hari Kamis, 21 Mei 2009 laporan, di beberapa kota di Sumatera dan Kalimantan dilaporkan sebagai berikut :

Nama Kota 07:00 10:00 13:00 16.00 SUMATERA Medan 6.000 m 10.000 m 10.000 m 6.000 m Pekanbaru 5.000 m 7.000 m 8.000 m 9.000 m Jambi 7.000 m 11.000 m 15.000 m 14.000 m Palembang 7.000 m 10.000 m 10.000 m 10.000 m KALIMANTAN Pontianak 8.000 m 10.000 m 10.000 m 8.000 m Palangkaraya 6.000 m 9.000 m 10.000 m 10.000 m Samarinda 5.000 m 6.000 m 6.000 m 7.000 m Banjarmasin 8.000 m 10.000 m 10.000 m 10.000 m

Keterangan : Jarak Pandang ( Visibility) normal > 3.000 meter

3. Ditinjau dari aspek meteorologi pada tanggal 20 – 22 Mei 2009, wilayah Sumatera dan Kalimantan diprakirakan mempunyai :

a. Potensi kebakaran Tinggi terdapat di wilayah NAD NAD, Sumatera Utara, Riau, Jambi,

Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

b. Potensi kebakaran Sangat Tinggi di Sumatera terdapat di NAD, Sumatera Utara, Riau,

Jambi, Sumatra Barat, Sumatra Selatan dan Lampung dan Kalimantan Tengah.

4. Prakiraan penjalaran asap sampai dengan tanggal 22 Mei 2009 pukul 07.00 WIB, dii wilayah NAD arahnya menuju Timur – Utara sampai ke wilayah Selat Malaka, di wilayah Sumut arahnya menuju Timur – Utara sampai ke wilayah Selat Malaka, di wilayah Bengkulu arahnya menuju Utara sampai ke wilayah Selat Malaka, di wilayah Kalbar arahnya menuju Utara sampai ke wilayah Pantai Utara Kalbar dan di wilayah Kalsel arahnya menuju Barat Laut – Selatan sampai ke wilayah Kalteng.

(3)

3

B. Upaya Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan

1. BNPB senantiasa berkoordinasi dengan Dep. Kehutanan, LAPAN dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika untuk memantau perkembangan titik panas (hotspot) serta jarak pandang (visibility) setiap hari.

2. Secara umum, Satlak PB, Satkorlak PB, Manggala Agni Dinas Kehutanan, Kepolisian dan instansi/sektor terkait tetap menyiagakan petugas untuk memantau perkembangan kondisi titik api yang dapat menyebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

3. Dinas Kehutanan mengawasi kegiatan pembukaan lahan oleh perusahaan dan membina masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan membakar.

4. Masing-masing dinas dan instansi terkait di wilayah Sumatera dan Kalimantan berupaya untuk mensiagakan sumberdaya yang cukup untuk melakukan tindakan pemadaman dini dan pemadaman terpadu apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Sumber : Dep. Kehutanan dan Meneg LH

III. Aktivitas Gunung Api di Wilayah Indonesia

Saat ini ada 5 (lima) gunung api yang dinyatakan dalam status “Siaga” (Level III) diantaranya :

A. Status Gunung Berapi

1. Gunung Api Anak Krakatau di Kab. Lampung Selatan, Prov. Lampung (Laporan

perkembangan).

Sejak tanggal 6 Mei 2009 hingga hari Kamis, 21 Mei 2009, status kegiatan G. Krakatau masih dalam keadaan ”Siaga” (Level III).

2. Gunung Api Semeru di Kabupaten Lumajang dan Malang Provinsi Jawa Timur

(Laporan perkembangan).

Sejak tanggal 6 Maret 2009 hingga hari Kamis, 21 Mei 2009, status kegiatan G. Semeru masih dalam keadaan ”Siaga” (Level III).

3. Gunung Api Karangetang di Kab. Sitaro, Prov. Sulawesi Utara (Laporan

perkembangan).

Sejak tanggal 02 Desember 2008 hingga hari Kamis, 21 Mei 2009, status kegiatan G. Karangetang masih dalam keadaan ”Siaga” (level III).

4. Gunung Api Ibu di Kab. Halmahera Barat, Prov. Maluku Utara (Laporan

perkembangan).

Sejak tanggal 21 April 2008 hingga hari Kamis, 21 Mei 2009, status kegiatan G. Ibu masih dalam keadaan ”Siaga” (level III).

5. Gunung Api Slamet di Kab. Pemalang, Kab. Banyumas, Kab. Brebes, Kab. Tegal dan Kab. Purbalingga Prov. Jawa Tengah (Laporan perkembangan).

Sejak tanggal 23 April 2009 hingga hari Kamis, 21 Mei 2009, status kegiatan G. Slamet masih dalam keadaan ”Siaga” (Level III).

B. Rekomendasi

1. Masyarakat di sekitar G. Api Ibu dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati G. Api Ibu dalam radius 2 km.

2. Masyarakat diharapkan tidak mendekati pulau gunung Anak Krakatau dalam radius 2 km dari kawah G. Anak Krakatau.

3. Masyarakat di sekitar G. Anak Krakatau, G. Semeru, G. Api Karangetang, G. Api Ibu dan G. Slamet dihimbau agar tetap tenang tidak mempercayai isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, selalu mengikuti arahan dari Satlak PB dan Satkorlak PB setempat.

4. Masyarakat di sekitar G. Semeru tidak melakukan aktifitas di wilayah sejauh 4 km di seputar lereng tenggara kawah aktif yang merupakan wilayah bukaan kawah aktif G. Semeru sebagai alur luncuran awan panas, tidak mendekati Puncak Mahameru dan melakukan pendakian yang melebihi wilayah Kalimanti.

5. Masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan masker (penutup hidung) untuk mengantisipasi dampak hujan abu.

(4)

4

6. Bagi pesawat yang akan melintasi wilayah G. Semeru agar berhati-hati terhadap dampak abu letusan.

7. Masih banyak endapan material vulkanik lepas hasil letusan terdahulu di sekitar kawah G. Semeru maka dimusim penghujan masyarakat yang bermukim di bantaran sungai dan beraktivitas di dalam sungai Besuk Kembar, Besuk Kobokan dan Besuk Bang diharapkan berhati-hati karena dapat terancam bahaya aliran lahar panas.

8. Belum dipandang perlu adanya pengungsian di semua gunung yang dinyatakan dalam status siaga.

9. Masyarakat sekitar G. Karangetang tidak diperbolehkan mendaki lebih dari 500 m dpal. 10. Masyarakat dan wisatawan tidak diperbolehkan melakukan pendakian ke puncak G.

Slamet.

11. Penduduk di sekitar G. Karangetang, terutama di kampung Dame dan Kelurahan Tatahandeng agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya awan panas dan guguran lava pijar yang dapat terjadi setiap saat. Sedangkan masyarakat di sepanjang aliran Batu Awang, kali Kahetang, Kali Keting, kali Batang, kali Beha Timur dan Kali Nanitu agar mewaspadai bahaya sekunder berupa ancaman aliran lahar.

12. Jika terjadi hujan abu cukup deras, masyarakat dianjurkan menggunakan masker penutup hidung dan mulut dikarenakan abu vulkanik yang terhirup dapat mengganggu saluran pernafasan.

13. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Satkorlak dan Satlak PB setempat untuk memantau perkembangan kegiatan gunung api tersebut.

Sumber : Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

IV. Prakiraan Cuaca Wilayah JABODETABEK

Prakiraan cuaca wilayah JABODETABEK berlaku untuk hari Jum’at, 22 Mei 2009 dilaporkan sebagai berikut : NO L0KASI C U A C A Pagi (00.05 – 12.00) Siang (12.05 – 18.00) Malam (18.05 – 24.00)

1 Jakarta Pusat Berawan Berawan Berawan

2 Jakarta Utara Berawan Berawan dan hujan

ringan Berawan

3 Jakarta Selatan Berawan Berawan dan hujan

ringan kadang sedang Berawan

4 Jakarta Timur Berawan Berawan dan hujan ringan kadang sedang

Berawan dan hujan ringan 5 Jakarta Barat Berawan Berawan dan hujan

ringan Berawan

6 Jakarta

Kep.Seribu Berawan Berawan

Berawan dan hujan ringan

7 Bogor Berawan Berawan dan hujan

ringan kadang sedang

Berawan dan hujan ringan

8 Tangerang Berawan Berawan Berawan

9 Depok Berawan Berawan dan hujan

ringan Berawan

10 Bekasi Berawan Berawan dan hujan

ringan Berawan

Keterangan :

- Hujan ringan : 1.0 – 5.0 mm/jam 5 – 20 mm/hari

- Hujan sedang : 5.0 – 10 mm/jam 20 – 50 mm/hari

- Hujan lebat : 10 – 20 mm/jam 50 – 100 mm/hari

(5)

5

Peringatan Dini : Berpotensi hujan dengan itensitas ringan kadang sedang yang disertai

kilat/petir serta angin kencang antara sore hingga menjelang malam hari terutama di wilayah Jakarta Selatan, Timur dan Bogor.

V. Prakiraan Gelombang Tinggi :

Prakiraan gelombang tinggi untuk tanggal 21 - 22 Mei 2009 pukul 07:00 WIB sebagai berikut :

- 2.0 - 3.0 m : Perairan utara Aceh, Perairan barat Mentawai, Perairan Kep. Tanimbar,

Perairan Kep. Aru, Laut Arafuru dan Selatan Marauke yang berbahaya bagi perahu nelayan dan tongkang.

- 3.0 – 4.0 m : Samudera Hindia utara dan baratlaut Aceh yang berbahaya bagi perrahu nelayan, tongksng, tugboat, roro, LCT dan Ferry.

Sumber : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofísika

.

Pengawas,

Drs. R. Sugiharto

Jakarta, 22 Mei 2009 Ketua Kelompok Piket,

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karena itu permohonan kami dalam petitum adalah kami mohonkan intinya bahwa dasar pembentukan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1954 tentang Penetapan Hak Angket Dewan

Rumah Sakit Umum Daerah Kota Yogyakarta (RSUD) Kota Yogyakarta yang merupakan rumah sakit milik Pemerintah Kota Yogyakarta dengan klasifikasi RS Tipe B

Kemudian berdasarkan pengujian hipotesis kedua menggunakan N-Gain score pada minat belajar peserta didik diperoleh nilai standart gain kelas eksperimen sebesar 0,41 yang

LPKR memiliki indikator Stoc osc dan RSI mengindikasikan pola Uptrend, LPKR belum berhasil menembus Resistance di level harga 1020 sehingga terbuka peluang untuk menguji

Beberapa saran yang ditujukan sebagai bahan untuk pengembangan lebih lanjut sistem seleksi dan rekrutmen karyawan baru tahap awal di PT Multi Anugerah Lestari Texindo

Kondisi tersebut didasarkan pada volume tangki penyimpanan akan lebih kecil jika ammonia berfasa cair jika dibandingkan pada fasa uap untuk massa ammonia yang

Seperti telah diuraikan sebelumnya bahwa struktur keuangan merupakan perimbangan dari modal asing dan modal sendiri dan profitabilitas dalam hal ini yaitu Return On

Pemberian pupuk kascing dan NPK 16:16:16 diduga tidak cukup yang menyebabkan pertumbuhan tanaman menurun ini sesuai dengan pendapat Menurut Buckman (1969)