• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proses Perancangan Dalam Lansekap di padang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Proses Perancangan Dalam Lansekap di padang"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

PROSES

PERANCANGAN

JOHANA SILIWIRE BRANDON LUMI

(2)
(3)

Dalam garis besar hanya ada dua sistem proses, yakni sistem linier dan sistem putaran.

Sistem Linier

Lebih umum dipergunakan untuk engineering atau desain

dengan sasaran menyelesaikan solusi desain dan

menghasilkan sebuah keputusan untuk dapat diaplikasikan.

(4)

Sistem Putaran

Lebih umum dipergunakan

untuk pendekatan proses

planning (perencanaan) yang

memerlukan evaluasi,

pembangunan berjangka,

pembangunan bertransisi,

(5)

Proses perancangan yang sistematik pada garis besarnya terbagi menjadi dua bagian, yaitu Tahapan Programming dan Tahapan Design. Kedua tahapan tersebut saling berhubungan, berkaitan, dan memengaruhi langkah proses selanjutnya.

(6)

A. TAHAP PENDATAAN

Pada tahap pendataan perlu dipikirkan kelengkapan data fisik bangunan atau perkerasan dari masterplan (misal: denah, tampak, potongan dari bangunan; peta topografi; informasi visual; informasi teknis lainnya.

Hal yang perlu dipelajari dan dieprtanyakan tentang lokasi yang dirancang: 1. Apa dasar pemikiran proyek tersebut?

2. Apa permasalahannya terhadap kegiatan ruang luat atau kaitannya dengan masalah lansekap?

3. Tentukan sasaran dan tujuan rancangan!

4. Tentukan tema yang spesifik, tepat, dan sesuai aktivitas kegiatannya! 5. Bagaimana pendekatan perancangannya?

(7)
(8)

B. TAHAP ANALISIS

Analisis tapak yang dimaksudkan adalah site analysis. Artinya, menganalisis terhadap potensi dan kendala yang mungkin timbul dari rancangan.

Analisis Tapak memerlukan pertimbangan yang sistematis terhadap empat konteks utama, yaitu:

1. Konteks penganalisaan terhadap aktivitas dan fungsi pemakai untuk mendapatkan Program Kebutuhan

2. Konteks penganalisaan terhadap lingkungan alamiah untuk memahami karakteristik tapak

3. Konteks penganalisaan terhadap evaluasi masterplan (analisis lingkungan buatan untuk memahami konsepsi dari masterplan)

(9)

B. TAHAP ANALISIS

1. Analisis Terhadap Aktivitas dan Fungsi

Pemakai untuk Mendapatkan Program Kebutuhan

Karakteristik manusia pemakai dan pengguna merupakan aspek penting yang akan dianalisis untuk menentukan kebutuhan dan aktivitas ruang. Banyaknya jumlah pemakai, jenis kelamin, pekerjaan, dan lainnya merupakan beberapa aspek yang perlu dikaji secara mendalam. Artinya, pola tingkah laku manusia pemakai dan tingkat sosiologis memberikan pertimbangan terhadap aktivitas kegiatan yang diperlukan.

Selanjutnya menentukan kebutuhan ruang

(10)

B. TAHAP ANALISIS

2. Analisis Terhadap Lingkungan Alamiah untuk Memahami Karakteristik Tapak

a. Klimatologi

Analisis terhadap faktor klimatologi meliputi aspek-aspek bagaimana suhu secara regional (makroklimat), suhu di dalam tapak (mikroklimat), sudut/arah sinar matahari, curah hujan, kekuatan angin, frekuensi angin, kelembaban.

b. Vegetasi/Makhluk Hidup Lainnya

Perhatikan dalam penganalisaan faktor ini, yaitu:

• Sifat Ekosistem dan kepekaannya terhadap pembangunannya

(11)

B. TAHAP ANALISIS

(12)

B. TAHAP ANALISIS

c. Topograf

Bentuk muka tanah atau topografi memengaruhi rancangan dalam tiga hal, yakni:

1) Topografi memmengaruhi iklim dan cuaca

2) Topografi memengaruhi bidang muka tanah untuk keperluan

engineering (konstruksi)

(13)

B. TAHAP ANALISIS

(14)

B. TAHAP ANALISIS

d. Tanah

Analisis tanah menjadi penting karena:

sifat ekologis sebagai medium untuk menunjang kehidupan tumbuh-tumbuhan

sistem pemilihan konstruksi

(15)

B. TAHAP ANALISIS

Analisis ini diperlukan mengingan sifat tanah yang penting bagi

kehidupan tumbuh-tumbuhan

adalah drainage, kadar oerganism keasaman (pH), dan tersedianya zat gizi seperti nitrogen. Ini akan

menentukan perkiraan jenus

(16)

B. TAHAP ANALISIS

e. Air

Analisis terhadap unsur adanya air dalam tapak dikarenakan tiga hal, yaitu:

1) Air sangat penting sebaai elemen dasar yag menunjang kehidupan

2) Air permukaan dan air bawah

tanah memengaruhi potensi

pengenmbangan tapak

(17)

B. TAHAP ANALISIS

Sumber air berasal dari hujan ataupun air yang berasal dari bawah tanah itu sendiri. Air ini akan memengaruhi kehidupan tanaman. Artinya, kita harus menganalisis dimana adanya sumber air.

(18)

B. TAHAP ANALISIS

f. Sensori (Visual)

(19)

B. TAHAP ANALISIS

g. Sumber Kebisingan

Dimana terdapat sumber

kebisingan? Berapa besar kekuatan sumber kebisingan tersebut? Apa

yang menyebabkan timbulnya

(20)

B. TAHAP ANALISIS

h. Pemandangan yang Baik dan Pemandangan yang Buruk

(21)

B. TAHAP ANALISIS

3. Evaluasi Masterplan (Analisis Lingkungan Buatan untuk

Memahami Konsepsi dari Masterplan)

Yang dimaksud dari lingkungan binaan adalah semua data dari elemen buatan manusia yang ada di dalam tapak, misalkan bangunan, jalan, drainage, lampu penerangan, dan lain-lain.

(22)

B. TAHAP ANALISIS

Faktor yang perlu dianalisis untuk dipahami dari lingkungan binaan antara lain:

a. Mengetahui batas tapak

b. Mengetahui konsepsi ruang/zoning/tata letak bangunan

c. Mengetahui pola sirkulasi

d. Mengetahui bentuk fisik bangunan

e. Mengetahui pola drainage

(23)

B. TAHAP ANALISIS

4. Analisis terhadap Sosial, Ekonomi, Budaya, dan Lingkungan Tapak Sekitar Termasuk Kebijakan Umum yang Memengaruhi Perkembangan Tapak

(24)

C. TAHAP ANALISIS TAPAK

(

SITE ANALYSIS

)

(25)

D. TAHAP SKEMATIK

(26)

E. TAHAP PERANCANGAN

Tahap ini merupakan tahapan desain atau sintesis, yaitu usulan keputusan pemecahan masalah desain walaupun masih bersifat sementara. Dengan kata lain yaitu pengaplikasian konsep program ke dalam tapak melalui pertimbangan arsitektural, yakni tema, komponen pembentuk ruang, bentuk/gaya/style, fungsi ruang, kesan ruang, nilai ruang, komposisi, skala, warna, bahan material (alami/buatan), sistem konstruksi, estetika, tekstur, dan lainnya.

(27)

F. TAHAP PENGEMBANGAN

RANCANGAN

Tahap ini merupakan tahap keputusan atau tahap final dari pemecahan masalah desain yang nantinya menjadi dasar bagi rancangan detail selanjutnya. Yang terpenting pada tahap ini adalah memberikan visualisasi rancagan secara jelas, teratur, sistematis, dan profesional dalam menggunakan teknik-teknik visualisasi gambar. Dalam tahapan produksi gambar dibagi menjadi dua:

1) Gambar Planning Design

(28)

E. TAHAP PERANCANGAN

2) Gambar Detailed Landscape

Design

(29)

Referensi

Dokumen terkait

Kunci dari mendesain ruang dalam Healthcare for Obese adalah dengan mengerti dan memahami karakter fisik dan psikis user obesitas, sehingga perancang mampu menentukan

Arsitektur lansekap mempunyai wawasan dan berperan aktif dalam berbagai proyek mulai dari yang berskala besar seperti: studi perancangan regional, studi kebijaksanaan ruang

Kegiatan pembelajaran terdiri dari tahap kegiatan pendahuluan, inti dan penutup dengan memasukkan nilli-nilai karakter. agar peserta didik mempratikkan nilai-nilai karakter

Langkah selanjutnya adalah memasukkan data geometri yang diperlukan, yang terdiri dari skema sistem sungai, data cross section , dan data bangunan hidrolika (jembatan,

Selanjutnya, JSMP berpadangan bahwa budaya pengampunan yang demikian, selain menghancurkan tatanan sistem hukum kita, kecenderungan lain dari praktik ini juga menunjukan

Langkah saya dalam mencapai tujuan dari pembelajaran yang sudah direncanakan guru adalah memahami materi sebisa mungkin, mencari sumber materi lain di internet jika kurang

Kemudian adapun Pembelajaran itu sendiri merupakan suatu konsepsi dari dua dimensi kegiatan belajar dan mengajar dimana kegiatan ini harus direncanakan dan diaktualisasikan, serta

Berdasarkan definisi di atas, kita memahami bahwa kognisi adalah bagian dari perkembangan individu, yang mengacu pada kemampuan mental dan aktivitas yang berkaitan dengan proses