• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PELAKSANAAN, HASIL, DAN KENDALA PENDAMPINGAN KELUARGA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV PELAKSANAAN, HASIL, DAN KENDALA PENDAMPINGAN KELUARGA"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

PELAKSANAAN, HASIL, DAN KENDALA PENDAMPINGAN KELUARGA

4.1 Pelakasanaan Pendampingan Keluarga 4.1.1 Kunjungan 1

Hari/Tanggal : Kamis, 28 Agustus 2016

Jenis Kegiatan : Perkenalan dengan keluarga KK dampingan.

Pada kunjungan pertama, dimulai dengan survey rumah KK Dampingan di Jalan Abuan, Desa Bonyoh yang berjarak kurang lebih 1 km dari pusat desa. Pada kunjungan ini, saya hanya bertemu dengan Bapak I Made Kanca dan anaknya yang biasa dipanggil Putu karena saat itu istri Pak Kanca sedang bekerja di sebagai buruh tani di lading orang lain. Pak Kanca menyambut kedatangan kami dengan sangat baik dan beliau mengatakan kepada saya untuk memaklumi kondisi rumahnya yang masih belum ada tempat untuk duduk.

Pada kunjungan ini, saya melakukan perkenalan dengan keluarga dampingan. Keluarga dampingan terdiri dari 3 orang, yaitu KK, istri dan satu orang anak. Anak Pak Kanca masih berumur lima tahun dan belum sekolah. Usia beliau sudah tergolong tua dan dikatakan bahwa beliau menikah saat berusia 53 tahun, dan berbeda usia 27 tahun dengan istrinya. Keluarga beliau tinggal di sebuah rumah yang berdiri di atas tanah milik pribadi, berukuran kurang lebih seluas 1 are.

4.1.2 Kunjungan 2

Hari/Tanggal : Jumat, 29 Juli 2016

Jenis Kegiatan : Melihat dan membantu KK bekerja.

Pada kunjungan kedua saya bertemu dengan semua anggota keluarga. Pak Kanca mengatakan bahwa beliau dan istrinya bekerja sebagai buruh tani di ladang orang lain dikarenakan ladang miliknya dengan luas ± 1 are sedang disewakan selama 20 tahun untuk biaya persalinan istrinya 5 tahun yang lalu. Saat ini, Pak Kanca masih memiliki kebun jeruk seluas ± 0,5 are. Selain jeruk, beliau juga menanam jagung, labu siam, dan cabai di kebun

(2)

9 mereka untuk dipergunakan sendiri dan sebagian dijual ke pasar. Pak Kanca juga beternak ayam, babi dan sapi. Telur yang dihasilkan dari beternak ayam dikonsumsi sendiri oleh keluarga. Sapi tersebut merupakan bantuan dari pemerintah yang dipelihara oleh KK.

4.1.3 Kunjungan 3

Hari/Tanggal : Sabtu, 30 Juli 2016

Jenis Kegiatan : Melihat dan mencari faktor risiko kesehatan dalam keluarga.

Usia Pak Kanca saat ini sudah melebih 50 tahun, dimana ini merupakan salah satu faktor risiko terjadinya nyeri sendi (osteoartritis). Selain itu aktivitas fisik dan pekerjaan pasien juga mempengaruhi terjadinya keadaan ini. Pekerjaan Pak Kanca sebagai buruh tani mengharuskan beliau untuk bekerja lama dengan menumpu pada sendi lutut. Dalam bekerja beliau banyak berdiri dan jongkok untuk membersihkan kebun jeruk ataupun memetik jeruk. Disamping itu untuk ke tempat kerja, karena tidak memiliki kendaraan beliau terbiasa berjalan kaki meskipun usia pasien sudah lanjut. 4.1.4 Kunjungan 4

Hari/Tanggal : Senin, 1 Agustus 2016

Jenis Kegiatan : Anamnnesis riwayat penyakit sekarang dan perjalanan penyakit.

Pak Kanca mengeluh nyeri yang terlokalisir pada kedua lututnya. Nyeri sudah dirasakan kurang lebih sejak dua bulan yang lalu. Nyeri terasa seperti ditusuk-tusuk pada lutut kanan dan kiri. Nyeri yang dirasakan tidak begitu berat sehingga Pak Kanca masih mampu untuk berjalan maupun untuk melakukan aktivitasnya sehari-hari. Nyeri memberat terutama bila penderita melakukan aktivitas seperti berjalan jauh, bolak-balik dari rumah ke tempat kerjanya dan mengangkat beban yang berat (membawa ember berisi air atau mengangkat keranjang yang penuh berisi jeruk). Nyeri pada lutut dirasakan memberat bila penderita mencoba untuk berjalan dan sedikit membaik bila penderita beristirahat. Lutut juga dirasakan nyeri apabila penderita duduk dengan posisi lutut tertekuk lama atau ketika dalam posisi jongkok.

(3)

10 Penderita mengaku belum sempat melakukan pengobatan untuk sakit yang di deritanya.

4.1.5 Kunjungan 5

Hari/Tanggal : Selasa, 2 Agustus 2016

Jenis Kegiatan : Anamnesis riwayat kesehatan sebelumnya

Pak Kanca memiliki riwayat nyeri sendi sejak satu tahun yang lalu. Namun karena tidak terlalu mengganggu Pak Kanca belum memeriksakan dirinya ke tenaga kesehatan dan hanya mengurut daerah yang nyeri tersebut dengan minyak urut. Pak Kanca juga sering merasakan kekakuan sendi pada pagi hari, kaku ini dikatakan dapat menghilang dengan sendirinya. Riwayat kencing manis, asma, penyakit jantung, dan hipertensi disangkal.

4.1.6 Kunjungan 6

Hari/Tanggal : Kamis, 4 Agustus 2016

Jenis Kegiatan : Anamnesis riwayat kesehatan keluarga

Tidak ada anggota keluarga lain yang mengalami hal yang sama seperti penderita. Riwayat hipertensi, penyakit jantung, diabetes melitus, asma, dan penyakit ginjal dalam keluarga juga disangkal.

4.1.7 Kunjungan 7

Hari/Tanggal : Kamis, 7 Agustus 2016

Jenis Kegiatan : Anamnesis riwayat pribadi/sosial

Riwayat kelahiran dan pertumbuhan normal dan cukup bulan. Penderita menyelesaikan sekolah dasarnya. Penderita menikah dengan istrinya saat berusia 53 tahun dan berbeda usia 27 tahun dengan istrinya. Sehari-harinya penderita bekerja sebagai buruh tani di kebun orang lain. Disamping itu penderita juga memiliki kebun sendiri dan beternak ayam, bebek dan sapi. Penderita tidak memiliki kebiasaan merokok ataupun minum alkohol.

4.1.8 Kunjungan 8

Hari/Tanggal : Senin, 8 Agustus 2016 Jenis Kegiatan : Pemeriksaan tanda vital Dari pemeriksaan tanda vital, didapatkan:

Keadaan umum : sakit ringan Kesadaran : GCS E4V5M6

(4)

11 Tekanan darah : 120/70 mmHg

Frekuensi nadi : 88 kali/menit, kuat, teratur Frekuensi nafas : 20 kali/menit, teratur Suhu : 36,8ºC

4.1.9 Kunjungan 9

Hari/Tanggal : Rabu, 10 Agustus 2016 Jenis Kegiatan : Pemeriksaan fisik umum Dari pemeriksaan fisik umum, didapatkan: Kepala : normocephali

Mata : konjungtiva pucat (-), sklera ikterik (-) THT : telinga: hiperemis (-), sekret (-), nyeri (-)

hidung: hiperemis (-), sekret (-), edema (-) tenggorokan: tonsil T1/T1, hiperemis (-)

Thoraks : cor: S1S2, tunggal, regular, murmur (-)

pulmo: vesikuler +/+, rhonki -/-, wheezing -/- Abdomen : distensi (-), bising usus (+) normal

hepar/lien tidak teraba

Vertebrae : jejas (-), nyeri ketok sudut CVA (-) Ekstremitas : hangat +/+ edema −/−

+/+ −/−

Status Lokalis :

Sendi Inspeksi Palpasi Pergerakan Auskultasi Sekitar Sendi Genu Dekstra Pembesaran sendi diameter 10 cm, hilangnya cekungan sekitar patela, tidak ada hiperemi Nyeri tekan derajat 2, teraba hangat, tidak bengkak. Fleksi 600, ektensi 00. Krepitasi ada Tidak ada kelainan Genu Sinistra Tidak ada hiperemi Nyeri tekan derajat 1, teraba hangat, tidak bengkak. Fleksi 900, ektensi 100. Krepitasi ada Tidak ada kelainan

(5)

12 4.1.10 Kunjungan 10

Hari/Tanggal : Kamis, 11 Agustus 2016

Jenis Kegiatan : Melihat lingkungan di sekitar rumah KK.

Lingkungan rumah Pak Kanca tergolong bersih. Tidak terlihat adanya sampah yang berserakan di sekitar rumah. Rumah beliau cukup terawat dan masih merupakan bangunan baru. Sedangkan dapur yang terbuat dari bedeg tampak sudah tua dan di dalamnya berisi perabotan yang tidak terjaga kebersihannya. Selain itu, kandang ternak terletak dekat dengan tempat tinggal Pak Kanca, untuk mengantisipasi resiko kesehtan dalam keluarga, maka perlu diterapkan perilaku hidup bersih dan sehat seperti membiasakan cuci tangan yang bener dan menggunakan sabun.

4.1.11 Kunjungan 11

Hari/Tanggal : Jumat, 12 Agustus 2016

Jenis Kegiatan : Mendampingi anak KK belajar mewarnai

Anak Pak Kanca belum bersekolah. Kesehariannya anak yang sering dipanggil Putu itu sangat senang bermain bola. Disamping itu, untuk mengajari anak tersebut mengenai warna, saya mengajari Putu belajar mewarnai. Sebagai kenang-kenangan saya memberikan buku mewarnai, pensil warna, poster belajar angka dan huruf, tas sekolah, buku, alat tulis serta sempoa untuk bisa membangkitkan semangat belajar anak tersebut. 4.1.12 Kunjungan 12

Hari/Tanggal : Sabtu, 13 Agustus 2016

Jenis Kegiatan : KIE terkait dengan keluhan kesehatan KK

Penderita diberi penjelasan mengenai masalah kesehatannya. Osteoartritis (OA) merupakan penyakit sendi degeneratif yang berkaitan dengan kerusakan kartilago sendi, dimana terjadi proses degradasi interaktif sendi yang kompleks, terdiri dari proses perbaikan pada kartilago, tulang dan sinovium diikuti komponen sekunder proses inflamasi. Faktor resiko terjadinya osteoartritis terdiri dari faktor intrinsik dan ekstrinsik. Faktor intrinsik terdiri dari usia (sering pada usia > 70 tahun), jenis kelamin (OA lutut lebih sering pada wanita), suku bangsa, gangguan pertumbuhan, dan herediter. Sedangkan faktor ekstrinsik terdiri

(6)

13 dari obesitas, abnormalitas metabolik, jejas yang timbul di sendi serta faktor pekerjaan, aktivitas fisik dan olahraga yang sering dilakukan. Pada penderita ini, disarankan agar mengurangi aktivitas fisik yang berat yang dapat memperparah nyeri pada sendi serta mengurangi imobilisasi yang lama untuk mengurangi kekakuan sendi.

4.1.13 Kunjungan 13

Hari/Tanggal : Minggu, 14 Agustus 2016

Jenis Kegiatan : KIE dan pemecahan masalah personal

Penderita merupakan kepala keluarga yang merupakan tulang punggung keluarga. Satu-satunya anak Pak Kanca masih berumur lima tahun dan belum bersekolah, sedangkan usia Pak Kanca sudah tergolong usia lanjut. Ini merupakan salah satu masalah personal dari Pak Kanca karena dia merasa di usianya yang sudah lanjut masih memiliki tanggungan untuk menyekolahkan anak satu-satunya, namun dalam ini Pak Kanca memiliki semangat yang luar biasa untuk tetap membiayai anak dan istrinya. Untuk permasalahan kesehatan, Pak Kanca termasuk seseorang yang peduli terhadap kesehatannya. Pak Kanca telah memiliki jaminan kesehatan sehingga dapat mengurangi beban pengeluaran keluarga di bidang kesehatan.

4.1.14 Kunjungan 14

Hari/Tanggal : Selasa, 23 Agustus 2016

Jenis Kegiatan : KIE mengenai perilaku hidup bersih dan sehat.

Pengetahuan keluarga ini terhadap perilaku hidup bersih dan sehat masih kurang. Kebiasaan mandi sekali sehari mencerminkan bahwa keluarga ini tidak bisa menjaga kebersihan diri sendiri. Keterbatasan air dan iklim dingin di desa ini merupakan salah satu faktor penyebabnya. Pemakaian sabun dan air mengalir untuk mencuci tangan juga masih kurang pada keluarga ini. Mereka berpandangan bahwa cukup mencuci tangan dengan air dalam wadah saja tetapi sebetulnya itu belum memenuhi syarat cuci tangan yang baik sehingga rentan terhadap infeksi yang ditularkan melalui makanan, apalagi lalat di daerah Kintamani sangat banyak. Disarankan untuk meningkatkan kebersihan dengan membiasakan

(7)

14 mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan mandi minimal dua kali sehari. Disamping itu, perilaku bersih dan sehat juga perlu ditanamkan sejak dini bagi anak Pak Kanca, sehingga edukasi mengenai cuci tangan dan sikat gigi juga dilaksanakan. Kebiasaan buang air besar di kebun juga merupakan permasalahan karena pasien tidak memiliki jamban. Disarankan kepada pak Kanca dan keluarganya untuk membiasakan mencuci tangan setelah buang air besar.

Selain itu diberikan juga edukasi mengenai syarat-syarat yang perlu diperhatikan seandainya KK ingin membuat jamban, antara lain:

1. Tidak mengakibatkan pencemaran pada sumber-sumber air minum, dan permukaan tanah yang ada disekitar jamban.

2. Menghindarkan berkembangbiaknya/tersebarnya cacing tambang pada permukaan tanah.

3. Tidak memungkinkan berkembang biaknya lalat dan serangga lain. 4. Menghindarkan atau mencegah timbulnya bau dan pemandangan

yang tidak menyedapkan.

5. Mengusahakan kontruksi yang sederhana, kuat dan murah.

6. Mengusahakan sistem yang dapat digunakan dan diterima masyarakat setempat.

Dalam penetuan letak kakus ada dua hal yang perlu diperhatikan yaitu jarak terhadap sumber air dan kakus. Penentuan jarak tergantung pada keadaan daerah datar atau lereng, keadaan permukaan air tanah dangkal atau dalam serta sifat, macam dan susunan tanah berpori atau padat, pasir, tanah liat atau kapur. Faktor-faktor tersebut merupakan faktor yang mempengaruhi daya peresapan tanah. Di Indonesia pada umumnya jarak yang berlaku antara sumber air dan lokasi jamban berkisar antara 8 s/d 15 meter atau rata-rata 10 meter.

(8)

15 4.1.15 Kunjungan 15

Hari/Tanggal : Rabu, 24 Agustus 2016.

Jenis Kegiatan : Penyerahan sembako kepada keluarga dampingan.

Kegiatan keluarga dampingan diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan berupa sembako yang setidaknya dapat membantu pernasalahan ekonomi keluarga dampingan.

4.2 Hasil

Setelah dilakukan kunjungan sebanyak 15 kali, didapatkan:

1. Dari anamnesis, didapatkan penderita mengalami osteoartritis akibat usia pak Kanca yang sudah tergolong usia lanjut (> 50 tahun) dan terdapat beberapa gejala klinis yang mendukung ke arah osteoartritis yaitu terjadi nyeri sendi yang bertambah saat bekerja dan berkurang saat istirahat, terjadinya kekakuan sendi di pagi hari (< 30 menit) serta terdengar krepitasi saat lutut digerakkan. Penderita belum pernah memeriksakan diri ke puskesmas untuk sakit yang dia rasakan.

2. Dari pemeriksaan fisik, didapatkan: a. Status present: dalam batas normal. b. Status general: dalam batas normal.

c. Status lokalis: Genu Dekstra (pembesaran sendi diameter 10 cm, hilangnya cekungan sekitar patela, nyeri tekan derajat 2, teraba hangat, fleksi 600, ektensi 00, krepitasi ada), Genu Sinistra (nyeri tekan derajat 1, teraba hangat, fleksi 900, ektensi 100 , krepitasi ada) 3. Peningkatan pemahaman penderita dan anggota keluarganya terkait

dengan masalah kesehatan yang dialaminya.

4. Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat sehingga dapat menciptakan suatu lingkungan kondusif sebagai tempat tinggal penderita.

(9)

16 4.3 Kendala

Kendala yang ditemukan saat melakukan kegiatan keluarga dampingan adalah:

1. Sulitnya menemui keluarga karena bertepatan dengan upacara pengabenan dan ngayah di rumah warga.

2. Sulitnya bertemu keluarga dalam keadaan lengkap karena salah satu diantara KK atau istrinya sedang bekerja di ladang.

Referensi

Dokumen terkait

Sehingga berdasarkan perubahan gejala yang dialami konseli baik yang konselor lakukan melalui wawancara kepada konseli maupun observasi tersebut dapat diketahui bahwa

Menurut hasil wawancara peduli dengan (Pak Fahrul), ia mengatakan sampai saat ini Dinas Sosial belum ada melakukan survei kembali mengenai PKH tersebut, karena

Dari hasil wawancara dengan pembantu kepala madrasah bidang sarana dan prasarana 5 , diketahui bahwa pembagian tugas administrasi sarana belajar dilakukan secara

Saat pengkajian sekunder dilakukan, gejala-gejala yang muncul atau symptoms didapatkan data keluarga pasien mengatakan pasien merasa pusing dan kelemahan pada ekstermitas kanan atas

Dari kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN PPM Tematik dalam membuat bak sampah, maka hasil yang didapatkan adalah sebuah bak sampah beton yang saat ini

80 1.1 “Upaya apa saja Mi yang dilakukan oleh PKBM Az-Zahra dalam memberi pelayanan keagamaan dan mental spritual bagi lanjut usia?” dan berikut pemaparannya : Jadi untuk masalah

kehamilan di usia lebih ini akan menghadapi kesulitan akibat lemahnya kontraksi rahim serta sering timbul kelainan pada tulang panggul tengah.7 4.2.2 Hubungan Paritas Terhadap BBLR

Dari tabel diatas didapatkan nilai Signifikan 0,000, maka ditarik kesimpulan bahwa variabel Faktor usia X1, Faktor profesi X2, Faktor pengemudi X3, Faktor kendaraan X4 dan Faktor jalan