BAB I
PENDAHULUAN
I.1 LATAR BELAKANG
Dalam era globalisasi sekarang ini, pengetahuan elektronika memegang
peranan yang sangat penting sehingga perlu untuk diketahui dan dipahami oleh
kalangan mahasiswa elektro. Untuk dapat meemenuhi akan kebutuhan tersebut,
maka kita dituntut untuk dapat mengetahui dan memahami ilmu pengetahuan dan
teknologi elektronika, yang dapat kita peroleh tidak hanya dengan membaca
buku tetapi perlu diimbangi dengan adanya praktek.
Elektronika yang kita kenal saat ini sangat beraneka ragam macamnya
dan selalu mengalami perkembangan yang sangat pesat. Mulai dari jenis yang
klasik sampai yang lebih modern. Dalam dunia elektronika kita mengenal istilah
filter aktif.
Filter aktif adalah rangkaian yang dirangcang agar melewatkan suatu pita
frekuensi tertentu seraya memperlemah semua sinyal isyarat di luar pita tersebut.
Keuntungan filter aktif adalah dapat menghasilkan impedansi masukan yang
tinggi dengan impedansi keluaran yang rendah, yang sering diperlukan.
Aplikasi dari filter aktif dapat dijumpai dalam rangkaian elektronika yang
I.2 TUJUAN PERCOBAAN
1. Mengukur besarnya penguatan, frekuensi cut off dan Fr, Q, Bw, Fh, dan Fi.
2. Membandingkan hasil pengamatan dan analisa data.
BAB II
TEORI DASAR
Filter aktif adalah suatu rangkaian yang dirancang agar melewatkan suatu
pita frekuensi tertentu seraya memperlemah semua sinyal isyarat diluar pita tersebut.
Filter aktif adalah salah satu penerapan OP – AMP yang paling penting. Filter aktif
yang konvensional mempergunakan berbagai kombinasi dari resistor, kapasitor, dan
kadang-kadang inductor untuk menghalangi satu jangkauan frekuensi tertentu dan
melewatkan jangkauan frekuensi tertentu lainnya. Filter semacam ini telah digunakan
selama bertahun-tahun tetapi filter ini memiliki kelemahan utama yaitu bahwa
komponen pasifnya dapat menyerap banyak sinyal yang semestinya direncanakan
untuk dilewatkan.
Filter aktif dapat mengatasi keterbelakangan utama ini dengan menggunakan
satu atau lebih penguat operasional atau perangkat aktif lainnya untuk menaikkan
sinyal yang telah disaring. Suatu filter aktif yang dirancang dengan tepat akan dapat
menghasilkam muatan yang berarti. Dan filter aktif dapat menghasilkan kombinasi
impedansi masukkan yang tinggi dengan impedansi keluaran yang rendah, yang
sering diperlukan.
Sebagaimana halnya dengan filter pasif, filter aktif dirancang berdasarkan
rendah tetapi meneruskan frekuensi tinggi. Flter lewat-jalur hanya melewatkan jalur
frekuensi sempit. Cara kerja masing-masing tipe filter ini diperlihatkan secara jelas
oleh kurva respon frekuensi dari gambar dibawah ini :
Filter lewat rendah Filter liwat tinggi
Filter lewat jalur Filter takik
Filter aktif sering kali dijumpai dalam rangkaian elektronika yang modern.
Sebagai contoh filter takik dicakupkan dalam penguat audio dengan penguatan tinggi
dan instrumentasi untuk menghalangi sinyal yang tidak dikehendaki seperti dengung
60 Hz. Filter lewat tinggi juga dapat dipergunakan untuk menghalangi dengung 60
Hz maupun bising frekuensi perlahan dan interferensi pada umumnya.
Dengan cara yang sama filter lewat-rendah dapat dipakai untuk menghalangi
bising dan desis frekuensi tinggi yang tidak dikehendaki baik filter lewat-rendah
untuk memberikan tekanan pada jangkauan frekuensi tertentu. Filter lewat-jalur
dapat dipakai dalam perangkat yang peka terhadap nada seperti decoder
Nada-Sentuh, alarm penggangu (pencuri) LED, indicator frekuensi dan banyak lainnya.
Ada empat jenis filter :
A. LOW PASS FILTER (LPF)
Tapis lulus bawah memberikan tanggapan keluaran yang konstan dari DC
hingga frekuensi sumbat tertentu . Frekuensi sumbat (Fc) disebut frekuensi 0,707,
atau frekuensi –3 dB, frekuensi sudut atau frekuensi belok. Dalam praktek (Fc)
diambil pada titik separuh daya atau 70,7% tegangan keluaran maksimum. Keadaan
ini dapat juga dinyatakan dalam desibel (dB) dengan rumus :
DB = 20 log
Vin Vout
Tapis OP-AMP dapat dirancang agar memiliki karakteristik yamg
berbeda-beda, sehingga terdapat bermacam- macam kemiringan. Keluaran akan berkurang –
20 dB. Perlu diingat bahwa yang diinginkan justru tapis dengan rugi-rugi dB/dekade
terbesar karena nilai ini mencerminkan batas penyumbatan tapis yang lebih tajam.
Tapis lulus bawah dasar diperlihatkan pada gambar 1.2.
V out
V in
Konfigurasi rangkaian ialah sebuah pengikut tegangan resistor (R) dan
kapasitor (C), pada masukan tidak membalik membentuk pembagi tegangan. Bila
frekuensi Vin meliputi Fc, Xc, sehingga sebagian besar Vin jatuh ke resistor.
Akibatnya kapasitor (C) akan memitas kebumi. Dengan Vin yang lebih kecil, Vout
juga kecil. Jadi penguatan tahapan akan dibawah harga maksimumnya pada
frekuensi-frekuensi yang lebih tinggi.Untuk rangkaian-rangkaian tersebut diatas Fc
dapat dicari :
Fc =
C R. . . 2
1 π
Tapis lulus bawah sederhana ini memiliki kemiringan kurang lebih –20
dB/dekade. Karena kapasitor, taps memiliki sudut pase yang tetap (pase masukan
terhadap keluaran) pada Fc. Tapis lulus bawah dengan kemiringan yang lebih terjal
kurang lebih –40 dB/dekade diperlihatkan pada gambar berikut :
Vout
Kapsitor C2 akan meminta arus masukan pada frekuensi-frekuensi diatas
fc,xc kapsitor C1 rendah untuk frekuensi didaerah stop band. Akibatnya masukan
C1 C2
R1
R2
akan menerima kiriman umpan balik negatif lebih banyakl, karena itu penguatan
amat berkurang. Frekuensi sudut untuk rangkaian ini dapat dicari :
Fc =
2 . 1 . 2 . 1 . . 2
1
C C R R π
B. HIGH PASS FILTER (HPF)
Tapis lulus atas menampilkan fungsi kebalikan tapis lulus bawah. Tapis ini
akan meredam semua frekuensi sumbat fc dan melewatkan semua frekuensi diatas fc.
Vout
Vin C1
R
Gambar diatas memperlihatkan sebuah tapis lulus atas sederhana. Dengan
Vin pada masukan tak membalik C dan R membentuk pembagi. Bila frekuensi Vin
dibawah fc,xc, kapasitor lebih besar, sehingga sebagian besar Vin jatuh ke (C)
akibatnya tegangan jatuh pada R rendah. Sebuah tapis ;lulus atas yang lebih
andaldengan kemiringan kurang dari –20 dB/dekada diperlihatkan dalam gambar
diatas. Untuk mendapatkan fc rangkaian ini dapat digunakan rumus yang sama
sebagaimana LPF dari gambar diatas.
Tapis ini akan melewatkan frekuensi-frekuensi dalam daerah tertentu dan
menolak frekuensi-frekuensi lainnya. Puncak tegangan keluaran untuk tapis tipe ini
terdapat pada suatu frekuensi yang dikenal sebagai frekuensi resonansi (fr). Disekitar
frekuensi ini tegangan keluaran menurun. Titik atas dan dibawah fr yang memiliki
Vout 70,7% tegangan keluaran maksimumnya merupakan batas-batas yang
menentukan lebar jalur tapis. Frekuensi batas atas tempat titik itu terjadi disebut
sebagai (fh), sedangkan frekuensi batas bawah disebut (fl), bila lebar jalur kurang
dari fr 10%, dikatakan tapis lulus jalur lebar. Makin sempit lebar jalur tapis makin
selektif pemilihannya dinyatakan dalam faktor kualitas (Q) rangkaian tersebut.
Adapun gambar dari BPF adalah sebagai berikut :
C1
R3
R1 C2
R2
Tapis titik dasar diperlihatkan pada gambar dibawah ini :
Dalam konfigurasi ini Vin diberikan pada kedua masukan.
Komponen-komponen R1, R4, C1, dan C2 membentuk sebuah jaringan umpan balik pemilih
frekuensi. Perbandingan resistansi terhadap reaktansi kapasitor menentukan fr
BAB III
METODE PELAKSANAAN PRAKTIKUM
III.1 ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN
1. Modul percobaan
2. Catu daya
3. Kabel penghubung
4. Osiloskop 2 Chanel
5. Audio generator
III.2 GAMBAR RANGKAIAN PERCOBAAN
b. Gambar Tapis Lulus Atas
c. Gambar Tapis Lulus Jalur
III.3 PROSEDUR PERCOBAAN
a. Tapis Lulus Bawah
1. Menancapkan card percobaan tapis lulus bawah yaitu card P1/2
pada slot card kotak modul praktikum.
2. Memutar saklar tegangan power suplay ke posisi 15 V yang berada
pada posisi tengah kotak.
3. Menghidupkan saklar modul praktikum.
4. Mengukur generator gelombang sinus untuk frekuensi pertama yang
diberikan dalam tabel pengamatan.
5. Memasang amplitude keluaran generator gelombang sinus pada 1
(PP) untuk setiap pengaturan frekuensi.
6. Mengukur Vout 1 (PP) pada card P1/2 dan mencatat nilainya dalam
table pengamatan.
7. Mengulangi langkah 4, 5, dan 6 untuk semua frekuensi yang
diberikan dalam tebal pengamatan.
8. Menghitung fc dengan rumus :
b. Tapis Lulus Atas
1. Menancapkan card percobaan tapis lulus bawah yaitu card 3/4 pada
slot card kotak modul praktikum.
2. Memutar saklar tegangan power suplay ke posisi 15 V yang berada
pada posisi tengah kotak.
3. Menghidupkan saklar yang ada pada kotak modul praktikum.
4. Mengatur generator gelombang sinus untuk frekuensi pertama yang
diberikan dalam tabel pengamatan.
5. Memasang amplitude keluaran generator gelombang sinus pada 1 (pp)
untuk setiap frekuensi.
6. Mengukur Vout 4 (pp) pada card P3/4 dan mencatat nilainya dalam
table pengamatan.
7. Mengulangi langkah 4, 5, dan 6 untuk semua frekuensi yang diberikan
dalam tebal pengamatan.
8. Menghitung fr dengan rumus seperti diatas.
c. Tapis Lulus Jalur
1. Menancapkan card percobaan tapis lulus bawah yaitu card 3/4 pada
slot card kotak modul praktikum.
2. Memutar saklar tegangan power suplay ke posisi 15 V yang berada
4. Mengatur generator gelombang sinus untuk frekuensi pertama yang
diberikan dalam tabel pengamatan.
5. Memasang amplitude keluaran generator gelombang sinus pada 1 (pp)
untuk setiap frekuensi dalam table, memastikan bahwa level tegangan
ini tetap konstan pada setiap frekuensi.
6. Mengukur Vout 3 (pp) pada card 3/4 dan mencatat nilainya dalam table
pengamatan.
7. Mengulangi langkah 4, 5, dan 6 untuk semua frekuensi yang diberikan
dalam tebal pengamatan.
8. Menghitung fr dengan rumus seperti diatas.
d. Tapis Takik Aktif
1. Menancapkan card percobaan tapis lulus bawah yaitu card 1/2 pada
slot card kotak modul praktikum.
2. Memutar saklar tegangan power suplay ke posisi 15 V yang berada
pada posisi tengah kotak.
3. Menghidupkan saklar yang ada pada kotak modul praktikum.
4. Mengatur generator gelombang sinus untuk frekuensi pertama yang
diberikan dalam tabel pengamatan.
5. Memasang amplitude keluaran generator gelombang sinus pada 1 (Vpp)
untuk setiap frekuensi dalam table, memastikan bahwa level tegangan
6. Mengukur Vout 2 (pp) pada card P1/2 dan mencatat nilainya dalam
table pengamatan.
7. Mengulangi langkah 4, 5, dan 6 untuk semua frekuensi yang diberikan
dalam tebal pengamatan.
BAB IV
HASIL PRAKTIKUM DAN PEMBAHASAN
IV.1 TABEL HASIL PENGAMATAN
A. Low Pass Filter (LPF) Vin = 1 Volt
No Frekuensi (Hz) Vout (V/div) 1
B. High Pass Filter (HPF) Vin = 1 Volt
C. Band Pass Filter (BPF) Vin = 1 Volt
No Frekuensi (Hz) Vout (V/div) 1
D. Band Stop Filter (BSF) Vin = 1 Volt
IV.2 ANALISA DATA HASIL PRAKTIKUM
2.1 ANALISA SECARA TEORI A. Low Pass Filter (LPF)
B. High Pass Filter (HPF)
= 3 3 9 9
C. Band Pass Filter (BPF)
Q = 0,5.
D. Band Stop Filter
= 17927,06 Hz
A. Low Pass Filter (LPF) Vi = 1 Volt
• Frekuensi = 2000 Hz
∆V =
Vi Vo
=
1 75 , 0
= 0,75 Volt
a = 20 log ∆V
= 20 log 0,75
= -2,5 dB
Frekuensi (Hz) Vo (V) ∆V (V) a (dB)
2500 1,85 1,85 5,34
3000 1,55 1,55 3,81
3500 1,15 1,15 1,21
4000 0,9 0,9 -0,91
4500 0,8 0,8 -0,94
5000 0,7 0,7 -3,1
5500 0,65 0,65 -3,74
6000 0,65 0,65 -3,74
B. High Pass Filter (HPF) Vi = 1 Volt
• Frekuensi = 500 Hz
∆V =
Vi Vo
=
1 9 , 0
= 0,9 Volt
a = 20 log ∆V
= 20 log 0,9
= -0,91 dB
-5 -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 5 6
Frek (Hz) x 1000
a
(d
B
)
Frekuensi (Hz) Vo (V) ∆V
(V) a (dB)
600 0,92 0,92 -0,05
700 0,92 0,92 -0,05
800 0,92 0,92 -0,05
900 0,92 0,92 -0,05
1000 0,92 0,92 -0,05
C. Band Pass Filter (BPF) Vi = 1 Volt
• Frekuensi = 500 Hz
∆V =
Vi Vo -5
-4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 5 6
Frek (Hz) x 100
a
(d
B
)
a = 20 log ∆V
= 20 log 0,135
= -17,39 dB
Frekuensi (Hz) Vo (V) ∆V (V) a (dB)
600 0,165 0,165 -15,65
700 0,18 0,18 -14,89
800 0,195 0,195 -14,2
900 0,205 0,205 -13,76
1000 0,215 0,215 -13,35
2000 0,235 0,235 -12,58
3000 0,215 0,215 13,35
4000 0,195 0,195 14,2
5000 0,75 0,75 -2,5
D. Band Stop Filter (BSF) Vi = 1 Volt
• Frekuensi = 10000 Hz
∆V =
15000 0,95 0,95 -0,44
20000 0,95 0,95 -0,44
25000 0,9 0,9 -0,91
30000 0,85 0,85 -1,41
35000 0,85 0,85 -1,41
40000 0,85 0,85 -1,41
45000 0,825 0,825 -1,67 50000 0,825 0,825 -1,67
55000 0,25 0,25 -12,04
BAB V
PENUTUP
V.1 KESIMPULAN
Berdasarkan hasil praktikum dan analisa data, maka dapat di
simpulkan bahwa :
1. Besarnya nilai Fc (LPF dan HPF) dan Fr (BPF dan BSF) sangat
dipengaruhi oleh nilai R yang digunakan, apabila nilai R yang digunakan
besar, maka Fc dan Fr akan semakin kecil dan sebaliknya bila nilai R yang
digunakan kecil, maka Rc dan Fr akan semakin besar.
2. Besarnya nilai a (dB) dipengaruhi oleh besarnya nilai Vo yang diperoleh,
dimana semakin besar Vo maka a (dB) semakin kecil. Sebaliknya bila Vo
kecil, maka a (dB) semakin besar.
V.2 SARAN
Sebaiknya modul-modul praktikum yang akan digunakan dalam
kegiatan praktikum segera dibenahi sehingga tidak terjadi kekeliruan dalam
V.3 AYAT AL-QUR’AN YANG BERHUBUNGAN DENGAN
PERCOBAAN
ﺏﺎﻣﺭﺷﻟ ﻥﻳﻐﻁﻟﺍﻥﺍﻭﺍﺫﻫ
۰
Artinya:
“Beginilah (keadaan mereka). Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang
durhaka benar-benar (disediakan) tempat kembali yang buruk”.
Penjelasan :
Ayat diatas menjelaskan tentang orang-oarng yang durhaka itu tidak
dibenarkan masuk dalam surga.
Hubungannya dengan percobaan :
Hubungannya dengan percobaan ini adalah dalam filter aktif hanya
frekuensi-frekunsi tertentu saja yang dilewatkan oleh filter aktif sesuai dengan jenis filter yang
DAFTAR PUSTAKA
- Ir. Amir Ali dan Tim Asisten, Penuntun Praktikum IV
Laboratorium Teknik Telekomuniksai dan Elktronika, Universitas Muslim
Indonesia, Makassar. 2003.
- Malvino Hanapi Gunawan, Prinsip-prinsip Elektronik,
Erlangga, Jakarta. 1996.