• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS KHALAYAK DALAM MEDIA BARU Anali

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ANALISIS KHALAYAK DALAM MEDIA BARU Anali"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS KHALAYAK DALAM MEDIA BARU

(Analisis Kepercayaan Mahasiswa Universitas Surya terhadap Iklan Bukalapak Versi Diskon Magic Ditinjau dari Teori Elaboration Likelihood)

Makalah Riset Media

Oleh:

Mentari Shalsyabil Tridika

(1400410035)

DIGITAL COMMUNICATION STUDY PROGRAM

GREEN ECONOMY AND DIGITAL COMMUNICATION FACULTY SURYA UNIVERSITY

(2)

i KATA PENGANTAR

Puji dan syukur peneliti panjatkan kepada Tuhan yang Maha Kuasa, karena

atas berkat dan rahmat-Nya peneliti dapat menyelesaikan makalah penelitian ini.

Makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas Ujian Akhir Semester (UAS) pada

mata kuliah riset media.

Makalah penelitian ini berisi tentang masalah yang peneliti sudah temukan

jawabannya yaitu mengenai kepercayaan mahasiswa Universitas Surya terhadap

iklan Bukalapak versi Diskon Magic. Makalah ini dapat diselesaikan tentunya

dengan bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu peneliti ingin berterimakasih

kepada Bapak Salim Alatas, S.Sos., M.Si. dan Ibu Helena Rebecca Wulannari

Tangkilisan, S.S., M.Si., selaku dosen mata kuliah Riset Media pada Program Studi

Ilmu Komunikasi di Universitas Surya yang telah memberikan ilmu dan

membimbing dalam proses pembuatan makalah ini. Selain itu, peneliti ingin

berterimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendorong peneliti

dalam penyelesaian makalah ini.

Dengan dibuatnya makalah ini diharapkan dapat memberikan wawasan

kepada pembaca. Peneliti mohon maaf apabila di dalam makalah ini masih terdapat

kesalahan karena kurangnya pengalaman. Kritik dan saran dari pembaca sangat

diharapkan untuk tulisan yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.

Tangerang, Maret 2016

(3)

ii

2. BAB II LANDASAN PEMIKIRAN...7

2.1 Teori Elaborasi...7

2.2 Konsep Kepercayaan... 8

3. METODOLOGI PENELITIAN...10

3.1 Paradigma Penelitian...10

3.2 Metode Penelitian...10

3.3 Teknik Pengumpulan Data...11

3.4 Teknik Analisis Data...11 Diskon Magic Dilihat Dari Rute Sentral...19

4.2.2 Analisis Tingkat Kepercayaan Penonton terhadap Iklan Bukalapak Versi Diskon Magic Dilihat Dari Rute Periferal...21

5. PENUTUP...24

5.1 Simpulan...24

5.2 Saran...24

(4)
(5)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Komunikasi merupakan aspek penting dalam kehidupan manusia yang tidak

bisa dihilangkan eksistensinya. Maka dari itu, komunikasi mengalami

perkembangan yang sangat pesat dalam sejarah peradaban manusia. Salah satu

bagian dari komunikasi yang berkembang sangat pesat yaitu komunikasi massa.

Komunikasi massa adalah komunikasi yang menggunakan media massa. Media

massa dibagi menjadi dua, yaitu media cetak dan media elektronik. Media cetak

terdiri dari koran, majalah, tabloid, dan lain-lain. Sedangkan media elektronik

seperti radio, televisi, film, dan video (Syahputra 2012).

Media massa yang dianggap media lama dikatakan lebih beorientasi kepada

penyebaran informasi dan kurang memerhatikan adanya interaksi kepada khalayak.

Seiring berkembangnya teknologi, hadirlah media baru yang menjadi penyempurna

bagi media lama. Media baru lebih interaktif dan menciptakan pemahaman baru

tentang komunikasi pribadi (Seruni 2013). Melalui media baru, segala bentuk

informasi yang disampaikan tidak memiliki batasan ruang dan waktu.

Denis Mcquaill dalam buku Teori Komunikasi Massa (2011) menjelaskan

mengenai ciri-ciri media baru, yaitu adanya saling keterbutuhan (interkonektivitas),

khalayak individu berperan sebagai penerima dan pengirim pesan, interaktif, berada

(6)

2

(Mcquaill 2011). Media baru meliputi media sosial, website, portal berita, blog, dan

lain-lain.

Kunci hadirnya media baru yaitu didukung oleh adanya jaringan internet.

Internet awal mulanya adalah sebuah proyek bernama ARPANET dan berkembang

dengan sangat cepat. Amperiyanto (2007) menyatakan bahwa berkembangnya

ARPANET yang begitu pesat membuatnya keluar dari lingkungan network militer,

sehingga dengan penambahan subnetwork dari universitas, perusahaan, komunitas

pemakai, maka dikenal dengan sebutan internat (Amperiyanto 2007). Tujuan awal

dibangun proyek tersebut adalah untuk keperluan militer.

Tidak lama kemudian ARPANET ini berkembang pesat diseluruh daerah

Amerika, dan seluruh universitas di negara itu ingin bergabung sehingga

menyebabkan mereka kesulitan dalam mengaturnya. Oleh sebab itu, ARPANET

terpecah menjadi dua bagian, yaitu MILNET untuk keperluan militer dan

ARPANET untuk keperluan nonmiliter. Kedua jaringan ini kemudian digabung

dengan nama DARPA Internet atau lebih dikenal dengan nama Internet saja (Lubis

2010). Dilihat dari perkembangannya, internet banyak menarik minat masyarakat

dari berbagai kalangan dan sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat.

Internet terus berkembang dengan cepat dengan fungsi yang beragam.

Dengan adanya jaringan internet, masyarakat dapat mengakses segala informasi

dari berbagai penjuru tanpa batasan ruang dan waktu. Internet meliputi tulisan, foto,

audio, serta gambar bergerak atau video. Salah satu website pada internet yang

paling sering dikunjungi oleh masyakat yaitu Youtube. Youtube merupakan salah

(7)

3

ini setiap harinya untuk bertukar informasi melalui video. Dapat dikatakan bahwa

situs youtube merupakan situs video sharing terbesar di jagad dunia maya. Terdapat

kurang lebih 45.000 jumlah hits halaman yang diterima oleh Youtube setiap

harinya. Rata-rata waktu yang dihabiskan oleh satu pengunjung Youtube untuk

menonton video di Youtube yaitu 15 menit (Siswa 2015).

Youtube merupakan produk kemajuan zaman yang tidak memandang kasta.

Siapa saja bisa berbagi informasi melalui video dan tentunya tanpa menyinggung

SARA. Youtube adalah layanan berbagi video secara gratis atau tidak dipungut

biaya apapun. Situs ini pertama kali diciptakan oleh bekas karyawan PayPal Chad

Hurley, Steve Chen, dan Jawed Karim pada tahun 2005 (Siswa 2015). Teknologi

adobe video flash menjadi sistem beroperasinya Youtube. Dalam menghindari hal

yang tidak diinginkan, Youtube menetapkan untuk mengadakan minimal usia

pengguna Youtube, yaitu 18 tahun.

Situs Youtube tidak membiarkan adanya video yang bersifat offensive

dalam situsnya. Biasanya bila terlanjur terunggah, maka Youtube akan otomatis

memblokir video tersebut. Pengguna Youtube dapat mengunggah video ke situs

tersebut dalam jumlah tidak terbatas. Banyak jenis video yang bisa ditemukan di

Youtube, seperti film, musik video, tutorial, iklan, bahkan video yang diciptakan

oleh pengguna itu dengan tujuan menjadikan youtube buku harian dalam bentuk

video (AnneAhira.com 2011).

Salah satu jenis video yang paling sering dijumpai dalam situs ini yaitu

iklan. Selain berdiri sendiri sebagai video, iklan dapat hadir sebagai ads yang

(8)

4

karena video tersebut memiliki jumlah viewer yang banyak sehingga mendapat

iklan. Menurut Kasali, iklan merupakan sebuah pesan yang menawarkan suatu

produk yang ditujukan kepada masyarakat melalui sebuah media (Kasali 2007).

Sedangkan menurut Kotler dan Keller iklan adalah presentasi nonpribadi dan

promosi gagasan, barang, atau jasa oleh sponsor tertentu yang harus dibayar (Kotler

2007). Tujuan iklan ialah sebagai alat bagi komunikasi dan koordinasi, memberikan

kriteria dalam pengambilan keputusan, dan sebagai alat evaluasi (Baihaqie 2010).

Iklan di youtube yang kini sering muncul sebelum sebuah video terputar

salah satunya ialah iklan Bukalapak versi Diskon Magic. Bukalapak merupakan

situs belanja online yang didirikan pada awal tahun 2010 (StartupBisnis 2012).

Iklan Bukalapak versi diskon magic menghadirkan seorang pesulap pada awal

iklan. Penonton dibuat menunggu oleh pesulap itu untuk melihat aksi sulapnya yang

tak kunjung berhasil. Setelah itu, tiba-tiba kamera bergeser ke arah kanan dan ada

CEO Bukalapak yang menyela bahwa menonton magic gagal hanya membuang

waktu kemudian menawarkan diskon magic di Bukalapak sebesar 10%. Diskon

tersebut berlaku untuk semua barang tanpa terkecuali.

Melihat hal tersebut, peneliti ingin mengetahui bagaimana kepercayaan

khalayak terhadap Bukalapak setelah melihat iklan tersebut. Peneliti menggunakan

sumber penelitian dari mahasiswa Universitas Surya. Jumlah sampel yang diambil

yaitu sebanyak 45 orang. Alasan pemilihan sumber tersebut ialah karena mahasiswa

merupakan bagian dari masyarakat yang sangat dekat dengan persoalan akses

informasi dan jaringan internet (Pratiwi 2013). Berbelanja online adalah bentuk

perubahan yang disajikan oleh internet untuk memudahkan masyarakat dalam hal

(9)

5

Peneliti ingin menganalisis kepercayaan penonton yang dilihat dari dua rute

elaborasi, yaitu rute sentral dan rute periferal. Pada rute sentral, penonton akan

melibatkan elaborasi dalam penerimaan pesan atau melakukan penimbangan kritis.

Sedangkan pada rute periferal, penonton tidak melibatkan elaborasi dalam

penerimaan pesan. Kepercayaan penonton untuk berbelanja di Bukalapak dapat

didasari oleh tiga hal, yaitu model dalam iklan, konsep iklan, atau pesan dalam iklan

itu sendiri. Oleh karena itu, peneliti ingin meneliti kepercayaan penonton terhadap

iklan Bukalapak versi Diskon Magic ditinjau dari teori elaborasi likelihood.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang permasalahan yang ada, peneliti memiliki dua

pertanyaan yang menjadi rumusan masalah secara khusus, yang pertama yaitu

bagaimana tingkat kepercayaan penonton terhadap iklan Bukalapak versi Diskon

Magic ditinjau dari rute sentral. Yang kedua yaitu bagaimana tingkat kepercayaan

penonton terhadap iklan Bukalapak versi Diskon Magic ditinjau dari rute periferal.

1.3 Hipotesis Penelitian

Hipotesis dalam penelitian ini adalah responden melakukan elaborasi

terhadap pesan yang diterima. Responden mempertimbangkan pesan yang diterima

(10)

6 1.4 Tujuan Penelitian

1.4.1 Tujuan Akademis

Secara akademis, tujuan dari penelitian ini adalah mendeskiripsikan dan

menjelaskan tingkat kepercayaan mahasiswa Universitas Surya terhadap situs

belanja online Bukalapak setelah melihat iklan Bukalapak versi Diskon Magic guna

memenuhi tugas Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Riset Media.

1.4.2 Tujuan Praktis

Secara Praktis, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan

tingkat kepercayaan mahasiswa Universitas Surya terhadap terhadap situs belanja

online Bukalapak setelah melihat iklan Bukalapak versi Diskon Magic ditinjau dari

(11)

7 BAB II

LANDASAN PEMIKIRAN

2.1 Teori Elaboration Likelihood

Dalam makalah ini, peneliti menggunakan teori Elaboration Likelihood Model of

Persuasion yang menjadi landasan dalam menganalisis. Teori ini pertama kali

dikemukakan oleh Richard Petty dan John Cacioppo pada tahun 1986. Teori ini

mengatakan bahwa setiap orang akan memproses pesan yang diterima dengan cara

yang berbeda-beda. Seseorang akan terbujuk atau tidak oleh pesan karena seseorang

itu akan menimbang-nimbang pesan tersebut secara kritis (Nastiti 2010). Terdapat

dua rute menuju perubahan sikap, yaitu:

1. Rute Sentral

Pada rute sentral, seseorang akan melibatkan elaborasi pada pesan. Menurut

etimologis, elaborasi berasal dari kata dalam bahasa Inggris, yaitu elaborate yang

berarti bekerja dengan hati-hati dan detail. Individu akan membandingkan pesan

yang didapat dengan pengalaman dan pengetahuan yang sudah dimiliki

sebelumnya. Individu akan menyaring, mencari tahu, dan menelaah pesan yang

didapat. Dalam elaborasi pesan, dibutuhkan usaha kognitif (pemikiran). Tujuan dari

usaha kognitif ini adalah untuk menentukan apakah pesan yang didapatkan oleh

individu pantas untuk didapatkan (Nastiti 2010).

(12)

8

Rute periferal tidak melibatkan elaborasi pada pesan. Individu tidak

melakukan pertimbangan kritis saat menerima pesan. Individu menggunakan unsur

lain untuk menerima pesan yang bukan merupakan pesan itu sendiri, seperti

komunikator atau dominasi orang setuju. Jadi, isi pesan tidak terlalu diperhatikan

oleh seorang individu dalam menerima pesan (Nastiti 2010).

2.2 Konsep Kepercayaan

Selain teori elaborasi, peneliti juga menggunakan konsep kepercayaan

untuk menganalisis kepercayaan penonton terhadap iklan Bukalapak versi Diskon

Magic dilihat dari teori elaboration likelihood.

Menurut Ba dan Pavlou, kepercayaan adalah penilaian hubungan seseorang

dengan orang lain yang akan melakukan transaksi tertentu sesuai dengan harapan

dalam lingkungan yang penuh dengan ketidakpasitan (Armayanti 2012).

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepercayaan:

McKnight et al (2002) menyatakan bahwa terdapat 2 faktor yang dapat

mempengaruhi kepercayaan seseorang, yaitu:

1. Perceived web vendor reputation

Reputasi ialah sebuah atribut yang diberikan oleh suatu perusahaan

kepada konsumen melalui orang atau sumber lain selain perusahaan itu

sendiri. Kepercayaan seorang konsumen yang belum pernah berinteraksi

dengan penjual sangat dipengaruhi oleh reputasi. Informasi bersifat positif

(13)

9

mengurangi kekhawatiran akan segala kemungkinan resiko yang bisa

didapat ketika berbelanja di sebuah toko online (Armayanti 2012).

2. Perceived web site quality

Perceived web site quality ialah persepsi mengenai kualitas situs

toko online. Tampilan situs akan memberikan kesan pertama yang terbentuk

kepada calon pembeli. Tampilan website akan memengaruhi rasa nyaman

konsumen, dengan begitu, konsumen akan lebih percaya dan merasa

nyaman untuk berbelanja. Menurut Wing Field (2003), menampilkan situs

dengan cara yang profesional menunjukkan bahwa toko online tersebut

(14)

10 BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Paradigma Penelitian

Paradigma penelitian adalah cara pandang peneliti terhadap suatu realitas

dan juga membantu peneliti dalam menjawab masalah penelitian (Erlina & Mulyani

2007). Terdapat empat paradigma penelitian positivist, post-positivist,

constructivist, dan critical theory.

Paradigma yang dipakai peneliti dalam penelitian ini adalah paradigma

positivisme, yaitu pemikiran yang berdasarkan realitas sesungguhnya, tidak

mengada-ada, dan berdasarkan kejadian sesungguhnya di kehidupan nyata. Maka

dari itu, peneliti menggunakan paradigma psitivisme untuk meneliti mengenai

kepercayaan khalayak terhadap iklan Bukalapak versi Diskon Magic. Peneliti akan

melakukan pengumpulan data dan data yang didapat akan dituliskan berdasarkan

realitas sesungguhnya, tidak mengada-ada, dan berdasarkan di kehidupan nyata.

3.2 Metode Penelitian

Peneliti memakai metode penelitian deskriptif kuantitatif. Metode

penelitian deskriptif kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang

berlandaskan pada paradigma positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi

atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara

(15)

11

bersifat kuantitatif atau statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah

ditetapkan (Effendi 2012).

Peneliti akan meneliti sebuah populasi tertentu, yaitu mahasiswa

Universitas Surya yang akan diambil beberapa sampel. Sampel akan diambil

dengan cara simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen

penelitian berupa kuesioner, dan analisis data akan dilakukan secara kuantitatif.

Maka dari itu peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif.

3.3 Teknik Pengumpulan Data

Data didapat dengan cara survei dengan melakukan kuesioner online

kepada Mahasiswa Surya University. Kuesioner yang dipakai adalah kuesioner

tertutup yang berarti semua alternatif jawaban responden sudah disediakan oleh

peneliti. Responden tinggal memilih alternatif jawaban yang dianggapnya sesuai.

Populasi yang diteliti adalah seluruh mahasiswa Universitas Surya, dari populasi

tersebut diambil sampel yang terdiri dari 45 responden yang dipilih menggunakan

simple random sampling dipilih secara acak.

3.4 Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan peneliti adalah teknik analisis

deskriptif. Teknik analisis deskriptif merupakan tekhnik analisis yang dipakai untuk

menganalisis data dengan mendeskripsikan atau menggambarkan data-data yang

sudah dikumpulkan seadanya tanpa ada maksud membuat generalisasi dari hasil

penelitian. Yang termasuk dalam teknik analisis data statistik deskriptif diantaranya

seperti penyajian data kedalam bentuk grafik, tabel, presentase, frekwensi, diagram,

(16)

12 3.5 Instrumen Penelitian

Peneliti menggunakan kuesioner sebagai instrument penelitian. Kuesioner

adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi

dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atu hal-hal yang ia ketahui.

Berikut adalah daftar pertanyaan dalam kuesioner penelitian.

1. Apakah Anda pernah berbelanja di Bukalapak sebelumnya?

a. Ya

b. Tidak

2. Bagaimana pengalaman Anda bersama Bukalapak?

a. Sangat Tidak Baik

b. Tidak Baik

c. Baik

d. Sangat Baik

3. Bagaimana reputasi Bukalapak menurut kabar yang Anda dengar?

a. Sangat Tidak Baik

b. Tidak Baik

c. Baik

d. Sangat Baik

4. Apakah Anda pernah melihat iklan Bukalapak versi Diskon Magic?

a. Pernah

b. Tidak Pernah

5. Apakah setelah melihat iklan tersebut, Anda membuka website Bukalapak?

a. Ya

(17)

13

6 Apakah Anda tertarik dengan diskon yang ditawarkan? (diskon 10% all item)

a. Ya

b. Tidak

7. Apakah setelah itu Anda membeli barang di Bukalapak?

a. Ya

b. Tidak

8. Menurut Anda, apakah iklan tersebut mempengaruhi minat Anda untuk

berbelanja?

a. Ya

b. Tidak

9. Apa unsur dari iklan tersebut yang membuat Anda tertarik untuk berbelanja

di Bukalapak dengan diskon 10%?

a. Artis

b. Konsep Iklan

(18)

14 BAB IV

PEMBAHASAN

4.1 Hasil Kuesioner

Kuesioner disebarkan kepada 45 orang responden. Populasi responden ialah

mahasiswa Universitas Surya dan sampel yang diambil adalah 40 mahasiswa

Universtias Surya. Pemilihan sampel dilakukan dengan cara simple random

sampling. Penyebaran kuesioner dilakukan secara online. Kuesioner yang

disebarkan ialah kuesioner dengan pertanyaan tertutup, yaitu pilihan jawaban pada

kuesioner sudah disediakan oleh peneliti sehingga responden hanya memilih salah

satu jawaban yang dianggap paling sesuai. Setelah kuesioner disebarkan, maka

didapatlah data sebagai berikut.

1. Apakah Anda pernah berbelanja di Bukalapak sebelumnya?

Sebanyak 42% responden pernah melakukan transaksi sebagai konsumen,

yaitu berbelanja di Bukalapak. Sedangkan, 58% lainnya mengatakan tidak pernah

berbelanja di Bukalapak.

Ya 42% Tidak

58%

Diagram 1

(19)

15

2. Bagaimana pengalaman Anda bersama Bukalapak?

Dari 19 orang responden yang pernah berbelanja di Bukalapak, 21% di

antaranya memiliki pengalaman tidak baik saat melakukan transaksi di Bukalapak.

Sebanyak 53% responden yang pernah berbelanja di Bukalapak mengatakan bahwa

mereka memiliki pengalaman baik saat berbelanja di Bukalapak. Sedangkan,

sebanyak 26% lainnya mengatakan bahwa mereka memiliki pengalaman yang

sangat baik saat berbelanja di Bukalapak.

3. Bagaimana reputasi Bukalapak menurut kabar yang Anda dengar?

Sebanyak 7% responden mengatakan bahwa mereka mendengar kabar dari

orang lain bahwa reputasi Bukalapak sangat tidak baik. Sebanyak 60% responden Tidak Baik

Sangat Tidak Baik Tidak Baik Baik Sangat Baik

Sangat Tidak

(20)

16

mengatakan bahwa reputasi Bukalapak menurut yang mereka dengar ialah baik.

Sedangkan, sebanyak 33% responden mengatakan bahwa reputasi Bukalapak

adalah sangat baik menurut kabar yang mereka dengar dari orang lain.

4. Apakah Anda pernah melihat iklan Bukalapak versi Diskon Magic

Sebanyak 60% responden mengatakan pernah menyaksikan iklan

Bukalapak versi Diskon Magic. Sedangkan, 40% lainnya tidak pernah menyaksikan

iklan tersebut.

5. Apakah setelah melihat iklan tersebut, Anda membuka website Bukalapak?

Sebanyak 22% responden mengatakan iya bahwa mereka membuka situs

Bukalapak setelah menyaksikan iklan Bukalapak versi Diskon Magic. Kemudian Ya

60% Tidak

40%

Diagram 4

Ya Tidak

Ya; 22%

Tidak; 78%

Diagram 5

(21)

17

jumlah sisanya yaitu sebanyak 78% responden mengatakan tidak membuka situs

Bukalapak setelah melihat iklan tersebut.

6. Apakah Anda tertarik dengan diskon yang ditawarkan? (diskon 10% all item)

Sebanyak 22% responden mengatakan bahwa mereka tertarik dengan

diskon yang ditawarkan oleh Bukalapak di dalam iklan Bukalapak versi Diskon

Magic, yaitu potongan harga sebesar 10% yang berlaku untuk semua barang.

Sedangkan, sebanyak 78% mengatakan tidak tertarik dengan penawaran tersebut.

7. Apakah setelah itu Anda membeli barang di Bukalapak?

Sebanyak 7% responden membeli barang di Bukalapak setelah melihat

iklan Bukalapak versi Diskon Magic dan tertarik dengan penawaran yang diberikan.

Namun, 93% sisanya tidak membeli barang setelah itu. Ya 22%

Tidak 78%

Diagram 6

Ya Tidak

Ya; 7%

Tidak; 93%

Diagram 7

(22)

18

8. Menurut Anda, apakah iklan tersebut mempengaruhi minat Anda untuk

berbelanja?

Sebanyak 27% responden mengatakan bahwa iklan Bukalapak versi

Diskon Magic memengaruhi minat mereka untuk berbelanja di Bukalapak.

Sedangkan 73% lainnya berkata tidak.

9. Apa unsur dari iklan tersebut yang membuat Anda tertarik untuk berbelanja di

Bukalapak dengan diskon 10%?

Sebanyak 16% responden mengatakan bahwa yang menarik mereka untuk

berbelanja di Bukalapak dengan diskon 10% ialah artis yang terdapat dalam iklan

Bukalapak versi Diskon Magic. Sebanyak 27% responden mengatakan bahwa

konsep iklan yang membuat mereka tertarik untuk berbelanja di Bukalapak. Ya

(23)

19

Sedangkan, 58% sisanya mengatakan bahwa diskon 10% itulah yang membuat

mereka tertarik untuk berbelanja di Bukalapak.

4.2 Analisis

4.2.1 Analisis Tingkat Kepercayaan Penonton terhadap Iklan Bukalapak Versi Diskon Magic Dilihat Dari Rute Sentral

Dari data yang sudah dikumpulkan melalui kuesioner, didapatkan sebanyak

19 orang dari 45 responden atau 42% responden menyatakan pernah berbelanja di

Bukalapak. Dengan pernah melakukan transaksi di Bukalapak, maka responden

telah memiliki pengalaman dengan Bukalapak. Pengalaman yang dialami para

responden berbeda-beda. Sebanyak 4 orang responden memiliki pengalaman tidak

baik saat berbelanja di Bukalapak, sedangkan sebanyak 10 orang responden

mengatakan bahwa mereka memiliki pengalaman baik saat berbelanja di

Bukalapak, dan sebanyak 5 orang responden memiliki pengalaman yang sangat

baik saat berbelanja di Bukalapak.

Dari 45 orang responden, sebanyak 10 orang responden atau 22% dari

seluruh total responden mengatakan bahwa mereka membuka situs toko online

Bukalapak setelah menyaksikan iklan Bukalapak versi Diskon Magic. Sedangkan,

sebanyak 35 orang responden atau 78% dari seluruh total responden mengatakan

bahwa mereka tidak membuka situs toko online Bukalapak setelah menyaksikan

iklan Bukalapak versi Diskon Magic. Bila dilihat dari jawaban para responden,

maka 22% responden merasa tertarik dengan diskon yang ditawarkan oleh

Bukalapak melalui iklan Bukalapak versi Diskon Magic. Sedangkan, 78% lainnya

merasa tidak tertarik dan menggunakan rute sentral saat menerima pesan yang

(24)

20

responden melakukan usaha kognitif atau pemikiran saat menerima pesan dari iklan

tersebut. Usaha kognitif yang disebutkan berarti 78% responden

mempertimbangkan apakah pesan yang didapatkan melalui iklan tersebut pantas

untuk diterima atau tidak. Dengan kata lain, 78% responden tidak begitu saja

menerima pesan yang didapat, tetapi melakukan elaborasi pada pesan yang didapat

sehingga mereka mampu menolak pesan tersebut.

Sebanyak 10 orang atau 22% responden dari total seluruh responden

mengatakan tertarik dengan diskon yang ditawarkan melalui iklan Bukalapak versi

Diskon Magic. Sedangkan, 35 orang lainnya mengatakan tidak tertarik. Pesan yang

disampaikan melalui iklan tidak diterima dengan begitu saja. Namun, dilakukan

pertimbangan berupa pengalaman, informasi yang didapat, atau kabar mengenai

reputasi Bukalapak. Sebanyak 3 orang responden atau 7% dari seluruh total

responden mengatakan bahwa mereka membeli sebuah barang di Bukalapak setelah

melihat iklan Bukalapak versi Diskon Magic. Sedangkan, 93% lainnya tidak

membeli. Angka tersebut menunjukkan bahwa dominan responden melakukan

pertimbangan kritis terhadap pesan yang disampaikan melalui iklan Bukalapak

versi Diskon Magic. Meskipun pengalaman sangat baik sudah banyak didapat,

namun diskon sebesar 10% belum terlalu menarik bagi mereka untuk melakukan

transaksi kembali di Bukalapak.

Sebanyak 12 orang responden atau 27% dari total seluruh responden

mengatakan bahwa iklan Bukalapak versi Diskon Magic memengaruhi minat beli

mereka di Bukalapak. Sedangkan, 78% lainnya tidak. Dominan responden tidak

mudah percaya dengan pesan yang disampaikan dalam iklan. Ketidakpastian dalam

(25)

21

berbelanja di Bukalapak. Walaupun reputasi Bukalapak menurut dominan

responden adalah baik, namun pengalaman pribadi lebih dipercaya untuk menjadi

jembatan pengambilan keputusan dalam berbelanja secara online atau secara tidak

tatap muka.

Dari total 45 orang responden, 7 orang di antaranya atau 15% dari seluruh

total responden mengatakan bahwa artis yang memengaruhi mereka untuk

berbelanja di Bukalapak. Sebanyak 12 orang lainnya mengatakan bahwa konsep

iklan yang memengaruhi mereka. Namun, dominan responden yaitu sebanyak 26

orang atau 58% dari seluruh total responden mengatakan bahwa diskon itu

sendirilah yang memengaruhi mereka untuk berbelanja di Bukalapak. Angka

tersebut menunjukkan bahwa dominan responden mengabaikan variabel artis dan

cara penyampaian pesan, melainkan memberi perhatian kepada isi pesan itu sendiri

untuk menentukan apakah pesan yang disampaikan layak untuk diterima atau tidak.

4.2.2 Analisis Tingkat Kepercayaan Penonton terhadap Iklan Bukalapak Versi Diskon Magic Dilihat Dari Rute Periferal

Dari 45 orang responden, sebanyak 10 orang responden atau 22% dari

seluruh total responden mengatakan bahwa mereka membuka situs toko online

Bukalapak setelah menyaksikan iklan Bukalapak versi Diskon Magic. Sedangkan,

sebanyak 35 orang responden atau 78% dari seluruh total responden mengatakan

bahwa mereka tidak membuka situs toko online Bukalapak setelah menyaksikan

iklan Bukalapak versi Diskon Magic. Bila dilihat dari jawaban para responden,

maka 22% responden merasa tertarik dengan diskon yang ditawarkan oleh

Bukalapak melalui iklan Bukalapak versi Diskon Magic. Sedangkan, 78% lainnya

(26)

22

menerima pesan yang disampaikan dalam iklan Bukalapak versi Diskon Magic.

Penggunaan rute periferal berarti tidak ada usaha kognitif yang dilakukan oleh

penerima pesan. Penerima pesan menerima pesan yang disampaikan tanpa

melibatkan elaborasi, hal ini berarti bahwa 22% responden tidak melibatkan

elaborasi saat menerima pesan dari iklan Bukalapak versi Diskon Magic. Tidak ada

pertimbangan kritis dalam penerimaan pesan. Penerima pesan menerima pesan

yang disampaikan dengan begitu saja dan tidak ada usaha untuk menolak pesan

tersebut.

Sebanyak 10 orang atau 22% responden dari total seluruh responden

mengatakan tertarik dengan diskon yang ditawarkan melalui iklan Bukalapak versi

Diskon Magic. Sedangkan, 35 orang lainnya mengatakan tidak tertarik. Sejumlah

10 orang responden menerima informasi yang disampaikan oleh iklan Bukalapak

versi Diskon Magic tanpa mempertimbangkan secara kritis. Pesan yang didapat

secara cepat diterima begitu saja. Reputasi Bukalapak yang baik juga membuat 10

orang responden ini percaya dengan mudah kepada Bukalapak. Sebanyak 3 orang

responden atau 7% dari seluruh total responden mengatakan bahwa mereka

membeli sebuah barang di Bukalapak setelah melihat iklan Bukalapak versi Diskon

Magic. Sedangkan, 93% lainnya tidak membeli. Angka tersebut menunjukkan

bahwa 3 orang responden melakukan menerima pesan yang disampaikan dalam

iklan. Tanpa pemikiran kritis, 3 orang responden melakukan transaksi di Bukalapak

tanpa mempertimbangkan lebih matang lagi. Diskon sebesarr 10% yang berlaku

untuk semua barang telah menarik bagi mereka.

Sebanyak 12 orang responden atau 27% dari total seluruh responden

(27)

23

mereka di Bukalapak. Sedangkan, 78% lainnya tidak. Meskipun berada dalam

ketidakpastian, sebanyak 27% responden merasa terpengaruhi oleh iklan

Bukalapak versi Diskon Magic untuk berbelanja di Bukalapak. Reputasi Bukalapak

yang cukup baik menjadi salah satu faktor yang membentuk pandangan mereka

terhadap situs belanja online ini. Kepercayaan mereka terhadap Bukalapak dapat

terbentuk dengan baik dan ditambah dengan iklan yang menawarkan diskon sebesar

10% yang berlaku untuk semua barang. Meskipun tak ada pengalaman berbelanja

di Bukalapak, sebagian dari 27% responden merasa terpengaruhi oleh iklan

Bukalapak versi Diskon Magic.

Dari total 45 orang responden, 7 orang di antaranya atau 15% dari seluruh

total responden mengatakan bahwa artis yang memengaruhi mereka untuk

berbelanja di Bukalapak. Sebanyak 12 orang lainnya mengatakan bahwa konsep

iklan yang memengaruhi mereka. Namun, dominan responden yaitu sebanyak 26

orang atau 58% dari seluruh total responden mengatakan bahwa diskon itu

sendirilah yang memengaruhi mereka untuk berbelanja di Bukalapak. Angka

tersebut menunjukkan bahwa 15% responden menerima pesan yang disampaikan

dalam iklan Bukalapak versi Diskon Magic melalui rute periferal. Responden

menerima pesan karena artis dalam iklan tersebut yang berperan sebagai

komunikator terpecaya dan membuat mereka lebih mudah percaya kepada iklan

tersebut. Selain itu, konsep iklan yang menghadirkan atraksi sulap gagal juga

membuat 12 orang responden merasa terpengaruhi oleh iklan tersebut. Artis dan

konsep iklan membuat sebesar 85% dari seluruh total responden percaya terhadap

(28)

24 BAB V

PENUTUP

5.1 Simpulan

Dari analisis yang dilakukan peneliti, maka dapat disimpulkan bahwa

sebagian besar mahasiswa memiliki pikiran yang sangat kritis. Mahasiswa mampu

mempertimbangkan apakah sebuah informasi layak diterima atau tidak. Penolakan

informasi juga dilakukan secara sering. Hal-hal tersebut di atas dapat dilihat dari

data yang didapatkan oleh peneliti melalui kuesioner online yang disebarkan

kepada 45 orang mahasiswa Universitas Surya.

Saat setelah menerima pesan dari iklan Bukalapak versi Diskon Magic,

sebagian besar mahasiswa tidak langsung memeriksa situs toko online tersebut.

Sebagian besar dari mahasiswa juga mengatakan tidak tertarik dengan diskon yang

ditawarkan di dalam iklan. Selain itu, hampir seluruh mahasiswa tidak melakukan

pembelian setelah melihat iklan Bukalapak versi Diskon Magic.

Kemudian, hampir seluruh mahasiswa merasa tidak terpengaruh dengan

adanya iklan yang menawarkan diskon 10% yang berlaku untuk semua barang itu.

Penerimaan pesan dilakukan lewat rute sentral, yaitu terlibatnya elaborasi pada saat

penerimaan pesan. Mahasiswa mempertimbangkan secara kritis mengenai pesan

yang mereka terima.

5.2 Saran

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, peneliti memberikan kepada pihak

(29)

25

berikan yaitu agar pemilihan konsep iklan lebih tertuju pada isi pesan yang

sesungguhnya. Konsep iklan disarankan agar lebih terkoneksi dengan isi pesan

yang ingin disampaikan oleh penyampai pesan. Selain itu, peneliti juga ingin

memberikan saran kepada masyarakat. Saran yang peneliti berikan ialah agar

masyarakat mampu mempertimbangkan sebuah pesan yang disampaikan dengan

lebih kritis. Dalam penerimaan pesan, lakukanlah dengan rute sentral.

Pertimbangkan pesan dengan informasi yang sudah dimiliki dan juga pengalaman

sebelumnya.

(30)

26 DAFTAR PUSTAKA

Amperiyanto, Tri. P3K Virus Komputer . Jakarta: Elex Media Komputindo, 2007.

AnneAhira.com. AnneAhira. 2011. http://www.anneahira.com/you-tube.htm (diakses Februari 11, 2016).

Armayanti, N. USU. 2012.

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/31537/4/Chapter%20II.pd f (diakses Maret 09, 2016).

Baihaqie, W Al. “Pengertian Periklanan.” 2010.

Effendi, Sofian. Metode Penelitian Survey. Jakarta: LP3ES, 2012.

Erlina & Mulyani, Sri. Metodologi Penelitian Bisnis : Untuk Akuntansi dan.

Medan: Cetakan Pertama USU Press, 2007.

Kasali, Rhenald. Membidik Pasar Indonesia Segmentasi Targetting Positioning.

Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama , 2007.

Kotler, Philip. Manajemen Pemasaran (Edisi Keduabelas). Jakarta: Indeks, 2007.

Lubis, NR. “Pengertian dan Sejarah Perkembangan Internet.” 2010.

Mcquaill, Dennis. Teori Komunikasi Massa. Jakarta: Salemba Humanika, 2011.

Nastiti, Aulia. Elaboration Likelihood Model of Persuasion. 2010.

http://www.scribd.com/doc/67246841/Elaboration-Likelihood-Model-of-Persuasion#scribd (diakses June 28, 2015).

Pratiwi, Haning Dwi. “Online Shop sebagai Cara Berbelanja di Kalangan Mahasiswa Unnes.” 2013.

Salim, Agus. Teori dan Paradigma Penelitian Sosial: Buku Sumber untuk Penelitian Kualitatif. Tiara, 2001.

Seruni, Laras Sekar. “Ringkasan Teori Komunikasi Massa Perbandingan Media

Baru dan Media Lama.” Media Lama dan Media Baru, 2013.

Siswa, Muhammad. “Penggunaan Youtube sebagai Electronic Public Relation untuk Meningkatkan Citra Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.” 2015.

StartupBisnis. StartupBisnis. 23 Februari 2012.

http://startupbisnis.com/bagaimana-bukalapak-com-didirikan/ (diakses Februari 11, 2016).

Strauss, Anselm. Dasar-dasar penelitian kualitatif : tatalangkah dan teknik-teknik teoritisasi data / Anselm Strauss & Juliet Corbin ; penerjemah

(31)

27

Syahputra, D. “Pengertian Komunikasi Massa.” USU. 2012.

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/32702/3/Chapter%20II.pd f (diakses 10 06, 2015).

UII. “Paradigma Penelitian.” UII. 23 04 2013.

Referensi

Dokumen terkait

Demikian hasil evaluasi kinerja SIM triwulan 3 tahun 2014 dapat kami paparkan, diharapkan hasil evaluasi ini menjadi perhatian utama para pelaku SIM yang berada

Jenis senyawa metil ester yang diperoleh tersebut sesuai dengan jenis trigliserida yang terdapat pada minyak jelantah yang digunakan untuk reaksi transesterifikasi ini,

Salah satu faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri remaja adalah perilaku orang tua kepada remaja, jika orang tua over protective , terlalu melindungi, selalu

Hasil observasi terhadap peneliti dapat dikategorikan berhasil dalam menerapkan metode pembelajaran tersebut, ini bisa dilihat dalam lembar observasi, rata-rata

Temuan dan analisis data penelitian memiliki karakteristik bahan ajar yang dikembangkan melalui MER yaitu: bahan ajar dikembangkan sesuai dengan aspek kompetensi

Mengembalikan posisi fraktur dan melakukan reduksi  pada  pada fraktur fraktur tibia tibia secara secara tertutup dilanjutkan dengan pemasangan gips9. tertutup

Produksi MTHF pada prarencana pabrik ini tidak mampu untuk memenuhi jumlah import bensin di Indonesia karena adanya keterbatasan bahan baku levulinic acid yang

Pratama (2011) Yuristisia (2009) Pengaruh Sistem Akuntansi, Desentalisasi dan Ketidakpastian Lingkungan Terhadap Kinerja Manajerial Pada Bank Syariah di Manado