• Tidak ada hasil yang ditemukan

Menurun, keanggotaan baru dari Cabang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Menurun, keanggotaan baru dari Cabang"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

makna puasa adalah menahan diri. Dari situ, pemaknaan pun berlanjut. Orang berpuasa adalah ibarat mesin yang sedang menjalani perawatan berkala. Setelah sebelas bulan, kini ia memperoleh layanan tune up secara fisik, psikis, maupun spiritual.

Saya penasaran dengan pertanyaan: Apakah yang kita inginkan dari berpuasa? Setelah tahu berbagai manfaat fisik, psiko-logis, dan spiritual, apa persisnya yang ingin kita capai dengan menjalaninya?

”Begin with the end in mind” kata Stephen Covey. Otak kita bekerja efektif hanya jika ada perintah yang secara spesifik diberikan kepadanya.

Contoh: Mengapa kita tidak pernah kesasar ketika pulang ke rumah kita sen-diri meskipun jalanan macet sehingga kita harus berputar-putar mencari jalan pintas?

Sebab kita punya gambaran rinci ten-tang rumah kita. Sehingga unconsciously ia akan menggabungkan beragam informasi pendukung yang dapat mempercepat proses pencapaian tujuan.

Mempercepat adalah satu lagi prinsip kerja otak kita. Ia tidak pernah mau mencari cara memperlambat. Ia hanya mau cara yang paling cepat. Dan memiliki outcome yang jelas adalah salah satu cara memper-cepat proses pencapaian tujuan kita.

Manusia adalah makhluk bertujuan. Ya, dengan berbagai potensi yang tak terhi-tung jumlahnya, mustahil Tuhan mencipta-kan manusia tanpa tujuan. Dan tujuan pasti lebih dari sekedar cara. Menahan adalah cara, begitu pula dengan perawatan.

Sesuatu perlu ditahan, jika ia memiliki energi untuk bergerak dan melaju. Kita tidak perlu menahan sesuatu yang diam saja, bukan? Maka manusia diperintahkan untuk menahan karena ia punya energi yang luar biasa dan berpotensi untuk tak terkendali.

Sesuatu perlu dirawat secara rutin,

karena tiap hal memiliki titik jenuh. Bagi mesin titik jenuh itu adalah keausan yang berakhir pada kerusakan. Bagi manusia, titik jenuh itu adalah keausan secara fisik, emosional, dan spiritual.

Tanpa perawatan, maka kotoran yang menempel pada mesin akan menempel begitu erat sehingga lebih sulit dibersihkan, bahkan mengganggu kinerja mesin.

Menempel. Ini satu kata-kunci lagi. Ketika menahan, kita melepaskan diri sejenak dari kelekatan terhadap makanan, minuman, dan hawa nafsu yang biasanya dihalalkan. Ketika berada dalam perawatan, kita melepaskan diri dari kotoran-kotoran fisik, emosional, dan spiritual yang menja-uhkan kita dari fitrah sebagai khalifah.

Dan sesungguhnya, ketika menahan, kita tidak sekedar menahan. Ya, tidak ada satu pun dari potensi kita yang benar-benar berhenti berfungsi ketika itu, sebab menahan hakikatnya adalah berhenti sejenak untuk terlibat dan ’memandang’ dari kejauhan. Bukankah ketika berpuasa kita bisa merasakan nikmatnya makanan? Bukankah ketika berpuasa kita bisa mera-sakan asyiknya kesabaran? Bukankah ketika berpuasa kita bisa merasakan kedekatan dengan Tuhan?

Puasa adalah cara untuk “disassociated” dari kelekatan terhadap keseharian dengan beragam fenomenanya. Membawa kita tiba pada meta-position dan diajak melihat apa yang seringkali kita lihat, mendengar apa yang seringkali kita dengar, dan merasa apa yang seringkali kita rasa.

Neuro-Semantic menyebutnya sebagai Meta-State, alias state about state. Falsafah Jawa menyebutnya Ngrumangsa Ning Rasa (merasakan rasa). Di titik inilah puasa akan menggiring pada penemuan makna. Ingat bahasan kita tentang Phytagoras?

Kita bisa menemukan makna kemanu-siaan kita ketika berpuasa, yang dengannya kita ’naik’ dan mengamati keseharian yang sudah terlalu biasa kita jalani. Ya, hanya dengan mengamati secara sungguh-sungguh kita bisa mengurai benang yang kusut, mencari alternatif di jalan buntu, dan menyingkirkan penghalang tujuan.

Manusia itu sudah sempurna kok. Ia hanya perlu secara kontinyu membersih-kan kotoran yang menempel. Agar Cahaya dapat terus bersinar.

RH

S

ekarang, cobalah mengisi bahan bakar minyak (BBM) kendaraan Anda di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina. Selain postur bangunannya moderen, SPBU Pertamina tampil dengan petugas yang ramah sekaligus penuh senyum. Semboyan mereka kini adalah “3S” yaitu “Senyum, Sapa, dan Salam”. Hal ini merupakan standar pelayanan baru “Pertamina Way” sebagai upaya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini menjawab tantangan persaingan bebas di sektor ritel BBM.

Tak cuma itu, SPBU Pertamina di kawasan Jabodetabek, misalnya, kini dilengkapi pula dengan gerai penjualan makanan dan minuman. Yang penting lagi, konsumen dijamin memperoleh kepastian antara uang yang dibayarkan dengan takaran liter BBM yang masuk ke tangki kendaraannya. Seolah lazim, soal ukur-ukuran inilah yang acap membuat konsumen ketar-ketir kala mengisi BBM di SPBU Pertamina.

Menurut Kepala Divisi BBM PT Pertamina, Djaelani Sutomo kepada pers, Rabu (28/3), konsumen sering mengeluhkan soal kualitas BBM dan takaran liter di SPBU Pertamina.

Seterusnya, ada lima elemen yang tahun ini bakal diterapkan pada seluruh wilayah pemasaran Pertamina. Berturut-turut adalah pelayanan staf yang terlatih dan bermotivasi, jaminan kualitas dan kuantitas, peralatan yang terawat baik, format ¿VLN \DQJ NRQVLVWHQ VHUWD SHQDZDUDQ SURGXN GDQ pelayanan bernilai tambah.

“Pertamina Way” diujicobakan hanya di lima SPBU percontohan di Jabodetabek pada kuartal pertama tahun lalu. Tahun ini, 400-600 SPBU bakal disertakan. Dari jumlah itu, 125 SPBU di enam kota yakni Medan, Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, dan Denpasar digarap pada kuartal pertama.

Nantinya, untuk memastikan penerapan standar pelayanan secara konsisten, auditor internasional LQGHSHQGHQ DNDQ PHPEHULNDQ VHUWL¿NDW ³3$67, PAS!” kepada SPBU yang telah memenuhi standar. (KCM)

“PASTI PAS!”

BERITA MITRA

PUASA ADALAH CARA UNTUK “DISAS SOCIATED” DARI KELEKATAN TERHADAP KESEHARIAN DENGAN BERAGAM FENO MENANYA. MEMBAWA KITA TIBA PADA METAPOSITION DAN DIAJAK MELIHAT APA YANG SERINGKALI KITA LIHAT, MENDENGAR APA YANG SERINGKALI KITA DENGAR, DAN MERASA APA YANG

(3)

Agustus 2008 | No. XVI | ENGINEER MONTHLY 3 Ketua Komite Sertifikasi Bidang

Non Konstruksi, Ir. Istanto Oerip berkomentar,pertanyaan ini muncul karena cara pandang bahwa PII seolah hendak disamakan dengan asosiasi-asosiasi yang kerjanya hanya mencari anggota melalui sertifikasi. Padahal PII sendiri kan urusannya bukan hanya itu.

Sertifikasi hanyalah sebagian kecil saja dari seluruh tugas PII sebagai asosiasi profesi. Ada CEIPS,Center for Engineering and Industrial Policy Studies, yang merupakanthink tank untuk hal-hal yang berhubungan dengan strategi dan kebijakan di bidang riset dan industri.

Kita juga punya dewan insiyur yang mengurusi soal policy berkaitan dengan masalah di lingkup nasional. Misalnya yang barusan kita bahas adalah soal pendidikan,

khususnya tentang anggaran yang 20%. Bagaimana tanggapan PII? Tujuan pendidik-an kita kpendidik-an agar menghasilkpendidik-an orpendidik-ang-orpendidik-ang yang terdidik sehingga bisa menjadi lokomotif untuk membawa bangsa ini maju.

Jadi ini bukan semata soal jumlah anggar-an. Melainkan bagaimana supaya ada jumlah orang yang cukup untuk itu. Jangan berhenti pada pembangunan gedung atau peralatan sekolahdoang dong.” Demikian dikatakan Ir. Istanto Oerip di sela-sela rapat Rapat Peng-urus Harian PP PII, 28/8, di Jakarta.

FORMAT BARU

Sekjen PP PII Heru Dewanto mengatakan, ada format baru yang sudah disiapkan oleh bendahara umum. Intinya, sebagian dana yang masuk ke PII Pusat dari Cabang diba-gikan kembali ke cabang tersebut. Sehingga dengan demikian diharapkan dapat mem-berikan energi tambahan cabang-cabang, termasuk dalam hal rekrutmen angota baru.

Kebijakan baru ini memang sentralistik, tetapi terbuka. Tujuannya agar Pusat memiliki dana yang sustainable dan accountable.

Rapat Pengurus Harian 28/8 juga mem-bicarakan hal ini. Bahwa rentang Pengurus Pusat hingga ke Cabang-Cabang di Indo-nesia terlalu jauh. Sedangkan instrumentasi PII belum memungkinkan untuk bergerak sampai sejauh itu.

Maka idenya, di tiap propinsi dibuat

peng-COVER STORY

MENGAPA

penambahan anggota baru di tingkat Cabang menurun akhir-akhir ini?

Sekjen PP PII Heru Dewanto

Menurun, keanggotaan

baru dari Cabang

TAHUKAH ANDA

,QGRQHVLD PDVLK PHUXSDNDQ SHQJKDVLO EXDKQRGLGXQLDVHWHODK,WDO\6SDQ\RO dan Mexico. Thailand berada di luar 10 besar meskipun justru dikenal sebagai penghasil buah unggul.

Kopi Indonesia kalah terkenal den-gan kopi Brazil dan Colombia

BUAH

sumber: the economist, world in figures 2008 ed

CEREAL

sumber: the economist, world in figures 2008 ed

KOPI

sumber: the economist, world in figures 2008 ed

(4)

urus wilayah, yang merangkap pengurus cabang di ibukota propinsi. Tugasnya mengembangkan cabang-cabang di propinsi mereka. Jadi dalam hal ini dilakukan desentralisasi tugas dan misi pengembangan cabang.

Pengembangan ada dua. Yakni pengembangan kuantitas dan kualitas. Yang pertama kita lakukan adalah pengembangan kuantitas. Setelah itu baru kualitas. Iba-ratnya, adakan dulu barangnya. Setelah ada baru bisa ditingkatkan kualitasnya.

Ir. Istanto Oeripmengakui, sertifikasi di PII biasanya memakan waktu hingga 45 hari. Sedangkan di lembaga lain, terutama asosiasi “masa kini” yang instan, cukup 12 hari. Lebih gampang karena mereka memang menggam-pangkan segala hal.

Tetapi itu justru menunjukkan bahwa lembaga-lem-baga itu memberikan sertifikasi yang instan. Sedangkan insinyur dari PII umumnya lebih berkualitas. Hal itu diakui pula oleh banyak kalangan lain di luar PII.

“Tapi lembaga yang mapan macam IAI juga tidak gampang. Ada proseslah,” lanjutnya. “Karena memang harus diperiksa, ‘kan. Karena mereka yang diperiksa harus diyakini setara dengan kita-kita, gitu. Kan kita-kita yang katanya profesional ini juga dulunya sama kayak gitu juga. Pekerjaannya juga sama.

Makanya istilah peer to peer assesment kan bukan seperti dosen menguji mahasiswa. Tapi kurang-lebih seperti senior mengecek kesiapan junior, begitulah. Jadi nggak perlu waktu lama untuk memeriksanya. Karena ‘kan kita dulu juga mengalami segala hal yang sama.

Salah-satu titik persoalan berada pada Majelis Penilai yang mungkin perlu waktu lebih banyak. Di sisi lain, secara teknis, sebenarnya waktu yang dibutuhkan Majelis Penilai tidak terlalu banyak. Asalkan saja ada staf atau tim yang terlebih dulu menyaring.

Sekjen PP PII Heru Dewanto menambahkan, staf atau tim yang melakukan sorter itu sebaiknya ditempatkan di biro sertifikasi. Karena bila ditempatkan di Badan Kejuru-an maka jumlahnya akKejuru-an terlalu bKejuru-anyak sehiingga tidak efisien."

PERTUMBUHAN KEANGGOTAAN PII DARI CABANG

CABANG DI SELURUH INDONESIA

PERIODE 2008

ISTANTO OERIP

(5)

Agustus 2008 |No. XVI | ENGINEER MONTHLY 5

ENERGI

Energi Terbarukan (ET ) untuk rumah-tangga, industri kecil, dan transportasi ternyata sedang dikembangkan di Indonesia. Meski untuk transportasi masih terdapat perso-alan mengingat suplai produksinya yang masih sangat terbatas.

Skema anggarannya juga sudah dibuat. Ter-masuk konsep untuk Desa Mandiri E3 (Energy, Economy, and Environment). Demikian dikatakan Rektor Universitas Darma Persada, Kamaruddin Abdullah di ruang kerjanya di Kampus Darma Persada, 29/08.

Ada dua pola produksinya. Pertama yang berbasis bahan dasar nabati. Yang kedua berba-sis non-nabati. Antaralain yang menggunakan energi surya dan energi panas bumi. Desa man-diri adalah yang sudah memenuhi setidaknya 60 persen kebutuhan energinya.

Lokakarya ”Pemanfaatan Energi Terbarukan dalam Rangka Mewujudkan Pembangunan Desa Mandiri E3 menampilkan pendataan dan dokumentasi operasi ET di seluruh Indonesia. Intinya, pesan yang disampaikan melalui Loka-karya adalah bahwa secara teknologi Indonesia cukup siap untuk “hijrah” dari energi bbm ke energi terbarukan.

Penyelenggaraan Desa Mandiri Energi sudah dimulai sejak 2007. Masing-masing untuk 100 desa di seluruh Indonesia. Tahun depan

diren-canakan masing-masing 500 desa. Tetapi dalam beberapa hal, kultur, wawasan, dan cara pandang masyarakat desa berbeda dengan warga kota. Perlu supervisi yang lebih terhadap masyarakat desa. Dan itu takkan selesai dalam setahun-dua tahun.

Sayangnya belum ada anggaran yang jelas untuk, katakanlah lima-sepuluh tahun agar dapat dijadikan program berkelanjutan.

Matahari, angin, dan biomassa adalah “three in one” yang kami kembangkan. Kita sudah punya teknologinya. Termasuk yang digunakan sebagai mesin pengering. Kita sudah menggunakannya

dengan baik pada pengeringan gabah, kopi, kulit, hasil laut seperti ikan dan rumput laut.

“Dan perlu ditekankan di sini bahwa tidak selamanya energi terbarukan itu mahal. Biaya pengadaan pengering yang saya buat itu men-capai titik impas dalam waktu tiga tahun. Maka setelah waktu tiga tahun itu pemiliknya tinggal memetik keuntungan.”

Dalam lokakarya ditunjukkan lima tipe alat pengering, yaitu Tipe Bak, Tipe Venturi, Tipe Lorong, Tipe Resirkulasi, dan Tipe Bunker.

Tipe Bunker untuk pengeringan gabah sampai 30 ton dalam 10 jam. Tipe Resirkulasi untuk pengeringan biji jagung dan padi dalam 10 jam. Sedangkan Tipe Bak untuk biji kopi, jagung, atau padi kapasitas 500 kilogram basah, butuh 1-4 hari dengan suhu 40-50 derajat Celsius. Ini

sudah dipakai di Lampung.

Tipe Venturi untuk komoditas perikanan sampai 90 kilogram dengan waktu pengeri-ngan 40 jam dipakai di Boyolali, Jawa Tengah. Pengering ikan dan hasil laut lainnya adalah Tipe Lorong, digunakan di Nusa Penida, Bali.

Alat sejenis yang lebih murah juga sudah dibuat di sejumlah universitas. Johannes Surya juga bikin pengering dengan tong yang diisi serbuk gergaji. Jauh lebih hemat dibanding pengeringan konvensional. Dengan mengguna-kan energi terbarumengguna-kan, kita juga melepasmengguna-kan diri dari ketergantungan terhadap energi konvensio-nal yang selama ini berbahan-bakar migas.

Salah-satu keuntungan lainnya ialah bahwa dengan teknologi ini maka meski hujan atau malam hari, proses operasi pengeringan tetap berlangsung. Sangat menghemat waktu dan biaya.

Sebagai perbandingan, pengeringan kulit dulunya membutuhkan 200 liter bbm/jam. Sedangkan dengan energi terbarukan kita menggunakan energi biomassa, bias juga dengan energi surya.

Untuk listrik, dari biomassa saja kita memiliki 51 Giga Watt. Sedangkan PLN baru mencapai 25 Giga Watt. Belum lagi yang berasal dari hidro, angin, dan matahari.

Sayangnya, masalah implementasi energi terbarukan ini masih tekendala oleh aspek pen-danaan. Padahal kalau Pemerintah mau agak serius maka persoalan dana dapat dialokasikan dari Kredit Usaha Rakyat atau KUR, misalnya.

Baru-baru ini terjadi sebuah “revolusi” di Indonesia: Konversi minyak tanah kepada gas. Dengan segala plus-minusnya, ini adalah salah-satu bukti bahwa bila pemerintah cukup serius dalam satu hal maka ternyata sebuah revolusi dapat dilakukan.

“Dalam hal peralihan kepada energi terba-rukan seharusnya Pemerintah lebih serius lagi, karena keuntungan yang bisa dicapai akan lebih besar dan berjangka panjang.

Pemanfaatan Energi Terbarukan membutuh-kan tidak hanya pendekatan teknologi, tetapi juga pendekatan social, budaya, ekonomi, dan politik. Yah, total football-lah,” ujar Pak Kamaruddin."

energi terbarukan

untuk desa mandiri

UNTUK LISTRIK, dari biomassa saja kita memiliki 51 Giga Watt. Sedangkan PLN baru

mencapai 25 Giga Watt. Belum lagi yang berasal dari hidro, angin, dan matahari.

(6)

Report on July 2008

1. SELASA 1 JULI 2008

Bendahara Umum dan Direktur Eksekutif melakukan rapat intern Pengurus Pusat PII di Kantor PT Telkom.

2. RABU 2 JULI 2008

Pengurus Pusat PII mengadakan seminar lanjutan Green Engineering di Kantor PP PII di Jl. Halimun 39 Jakarta.

3. SELASA 8 JULI 2008

Pengurus BKK membahas persiapan ICBRI di Jl. Halimun 39 Jakarta.

4. RABU 9 JULI 2008

di Kantor PP PII, Ir. Tjipto Kusumo & Ir. Tulus Sukariyanto mempresentasikan laporan tentang jalannya acara APEC di Singapura.

5. KAMIS 10 JULI 2008

Indef mengadakan Seminar “Kajian Tengah Tahun Indef 2008” di Kantor PP PII, Jl. Halimun 39 Jakarta.

6. SELASA 15  17 JULI 2008

Biro Keanggotaan PII mengadakan Kursus Pembinaan Profesi di Kantor PP PII. 7. RABU 16 JULI 2008

Talkshow Investment Climate on Energy & Mining Sector di Hotel Nikko, Jakarta 8. KAMIS 17 JULI 2008

PP PII menggelar rapat penyiapan LSP Ir. Dengan BNSP; Pembakuan SK FAIP dan SIP; dan Percepatan Layanan SIP

9. JUMAT 18 JULI 2008

Badan Kejuruan Mesin mewawancara para IP/IPM di Kantor PP PII.

10. SELASA 22 JULI 2008

Direktur Eksekutif menyelenggarakan Lokaka-rya Pemanfaatan Energi terbarukan di Hotel Bumikarsa Bidakara, Jakarta

11. KAMISJUMAT, 2425 JULI 2008

dengan Perhapi mengadakan Temu Profesi Tahunan di Hotel Horizon Palembang.

12. SEMENTARA, KAMIS 24 JULI 2008

juga mengikuti lokakarya penyusunan Naskah Akademik RUU Arsitek.

13. JUMAT S/D MINGGU 2527 JULI 2008

PII Cabang Samarinda mengadakan workshop sertifikasi di Samarin-da

14. Kamis 31 Juli 2008

BKT Perminyakan mengadakan Seminar Sehari bertajuk ”Pendalam-an Prinsip Cost Recovery Dalam Sistem PSC di Indonesia” di Hotel Ritz Carlton Jakarta

Report on August 2008

1. SELASA 5 AGUSTUS 2008

Pelantikan Pengurus DPP-PMTI di Unhas Makassar 2. SELASA 5 AGUSTUS 2008

Rapat persiapan Mukernas LPJK di LPJKN 3. RABU 6 AGUSTUS 2008

pii DAN PT.PP menyelengarakan Lokakarya “Sustainable Engineers Inconstruction” di PT.PP

4. RABU 6 AGUSTUS 2008

Dr. Ir. Pekik Argodahono membuka Workshop “Promoting Initiative on Disaster Risk Management di Hotel Borobudur, Jakarta

5. KAMIS 7 AGUSTUS 2008

Workshop “Promoting Initiative on Disaster Risk Management” di Hotel Borobudur

6. KAMISJUMAT 78 AGUSTUS 2008 Mukernas LPJK di Hotel Ambhara 7. SELASA 12 AGUSTUS 2008

Rapat di PT Pertamina tentang penggunaan asset Jl. Halimun No. 39 Jakarta

8. SELASA 12 AGUSTUS 2008

Presentasi dari Auto Desk Indonesia di R. Rapat Prambanan Kemen-trian Negara Perumahan Rakyat

9. KAMIS 21 AGUSTUS 2008

Seminar “Green Construction Toward Sustainable Development” di Golden Ballroom Hotel Sultan, Jakarta

10. SELASAKAMIS, 2628 AGUSTUS 2008,

Biro Keangotaan mengadakan Kursus Pembinaan Profesi di Kantor PP PII Jl. Halimun 39 Jakarta.

MONTHLY REPORT

Ir. Sulistijo Sidarto Mulyo, MT mantan Ketua LPJKN ini secara berkala memberikan pelatihan pada kursus pembinaan profesi di PII, Jl. Halimun

agustus

1

2

3

4 5 6

7 8 9

10

11 12

13

14

15

16

17

18 19

20

21

22 23

24

(7)
(8)

Di Indonesia ada dua lembaga registrasi keinsinyuran. Pertama adalah Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi atau LPJK, dan kedua adalah Badan Nasional Sertifikasi Profesi atau BNSP.

LPJK menangani jurusan yang berkaitan dengan konstruksi: Arsitektur, Sipil, mekanikal, electrikal, dan tata lingkungan, disingkat ASMET. Selama ini, proses registrasi ASMET oleh LPJK sudah berjalan. Sedangkan BNSP mena-ngani yang di luar ASMET. Misalnya Kimia, Instrumentasi, Teknik Industri, dll, banyak sekali.

Anggota PII ada yang di ASMET dan ada pula yang di Non-ASMET. Masalahnya, yang non-ASMET ini belum jalan. Jadi PII bersama BNSP harus duduk bersama mencari solusi masalah ini.

Ternyata pihak BNSP punya pemikiran yang sama. Kita berpendapat bahwa harus ada klasifikasi lalu kualifikasi. Setelah ini jelas, baru selanjutnya dilakukan sertifikasi dan registrasi.

BNSP menyerahkan sertifikasi dan registrasi kepada Lembaga Sertifikasi Profesi atau LSP.

LPJK pun hanya menyerahkan sertifikasinya kepada asosiasi profesi. Tidak registrasinya. Tentang hal ini LPJK benar. Karena registrasi tidak bisa dialihkan kepada institu-si atau pihak di bawahnya. Sertifikainstitu-si bisa dialihkan, tetapi registrasi tetap musti dilakukan oleh LPJK sendiri.

PII mengeluarkan sertifikat. Ada tiga kriteria peme-gang sertifikat PII. Yang pertama adalah individual practise. Kedua adalah mereka yang berada di dalam birokrasi tetapi mengelola masalah keinsinyuran. Ketiga, yang berada di bidang pendidikan keinsinyuran. Memang, kebanyakan dari mereka yang memerlukan sertifikat adalah dari kelompok pertama.

Tetapi kebanyakan Ir yang Non-Konstruksi tidak merasa perlu untuk diregistrasi. Tidak ada kebutuhan akan hal itu. Kalau industri atau perusahaan minta, baru akan muncul kebutuhan itu. Jadi, bagi mereka cukup dengan sertifikasi.

Sedangkan Ir yang dari Konstruksi punya kebutuhan untuk diregistrasi. Sebab bila tidak diregistrasi, tidak boleh bekerja di sektor konstruksi.

Tapi dalam Peraturan Pemerintah (PP) ternyata tidak ada kata “registrasi”. Jadi tidak ada juga ketentuan bahwa BNSP adalah badan yang berwenang memberikan

regis-trasi.Legal base-nya tidak ada.

Selain itu, ternyata sertifikat bukan hanya satu jenis. Sertifikat yang diberikan kepada LSP untuk menerbitkan sertifikasi disebut akreditasi. Misalnya kewenangan yang ada pada LPJK untuk memberikan akreditasi kepada asosiasi profesi. Sehingga asosiasi tersebut memiliki kewenangan untuk menerbitkan sertifikat.

Sedangkan yang ada pada BNSP disebut lisensi. BNSP memiliki kewenangan untuk memberikan lisensi kepada LSP dalam mengadakan pendidikan. Sertifikat yang dari BNSP adalah sertifikat untuk jabatan kerja. Sedangkan masyarakat internasional menggunakan sertifikat pro-fessional engineer.

Siapa yang dilisensi oleh BNSP? LSP. Sedangkan orga-nisasi profesi tidak memiliki lisensi itu. Kalaupun mau, maka organisasi profesi harus membuat LSP terlebih dulu. Karena LSP harus mengikutsertakan stakeholder.

Siapa stakeholdernya? Paling tidak, industri. Karena pihak industrilah yang akan menggunakan jasa tenaga kerja. Lalu untuk kompetensi base certification maka harus ada standar kompetensi yang harus mengacu kepada SKKNI atau Standar Kualifikasi Kerja Nasional Indonesia.

Ada sertifikasi yang dilakukan sendiri oleh suatu industri untuk kebutuhan sendiri, disebut First Party. Ada pula sertifikasi yang diperlukan suatu industri tetapi pihak yang melakukan sertifikasi adalah pihak lain, disebut Second Party.. Misalnya pabrik baja di Cilegon membu-tuhkan sertifikasi bagi sejumlah karyawannya, lalu pihak pabrik meminta PII untuk menyelenggarakan sertifikasi tersebut.

SedangkanThird Partyyadalah lembaga bebas yang bukan ‘produsen’ dan bukan pula ‘konsumen’ sertifikasi tetapi melakukan sertifikasi. Contohnya PII.

Sebenarnya ini adalah masalah target group. PII mela-yani regulator, pemerintah, atau MRE. Tujuan kita adalah mencetak professional engineer sesuai dengan bidang keilmuannya. Kita mencetak professional engineer untuk mengisi peluang di regional ASEAN.

Atau di regional APEC.Roadmap to ultimate goal-nya, anggota PII licenseddsebagai professional engineer. Mereka bisa langsung bekerja di mancanegara karena sudah licensed. Apa saja persyaratannya, kita coba penuhi itu."

Roadmap to

Ultimate Goal

Pada 17 Juli ’08 PP PII mengadakan rapat membahas penyiapan Lembaga Sertifikasi Profesi dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Ir. Istanto Oerip yang dalam rapat tersebut mewakili PII lalu secara ter-pisah menyarikan resumenya kepada Engineer Monthly:

SERTIFIKASI

Saat ini yang namanya standar ASEAN itu tidak ada. Kita sepakat bahwa apabila seorang insinyur sudah diakreditasi badan yang berwenang di negara yang bersangkutan maka ia dianggap sudah memenuhi standar. Untuk

,QGRQHVLDEDGDQ\DQJ

berwenang itu adalah Badan Akreditasi Nasio-nal atau BAN. Program studinya sudah diakredi-tasi.

Untuk registered dengan ASEAN Standard Professional Engineer maka salah-satu syaratnya adalah pengalaman selama tujuh tahun. Untuk kita, itu berarti bahwa yang bisa masuk hanya

,30

Syarat kedua adalah bahwa dalam pengalaman yang tujuh tahun itu ia harus berada dalam

MDEDWDQ\DQJVLJQL¿NDQ

setidaknya selama dua tahun. Lagi-lagi ini cocok

GHQJDQNULWHULD,30

(9)

Agustus 2008 | No. XVI | ENGINEER MONTHLY 9

Keinginan yang kuat dari pihak Badan Kejuruan Kimia - Persatuan

Insinyur Kimia (BKK-PII) untuk

mene-UDSNDQVHUWL¿NDVLEDJLSDUDLQVLQ\XU

kimia, belum diimbangi oleh keseriusan

SHPHULQWDKXQWXNPHQHWDSNDQVHUWL¿NDVL

insinyur kimia dalam peraturan pemerintah.

Sampai saat ini, PII sendiri sebagai organisasi induk, membuat sendiri mekanisme sertifikasi keinsinyuran. Pem-buatan sertifikat insinyur kimia sejauh ini baru sebatas kesadaran dari masing-masing individu. Di sisi lain, kalangan swasta pun banyak yang merasa tidak perlu untuk mema-sukkan kriteria certified bagi insinyur kimia yang bekerja di perusahaan mereka.

Koordinator Sertifikasi Insinyur Indonesia, Akhmad Bukhari Saleh adalah satu dari sekian banyak insinyur kimia yang termotivasi untuk mengembangkan sertifikat insinyur di Indonesia. Berbekal pengalamannya sebagai konsultan di industri kimia, pria yang akrab dipanggil Joni ini terlibat aktif di PII untuk memperjuangkan sertifikasi insinyur.

“Sertifikat ini bukan untuk orang baru. Sertifikat itu ada dua macam, pertama sertifikat tanda mulai mampu bekerja (enabling sertificate). Dan sertifikat yang menunjukkan keberhasilan dalam pengalaman (experience sertificate). Sertifikat PII termasuk dalam experience sertificate, yang menunjukkan bahwa pemegang sertifikat telah menun-jukkan keberhasilannya dalam bekerja.

Setelah dia bekerja sekian tahun dan terbukti pengalam-annya sebagai orang sukses, maka kita beri dia sertifikat sebagai profesional. Artinya, dengan sertifikat itu kita berikan dia tanggung jawab untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang bersangkutan dengan kemaslahatan umum. Sebelum dia punya sertifikat, dia boleh kerja tapi tidak bertanggung jawab kepada masyarakat atas pekerjaannya itu.

Kita bersepakat untuk menentukan pengalaman kerja selama lima tahun sebagai salah satu persyaratan untuk mendapatkan sertifikat. Ada majelis penilai insinyur kimia, terdiri dari orang-orang yang sangat berpengalaman. Saya sendiri tidak melakukan penilaian, hanya mengelola sistem-nya di PII pusat.” Demikian Pak Joni.

Menurutnya, sistem sertifikasi memberikan fasilitas kepada para insinyur agar tidak terlalu cepat meninggalkan keinsinyurannya dan terobsesi untuk mengejar jabatan manajerial. Sertifikasi keinsinyuran sebenarnya penting, tapi karena belum menjadi ketentuan perundangan-undangan, belum bisa dijadikan sebagai kewajiban

Sejauh ini baru bidang konstruksi yang mewajibkan

insinyurnya bersertifikasi. Sementara di sektor lain, seper-ti industri, pertambangan belum menjadi ketentuan perundang-undangan.

Namun, di bidang yang sudah ada peraturan UU-nya, seperti konstruksi sertifikasi menentukan kenaikan pangkat. Sebelum bersertifikat, seorang insinyur di bidang konstruksi tidak boleh menjabat jabatan tertentu. Sementara di bidang industri, meski belum menjadi kewajiban, perusahaan-per-usahaan yang sudah mengerti memberikan prioritas dalam penempatan kerja kepada orang yang bersertifikat.

Jadi, sistem sertifikasi PII bisa juga digunakan untuk mengukur kenaikan gaji. Hal itu sudah diterapkan di salah satu perusahaan gas terkemuka di Indonesia. Di perusahaan tersebut diterapkan apa yang disebut jenjang karir ganda. Artinya, setiap orang di perusahaan itu bisa memilih mau berkarir di tangga profesional atau manajerial/struktural.

Di tangga manajerial, misalnya dari anak buah, menjadi

kepala seksi, akhirnya jadi bos. Tapi di tangga profesional, tidak naik jabatan apa-apa, tetap saja mengerjakan jabatan keinsinyuran, tapi tetap dinilai. Bagaimana dengan keingin-an perusahakeingin-an ykeingin-ang mengharapkkeingin-an adkeingin-anya mix keingin-and match antara sertifikasi dengan kebutuhan mereka?

“Kita sering membuat acara-acara yang didalamnya dibahas masalah-masalah itu. Karena orang-orang yang kerja di perusahaan itu sebetulnya adalah anggota tim ser-tifikasi. Jadi kita mengikutsertakan mereka, karena insinyur yang berpengalaman pun berasal dari mereka.

Saya berharap engineering ini menjadi profesi yang benar-benar engineering. Terlalu banyak insinyur yang sekarang tidak lagi bekerja sebagai insinyur. Mereka lebih melihat apa yang lebih cepat menghasilkan uang, sehingga jabatan profesional masih kurang.”

SOURCE AKHMAD BUKHARI SALEH / BK KIMIA WEB

sertifikat sebata

kesadaran

Sejauh ini baru bidang konstruksi yang mewajibkan insinyurnya

EHUVHUWL¿NDVL

Sementara di sektor lain, seperti industri, pertambangan belum menjadi ketentuan perundang-undangan.

³6HUWL¿NDWLQL

bukan untuk orang

EDUX6HUWL¿NDW

itu ada dua macam, pertama

VHUWL¿NDWWDQGD

mulai mampu bekerja (enabling

VHUWL¿FDWH'DQ VHUWL¿NDW\DQJ

menunjukkan keberhasilan dalam pengalaman (experience

VHUWL¿FDWH³

Di tangga manajerial, misalnya dari anak buah, menjadi kepala seksi, akhirnya jadi bos. Tapi di tangga profesional, tidak naik jabatan apa-apa, tetap saja mengerjakan jabatan

keinsinyuran, tapi tetap dinilai.

SERTIFIKASI

(10)

PENDAFTAR INSINYUR

PROFESIONAL ELEKTRO

Tahap XXIII, JULI – 2008

INFO

Must-see

26 s.d 28 Agustus 2008

PESERTA KURSUS PEMBINAAN

PROFESI INSINYUR JASA

KONSTRUKSI

Perusahaan bergerak dibidang jasa konstruksi sebagai kontraktor enji-nering, prokurement dan konstruksi dibidang perminyakan, kelistrikan dan petrochemical.

VISION

To be the Global Contractor of Choice for Engineering, Procurement and Construction( EPC) Solutions having Sustainable Growth and achieving World Class Standards.

MISSION

The idea of IKPT is simple. It will be distinguished Company and the Pre-ferred Partners for best EPC business in applying a comprehensive method

for improving the Quality of Life of Mankind.

EXPERIENCE LIST

Plaju, Aromatic Center Pressure Vessel

Project Execution Methodology Electric Water Heater Tank Granadi Building Construction LNG Train - E Expansion Cancer Center Hospital Plaju Aromatic Center Plastic Model Plant for PUSRI Engineering Services for Various Pro-ject

Revamp Guttapercha Plant Borobudur Development Phase I Repair Maintenance

(11)

Agustus 2008 |No. XVI | ENGINEER MONTHLY 11 MAJU DAN BERKEMBANG BERSAMA

MASYAYY RAKAT

PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk merupa-kan salah satu produsen batubara terbesar di Indonesia. * PTBA menghasilkan batubara yang berkualitas dan

terkenal di seluruh dunia

* PTBA menerapkan mutu kerja dan produk berdasarkan standar internasional

* PTBA memiliki 3.000 karyawan berketerampilan tinggi dan ahli di bidang batubara

* PTBA secara serius menerapkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik

PTBA berkomitmen untuk maju dan berkembang bersama masyarakat, mengelola sumber daya batubara dan memeli-hara lingkungan untuk meningkatkan kesejahteraan bersa-ma dan menumbuhkan kegiatan ekonomi bersa-masyarakat.

17 Agustus 1945

17 Agustus 2008

Dirgahayu

Kemerdekaan

(12)

Kebanyakan petani (Marha-en) adalah

(13)

Agustus 2008 |No. XVI | ENGINEER MONTHLY 13

K

eterkaitan dengan dunia industri dengan dunia usaha sangat besar dalam bentuk jasa industri. ATMI Surakarta yang mempunyai jurusan Teknik Manufaktur melengkapinya dengan dua program studi baru, yaitu Teknik Mekatronika dan Teknik Perancangan Mekanik / Mesin. Program studi baru ini merupakan penerapan teknologi terintegrasi.

Hal itu dijabarkan pada kurikulum dan unit produksi yang menjadi unit kerja praktek mahasiswa selama tiga tahun pendidikan di ATMI. Penerapan ISO 9001:2000 untuk bidang edukasi menjadi jaminan adanya perbaikan yang berlanjut dalam sistem perkuliahan.

Sebagai “way of thinking”, Mekatronika berorientasi ke pasar modern dan sebagai bidang yang mengkombinasikan secara sinergis mechanical engineering, electronic engineering, dan software engineering, sangat penting untuk mengatasi persoalan

teknologi industri modern. Mekatronika adalah paradigma yang ditujukan untuk pemajuan ilmu dan teknologi dan pemanfaatannya untuk pengembangan produk dan sistem, terutama untuk mendukung pembangunan nasional dan peningkatan daya saing bangsa.

Cara pandang untuk semakin menjadikan sektor pendidikan sebagai bagian dari ”jawaban” untuk kebutuhan industri dan masyarakat secara umum telah menjadikan edukasi sebagai bagian yang tidak terpisah dari proses pendekatan yang sistematik, interaktif dan juga bukanlah menjadi bagian yang terpisah dari dinamika inovasi karena selalu berorientasi pada kebutuhan riil industri pada umumnya.

Pembagian area praktek dan teori adalah konsekuensi ilmiah penerapan sistem pendidikan yang berbasis produksi, dan juga sebagai upaya untuk pendekatan ke atmosfer industri sebagai pendukung proses pembelajaran di

pendidikan tinggi.

Tambahan pada kompetensi utamanya adalah mengetahui prinsip-prinsip kewirausahaan dan siap beradaptasi dengan kemajuan teknologi.

Pelaksanaan Pendidikan Tinggi Vokasi memerlukan biaya tinggi serta komitmen dan rasa percaya diri yang tinggi bagi semua unsur pelaksana. Dengan sistem pendidikan berbasis produksi (Production based Education). Aliran terus menerus dari kebutuhan pasar yang ditangkap lewat unit produksi di ATMI dan diterjemahkan di dalam pengajaran dan pelatihan akan menjamin kontinuitas pendidikan vokasi.

Kompetensi Mekatronika menjadi bagian untuk berinovasi dalam pengembangan produk dan sistem, terutama pada pendidikan berbasis produksi. Di sisi lain, meningkatnya persaingan dalam industri mendorong untuk semakin memperkuat bidang engineering yang merupakan kolaborasi antara pendidikan tinggi dan industri guna meningkatkan daya saing nasional terutama untuk kemajuan dan kebangkitan industri permesinan di Indonesia.

DISARIKAN DARI PAPARAN KRISNOHASMORO MURTI PADA KONVENSI BKM ’08

Pendidikan berbasis

Produksi

K O R E K S I

PADA ENGINEER MONTHLY YANG LALU EDISI JUNIJULI/NO.XV TERDAPAT BEBERAPA KESALAHAN:

1. DI HALAMAN 7 TERTULIS RABU 4 JULI, KAMIS 5 JULI, DST...

SEHARUSNYA RABU 4 JUNI, KAMIS 5 JUNI, DST...

2. DI HALAMAN 16 ARTIKEL PT INCO SEHARUSNYA TIDAK DIBUBUHI TANDATANGAN BING TOBING DAN JIM GOWANS.

MOHON MAAF. SELAMAT MENIKMATI IBADAH RAMADHAN.

Kompetensi Mekatronika menjadi bagian untuk berinovasi dalam pengembangan produk dan sistem, terutama pada pendidikan berbasis produksi.

(14)

S

alah-satu acara Konvensi Nasional Insinyur Mesin VII-2008, 17 Juni 2008 di Auditorium BPPT, Jakarta, adalah Seminar Nasional yang berlangsung dengan 3 technical session secara parallel. sEMINAR berlangsung mulai pukul 10.30 s/d 16.00 WIB, menghadirkan beberapa pembicara dari berbagai kalangan.

Salah-satu yang “kontroversial” adalah makalah Ir. Nanang S. Soetadji, IPM. Nanang menyampaikan paparan berjudul “PLTN Dibutuhkan di Indonesia”. Menurut beliau, dengan semakin menipisnya sumber energi fosil dan kerusakan lingkungan yang semakin parah, energi nuklir menjadi salah satu pilihan yang menarik.

Daya yang dibangkitkan sangat besar. Satu gram uranium menghasilkan energi setara dengan satu ton batubara. Pencemarannnya rendah, dan sumbernya berkelimpahan. Sumber energinya tak bakal habis. Apalagi jika bisa dikembangkan ke teknologi fastbreeder reactor dan reaktor fusi.

Fast breeder mengubah sampah radioaktif menjadi bahan bakar kembali. Sedangkan reaktor fusi berbahan bakar hidrogen yang jumlahnya di alam sangat banyak.

Di seluruh dunia perkembangan tenaga nuklir mengalami pertumbuhan sebesar 1,3% per tahun sampai tahun 2030. Dari 2.619 BKWH di tahun 2004 menjadi 3.619 BKWH di tahun 2030. Dalam dekade terakhir ini memang tidak ada penambahan satu pun instalasi nuklir baru di Amerika Serikat. Dalam waktu yang bersamaan ada beberapa negara Eropa yang berencana meninggalkan sama sekali pemakaian energi nuklir di negaranya, yaitu Jerman dan Belgia, dikarenakan tekanan politis yang semakin besar.

Akan tetapi, seiring dengan semakin tingginya harga bahan bakar fosil, menipisnya cadangan di perut bumi, serta isu lingkungan yang semakin menguat, penduduk dunia melihat bahwa nuklir adalah salah satu alternatif yang tidak bisa ditinggalkan. Ia merupakan pilihan rasional. Maka, Amerika Serikat pun sekarang menggalakkan kembali program nuklirnya.

Pada saat yang sama, negara-negara di Asia justru sedang galak-galaknya membangun pembangkit nuklir. China bertumbuh dengan kecepatan 7,7% per tahun. Sedangkan India bertumbuh dengan angka 9,1% per tahun. Bahkan Korea Selatan, Jepang, dan Prancis pun terus meningkatkan porsi pembangkit listrik nuklirnya. Korea Selatan bakal bertumbuh 100% dalam dua dekade mendatang dibandingkan kapasitas tahun 2000, dari 104 BKWH menjadi 220 BKWH, tahun 2025. Jepang juga meningkatkan kapasitasnya dari 192 BKWH menjadi 411 BKWH. Dan Prancis naik dari 394 BKWH menjadi 520 BKWH."

1. PEMBANGKITTenaga Listrik menggu-nakan batubara merupakan alternatif terbaik diantara semua pemanfaatan sumber energi. Baik yang tak terbarukan maupun yang terbarukan. Terutama jika mempertimbangkan ketersediaan-nya di Indonesia yang besar dan masih dapat lebih dari 140 tahun. Akan tetapi mengingat pence-maran lingkungan yang serius jika dikembangkan secara besar-besaran, maka pengembangan PLTA batubara besarannya perlu ada batasnya, sehingga mungkin tak akan bisa memenuhi target Pemerintah 32,7% tahun 2025 (lihat Grafik 2 di bawah)

2. PEMBANGKITTenaga Listrik mengguna-kan minyak jelas amengguna-kan mengalami kesulitan yang serius ditahun-tahun yang akan datang meng-ingat kelangkaan di seluruh dunia dan harganya yang tinggi, dan akan naik terus. Sehingga dikha-watirkan Target Pemerintah 26,2% tahun 2025 tak bisa dipenuhi (lihat Grafik 2 di bawah).

3. PEMBANGKITTenaga Listrik mengguna-kan Gas Alam (gas bumi) merupamengguna-kan alternatif Energi yang paling bersih, namun tampaknya Pemerintah sejak waktu yang lampau sampai seka-rang, tidak serius mengembangkannya, karena pertimbangan ekspor ke luar negeri bagi bangsa lain mungkin dianggap lebih menguntungkan atau sukar untuk dirubah. Dengan demikian Target Pemerintah 30,6% tahun 2025 disangsikan bisa terpenuhi (lihat Grafik 2 di bawah)

4. PEMBANGKITTenaga Listrik mengguna-kan air, tak bisa banyak dikembangmengguna-kan lagi karena rusaknya ekologi di Indonesia yang menjadi lebih parah dari waktu ke waktu.

5. PEMBANGKITTenaga Listrik menggu-nakan panas bumi masih dapat dikembangkan sampai batas maksimal potensinya, walaupun besarannya nanti hanya berkisar 6 persen dari seluruh Pembangkit Tenaga Listrik, tetap tak akan dapat mencukupi kebutuhan kita tahun 2025 nanti.

6. PEMBANGKITtenaga Listrik menggu-nakan energi terbarukan yang lain yaitu Mini Hydro, tenaga Angin, Bio Massa dan Tenaga Surya, sumbangannya akan terlalu kecil walaupun nanti dikembangkan secara maksimal. "

1. Pembangkit Tenaga Listrik Nulir tidak boleh tidak harus dikembangkan dan

GLEDQJXQGL,QGRQHVLD

karena sifat-sifatnya, bahwa daya yang dibangkitkan sangat besar, pencemarann-nya rendah, sumberpencemarann-nya berkelimpahan, dan bakal tak pernah habis apabila bisa dikembangkan ke teknologi fast breeder reactor dan reaktor fusi. PLTN ini harus segera dibangun, mengingat skedul pembangunanya yang lama, yaitu 10 tahun mulai dari keputusan membangun sampai operasinya (sesuai Roadmap yang ada dalam Blueprint Pengelolan Energi Nasional 2005-2025). 2. Jika pembangunan lebih

dari satu unit di lokasi yang sama tak mungkin, harus segera dibangun di lokasi lain.

3. Pentargetan Pemerintah

,QGRQHVLDGDODP%OXHSULQW

Pengelolan Energi Nasional 2005-2025 untuk PLTN hanja 1,993% di tahun 2025, seperti terlihat dari

*UD¿NWHUVHEXWGLEDZDK

diperkirakan tidak cukup besar bagi pemenuhan seluruh tenaga listrik di

,QGRQHVLDSDGDWDKXQ

nanti.

4. Rencana Pemerintah me-ngenai Energy-Mix yang

di-JDPEDUNDQGHQJDQ*UD¿N

sampai dengan 2010 dan

*UD¿NXQWXNWDPSDN

tidak konsisten, sehingga koreksi dalam perencanaan dan pelaksanaanya perlu dilakukan. "

Menguji Kebutuhan

akan PLTN

KESIMPULAN SARAN

(15)

Agustus 2008 |No. XVI | ENGINEER MONTHLY 15 PSC di Indonesia

dikritik karena ketidakluwesannya. Menurut Goldman Sachs Research Institute (GSRI) 2007, Indonesia termasuk Negara yang berkatagori very high risk. Sepuluh Resiko tersebut ditentukan berdasarkan korupsi, aturan hukum, stabilitas politik, kualitas regulasi, dan indeks pembangunan manusia.

Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No 177/ PMK.011/2007 diputuskan bah-wa bea masuk ditetapkan 0% dari sebelumnya15% dan PPN impor 10% dan Pph impor2,5% ditanggung pemerintah, berlaku untuk migas dan panas bumi.

Walaupun demikian, menurut beberapa pihak, kepu-tusan tersebut tidak permanen, sehingga seyogyanya dican-tumkan dalam amandemen UU Migas. Penemuan menurun tajam dari 2300 MMBOE pada 2001-2002 ke sekitar 1050 MMBOE pada 2003-2004 serta di bawah 500 MMBOE pada 2005 dan2006.

Andaikata di kontrak diten-tukan bagi hasil dan FTP(First Tranche Petroleum) tertentu, maka hal tersebut berlaku dalam keadaan apapun. Di Cina, bagi hasil dan cost ceiling diten-tukan berdasarkan produksi. Makin besar produksinya maka makin besar bagian pemerintah dan cost ceiling nya.

Di Malaysia bagi hasil dan cost ceiling ditentukan ber-dasarkan R/C (Revenue/Cost). Akibatnya, apabila di Indonesia ditemukan prospek yang kurang ekonomis maka orang sibuk menegosiasikan insentif. Kalau harga minyak tinggi orang berpikir windfall profit tax.

Di Malaysia bila cadangan produksi, harga, biaya berubah maka orang tidak perlu pusing. Di Petronas disebutkan penting-nya kemitraan dalam

pengelo-laan PSC. Di sana terdapat PMU (Petroleum Management Unit) dan tim studi yang memberikan saran kepada PMU. Bila kontrak-tor butuh bantuan ya dibantu, tetapi apabila kontraktor tidak melakukan tugasnya secara optimal maka ditegur. Biro-krasi dan birokrat di Petronas mendukung iklim investasi di Malaysia.

Pertanyaannya apakah kontrak konsesi (Royalty and Tax) tidak berpihak kepada kepentingan pemerintah? Di Brunei, walaupun diberlakukan konsesi, 50 persen saham dimiliki oleh pemerintah (dibeli). Di Rusia diberlakukan 55 persen saham dimiliki oleh BUMN Rusia berdasarkan Undang-Undang. Sebagai contoh pada proyek Sakhalin, Shell yang tadinya memiliki saham 60 persen, sahamnya tinggal 0,6x(1-0,55) = 27 persen. Dengan demikian, maka negara tetap mengontrol kegiatan minyak dari kepemilik-an sahamnya.

Pada PSC dan usaha biasa terdapat Cost Recovery dan Recovery. Bedanya, pada PSC karena penerimaan migas diterima dulu oleh pemerintah maka kontraktor menagih Cost Recovery pada pemerintah dan memperoleh Recovery serta Net Contractor Share.

Pada usaha biasa penda-patan diterima pengusaha, sehingga dia menghitung Cost Recovery dan Recovery sendiri untuk pembayaran bagian pe-merintah. Pada PSC manajemen di tangan pemerintah dan pada usaha biasa pada pengusaha. Recoverable cost pada suatu tahun tidak mencerminkan apakah usaha tersebut hemat biaya atau tidak.

Pada awal produksi, sesudah investasi yang besar, recovera-ble cost selalu tinggi. Apabila tidak ada royalty atau FTP (First TranchePetroleum), bisa saja recoverable cost sama dengan

pendapatan. Pada lapangan yang tidak mengeluarkan inves-tasi lagi, dimana produksinya pasti turun, justru recoverable cost rendah karena dia hanya mengeluarkan biaya operasi.

Royalty (awalnya berasal dari upeti kepada royal family atau keluarga kerajaan) adalah pre-sentase dari pendapatan yang dibayarkan kepada pemerintah. Sedangkan FTP adalah royalty yang dishare(bagi) antara peme-rintah dan kontraktor. Dengan royalty dan FTP pemerintah mendapat jaminan pendapatan sejak awal produksi.

Untuk mengetahui suatu pengelolaan suatu daerah kontrak migas efisen atau tidak, tidak bisa diketahui dari recoverable cost tahunan. Untuk itu diperlukan POD (Plan of Development) atau paling tidak recoverable cost jangka panjang. Kondisi geografi dan geologi serta komposisi fluida reservoir yang berbeda menyebabkan lapangan yang satu bisa lebih mahal biayanya dari yang lain.

Optimasi pengembangan, yaitu memaksimalkan penda-patan atau meminimumkan biaya, berdasarkan kondisi yang ada dilakukan dengan pengelolaan reservoir, teknologi dan perusahaan yang terbaik. Pengelolaan lapangan tua, lapangan marginal dan harga minyak yang inggi menyebab-kan biaya perbarel lebih tinggi.

Biaya produksi migas jangan hanya diperhitungkan terhadap produksi minyak saja, tetapi terhadap produksi minyak dan gas. Indikator yang perlu dilihat secara lebih komprehenship adalahR/C (Revenue to recove-rable cost ratio) karena di situ diperhitungkan revenue (harga kali produksi) dan recoverable cost.

Produksi turun akibat penemuan cadangan yang turun. Walaupun demikian Gross

Revenue dan Penerimaan Ne-gara meningkat karena naiknya harga minyak. Biaya biasanya meningkat dengan naiknya harga migas. “Yang penting Rasio Revenue terhadap Costs (R/C) meningkat dari tahun ke tahun.

Masalah cost recovery seharusnya diselesaikan antara kontraktor dan BP Migas. Maka untuk memperbaiki kualitas evaluasi diperlukan perbaikan kualitas personel kontraktor dan BP Migas. Baik dari profe-sionalitas maupun moral dan didukung dengan peraturan serta sistem komunikasi dan informasi yang baik pula.

Banyak yang menanyakan kenapa cost recovery naik sedangkan produksi minyak turun. Perlu dicatat bahwa produksi gas kita naik dan harga minyak naik. Tetapi peningkatan produksi dan investasi migas adalah masalah yang lebih kompleks, yang memerlukan kerjasama yang baik antara sta-keholders yaitu kontraktor, BP Migas, BPH Migas, Departeme-nESDM, Departemen Keuangan dan Departemen-departemen terkait lainnya, Pemerintah daerah danMasyarakat. Selain itu juga tergantung faktor politik, ekonomi, keamanan, hukum, KKN, dll.

Penurunan produksi migas di Indonesia disebabkan oleh sedikitnya penemuan akibat lesunya eksplorasi. Di samping diakibatkan oleh tingginya country’s risk Indonesia, lesunya eksplorasi disebabkan oleh diterapkannya bea masuk, pajak pertambahan nilai(PPN) impor, dan pajak penghasilan (PPh) impor sejak diberlakukannya UU No. 22 / 2001.

DIKUTIP DARI PRESENTASI DR.IR. WIDJAJONO PARTOWI DAGDO DENGAN SEMINAR DAN JUDUL YANG SAMA

PSC di Indonesia

(16)

Foto2 diambil dari kegiatan BKE bertajuk Seminar “Peluang dan Tan-tangan Dalam Pembangunan Industri Ketenagalistrikan dan Telekomunikasi” 14 Agustus 2008 di Auditorium BPPT, Jakarta.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam gerakan sholat, semua gerakan yang dilakukan memiliki arti yang sangat.. penting dalam kehidupan manusia, perbuatan/akhlak yang baik dan yang buruk

analisis vegetasi mangrove meliputi jenis mangrove, kerapatan jenis (Di), kerapatan relatif jenis (RDi), frekuensi jenis (Fi), frekuensi relatif jenis (RFi),

[r]

Pertama, Metode interpretasi sistematis yang digunakan untuk mengetahui bahwa masa ‘iddah yang harus dijalani oleh W (pemohon) bukan ‘iddah hamil akan tetapi ‘id-

Jika demikian ,maka dapat diharapkan bahwa pasien alergi akan memiliki polip lebih sering pada populasi secara umum dan pasien dengan polip hidung mengalami

1) Data institusi dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan (rumah sakit umum dan puskesmas) pemerintah atau pemerintah daerah sesuai dengan kebutuhan pada

adanya dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara Pemilu dan Pidana Pemilu karena tidak menindaklanjuti rekomendasi Pengawas TPS adalah tidak benar, berdasarkan

Berdasarkan hasil uji t pada tabel di atas dapat dilihat bahwa variabel Kepemipinan dan karakteristik pekerjaan dan prospek karir berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi