• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prilaku Biaya Aktivitas (ACTIVITY BASED COSTING)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Prilaku Biaya Aktivitas (ACTIVITY BASED COSTING)"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

(1)

Prilaku Biaya Aktivitas

(

ACTIVITY BASED COSTING)

(2)

DASAR-DASAR PERILAKU BIAYA

AKTIVITAS

Cost Behaviour adalah istilah

umum untuk mendeskripsikan

(3)

BIAYA TETAP

Adalah biaya yang jumlahnya tetap sama ketika

keluaran berubah

.

Contoh:

Suatu aktivitas pemotongan menggunakan dua masukan, yaitu mesin pemotong dan listrik untuk mengoperasikan mesin

pemotong. Biaya sewa mesin pemotong adalah $60.000 per tahun dengan kapasitas produksi sampai dengan 240.000 potongan ukuran 3 inci dalam setahun.

Pada contoh diatas, biaya sewa mesin pemotong adalah biaya tetap, tidak terpengaruh oleh banyaknya potongan yang

(4)

BIAYA TETAP

SEWA MESIN JUMLAH POTONGAN

3 INCI BIAYA PER UNIT

$60.000 0

(5)
(6)

BIAYA VARIABEL

Biaya variabel adalah biaya yang dalam jumlah keseluruhan

bervariasi secara proposional terhadap perubahan keluaran.

Contoh: Suatu aktivitas pemotongan menggunakan dua

masukan, yaitu mesin pemotong dan listrik untuk

mengoperasikan mesin pemotong. Untuk memotong satu potongan logam menggunakan listrik 0,1 kwh, biaya

listrik per kwh adalah $2. Jadi biaya listrik per satu potongan logam adalah $0,2 (0,1 x $2)

Pada contoh di atas biaya listrik mesin pemotong adalah

biaya variabel , karena listrik dikonsumsi hanya jika keluaran diproduksi. Semakin banyak keluaran

(7)

BIAYA VARIABEL

Biaya Listrik Jumlah potongan 3

inci Biaya per unit

$ 0 0 $ 0

12.000 60.000 0,2

(8)
(9)

BIAYA CAMPURAN

• Adalah biaya yang memiliki komponen tetap dan variabel. Misal agen penjualan sering dibayar dengan gaji ditambah komisi

penjualan.

• Contoh: Perusahaan X mempunyai tiga agen penjualan dengan gaji per orang $10.000 per tahun ditambah

komisi $0,50 untuk setiap pemanas yang mereka jual. Jika 100.000 pemanas terjual, maka jumlah biaya

penjualan adalah: (3 x $10.000) + ($0,50 x 100.000) = $30.000 + $50.000 = $80.000

• Berdasarkan contoh diatas, persamaan dari biaya campuran adalah:

(10)

BIAYA CAMPURAN

Pemanas

Terjual By Variabel Penjualan Tetap Biaya Penjualan

Jumlah Biaya Penjualan

Biaya Penjualan

per unit

(11)
(12)

KLASIFIKASI BIAYA SESUAI PERILAKU

Cara mengklasifkasikan biaya sesuai perilaku:

1.Pertimbangkan Batasan Waktu

2.Identifkasi sumber daya yang dibutuhkan dan keluaran

aktivitas

(13)

BATASAN WAKTU

Menurut Ilmu Ekonomi, dalam

jangka panjang semua biaya adalah

variabel, dalam jangka pendek paling

tidak satu biaya adalah tetap.

(14)

SUMBER DAYA & UKURAN KELUARAN

Setiap aktivitas memerlukan sumber daya untuk

menyelesaikan tugas yang harus dilakukan.

Sumber daya dapat berupa bahan baku, energi,

tenaga kerja dan modal.

Masukan-masukan ini digabung untuk

memproduksi suatu keluaran.

Keluaran dari aktivitas perlu diukur.

Untuk mengukur keluaran aktivitas perlu diketahui

(15)

ACTIVITY DRIVERS (PENGGERAK

AKTIVITAS)

Penggerak Aktivitas :

1. Adalah faktor-faktor penyebab yang dapat

diamati yang mengukur jumlah sumber

daya yang digunakan objek biaya.

(16)

ACTIVITY DRIVERS (PENGGERAK

AKTIVITAS)

Penggerak aktivitas (activity drivers) terdiri atas:

1. Penggerak produksi atau penggerak tingkat unit

 menjelaskan perubahan dalam biaya ketika unit yang diproduksi berubah. Contoh; jumlah bahan baku langsung, jumlah kwh mesin produksi.

 digunakan dalam ABC & FBC

2. Penggerak tingkat non unit

 menjelaskan perubahan dalam biaya ketika faktor-faktor selain unit berubah. Contoh biaya penyetelan

(17)

SUMBER DAYA DAN PERILAKU BIAYA

Sumber daya terdiri atas:

1. Sumber Daya Fleksibel (Flexible Resources) adalah sumber daya yang

dipasok saat digunakan dan dibutuhkan, diperoleh dari pihak luar dan tidak membutuhkan komitmen jangka panjang untuk membelinya. Contoh: Bahan Baku.

 biaya sumber daya naik ketika permintaan untuk sumber daya tersebut naik - merupakan biaya variabel

2. Sumber Daya Terikat (Commited Resources) adalah sumber daya yang

dipasok sebelum penggunaan, didapat dengan menggunakan kontrak eksplisit atau implisit tanpa memandang apakah jumlah sumber daya yang tersedia digunakan secara penuh atau tidak. Contoh: Gedung Pabrik

(18)

PERILAKU BIAYA BERTAHAP (STEP

COST)

Biaya bertahap (Step Cost) adalah tingkat biaya yang konstan

untuk rentang keluaran tertentu dan pada titik tertentu naik

ke tingkat biaya yang lebih tinggi dimana biaya tersebut tidak

berubah untuk rentang keluaran yang sama.

Contoh: Untuk keluaran aktivitas antara 0-10 unit dibutuhkan

biaya sebesar $100, untuk keluaran antara 10-20 unit

dibutuhkan biaya sebesar $200.

Lebar setiap tahap menunjukkan rentang keluaran yang

(19)

PERILAKU BIAYA BERTAHAP (STEP

COST)

Step cost dengan tahap sempit dikategorikan sebagai biaya variabel, contoh: penggunaan kertas fotocopy

Step cost dengan tahap yang lebar

dikategorikan sebagai biaya tetap, contoh: biaya teknisi desain

ulang produk yang dikontrak untuk

(20)

PERILAKU BIAYA BERTAHAP (STEP

COST)

Contoh: suatu perusahaan mempekerjakan tiga teknisi untuk

mendesain ulang produk yang ada. Tiap teknisi dibayar

$70.000 per tahundan mampu memproses 2.500 pesanan

perubahan teknis per tahun. Jadi perusahaan dapat

memproses 7.500 pesanan perubahan pertahun dengan

biaya $210.000.

Jika dalam tahun berjalan hanya terdapat 6.000 pesanan

perubahan, maka terdapat kelebihan kapasitas sebesar

1.500 pesanan. Biaya kapasitas yang tidak digunakan adalah

sebesar $42.000 (1.500/7.500 x $210.000)

(21)

Hubungan sumber daya tersedia dengan

sumber daya yang digunakan

Kelebihan kapasitas memberikan informasi penting

kepada para manajer tentang kemampuan mereka

untuk menambah atau mengurangi produksi.

Sumber daya yang

tersedia

Sumber daya yang digunakan

Kapasitas yang tidak digunakan

(22)

METODE MEMISAHKAN BIAYA

CAMPURAN

Ada tiga metode untuk memisahkan biaya

campuran menjadi komponen tetap dan variabel:

1.Metode tinggi rendah

2.Metode Scatterplot

(23)

BIAYA PER UNIT (UNIT COST)

Unit Cost adalah jumlah biaya yang berkaitan dengan unit yang diproduksi dibagi dengan jumlah unit yang diproduksi.

Jumlah biaya yang dimaksud dari defnisi di atas bergantung pada

tujuan manajerial yang hendak dipenuhi.

• Setelah biaya-biaya ditentukan, kemudian biaya diukur dan dibebankan pada produk.

• Pengukuran biaya (cost measurement) meliputi penentuan nilai dari bahan baku langsung, tenaga kerja langsung dan overhead yang digunakan dalam proses produksi. Nilai biaya dapat berupa biaya aktual atau biaya perkiraan.

(24)

BIAYA PRODUK PER UNIT

Biaya per unit adalah bagian penting dari

informasi bagi suatu perusahaan manufaktur.

Contoh: untuk membuat penawaran

dibutuhkan informasi biaya produk per unit,

keputusan untuk membuat dan membeli suatu

produk atau jasa atau keputusan untuk

(25)

KETERBATASAN SISTEM AKUNTANSI

BIAYA BERDASARKAN FUNGSI

T

arif keseluruhan pabrik dan tarif

departemen telah digunakan selama

beberapa dekade oleh banyak perusahaan,

akan tetapi dalam beberapa situasi, tarif

tersebut tidak berfungsi dengan baik dan

dapat menimbulkan penyimpangan biaya

produk yang besar yang dapat

(26)

KETERBATASAN SISTEM AKUNTANSI

BIAYA BERDASARKAN FUNGSI

Gejala dari sistem biaya yang telah ketinggalan zaman

antara lain:

1.Hasil dari penawaran sulit dijelaskan karena perhitungan biaya produk terlalu tinggi.

2.Harga pesaing nampak tidak wajar atau terlihat rendah

3.Produk yang sulit diproduksi menunjukkan laba yang tinggi 4.Margin laba sulit untuk dijelaskan

5.Pelanggan tidak mengeluhkan kenaikan harga

(27)

KETERBATASAN SISTEM AKUNTANSI

BIAYA BERDASARKAN FUNGSI

Dua faktor utama yang menyebabkan

ketidakmampuan tarif keseluruhan pabrik dan

departemen berdasarkan unit untuk

membebankan biaya overhead secara tepat:

1.Proporsi biaya overhead yang tidak berkaitan

dengan unit terhadap jumlah biaya overhead

adalah besar

(28)

BIAYA OVERHEAD YANG TIDAK

BERKAITAN DENGAN JUMLAH UNIT

• Penggunaan tarif keseluruhan pabrik atau departemen mengasumsikan pemakaian sumber daya overhead

berkaitan erat dengan unit yang diproduksi. Akan tetapi jika terdapat aktivitas yang tidak berkaitan dengan jumlah unit maka penggunaan tarif tersebut tidak tepat karena dapat menyebabkan penyimpangan pada biaya produk.

• Contoh : aktivitas penyetelan peralatan.

Biaya penyetelan terjadi setiap satu batch produk diproduksi. Satu batch mungkin terdiri dari 1.000 atau 10.000 unit, dan biaya penyetelan batch tersebut adalah sama. Semakin

(29)

ACTIVITY DRIVER (PENGGERAK

AKTIVITAS)

Activity driver

adalah faktor-faktor yang mengukur

pemakaian aktivitas produk dan objek biaya lainnya.

Activity driver terdiri atas:

1.Penggerak aktivitas tingkat unit (unit level activity driver)

2.Penggerak aktivitas tingkat non unit (non unit level

(30)

KEANEKARAGAMAN PRODUK (PRODUCT

DIVERSITY)

Selain keberadaan biaya overhead non unit yang

signifkan, keanekaragaman produk juga menjadi

penyebab ketidakmampuan tarif keseluruhan pabrik dan departemen berdasarkan unit untuk membebankan biaya overhead secara tepat.

Product diversity berarti produk menggunakan aktivitas

overhead dalam proporsi yang secara signifkan berbeda.

Contoh: perbedaan pada ukuran produk, kerumitan

produk, waktu penyetelan, besarnya batch dapat

(31)

PERBANDINGAN BIAYA PRODUK

BERDASARKAN FUNGSI DENGAN

AKTIVITAS

Pembebanan biaya berdasarkan aktivitas merefeksikan

pola konsumsi overhead secara lebih baik sehingga biaya

lebih akurat dari pembebanan biaya berdasarkan fungsi

(tarif keseluruhan dan departemen).

Dalam lingkungan yang memiliki keanekaragaman

(32)
(33)

Contoh

Erikson Limited memproduksi es krim dengan 4 jenis

rasa yaitu vanila, coklat, strawberi dan moca

Data yang dimilki selama bulan maret 2013 sebagai

berikut :

uraian Vanila Coklat Strawberi moca jumlah

Penjualan 500 unit 400 unit 90 unit 10 unit 1.000 unit Harga Jual Rp. 4,50 Rp. 4,50 Rp. 4,65 Rp. 4,95

BBB Rp. 750 Rp. 600 Rp. 140,4 Rp. 16,50 Rp.1.506, 90 BTKL Rp. 300 Rp. 240 Rp. 54 Rp. 6 Rp.600

(34)

BOP terdiri dari

Kategori BOP

Jumlah beban

Tenaga kerja tidak

langsung

Rp. 600

Tunjangan

Rp.480

Sistem komputer

Rp.300

Mesin

Rp.240

Perawatan

Rp.120

Energi

Rp.60

(35)

Informasi alokasi BOP berdasarkan aktivitas yaitu

aktivitas Pemicu biaya aktivitas

Penanganan produksi Pengoperasian produksi Instalasi mesin Jam instalasi

Produk pendukung Jumlah produk Pengoperasian mesin Jam mesin

Penangana

n produksi Instalasi mesin pendukungProduk Pengoperasian mesin bebanTotal BTKTL (ditambah

40% tunjangan) 50% 40% 10% Rp. 840

Beban komputer 80% 20% Rp. 300

Depresiasi mesin 100% Rp. 240

Perawatan 100% Rp. 120

Energi 100% Rp. 60

(36)

Data/informasi yang diperoleh :

Pemicu biaya aktivitas Vanila Coklat Strawberi moca

Jam kerja langsung per unit 0.02 0.02 0.02 0.02 Jam mesin per unit 0.012 0.012 0.012 0.012 Pengoperasian produksi 700 650 500 150 waktu instalasi/pengoperasian 4 kali 2.4 kali 5 7.6 Total waktu instalasi (Jam ) 2.800 jam 1.560 jam 2.500 jam 1.140

jam

(37)

Jawab

aktivitas Beban

aktivitas Pemicu biaya aktivitas pemicu biaya Kuantitas aktvitas

Tarif pemicu biaya aktivitas

Penanganan produksi Rp. 660 Jumlah

Pengoperasian produksi

2.000 kali Rp. 330 per pengoperasi

an

Instalasi mesin Rp. 336 Jumlah waktu

instalasi (Jam) 8.000 jam jam instalasiRp. 42 per

Produk pendukung Rp. 144 Jumlah produk 4 Rp. 36 per produk Pengoperasian mesin Rp. 420 Jumlah jam mesin 12.000 jam Rp. Per 35

jam mesin

Rp.1.560

Ket :

(38)

aktivitas Tarif pemicu

biaya aktivitas pemicu biaya Kuantitas aktvitas untuk

VANILA

Beban aktivitas untuk VANILA

Penanganan produksi Rp. 330 per

pengoperasia n

700 Rp. 231.000

Instalasi mesin Rp. 42 per

jam instalasi 2.800 117.600Rp.

Produk pendukung Rp. 36 per

produk 1 Rp. 36.000

Pengoperasian mesin Rp. Per 35

jam mesin 6.000 210.000Rp.

Ket :

(39)

Laporan laba rugi untuk es krim jenis vanila

penjualan Rp. 2.250

BBB Rp. 750

BTKL Rp. 300

Total Direc cost (Rp.

1.050) Margin kontribusi Rp. 1.200 40% tunjangan dr BTKL Rp. 120

Penanganan produksi Rp. 231 Instalasi mesin Rp. 117,6 Produk pendukung Rp 36 Pengoperasian mesin Rp. 210

Total BOP (Rp.

714.6)

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil perhitungan biaya satuan (unit cost) yang telah dilakukan, melalui tahapan identifikasi aktivitas penunjang (facility activity), perhitungan biaya tidak

Sehingga dari tarif biaya bahan baku total yang dihitung di atas dapat diketahui biaya overhead pabrik per unit dari masing-masing produk utama kerajinan bambu Karti

Rate per aktivitas primer setiap produk pelayanan yang dijumlahkan berdasarkan kategori unit activity digunakan sebagai biaya tidak langsung dalam perhitungan biaya

Berdasarkan hasil perhitungan biaya satuan (unit cost) yang telah dilakukan, melalui tahapan identifikasi aktivitas penunjang (facility activity), perhitungan biaya tidak

produk yang tepat karena adanya penjabaran proses logistik ke dalam aktivitas-aktivitas, dari sinilah dapat diketahui pemacu biaya (cost driver) yang sesuai untuk

ABC HPP unit = biaya total Jumlah unit produksi Puspita, 2014 Membebankan biaya overhead pada produk berdasarkan banyaknya aktivitas yang dikonsumsi oleh masing-masing produk Dian

Sistem Activity Based Costing (ABC) merupakan cara menghitung biaya produksi berdasarkan

KETERBATASAN SISTEM AKUNTANSI BIAYA BERDASARKAN FUNGSI • T arif keseluruhan pabrik dan tarif departemen telah digunakan selama beberapa dekade oleh banyak perusahaan, akan tetapi