• Tidak ada hasil yang ditemukan

JURNAL MENGUKUR KINERJA ADMINISTRASI NEG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "JURNAL MENGUKUR KINERJA ADMINISTRASI NEG"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

JURNAL

MENGUKUR KINERJA ADMINISTRASI NEGARA

Disusun Oleh:

Tump

al Winaldo Pardede

17101096

Dosen Pengajar:

Yudi Ramdani,S.Sos,MM

PROGRAM STUDI S1 ILMU ADMINISTRASI PUBLIK

SEKOLAH TINGGI ILMU SOSIAL DAN

ILMU POLITIK

RAJA HAJI

(2)

MENGUKUR KINERJA ADMINISTRASI NEGARA

I. ABSTRAK

Melakukan kajian pengukuran kinerja administrasi negara terkait dengan dimensi lingkungan strategik yang sangat luas. Dimensi-dimensi tersebut yaitu; lingkungan umum, lingkungan khusus, struktur dan kultur birokrasi, figure sebagai role model dan proses-proses manajemen. Dalam kajian ini dimensi lingkungan strategik sebagai indikator pengukuran kinerja administrasi negara. Model pengukuran kinerja tersebut berdasarkan pendekatan analisis kualitatif. Pendekatan kualitatif dalam pengukuran kinerja sedapat mungkin preposisi yang dibangun tetap memperhatikan azas keilmuan yaitu logis, rational, dan sistematis.

(3)

II. LATAR BELAKANG

(4)

III. RUMUSAN PERMASALAHAN

Beberapa aspek seperti yang disebutkan dalam lingkungan strategis di atas menururt Headley (2006) disebutkan; lingkungan umum, lingkungan khusus, struktur dan kultur birokrasi, figure sebagai role model dan proses-proses manajemen, pada topik ini menjadi ruang lingkup kajian “kinerja admnistrasi negara” aspek-aspek tersebut memiliki kompleksitas tinggi meliputi unit analisis yang sangat luas.

IV. KONSEP TEORI dan ANALIS

Analisis Variabel Kinerja Administrasi Negara 1. Faktor Lingkungan Umum

“Faktor lingkungan umum yang dimaksud yaitu lingkungan yang mempengaruhi kinerja adiministrasi publik secara tidak langsung diantaranya keadaan geografis, demografis dan sosiologis” (Headley, 2006).

2. Faktor Lingkungan Khusus (Specific atau Immediate Environment)

Faktor lingkungan khusus yang terdiri dari ”sistem politik dan sistem hukum”, dikatakan sebagai lingkungan khusus karena pada hakikatnya kedua faktor tersebut secara langsung terkait dengan sistem politik dan sistem hukum dalam penyelenggaraan kebijakan publik yang pengaruhnya langsung bisa dirasakan

3. Struktur dan Kultur Birokrasi (masih bersifat sentralistik)

“Dilihat dari segi struktur birokrasi, garis komando vertikal masih terlihat kental. Struktur birokrasi yang berlaku pada saat ini lebih mendukung pelestarian kekuasaan rezim ketimbang diabdikan kepada pelayanan publik”.

(5)

4. Figur Sebagai Role Model (ketiadaan figur yang dapat dijadikan role model)

Figur adalah sosok yang dapat dijadikan sebagai contoh atau suri tauladan oleh orang lain, sehingga menjadi pedoman, acuan atau arah dalam bersikap, bertindak dan berperilaku bagi orang lain yang ingin mencontoh atau mengikuti sosok atau figur tersebut. Sebuah negara atau suatu bangsa pada umumnya memiliki figur yang menjadi kebanggaan bangsa tersebut sebagai trigger atau pemicu semangat patriotisme dan nasionalisme dalam membangun kemajuan negara dan bangsanya

5. Proses – Proses Manajemen

“Adapun yang dimaksud proses manajemen yaitu yang terjadi dalam internal organisasi, diantaranya adalah kepemimpinan (leadership), pengambil keputusan, komunikasi kerja, dan manajemen publik”.

Proses manajemen yang dimaksud yaitu sebagaimana yang telah disebutkan di atas “kepemimpinan, pengambilan keputusan, komunikasi kerja dan manajemen publik”, dapat dijadikan sebagai indikator pengukuran kinerja administrasi negara. Untuk itu selanjutnya akan diuraikan indikator kinerja tersebut yaitu sebagai berikut; pertama;

(6)

V. KESIMPULAN

Kelima aspek kajian di atas yang dijadikan sebagai issue indikator kinerja administrasi negara, setelah dilakukan elaborasi dan pembahasan yang cukup mendalam, merupakan catatan penting dan strategis dalam rangkaian aktivitas penyelenggaraan administrasi negara terutama fungsinya sebagai pengelola dan penyedia serta pengurusan “pelayanan publik”. Perumusan ruang lingkup kajian kinerja administrasi negara yang sudah jelas dan terukur secara kualitatif tersebut di atas, dapat dikembangkan menjadi kajian yang lebih fokus dan spesifik dengan menggunakan teknik dan metoda yang lebih akurat. Dengan demikian dimensi dan indikator kinerja administrasi negara sesungguhnya dapat menjadi instrumen evaluasi kinerja terhadap para penyelenggara administrasi negara baik para administrator negara sebagai pejabat publik yang berasal dari partai politik dan juga administrator negara yang berdasarkan “karier” atau aparatur birokrasi. Oleh sebab itu instrument kinerja administrasi negara tersebut menjadi sumber inspirasi dalam menetapkan seseorang administrator negara baik terhadap mereka yang diangkat maupun yang berdasarkan pemilihan pada masa periode berikutnya. Untuk itu dalam pembentukan opini publik akan lebih jelas, akurat dan terarah serta terbantu dengan adanya instrument kinerja administrasi negara tersebut. Sehingga di masa yang akan datang pejabat publik baik yang diangkat maupun berdasarkan pemilihan tidak lagi terjadi disinformasi di tengah masyarakat terhadap sosok para pemimpinnya.

SARAN-SARAN

1. Kajian mengenai indikator yang menjadi variabel untuk mengukur kinerja administrasi negara yang cukup banyak diharapkan menjadi masukan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut agar berkembang menjadi konsep atau teori yang lebih establish.

Referensi

Dokumen terkait

Pulau Bahang Kota atau Urban Heat Island yaitu fenomena suhu di daerah perkotaan yang lebih tinggi daripada daerah sekitarnya (id.wikipedia.org).. Schwarz, dkk, 2012

Beban gaji sebesar Rp. 16.760.000.000,- tidak dikapitalisasi sebagai aktiva sumber daya manusia karena beban gaji tidak memiliki manfaat dimasa yang akan datang. Untuk itu gaji

Proses perlakuan panas yang dilakukan adalah sebagai berikut: (i) proses pack carburizing pada temperatur 925°C dengan lama waktu penahanan selama 60 menit, (ii)

Jadi, sel fagosit tidak efisien dalam ruang yang luas, halus dan terbuka seperti pleura, pericardium atau sendi yang lebih efektif dalam memakan mikroorganisme yang

Indikator kinerja yang ditetapkan untuk mengukur keberhasilan sasaran tersebut terdiri dari 1 IKU yaitu proporsi litbang Perikanan Budidaya Rumput Laut yang

Indikator kinerja yang ditetapkan untuk mengukur keberhasilan sasaran Terciptanya Pengaturan dan Penataan, Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah

Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK) atau yang biasa disebut congek adalah infeksi kronis di telinga tengah dengan adanya lubang (perforasi) pada gendang telinga (membran

HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DALAM MENGHADAPI UJIAN NASIONAL PADA SISWA.. KELAS IX DI SMP MUHAMMADIYAH 6