BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Perkembangan teknologi saat ini semakin cepat dan berkembang, sehingga kini semakin banyak perusahaan berusaha meningkatkan usahanya. Agar perusahaan tersebut berjalan dan berkembang sesuai apa yang diharapkan, maka pengelolaan perusahaan harus didasari pengetahuan tentang manajemen perusahaan dalam menjalankan usahanya dengan dukungan sistem informasi, agar kinerja sistem yang terkomputerisasi tersebut menjadi lebih efisien, tepat guna dan serta terjamin mutu dan kualitas prosedur kerjanya. Sehingga akan memudahkan dalam melakukan proses pengelolaan data.
Salah satu perkembangan teknologi informasi yang penting adalah semakin dibutuhkannya penggunaan alat pengolah data yang berfungsi untuk menghasilkan informasi yang dibutuhkan. Perusahaan-perusahaan yang ingin mengembangkan usaha dan mencapai sukses harus mengikuti era informasi dengan menggunakan alat pendukung pengolah data yaitu komputer.
Dengan adanya komputer sebagai alat pengolah data, maka semua bidang dalam suatu perusahaan maupun instansi dapat dikomputerisasikan, dalam hal ini bidang-bidang yang dianggap penting dan utama karena hal ini dapat mendukung keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai tujuannya.
Perkembangan teknologi database tidak lepas dari perkembangan perangkat keras dan perangkat lunak. Salah satu perangkat lunak pengembangan aplikasi yang popular adalah Microsoft Visual Basic. Microsoft Visual Basic di desain untuk dapat memanfaatkan fasilitas yang tersedia dalam Microsoft Windows dan merupakan software yang bisa digunakan untuk membuat program yang cukup baik.
Permasalahan pendataan kehadiran pegawai bias diselesaikan dan mengembangkan perangkat lunak kehadiran pegawai menggunakan Visual Basic 6.0. Dengan menggunakan pengembangan perangkat lunak ini maka data pegawai akan tersimpan dengan rapi kedalam database. Sehingga data tersebut nantinya dapat diolah menjadi data keluaran sesuai yang dibutuhkan perusahaan.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
1. Proses presensi dilakukan menggunakan buku kehadiran sehingga kinerjanya kurang efektif dan efisien
2. Memerlukan waktu yang lama dalam pencarian data presensi pegawai. Sehingga yang menjadi inti dari permasalahan tersebut adalah bagaimana cara melakukan proses absen dengan mudah dan cepat.
1.3 Batasan Masalah
Agar penyusunan laporan kerja praktek ini sistematis dan mudah dipahami, maka batasan masalah yang ditinjau dari sistem presensi pada Instansi Badan Kesatuan Bangsa, Politik Dan Perlindungan Masyarakat Jawa Tengah adalah:
2. Aplikasi presensi ini hanya akan mencatat hal-hal yang berkaitan dengan data dan daftar kehadiran pegawai.
3. Sistem operasi ini menggunakan windows 7, bahasa pemrograman yang digunakan Visual Basic dan menggunakan database My Sql Yog Profesional.
1.4 Tujuan Kerja Praktek
Tujuan dari diadakannya penelitian, perancangan, dan pembuatan aplikasi presensi dengan visual basic dalam menunjang penulisan laporan kerja praktek ini adalah untuk :
1. Menyusun suatu program aplikasi presensi secara sistematis, terstruktur, terarah dan lengkap dengan demikian system informasi yang dibuat benar-benar berguna dan mengefisienkan pekerjaan dalam Instansi.
2. Memberikan suatu solusi dengan merancang dan mengimplementasikan Aplikasi presensi yang telah dibuat dan akan digunakan di Instansi Badan Kesatuan Bangsa, Politik Dan Perlindungan Masyarakat Jawa Tengah sebagai penunjang proses pendataan kehadiran pegawai yang akan dilakukan pada Instansi tersebut.
1.5 Manfaat Kegiatan
Manfaat yang akan di dapat dari penulisan laporan kerja praktek dalam pembuatan dan pengaplikasian sistem presensi dengan visual basic ini adalah sebagai berikut :
1. Bagi Pembaca
Menambah wawasan tentang program yang berkaitan dengan sistem informasi yang menggunakan komputer dan meningkatkan pengetahuan tentang aplikasi pembuatan program dengan Microsoft Visual Basic.
Sebagai tambahan referensi perpustakaan sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media untuk menambah pengetahuan bagi rekan mahasiswa lainnya.
3. BagiInstansi
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Definisi Presensi
Presensi adalah suatu pendataan kehadiran, bagian dari pelaporan aktifitas suatu institusi, atau komponen institusi itu sendiri yang berisi data-data kehadiran yang disusun dan diatur sedemikian rupa sehingga mudah untuk dicari dan dipergunakan apabila sewaktu-waktu diperlukan oleh pihak yang berkepentingan.
2.2 Jenis Presensi
Kita mengenal beberapa jenis presensi. Yang membedakan jenis-jenis presensi tersebut adalah cara penggunaannya, dan tingkat daya gunanya. Secara umum jenis-jenis presensi dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu;
1. Presensi Manual
Presensi manual adalah cara pengentrian kehadiran dengan cara menggunakan pena (tanda tangan).
2. Presensi non manual (menggunakan alat)
Presensi non manual adalah suatu cara pengentrian kehadiran dengan menggunakan sistem terkomputerisasi, bisa menggunakan kartu barcode, finger print ataupun dengan mengentrikan nip dan sebagainya.
2.3 Pengelolaan Presensi
Pengelolaan presensi dengan memanfaatkan teknologi informasi adalah; 1. Presensi dapat dilakukan dengan lebih mudah dan cepat
3. Mempermudah dalam melakukan Entry dan Update data 4. Memudahkan pembuatan laporan dan rekapitulasi
Dengan demikian sistem yang terkomputerisasi akan mempermudah kerja bagian kepegawaian, serta meningkatkan kualitas pelayanan dan kinerja dari kumpulan informasi yang besar dan terorganisasi yang diakses melalui perangkat lunak.
Bila terdapat file yang tidak dapat dipadu atau dihubungkan dengan file lain, berarti file tersebut bukanlah kelompok dari suatu database, ia akan membentuk suatu database sendiri (Supriyanto, 2005).
Kumpulan file-file yang saling berelasi tersebut biasa ditunjukan dengan kunci dari setiap file yang ada.Satu database menunjuk satu kumpulan data yang dipakai dalam satu lingkup perusahaan instansi. Pada umumnya terdapat komponen-komponen dalam database antara lain;
a. Karakter
Merupakan data satuan yang paling kecil yang berupa bentuk huruf, tanda baca, tanda logika atau simbol lainnya.
b. Record/Tuple
Merupakan kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entity secara lengkap. Contoh: nomor karyawa, nama karyawan dan alamat karyawan.
Merupakan kumpulan record-record sejenis yang mempunyai panjang elemen yang sama, atribut yang sama, namun berbeda-beda nilai datanya. Terdapat 2 jenis file yaitu;
1. File Transfer
File Transfer adalah file yang berisi data pokok, dimana data ini bersifat tetap dan jarang dilakukan pembaruan agar tetap akurat.
Contoh : file data-data karyawan. 2. File Transaksi
File Transaksi adalah file yang keberadaannya dapat dirubah setiap saat terjadi transaksi, baik penambahan atau penghapusan.
Contoh : file data perawatan sarana dan prasarana (Kristanto, 1993).
2.5 Analisis Sistem
Analisis sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan yang terjadi, dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan (Jogiyanto HM, 2005).
2.5.1 Alat Bantu dalam Analisis Sistem
Alat bantu dalam analisa sistem adalah bagan alir sistem (Flow Of System) bagan alir dokumen (Flow Of Dokument). Definisi bagan alir
(FlowChart) adalah bagian (Chart) yang menunjukan alir (Flow) di dalam
program atau prosedur sistem logika.
Bagan alir digunakan untuk alat bantu komunikasi dari dokumentasi. Pada waktu akan menggambar suatu bagan alir, analisa sistem atau programer dapat mengikuti pedoman sebagai berikut;
3. Harus ditunjukan dari mana kegiatan akan dimulai dan dimana akan berakhir.
4. Masing-masing kegiatan dalam bagan alir sebaiknya digunakan suatu kata yang mewakili suatu pekerjaan.
5. Masing-masing dalam bagan alir harus diurutkan semestinya.
6. Kegiatan yang dipotong dan akan disambungkan dengan jelas menggunakan simbol penghubung.
7. Mengatur simbol-simbol bagan alir yang standard. 2.5.2 Bagan Alir Dokumen(Flow Of Document)
Bagan alir (Flowchart) adalah bagan (Chart) yang menunjukkan alir (Flow) didalam program atau prosedur sistem secara logika. Bagan alir digunakan terutama untuk alat bantu komunikasi dan untuk dokumentasi. Macam-macam bagan alir :
1. Bagan Alir Sistem
Bagan alir sistem (System Flowchart) merupakan bagan yang menunjukkan arus pekerjaan secara keseluruhan dari sistem.
Simbol Keterangan Dokumen
Mendefinisikan dokumen input dan output baik untuk proses manual, mekanik atau komputer
Pemasukan Data
Digunakan untuk mendefinisikan pemasukan data umumnya melalui keyboard, tetapi juga dapat masukan lain seperti digitizer, mouse dan lainnya. Simbol Kegiatan Manual
Menunjukan kegiatan manual
Arsip / Dokumen
Digunakan untuk mendefinisikan penyimpanan arsip;
Simbol Proses
Mendefinisikan proses dari kegiatan komputer
Display
Mendefinisikan output tampilan monitor
Konektor
Mendefinisikan penghubung kebagian lain tetapi masih di halaman yang sama
Konektor
Mendefinisikan penghubung kebagian lain di halaman yang berbeda.
File Master
2. Bagan Alir Dokumen
Bagan Alir Dokumen (Document Flowchart) atau disebut juga Bagan Alir Formulir (Form Flowchart) atau Paperwork
Flowchartmerupakan bagan alir yang menunjukkan arus dari laporan
dan formulir termasuk tembusan-tembusannya. 3. Bagan Alir Sematik
Bagan alir skematik (Schematik Flowchart) merupakan bagian akhir yang merupakan bagan alir yang mirip dengan bagan alir sistem yaitu menggambarkan prosedur didalam sistem.Perbedaannya adalah bagan alir skematik selain menggunakan simbol-simbol bagan alir juga menggunakan gambar komputer dan peralatan yang digunakan. 2.5.2.1 Diagram Alir Data (Data Flow Diagram/ DFD)
DFD (Data Flow Diagram) merupakan alat yang digunakan
untuk menggambarkan arus data dari sistem secara logika, tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik, dimana data tersebut mengalir disimpan. DFD memudahkan pemakai yang kurang menguasai bidang komputer untuk sistem yang dikerjakan (Jogiyanto HM, 2005).
1. Context Diagram
Context Diagram merupakan suatu alat untuk menggambarkan suatu sistem pertama kali secara garis besar (Jogiyanto HM, 2005). Diagram pertama yang digambar dalam DFD (Data Flow
Diagram) merupakan level teratas.
2. Diagram Level 0
DFD Level 0 atau view diagram merupakan penggambaran alir data pertama yang menjelaskan bagaimana sumber data pertama masuk ke dalam sistem sehingga bentuk keluaran hasil proses yang diinginkan.
DFD Level 1 merupakan gambaran alir data yang lebih rinci. Pada level 1 tersebut data dapat dipecah-pecah lagi menjadi beberapa bagian lagi dan masing-masing bagian tersebut dapat menjelaskan proses pengolahan data secara lebih rinci.
2.5.2.2 Simbol-simbol Data Flow Diagram
Simbol-simbol yang digunakan untuk menggambarkan Data Flow
Diagram yaitu:
Tabel 3.1 Simbol-simbol pada Data Flow Diagram
Simpanan data, kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi. Kamus data berfungsi membantu pelaku sistem untuk mengerti aplikasi secara detail, kamus data ini juga mereorganisasikan semua elemen data yang digunakan dalam sistem, sehingga pemakai dan penganalisa sistem mempunyai dasar pengertian sistem yang sama tentang masukan, keluaran, penyimpanan, dan proses.
Fungsi kamus data antara lain:
1. Menjelaskan arti aliran data dan penyimpanan dalam DFD.
2. Mendeskripsikan komposisi paket data yang bergerak melalui aliran, misalnya alamat diuraikan menjadi kota, Negara dan kode pos.
3. Mendeskripsikan komposisi penyimpanan data.
4. Mendeskripsikan hubungan detail antara penyimpanan yang akan menjadi perhatian dalam ERD.
5. Menspesifikasikan nilai dan satuan yang relevan bagi penyimpanan, aliran.
Tabel 3.2 Simbol-simbol pada Kamus Data
Notasi Arti
* Primary Key
** Foreign Key
+ Dan
[ ] Memilih salah satu dari elemen-elemen data di dalam kurang bracket ini.
| Sama dengan simbol [ ]
N{ }M
Iterasi (elemen data di dalam kurung brace beriterasi mulai minimum N kali dan maksimum M kali).
( )
Optimal (elemen data di dalam kurung parenthesis sifatnya optional, dapat ada dan dapat tidak ada).
2.6 Desain Sistem
Desain sistem Menurut Goerge M. Scott adalah menentukan bagaimana suatu sistem akan menyelesaikan apa yang harus diselesaikan. Desain sistem menurut John Burch dan Gary Grudnituki didefinisikan sebagai penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi. Desain sistem dibagi menjadi dua sub tahapan, yakni perancangan konseptual dan perancangan fisik: 1. Perancangan Konseptual
Perancangan konseptual seringkali disebut perancangan logis.Pada perancangan ini, kebutuhan pemakai dan pemecahan masalah yang teridentifikasi selama tahapan analisis sistem mulai dibuat untuk diimplementasikan.
2. Perancangan Fisik
Tahapan desain sistem mempunyai dua maksud atau tujuan utama, yaitu: a. Memenuhi kebutuhan kepada pemakai sistem.
Memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram computer dan ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat.
2.7 Pengertian Visual Basic
Visual Basic pada dasarnya adalah sebuah bahasa pemrograman computer. Bahasa pemrograman adalah perintah-perintah instruksi yang dimengerti oleh computer untuk melakukan tugas-tugas tertentu.Visual Basic (VB) selain disebut sebuah program bahasa pemrograman, juga sering disebut sebagai sarana (tool) untuk menghasilkan program aplikasi berbasis windows. Beberapa kemampuan/manfaat dari Visual Basic, antara lain:
1. Untuk membantu obyek-obyek pembantu program seperti : file help, aplikasi internet dll.
2. Menguji program (debugging) dan menghasilkan program-program akhir berakhiran EXE yang bersifat dapat langsung dijalankan (Kurniadi, 2000).
2.7.1. Komponen-komponen Visual Basic 1. Control Menu
2. Menu digunakan yang terdapat pada menu visual basic.
4. Form Windows
Form windows atau jendela form adalah daerah kerja utama, dimana program aplikasi akan dibuat pada form ini.
5. Toolbox
Toolbox adalah sebuah kotak piranti yang mengandung semua objek atau control yang dibutuhkan untuk membentuk suatu program aplikasi.
6. Project Exploler
Project exploler adalah jendela yang mengandung semua file di dalam aplikasi Visual Basic. Setiap aplikasi dalam Visual Basic disebut dengan istilah project (proyek).
7. Jendela Propertis
Form layout windows adalah jendela yang menggambarkan posisi dari form yang menampilkan pada layar monitor.
9. Jendela Code
Jendela code adalah jendela yang berisikan kode-kode program yang merupakan instruksi-instruksi untuk aplikasi Visual Basic.
10.Report
Report adalah sebuah obyek yang menampilkan tampilan informasi yang siap untuk dicetak, biasanya merupakan tampilan untuk mempresentasikan obyek.
2.8 Pengertian Visual Basic
Microsoft Pengertian MySQL (MyStructured Query Language)
Database MySQL merupakan aplikasi yang bersifat daemon atau menetap dalam memori yang berjalan bersama dengan sistem operasi Microsoft Windows (Wahana Komputer,2011). MySQL adalah salah satu jenis database server yang dapat digunakan pada berbagai platform (unix/windows) tanpa harus membayar. Untuk mendapatkan MySQL dapat di download dari www.mysql.org atau www.mysql.com. MySQL termasuk jenis RDBMS (Relational Database
Management Sistem). Pada MySQL, sebuah database mengandung satu atau sejumlah table. Table terdiri dari sejumlah baris dan setiap baris mengandung satu atau beberapa kolom. Seperti halnya SQL engine yang lainnya, MySQL
1. DDL (Data Definiton Language), berfungsi membuat pada objek SQL dan menyimpan definisinya dalam table. Perintah-perintah yang digolongkan dalam DDL adalah create, alter dan drop.
2. DML (Data Manipulation Language), memiliki fungsi untuk objek table, seperti melihat, menambah, dan merubah isi tabel. Perintah-perintah yang digolongkan dalam DML adalah select, update, insert, dan delete.
3. DCL (Data Control Language), digunakan untuk kepentingan database, seperti memberikan hak akses ke database dan menghapus hak tersebut dari
database. Dua perintah utama di dalam DCL adalah grant dan revoke.
BAB III
OBJEK KERJA PRAKTEK
3.1 Profil Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat Provinsi Jawa Tengah
Institusi ini bertugas dalam penyelenggaraan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat sangat berkepentingan untuk tetap menjaga dan memelihara iklim sejuk di Jawa Tengah agar tetap kondusif sehingga pelaksanaan pemerintahan, pembangunan dapat berjalan dengan lancar.
Keberadaan Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat sangat strategis, perannya menjadi penggerak menuju dinamika masyarakat Jawa Tengah yang demokratis.
Dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera diperlukan stabilitas daerah yang kondusif.Untuk itu diperlukan upaya pembinaan masyarakat dan penanganan yang cepat, tepat dan riil terhadap ancaman kantibmas.
Berbagai konflik perlu diselesaikan secara arif bijaksana guna tetap mengedapankan penciptaan iklim yang kondusif sehingga pada akhirnya dapat memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.
3.2 Visi dan Misi Kesatuan Bangsa Plotik dan Perlindungan Masyarakat Provinsi Jawa Tengah
3.2.1 Visi
Menjadi penggerak masyarakat Jawa Tengah yang demokratis. 3.2.2Misi
a. Menumbuhkembangkan kemandirian dan dinamika partai politik, organisasi kemasyarakatan/LSM dan lembaga pemerintah
b. Meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap semangat persatuan dan kesatuan bangsa, cinta tanah air serta mewujudkan pancasila sebagai ideologi terbuka, menjadi identitas watak dan alat pemersatu bangsa
3.3.1 Struktur Organisasi Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat
Gambar 4.1 Struktur Organisasi Sumber Data : Sekretaris
3.3.2 Tugas dan Tanggung Jawab 1. Kepala Badan
Tugas pokoknya yaitu dalam melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat.
2. Sekretariat
Tugasnya adalah melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis, pembinaan, pengkoordinasian penyelenggaraan tugas secara terpadu, pelayanan administrasi, dan pelaksanaan di bidang program, keuangan, umum dan kepegawaian.
Tugasnya yaitu menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis, pembinaan, pengkoordinasian penyelenggara tugas, pelayanan administrasi dan pelaksanaan di bidang program.
b. Sub Bagian Keuangan
Tugasnya mengelola keuangan, verifikasi dan akutansi di lingkungan badan.
c. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
Tugasnya mengelola administrasi kepegawaian, hukum, humas, organisasi dan tatalaksana, ketatausahaan.
3. Bidang Ideologi dan Kewaspadaan
Tugasnya melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis, pembinaan dan pelaksanaan di bidang ideologi dan wawasan kebangsaan dan kewaspadaan nasional.
Bidang Ideologi dan Kewaspadaan, membawahkan :
Subbidang Ideologi Dan Wawasan KebangsaanSubbidang Kewaspadaan Nasional
4. Bidang Ketahanan Bangsa
Tugasnya melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis, pembinaan dan pelaksanaan di bidang ketahanan seni dan budaya, agama dan kemasyarakatan, ketahanan ekonomi.
Bidang Ketahanan Bangsa, membawahkan :
Subbidang Ketahanan Seni Dan Budaya, Agama Dan Kemasyarakatan. Subbidang Ketahanan Ekonomi.
5. Bidang Politik Dalam Negeri
Tugasnya melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis, pembinaan dan pelaksanaan dibidang sistem, implementasi dan kelembagaan politik, pemilu, pendidikan dan budaya politik.
Subbidang Pemilu, Pendidikan Dan Budaya Politik. 6. Bidang Perlindungan Masyarakat
Tugasnya yaitu melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis, pembinaan dan pelaksanaan di bidang pemberdayaan sumber daya manusia perlindungan masyarakat, dan bina perlindungan masyarakat Bidang Perlindungan Masyarakat, membawakan :
a. Subbidang Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Perlindungan Masyarakat.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Analisa Sistem Yang Sedang Berjalan
Sistem absensi pegawai pada Instansi Dinas Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Provinsi Jawa Tengah berdasar pada prosedur yang telah ditetapkan dan merupakan kumpulan dari data-data yang ada. Sistem yang berjalan sekarang masih menggunakan pembukuan kehadiran .
4.1.1 Gambaran Kerja Sistem
Dalam melaksanakan suatu kegiatan perlu adanya suatu pedoman yang dapat membimbing pegawai bagian kepegawaian dapat melaksanakan pekerjaan agar kegiatan dapat berjalan dengan lancer dan terarah.Oleh karena itu, diperlukan adanya prosedur yang dapat menguraikan langkah-langkah dari awal hingga akhir.Berikut ini adalah prosedur sistem absensi pegawai pada Instansi Dinas Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Provinsi Jawa Tengah.
0 4.3 Penjelasan Bagan Alir Sistem yang Diusulkan
Pada sub bab ini akan dijelaskan alur sistem absensi pegawai yang diusulkan di Instansi Dinas Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Provinsi Jawa Tengah, alur sistem tersebut adalah setiap hari pegawai hadir untuk absen ke bagian administrasi untuk absensi pegawai. Selanjutnya pengolahan data absensi pegawai oleh bagian administrasi berdasarkan data yang ada pada buku absensi secara komputerisasi.
4.4 Diagram Alir Data (DAD) 4.4.1 Diagram Konteks
4.4.2 Dekomposisi
0
Rpl_presensi
Data
Pegawai
1.1
Input Data Pegawai
2 Kehadiran
2.1 Input Kehadiran
4.4.3 Diagram Zero
Gambar 4.4 DFD level 0 Proses Pendataan
T Pegawai
DFD Level1 Prosaes 1
Karyawan Data pegawai1 Pimpinan
Data pegawai T pegawai
Data presensi pegawai
2 Data kehadiran
Lap presensi
t. kehadiran
4.4.4 DFD Level 1 Proses 2
T Pegawai
T Presensi
Gambar 4.5 DFD Level 1 Proses 2 Data Pegawai
Pimpinan Cetak laporan2.2
Lap presentasi pegawai Pegawai
2.1 Input kehadiran
Data Presensi
4.5 ERD (Entity Relationship Diagram)
5.
Gambar 4.7 ERD (Entity Relationship Diagram) Pegawai
Presensi Nama_Peg
NIP Golongan
Agamaa
Jns_Kelmin
Usia
Alamat
No_Absen Waktu
keluar Waktu masuk Tanggal
NIP
Melakukan
Pegawai Jenis_Kelamin + Tanggal + Keterangan}
NIP = @Varchar
2. Data Karyawan
Pegawai = {@NIP + Nama_Pegawai + Golongan + Agama + Jenis_Kelamin + Usia + Alamat}
NIP = @Varchar
Nama_Pegawai = Varchar Golongan = Char
Agama = Varchar
Jenis_Kelamin = Enum (‘Pria’,’Wanita’)
Usia = Varchar
Alamat = Char
4.7 Perancangan Database 1. Absen
Nama Tabel :Presensi
Tabel 4.1. Database Presensi
2. Pegawai
4.8 Implementasi Aplikasi
1. FormMenu Utama
Form Menu Utama berfungsi sebagai tampilan akses dari aplikasi,
Admin dapat memilih antara Data Pegawai Atau Absen agar dapat masuk ke dalam aplikasi Presensi dan mengaktifkan system Presensi, serta dapat mengolah data karyawan secara penuh dan pegawai hanya bisa absen saja.
2. Form Data Pegawai
Form Data Pegawai berfungsi untuk menyimpan Data Pegawai, mengubah, dan menghapus data - data Pegawai yang diperlukan oleh Instansi.
3. Form Data Presensi
Form Presensi berfungsi untuk Pegawai yang Ada di Data Presensi dengan memasukan NIP secara otomatis data Pegawai akan muncul. Data Presensi tidak bisa diubah oleh pegawai.
4. Form Report
a. Laporan Data Pegawai
Gambar 4.11 Tampilan Form Report Data Pegawai
b. Laporan Presensi Pegawai
Gambar 4.12 Tampilan Form Report Presensi Pegawai
Spesifikasi minimal yang dibutuhkan untuk menjalankan Sistem Informasi Inventori adalah sebagai berikut :
a. Processor Pentium IV 2,4Ghz
b. RAM 512 Gb
c. Harddisk 80 Gb
d. Monitor resolution 1024 X 768
e. Keyboard
f. Mouse
g. Printer
4.10 Kebutuhan Software
Perangkat lunak yang dibutuhkan untuk menjalankan Sistem Informasi Inventori yaitu :
a. Sistem operasi windows (Windows XP SP3, Windows Vista dan Windows 7) versi 32bit
b. Visual basic 2010 c. My Sql Yog Profesional
4.11 Kebutuhan User
User yang dapat menggunakan aplikasi Sistem Rekayasa Perangkat LunakPresensi ini yaitu Pegawai bagian Administrasi dimana bekerja sebagai
a. Kelebihan
1. Tingkat kontrol yang lebih mudah karena semua data tersimpan dengan rapi di sistem.
2. Umumnya perangkat lunak dikembangkan sesuai dengan kebutuhan perusahaan, biaya pengembangan sistem relative lebih rendah.
3. Mudah untuk melakukan modifikasi dan pemeliharaan
(Maintenance)terhadap perangkat lunak karena proses pengembangannya
dapat dilakukan oleh karyawan perusahaan sendiri.
b. Kekurangan
1. Keterbatasan jumlah dan tingkat kemampuan SDM yang menguasai perangkat lunak tersebut.
2. Perubahan dalam perangkat lunak terjadi secara cepat dan belum tentu perusahaan mampu melakukan adaptasi dengan cepat sehingga ada peluang teknologi yang digunakan kurang canggih (tidak up to date).
3. Membutuhkan waktu untuk pelatihan bagi operator dan programmer
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
Dalam penulisan laporan Kerja Praktek dengan judul “Pengembangan Rekasa Perangkat Lunak Presensi pada Dinas Kesatuan Bangsa Politik dan Kesehatan Masyarakat Provinsi Jawa Tengah” penulis berharap laporan Kerja Praktek ini dapat bermanfaat untuk Kantor Dinas Kesatuan Bangsa Politik dan Kesehatan Masyarakat Provinsi Jawa Tengah. Sekaligus bisa menjadi bahan referensi bagi mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro Semarang dalam pendukung proses perkuliahan.
5.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dalam penulisan laporan Kerja Praktek ini adalah sebagai berikut :
1. Sistem Presensi yang dirancang dan dibuat dapat memberikan keringanan untuk “Dinas Kesatuan Bangsa Politik dan Kesehatan Masyarakat Provinsi Jawa Tengah” dalam melakukan input data presensi secara baik dan optimal.
2. Di dalam Pengembangan Perangkat Lunak ini dibuat agar dapat membantu pegawai untuk melakukan proses presensi secara terkomputerisasi.
Saran yang diberikan agar Sistem Absensi ini dapat berjalan dan memberikan kinerja yang maksimal antara lain :
1. Untuk mendukung pengembangan perangkat lunak yang akanditerapkan sebaiknya benar-benar dipilih hardware yang sesuai dengan kebutuhan sistem.