• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jumlah Anggota(juta. Jumlah % orang)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jumlah Anggota(juta. Jumlah % orang)"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

77

LAMPIRAN

(2)

78 Lampiran 1. Perkembangan Usaha Koperasi

periode Jumlah Unit

Jumlah Anggota(juta

orang)

Koperasi Aktif RAT (% dari koperasi aktif) Jumlah % Des 1998 52.000 - - - - 2000 103.077 27,3 - 86,3 40,8 2001 110.766 23,7 96.180 81,0 41,9 2002 117.906 24,0 - 78,9 46,3 2003 123.181 27,3 93.800 76,20 47,6 2004 130.730 27,5 93.402 71,50 49,6 2005 132.965 27,4 94.818 71,0 47,4 2006 141.738 28,1 94.708 70,1 46,7 Mei 2007 138.000 - 96.600 70,00 -

(3)

79 LAMPIRAN 2. Hasil Wwancara KPDK

Nama : Boy Indra K, SH Jabatan : Manager USP Waktu : Jumat, 10 Juni 2011

Tempat : Koperasi Pegawai Departemen Koperasi (KPDK) Jln. Rasuna Said Kav.3-5 Kuningan Jakarta

1. Apakah Tujan di bentuknya koperasi konvensional KPDK?

Tujuan dari KPDK itu sendiri dibagi jadi 2, jangka panjang dan jangka pendek. Kalau jangka panjang misalnya, memberi solusi atas kebutuhan anggota akan modal usahanya, memberi pelayanan pada anggota yang lebih baik. Kalau jangka pendek, kita punya tujuan meningkatkan kekuatan untuk lebih eksis dalam memberikan pelayanan yang lebih baik dan mewujudkan KPDK suapaya jadi badan usaha yang berdaya saing baik ke anggotanya.

2. Apakah visi misi dari koperasi konvensional KPDK?

Visinya itu adalah KPDK berkembang untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Kalau misinya supaya KPKD jadi koperasi karyawan yang handal, tangguh dan berdaya saing melalui pengelolaan yang efektif, efisien, profesional dan mandiri.

3. Apa landasan dalam rencana kegiatan yang akan dilakukan oleh koperasi konvensional KPDK?

Jadi, kita tuh pengurus KPDK membuat rencana kegiatan organisasi dan usaha melalui rapat anggota berdasarkan Anggaran dasar dan Anggara Rumah Tangga KPDK ditambah lagi sama Saran/Usul anggota dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun sebelumnya, trus lagi dari Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja KPDK tahun terakhir. Dari situ kita susun rencana-rencana tahun 2011 yang akan dijalankan apa-apa saja, misalnya untuk tahun ini kita sedang mempersiapkan unit usaha Riil yaitu perumahan real estate di kawasan Studio Alam Depok.

(4)

80 4. Bagaimanakah kebijakan dan strategi dalam manajemen koperasi

KPDK?

Intinya sih pembenahan koperasi secara internal dan eksternal yah.. baik dari dalem usaha koperasinya sendiri diperbaiki kualitas SDM KPDKnya, struktur organisasinya, keuangannya dan lain-lain. Kalau pembenahan keluar seperi reorientasi usaha serta meningkatkan kerjasama dengan lembaga lain bagi kepentingan pengembangan KPDK.

5. Bagaimanakah sistem permodalan koperasi KPDK?

Modal KPDK itu terdiri dari Modal Sendiri sama Modal dari Luar, kalau Modal Sendiri kita dapet dari Simpanan Pokok, Simpanan Wajib, Simpanan Sukarela, Simpanan Wajib Pinjam dan Simpanan Khusus. Modal dari luar itu misalnya berasal pari anggota KPDK, pinjaman dari Bank ataupun lembaga keuangan non Bank atau sumber-sumber lainnya.

6. Syarat seperti apakah untuk menjadi anggota koperasi KPDK?

Sebenarnya ngga ada syarat khusus buat jadi anggota KPDK, tapi memang anggota koperasi adalah pegawai Kementrian Koperasi dan UKM jumlahnya sebanyak 1433 anggota sampai akhir 2010 yang lalu.

7. Apakah fungsi dan wewenang dari rapat anggota?

Rapat anggota itu adalah kekuasaan tertinggi yah dalam KPDK, dimana dikumpulkan suara-suara anggota berkumpul. Diadakannya sih sewaktu di perlukan aja yah.. yang hadir anggota, pengurus, pengawasnya semua. Misalnya pemilihan anggota, pengurus atau pengawasnya, trus kalau ada masalah di koperasi lalu membahas kegiatan usahanya, trus kalau pembagian SHU juga.

8. Bagaimanakah struktur organisasi koperasi KPDK?

Jumlah karyawan di KPDK sampai 2010 lalu adalah 23 orang ditambah 1 orang EDP dari tenaga luar. Kita terbagi di 3 bagian Bidang administrasi dan Keuangan, Bidang Usaha Simpan Pinjam dan satu lagi Bidang Usaha Sektor Riil. Masing-masing ada Managernya, lalu kepala unitnya kemudian

(5)

81

kasirnya. Ada juga yang di tempatkan yang di unit usahanya masing-masing, seperti di Toko SME’sco Mart KPDK di parkiran belakang.

9. Aktivitas koperasi apa saja yang dijalankan koperasi KPDK?

Disini kita banyak yah Unit Usahanya dari simpan pinjam, kemudian dari Unit Usaha Bidang Sektor Riil mulai dari Penjualan Elektronik, Penjualan ATK, Jasa Photo Copy, Penjualan motor baru dan second, Jasa Sewa Counter, Kantin dan Jasa Perumahan, Kerjasama Munatour dan Salon Mobil juga.

10. Berkaitan dengan sisa hasil usaha (SHU), seperti apakah sistemnya bagi koperasi KPDK?

(contoh penjelasan Neraca dan SHU 2010 terlampir)

11. Bagaimanakah cara bagian-bagian atau jabatan yang ada untuk mengarahkan kegiatan agar berjalan sesuai tujuan?

Disini ada bagian pengawasnya, ya tugasnya mengawasi jalannya koperasi dan operasionalisasinya. Semua unit diawasi dari mulai kinerja, keuangan sampai ke laporannya setiap periode. Pengurus atau divisi-divisi tertentu punya tugasnya masing-masing, seperti unit simpan pinjam, unit usaha bidang riil, dan keuangan. Ada managernya dan dibantu dengan staf-stafnya agar dapat bekerja sama.

12. Masalah apa yang timbul dalam kegiatan perkoperasian? Bagaimanakah cara mengatasinya?

Permasalahan dalam simpan pinjam ya klasik lah ya, kurang komitmen dan disiplin terhadap pembayaran aja. karena bukan hanya pembayaran yang dilakukan melalui potongan gaji tapi terlebih yang melalui pembayaran langsung. Ada juga anggota yang mengajukan pinjaman kepada kita melalui Bank Jabar atau Bank BTN untuk kebutuhan modal usaha, lalu melakukan pinjaman lagi di USP dengan alasan untuk kebutuhan anak sekolah atau sehari-hari (kebutuhan jangka pendek), sehingga KPDK terpaksa tidak dapat memberikan sebesar pengajuannya. Tapi tergantung dari kas KPDK juga dan kemampuan dari saldo gajinya.

(6)

82 13. Apakah dengan sistem pengawasan yang ada selama ini berjalan, mampu

mengatasi masalah masalah yang ada?

Sejauh ini dengan sistem pengawasan yang ada, masih bisa diatasi ya. Secara tanggungjawab dan etika kerja memang tetap ada kebijakan dan keputusannya biasanya di tangan pengurus. Biasanya yang jadi faktor pertimbangan moral dalam pemberian pinjaman. Tapi KPDK berhasil mendapat kepercayaan dari bank, dimana KPDK sebagai channeling bagi Kredit Usaha Kecil, keterbatasan modal internal dan kebutuhan anggota itu masih dapat teratasi.

(7)

83 LAMPIRAN 3. Hasil Wawancara KJKS BMT BUS

Nama : Lili

Jabatan : Manager Cabang Utama

Waktu : Kamis, 30 Juni 2011 (07.30 - 08.15 WIB)

Tempat : Koperasi Jasa Keuangan Syariah BMT Bina Ummah Sejahtera Jln. Pondok Gede No.1 Kel.Lubang Buaya Cipayung Jakarta Timur

1. Apakah yang mendasari pembuatan kebijakan-kebijakan dan strategi dalam manajemen koperasi syariah ini?

“Di kita dasar kebijakan yg dipakai dalam menjalankan strategi tidak terlepas dari karakter nabi nabi yaitu Sidik, Amanah, Fathonah, Tabligh. Salah satu contoh adalah pada manajemen dagang nabi, beliau menerapkan strategi dengan cara berdagang dengan orang-orang terdekat nabi. Begitupun strategi yang diterapkan oleh BMT kami yaitu dengan mencari anggota yang ingin bergabung mulai dari keluarga, saudara dan tetangga terdekat kami. Begitupun dengan strategi dalam membuka cabang-cabang koperasi kami. Kami mulai membuka cabang di pinggiran kota terlebih dahulu, tidak langsung ke kota-kota besar. Selanjutnya tentang penanganan manajemen d kantor, kami menerapkan system kaffah atau totalitas atau tidak mendua. Oleh karena itu kita mewajibkan para pengurus yang terlibat dalam kelembagaan ini harus konsentrasi penuh dalam pengembangan kelembagaan ini, tidak boleh memiliki pekerjaan lain diluar kelembagaan ini.

2. Bagaimanakah system permodalan dari koperasi syariah ini?

”dalam hal ini kita mempengaruhi aghniya atau orang-orang yang mempunyai uang dan kita selaku fasilitator atau intermediasi untuk kita serahkan atau pinjamkan kepada orang-orang yang membutuhkan. Untuk komposisi permodalan di kita itu terdiri dari pemilik, pengurus bahkan ada juga dari pengelola. Dengan pengelola menaruh modal di kelembagaan ini, mereka merasa

(8)

84

memiliki. Sehingga pengelola juga bisa sungguh-sungguh dalam menjalankan pekerjaan nya. Sedangkan anggota belum menanamkan modalnya di BMT ini.”

3. Aktivitas koperasi apa saja yang dijalankan oleh koperasi syariah ini?

“pada umumnya koperasi dibagi menjadi tiga, antara lain adalah koperasi konvensional, Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) dan KJKS BMT. KJKS dan KJKS BMT sama-sama menjalankan kegiatan koperasinya dengan menerapkan pola/system syariah. Tetapi pada KJKS BMT memiliki kegiatan pengelolaan maal dan tamwil (perniagaan).”

4. Bagaimanakah pembagian dan komposisi SHU pada koperasi syariah ini?

“yang mendasari dari pembagian dan komposisi SHU adalah AKTA Pendirian KJKS BMT no. 13801/BH/KWK.11/III 1998 tanggal 31 maret 1998 bab XVI pasal 41. Komposisinya adalah:

Dana cadangan 35% Jasa anggota 40% Pengurus 6%

Dana pendidikan 5%

Dana Pembangunan perkoperasian 2% Manajer dan pengelola 5%

Dana social 5% Dana audit 2%

5. Perbedaan pembagian SHU antara koperasi konvensional dsan syariah?

“menurut saya pembagian SHU tergantung dari intern koperasi masing-masing, tidak ada peraturan baku yang mengatur tentang penetapan SHU. Tetapi pada koperasi ini, sebagian besar pembagian SHU dialokasikan untuk CSR atau kegiatan-kegiatan social kemasyarakatan lainnya. Sebagai contoh adalah untuk kegiatan pengajian, pengobatan gratis dll.”

(9)

85 6. Bagaimanakah cara koperasi ini dalam melakukan pengawasan?

“untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kita telah menggunakan system IT. Sehingga apabila ada kegiatan yang tidak sesuai dengan SOP yang telah ditentukan, maka system tidak akan bekerja. Kemudian secara internal audit kita mengunjungi cabang-cabang untuk melakukan audit. Selanjutnya dari segi preventif kita selalu memberikan wejangan-wejangan atau arahan tentang agama. Secara tidak disadari kekuatan spiritual ini memiliki peranan yang sangat besar terhadap perilaku dan kinerja seseorang dibandingkan dari kekuatan akademis. Oleh karena itu transformasi-transformasi spiritual tidak ada henti-hentinya mengantisipasi kesalahan-kesalahan. Sehingga seseorang itu akan berfikir berkali-kali untuk melakukan perbuatan yang menyimpang. Karena mereka telah mengetahui dampak-dampak apa saja yang akan diterima apabila perbuatan menyimpang itu dilakukan.”

7. Masalah apa yang pernah timbul dalam kegiatan koperasi syariah ini?

“permasalahan yang ada di koperasi kami adalah masalh SDM. Karena BMT ini adalah kelembagaan yang muncul dari bawah, sehingga SDM yang dimiliki masih kurang potensial dan professional. Istilah dari orang-orang yang berkomentar orang-orang yang bekerja di BMT ini adalah “orang-orang gila”. Karena orang yang bekerja di sini tidak ada yang sesuai dengan latar belakang pendidikan mereka dahulu. Tetapi mereka mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Untuk mengatasi masalah ini koperasi kami sedang merencanakan untuk “mengupgrade” pengurus nya untuk melanjutkan studinya. Dengan harapan kualitas mereka akan semakin meningkat. Selain itu ada jg masalah yang semua lembaga keuangan pun mengalaminya. Masalah tersebut adalah kredit macet. Untuk mengatasi masalah tersebut, kami melakukan kegiatan preventif yaitu dengan melakukan analisis 5C(character, capital, capacity, coleteral, condition) untuk mengetahui layak atau tidaknya anggota ini untuk diberi pinjaman? Selain itu untuk mengantisipasi masalah tersebut di kita ada yang namanya bagian pendampingan. Bagian marketing di kami dibagi menjadi 3 antara lain bagian

(10)

86

pendanaan(mencari dana), bagian pembiayaan(meminjamkan dana), bagian pendampingan(pengawasan dana). Bagian pendampingan ini ditujukan untuk mendampingi anggota yang meminjam dana agar dananya tersebutt tepat sasaran dan pengembaliannya pun lancar dan tepat waktu.”

(11)

87 LAMPIRAN 4. HASIL WAWANCARA KJKS BMT BUS

Nama : Lili

Jabatan : Manager Cabang Utama

Waktu : Kamis, 28 Juli 2011 (09.30 - 10.40 WIB)

Tempat : Koperasi Jasa Keuangan Syariah BMT Bina Ummah Sejahtera Jln. Pondok Gede No.1 Kel.Lubang Buaya Cipayung Jakarta Timur

1. Sistem karir di KJKS ini seperti apa?

”Bagi kita masalah knowledge adalah no 2. Yang terpenting adalah komitmen, loyalitas, dedikasi dan integritas. Untuk perekrutan pertama masuk diposisikan sebagai training selama tiga bulan. Apabila kinerja nya baik maka akan dikontrak selama satu tahun. Apabila layak akan menjadi calon pengelola setelah satu tahun juga. Setelah satu tahun berjalan dan dinilai layak, maka akan dijadikan pengelola tetap. Tinggal disesuaikan dari latar belaang pendidikan nya. Apabila SMA, maka golongan nya 2A. Apabila sarjana, maka golongannya 2C. Jika ingin mengajukan kenaikan golongan maka mereka harus membuat karya tulis yang ditujukan untuk pengembangan tiap unit kerja yang mereka jalani. Apabila karya tuis yang diajukan dinilai layak berdasarkan kriteria-kriteria penilaian, maka golongan mereka akan naik. Untuk sistem golongan di kita sama tetapi tidak sama dengan PNS. Maksudnya untuk tingkatan golongan sama dengan PNS. Tetapi kriteria yang digunakan oleh kami lebih mengutamakan sisi rukhiyah.”

2. Sistem kompensasi seperti apa?

“Untuk kompensasi kita hampir sama dengan lembaga lainnya. Ada gaji pokok dan tunjangan-tunjangan lainnya. Untuk yang putra, ada tunjangan istri dan anak. Kalaupun istri dan anaknya lebih dari satu, tiap istri dan anak akan dapat tunjangan masing-masing. Tetapi jika wanita, tidak ada tunjangan suami karena menererapkan sistem syariat islam. Ada juga tunjangan struktur, mulai dari teller hingga manajer. Ada juga tunjangan taspen.”

(12)

88 3. Untuk penentuan produk yang dikeluarkan oleh KJKS seperti apa?

“Untuk penentuan produk kita selalu mengacu kepada keinginan dan kebutuhan anggota. Salah satu contoh produk adalah SiSidik (Simpanan Siswa Pendidikan). Produk ini dibutuhkan karena sebagian besar masyarakat kita memiliki sifat konsumtif. Setiap penghasilan yang didapatkan, selalu dibelanjakan untuk kepentingan konsumsi. Sehingga tidak ada simpanan untuk pendidikan anak. Oleh karena itu dengan adanya produk ini bisa membantu para orang tua untuk mempersiapkan biaya untuk pendidikan anaknya di masa yang akan datang.”

4. Kekuatan dan kelemahan yang bs diliat di KJKS ini?

“Sisi kekuatan pertama dari KJKS ini ada lah sisi heroik nya. Maksudnya adalah kemauan, daya juang untuk maju dan berkembang. Dengan semangat, apapun bisa dikerjakan. Berbeda dengan orang yang memiliki knowledge baik, tetapi tidak punya semangat. Maka ilmu yang mereka miliki tidak akan ada manfaatnya. Kedua adalah KJKS ini bergerak di arus bawah. Maksudnya kami lebih luwes dalam melayani mereka yang memiliki penghasilan rendah. Dengan yang kecil-kecil seperti ini, tidak terasa akan menghantarkan kita menjadi besar. Selain itu kemungkinan kerugian yang diakibatkan dari kredit macet anggota akan kecil. Berbeda dengan lembaga keuangan lain yang menangani anggota middle up. Kerugian mereka akan lebih besar apabila terjadi kredit macet.

Kelemahan pertama adalah dari sisi sosialisasi paham syariah kepada masyarakat. Contohnya pada produk modharabah, masyarakat tidak ingin tahun sistem pembagian keuntungan nya seperti apa. Mereka hanya ingin tahu berapa nominal yang harus disetorkan oleh mereka. Hal ini sangat bertolak belakang dengan sistem modharabah yang menerapkan sistem bagi hasil(nisbah) yang disetujui oleh kedua belah pihak.

Kedua adalah dari sisi SDM. SDM yang kita miliki masih sangat kurang. Oleh karena itu kita melakukan “upgrade” kepada SDM kita.”

(13)

89 5. Bagaimanakan prosedur pinjaman?

“Peminjam harus menjadi anggota terlebih dahulu. Kewajiban sebagai anggota harus terpenuhi seperti simpanan pokok, simpanan wajib dll. Mengisi form peminjaman dan melengkapi syarat-syaratnya seperti fotocopy KTP suami-istri, rekening telp, tabungan dll. Setelah itu dilakukan analisis lapangan dengan melihat 5C(character, capital, capacity, condition, collateral). Apabila layak maka pinjaman akan cair, apabila tidak maka akan ditolak. Ataupun akan dicairkan sebagian dari jumlah pinjaman yang diajukan.”

6. Apakah pemerintah mendukung koperasi syariah pada umumnya dan KJKS pd khusus nya?

“Pemerintah sangat mendukung adanya koperasi syariah di Indonesia. Karena tujuan utama dari koperasi syariah ini adalah memberdayakan masyarakat kecil, para pedagang, petani dll. Dengan memberdayakan masyarakat kecil agar bisa berkembang, secara tidak langsung membantu program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena sebagian besar masyarakat Indonesia adalah kalangan menengah kebawah.”

7. Apakah dari anggota ada yang non islam?

“Ada, nabi juga dahulu sering bekerjasama dengan non islam. Salah satu contoh nya anggota kami ada yang beragama budha. Setiap kali beliau dapaat kiriman uang dari Jakarta, beliau langsung mengambilnya di BRI dan menyetorkan kembali ke BMT.”

8. Apakah dengan manajemen yang ada sekarang ini sudah efisien meningkatkan kinerja anggota, pengurus dan pengelola?

“Untuk saat ini kami belum punya parameter untuk menilai apakah sudah efektif atau belum. Tetapi dilihat dari pendapatan yang dierima oleh kita, selalu meningkat setiap tahunnya.”

(14)

90 9. Rencana kedepan dari BMT ini apa?

“Di pondok gede kami harus mampu member pembiayaan-pembiayaan kepada masyarakat yang memiliki potensi tinggi. Selain itu kami berencana memperbanyak cabang-cabang BMT ini diantaranya cabang karawang dan sukabumi. Dengan harapan dengan banyak cabang BMT kita bisa menyaingi praktek-praktek riba yang saat ini sudah merajalela. Serta dapat membantu para pedagang yang saat ini melakukan praktek riba, agar keluar dari jeratan praktek riba tersebut.”

10. Bagaimana promosi yang dilakukan agar produk-produk BMT ini dikenal masyarakat?

“Promosi dilakukan dengan brosur, famplet, sosialisasi dengan tokoh-tokoh masyarakat, kepala sekolah, pengurus masjid, pengurus perguruan tinggi dll. Untuk saat ini kami lebih fokus untuk promosi dari mulut ke mulut. Memang cara promosi ini terlihat lebih lambat. Tetapi ke depannya kita memunculkan ikatan emosional yang erat. Mereka akan merasa lebih puas dan mengenal daripada melihat pamphlet dan brosur. Dari sisi permodalan dibandingkan perbankan dan lembaga keuangan lainnya kita memang kalah. Tetapi dari segi pelayanan insya Allah kita lebih baik dan unggul. Dari segi pelayanan bank menyediakan ATM untuk memudahkan transaksi. Kita memiliki pelayanan yang melebihi ATM. Kita bisa melakukan antar jemput dana untuk anggota yang ingin menyetor dan mengambil dana di BMT. Dengan begitu mereka akan bercerita kepada orang lain tentang keunggulan dari BMT ini.”

(15)

91 Lampiran 5. Struktur Organisasi KPDK

Keterangan: Garis Pengawasan Garis Instruksional PENGAWAS RAPAT ANGGOTA

MANAJER USP MANAJER SEKTOR RIIL MANAJER ADM DAN KEUANGAN KEPALA UNIT LEASING PENGURUS KEPALA UNIT SIMPAN PINJAM KEPALA UNIT PENGADAAN BARANG PHOTO COPY KEPALA UNIT URUSAN UMUM PEMBUKUAN KEPALA UNIT PINJAMAN TOKO (MOTOR, ATK DAN ELEKTRONIK) KEPALA UNIT PENGADAAN JASA KASIR KEPALA UNIT KEANGGOTAAN

Referensi

Dokumen terkait

Melalui koperasi ini, di harapkan mampu menjelaskan pengaruh jumlah modal sendiri, modal luar, dan jumlah anggota terhadap perolehan Sisa Hasil Usaha (SHU), hal

Dalam penilaian kesehatan KS/USP ini aktiva produktif yang dinilai adalah kualitas pinjaman diberikan pada anggota dan non anggota, karena dalam usaha KSP/USP aktiva produktif

Karena tidak jarang alasan masyarakat menjadi anggota BMT kebanyakan itu kerena mereka mengalami kesulitan untuk mengajukan pinjaman di bank atau karena menganggap proses dan

Pengelola Usaha Simpan Pinjam (USP) memberikan formulir pendaftaran pinjaman kepada anggota untuk diisi, Anggota menerima dan mengisi formulir tersebut, setelah mengisi

„Teratai” tahun 2016-2020. Pengambilan data di lakukan di kantor Balaidesa Sidorejo menggunakan data Sekunder, yaitu data Pertumbuhan simpanan anggota, Pinjaman Anggota,

Proses pelaksanaan pinjaman yang dilakukan oleh KJKS Nurul Falah kepada Bank Jabar Banten, sebagai berikut: a) Mengajukan proposal pinjaman kepada BJB; b)

PENGARUH MODAL SENDIRI MODAL PINJAMAN DAN JUMLAH ANGGOTA TERHADAP PERKEMBANGAN SISA HASIL USAHA SHU KOPERASI UNIT DESA KUD DI KOTA PADANG E-JURNAL Diajukan Sebagai Salah Satu

2 Jumlah pinjaman pada periode 2014-2018 Koperasi Mitra Abadi Cimahi menunjukan nilai yang cenderung menurun dan fluktuatif, artinya tingkat pinjaman modal yang dibutuhkan oleh anggota