• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aplikasi Pendekatan Sistem Dalam Pembela

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Aplikasi Pendekatan Sistem Dalam Pembela"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

APLIKASI PENDEKATAN SISTEM DALAM

PEMBELAJARAAN

MAKALAH

DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI TUGAS

MATA KULIAH

PENDEKATAN SISTEM DALAM PEMBELAJARAN

OLEH

KELOMPOK 10 ( SEPULUH)

- HARIS MUSLIM

- ZAKIAH

- SITI RAHMAH

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM

JAM’IYAH MAHMUDIYAH

TANJUNG PURA

(2)

KATA PENGANTAR

م

م سس بمِ همللاِ نم ْمحسررلاِ مم ِيحمررلا ِ ِ ِ ِ ِ ِ

ِ ِ Alhamdulillahِ pujiِ danِ syukurِ kehadiratِ Allahِ SWTِ yang telahِ memberikanِ rahmatِ danِ karuniaِ nyaِ sehinggaِ kamiِ dapat menyelesaikan ِ makalah ِ yang ِ berjudul ِ “Aplikasi ِ Pendekatan sistemِ dalamِ Pembelajaranِ “ِ pembuatanِ makalahِ denganِ tepat waktu. ِ Tidak ِ lupa ِ shalawat ِ dan ِ berangkai ِ salam ِ selalu mendukungِ kelancaranِ tugasِ kami,ِ sertaِ padaِ anggotaِ timِ yang selaluِ kompakِ danِ konsistenِ dalamِ penyelesaianِ tugasِ ini.

(3)
(4)

KATA PENGANTAR...i

DAFTAR ISI...ii

BAB I...1

PENDAHULUAN...1

A. Latar Belakang...1

B. Rumusan Masalah...1

BAB II...2

PEMBAHASAN...2

A. Pengertian Aplikasi Sistem dalam Pembelajaran...2

B. Aplikasi Pendekatan Sistem Dalam Pembelajaran...3

C. Berpikir Sistem dalam Aplikasi Pembelajaran...4

BAB III...8

PENUTUP...8

A. Kesimpulan...8

(5)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sistem ِ pembelajaran ِ adalah ِ suatu ِ kombinasi ِ terorganisasi yang ِ meliputi ِ unsur-unsur ِ manusiawi, ِ material, ِ fesilitas, perlengkapan,ِ danِ prosedurِ yangِ berinteraksiِ untuk ِ mencapai suatuِ ِ tujuan.ِ Sesuaiِ denganِ rumusanِ itu,ِ orangِ yangِ terlibat dalamِ sistempembelajaranِ adalahِ siswa,ِ guru.ِ Materialِ meliputi buku-buku,ِ papan ِ tulis, ِ film, ِ audio. ِ Fasilitas ِ dan ِ perlengkapan terdiri ِ atas ِ ruang ِ kelas, ِ perlengkapan ِ audio ِ visual, ِ dan komputer.ِ Prosedurِ meliputiِ jadwalِ danِ metodeِ peenyampaian informasi,ِ penyediaanِ untukِ praktik.

(6)

B. Rumusan Masalah

Berdasarkanِ latarِ belakangِ diِ atasِ maka ِ dapatِ dirumuskan masalahِ sebagaiِ berikut:

a. Apakahِ maknaِ aplikasiِ sistemِ dalamِ pembelajaran?

b. Bagaimanakahِ berpikirِ sistemِ dalamِ aplikasiِ pembelajaran?

(7)

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Aplikasi Sistem dalam Pembelajaran

ِ Sistem ِ dapat ِ didefinisikan ِ sebagai ِ suatu ِ bangunan ِ atau organisasi/lembaga ِ yang ِ terdiri ِ dari ِ berbagai ِ sub komponen/elemen,ِ yangِ salingِ berinteraksi,ِ berinterdependensi, dimanaِ salahِ satuِ komponenِ atauِ elemenِ rusakِ ataupunِ hilang mangka ِ akan ِ mengganggu ِ komponen ِ lainnya ِ sehingga menggangguِ kualitasِ kinerjaِ dariِ organisasiِ tersebut.1

ِ Sedangkan ِ makna ِ sistem ِ dalam ِ pembelajaran ِ berarti adanya ِ pemahaman ِ atau ِ asumsi ِ guru ِ bahwa ِ pembelajaran harus ِ didukung ِ oleh ِ berbagai ِ elemen ِ secara ِ utuh ِ dan komprehensif, ِ meninggalkan ِ salah ِ satu ِ elemen ِ akan menimbulkan ِ kegagalan ِ proses ِ pembelajaran. ِ Artinya ِ dalam pembelajaran ِ guru ِ tidak ِ cukup ِ hanya ِ menguasai ِ materi ِ saja, guru ِ juga ِ tidak ِ cukupِ hanya ِ pandaiِ menggunakanِ media ِ dan metode ِ saja, ِ tetapi ِ guru ِ harus ِ benar-benar ِ mampu dalamِ prosesِ pembelajaranِ agarِ pembelajaranِ tersebutِ mampu

(8)

menghasilkanِ hasil ِ yangِ optimal, ِ yaitu ِ mapuِ memberdayakan seluruh ِ potensi ِ yang ِ ada ِ dalam ِ diri ِ siswa ِ yang ِ terdiri ِ dari potensi ِ kognitif ِ (kualitas ِ intelektual), ِ affektif ِ (kualitas kepribadian),ِ danِ psikomotorikِ (keterampilanِ otot/mekanik).

Aplikasiِ sistemِ dalamِ pembelajaranِ mengandungِ duaِ makna, yaitu:

a. Adanyaِ pemahamanِ secaraِ utuh,ِ komprehensif,ِ danِ terpadu.

Dalamِ halِ iniِ berartiِ prosesِ pembelajaranِ ituِ tergantungِ dari berbagaiِ elemen,ِ jikaِ salahِ satuِ elemenِ tergangguِ atauِ rusak makaِ akanِ mengganguِ prosesِ pembelajaran.ِ Makaِ guruِ harus memperdayakan ِ semua ِ elemen ِ yang ِ ada ِ dalam pembelajaran. ِ Mulai ِ dari ِ merumuskan ِ tujuan ِ secara ِ jelas, kemudian ِ dilanjutkan ِ dengan ِ pemilihan ِ metode ِ dan ِ sarana yang ِ mendukung ِ materi ِ dan ِ tujuan ِ pembelajaran. ِ Terakhir guruِ jugaِ harusِ mampuِ mengelolaِ lingkunganِ atauِ suasana yangِ mendukungِ dilaksanakannyaِ prosesِ pembelajaran.

b. Adanyaِ sikapِ keterbukaanِ yangِ dimilikiِ guruِ danِ siswa.

Yang ِ dimaksudkan ِ ialah ِ adanya ِ kesediaan ِ untuk ِ menerima kritikِ atauِ informasiِ dariِ luar,ِ kitaِ harusِ menerimaِ kritikِ dari luarِ ِ atauِ masukanِ dariِ orangِ lain.ِ Jikaِ merasaِ dirinyaِ benar danِ orangِ lainِ salahِ makaِ sistemِ tidakِ akanِ bisaِ diterapkan dalamِ prosesِ pembelajaran2

B. Aplikasi Pendekatan Sistem Dalam Pembelajaran

Aplikasi dalam pembelajaran berarti suatu proses untuk menerapkan makna sistem dalam proses pembelajaran. Aplikasi dalam pembelajaran mengandung makna:

(9)

1. Adanya pemahaman secara utuh, komprehensif dan terpadu, bahwa proses pembelajaran itu sangat tergantung dari berbagai elemen, jika salah satu elemen terganggu atau rusak maka akan mengganggu keberhasilan proses pembelajaran. Dengan demikian guru mampu memberdayakan seluruh elemen yang ada dalam pembelajaran.

2. Adanya sifat dan sikap keterbukaan yang dimiliki guru dan siswa, yaitu adanya kesediaan untuk menerima kritik atau informasi dari luar, kita harus menerima kritik atau masukan dari pendapat orang lain. Jika merasa dirinya benar dan orang lain salah maka sistem tidak akan bisa diterapkan dalam proses pembelajaran.Jika berfikir sistem diterapkan dalam pembelajaran, maka seorang guru harus melakukan beberapa langkah sebagai berikut:

a.Merumuskan tujuan pembelajaran (tujuan instruksional). Tujuan adalah suatu rencana atau rumusan yang akan diperoleh. Rumusan tujuan akan sangat membantu guru dalam menentukan arah atau strategi dalam pembelajaran. Dengan demikian, menentukan tujuan pembelajaran berarti menentukan arah tentang proses pembelajaran

b.Melakukan proses pengumpulan data dan proses analisisnya.

3. Data yang dikumpulkan adalah data menyangkut tentang

a) anak didik yang meliputi kemampuan awalnya (entry behavior), tingkat perhatian, kualitas motivasi, konsentrasi, kedisiplinan, latar belakang sosial, ekonominya.

(10)

c) data tentang guru yang meliputi masalah kompetensi kepribadian, sosial, profesional dan pedagogik, gaya yang dilakukan dalam mengajar, cara mengevaluasi, kemampuan pengelola kelas dan kemampuan memahami landasan kependidikan.

d) data tentang sistem kepemimpinan yang meliputi pola dalam menyusun perencanaan, cara dalam mengidentfikasi permasalahan, cara mengambil keputusan. Seluruh data tersebut dianalisis sehingga nantinya dapat dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran.

4. Hasil analisis terhadap data tersebut di atas, kemudian dijadikan dasar atau landasan guru dalam menyusun materi dan melakukan proses pembelajaran agar proses pembelajaran benar-benar berjalan secara efektif dan efisien.3

C. Berpikir Sistem dalam Aplikasi Pembelajaran

Berpikirِ sistemِ dapatِ jugaِ disamakanِ denganِ berpikirِ logis. Pola ِ berpikir ِ logis ِ ini ِ sering ِ ditunjukan ِ dalam ِ ِ bentuk ِ model pembelajaran. ِ Jika ِ berpikir ِ sistem ِ diterapkan ِ dalam pembelajaran, ِ maka ِ seorang ِ guru ِ harus ِ Merumuskan tujuan, tujuan ِ adalah ِ sesuatu ِ rencana ِ atauِ rumusanِ yang ِ akan diperoleh.ِ Rumusanِ tujuanِ akanِ sangatِ membantuِ guruِ dalam menentukan ِ arah ِ atau ِ strategi ِ dalam ِ pembelajaran. ِ Dengan demikian,ِ menentukanِ tujuanِ pembelajaranِ berartiِ menentukan arahِ tentangِ prosesِ pembelajaran.ِ Tujuanِ yangِ dirumuskanِ akan menentukanِ prosesِ maupunِ komponenِ yangِ dibutuuhkanِ untuk keperluanِ belajar, ِ seperti ِ bagaimana ِ metode ِ yangِ digunakan, sarana ِ apa ِ yang ِ dipersiapkan, ِ gaya ِ seperti ِ apa ِ yang ِ perlu dilakukanِ danِ seterusnya.ِ Makinِ jelasِ tujuanِ yangِ dirumuskan akamِ memperjelasِ hasilِ yangِ inginِ dicapai,ِ yaituِ terwujudnya pembelajaranِ yangِ efektifِ danِ efisien.

(11)

Perumusanِ tujuanِ merupakanِ progamِ belajarِ mengajarِ yang merupakan ِ proyeksi ِ guru ِ mengenai ِ kegiatan ِ yang ِ harus dilakukan ِ siswa ِ selama ِ pembelajaran ِ berlangsung. ِ Perumusan tujuanِ iniِ akanِ menjadiِ landasanِ untukِ menguraikanِ diskripsi, satuanِ bahasan,ِ merancangِ kegiatanِ belajarِ mengajar,ِ memilih berbagai ِ media ِ dan ِ sumber ِ belajar, ِ dan ِ merencanakan penilaianِ penguasaanِ tujuan.

Dalam ِ perumusan ِ masalah ِ seorang ِ guru ِ harus memperhatikan ِ beberapa ِ aspek ِ agar ِ proses ِ pembelajaran benar-benar ِ sesuai ِ idealisme, ِ yaitu ِ mampu ِ memperdayakan potensi ِ siswa ِ sehingga ِ menjadi ِ siswa ِ sehingga ِ menjadi ِ siswa yangِ utuhِ danِ menguasaiِ tigaِ aspekِ yangِ meliputi:4

1) Aspekِ kognitif

ِ Merupakanِ aspekِ yangِ mengungkapkanِ kegiatanِ mental. Aspekِ kognitifِ terdiriِ atasِ enamِ tingkatanِ denganِ aspekِ belajar yangِ berbeda,ِ yaitu:

a. Tingkatِ pengetahuanِ (knowledge).ِ Tujuanِ intruksionalِ pada levelِ iniِ menuntutِ siswaِ untukِ mampuِ mengingatِ (recall) informasiِ yangِ telahِ diterimaِ sebelumnya.

b. Tingkat ِ pemahaman ِ (comprehension). ِ Kategori pemahaman ِ dihubungkan ِ dengan ِ kemampuan ِ untuk menjelaskan ِ pengetahuan ِ dan ِ informasi ِ yang ِ telah diketahuiِ denganِ kata-kataِ sendiri.

c. Tingkat ِ penerapan ِ (application). ِ Penerapan ِ merupakan kemampuan ِ untuk ِ menggunakan ِ atau ِ menerapkan informasiِ keِ dalamِ situasiِ yangِ baru,ِ sertaِ memecahkan

4Muhammad Rohman dan Sofan amri, Strategi dan Desain Pengembangan Sistem

(12)

berbagai ِ masalah ِ yang ِ timbul ِ dalam ِ kehidupan ِ sehari-hari.

d. Tingkatan ِ analisis ِ (analysis). ِ Analisis ِ merupakan kemampuan ِ untuk ِ mengidentifikasi ِ memisahkan, ِ dan membeda ِ komponen ِ atau ِ elemen ِ suatu ِ fakta, ِ konsep, pendapat, ِ asumsi, ِ hipotesis, ِ dan ِ memeriksa ِ setiap komponenِ tersebutِ untukِ melihatِ ada-tidaknyaِ kontradiksi.

e. Tingkatِ sintesis ِ (synthesis).ِ Sibntesis ِ berartiِ kemampuan dalamِ mengaitkanِ danِ menyatukanِ berbagaiِ elemenِ dan unsurِ pengetahuanِ yangِ adaِ sehinggaِ terbentukِ polaِ baru yangِ lebihِ menyeleruh.

f. Tingkat ِ evaluasi ِ (evaluation). ِ Evaluasi ِ merupakan ِ level tinggi, ِ ِ yang ِ mengharapkan ِ siswa ِ mampu ِ membuat penilaian ِ dan ِ keputusan ِ tentang ِ nilai ِ suatu ِ gagasan, produkِ atauِ bendaِ denganِ menggunakanِ kiteriaِ tertentu.

2) Aspekِ afektifِ

Untuk ِ memperoleh ِ gambaran ِ tentang ِ aspek ِ tujuan intruksionalِ afektifِ secaraِ utuh,ِ berikutِ iniِ akanِ dijelaskanِ setiap tingkatanِ secaraِ berurutan.5

a) Tingkat ِ menerima ِ (receiving), ِ yaitu ِ proses ِ pembentukan

sikap ِ dan ِ perilaku ِ dengan ِ cara ِ membangkitkan ِ kesadaran tentangِ adanyaِ stimulusِ tertentuِ yangِ mengandungِ estetika.

(13)

b) Tingkatِ tanggapanِ (responding),ِ yaituِ perilakuِ baruِ dariِ siswa

sebagai ِ menifestasi ِ dari ِ pendapatnya, ِ yang ِ timbul ِ akibat adanyaِ perangsangِ padaِ saatِ iaِ belajar.

c) Tingkat ِ menilai, ِ diartikan ِ sebagai ِ kemampuan ِ untuk

menerima ِ suatu ِ objek ِ atau ِ kenyataan ِ setelah ِ seseorang sadarِ bahwaِ objekِ tersebutِ mempunyaiِ nilaiِ atauِ kekuatan, dengan ِ cara ِ menyatakan ِ dalam ِ bentuk ِ sikap ِ atau ِ perilaku positifِ atauِ negatif

d) Tingkat ِ organisasi ِ (organization), ِ dapat ِ diartikan ِ sebagai

proses ِ koseptualisasi ِ nilai-nilai ِ dan ِ menyusun ِ hubungan antarnilaiِ tersebut,ِ kemudianِ memilihِ nilai-nilaiِ terbaikِ untuk diterapkan

e) Tingkat ِ karakterisasi ِ (characterization). ِ Karakterisasi

merupakan ِ sikap ِ dan ِ perbuatan ِ yang ِ secara ِ konsisten dilakukanِ olehِ seseorangِ selarasِ denganِ nilai-nilaiِ yangِ dapat diterimanya, ِ sehingga ِ sikap ِ dan ِ perbuatan ِ itu ِ seolah-olah telahِ menjadiِ ciri-ciriِ pelakunya.

3) Aspekِ psikomotor

ِ Psikomotor ِ adalah ِ aspek ِ yang ِ berorientasi ِ pada keterampilanِ motorikِ yangِ berhubunganِ denganِ anggotaِ tubuh atauِ tindakanِ (action)ِ yangِ memerlukanِ koordinasiِ antaraِ saraf danِ otot.

Kelompok-kelompokِ tersebutِ adalahِ sebagaiِ berikut:

a) Gerakanِ seluruhِ badan,ِ yaituِ perilakuِ seseorangِ dalamِ suatu

kegiatanِ yangِ memerlukanِ gerakanِ fisikِ secaraِ menyeluruh. b) Gerakanِ yangِ terkoordinasi,ِ yaituِ gerakanِ yangِ dihasilkanِ dari

perpaduanِ antaraِ fungsiِ salahِ satuِ lebihِ indraِ manusiaِ dengan salahِ satuِ anggotaِ badan.

c) Komunikasi ِ nonverbal, ِ yaitu ِ hal-hal ِ yang ِ berkenaan ِ dengan

(14)

misalnya ِ isyarat ِ dengan ِ tangan, ِ anggukan ِ kepala, ِ ekspresi wajah,ِ danِ lain-lain.6

d) Kebolehan ِ dalam ِ berbicara, ِ dalam ِ hal-hal ِ yang ِ berhubungan

denganِ koordinasiِ gerakanِ tanganِ atauِ anggotaِ badanِ lainnya denganِ ekspresiِ danِ kemampuanِ berbicara.

(15)

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Aplikasi ِ sistem ِ dalam ِ pembelajaran ِ secara ِ singkat ِ dapat diartikanِ sebagaiِ suatuِ prosesِ untukِ menerapkanِ maknaِ sistem dalamِ prosesِ pembelajaran.ِ Sistemِ pembelajaranِ adalahِ suatu kombinasi ِ terorganisasi ِ yang ِ meliputi ِ unsur-unsur ِ manusiawi, material,ِ fesilitas,ِ perlengkapan,ِ danِ prosedurِ yangِ berinteraksi untukِ mencapaiِ suatuِ ِ tujuan.

Pembelajaran ِ sebagai ِ suatu ِ sistem ِ memiliki ِ tiga ِ ciri ِ khas, sebagaiِ berikut:

a. Rencana, ِ penataan ِ intensional ِ orang, ِ material, ِ dan

prosedur, ِ yang ِ merupakan ِ unsur ِ sistem ِ pengajaranِ sesuai denganِ suatuِ rencanaِ khususِ sehinggaِ tidakِ mengambang. b. Kesaling ِ ketergantungan, ِ unsur-unsur ِ suatu ِ sistem

merupakanِ bagianِ yangِ koherenِ dalamِ keseluruhan,ِ masing-masing ِ bagian ِ bersifat ِ esensial, ِ satu ِ sama ِ lain ِ saling memberikanِ sumbanganِ tertentu.

c. Tujuan,ِ setipaِ sistemِ pembelajaranِ memilikiِ tujuanِ tertentu.

(16)

DAFTAR PUSTAKA

Endang ِ Soenarya, Pengantar Teori Perencanaan Pendidikan Berdasarkan Pendekatan Sistem, ِ Adicita ِ Karya ِ Nusa, Yogyakarta:2000ِ

Hamdani,ِ Strategi Belajar Mengajar,ِ CVِ Pustakaِ Setia,ِ Bandung: 2011

Hendyat ِ Soetopo, ِ Pendidikan dan Pembelajaran, ِ UMM ِ Pres, Malang:ِ 2005

Kaharِ Utsmanِ danِ Nadhirin,ِ ِ Perencanaan Pendidikan, Depagِ , Kudus:2007

Muhammad ِ Rohman ِ dan ِ Sofyan ِ Amri, Strategi dan Desain Pengembangan Sistem Pembelajaran,ِ Prestasiِ Pustaka, Jakarta:ِ 2013

M. ِ Saekhan ِ Muchith, ِ Pembelajaran kontekstual, Rasail ِ Media Group,ِ Semarang:ِ 2008

Oemar ِ Hamalik, ِ Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem,PT.ِ Bumiِ Aksara,ِ Jakarta:2004

Referensi

Dokumen terkait

Suatu sistem pengendalian manajemen yang baik akan sangat memengaruhi kinerja para karyawan dalam membantu perusahaan mencapai tujuan organisasi.. Sistem Pengendalian

Cara yang paling logis untuk merencanakan suatu program yaitu merumuskan tujuan umum dan tujuan khusus dan membentuk kegiatan program untuk mencapai tujuan tersebut. Pendekatan

pendekatan pembelajaran adalah jalan yang akan ditempuh oleh guru dan siswa dalam mencapai tujuan instruksional untuk suatu satuan internasional tertentu.Pendapat yang senada

Teori ini sangat berguna dalam management kelas dimana pengajar akan merumuskan tujuan terlebih dahulu, dalam mencapai suatu tujuan pengajar akan memilih metode komunikasi

Perencanaan pengajaran atau disain instruksional membantu guru mengarahkan langkah dan aktifitas serta kinerja yang akan ditampilkan dalam proses belajar

Manajemen sistem distribusi yang terencana pada suatu usaha akan sangat membantu usaha tersebut, karena informasi akan dapat diketahui dengan cepat, karena setiap

Bagaimana membuat suatu sistem yang dapat membantu pengolahan data dan penyajian laporan dalam pengambilan keputusan untuk evaluasi kinerja guru di Pondok

Cara yang paling logis untuk merencanakan suatu program yaitu merumuskan tujuan umum dan tujuan khusus dan membentuk kegiatan program untuk mencapai tujuan tersebut. Pendekatan