• Tidak ada hasil yang ditemukan

Materi #13 TKT101 PENGANTAR TEKNIK INDUSTRI T a u f i q u r R a c h m a n

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Materi #13 TKT101 PENGANTAR TEKNIK INDUSTRI T a u f i q u r R a c h m a n"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

6

6

2

3

T

a

u

fi

qu

r

R

a

ch

m

a

n

h t t p : / / t a u f i q u r r a c h m a n . w e b l o g . e s a u n g g u l . a c . i d

(2)

h t t p : / / t a u f i q u r r a c h m a n . w e b l o g . e s a u n g g u l . a c . i d

6

6

2

3

T

a

u

fi

qu

r

R

a

ch

m

a

n

Kemampuan Akhir Yang Diharapkan

Mampu membandingkan antara kondisi nyata

dengan penerapan teori yang telah dipelajari.

Ketepatan dalam memberikan perbandingan

antara kondisi nyata dengan penerapan teori

yang telah dipelajari terkait dengan teori

keputusan.

2

(3)

h t t p : / / t a u f i q u r r a c h m a n . w e b l o g . e s a u n g g u l . a c . i d

6

6

2

3

T

a

u

fi

qu

r

R

a

ch

m

a

n

Pendahuluan

…(1/2)

Berbagai keputusan secara langka dibuat dengan

kepastian.

Sebagian besar keputusan melibatkan faktor risiko.

Kriteria umum untuk menilai keputusan yang berisiko

adalah ekspektasi nilai maksimum (atau minimum).

Dengan kriteria ini diasumsikan bahwa nilai dapat

diestimasikan sebagai produk dari nilai suatu hasil dan

probabilitas kemunculannya.

Model-model pengambilan keputusan dalam analisa

kuantitatif sering menggunakan anggapan tersedianya

(4)

h t t p : / / t a u f i q u r r a c h m a n . w e b l o g . e s a u n g g u l . a c . i d

6

6

2

3

T

a

u

fi

qu

r

R

a

ch

m

a

n

Pendahuluan

…(2/2)

Dalam kenyataan para pimpinan sering dipaksa

harus mengambil keputusan tanpa informasi

sempurna (ada variabilitas informasi, seperti

kondisi kepastian, risiko dan ketidakpastian).

Model Pengambilan Keputusan dipengaruhi atau

tergantung dari Informasi yang ada/yang dimiliki.

Informasi yang ada, pada dasarnya dapat

digolongkan menjadi 2 (dua) yaitu:

Informasi Sempurna (Perfect Information)

Informasi Tidak Sempurna (Imperfect Information)

(5)

h t t p : / / t a u f i q u r r a c h m a n . w e b l o g . e s a u n g g u l . a c . i d

6

6

2

3

T

a

u

fi

qu

r

R

a

ch

m

a

n

Model Pengambilan Keputusan

…(1/4)

Jika dikaitkan dengan informasi yang dimiliki,

maka model terdapat 3 pengambilan keputusan:

1)

Model Pengambilan Keputusan dalam

Keadaan Kepastian (Certainty).

2)

Model Pengambilan Keputusan dalam

kondisi Berisiko (Risk).

3)

Model Pengambilan Keputusan dengan

Ketidakpastian (Uncertainty).

(6)

h t t p : / / t a u f i q u r r a c h m a n . w e b l o g . e s a u n g g u l . a c . i d

6

6

2

3

T

a

u

fi

qu

r

R

a

ch

m

a

n

Model Pengambilan Keputusan

…(2/4)

1) Model Pengambilan Keputusan dalam

Keadaan Kepastian (Certainty).

Menggambarkan

bahwa

setiap

rangkaian keputusan (kegiatan) hanya

mempunyai satu hasil (payoff tunggal).

Model ini disebut juga Model

Kepastian / Deterministik.

(7)

h t t p : / / t a u f i q u r r a c h m a n . w e b l o g . e s a u n g g u l . a c . i d

6

6

2

3

T

a

u

fi

qu

r

R

a

ch

m

a

n

Model Pengambilan Keputusan

…(3/4)

2) Model Pengambilan Keputusan dalam

Kondisi Beresiko (Risk).

Menggambarkan bahwa setiap rangkaian

keputusan (kegiatan) mempunyai sejumlah

kemungkinan hasil dan masing-masing

kemungkinan hasil probabilitasnya dapat

diperhitungakan atau dapat diketahui.

Model Keputusan dengan Risiko ini disebut

juga Model Stokastik.

(8)

h t t p : / / t a u f i q u r r a c h m a n . w e b l o g . e s a u n g g u l . a c . i d

6

6

2

3

T

a

u

fi

qu

r

R

a

ch

m

a

n

Model Pengambilan Keputusan

…(4/4)

3) Model

Pengambilan

Keputusan

dengan

Ketidakpastian (Uncertainty).

Menggambarkan bahwa setiap rangkaian keputusan

(kegiatan) mempunyai sejumlah kemungkinan hasil

dan

masing-masing

kemungkinan

hasil

probabilitasnya tidak dapat diketahui/ditentukan.

Model Keputusan dengan kondisi seperti ini adalah

situasi yang paling sulit untuk pengambilan

keputusan.

Kondisi yang penuh ketidakpastian ini relevan

dengan apa yang dipelajari dalam Game Theory.

(9)

h t t p : / / t a u f i q u r r a c h m a n . w e b l o g . e s a u n g g u l . a c . i d

6

6

2

3

T

a

u

fi

qu

r

R

a

ch

m

a

n

Metode Kuantitatif Teori Keputusan

Fokus yang dipelajari dalam Metode Kuantitatif

hanya pada Model Pengambilan Keputusan

dengan Risiko (Risk).

Teori keputusan (decision theory) dalam kasus ini

bertujuan untuk memaksimumkan benefit atau

meminimumkan biaya–biaya berbagai

keputusan dalam kondisi berisiko.

(10)

h t t p : / / t a u f i q u r r a c h m a n . w e b l o g . e s a u n g g u l . a c . i d

6

6

2

3

T

a

u

fi

qu

r

R

a

ch

m

a

n

Contoh Kasus

Seorang pedagang jeruk menjual barang dagangannya secara

eceran dengan harga Rp.1500,-/buah. Apabila jeruk tersebut tidak

laku dijual secara eceran (mendekati masa kadaluarsa) maka ada

perusahaan yang bersedia membeli jeruk tersebut dengan harga

Rp.300,-/buah. Pedagang tersebut membeli jeruk dengan harga

Rp.1000,-/buah. Saat ini pedagang tersebut sedang memikirkan

berapa persediaan yang ideal untuk barang dagangannya.

Berdasarkan pengalaman dari periode tahun lalu dimana ia

berjualan selama 300 hari adalah sebagai berikut:

Terjual

Rata-rata

Jumlah

Hari

Rata-rata

Terjual

Jumlah

Hari

500 buah

60 hari

700 buah

120 hari

600 buah

90 hari

800 buah

30 hari

(11)

h t t p : / / t a u f i q u r r a c h m a n . w e b l o g . e s a u n g g u l . a c . i d

6

6

2

3

T

a

u

fi

qu

r

R

a

ch

m

a

n

Penyelesaian Kasus

Kasus tersebut bisa diselesaikan dengan:

1) Kriteria Keputusan:

a) Kriteria Maximax

b) Kriteria Maximin

c) Kriteria Kemungkinan Maksimum

d) Kriteria Laplace

2) Kriteria Expected Value yang Tertinggi.

3) Kriteria Pohon Keputusan (Decision Tree).

(12)

h t t p : / / t a u f i q u r r a c h m a n . w e b l o g . e s a u n g g u l . a c . i d

6

6

2

3

T

a

u

fi

qu

r

R

a

ch

m

a

n

Penyelesaian Kasus

Diketahui:

Harga jual per buah = Rp.1500,-

Harga jual per buah apabila jeruk tidak laku di jual = Rp.300,-

Harga beli jeruk per buah = Rp.1000,-

Keuntungan per jeruk = Rp.1500 –Rp.1000 = Rp.500,-

Kerugian per jeruk = Rp.1000 –Rp.300 = Rp.700,-

Nilai probabilitas penjualan jeruk adalah:

12

Terjual Rata-rata

Probabilitas

500 buah

60/300 = 0,2

600 buah

90/300 = 0,3

700 buah

120/300 = 0,4

800 buah

30/300 = 0,1

(13)

h t t p : / / t a u f i q u r r a c h m a n . w e b l o g . e s a u n g g u l . a c . i d

6

6

2

3

T

a

u

fi

qu

r

R

a

ch

m

a

n

Tabel Pay Off Kasus

(14)

h t t p : / / t a u f i q u r r a c h m a n . w e b l o g . e s a u n g g u l . a c . i d

6

6

2

3

T

a

u

fi

qu

r

R

a

ch

m

a

n

Penyelesaian Kriteria Maximax

Kriteria Maximax, mengatakan bahwa keputusan

yang mempunyai pay off paling tinggi (tanpa

memperdulikan hal lain) yang seharusnya dipilih

(Optimistik). Lihat Tabel Pay Off:

Maksimum Baris 1 = 250000

Maksimum Baris 2 = 300000

Maksimum Baris 3 = 350000

Maksimum Baris 4 = 400000

Yang tertinggi adalah 400000, berarti persediaan

ideal adalah 800 buah jeruk.

(15)

h t t p : / / t a u f i q u r r a c h m a n . w e b l o g . e s a u n g g u l . a c . i d

6

6

2

3

T

a

u

fi

qu

r

R

a

ch

m

a

n

Penyelesaian Kriteria Maximin

Kriteria Maximin, memilih keputusan yang

menghasilkan nilai maksimum dari pay off

yang minimum.

Minimum Baris 1 = 250000

Minimum Baris 2 = 180000

Minimum Baris 3 = 110000

Minimum Baris 4 =

0

40000

Yang tertinggi adalah 250000, berarti persediaan

ideal adalah 500 buah jeruk.

(16)

h t t p : / / t a u f i q u r r a c h m a n . w e b l o g . e s a u n g g u l . a c . i d

6

6

2

3

T

a

u

fi

qu

r

R

a

ch

m

a

n

Penyelesaian Kriteria

Kemungkinan Maksimum

Menyatakan seseorang seharusnya memilih

keputusan optimalnya atas dasar yang

paling sering terjadi, dalam hal ini dilihat

dari probabilitasnya maka yang paling

sering terjadi adalah permintaan 700 dengan

probabilitas 0,4.

Jadi sebaiknya persediaan ideal adalah 700

buah

jeruk

dengan

kemungkinan

keuntungan yang diperoleh sebesar 350000.

(17)

h t t p : / / t a u f i q u r r a c h m a n . w e b l o g . e s a u n g g u l . a c . i d

6

6

2

3

T

a

u

fi

qu

r

R

a

ch

m

a

n

Penyelesaian Kriteria Laplace

Memilih

keputusan

yang

mempunyai

laba rata-rata

tertinggi.

Dalam hal ini

persediaan ideal

adalah 800 buah

jeruk dengan

rata-rata

keuntungan

325000.

17

(18)

h t t p : / / t a u f i q u r r a c h m a n . w e b l o g . e s a u n g g u l . a c . i d

6

6

2

3

T

a

u

fi

qu

r

R

a

ch

m

a

n

Penyelesaian Kriteria

Expected Value Tertinggi

Kriteria Expected Value yang Tertinggi

Keputusan yang dipilih adalah keputusan yang

mempunyai expected value pay off yang tertinggi.

Perhitungan EV (EMV = Expected Monetary

Value) dapat diperoleh dengan memasukan

semua besaran probabilitas dalam perhitungan.

Keputusan yang diambil untuk persediaan

optimal sebanyak 600 buah jeruk dengan EMV

sebesar Rp.276000,-

(19)

h t t p : / / t a u f i q u r r a c h m a n . w e b l o g . e s a u n g g u l . a c . i d

6

6

2

3

T

a

u

fi

qu

r

R

a

ch

m

a

n

Cara Mencari EMV

19

(20)

h t t p : / / t a u f i q u r r a c h m a n . w e b l o g . e s a u n g g u l . a c . i d

6

6

2

3

T

a

u

fi

qu

r

R

a

ch

m

a

n

Penyelesaian Kriteria Pohon Keputusan

(21)

66

23

T

au

fiqu

r R

ach

man

h t t p : / / t a u f i q u r r a c h m a n . w e b l o g . e s a u n g g u l . a c . i d

Gambar

Tabel Pay Off  Kasus

Referensi

Dokumen terkait

Prioritas Pembangunan sampai dengan program dan kegiatan oleh Bappeda dan Perangkat Daerah Kabupaten pada rangkaian Musrenbang Kabupaten, dan memperhatikan

terdapat keberatan, putusan Komisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat (3), telah. mempunyai kekuatan hukum yang tetap; dan ayat (2) Putusan Komisi

Penelitian-Penelitian Motion Capture Penelitian-penelitian yang telah dilakukan dari peneliti sebelumnya tentang motion capture meliputi pengembangan pada sejumlah topik,

Arahan: Isi tempat kosong dalam petikan karangan di bawah ini dengan sepatah perkataan yang paling sesuai mengikut konteks.. Kemudian, tulis jawapan kamu di tempat

▪ Motor ini mempunyai kumparan utama dan bantu dengan rotor lilit atau rotor sinkron yang mempunyai sumbu diisi dengan kawat tembaga pada umumnya, untuk kumparan utama dan bantu

Al-Ghaza>li dalam mempergunakan istilah sebagai metode istinbat hukum Islam dan menjadikan maslahah mursalah sebagai indikasi positif pertimbangan penetapan hukum

Kepala BALITBANGDA Propinsi mempunyai tugas memimpin pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan dibidang Pemerintahan dan Pembangunan, Pemberdayaan dan Perlindungan

Basri, Ikhsan, dan Mahmud I... Basri, Ikhsan, dan Mahmud