• Tidak ada hasil yang ditemukan

SISTIM DAN PROSEDUR PERSEDIAAN PADA SEBUAH INDUSTRI PELLET

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "SISTIM DAN PROSEDUR PERSEDIAAN PADA SEBUAH INDUSTRI PELLET"

Copied!
100
0
0

Teks penuh

(1)

SISTIM DAN PROSEDUR PERSEDIAAN

PADA SEBUAH INDUSTRI PELLET

/ / & $ .

SKRIPSI

D ia ju k a n u n t u k m e m e n u h i s e b a g ia n s y a r a t - s y a r a t

g u n a m e n c a p a i g e la r S a r ja n a E k o n o m i j u r u s a n E k o n o m i P e r u s a h a a n

o le h M a s h a r i o n o

2 8 4 1 / F E

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS AIRLANGGA

SURABAYA

1977

(2)

Rasa eyukar al-hacdulillah kani panjatkan kehadirat

Tuhan Xang Haba Esa yang tclah raelinpatikan taufik dan hida

yah-ITya kepada kami, sehingga ckripsi ini dcpat terceloaai

kan topat pada vmktunya*

Penyusanan ekripsi ini oerupakan salah catu per syaratan

-yang haras dipenuhi guna ujcngapuh ujion kosarjonaan pada *

Fakuitae Ekonomi Univcreitas Airlangga*

Pi sa&ping manfaot langsung dari fta&il pengalamn

kaai pribadi dan pula bagi perusahaan texopat kami ooXaku

-kan penolitian, aan^atlah kami harap-kan laporan ilmlah ini

dapat aenberikan aumbangan yang berarti bag! Aina Mater

-terointa*

Kami csnyadari bahva skripai ini san^at aedorhana dan Jauh

dari sejopurna* tetapi ibarat tiada fading yang tak

rotak»-deedkian pulalah skripsi ini kaici sclesaikan.

Kritik dan saran sangatlah kami harapken , dari manapun Ju*

ga datongnya*

Pada koaenpatan ini rasa terima kasih tak terhingga

kami sampaikan kepada i

1# Bapak Supoyg, Akuritan, HBIM selaku

dosen-penbinbing dalan penyusunan ckripsi ini*

2* Pirapinan sorta segenap karyawan PT Malowopati, yang

telah memberikan kosenpaton kepada ltemi untuk me «

ngumpulkan data praktia,wawancara dan sebagainya*

•mi. M I L I K

P E R P T J S T A K A A N " U N I V E R S 1 T A S A J R L A N G G A *

(3)

3* Rekan-rekan aejawat dnri 6U*0X0 COIJSULTAOTS, tempat

ko£d bek^rja, yang telah mondgrong mejabaatu Ka­

mi tanpa pamriiw

Terakhir, kepada aeaua pihak yang aeoara longaung

-maupun tidal: Xnngsung telah ncnborikan bantuazmya ^

s e M n g g a tersuaunnya skripsl ini.

Soiroga Xuhan Yang Maha Esa nellmpahkan rahmat dan «

paliala yang setiapal ataa a m i parbuatan meroka •

Amin*

(4)

Hil&i&u

JC&TA PENGANTAR ... 114

DAFTAR %S1 V

DAFi'AR GAMBAH *.«»'* v,«*«**#«» vii

FENDAHOLUAIi ... ... . X

B A B s

I* PENGERTIAtf SISTIM DAN PRGSISDUH PERSEDIAAN *« 8

1* Pengertlan uauci tentang slstlm dan

proee-dur 8

2 * Hubungan slstlm dan prosedur dengan

orga«-nisasl perusaiman #«.****«*»*•#.«*.*«•**# XX

3* Slstin dan prosedur sebagai slat itoordiaa

si, komunikasi aerta kontrole Intern «»«« I h

h * Organ!sasi dan tugas a&tninistrasl perse **v

dlaan i t n . M H t i i M . M i M t . M u i M t i M M

23

5* frani'aat sistia dan proaedur persediaan •*

31

XI* PERJfKiiSMGGARAAN SIfci'IM DAK PRCSEOUR PERSiSDXA

AH #•*»«**... ... 36

1* Organises! dan tugas gudang *«•»».*««»«*• 37

2* Prosedur penerlniaan dan pengeluaran ba **

rang h i

3* Prosedur penerimaan dan pengeluaran hasil

selesai 5X

J*« Informasi persediaan *»«***.4*•*.•«•****# 56

(5)

B A B ; Halasan

III. SISTIM DAN PHOQEDUB PERSEDIAAK PADA 3BBUAH

-59

59

2* Prosedur poneri/snan bahan baku «• ***** 66

73

Prosodur penceXuaran bahan pccbantu * **» * 79

63

IV* 88

88

91

9**

(6)

DAr'XAH GAHBAB

GAMBAR i Haiaman

1. Kartu Gudang "*******«••***.•**•*+'#«••*«.. 25

2* Kartu Porso&iaan 29

3# Bon Penarlmaan Barang *t*t

**#■ Surat Posanan « * « * # « » m m « * , * **5

5* Bon Perolntaan ***««••*•.... *•**••**•**•••• k$ 6* Bon PengeXuaran Barang • **•***•••*.««*•• *« •* 50

7* Bon Per^eluar&n HasiX Eolesai •*««*.#***#*•* 55

8' Struktar Organlsasi PX Malouopati ****«*•#.* 63

9* Bon Bar&ng Masuk **•**••*»**.•»**•*•*•«»•*** 7X

10* Prosedur Penericiaan Bahan Baku 72

XX* Bon Barang Keluar ♦ *.... < ,»***•*•*•*«#»«•*• 77

12* Proaedur Acininistrati Produksi «•*•»***.««•. 73

13* Prosedur PengoXuaran Bahan rembantu ,,,.«»•» 82

1*H Surat Angkutan ... 8k

15#.. Prosedur Ponyerahan HaslX geXe&ai *«..87

M I L I E

P E R P U S T A K . A A N • U N I V E R S I T A S A I R L A N G G A "

S U R A B A Y A

(7)

Maaalah utama yang akan dikeoifcakan dalam akripai

-ini adalah, bagaimana ai»tim dan prosedur peraediaan

diae-lenggarakan pada aabuah induatrl makaaan ternak (pellet)*

Sapcrti dikotahui, bag! aetlap paruoahaan

tarutama-poruaahaan Industrie peraediaan marupafcan bagian atazaa da­

ri ko&ayaan/aktiva peruaohaan dan di aini pulalah tartanan

seboglan beoar modal peruoahaan*

Scdanckan kontinulfcaa aorta kolangsu^gan hidup

peruaahaan-Induotri aangat torgantung pada penyediaan bahan baku

mau-pun hasil aelesal9 yang aecara ekonomi a dapat dipertang *

gong Javablcan.

sehlngga kepenguruaan dan pensawasan yang seksaoa torhadap

aktivitas peraediaan cutlak diperlukan*

Pada kanyataannyaj paraasalahnn yang dihadapi

para-aahaan ini adalah auatu adninlatraai yang kurang Benjamin**

teraelenggaronya kapongurusan aorta pexxgawaaan peraediaan,

aehingga meng

aki

ba

t

kan i

1* Plnplnan kurang cepat noaperoiah laporan dan inf

or-nasi tentang peraediaan*

2

# Laporan dan informaai peraadioan yang dibuat oleh *

bawahan kepada pimpinan kurang ter Jamln kebenaran *

dan kelengkapannya*

(8)

-an {decision making) tent-ang peraedla-an»

sehingga-akan lebih terbuka kemngkinan

penyelewengan/peng-gelapan aktiva Ini*

Ponyelewengan ini dapat berupa pengeluaran barang*

yang tak casual dengan surat perintahnya atau pe

-ngeluaran barang tanpa ijln pejabat yang ber*enang

dan sebagalnya#

Bertltlk tolak dari kenyat aan^kenyataan tersebut *

di atas* maka administrasi porcediaan harus dlsusun

sedo-mlkian rapa sehingga dapat berfungsi sebagai salah satu «*

alat informant tepercaya bagl Danagement , terutana

dalas*-mengambil keputusan tentang persediaan*

Akib&t lain dari tinbulnya kobutuhan inf or ma si ini adalah

dari keoyataan makin koopleks dan luacnya problema yang •

dihadapi*

Hemang suatu ironi, bahvasanya kelemahan

borbagai-peruoahaan di Indonosia banyak terlotak pada lemahnya sis

tim dan prosedur yang diselenggarakan* Seporti diketahui^

Istllah siotim dan prosedur di Indonesia lebih dikcnol do

ngan "organised cdjainistrasi0.

Kurangnya perhatlan pada bidang ini terutasa bertunpu pa­

da suatu anggapan yang kurong topat terhadap ape yang

dlsebut sebagai "sigtlm dan prosedur” pada khususnya atau

-"pokerJaan adnlnistraei" pada umuatnya*

Banyak diantara para plnpinan perusahaan yang

(9)

punyai an^gapan, bahwa fang si admlnlstratip hanyaioh meru

pakan suatu pekerjaan pencatatan aenata-mata*

Aktivitas mereka banyak dicurahkon pada faktor-faktor *

non adiainlatr a tip5 mlsalnya ba&aimana cara aeninckatkan

-penjualan, jncnopoli paaar dan aebag&lnya*

Denman makln berkerabannnya dunia uaoha balk <11 dalam nege

rl maupun Interna sional, maka ang^apan yang kurang

tapat-ini patut diting^alkan Jauh-jauh*

Parkeznbangan suatu perus&haan selalu dlsertai de

-ngan perkcsba-ngan organlsasi, poriuasan sistlm kor^a

dan-lain-lainnya, yang pada akhirnya akan molibatkan makin lu

asnya beban pimpinan#

SehingEa suatu policy pondoiogaolan wevenang

(doleeatlon-of authority) kopada bawahannya sancatlab bijakaana untuk

dllakaanakan*

Hal Ini oonyebabkan pentinrnya penrjawasan yang £ ok Dacia *

atas pen<*nunaan fungsi dan wovenang yang tolah didelegasl

kan teraebut*

Tujuan utaca dorl.pengawacan ini adalah untuk mon^araln *

terc ip t any a kcbanaran, kecepatan serta kalengkapan Inf or*

maei dari bawahan kopada pimpinan*

Sohlngga akan memudahkan pimpinan untuk mengambil keputua

an dalam setiap aktivitao perusahaan* terutama mengenai

-paraediaan*

Set lap tranaaksi dan kejadlan di dalam porusahaazw

(10)

mainan yang telah dituangkan dalam suatu bag an tortentu*

Apabila hal Ini tak dijuiapai dalam perusohaan tor so but,

-m k a dapat dlpaotikan bahwa adoinlotrasi yang balk tak *

akan dijumpal di sana*

01©h fcarona itu perlu dlselenggarakan suatu aiot&ia dan .«

prosedur yang balk dan langkap? yaltu bsrapa langkab-lang

kali atau tata cara tlndakan yang baru a dan wajib dllak&a**

nakan oleh pet upas terendah saapal dons an plapinan paruaa

haan*

Denman tei*clptanya imatu sistixn <lan prosedur parae

diaan yang balk, maka diharapkan i

1* I n f o r m si tontang persadioan dari pejabat yan^ bar

wenang dapat dlaajikan lebih copat dan tepat kapa*

da plmplnan peruoahaan, sehingna keputusan yang dl

ambil dapat lebih ncnemul saanr-mnya*

Z* HonpurkeciX keaunrckinan ter jadinya p»nggelapan/pe~ n y c l w i m g a n persediaan, sehingga korugian yang

tl-dak wajar d^pat dihlndarkan sox&lnlQal cungkln.

Oleh karana si at Id dan pro a*dur mencakup bidang

-yanr; aoat lua®, antara lain lalu lint as uang dan barang,**

pemb*Ii&n, penjualanj bsaya dan sebagalnya sertfl fl&engi

ngat terbatasnya waktu dan tenaga, ©aka skripsl ini terba

tas pembahasarmya pada alatlm dan prosedur persediaan

-yang mellputi *

(11)

1* Struktur organise si perueehaan secara kesoluruhan,

terutana yang erat hubungannya dengan persediaan*

2

f Prosedur organiaasi atau prosedur kor^a yang khu

-sue nonyangkut arue barang, yang lebih

ditekankaa-- pada segl adninistratlpnya*

3

. Penfjnturan allron foroulir, daftar dan

laporan-la-poran tentang parsediaaisi*

h* Kantrolo atas persediaan*

Peneiitlan terhadap arue barang meliputi «

1* Bahan baku*

2

* Haeil setc&gah selesai*

3* Hasil selesai*

Sedangkan peneiitlan teatang prosedur arus dan e#*

rak barang ditujukan kepada pr osedur-prqeedur

1

X* Penerlaaan barang*

2# Penylnpanan barang*

3* Pengeluaran barang*

h+ Foraullr*

5# Sistim lapor&o*

Sebeiua cengln^ak pada peoyolesaian permasalaftan »■

yang akan dihadapl, terlebih dahulu haruslah diperoleh

-gasbaran teatang ;

(12)

khueus-tenta nr peraediaan besorta kontrole intornnya*

2* Kakna atau faedah slstira dan prosodur poraadlaan

-bagi perusahaan yang barsangkutan*

3« Kegunaan maupun tujuan adanya peraediaan hagi aeti

ap peruaahaan, torutaxca perusahaan induatri#

Suatu pengertian tentang suatu hal tertontu akan •

lebih jelass dan bergurm, apabila benarbemir dltsrapkan

-dalam aktivitaanya#

Karena denran adanya penterapan tersabut* maka kecunaan »

yan£ sebcnurnya akan d&pat terwujud dan dapat dir a saltan ~

aanfaatnys*

Mengingat hal tarsebut di ataa, oaka tialan ekripai ini £u

ga dlbahao nongenai pcnyelenfcsaraon oiotim dan prosodur m peraediaan pada suatu parusahaan Industrie

Metode karja yang dipergunckan dalam peayaaunaa

-jskrlpsi ini adalah ;

1* Penentuan probleaa*

2* Pongumpulan data praktis*

3* Penguopulan data taoritia kapustakaan*

k* Analisa data praktis dan teoritis*

5* Fanyajian skripsi*

Pengumpulan data praktis diperoleh dengan aongada*

lean penelitian longsung pada sabuah nerusehaan Industri *

mekanan ternak (pellet) di daerah Lastfmgan*

&i»_tiiaatika skrlpsi ini diisueun, scbagai 4>©ri-kut--«

(13)

Bgffj&faaam. & £ £ & & & § t yans tordlri dari *

SAB I * PSHGfiRTlAN SlSSIM DAN PROSEDUR PER3BDIAAH*

DaXaa bab lnl dlbaha s pengertion teorltis ten *

tone slstin dan prosedur dalan crtl luao naupun

elstlm dan prosedur persediaan pada khuousnya*

BAB II ; PSNlfELENnnARAAIf SISTIM X>t\!■! PROSX&UB FfcRSBDlAAlI# DI sinl pambah&san akan lebih dif okuskan pada ~

ponyelonfcaraan si 5tie* dan proucdur

persedlaan-pr.da sebuata perusahaan Industrl*

Fembah?s^n terdlrl dari 3

BAB XIX ; SISXIK BAff PKOSEDUR PERSEDIAAN PADA SEBUAH XH

-DUSXRI PELLET*

Dalara bab lnl akan dluralksn data praktls cense

nal slstlm dan prosedur porsodiaan sebagai ha

-sll peneiitlan, dengan dlsortal uraiart

sirigkat-tentang kelenahan-keleaahannya*

BAB IV * KESIHFULAN DAK SARAH#

Sebagai akhlr uralan akan d Ike tengahkan

bebora-pa kesimpulan dari bab~bab ter&aftulu dengan be*

barepa saran psrbaikan yang potut

(14)

P E B G S f X A S B i m i H DAK PRGSEBBK PBRSEDXAAH

Untuk mandapatkan pangartlan suatu masalah, maka

partana kali perlu dlkenukakan daflnisi, art! atau penda

-pat para ahli tentang aaealah tarssbut*

Dafinlsi atau pendapat yang dikemukakan oleh para ahli ter

aebut kemungkinannya dapat sana, mirip atau bahkan barbada

aaaa aakali*

Hal ini adalah vajar, aenglngat motoda, pahaa atau sudut *

pandongan tempat meraka berpijak dalam menolaah ©acalah

-yang dihadapi*

Oleh karena itu di dalaa bab ini akan d i k e m k a k a n terlabih

dahulu pendapat dari para ahli, yang telafa mengadakan pan©

litian tantang sistiia dan proaadur*

Palae suatu kumpulan oaealah aiatlm dan prosedur *

yang diterbitkan pada tahun

1959$

Hobart* A*Magowan berpan

dapat b*hva s

•'Sistiia adalah serangkaian fungaifuneei, langkah

-langkah atau cara-cara bertindak untuk raencapai tujuan tar

tantu# Sedangkan prosedur adalah psrincian langkah-lanskah

yang tardapat pada slatim”^

1) Viator Lazzaro, Systems and Procedurea« -Brontloe Kali Inc, Engl#wpod ClifTs, 19 5 9, "halajoan vi^

(15)

Sedangkan Norman IT* Bari oh memberikan definisinya

sebagai berikut i

"Sistlio didefinisikan sebagai alat yang diperguna

kan oleh para karyawan untuk menaapai tujuan

perusahaan-serta morupakan alat untuk nenterapkan kebijaksanaan pin

pinan aeajadi tindak&n~tlndaken't* ^

Pada kunpulan buku scperti pendapat pert ana di

-ataa, WiHiara A* Gill nenberikan pendnpataya sobagai bar

ikut i

Sistim dan prosedur dalam orti Blue Collar, idea* tik dengan prosedur-prosedur teknis yang diperguna * kan di pabrik, bengkal konstruksi dan lain-lain* Sistia dan prosedur dalam art! White Collar, identik dengan sistim dan prosedur admini ctrasi dalan arti luas tormasuk di dalaianya prosedurprosedur dalam -operaci kantor aeperti pengaturan forculir-formulirv p&abukuan, adoinistrasi* laporan, perencanaan dan la in-lain* 3)

Tokoh ilmlavan terkemuka, Ceoil Gillespie> berpen

dapat t

Sistia selalu ©rat hubungannya dengan prosedur, -cot lap bitttim adalah satu rangkaian prosedur yang sa ngat berhubungan dan secara bersama**sa«a swmberikan* suatu atruktur atau susunan yang sudah torintegraai* kan| guna menyelenggarakan suatu tujuan pokok perusa fcaan ciealnya penjualan, pambolion atau penbuatan ba rang-barang*

Prosedur adalah sekelompok pekerjaan pencatatan * yang erat ockali hubungannya* yang meliputi suatu * fung si atau sub fungsi suatu sistLa ter ten tu aieal *

a)

Cecil

U S J B I

Second Edition* Prentice Hall

0 3Jffi7T 965, halonan 2*

Victor Lascaro| o p oit* hal&san 34

Engle

(16)

nya sab fungsi sistia penjualan, sab fungsi sistim pe

nguapulan uang tunal atau beberapa slstia lainnya* *♦■)

Dl Indonesia sondirl slstia dan prosadur lebih di-

kenal d^ngan lstilah "organ!sasi adainiatraaiw

, yang menu

rut ahli Be

lands J*van Nimwegen didefinisikan aebagai i

Meailih cara bagaioana adoinlatrasi itu akan oenja

lankan pekerjaazfc-pekerjaan yang diinginkan untuk maze* nuhi fungoinya, yang ©eliputi :

U Henotapkan pakarjaan^pekerjaan yang haruc dilaku «-kan*

2* Manggolongkan dan jnangkwalifisir pekerjaan-pckerja an ltu#

3* Moailih cara polaksanaan yang rasionil, taraasuk s a« Pejsilihan orong-orang yang tepat*

b. lieohagi pekerjaan kepada orang-orang i n i f seka-ligus menetapkan partanggung jawaban m e r e k a dan

kecakapon yang diinginkan*

o* Mengusabakan kerja sama antara orang-orang ini* d. Kcoilih toknik pelaksanaan yang

efJTision.

a. Jaminan "keamananM yang oaksloal* 5)

Dari 5 (lioa) pendapat ponulis Barat torse but da

-patlah ditarik kefllcpulan, bahwa pengertian antara sistlm

dan prosodur naupun organisasi adoinietraai* yang dikenal

terlebih dahulu dl Indonesia, tidak jauh berboda*

Perbedaan kccll hanyaloh tcrdapat pada sudut panelangan pa

ra penulls dalaa mangcaukakan pendapatnya*.

Sccara uaum dapatlah dlkatakan, bahwa antara kedua isti *

Xah ini mecjpunyal tujuan yang eama yai.tu sefcagat alat pang

k\

' Gillespie, q p cit„ halaman 3*

P J.van Biffiwogen, Daanr-dasar Qraanigas^ Admini.-». fiJLSkt Serjcaahan Ides Tan/Drs.R* Sooaita A«1U, CY, Budi» .cmuning, Bandung* 1966, halocan

(17)

garak bagi management untuk mencapai tujuan/objeotiv* per

uaahaan*

2

.

-flfln .,E ra « fltt.lpfflgB » ftrg a n ia a g l fa g

s m b a p *

Dcflnlei* artl serta tujuan aintim den prosedur te

lah dijelaskan di sauka, berikut lnl akan diketongahkan liu

bungan antara aistim dan prosedur dengan organ! sasi

peru-aaiiaan,

Yang dimaksud dengan organisasi pada uraumnya ada

-lah aekelompok orang yang bergerak dan befcerja oaoa untuk

mencapal tujuan ber&aoa, aesuai dengan yang diidao-idaa *

kan*

Sedangkan Crs.M. ManuXXang memberlkan

pendapatnya-tentang organlsasi, sebagai berikut a

Organ!so si adaXah segala kcglaton-keglatan yang » memperinci tugas-tugas dan tanggung jawab dalam suatu badan atau suatu unit aktivitas dalam badan tertentu* Guna mareaXiaaaikan rencana yang dlbuat sebalumnyat -mengkoordinasikan dan monantukan hubungan tugno-tugao yang eudah diperinci Itu untuk Xebifc maaperaudah raa» Xisaai reacana yang beraangkutan* 6)

Untuk men^aain torclptanya kerja aaea yang balk da

lam organiaaai tarsabut, perlu diadakan pernturan-peratur

6) H, MSaullangt Paa^r^dasar Mymgeaent Bagian Pe~

roneanasn dan Qgganlansi. Bappit

CabariK

Sumatra Utara "Da

(18)

a n 9 yang mencakup beberapa factor antara loin i

a* Mexaporlnci dan menggolong-golongkan pekar^aan atau*

aktivitas tertentu.

b* Henetapkan tugas, trevonang dan tangsung 3awab diser

tal dengon komunikasl titabal balik diantara moreka*

sehingga porencanaan, pelaksanaaa caupun pongavasan

nya dapat di sal eng garakan secara off i d e n dan off

ok

tit*

o* Mengadakan peiabagien tug as serta hubungan antar

ba-gian atau sub b a g i m , sehingga dapat diperoleh sua­

tu koordinasi yang balk diantara mere ka *

Peraturan-peraturan yang nenberikan bentuk ksrja sa

ca unit-unit tersobut dinaraakon struktur orgonisasi,

seba-gai wadah utama yang vajlb dimiliki oleh set lap organise *

si*

Struktur organ! sa si marupakan salah satu alat managoiwnt

-untuk zaancapai tuguan perusahaan* Sebagai alat Banageaent*

struktur organisasi torus dapat laeaberikan pedcmnn/tota

-kerja bag! sotiap karyawon untuk aetiap tindakannya*

Podctaan yang oengatur aktivitas karyawan dalasi suatu orga~

nisasi poruaab&an itulah yang disebut sebagai "prosodur",**

yang finrus dan vajib diikuti oloh setiap karyavan soton

pat*

Untuk menjaain terciptanya hubungan balk antar mere

ka» sangat diperlukan suatu alat penghubung yang

(19)

inforttaol llsan maupun tertalls serta dlaaXurkan secara *

vertlkal dan horizontal,

Informasl lnl diadKlnistrasikan dengan suatu sistlm torten

tu yang dapat mengutarakan kebljaksanaan management dl da»

lam aktivltae peruaahaan,. agar dapatdllaksanakan oleh

pa-ra anggauta organlsasl tersebut*

fcuatu adifiinlstrasi yang balk* akan borfimgal seba

-gal <

a* Alat penghubung untuk menyampaikan perlntah piiapin~

an kepada bawahan (vertikal) atau antara pejabat

-yang aatu dengan pejabat lalnnya -yang cetaraf (horl

zontal)*

b* Alat pemberl keterangan bag! plmplnan untuk mengeta

hul,apakah tugas dan vawenang yang didelegasikan ke

pada bawaharmya telah dllakaanakaa dengan balk*

c* M a t untuk aengambll keputuean bagi

plmplnan

berda-sarkan Iziforcasl dari bawahan*

d* Alat pertanggong Javabcn bawahan kepada plmplnan) •

sebagai laporan pelaksanaan tugas dan wewenang yang

diterlmanya*

Selain fungsi-fungsi tersebut di ataef maka admlnls

trast yang balk harus dapat memberIkan informasl yang ee «•

pat | lengkap dan benar kepada plmplnan*'

(20)

berifcan bantuan yang sangat berharga.

Dangan demikian torjalinlah hubungan timbal balite»

antara cistiia don prosadur d eng an organisasi parusahaan*

Suatu sistim dan proeodur yang baik harus disusun aalaras

dangan organisasi peruaahaan, agar dapat berfungsi separ**

ti yang diharapkan*

Sabaliknya, tonpa sistia dan prosedur yang baik akan aang

akibatkan kaburnya organisasi perusahaan yang

bersangkut-an dbersangkut-an konsekwbersangkut-anai tarakhir adalah tak tercapainya tujubersangkut-an

perusahaon*

3*

fiiattai Aw.,ft;.08«3iHr.^tt^^j..jaBl lK99y^3LnaaA« jfrmir

nikani serta Kontrola Intorn>

Tcrlebih dahulu akan dikeaukakan pendapat G.B.Tajv

ry tantang koordinasi, yaitu t

"iJebogai ainkronisaai usaha-usaha secara toratur *

yang ditujukan untuk memberikon potun^uk, tioing dan arah

palakoanaen agar dapat dicapai tindakao»tlndokan yang bar

conis dan aarespak untuk eancap&i tujuan tortentu".^

Saperti yang talah dikeoukakan pada penbahasan-pem

bahasan terdahulu, bahwa sanya setiap porusahaan, organise

^ G.B# Tarry, Agna-aaaa EfonageBent, Cetakan kedua Diaadur oloh Dra. Winardi, Penerbit Alumni, Bandung, 1970 halamon 85*

M I L I K

P E R P U S T A K A A N - u n i v e r s i t a s A I R L A N G G A ’

S U R A B A Y A

(21)

si, perkumpulan, yayacan dan sobagalnya paati oempunyai *

suatu tujuan tertontu yang telah digariskan bersama*

Untuk nencapai tujuan tersebut diperlukan tlndakan-tlndak

an aetiap anggauta organl&aal yang ada dl dalaranya*

Setlap langkah atau tlndakan mereka telah diatur sedemiki

an rupa, agar pertentangan/benturan tlndakan dapat dice ~

gah aeminiraal mungkin*

Pertentangan, keoalah pahaman dan lain sobagalnya itu

baru dapat dihindarkan apabila telah terclpta koordinaai

-yang balk dan hariaonls diantara laereka*

Keimrut H* Koonts s

Koordinasl harua dlcapai melalui hubungan-hubungan manusia antar prlbadi dan horizontal dl dalam suatu -poruoahaan*

Kereka Baling bertukar pendapat, clta-clta. prasangka aaksud/tujuan dengan jalan hu bung an prlbadi yang le -blh offisicn daripada cara apapun dan dengan pengerti an yang dlperoleh laereka oancarl jalan untuk nencapal tujuan-tujuan bersama oaupun prlbadi* 8)

Jadi dasar atau landasan bagl terclptanya suatu ko

ordinasi yang balk dan haraonis adalah pengenalan serta ■**

penghayatan tujuan/objcctlv© peruaahaan, balk tujuan prl­

badi t sok&i, bagian oaupun tujuan dalam artl

koseluruhan-yang hendak dlcapai perusaha an*

Oleh karena itu koordinasl yang mengikat para

ang-Harold Koontz and Cyril O fDonell, Principle* of

E m g g m a L , a p second «.

(22)

g

auta perusahaan, laeliputi t

a* Koordinasi

di dalam masing-nasing

individu/pribadi*

b« Koordinasi antar individu

di dalam suatu

kslompok*

c* Koordinasi antar koloopok

di

dalam suatu parusaha «

« •

-d* Koordinasi antar porusahaarw

Dengon dcmikian jelaslaii bahwa setiap anggauta ha *

rus benaz>benar xnengstahui bataa dan ruang lingkup tugasj**

w w e n a n g serta tanggung iewab QUGitig-flmsing*

Scjiingga parvujudan suatu kerja eaaa dan koordinasi yang

-baik dapat labih monperlicin tercapainya tujuan perusaha «

an«

Untuk meroalisir idaran tersebut di atas* sangat di

perlukan suatu sistlm dan prosedur yang tepat dan sesuai

-dengan kondisi perusahaan*

Hal ini terutama sekali dlperlukan guna meneegah kesalah »

pabaraan serta kesirapang oiuran dalam pelaksanaen togas

ma-slng-maslng kolak*

Setiap koordinasi msmarlukan pertukaran i n f o r m s ! *

di&ntara para anggauta, karena situasi dan kondisi dl da «

lam m&upun di luar perueahaau selalu berubah^ubah <labil) *

Psrtukaran in f o m a a i atau singkatnya disobut koaunikasi ms

r up akan pertukaran bahan keterang^n y_ang- telah- ttsrsusun sa

(23)

cara sistinitio tentang suatu hal tertentu*

Pisobut sistimatis* oleh karena ixxforoasi tersebut diau

-sun menurut aturan tertentu secara i

- Lengkop*

« Benar*

** Jelas*

- Dan dapat dipercaya*

Kcmunikasi a«rupakan hubungan secara vertikal

aau-pun horizontal dl dalam aotiap crganieasi perucahaan*

Kelalui komuniiia si vertikal piapinan menyampalkan keputus

an atau perlntah kepada bawahannya, sebaliknya per tang

-gung jawaban ata# pelaksanaan perlntah tersebut disalur *

kan dari bawah ke atas*

Koaunikaci horizontal dllaksanakan antar para pejabat

da-lam oatu tingkatan crjtani sa si yang sana*

Sebagai alat koounlkaai tersebut diperlukan prose­

dur yang akan menyalurkan instruk slin struksl maupun la

-poran pertanggung jawaban*

Pertukaran Infornasl dapat secara llsan oaupun

tertulic,-yang berupa tormullr-iTormulir, surat-surat, laporan-lapor

an dan sobagalnya*

Agar inforoasi tertulis tersebut meneapai

saaaran-nya, m k a bentuk dan isl Xaporan, formulir dan sobagalnya

harus nemenuhi syarat sebacai berikut ?

(24)

anggauta mcndapatkan informs! yan£ sesuai dong an luas

-dan sifat kegiatan yang merupakan tanggung jawabnya*

b* Laporan harus aedorhana, mudah dimengerti dan ha •*

nya oelaporkan informa si yang panting fiaje*

c* Laporan harus up to date dan dioloh dengan baik so

hingga pimpinan ting^a! menngunakannya tanpa ba

-nyak kosulltan*

d* Harua disu sun secara poriodlk dan icontinyu*

e% Haras teliti dan osnunjukkan angka*-angka perbsn *

dingan yang dapat dipakai menilai prestasi*

£• Sabaiknya juga dinyatakan dalaa kesatuan physik *

(kwantuo) dl camping niXai uangnya*

Victor Lazzaro raonyebutkan delapan belas kogunaan*

formulir, yaitu $

(25)

r*

To

schedule* 9)

Balk bcntuk,

isi jaaupun

kegunaan

forwulir/Xaporarw

tersebut baru dapat dirasokan

manfaatnya apabiXa haX ini*

teXah diatur secara balk serta sistimatis

daian

suatu sis

tic dan prosedur*

fli

Denman acnakin koopXeksnya aasalah yang dihadapi *

management dalam nwngegnudikan perusaha&nnya serta ketcrba

tasan kemampuan nanusia, maka dlanggap porlu untuk mend®*

Xegaslkan sebagian fungal-funs cinya kepada bawahan#

Oleh karena itu infortaasi sangat diperXukan oXeh manage ~

nent untuk mengetohui sasipai di aana icebijaksanaannya di~

Xaksanakan oleh bawahan*

Dongan perkeiabangan organisasi tersebut pa kin tak**

mecuangklnkan bag! piapinan untuk aolaksanakan kontrole *

terbadap segaXa aktivitas perusahoan*

Kontrole yang diXakukan atao nama pimpinan atau »

ataa suruhan piapinan pucuk atau untuk piapinan pucuk

-atau kontrole yang diXakukan pimplnan pucuk sendiri dise*

but "kontroie intern"#*0 ^

Kontrole intern sangat berguna* terutane sekall untuk m s m

^ Victor Lazzaro, p p cltjT halaman 196#

Glaaiet Supojo, Kontrole Intern. Penerbit Senate Mahasicva Fakultas gkonomi Unair* Surabaya, 197*** halaman

(26)

berikan keyakinan, kepercayaan akan kebenaron

cetatan-cc-tatan yang ada*

Mengenal kontrole Intorn, N o r m Pemeriksaan Akun •

tan menjela skannya so basal berikut a

Sl&tim Internal control meliputl rencana

organlsa-#1 serta seaua method® dan ketentuankctentuan yang -torkoordinir yang dianut dalam perusahaan untuk melln dungi harta millknya, menerlksa kecoroatan (accuracy) dan aeberapa jauh data accounting dapat dipercaya, mo ningkatkan effislenui asaha dan mendoronn ditaatlnys-fcebl^aksanaan peruaah&an yang tolah dig&riskan* 11)

Carl deflnisl tersebut dapat tercermln tujuan kon­

trole internj yaitu t

a# tfencegah dllakukannya tlndakan^tindakan yang ber «»

tentan^an denpan kepentingan porusahaan.

b* Mendapatfcan Jaminan akan kebenaran, kolongkapan «

dan kotelitian ataa tlndakan yang dilakufcan*

Dalam Korma Pemerlksaan Akun tan jug a ter cant ua un*

aur-unsur kontrole intern, yang diterangkan sebagai ber1*

kut s

a* Suatu bacan organlsasl dl mana terdapat pemisohat** fungsi yang tepat*

b« Clstim pemborlan wewenang serta prosedur penc&tat* an yang iayak agar tercapai pengawasan accountings yang cukup atae aktiva, utang, pendapatan dan bea* ya*

c* Praktek-praktek yang sehat harus diikuti dalam me-*

11

)

Xkatan Akuntan Indonesia, ffoflna, ffoaeriksp^n,-PT* lohtlar Baru * van Hoeve9 Jakarta, 1^7^~fiar _

loman 22#

(27)

Xaksanaitan tugas dan fungsi setiap bagian organ!sa

si*

d* Pegawai-pegavai yang kwalitasnya sesuai dengan * tanggung Javabnya* 12)

Dasar daripada kontrole

intern adaiah p©misoftan *»

funcsi* Ponggabungan beberapa

fungoi akan

©enyebabkan

pen

caapuran tanggung

jawab dan

Karcnanya merupakan

aqlah

sa«

tu

unsur kelemnhan tanggung Javab itu

sendiri*

Fungal dapat digolong-golongken sebagai berikut %

a* Fongsi pettguaaa*

Artinya aempunyai kekuasaan untuk raensafrkan suatu*

trancaksi dan nemponyai tugas memberi perlntah ke*

pada bavahan agar oelaksonakan tlndakan*

b* Fungoi pelaksana*

Kecipunyai tugas untuk neXaksanakan

perintah-perii*-tah yang diberikan oleh pezoegang fungoi penguasa*

c* Fungal penyimpan*

Bertugas untuk menorina, menyispan dan mengeXuar *

kan kokayaan porusahaan atas dasar perlntah*

d* Fungsi pencatat*

Bertugas aelakaanakan pencatatan atas aemua tran *

saksi yang tiabul sebagai akibat aktivitas. p<?ruaa~

haan*

(28)

o* Fnagsi Control©*

Bsrtugas aelaksanakan kontrole atao kobenoran

dan*-kelengkapan sotiap transaksl yang terjadi.

Sadapat cunckln harus? dlucahakan a^ar catlap

fang-91 dipeganp olofa ornng yang bsrbeda* Fengjjabuncan vartl *

kal haras dihlndarkan5 sodangkan penggabuncan horizontal-*

da

n

diagonal dalam beberapa ha I laasih dapat dltolerlr apa

bila bencr-benar tcrpaksa*

Pemlaahan fungal tersebut akan tampak Jolas dari *

dokumen dasar suatu transaksi yaitu formulir. Bari formu*

U r tersobut akan dlketahui aiapa-siapa yang diberl

wewenang pomoganc fungai panguasa, fungal palaksanat fungal

-pencatat dan sebagalnya*

Oleh karena ltu dalam pembuatan formulir perlu

di-perhatikan hnl-hal aebagal berikut t

a* Forcullr harus ©eaaiat ketoraagan yang dlperlukan,*

yang berhubungan dengan tindakan- tindokan yang

-akan atau telah dllakukan*

b* Kolom yang aeauat Informasl harus dlbuat aecukup

-jayaf sahingga dapat ditulis dongan jelas*

c. Scaua dokumen hendaknya diberi noaior urut tercetak

(pro nunbered)^

Ini saagat panting untuk koperluan rutin© dan auto

matlc check*

4« Bsntuk dan- besaraya f o r m l l r hendakaya disasuail

M I 1 1 K

g J J R A Bs s ^ As J f ^k t

(29)

dene an kebutuhan dan urgensinya*

9m Pembuatan Jumlah rangkap doku&an dasar hendataya

aolalu maneingat akan princip peoisahan wawanang

-dalam o r g a n i s u i yaitu pemioahan fungai, paling eo

dikit dua bagian yang tarpisah harus aangetahui «

adanya suatu trancaksi yang dljalankan*'^

Dalam suatu sistia dan prosedur, laporanlaporan

-tersebut morupakan sumber infornasi yanc berguna bagi ma­

nagement untuk mengadakan kontrole terhadap pelaksanaan *

pekerjaan dan juga cara mengatasi beberapa nasalah yang

-kurang luemuafikan*

b. Organieael dan Tupac Aaministrosi Persediaan*

Qgr.anla.n3i. admlr'istcwsi persediaan.

Bentuk paling sederhana dari administrasi persodia

an adaiah neneatat nilai seoua barang yang dibeli don me*

nyslidikl jumlah yang mssih ada dari barang-barang terse­

but.

Pari c&tatan tercobut akan dapat diketahui pemakaian ba

-rang untuk koperluan proses produksi maupun bagian lain *

nya*

13^ Hadorl Junus, garaaan Slstin Alcuntansi Sebagai

(30)

33*-3edangkan tujuan yang hendak dlcapai dalam penyusunan

aua

tu organlsasi persediaan adaiah teraedlanya bahan lnforma

si tentang persediaan yang lengkap, benar dan dapat diper

tanggung jevabkan*

Infonaasl yang borupa angka~angka peraedlaan dlclah

seoa-ra cepat dan sistlstutla untuk dlsajlkan kepada management

sabagal bahan pennambilan koputucan tantang persediaan.

Oleh karena itu panting adanya adjalnlstrasl persediaan •

yang sempurna dan. up to date serta dapat raemborlkaa gam *

baran keadaan persediaan sebenarnyeu

Dalam polftkcanaanaya ternyata paker^aan administra

si persediaan memnunyal hubun^an erat dengan bagian

adi*I-nistrasi lalnnya*

Van der Ploeg mengadakan pembaglan organisatorla

pekerja-an administrate! sebagai berikut %

a» Pembukuan finansiil (kas, bank, piutang* utong, * yang digabung atau tidak dengan admlnlsfcraei peabe lian dan penjualan)*

b* Berbanai sub~administrasi, misalnya administrasi -gudang, upah dan sobagalnya*

c, Pembukuan mekanis*

d# Berbagai fungal staf. misalnya perencanaan dan pe-ngaturan pekorjaan adminiatratip.

Ik)

Dl dalam xotiap peru&ahaan pekerjaan admlnistraai*

tersebut dilaksanakan oleh Bagian Pembukuan atau Bagian *

iL)

M.J* Van dor Ploeg, janjnigtaflj?! Sebagai Alat-Pembantu Pada genguasaan PeruaatKmn* TerJenanan Dra. Sam.

Boen Lens

i

Akuntan, CV* Budi Kemuning, Bandung,

1966,

ha*

laman Mi*

(31)

Adoiniotra&i

Admini^trasi Porsodiaan sendirt joempunyal kedudukan

yang-S0i^fxr dongan cdministraai yang lain dan borada di bavah

Xopala Daglan Adminiotraoi.

Untuk aelaksanakan pengaturan dan penyiopanan

per-sediaan di gudang diongkatlah ceorang Juru atau Kepala Ou

dang, yang bertan^gung Jawab pcnuh atas pers*diaan yang

-di simpan -di gudang*

Dalam molakcanakan tugasnya, Kepala Gu&ang menpunyai bubo

rapa pembantu, yang bertaaggung Jawab langsmng kepadanya*

Dalaa i&en3alanfcan tugacnya, seora ng Kepala Gudang

sangat-©«merlufcan alat peraga pembantu baik yang berbentuk fovmx

lir, laporan laaupua sistim kartu*

Salah satu diantaranya yang terpanting adalah Kartu Gu *

(32)
(33)

Sot lap t m l z barang disedialcan satu kartu teraendi

ri dan kartu^kartu tersobut disimpan diruangan Kepala

Gu-dang sebagai Adr.inistraoi Peraediaan GuGu-dang (A*P.G* atau*

lUY.iU)*

Di reaping Kartu Gadang tersebut, sebagai pelengkap dan =*

alat kontrole diperlukan 4uga Kartu Barang yang lekat/

tinf!gal pada tuopukan pereediaan barang yang bersangkttt

-an*

Kolcwn Kartu Barang tak Jauh berbeda dengan koloia-kolon pa

da Kartu Gudang, faanya lebih ditonjolkan unour penanggung

^avab pe&akal persadiaan barang yaitu berupa t&nda tangan

atau parap pada kartu yang bersangkutan*

Kegunaan kartu ini terutasa untuk mengotahui dengan copat

sisa

peraadiaan suatu

jenis

barang serta batas

minixiua un

tuk peraediaan barang

tarsebut-Dengan denikian kemacetan proses produksi tak akan pornah

dialami, apabila tak terjadi kelalaian dalam pengawasan

-kartu-kartu barang tersebutt

Di caching Kartu Gudang yang terbatas pencatatan

-nya pada jumlah/kvmntuja persediaan barang t di ad akan pula*

kartu sejenie yang di samping ©encatat jumlafanya, Juga di

cantuakan harga barang yang bersangkutas#,

Kartu Ini disebut Kartu Persediaan yang morupakan pendu *

kung Adninictraoi Persediaan Kan tor (A*P*K« atau K.V*A.)«

Dari. namanya dapat dltebak bahwa kartu ini tempa$nya diba

(34)

Furiosi kartu lnl terutama adaiah untuk lebih Benjamin keb©»

naran inforaasi persediaan.

Bentuk Kartu Persediaan adaiah sebagai berikut *

(35)

P

E

R

S

E

D

I

A

A

(36)

T

arai ftflnflnfrotrafiA .pwpgfllnfln*

Sepertl telah dlkcmukakan dl depan, bahvaaanya per

sedlaan

merupikan bagian yang amat penting dari suatu

per

usahaan.

Suatu bagian atau organ yang tldak saja dapat jnempQnga

-ruhl kontinultas/kelangsungan hidup perusaha an tetapi

ga merupakan penyerap sobagian besar kekayaah perusahaan*

terut&ma pada perusahaan Industri.

Oleh karena adoinistrasi peraedlaan wajar untuk

mendapat-kan pengamatan yang lebih telltl dibandingmendapat-kan yang lain*

Secara langsung oaupun tak langsung si peailik k*»

kayaan tak dapat aelaksanakan dan aengawasi

admlnlstrasi-per nedlaannya*

Bersuaber pada kepentingan tersebut dan aesual dengan

-fungsl adtfinistrssJi persediaan sebagai buhan analisa, ina*

ka tugas adainlstrasi persediaan sangatlah pen ting.

Oleh Nlmwegen di^elaskon, bahva tugas utama adol «

nistraoi persediaan adaiah penetapan keterangan^keterang*

an tentang persediaan, sehingga dari slni dapat setiap sa

at yang dlkehendakl s

a* Dapat dillhat keadaan persediaan yang sebenamya*-balk dalam jumlah maupun dalam uang.

b. Dapat dlaabil keteranganketerangan yang diminta -untuk aenperhitungkan dan aenganalisa hasil Itu* c. Sudah tersedla alat-alat untuk kontrole atas pe *

nyiapanan dan penguasaan persediaan. 1$)

4

^ J* Van Hiawegen, op citt halaaum 125*

(37)

Selala tugas utcma di atas, dalaa keadaan terfcentu

Ju^a m u l h dap^t diberi tmjas~tugae taabahan, seperti mi­

ca Iny a a

a» Kontrolo atas dapat dilaksanak&nny a order peabuat-an dpeabuat-an order ppeabuat-anjualpeabuat-an*

b# Kontroie atas diadakanaya pereediaan yang radio «

- nil

*

c« Kontrolo ataa akibat dari harga peabolian#

d» Kontrolo ata§ kwantitao dan jmalafe uang dari fa& * tur~faktur dan nota kradit*

Ct Kenyodiakan keterangan-keterangan untuk Kontrolo * atas potongaxv-potongan yang diberikan.

t* Menyadiakan koterangan-ketorantfan statistlk.

16

)

5* K-»nt«wt fflstlm d«m Prosodur Por seaiaan.

Telah dlterangkan di muka, baiiv/a untuk

pcrsodlaan-diporlukan pencurusan, pengawasan serta didukung oleh

ad-mini strasi yang balk dan senpurna*

Kepongurusan di sinl tidak hanya berartl manyimpan porae**

diaon di dalaia gudang dan kenudian menunjukseorang

atau-b«berapa orang untuk aen^aganya darl hal-hal yang tak

di-inginkan*

Pengavrasan Japa tak cukup hanya dengan aongavaai car a ker

4a oranc tarcebut serta tang^ung J awabnya nongonai

para*-dlaan*

Tetapi pengurusan dan pengawa son di slni jaampunyai art!

-yang luas yaitu taoliputi sog&la s^suatu -yang erat hubung**

(38)

annya dengnn arna dan geruk barang yang terdopat daloa **

persadi&an*

Arus dan gerak barang ini jsaliputi *

a* Ponarimaan barang#

b* Penylnpanan barang*

c# Pengeluaran ba.rang*

Untuk oonjaaln tarsel<mEgaranya kepengurusan dan -penga\m»an yang baik, daka diperlukan procedur yang aeng**

atur eetia,p arus dan g«rak persediaan, yang aoliputi 3

a* Paneriffiaan bareng, dlatur mongaaai 1

«* Dokuaan/foriimlir ekstern yang nenyortainya#

- Pofcugaa yang berhak cenorima , mcnoh©ck? o&nghi *

tung kabenaran barang teroobut#

- Dokumen/formulir intern yang harus dibuat.

- Pejabat yang berhak saensahkan dan mananda ta

-ngani berlta acara penerimaan torsobut.

b« Ponyicpanan baranc> dl cini dlatur tontang 1

- Pctnealoopokan barang yang diterlaa seeuai dengan

Jcnisnyc*

* P«tuga» yang bertugas manyimpan barang tersebut#

* Kartu ataa Xaporaa yane feams dibuatnya*

« F«jabat yang berhak meneheck dan aenanda tangani

dokuaen tersebut*

c. P^ngelimran barann* terutcuna asengatur tantang 1

(39)

- Pouii Bahan/pfcntfgoXongan persodiaan untuk kep*rltt~

an prases produksi (bahan baku/mcntah) dengan *

persediaan untuk penjuaian (haell seXesai)*

* Forcuair-forraulir yang

menyertninya-- Pejabat yang berwenanguntuk peng^luaran barangmenyertninya--

barang-teraebut*

SeXain pencataton aktlvltcs persediaan yang sisti~

satis dan kronoXogis tersebut, porlu Juga dladakan peng&*

turan tentang kontrole porsodiaan*

Hengonai kegunaan 3lstin dan prosedur Ini Victor

Lazzaro-fnonjelaskan, bahva oocara keseluruhun sistira. dan prossdup

san^at berguna untuk managerial controls dan mengurangi

-operating costs*

Jadi Jglacnya, sistijs dan prosedur persediaan yang

nerupakan bagian dari uraian sistim dan proaodur 9 naiapu **

nyal manfaat aebagai berlkut %

a« fdoapcrbaiki kontroXe etas persediaan*

Kontrole atas persediaan raoliputi pencatatan

yang-iayak terhadap ponGrinaan dan pengeXuaran persedia

an, yens mcrupakan bagian terpentine dari kokayaan

perusahaan*

lienfan adanya perbaikan atas kontroXe

perctfdiaan,-siaka diharapkan a Kan jnciaperoXeh penyeopurnaan kwa»*

litas dan susunan infor&asi persediaauu

(40)

pengawasan cantonal s

«• tfowenang yang telah dldalogaslkan kepada bavahon

nya*

* Kuta3i dan aaldo p«r#«dlaan» yang cepat dapat dl

ketahul angka-angkanya*

b* HenKuran*i beaya yang bsrhabungan dengan

perscdla*-an*

Untuk manyel©n^gar akan suatu slstlffi d a n prosedur

balk secara khusua aaupun taenyeluruh* diperlukan

-baoya cufcup besar.

Dan aerupakan suatu ha! yang kurang bljaksana, apa

blla dalaa rangka pembentukan slstlra kontrole yang

balk tak dlpikirkan maealah beaya l n l f

Karena sudch dapat dlpastikan, bahwasanya perusaha

an akan menangfrung beaya yang cukup basar

sebagal-akibat keru^lan yan» diderita darl policy penjjabal

an sistim dan proeedur*

Sehingga pengaturan yang kurang balk atas peraedla

an| akan msngafelbatkan :

- Ketidak bcnaran penerlmaan dan pengeluaran perse

dlaan* balk kMantltas maupun kwalitasnya*

- Hllang atau rueaknya porsediean*

Dengan psn^&turan gudang secara sistimatis dan ra»

(41)

plh akan jaenghcmat peaakaian vaictuf teiiaga sorta boaya in

vestaci untuk i'asllitas gudrtnc ♦ Seiain itu Joga dapat no­

ne urangi beaya tahurnn tiaiam pelaicsonaan opnane physsik

-p©rc«diaan«

(42)

B A B II

PENXBUNGGARAAN QlSXlH DAS PRO3EPUB PEHSEDIAAH

U

n

tuk uwnyelenggarakan suatu slstlm don prosedur «

peraediaan yang balk, perlu diperhatikan beberapa pereya *

ratan sebagai berlkut i

Feralsahan fungal yang tegas dan jelas.

Haras dapat dipisahkan socara tegas pengembcn fung~

si penguasa, fungsi pelaksana* fungsi penylmpanj

fungsi pencatat dan fungal kontroXe dalam cdnlnis

-trasi persediaan.

Pcranrkapan fungal yang dapat aengaburkan

wewenang-dan tanggung jawab seseorang wewenang-dan noabnhayakan icon ~

trole Intern cangat bijakaana untuk dih±ndarkan/dl»

hapuskan*

2. Koordinasi dan koinunikasi yan*j iunuar dan harmanis*

Setlap akti vitas yang erat hub uncanny a d eng an perse

diaan liar us terkoordinir

deng&n

balk, sehingga arus

dan gerak barang dapat berjalan dengan lancar dan

-mudah diawasi*

Kosunikasi yang diatur melalui dokumen, £ o r M2Xirf *

laporan atau aiat koiaunikasi lain dapat dilaksana *

kan dengan balk dan lancar*

K&dua ttnsur ini akan saling berkaitan dan senunjang

(43)

torseienggaranya adrainiatraai penelitian yang Ban #

tap*

3* Susunan gudang yang t«ratur«

Sedemikian rupa cara nenyiopan atau menyusun per9 0

diaan di gtidang* setiingga memungkinkan terjaffiinnya-*

keaaanan peraediaan.

Seiain itu, demi effisienal perusatiaan diharapkan «

dengan teraturnya penyusunan persediaan akan aenghe

mat tenaga dan waktu yang diperlukan*

k* Administrasi persediaan yang balk#

£egalnnya itu tak ada gunanya apabila tidak diser

-tai suatu ad&inistrasi persediaan yang balk*

Pengan administraai yang balk akan memungkinkan

in-foriaasi yang cepat dan benar kopada management,

hingga keputusan yang diambll tentang persediaan te

pat menemui aaearannya*

Setelah ©engcnal persyaratan dalam penyelenggaraan~

suatu sictio dan prosedur yang baik, ciaka aelanautnya akan

dlterangkan gambaran singkat tentang beberapa hal yang pa*

tat diketahui dalast penyelenggaraan t e r s e s t *

1* QrpaniggsL ton Twgas Oudtmg.

tean^asi>M,R|3g.mg*

(44)

jaaogmnyal

2

(

d

ue)

kcgunaan yaitu

t

a< tten^aga kolangkapan per#adiaan, artinya menjaga per

sadiaan teraebut dari bahaya pancurian, korusakanf~

kcbakaran dan aabagalnya aabagai akibat dari *

- Pengaruh nanucla*

• Pengaruh alamlah, t caaca, cahaya, dan lain-lain*

«* Pangaruh/raaksi kimla.

-* SIT at barang itu aendlri, ia±salnya audah pocah*

b# Menyatukan porsediaan agar dangan zsudah dapat dike*

tahui Jumlah serta jenia perao&laan yang nacih ado

-atau yang harus ditambah atau yang harus dlbuang ka

rana sudah kadaluvaroa*

Kagunaan gudang tarsebut dl ataa dapat tarraalisir,

apablXa auaunan gudang tolah diatur dongan balk, sehingg

a-panyinpanan ratlonll otas porsadiaon dapat dlcapal*

Untuk aendapatkan suaunan gudang yang balk, perlu dip

arha-tikan hal-hal aabagai berikut s

a* katak atau lokaal bangunan*

Perlu dipertiobangkan sacara mondaloa stbelum dlpu*

tuskan rancana lotok gudang dilingkungan parusahaan

t*rutama aekall bogl perusahaan induatrl#

Dasar pertlabangannya ontara lain %

m Latak gudang dangan bagian produkei*

- Letak gudang dangan bagian penerlmaan bahan dan *

(45)

pengirlman hasil seXesal*

* Paktor kcamanan dan llngkungan oakitar gudang#

Dangan barbagoi pertimbangan yang jnatang akan da

-pat dicapai affial«n»l vaktu dan tanaga dalan pa

-aindahan parsediaan*

b. Pcngaturan ruangan#

Separti halnya pada panempatan lokaei gudang , aaka

deXan mangatur ruangan daXa© {interior) gudaag ha»

f u s dibuat sodaaiklan rupa agar dicapai kaoapatan*

dalaa ncncari, oenyimpan dan mangambii barang*

Dangan mudahnya poncapatan dan penaaharian barang*

di gudang dapat mavujudkan tarciptanya affaktivi *

taa aarta afflsianal peruaahaan*

Beborapa kotentuan yang perlu diperhatikan dalam «

pengaturan ruangan gudang adaXah sebagal berlkut i

X) Barang yang soring ditorioa dan dikaluarkan

sa-balknya diteapatkan di dakat plntu aacuk/kalu ~ ar*

2) Jarak antara barang yang satu dengan yang Xai

a-nya harue sarasi, agar mudaii diambil dan dlsim*

pan#

5) isampergunakan aebaik-balknya ruangan yang tersa

dia, aesuai dangan konaiapuannya (bataa ismksiiaum

(46)

**) Mencegah sejniniual aungkin keruaakan-keru sakcn

-6) Akan labih sempurna, apablla dlbuatkan diagram*

ruangan yang dapat member! petuajuk tepat tan *

tang letak suatu barang, dlsertal dengan

nomor-kode dan sebagainya.

Dengen adanya organlsasi gudang yang teratur dan

-rapih, keoacetan maupun k«rugian~keruglan yang tak di

Inglnkan akan dapat dihindarkan semlnlmal mungkin*

tionurut Nlmwegen tugas gudang seoara umuza, balk gu

d«Lg bahan baku, baranc setengaii selssal rnaupun ha ail

se-lasai» mallputl hal-hal seporti di bavah ini :

a* Msncrixas bai’ang- barcng dan oelaporkan penerlmaan ~ ini aeoepatnya kepada yang bersangkutan*

b. Menyimpan dan raeiaelihara dengan saksama barang-bo~ rang yang tclah diterima*

e* fcenyerahkan barang f scnataiaata atas dasar per In -tab dari orang-orang yang berhak*

d# Komborikan pertanggungan javab pads setiap saat «? yang dikehendakl mengenai penellharaan barang. 1)

1) J.Van Niravegen, Pasar-flasftr Organises! Adolnls-tragi* Ter^tsffiahan £los Tan/Dr5*R* Soexuita A.K*? CV*

Budi-Kerauning, Bandung, 1966, halaman U 8 *

(47)

2t Prosea|g . ^ ^ ' M r m . . 4 m . . ^ ^ a ^ M a r a a Baraaa*

ag>«?

4

ia -g .

8

B<tgARs«o .ftacane*

Pada uauanya organiaasi penerioa barang atau bahon

baku moliputi bagian-bagian s

a. g m a g d m baEang/lnsgection*

&fccar« idtal bagian ini h&rus terpisafc dcngan Bagi

an Gudang dan tugasnya adalah *

1) Keneriifla barang dari luar peru3a£aan*

2) Kencocokkan kwantitas inaupun kwalitaa barang

yang-nasuk dengan dokunen-dokuiaen yang nonyertainya dan

curat pesanon pembellan*

Apabila dipandang periUj dapat dilaksanaksn

pengu-^ian/test dalais laboratorium*

3) CteteXah cocok keeudian menulis Bon Penerimaan Ba

-rang minimal -rangkap ** (empat) :

- Asli, untuk Bagian penbukuon (acUninistrasi pers®

diaan kantor)*

- Copy ke 1, untuk Bagian PembeXian*

- Copy ko untuk Bagian Gudang#

- Copy k© 3, dislwpan Inspection sebagai ar sip*

h) iteteXah ditanda tangani* ketiga yang

parta<-ma dlkirim ke gudang bersaparta<-ma-aaparta<-ma_dencan barang ~

(48)

Sedangkan copy k© 3 disicapannya sebagai sraip*

b* Gudnflft.

Tagacnya bagian ini berfungsi saperti Ka»ir

yaitu-mencriiaa, a«nyiffipfln aah mengaluarkan barang ata* dasar p«

rintah tertulis dari pojabat yang berwanang.

Badanya, hanya dalan bcfctuk atau jenia bondanya, kalau Ka

sir yang dlsiopan dan dikeluarkannya khusus m«ngenal uang*

X) Keneriwa barang, tiga Xeabar B*P*B* dan dokumen-do

kuaen ekstorn dari Inspection*

2) Mencek dan aananda tangani B*P*B* sebagai tanda to

r&aa barang*

3) Meabagikan ketiga B*P*B. ko Bagian Peabukuan **

(A*P*K«), Bagian Penbelian dan areip Gudang*

b) Kencatat panarimaan barang teroabut pada K&rtu Gu~

dong (admlnlstrnsi persediaan gudang) dan pada Kar

tu Barang yang beraangkutan*

C* AaniKistrasi Persediaan Kantor.

Bagian ini bertugas melakukan pencatatan ataa am *

mua barang yang diterima dan dikeluarkan berikut aaldonya

d&Xam juaiah (kwantum) maupun hsrgonya*

Terutaaa aetoXl berkeva^iban member! informael kepada pirn

pinan atau bagian Iain yang aeaeriukan*

i) Menerima B*P*B* asii boserta surat angkutan dan •

(49)

faktur pembelian dari Bagian Gudang*

2} itencocokkannya dengan surat poaanan pembelian,yang

dlterlna dari Bagian Penbollan*

3) Setelah b o m r dan cocok keraudian mejaasukkan

angka-angkanya dales Kartu Persedlaan Kantor*

Bentuk formulir Bon Pencrlmaan Barang dan Surat Jfc

(50)

BO

(51)

Kepada Yth.

Sesuai dengan penawaran Saudara melalui surat no.

tanggal /per tilpon, maka harap -di-kirim barang-barang

sebagai berikut :

no. urut

Jenis barang

Banyak -nya

■iarga Keterangan

satuan jumlah

Jumlah

Waktu penyerahan :

Tempat penyerahan :

Dikirim/diambil :

Perhatian :

1. Didalam nota/kwitansi harap Direktur

disebutkan no. surat pesanan 2. Pengiriman barang harap di

-sertai Surat Angkutan

(52)

Prosadur ponreltmran bs mn g .

Teiah dikoinukakan pada penbahasan di d«pan9

bahwo-solah satu tafjas pokok Kepalo Gudang adalah

aengeluarkanbarang atas dasar perintah (tertulia) dari pe^abat yang

-barvenang*

Jadi Je.Xaslah bah^a Itepala Gudang tak dipsrkenankan meng*

iuarkan barang atas inisiatip sondiri atau dang an kata la

in pojabat tarsebut tak bervonang untuk oongeiuarkan ba *

rang tanpa adanya Bon PengsXuaraii Barang*

Laslmnya procodur pengeXuaran barang diatur saba *

gal berikut s

a« Bagian Pabrik/produksi•

Dioisalkan bagian inilah yang me&erlukan barang sc

bagai bahan proses produksl*

X) Hvnulis Bon Peraintean (rangkap dua) sosual

do-ngan kebutuhannya*

2) Kepala Bagian Produksi menyetujul dan aenanda

-tangani Bon Permintaan teroobut set©Xah diperlk

aa kabonarannya*

3) Atas da oar bukti torsobut dibuat Bon Pen^oluaran

Barang, rangkap tiga i

» A all, copy k« 1 dan Bon Perndntaan dikirim fee

Gudang*

- Copy ke 2 langsung dikirim ke Adminlstrasi »

Persediaan Xantor (A*P*K*)*

(53)

**} Sedangktm B o n Pernintaan copy fc© 2 disimpan so*

bagai at sip Baglan yang bcrsangkutan*

Gudang*

1) Soteloh m e n o r l m Bon Pcngeluaran Barang (asll •

dan copy ko 1) dan Bon Pormlntaan (aoll) dari *

-Baglan Produ&ai* kecudian mencocokkan fcedua do»

kmnen torcebut terutoma jnangonal tanda tangan »

pejabat yang bonrenang*

2) Apablla petugas tersebut telah yakln ait an

kebo-naran atau aataya dokuoen itu, dikeluoricannya «

barang yang diolnta dan mencatat Jumlah barang*

aorta slsa porsodiaan barang tersebut*

Pstugao peneriaa barang oombubuhkan tanda ta

-ngannya aebagal tanda terlna*

3) Petugas Gudang nencatat pengoluaran ini pada *

K&rtu Barang yang bersangkutan dan joo/abaglkan *

Bon Pengoluaran Barang kopada i

* Asll ke Admlnletrasi Porsodiaan Kantor dengan

laaplran Bon Pormintaon (asll)*

- Copy fee I ditahan dl Gudang*

Adminlstrasi Persadlaao Kantor*

1) Pertama kaXl nenerioa copy ke 2 B o n Pongeluaran

(54)

nya untuk flementara voktu aampai timbulnya ektivl

-tas berikutnya*

2) Menerlna Bon PengeXuaran Barang (asli) dan Bon Per*

ntntaan (asXI) darl Gudang, aeteXoh barang diiceluar

kan. Jtencocokkon kcdua bon tersebut dengan bon yang diterima terdahulu dim keaudian meobukukan mu t a si

*-nya pada Kartu Persediaan*

Contoh bentuk foroulir Bon Permintaan dan Bon Pen^e

Xuaran Barang tamp&k t&bag&i berikut s

(55)

BON PERMIWTAAN

Banyaknya Nama Barang Dipergunakan untuk

«

Kepala Bagian Peminta

Bagian : Nama/parap :

Parap S e k s i :

Tanggal : Tanggal :

GAMBAR 5

(56)

BO

(57)

3

Pr-PoedBf Penerlnaan dan Pen»eluaran Hasil Seleaal.

Tidak banyak perbedaan antara pro&odur penerlmaan -

don pengeluaran hasil solosal dengan prooadur peaerimaan -

den pengeluaran barang*

Hanya cungkin proses pemoriksaan sautu (quality control) -

oleh Inspection lebih diperketat, karena produk tersebut -

akan berodar di luar oewakili nana perusahaan*

Pgoaeflur nencrtmaan haall celesal.

Secara ringkas prosedur pencrimaan hasil selesal da

' pat dijelaskan sebagai berikut t

a* Bagian Pabrik/produkai•

Setelah selesal aoaprodusir suatu produk tertent

u,-segcra racabcrltahukan hal ini kop&da Inspection ten

tang rencana ponyerahan produk tersebut ke gudang*

b* Inspection*

Petugas Inspection aengadakan peaerlksaan tentang *

rautu produk tersebut sesuai dengan quality stan •

dard yang telah ditentukan*

Setelah dianggap balk dan xaeoenuhl syarat, naka di*

buatlah Bon Ponerlnaan Hasil Sole sai* rangkap 3*

Kolom bon Ini tak barbeda jauh dengan Bon Penerima**

an Barang* Ketiga bon tersebut bereoaa dengan pro

(58)

c* Bagian Gudang*

Kepala Gudang nomerlksa produk tersebut dan dicocok

kan dene an dokueaen yang diterimanya*

Setelah dlanggap benar, Kepala Gudang

isencantumkan-aaldo persediaan terakhir hasil aelcaai tersebut *.

dan BscQbubuhkan tanda tangannya pada Bon Psnerimaan

Hasil Soles&i*

Basil selosai diearahkan kepada pctugas Gudang,

yang koiaudian nancatatnya pada Kartu Gudang dan Kar

tu Barang yang boraangkutan*

Bon Penerimaan Hasil Selesai dibagikan kepada *

- Aali ke Adninistrasi Persediaan fvantor.

- Copy ke 1 ko Bagian Pabrik/produkci *

- Copy ke 2 disimpan sebagai arsip Gudang*

d« Adelnietraci Peraadiaan Kant or.

Menerima copy ke 1 Bon Penerimaaa Hasil Selesai dan

mencatatnya pada Kartu Persediaan Kantor.

Erflaedur. penrelunran haall sale sal..

Seoara prirvsip ini si a tip pengelaaran hasil soleaai,

sebagai akibat ter^adlnya traneaksi penjualanf dititsbulkan

oleh Bagian Pen^ualan*

Gudang sama sekali tak bervenang untuk mengeluarkan produk

tersebut tanpa perintah tertulis yang safe*

Prosedurnya adalab sobagai berlkut ;

(59)

a* Bagian PenjuaXan*

Sotelah terJaXin koaepakatan dengan pihak pooboli9

dibuatnya eurat porintah pengeluaran Hasil seieaai

(delivery order) daXan rangka 3 g

- A all diserahkan kepada pembeXi*

- C opy ke 2 dikirim ke Gudang*

- Copy ke 3 tinggal sebagai araip Bagian Fenjaol *»

an*

b* Bagian Gudang*

ApabiXa peinbeli da tang sen&iri untuk oengambil ba—

-rangnya, oXeh Kepala Gudang dicocokkannya D„0#

-asli dengan copy D*0% yanc ada padanya*

Setelah cocok, menyerohkan barang yang bersangkut

-an kepada si p©obeli dan mennnda tangani D*0# asXl

keaudian diteruakan kepada Administrasi Persediaan

Kantor#

Kutaei tersebut dicatatnya pada Kartu Gudang dan

-Kartu Barang yang bersangkutan, aerta aencantuakan

aaldo terakhir persediaannya*

Penyorahan hasil sole sal dapat juga diXakukon aela

Xui Bagian Expedisi kepada pembell d©ngan auatu su

rat pengantar*.

c* Adminlstraal Persediaan Kaator*t

Gambar

GAMBAR i Haiaman
GAMBAR 5BON PERMINTAAN
STRUKTUR ORGAN ISAS IGAMBAR 8
Gambar 9BON BARANG MASUK
+3

Referensi

Dokumen terkait

Seperti terlihat pada menu utama diatas terdapat lima button yang dapat digunakan untuk menampilkan halaman-halaman yang lain pada multimedia pembelajaran grafik

Suatu sistem merupakan suatu cara tertentu untuk melaksanakan suatu atau sekelompok aktivitas. Sistem merupakan suatu kerangka dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan

Dalam sistem akuntansi pembelian bahan baku, fungsi gudang bertanggung jawab untuk mengajukan permintaan pembelian bahan baku kepada fungsi pembelian sesuai dengan

Setelah observasi awal yang dilaksanakan di Kepolisian Republik Indonesia daerah Kalimantan Selatan Banjarmasin, didapatkan bahwa Kepolisian Republik Indonesia ini

Maka dari itu pulsa yang dihasilkan mempunyai tinggi yang sama sehingga detektor Geiger muller tidak bisa digunakan untuk mengitung energi dari zarah radiasi

Bandura  (1982)  menjelaskan  bahwa efikasi  diri  yang  tinggi  memprediksi keberhasilan  seseorang  dalam  meraih tujuannya. Meskipun demikian, 

Pengubahan bentuk: Langkah ini dilakukan terhadap beberapa nilai atribut yang perlu diubah seperti yang telah disebutkan pada bagian sebelumnya dan juga penyesuaian bentuk

Karena itu perusahaan memerlukan sebuah mekanisme untuk mengelola pengetahuan atau Knowledge Management, sehingga pengetahuan-pengetahuan tersebut dapat