BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Sistem muskuloskeletal merupakan penunjang bentuk tubuh dan bertanggung jawab terhadap pergerakan. Komponen utama system musculoskeletal adalah jaringan ikat. Sistem ini terdiri dari tulang, sendi, otot, tendon, ligament, bursae, dan jaringan-jaringan khusus yang menghubungkan struktur-struktur ini.
Otot ada yang melekat langsung pada tulang, tetapi dimana bagian terbesarnya mempengaruhi fungsi (mis., pada tangan), tangan yang berhubungan langsung dengan tulang, atau dimana kerjanya perlu dikonsentrasikan, otot dilekatkan dengan tendon fibrosa. Tendon merupakan berkas atau bundel serat kolagen (jaringan ikat yang dihasilkan oleh sel-sel fibroblas) yang melekatkan otot ke tulang. Tendon menyalurkan gaya yang dihasilkan oleh kontraksi otot ke tulang. Tendon menyerupai korda, seperti tali, atau bahkan seperti lembaran (mis.,pada bagian depan abdomen).
Tendon Achilles berasal dari gabungan tiga otot yaitu gastrocnemius, soleus, dan otot plantaris. Pada manusia, letaknya tepat di bagian pergelangan kaki. Tendon Achilles tendon kuat dan tebal di dalam tubuh dan melayani beberapa fungsi utama dalam tubuh. Ini kira-kira sekitar 15 cm (5,9 inci) panjang dan mulai dekat bagian tengah betis. Tendon ini melekat pada tulang tumit (calcaneus) dan menyebabkan kaki berjinjit (plantar flexi) ketika otot-otot betis berkontraksi. Tendon ini sangat penting untuk berjalan, berlari dan melompat secara normal.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 ANATOMI DAN FISIOLOGI TENDO ACHILLES
Tendon Achilles berasal dari gabungan tiga otot yaitu gastrocnemius, soleus, dan otot plantaris. Pada manusia, letaknya tepat di bagian pergelangan kaki. Tendon Achilles tendon kuat dan tebal di dalam tubuh dan melayani beberapa fungsi utama dalam tubuh. Ini kira-kira sekitar 15 cm (5,9 inci) panjang dan mulai dekat bagian tengah betis. Hal ini memainkan peran penting dalam biomekanik dari ekstremitas bawah. kontraktor otot betis yang mengangkat tumit oleh tendon yang menghasilkan tindakan kaki yang merupakan dasar untuk berjalan, berlari, melompat, dll dapat menahan kekuatan besar, khususnya selama latihan olahraga dan lebih khusus lagi gerakan yang melibatkan gerakan berputar.
Tendon achilles adalah tendon yang paling kuat dan paling besar dalam tubuh manusia yang panjangnya 15 cm yang dimulai dari pertengahan tungkai bawah. Kemudian stukturnya mengumpul dan melekat pada bagian tengah – belakang tulang calcaneus. Terdiri dari stuktur tendinous ( melekatnya otot ke tulang ) yang dibentuk oleh gabungan antara otot gastronemius dan otot soleus yang terdapat di betis. Tendon ini melekat pada tulang tumit (calcaneus) dan menyebabkan kaki berjinjit (plantar flexi) ketika otot-otot betis berkontraksi. Tendon ini sangat penting untuk berjalan, berlari dan melompat secara normal (Silvia,dkk. 2005).
tendon ini mendapatkan suplai darah dari percabangan arteri tibialis posterior, sementara untuk bagian distal nya mendapatkan suplai darah dari rete arteriosum calcaneus yang terbentuk dari arteri tibialis posterior, arteri peroneal, dan arteri plantaris.
2.2 PENYEBAB RASA SAKIT PADA TENDO ACHILLES
Pada anak remaja, sangat penting untuk mempertimbangkan diagnosa yang dihubungkan dengan penyakit seperti penarikan apophysitis pada selipan tendo Achilles sampai ke dalam
calcaneus. Rasa sakit yang berkenaan dengan hal ini jarang terjadi namun patut diperhitungkan. Gejala yang terjadi kemudian biasanya berhubungan dengan rasa sakit di sekitar bagian belakang
talus namun kadang kadang disalah artikan sebagai rasa sakit pada tendo achilles.
Brukner, P., dan Khan, K., (1993: 425) seperti yang tercantum dalam Priyonoadi, Bambang (2009) membuat tabel penyebab rasa sakit pada daerah tendo achilles sebagai berikut:
Tabel .1 sebab-sebab rasa sakit pada daerah tendo achilles
Sering terjadi Jarang terjadi Perlu diperhatikan
Cedera pada tendo Achilles
2.3 TENDINITIS ACHILLES
Cedera pada tendo achilles timbul karena beban yang diterima tendo, baik hanya sekali-kali maupun berkali-kali dalam waktu yang relatif lama melampaui kemampuan tendo untuk menahan beban tersebut. Tendinits adalah suatu jenis peradangan yang terjadi pada tendo Achilles. Diagnosa yang akurat dalam tahapan cedera tendo sangat penting untuk mulai perawatan. Secara umum gejala pertama dari peradangan yang terjadi pada lapisan vaskular yang mengelilingi tendo.
Achilles tendinitis erat kaitannya dengan perkembangan edema lokal dan gangguan pada otot bagian dasar dengan gangguan yang lebih kecil pada jaringan-jaringan otot. Hal ini dapat mengakibatkan pemisahan jaringan-jaringan tendo dan nantinya akan mengakibatkan kemerosotan dan penurunan fungsi pusat (degenerasi focal).
2.3.1. Etiologi
a. Meningkatnya aktivitas (jarak, kecepatan, tinggi/curam tanjakan). b. Berkurangnya waktu relaksasi di antara sesi latihan.
c. Kondisi alas kaki yang buruk (ukuran tumit yang tidak sesuai, pelebaran sisi sepatu, berkurangnya fleksibilitas kaki).
d. Berkurangnya ruang gerak sendi (dorsifleksi yang terbatas). e. Trauma dan dorsofleksi yang tiba-tiba.
f. inflamasi (ankylosing spondylitis, reiter syndrome, gout, RA). 2.3.2. Gejala Klinis
Adapun beberapa gejala klinis yang dapat timbul akibat tendinitis achilles yaitu sebagai berikut.
a. Rasa sakit dan kaku segera saat bangun dari tidur di pagi hari.
c. Pada keadaan lanjut bisa menimbulkan kesukaran untuk menapakkan kaki. Adapun klasifikasi dari tendinitis achilles seperti pada table berikut ini.
Tabel 2. Tingkatan Achilles tendinitis secara klinis
Tingka t
Hubungan antara gejala dan kegiatan
I Rasa sakit setelah berlari
II Rasa sakit sebelum dan sesudah berlari
Rasa sakit berkurang sedikit demi sedikit saat berlari III Rasa sakit yang semakin berkurang selama aktifitas
IV Rasa sakit selama aktifitas sehari-hari (rasa sakit semakin parah atau meningkat)
2.3.3. Pemeriksaan
Untuk pemeriksaan seperti biasa dilakukan anamnesa dan pemeriksaan fisik. Pada pemeriksaan fisik dapat ditemukan pembengkakan pada tendon achilles, nyeri tekan dan nyeri pada saat dorsofleksi, serta teraba krepitasi pada daerah tepat di atas kalkaneus.
Selain dengan anamnesa dan pemeriksaan fisik, dapat dilakukan pula pemeriksaan penunjang seperti berikut ini.
a. Pemeriksaan X-ray, dapat digunakan untuk mendiagnosa jika terdapat masalah pada tulangnya.
b. Pemeriksaan ultrasound, dapat lakukan pada kasus-kasus yang bersifat kronik. c. Pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI), diperlukan jika dicurigai
adanya robekan pada tendon achilles, retrocalcaneal bursitis atau fraktur. 2.3.4. Penatalaksanaan
Terapi untuk tendinitis achilles dapat dilakukakn dengan : a. Istirahat dan imobilisasi.
b. Pemberian OAINS, seperti aspirin dan ibuprofen dapat membantu untuk menghilangkan nyeri.
c. Koreksi keadaan dan ukuran sepatu. d. Meninggikan tungkai bawah waktu tidur.
e. Fisioterapi, kompres dengan air dingin atau air hangat.
g. Jika terapi sudah dilakukan, tetapi masih belum ada perubahan dilakukan pembedahan untuk membuang jaringan inflamasi dan jaringan abnormal di daerah sekitar tendon achilles.
Tabel 3. Tingkatan Achilles tendinitis secara klinis dan petunjuk kegiatan
Tingka t
Hubungan antara gejala dan kegiatan
Petunjuk kegiatan
I Rasa sakit setelah berlari Teruskan aktifitas selama perawatan Berikan es setelah aktifitas
II Rasa sakit sebelum dan sesudah berlari
III Rasa sakit yang semakin berkurang selama aktifitas
Lakukan perawatan
Istirahat dari aktifitas yang memperburuk keadaan
Cross training
IV Rasa sakit selama aktifitas sehari-hari (rasa sakit semakin parah atau meningkat)
Istirahat selama periode tertentu Program rehabilitasi yang cukup panjang (minimal 3 bulan)
Operasi mungkin perlu dilakukan jika tidak ada perubahan pasca rehabilitasi
2.3.5. Komplikasi
Tendinitis achilles dapat menyebabkan ruptur tendon jika tidak ditangani dengan baik. Kondisi ini dapat menyebabkan sensasi nyeri yang sangat tajam. Pada kondisi ini dapat dilakukan pembedahan, tapi sangat susah karena kondisi tendon yang sudah tidak normal lagi.
2.3.6. Prognosis
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN