OLEH :
NAMA
: ELSA DE BALQIS
NIM
: 7122220016
JURUSAN
: AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
PERSETUJUAN LAPORAN KULIAH KERJA USAHA
Laporan kuliah kerja usaha (KKU) yang diajukan oleh Elsa De Balqis, NIM : 7122220016, Jurusan Akuntansi telah diperiksa dan disetujui untuk digandakan.
Medan, September 2015
Menyetujui
Koordinator KKU Pembimbing KKU
Dr. Nasirwan, S.E, M.si, Ak, CA Drs. Jumiadi AW, Ak, M.Si
NIP. 196807122001121002 NIP. 196303201992031002
Mengetahui
Wakil Dekan 1 Ketua Jurusan Akuntansi
Drs. Thamrin, M.Si Muhammad Ishak, S.E, M.si, Ak NIP. 196407191993031003 NIP. 19670706200012001
Kuliah Kerja Usaha (KKU) sekaligus menyusun laporan tepat pada waktu yang telah di tentukan. Laporan Kuliah Kerja Usaha (KKU) yang telah saya susun ini dibuat dalam rangka memenuhi kewajiban saya selaku mahasiswi Jurusan Akuntansi yang terdaftar pada Universitas Negeri Medan. Serta sebagai salah satu bukti bahwa penulis telah menyelesaikan Kuliah Kerja Usaha (KKU) selama 15 hari kerja, yakni dari 08 – 26 Juni 2015. Laporan Kuliah Kerja Usaha (KKU) ini disusun berdasarkan data – data yang di peroleh selama penulis melaksanakan Kuliah Kerja Usaha (KKU) di Kantor Bank Indonesia Medan.
Saya menyadari sepenuhnya bahwa terwujudnya laporan ini berkat adanya kerjasama serta adanya bantuan dari berbagai pihak. Oleh sebab itu pada kesempatan itu pada kesempatan ini penyusun menyusun mengucapkan terimakasih kepada :
1. Bapak Drs. Kustoro Budiarta, M.E. selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan.
2. Bapak Drs. Thamrin, M.Si. selaku Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan.
3. Bapak M. Ishak, SE, M.Si, Ak selaku Ketua Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan.
4. Bapak Dr. Nasirwan, S.E, M.si, Ak, CA selaku koordinator KKU.
5. Bapak Drs. Jumiadi AW, Ak, M.Si selaku Dosen Pembimbing KKU penulis yang telah memberikan saran, arahan, dan motivasi dalam penyusunan laporan ini.
6. Bapak Drs. La Ane, M.Si selaku Dosen Pembimbing Akademik penulis yang selalu memberikan nasehat dan motivasi selama perkuliahan.
7. Kedua orang tua saya yang telah memberikan support baik secara moril dan materil serta doa yang tiada hentinya kepada penulis.
8. Seluruh staf Pengajar Jurusan Akuntansi Universitas Negeri Medan yang telah banyak memberikan ilmu kepada penulis selama masa perkuliahan. 9. Ibu Sofia Magdalena Ambarita dan Ibu Ita Pebri Quartina Sirait selaku
pembimbing lapangan penulis dan seluruh karyawan pada Seksi Sumber Daya Manusia dan Logistik yang selalu memberikan arahan selama penulis melaksanakan KKU di Kantor Bank Indonesia Medan.
10. Rini Handayani, Muhammad Rasyid dan teman – teman lainnya yang telah banyak bertukar pikiran dalam pekerjaan selama KKU di Kantor Bank Indonesia Medan.
Saya juga menyadari, bahwa laporan ini tentu saja jauh dari kesempurnaan. Baik isi maupun tata tulisannya. Hal ini karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman penyusun. Oleh sebab itu, kritik dan saran dari berbagai arah yang bersifat konstruktif sangat penulis harapkan demi kesempurnaan laporan ini. Akhir kata penyusun berharap, semoga laporan ini bermanfaat khususnya bagi penulis pribadi dan tentunya bagi para pembaca pada umumnya.
Medan, September 2015
Penulis
DAFTAR ISI... IV
DAFTAR GAMBAR ... V
DAFTAR LAMPIRAN ... VI
BAB I PENDAHULUAN ... 1
Latar Belakang ... 1
Tujuan dan Manfaat KKU ... 2
Tujuan KKU... 2
Manfaat KKU ... 3
Teknik Pengumpulan Data ... 4
BAB 11 TINJAUAN UMUM PADA KANTOR BANK INDONESIA MEDAN ... 6
Sejarah Singkat dan Perkembangan Kantor Bank Indonesia Medan ... 6
Visi, Misi, dan Sasaran Strategis Bank Indonesia ... 7
Visi Bank Indonesia ... 7
Misi Bank Indonesia ...7
Nilai – Nilai Strategi ... 8
Sasaran Strategi ... 8
Visi, Misi, Dan Sasaran Strategis Kantor Bank Indonesia Medan ... 8
Visi Kantor Bank Indonesia Medan ... 8
Misi Kantor Bank Indonesia Medan ... 9
Sasaran Strategi Kantor Bank Indonesia Medan ... 9
Ruang Lingkup Kegiatan Bank Indonesia ... 9
Status dan Kedudukan Bank Indonesia ... 10
Struktur Organisasi Kantor ... 10
Fungsi dan Tugas Pokok Seksi yang Terdapat pada Kantor Bank Indonesia Medan ... 13
Tim Ekonomi Moneter ... 13
Kelompok Pemberdayaan Sektor Riil dan UMKM ... 13
Kelompok Kajian Ekonomi ... 13
Kelompok Statistik dan Survei ... 14
Tim Pengawasan Bank ... 14
Seksi informasi dan Adm Bank ... 14
Perijinan dan Investasi ... 15
Bidang Sistem Pembayaran ... 15
Seksi Distribusi dan Layanan Kas ...15
Seksi Pengelolaan Uang ... 16
Seksi Layanan Nasabah ...16
Seksi Penyelenggaraan Kliring ... 16
Bidang Manajemen Intern ... 17
Seksi Sumber Daya Manusia ... 17
Seksi Logistik ...17
Seksi Sekertariat, Pengamanan, dan Protokol ... 18
Logo Bank Indonesia ... 18
BAB III URAIAN KEGIATAN KULIAH KERJA USAHA ... 20
Uraian Kegiatan KKU ... 20
Kendala dan Permasalahan yang Dihadapi ...34
Alternatif Pemecahan Masalah ...35
BAB IV PENUTUP ... 36
Kesimpulan ... 36
Saran ...37
DAFTAR PUSTAKA ... 38
Gambar 3.1 Pilihan Formulir KES Online ... 23
Gambar 3.2 kotak dialog input (NIP) ... 23
Gambar 3.3 Data Pengobatan Karyawan ... 23
Gambar 3.4 Pengisian Formulir KES Online ... 25
Gambar 3.5 Formulir KES Online ... 26
Gambar 3.6 Kotak Dialog Daftar PPh 21 Non Pegawai ... 33
Gambar 3.7 Entri Penghasilan Non Pegawai ...34
Gambar 3.8 Record Entri Penghasilan Non Pegawai ... 34
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Daftar Pelaksanaan Kegiatan Kuliah Kerja Usaha (KKU) Lampiran 2 Nilai Pelaksanaan Kuliah Kerja Usaha (KKU)
Lampiran 3 Nilai Laporan Kuliah Kerja Usaha (KKU) Lampiran 4 Laporan Saldo Per Akun Anggaran
Lampiran 5 Formulir Penilaian Tenaga Honorer Out Sourcing Lampiran 6 Warkat Realisasi Anggaran
Lampiran 7 Bukti Potong Pajak
A. Latar Belakang
Seiring dengan pesatnya kemajuan Teknologi dan perkembangan dunia pada Era Globalisasi ini, maka masyarakat dituntut untuk menjadi Sumber Daya Manusia yang berkualitas. SDM yang diharapkan menjadi individu – individu terampil dalam menggunakan alat teknologi yang semakin canggih dan siap pakai dalam bidang kerja tertentu. Untuk menghasilkan SDM yang berkualitas, maka pemerintah maupun pihak swasta dalam dan luar negeri berupaya mendidik tenaga kerja termasuk calon tenaga kerja agar menjadi SDM yang ahli di bidang yang dikuasainya masing - masing. Salah satu lembaga yang digunakan pemerintah untuk membangun SDM adalah perguruan tinggi.
Dalam rangka mendukung pembangunan SDM tersebut, Universitas Negeri Medan sebagai salah satu lembaga tinggi perguruan negeri yang merupakan bagian dari sistem perguruan tinggi nasional berupaya untuk mengembangkan SDM menjadi tenaga kerja yang terampil dan siap pakai sehingga dapat mendukung pembangunan nasional. Selain proses belajar mengajar di lingkungan universitas yang memberikan teori bagi mahasiswa/i, diperlukan juga kegiatan yang dapat mempersiapkan mahasiswa/i untuk dapat tangkas, tanggap, dan kompeten dalam bidang ilmu yang ditekuninya sehingga dapat meningkatkan kualitas, keahlian dan kesiapan mahasiswa memasuki dunia kerja nantinya. Atas dasar inilah Universitas Negeri Medan khususnya Jurusan Akuntansi memasukkan kegiatan Kuliah Kerja Usaha (KKU) dalam kurikulum dan menjadikannya sebagai salah satu syarat kelulusan mahasiswa. Kuliah Kerja Usaha (KKU) merupakan bagian proses pendidikan mahasiswa/i dalam upaya memperoleh pengalaman kerja. Kegiatan Kuliah Kerja Usaha ini memiliki dua unsur penting yaitu Pendidikan dan Penelitian. Kegiatan Pendidikan dicapai dengan cara memperkenalkan mahasiswa/i dengan dunia kerja langsung, sehingga mahasiswa/i dapat mengenal kegiatan – kegiatan yang dilakukan dan merasakan
atmosfer bekerja dalam lembaga, instansi maupun badan usaha tempat mereka melaksanakan Kuliah Kerja Usaha.
Kegiatan Penelitian ini dicapai dengan cara mengajarkan mahasiswa/i untuk merumuskan permasalahan yang dihadapi dalam dunia kerja dan kemudian diarahkan untuk dapat menemukan solusi atas permasalahan tersebut. Dengan demikian mahasiswa belajar mengevaluasi bagaimana teori – teori yang telah dipelajari dan membandingkannya dengan apa yang ada di lapangan. Kuliah Kerja Usaha ini juga diharapkan dapat memberikan gambaran atas apa yang harus dipersiapkan oleh mahasiswa sebagai calon pekerja untuk memasuki dunia kerja nantinya.
B. Tujuan dan Manfaat Kuliah Kerja Usaha
Kuliah Kerja Usaha pada dasarnya bertujuan untuk menambah wawasan dan mengembangkan ilmu yang telah diperoleh selama duduk di bangku perkuliahan dan menerapkannya di dunia kerja. Selain itu tujuan dilaksanakan kuliah kerja adalah untuk meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan serta keterampilan mahasiswa. Serta membantu mahasiswa dalam memperoleh gambaran yang jelas tentang dunia usaha yang akan dihadapi nantinya.
1. Tujuan Kuliah Kerja Usaha
Adapun secara tujuan Kuliah Kerja Usaha secara khusus sebagai berikut :
1. Melengkapi persyaratan sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan oleh Universitas Negeri Medan.
2. Memberikan kesempatan pada mahasiswa/i untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dan membandingkan dengan kenyataan di lapangan.
3. Menanamkan rasa tanggung jawab dan meningkatkan kualitas dalam memasuki dunia kerja yang sesungguhnya.
4. Untuk mengantisipasi kebutuhan dunia usaha sebagai pengguna utama lulusan pendidikan terutama dari Universitas Negeri Medan.
5. Mengembangkan pola pikir, pengetahuan, sikap dan wawasan melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Usaha.
6. Meningkatkan hubungan kerjasama yang baik antara Universitas sebagai salah satu lembaga pendidikan dengan dunia usaha, seperti instansi maupun badan usaha milik negara.
a. Bagi Mahasiswa
Adapun tujuan Kuliah Kerja Usaha bagi mahasiswa/i adalah :
1. Memperoleh gambaran berbagai pekerjaan di perusahaan sehingga setelah menyelesaikan pendidikan diharapkan siap untuk memasuki dunia kerja. 2. Melatih mahasiswa/i untuk bekerjasama dengan berbagai macam karakter
orang.
3. Melatih mental mahasiswa/i agar bersikap lebih dewasa dan bertanggungjawab dalam melaksanakan suatu tugas yang diberikan kepadanya.
4. Mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama masa kuliah sebagi perbandingan antara teori yang diterima dengan praktiknya di lapangan.
5. Menumbuhkan dan memantapkan sikap professional yang diperlukan mahasiswa/i untuk memasuki dunia kerja sesuai dengan bidang dan kemampuan masing-masing.
6. Melatih dan meningkatkan sikap disiplin.
7. Berbagai salah satu syarat dalam menyelesaikan Program Studi S1 Jurusan Akuntansi.
b. Bagi Kantor Bank Indonesia Medan
Adapun manfaat Kuliah Kerja Usaha bagi Kantor Bank Indonesia Medan yaitu : 1. Memberikan informasi kepada mahasiswa/i tentang dunia kerja.
2. Menjalin hubungan baik antara dunia kerja dengan dunia pendidikan.
3. Instansi memperoleh keringanan dalam bekerja, karena dengan adanya mahasiswa/i pekerjaan para pegawai dapat terbantu, sehingga pekerjaan lebih efektif dan efisien.
c. Bagi Jurusan Akuntansi
1. Meningkatkan mutu serta kualitas pendidikan pada masa yang akan datang agar selalu berkembang pesat.
2. Meningkatkan kerjasama antara lembaga pendidikan dan perusahaan.
12
C. Teknik Pengumpulan Data
Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis dalam penyusunan laporan Kuliah Kerja Usaha ini ialah sebagai berikut :
1. Pengamatan / Observasi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pengamatan adalah pengawasan terhadap perbuatan (kegiatan, keadaan) orang lain; perbuatan mengamati dengan penuh ketelitian. Dalam hal ini, penulis melakukan pengamatan selama masa Kuliah Kerja Usaha, pengamatan tidak sebatas pada kegiatan yang dilakukan, tetapi juga terhadap sistem dan perlengkapan yang dipakai oleh bagian Sumber Daya Manusia di BI Medan.
2. Wawancara
Wawancara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah tanya jawab dengan seseorang yang diperlukan untuk dimintai keterangan atau pendapatnya mengenai suatu hal. Sugiyono (2012:137) menyatakan bahwa wawancara dapat dilakukan secara terstruktur (peneliti telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh) maupun tidak terstruktur (peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap sebagai pengumpul datanya) dan dapat dilakukan secara langsung (tatap muka) maupun secara tidak langsung (melalui media seperti telepon). Dalam penyusunan laporan ini, penulis melakukan wawancara tidak terstruktur yang dilakukan secara langsung (tatap muka)
3. Studi kepustakaan
BAB II
TINJAUAN UMUM PADA KANTOR BANK INDONESIA (BI)
PROVINSI SUMUT
A. Sejarah Singkat dan Perkembangan Kantor Bank Indonesia Medan
Kantor Bank Indonesia (KBI) Medan merupakan Kantor Cabang ke-11 yang dibuka pada tanggal 30 Juli 1907 bersamaan dengan Kantor Cabang Tanjung Balai dan Tanjung Pura yang masing-masing dibuka pada tanggal 15 Januari 1908 dan tanggal 3 Februari 1908. Pembukaan Kantor Cabang ini sebagai kebutuhan untuk menunjang kebijaksanaan moneter pemerintah Hindia Belanda yang ketika itu memberlakukan Guldenisasi bagi Keresidenan Pantai Timur Sumatera.
Dengan berkembangnya kegiatan Kantor Bank Indonesia Medan dan adanya pengaruh resesi dunia tahun 1930-an maka kantor cabang Tanjung Balai dan Tanjung Pura akhirnya ditutup. Pada saat berdirinya, kantor cabang Medan menempati sebuah bangunan sementara. Untuk gedung kantor yang permanen atas petunjuk pemerintah disediakan sebidang tanah di dekat Esplanade (lapangan umum) yang pembangunannya diharapkan dapat dilaksanakan sebelum selesainya politik moneter “Guldenisasi” karesidenan pantai timur Sumatera. Untuk persiapan pendirian kantor-kantor di Tanjung Balai dan Tanjung Pura kepada biro perancang Hulswit dimintakan untuk merancang pembangunan gedung kantor kedua tempat itu.
Rencana pembangunan gedung kantor yang permanen bagi kantor cabang Medan dilakukan bersamaan dengan perluasan tahap kedua gedung Kantor Pusat (Jakarta Kota) pada 1912 yang juga merencanakan pembangunan gedung kantor cabang lainnya. Gedung-gedung ini mencirikan arsitektur yang sama mengikuti ciri arsitektur Eropa pada zamannya. Pemimpin cabang Medan yang pertama adalah L. Von Hemert dan pada tahun 1951 saat nasionalisasi pemimpin cabang adalah SF van Musschenbroek dan pada saat Undang-undang Bank Indonesia 1953 diberlakukan, pemimpin cabang Medan adalah M. Plantema dan putra Indonesia pertama yang mengendalikan Bank Indonesia Medan adalah M. Rifai.
Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dalam kaitannya dengan sejarah perjalanan bangsa telah mengalami berbagai perubahan. Berdasarkan UU No. 11 Tahun 1953 yang mulai berlaku pada tanggal 1 Juli 1953 maka Bank Indonesia tidak hanya bertindak sebagai Bank Sentral yang dengan tugasnya sebagai Bank Sirkulasi tetapi juga sebagai Bank Komersial sampai dengan akhir tahun 1965. Dalam rangka penataan perekonomian dan perbankan nasional maka melalui UU RI No. 23 Tahun 1999 menetapkan Bank Indonesia sebagai lembaga negara yang independen dan keluar dari sistem ketatanegaraan Republik Indonesia.
B. Visi, Misi, dan Sasaran Strategis Bank Indonesia
Bank Indonesia mempunyai visi dan misi yang membuat Bank Indonesia menjadi Bank Sentral yang mengatur keadaan moneter di Indonesia, yakni :
1. Visi Bank Indonesia
Menjadikan lembaga Bank Sentral yang dapat dipercaya (kredibel) secara nasional maupun internasional melalui penguatan nilai-nilai yang dimiliki serta pencapaian inflasi yang rendah dan stabil.
2. Misi Bank Indonesia
a. Mencapai stabilitas nilai rupiah dan menjaga efektivitas transmisi kebijakan moneter untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.
b. Mendorong sistem keuangan nasional bekerja secara efektif dan efisien serta mampu bertahan terhadap gejolak internal dan eksternal untuk mendukung alokasi sumber pendanaan/pembiayaan dapat berkontribusi pada pertumbuhan dan stabilitas perekonomian nasional. c. Mewujudkan sistem pembayaran yang aman, efisien, dan lancar yang berkontribusi terhadap perekonomian, stabilitas moneter dan stabilitas sistem keuangan dengan memperhatikan aspek perluasan akses dan kepentingan nasional.
melaksanakan tata kelola (governance) yang berkualitas dalam rangka melaksanakan tugas yang diamanatkan UU.
3. Nilai-Nilai Strategis
Trust and Integrity – Professionalism – Excellence – Public Interest – Coordination and Teamwork
4. Sasaran Strategis
Untuk mewujudkan Visi, Misi dan Nilai-nilai Strategis tersebut, Bank Indonesia menetapkan sasaran strategis jangka menengah panjang, yaitu :
a. Memperkuat pengendalian inflasi dari sisi permintaan dan penawaran b. Menjaga stabilitas nilai tukar
c. Mendorong pasar keuangan yang dalam dan efisien
d. Menjaga SSK yang didukung dengan penguatan surveillance SP e. Mewujudkan keuangan inklusif yang terarah, efisien, dan sinergis f. Memelihara SP yang aman, efisien, dan lancar
g. Memperkuat pengelolaan keuangan BI yang akuntabel
h. Mewujudkan proses kerja efektif dan efisien dengan dukungan SI, kultur, dan governance
i. Mempercepat ketersediaan SDM yang kompeten
j. Memperkuat aliansi strategis dan meningkatkan persepsi positif BI
k. Memantapkan kelancaran transisi pengalihan fungsi pengawasan bank ke OJK
C.Visi, Misi, dan Sasaran Strategis Kantor Bank Indonesia Medan 1. Visi Kantor Bank Indonesia Medan
3. Sasaran Strategi Kantor Bank Indonesia Medan
a. Informasi yang berkualitas dalam rangka mendukung kebijakan Kantor pusat dan Pengembangan Ekonomi di wilayah kerja.
b. Peningkatan sistem perbankan yang sehat dalam rangka mendukung pengembangan ekonomi daerah.
c. Kelancaran dan keamanan sistem pembayaran di wilayah kerja. d. Pengelolaan keuangan Satker secara efektif dan efisien.
e. Mengoptimalkan kajian dan penyediaan informasi ekonomi di wilayah kerja f. Meningkatkan pengawasan bank yang efektif yang mendukung
pengembangan ekonomi di wilayah kerja.
g. Meningkatkan pelayanan dan prasarana sistem pembayaran.
h. Meningkatkan komunikasi dan kerjasama yang efektif kepada stakeholders. i. Mendukung penerapan prinsip-prinsip Good Governance.
j. Memperkuat organisasi dan mengembangkan SDM yang berkompetensi tinggi dengan dukungan Budaya Kerja yang berbasis pengetahuan.
D. Ruang Lingkup Kegiatan Bank Indonesia
Bank Indonesia mempunyai satu tujuan tunggal yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Adapun tugas pokok Bank Indonesia dalam mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah sesuai dengan UU RI No. 23 tahun 1999 Tentang Bank Indonesia adalah sebagai berikut :
1. Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter.
a. Operasi pasar terbuka di pasar uang rupiah maupun valuta asing. b. Penetapan nilai diskonto.
c. Penetapan cadangan wajib minimum. d. Pengaturan kredit atau pembiayaan.
2. Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran
Kewenangan Bank Indonesia dalam mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran diatur dalam pasal 15 sampai dengan pasal 23 UU – BI. Dalam rangka mengatur dan menjaga kelancaran pembayaran, Bank Indonesia berwenang untuk melaksanakan dan memberikan persetujuan dan ijin atas penyelenggaraan jasa system pembayaran untuk menyampaikan laporan kegiatan serta menetapkan penggunaan alat pembayaran. Secara sederhana dijelaskan beberapa tugas dari sistem pembayaran yaitu : pengaturan dan penyelenggaraan kliring serta penyelesaian akhir transaksi, serta mengeluarkan dan mengedarkan uang.
3. Mengatur dan mengawasi Bank - Bank yang lain.
Pengaturan dan pengawasan Bank merupakan salah satu fungsi Bank Indonesia sebagaimana ditentukan pada pasal 8 UU – BI. Dalam rangka melaksanakan tugas ini, Bank Indonesia menetapkan peraturan, memberikan dan mencabut ijin atas kelembagaan dan kegiatan usaha tertentu (pasal 24). Selain itu, Bank Indonesia berwenang menetapkan ketentuan-ketentuan perbankan yang memuat prinsip kehati-hatian (pasal 25). Bank Indonesia dapat mengurusi pihak lain untuk dan atas nama Bank Indonesia serta melakukan pemeriksaan terhadap bank (pasal 30). Menurut penilaian Bank Indonesia transaksi tersebut diduga merupakan tindakan pidana di bidang perbankan (pasal 31). Bank Indonesia dapat melakukan tindakan sebagimana diatur dalam Undang-Undang perbankan yang berlaku (pasal 33).
E. Status dan Kedudukan Bank Indonesia
penuh dalam merumuskan dan melaksanakan setiap tugas dan wewenangnya sebagimana ditentukan dalam UU tersebut. Status dan kedudukan yang khusus tersebut diperlukan agar Bank Indonesia dapat melaksanakan peran dan fungsinya sebagai otoritas moneter secara efektif dan efisien.
Sedangkan status Bank Indonesia sebagai badan hukum publik maupun badan hukum perdata ditetapkan dalam UU. Sebagai badan hukum publik Bank Indonesia berwenang menetapkan peraturan-peraturan hukum yang merupakan pelaksanaan baik UU yang mengikat seluruh masyarakat luas sesuai dengan tugas dan wewenangnya. Sebagai badan hukum perdata, Bank Indonesia dapat bertindak untuk dan atas nama sendiri di dalam maupun di luar pengadilan.
F. Struktur Organisasi Kantor Bank Indonesia Medan
H. Fungsi dan Tugas Pokok Seksi – Seksi yang Terdapat di KBI Medan 1. Tim Ekonomi Moneter
a. Kelompok Pemberdayaan Sektor Riil dan Usaha Mikro Kecil Menengah Struktur Organisasi Kantor Bank Indonesia Medan
2. Menyusun program pemberdayaan sektor riil (koperasi, BUMN, dan UMKM) berdasarkan hasil identifikasi.
3. Melaksanakan program pemberdayaan sektor riil yang ditetapkan.
4. Melakukan koordinasi dengan stakeholders daerah untuk memberikan bantuan teknis dalam bentuk pelatihan kepada perbankan dan BDSP dalam rangka pemberdayaan sektor riil dan UMKM.
5. Memberikan bantuan teknis dalam bentuk penyediaan informasi berbasis penelitian serta memfasilitasi proses intermediasi dan perbankan dalam rangka pemberdayaan sektor riil/UMKM.
6. Mengkomunikasikan hasil penelitian dalam rangka mendorong perbankan dalam pembiayaan UMKM.
b. Kelompok Kajian Ekonomi
Adapun tugas-tugas pokoknya antara lain adalah sebagai berikut :
1. Menyusun kajian Ekonomi Regional yang mencakup assesmen makro ekonomi daerah dan perkiraan perkembangan ekonomi dan harga.
2. Melakukan penelitian ekonomi daerah yang berbasis kajian lapangan dan studi kepustakaan.
3. Melakukan kajian ad hoc atas inisiatif KBI ataupun kerjasama dengan kantor pusat atau stakeholders daerah.
4. Menyusun rekomendasi kebijakan perekonomian daerah kepada PEMDA dan stakeholders lainnya yang didasari oleh hasil penelitian.
c. Kelompok Statistik dan Survei
Adapun tugas-tugas pokoknya antara lain adalah sebagai berikut :
1. Menerima, memverifikasi, mengirim ke kantor pusat, manatausahakan dan memberikan bantuan teknis laporan bank dan non bank.
3. Melakukan kegiatan survei untuk kepentingan pusat dan KBI.
4. Melakukan kegiatan liaison dalam rangka pengumpulan data dan informasi dari pelaku ekonomi (perusahaan, lembaga riset, pemerintahan, perbankan, dan asosiasi).
2. Tim Pengawasan Bank a. Pengawasan Bank
Adapun tugas-tugas pokoknya antara lain adalah sebagai berikut :
1. Melakukan pembinaan terhadap Bank Umum, BPR yang menjadi objek pengawasannya.
2. Melakukan pengawasan terhadap Bank Umum dan BPR yang menjadi objek pengawasannya.
3. Menyelesaikan permohonan ijin yang berkaitan dengan kelembagaan dan kegiatan operasional Bank Umum dan BPR yang menjadi objek pengawasannya.
4. Menyediakan informasi tentang kondisi dan permasalahan Bank Umum dan BPR yang menjadi objek pengawasannya.
5. Menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh Bank Umum dan BPR yang menjadi objek pengawasannya.
6. Menyelesaikan proses pencabutan ijin usaha Bank Umum dan BPR serta tindak lanjutnya.
b. Seksi Informasi dan Administrasi Bank
Adapun tugas-tugas pokoknya antara lain adalah sebagai berikut :
1. Menyelenggarakan administrasi dalam rangka pelaksanaan tugas pengawasan bank.
2. Membuat data lengkap tentang profil Bank Umum dan BPR secara individu dan gabungan di wilayah kerjanya.
3. Menyampaikan laporan yang terkait dengan database perbankan nasional secara berkala ke kantor pusat.
c. Perijinan dan Investigasi
3. Menjadi liaison officer dalam penanganan tindak perdana perbankan (SKB Jaksa Agung, Kapolri, dan GBI).
4. Melaksanakan pertemuan tim kerja dan tim pleno di KBI sehubungan dengan SKB, Kejagung, Kapolri, dan GBI.
3. Bidang Sistem Pembayaran
a. Seksi Distribusi dan Layanan Kas
Adapun tugas-tugas pokoknya antara lain adalah sebagai berikut :
1. Melaksanakan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi atau monitoring kebutuhan uang untuk kebutuhan KBI setempat dan KBI lain yang berada di wilayah kerjanya (dalam hal ini KBI berperan sebagai Kantor Depot Kas).
2. Melakukan pengolahan khasanah yaitu penyiapan dan pengembalian modal kerja, pengolahan persediaan kas (termasuk Kas Besar Titipan DPU), pemeriksaan fisik uang, Pengelolahan dan pengamanan khasanah. 3. Mensosialisasikan ciri-ciri keaslian uang dan cara memperlakukan uang. 4. Melakukan administrasi kegiatan operasional kas, pengaturan tugas kasir
dan anggaran operasional kas.
5. Menyiapkan dan melaksanakan proses-proses penunjukan pihak ketiga sebagai pelaksanaan jasa kas, seperti PPUPK dan Peleburan Uang Logam (UL) Tidak Layak Edar (TEL).
b. Seksi Pengolahan Uang
Adapun tugas-tugas pokoknya antara lain adalah sebagai berikut :
1. Mempersiapkan modal kerja, melaksanakan kegiatan dan pertanggungjawaban hitung ulang uang kertas.
3. Mempersiapkan modal kerja, melaksanakan kegiatan dan
Adapun tugas-tugas pokoknya antara lain adalah sebagai berikut :
1. Settlement transfer melalui BI-RTGS untuk kepentingan pengeluaran pemerintahan (atau beban APBN atau reksus) dan rekening lainnya.
2. Penatausahaan rekening nasabah (termasuk pemerintahan daerah dan lembaga lain terkait dengan tugas BI).
3. Settelement penerimaan pajak dan penerimaan lainnya dari bank ke rekening pemerintahan dan rekening lainnya.
d. Seksi Penyelenggaraan Kliring
Adapun tugas-tugas pokokny antara lain adalah sebagai berikut : 1. Penyelenggaraan Kliring Lokal (Warkat Debet).
2. Pengelolah Data Keuangan Elektronik (DKE).
3. Pengelolah dan penatausahaan data penarik cek/BG kosong. 4. Penerbitan daftar Hitam Lokal.
5. Monitoring penyelenggaraan kliring lokal Non-BI. 6. Perhitungan dan pembebanan biaya proses pilah.
7. Pelaksanaan BPC baik yang dikoordinir DASP maupun KBI. 8. Pengelolah anggaran.
9. Menyediakan layanan helpdesk kepada peserta kliring sehubungan dengan SKN-BI.
4. Bidang Manajemen Intern a. Seksi Sumber Daya Manusia
2. Mengelolah data kepegawaian.
3. Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan pegawai sesuai dengan kewenangan.
4. Melakukan kegiatan yang terkait dengan sistem pemeliharaan pegawai (gaji, insentif, manfaat, dan fasilitas lainnya).
5. Membuat laporan berkala yang berkaitan dengan kepegawaian kepada satuan kerja di kantor pusat.
6. Melaksanakan kegiatan yang terkait dengan fungsi koordinasi terhadap KBI di wilayah kerjanya.
b. Seksi Logistik
Adapun tugas-tugas pokoknya adalah sebagai berikut :
1. Melakukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi terhadap realisasi program kerja dan anggaran KBI.
2. Menatausahakan dan melaksanakan pengadaan barang dan jasa.
3. Melaksanakan pemeliharaan gedung, inventaris kantor, rumah dinas, rumah istirahat dan perabotannya serta sarana lainnya.
4. Melaksanakan penghapusan barang-barang inventaris dan kendaraan. 5. Menyelesaikan tagihan sumber daya energi, jasa dan lainnya kepada pihak
ketiga.
6. Membuat laporan berkala yang berkaitan dengan kegiatan logistik.
7. Melakukan pemeliharaan perangkat lunak yang erat terkait dengan teknologi informasi.
8. Melakukan koordinasi pengadaan barang dan jasa tertentu yang dibutuhkan bersama oleh KBI di wilayah kerjanya yang hanya dapat dipenuhi oleh rekanan di tempat kedudukan KBI.
c. Seksi Sekretariat, Pengamanan, dan Protokol
1. Memfasilitasi kebutuhan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan proses hukum
2. Menatausahakan surat, Warkat masuk maupun keluar dan dokumen lainnya termasuk mengelolah sentral khasanah arsip.
3. Melaksanakan dan menatausahakan kegiatan pengamanan gedung kantor, tata tertib kantor, pengiriman dan penjemputan uang, kas keliling, rumah dinas dan rumah peristirahatan dan sarana lainnya.
4. Melaksanakan pengamanan dan tindakan penganggulangan ancaman serta gangguan Kamtib terhadap personil, materiil, acara kedinasan, sosial, kepegawaian dalam keadaan normal dan darurat termasuk karena dampak bencana alam.
5. Merencanakan dan melaksanakan pelatihan yang berkaitan dengan tugas pengamanan.
6. Melaksanakan kegiatan protokoler sesuai dengan ketentuan keprotokolan yang berlaku.
7. Mengoperasikan alat komunikasi untuk keperluan BI.
8. Membuat laporan berkala mengenai kesekretariatan, komunikasi dan pengamanan. Melakukan koordinasi dalam hal pelaksanaan tugas kesekretariatan, pengamanan dan protokol.
I. Logo Bank Indonesia
BAB III
URAIAN PELAKSANAAN KEGIATAN KULIAH KERJA
USAHA (KKU)
A. Uraian Kegiatan Kuliah Kerja Usaha (KKU)
Selama pelaksanaan Kuliah Kerja Usaha (KKU) di Kantor Bank Indonesia Medan, penulis di tempatkan pada seksi Sumber Daya Manusia dan Logistik. Seksi Sumber Daya Manusia merupakan salah satu seksi yang berada dibawah koordinasi Bidang Manjemen Intern. Seksi Sumber Daya Manusia dipimpin oleh seorang manajer yang dibantu oleh asisten manajer. Seksi ini adalah seksi yang berkaitan langsung dengan karyawan dan mengurusi masalah dalam ruang lingkup karyawan untuk dapat menunjang aktifitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Adapun melakukan penerimaan, penempatan, pengembangan, pembinaan dan pemutusan hubungan kerja karyawan tetap maupun Tenaga Honorer Out Sources (THOS), melakukan kegiatan terkait dengan sistem pemeliharaan pegawai (gaji, insentif, manfaat, dan fasilitas lainnya) adalah sebagian kecil tugas dan tanggung jawab karyawan yang berada di seksi Sumber Daya Manusia. Semua itu wajib dilaporkan secara kepada satuan kerja di kantor pusat. Sedangkan pekerjaan yang dilakukan oleh penulis selama masa KKU adalah sebagai berikut :
1. Mengarsip formulir kesehatan (KES).
Fasilitas kesehatan (pemberian biaya pengobatan) yang diberikan pemerintah kepada karyawan dan keluarga inti karyawan Bank Indonesia tentunya memiliki prosedur yang berlaku. Setiap karyawan wajib mengisi formulir kesehatan yang sesuai dengan kebutuhannya sebelum atau sesudah melakukan pengobatan, konsultasi ataupun pengecekan kesehatan. Kemudian formulir yang telah diisi beserta bukti transaksi seperti kuitansi, surat keterangan dokter, resep dokter akan diserahkan ke seksi Sumber Daya Manusia untuk kemudian diinput ke aplikasi BIKES, lalu setelah tagihan datang dari provider kesehatan tersebut, SDM akan menerbitkan warkat
lembar lagi untuk bagian arsip Accounting. Setelah warkat sudah diterima dan distempel oleh bagian accounting, warkat beserta dokumen pendukung lainnya kemudian disimpan sebagai arsip. Adapun mengarsip formulir kesehatan berdasarkan Nomor Induk Pegawai (NIP) dan diurut dari tanggal yang terdahulu ke tanggal yang terbaru di paling atas. Berikut adalah formulir kesehatan yang disediakan oleh seksi Sumber Daya Manusia :
a. Form KES 03.
Form ini berfungsi untuk ditujukan kepada dokter langganan BI maupun rumah sakit atau laboratorium yang bekerja sama dengan Kantor Bank Indonesia Medan. Bukti pendukung yang diperlukan untuk melengkapi form ini adalah kuitansi, surat keterangan dokter, hasil medical check – up (untuk laboratorium)
b. Form KES 04.
Form ini berfungsi untuk ditujukan kepada apotik yang menjadi rekanan Bank Indonesia ataupun apotik rumah sakit yang menjalin kerjasama dengan BI. Jika pasien baik itu karyawan maupun keluarga karyawan melakukan pengobatan pada dokter langganan atau rumah sakit yang bekerja sama dengan BI menerima resep obat yang harus ditebus, maka karyawan tersebut harus mengisi form KES 04 juga. Bukti pendukung yang diperlukan untuk melengkapi form ini adalah kuitansi pembelian obat dan resep dokter.
c. Form KES 05.
klaim pengobatan), hasil medical check – up (untuk klaim biaya laboratorium), kuitansi pembelian obat dan resep dokter (untuk klaim biaya obat). Jika biaya lebih dari Rp. 100.000, harus disertai materai dan pengisian resume medis.
d. Form KES 06.
Adalah form yang digunakan apabila pasien (baik pegawai maupun kelurga karyawan) memerlukan rawat inap. Form ini memerlukan surat keterangan dokter yang menerangkan keharusan pasien untuk dirawat inap dan resume medis.
2. Menginput data kesehatan ke Aplikasi BIKES
BIKES adalah salah satu aplikasi yang dipakai oleh Bank Indonesia, aplikasi ini merupakan aplikasi penggajian, dimana operator akan melakukan input data kesehatan yang tercantum pada formulir kesehatan yang telah disebutkan sebelumnya. Kemudian aplikasi ini akan secara otomatis melakukan pemotongan terhadap gaji karyawan tersebut. Pemotongan gaji dilakukan sesuai dengan golongan karyawan. Sebelum data masuk pada aplikasi inilah terjadi pemisahan karyawan sesuai dengan daerah asalnya masing – masing. Maksud dari daerahnya masing – masing adalah daerah KPw awal karyawan tersebut diterima di Bank Indonesia. Operator dari KPw IX (BI Medan) tidak dapat melakukan entry terhadap form kesehatan karyawan yang daerah asalnya bukan dari medan. Aplikasi ini digunakan oleh seluruh KBI di seluruh Indonesia dan diakses dengan jaringan internet menggunakan internet explorer sebagai browser. Setelah data dimasukkan, maka operator akan melakukan verifikasi, kemudian mencetak hasil input tersebut yang berupa daftar nama pegawai, nama pasien, tanggal pemeriksaan, jumlah biaya, beban bank, dan tanggal pembayaran. Untuk memastikan data yang dimasukkan sudah benar, dilakukan pengecekan daftar tersebut dengan bukti transaksi sebelum diarsip. Berikut penulis cantumkan cara pengisian aplikasi BIKES untuk form KES 03 :
(Gambar 3.2 Kotak Dialog Input NIP)
( Gambar 3.3 Data Pengobatan Karyawan)
d. Maka formulir pengisian online akan muncul. Kemudian masukkan data karyawan sesuai dengan formulir KES yang telah diisi karyawan sebelumnya kemudian klik tombol lanjut untuk menyimpan data (lihat gambar 3.4). Adapun data yang perlu diisi adalah sebagai berikut :
1. Mengisi kolom nomor induk pegawai. Dengan mengisi kolom ini, maka dengan otomatis kolom nama pegawai, satuan kerja, golongan akan terisi.
2. Memilih pasien pada kolom tanggungan. Kolom ini berisi nama karyawan beserta keluarga intinya yang menjadi tanggungan Bank Indonesia. Pada kolom ini kita akan memilih siapa yang akan melakukan pengobatan atau medical check – up. Jika kolom ini sudah terisi, maka kolom nama penderita sakit, jenis kelamin, dan tanggal lahir akan terisi otomatis.
3. Kolom tanggal pemeriksaan.
yang diberikan. Jenis layanan ini dibagi menjadi beberapa jenis, seperti : dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi, dokter kandungan, laboratorium dan lain – lain. Kodenya dapat dilihat dengan cara mengklik tombol Daftar Layanan.
6. Nama dokter / unit pemeriksa kesehatan. pada kolom ini ketikkan nama dokter, rumah sakit, atau laboratorium tempat pasien berobat atau mmeriksakan kesehatannya.
7. Jenis tindakan. Pada kolom ini diisi dengan kode 1, karena yang diisi adalah form KES 03. Seperti yang telah penulis tuliskan sebelumnya, bahwa jika pasien melakukan pengobatan dan kemudian mendapat resep dokter, maka memerlukan form KES 04.
8. Diagnosa dokter, kode ini diisi dengan kode yang dapat dilihat pada daftar sandi dengan mengklik tombol disebelah kanannya.
(Gambar 3.4 Pengisian Formulir KES Online)
(form KES) tidak dapat memasukkan data karyawan yang tidak berasal dari daerah asalnya. Sebab, dana yang dipakai oleh karyawan harus berasal dari anggaran daerah asalnya masing – masing. Dana anggaran yang terpakai oleh karyawan yang bukan berasal dari Medan akan diganti oleh kantor Bank Indonesia daerah asalnya. Oleh karena itu, form KES harus dikirimkan ke kantor Bank Indonesia daerah asalnya masing – masing untuk dientri juga sebagai bukti adanya pemakaian dana anggaran Medan yang terpakai dan wajib diganti. Pengiriman dokumen KES ini memerlukan memorandum yang berisi ringkasan dari dokumen KES tersebut. Adapun dokumen yang dikirim adalah Warkat Realisasi Anggaran atas pemakaian dana yang digunakan untuk membiayai karyawan tersebut, formulir – formulir KES dan memorandum penyampaian formulir kesehatan.
Bank Indonesia memberikan fasilitas akomodasi untuk perjalanan dinas. Pemesanan tiket pesawat dilakukan melakui media Corporate Online Sales
(COS). Layanan ini merupakan kerjasama Bank Indonesia dengan maskapai penerbangan Garuda Air. Adapun prosedur yang diperlukan adalah melaporkan diri dengan melampirkan surat perintah penugasan dinas. Maka staf SDM akan melakukan pemesanan melalui COS sesuai dengan jadwal keberangkatan dan kepulangan yang tercantum pada surat keterangan penugasan dinas tersebut. Karyawan tersebut wajib menyimpan print out
pemesanan tiket, dan boarding pass untuk diserahkan kepada seksi SDM untuk diarsip. Apabila tidak dapat menyerahkan boarding pass, maka biaya
boarding pass tidak akan direimbuse oleh Bank Indonesia. Jika karyawan melakukan pemesan tiket mandiri, maka biaya tersebut akan direimbuse oleh bank Indonesia. Karyawan tesebut diwajibkan menyerahkan kuitansi pembelian / bukti pembayaran, print out pemesanan tiket, dan boarding pass. Setelah itu seksi Sumber Daya Manusia akan menerbitkan Warkat Pertanggungjawaban SDM dan Warkat Realisasi Anggaran (WRA) untuk mencairkan dana ke rekening karyawan tersebut. Sedangkan untuk pemesanan melalui COS, maka seksi SDM akan menerbitkan Warkat Realisasi Anggaran (WRA) saja. Sama dengan warkat yang digunakan untuk membiayai fasilitas kesehatan, warkat yang digunakan untuk membiayai perjalanan dinas juga dibuat dua rangkap. Satu rangkap sebagai pertinggal di bagian Accounting, dan satu rangkap lagi untuk arsip seksi SDM. Warkat ini juga harus diotorisasi oleh bagian Accounting sebelum diarsip.
perjalanan (print out pemesanan tiket, boarding pass dan kuitansi jika melakukan pemesanan mandiri), surat perintah penugasan dan warkat realisasi anggaran. Data ini dibuat dalam microsoft excel. Nantinya akan dijadikan laporan yang secara berkala dipertanggung jawabkan.
6. Mengarsip bukti transaksi pembelian tiket perjalan dinas.
Setelah data transaksi telah dientri ke Ms. Excel untuk dijadikan laporan, bukti transaksi pembelian tiketpun disimpan ke dalam binder tempel sebagai arsip. Sebelum diarsip, bukti transaksi pembelian tiket distempel kemudian diisi nomor WRA, kode satket, dan kode MA. Pengarsipan dilakukan dengan cara menyatukan dokumen perjalanan (print out pemesanan tiket, boarding pass dan kuitansi) dengan warkat realisasi anggarannya masing – masing. Kemudian dimasukkan ke dalam binder dengan urutan transaksi dari tanggal paling lama ke tanggal yang terbaru.
7. Mengarsip struk pembayaran tagihan listrik.
Menyelesaikan tagihan sumber daya energi, jasa dan lainnya kepada pihak ketiga dan memberikan laporannya adalah salah satu tugas Seksi Logistik. Penyimpanan struk pembayaran tagihan listrik ini dimaksudkan sebagai pelengkap laporan atas pemakaian dana yang dikeluarkan untuk pembayaran tagihan listrik dan sebagai bukti jika terjadi pengengecekan kembali yang memerlukan bukti tersebut. Tagihan ini diarsip sesuai waktu melakukan print out struk dari yang paling lama ke yang terbaru.
8. Melakukan pengecekan terhadap rekap tagihan pemakaian obat.
pemakaian obat dalam bentuk softcopy Ms Excel. Rekap daftar tagihan inilah yang akan diperiksa apakah sudah sesuai harga obat yang diberikan dengan harga obat yang telah disepakati antara Bank Indonesia Medan dengan apotik – apotik tersebut. Jika harga dan daftar obat yang diberikan oleh apotik – apotik tersebut sudah benar dan sesuai, maka Bank Indonesia akan mengeluarkan Warkat Realisasi Anggaran (WRA) untuk pembayaran tagihan pemakaian obat dari para provider kesehatan tersebut.
9. Mendistribusikan form penilaian tenaga honorer out sourcing (THOS).
Salah satu tugas seksi Sumber Daya Manusia adalah penerimaan, penempatan, pengembangan, pembinaan dan pemutusan hubungan kerjasama pegawai tenaga honorer out sourcing THOS. Di dalam Undang – Undang tidak menyebutkan secara tegas mengenai istilah outsorcing. Tetapi pengertian outsourcing dapat dilihat dalam ketentuan Pasal 64 Undang-Undang ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003, yang isinya menyatakan bahwa outsourcing adalah suatu perjanjian kerja yang dibuat antara pengusaha dengan tenaga kerja, dimana perusahaan tersebut dapat menyerahkan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lainnya melalui perjanjian pemborongan pekerjaan yang dibuat secara tertulis.
Untuk melakukan pengembangan dan pembinaan pegawai THOS, maka diperlukan penilaian kinerja karyawan tersebut oleh seluruh karyawan tetap. Oleh karena itu seksi SDM melakukan tinjauan secara berkala dengan menyebar form penilaian kinerja pegawai THOS. Form yang sudah diisi kemudian dikumpulkan kembali ke seksi SDM untuk ditinjau dan dilakukan tindakan jika ada komentar yang menyebutkan bahwa karyawan THOS tersebut ada yang memiliki kinerja yang kurang baik. Form tersebut juga akan diserahkan kembali kepada penyedia tenaga out sourcing tersebut.
10. Mengarsip faktur pajak dan bukti potong pajak
Secara umum jenis-jenis kliring adalah sebagai berikut :
1. Kliring Lokal adalah kliring antar bank di suatu wilayah Kliring. 2. Kliring Nasional adalah Kliring Bank Indonesia yang meliputi kliring
debet dan kliring kredit yang penyelesaian akhirnya dilakukan secara nasional.
Wilayah kliring dibagi menjadi 4 yaitu :
1. Wilayah Kliring On – line Otomasi : wilayah kliring dimana penyampaian DKE debet dari TPK ke KPK dilakukan secara on-line dan pemilahan Warkat Debet dilakukan secara otomasi.
2. Wilayah Kliring Off – line Otomasi : wilayah kliring dimana penyampaian DKE debet dari TPK ke KPK dilakukan secara off-line dan pemilahan Warkat Debet dilakukan secara otomasi.
3. Wilayah Kliring On – line Manual : wilayah kliring dimana penyampaian DKE debet dari TPK ke KPK dilakukan secara on-line dan pemilahan Warkat Debet dilakukan ]secara manual.
4. Wilayah Kliring Off – line Manual : wilayah kliring dimana penyampaian DKE debet dari TPK ke KPK dilakukan secara off-line dan pemilahan Warkat Debet dilakukan secara manual.
Faktur pajak ini terdiri dari tiga rangkap. Seluruhnya dipisah sesuai dengan nomor lembar. Kemudian diurut berdasarkan empat digit angka nomor seri faktur pajak dari angka yang paling kecil ke yang terbesar. Adapun pemisahan lembar faktur didasarkan atas :
a. Lembar pertama : untuk diserahkan kepada pembeli barang kena pajak (BKP) atau Penerima jasa kena pajak (JKP) sebagai bukti pajak masukan. b. Lembar kedua : untuk diserahkan kepada penjual barng kena pajak atau
Bank Indonesia Medan juga menyediakan kendaraan untuk dinas ke luar medan maupun melakukan kas keliling. Biaya bahan bakar minyak dan perawatan dari kendaraan tersebut ditanggung oleh Bank Indonesia Medan. Untuk itu, driver harus memimta struk pembelian BBM sebagai bukti jika telah terjadi transaksi pengeluaran dana untuk BBM. Struk ini kemudian dilaporkan ke bagian logistik untuk diinput dan dibuatkan laporan atas biaya BBM di setiap bulannya. Kemudian struk biaya bahan bakar minyak tersebut disimpan berdasarkan tanggal transaksi. Sesuai urutan pada data yang tersimpan di Ms Excel.
12. Menginput data pada laporan saldo per akun anggaran
Seksi akuntansi secara berjangka akan memberikan print out transkip seluruh pengeluaran yang merupakan realisasi dari anggaran yang ada. Transkip yang diberikan belum terklasifikasikan menurut jenis akun. Maka bagian logistik perlu mengklasifikasikannya berdasarkan jenis akun dan satuan unit kerja yang bersangkutan. Pertama – tama data dimasukkan ke Ms Excel, kemudian data diklasifikasikan menurut kode – kode yang yang terdapat pada sandi akun.
13. Mengetik surat perjanjian
Menurut pasal 1313 KUHP, perjanjian adalah suatu perbuatan di mana satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang lain atau lebih. Pengetikan dilakukan sesuai dengan naskah yang ada. Kemudian hasil print out akan diberi materai dan tanda tangan untuk mensahkan kelegalan surat perjanjian tersebut.
14. Melakukan arsip kartu izin cuti.
Aplikasi BIJAK adalah aplikasi yang digunakan Bank Indonesia untuk melakukan potongan dan pembayaran pajak atas pendapatan yang diterima ataupun objek pajak lainnya. Aplikasi ini akan secara otomatis memotong gaji atau pendapatan lain yang diterima, sama dengan aplikasi BIKES yang telah dijelaskan sebelumnya. Untuk dapat memasukkan data, diperlukan log in pada aplikasi BIJAK menggunakan jaringan internet dengan browser internet explorer. Data yang diinput berasal dari keterangan penghasilan maupun pendapatan yang diterima seperti keterangan mendapatkan beasiswa, maupun slip pembayaran dokter maupun pembayaran obat.
Berikut penulis lampirkan cara pengisian data untuk PPh 21 Non Pegawai : a. Login ke aplikasi BIJAK, kemudian pilih PPh 21, lalu pilih non pegawai.
Maka daftar PPh 21 Non Pegawai akan muncul seperti gambar 3.6. kemudian klik tombol tambah yang terdapat pada pojok kiri bawah.
(Gambar 3.6 Kotak Dialog Daftar PPh 21 Non Pegawai)
(Gambar 3.7 Entri Penghasilan Non Pegawai)
c. Kemudian isikan kolom identitas wajib pajak dan besar pendapatan sesuai dengan data yang ada. Lalu klik simpan (lihat gambar 3.8).
dan nomor urut atas binder tersebut. Tujuannya adalah untuk mempermudah dalam mencari dokumen sewaktu – waktu diperlukan. Daftar isi dibuat menjadi dua rangkap, satu sebagai arsip seksi SDM, dan satu rangkap lagi dikirim ke khazanah sebagai patokan penyusunan binder.
B. Kendala dan Permasalahan yang Dihadapi
Adapun kendala dan permasalahan yang dihadapi penulis selama melaksanakan Kuliah Kerja Usaha (KKU) pada Bank Indonesia Medan ialah :
1. Sulitnya dan canggungnya beradaptasi dengan lingkungan baru yang notabene memiliki jabatan dan tingkat pendidikan yang lebih tinggi dari penulis.
2. Dalam melakukan pengecekan rekap penagihan obat maupun data laporan saldo per akun anggaran dilakukan secara manual, sehingga penulis merasa kurang efektif dalam bekerja.
3. Besarnya tanggung jawab dalam mengentri data KES pada aplikasi BIKES dan data pemotongan pajak pada aplikasi BIJAK membuat penulis takut membuat kesalahan dalam penginputan. Karena kedua aplikasi ini berkaitan sangat erat pada pemotongan gaji karyawan. Salah memasukkan NIP ataupun nominal biaya dapat mengakibatkan kesalahan yang fatal seperti jika biaya pengobatan yang seharusnya Rp 600.000 dan biaya yang seharusnya dibebankan ke karyawan hanya Rp 60.000 tetapi karena human error yang dilakukan oleh pengentri, biaya pengobatan menjadi Rp 6.000.000, sehingga biaya yang ditanggung karyawan menjadi Rp 600.000. Tentunya ini akan merugikan karyawan dan karyawan dapat menuntut ganti.
Adapun upaya-upaya yang dilakukan untuk menyelesaikan kendala atau hambatan yang dihadapi antara lain adalah :
1. Penulis berusaha untuk selalu sopan dan santun dalam berinteraksi, bersikap ramah dan murah senyum serta berusaha tidak out of topic ketika dalam suatu pembicaraan.
2. Penulis berusaha membuatkan rumus ms excel yang dapat mempermudah dan membantu pengecekan sehingga pekerjaan menjadi cepat selesai. 3. Penulis berusaha teliti dalam setiap pekerjaan, terutama dalam menginput
data ke aplikasi KES dan BIJAK.
4. Penulis juga selalu melakukan pemeriksaan kembali data yang telah dimasukkan sebelum melakukan record atas data yang diinput tersebut. Sehingga jika ada kesalahan masih dapat diperbaiki.
pendidikan di tingkat perguruan tinggi dalam upaya memperoleh pengalaman kerja. Kuliah Kerja Usaha ini juga diharapkan dapat memberikan gambaran atas apa yang harus dipersiapkan oleh mahasiswa sebagai calon pekerja untuk memasuki dunia kerja nantinya. Kegiatan ini memiliki dua unsur yang terpenting yaitu Pendidikan dan Penelitian. Pendidikan yang diterima ialah berupa konsep - konsep akademis maupun akademis dengan cara memperkenalkan mahasiswa/i dengan dunia kerja langsung, sehingga mahasiswa/i dapat belajar mengenal kegiatan – kegiatan yang dilakukan dan merasakan atmosfer bekerja dalam lembaga, instansi maupun badan usaha tempat mereka melaksanakan Kuliah Kerja Usaha.
mengawasi bank. Agar tujuan mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah tersebut dapat dicapai secara efektif dan efisien, maka ketiga tugas tersebut harus diintegrasikan. Adapun tugas mengatur dan mengawasi bank – bank sudah dilakukan pengalihan fungsi pengawasan bank kepada Otoritas Jasa Keuangan pada 31 Desember 2013. Sesuai amanat Undang-undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan, terhitung sejak 31 Desember 2013, ditandai dengan ditandatanganinya berita acara serah terima (BAST) antara Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan, maka tugas pengaturan dan pengawasan perbankan dialihkan dari Bank Indonesia kepada Otoritas Jasa Keuangan. Sejak tanggal 31 Desember 2013 tersebut, pengawasan terhadap individual bank (mikroprudensial) dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan. Namun, pengawasan terhadap makroprudential tetap dilakukan oleh Bank Indonesia, berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan.
B. Saran
Ferry Roen, 2013, Struktur Organisasi, http://perilakuorganisasi.com/struktur-organisasi.html 22/08/2015 pukul 00:40
Liya Arum dkk, 2013, Tugas, Fungsi, dan Tanggung Jawab Human Resorce Development, http://rainbowgroup06hrd.blogspot.com/2013/10/pengertian-tugas-dan-fungsi-hrd.html 22/08/2015 pukul 00:45
Bank Indonesia, 2013, Siaran Pers Bersama, http://www.bi.go.id/id/ruang-media/siaran-pers/Pages/SP_155613_DKom.aspx 25/08/2012 pukul 09:56
Wikipedia, 2014, Struktur Organisasi, Desain Organisasi Umum dan Modern
https://id.wikipedia.org/wiki/Struktur_organisasi 22/08/2015 pukul 00:42
Ikhtisar Undang-undang No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia
Kamus Besar Bahasa Indonesia Online : http://kbbi.web.id
Kitab Undang – Undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek voor Indonesie)
Nazir, Muhammad, 2003. Metode Penelitian, Ghalia Indonesia, Jakarta
Robbins, Stephen dkk, 2008. Perilaku Organisasi Buku 2, Salemba Empat Jakarta
Sugiyono, 2012, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, Alfabeta, Bandung
Undang – Undang Republik Indonesia No. 23 Tahun 1999 Tentang Bank Indonesia
DAFTAR PELAKSANAAN KEGIATAN KULIAH KERJA USAHA TANGGAL 08 – 26 AGUSTUS 2015
NAMA : ELSA DE BALQIS NIM : 7122220016
JURUSAN : AKUNTANSI
FAKULTAS : EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN TEMPAT KKU : BANK INDONESIA (MEDAN)
NO. HARI/
2. Mengarsip formulir kesehatan (KES).
3. Menginput data transaksi pembelian tiket perjalanan dinas. 4. Mengarsip bukti transaksi
pembelian tiket perjalan dinas. 5. Mengarsip struk pembayaran
tagihan listrik. 2 Selasa, 09
Juni 2015
1. Mengarsip formulir kesehatan (KES).
2. Menginput data transaksi pembelian tiket perjalanan dinas. 3. Menginput data biaya bahan bakar
minyak (BBM)
4. Menginput data pada laporan saldo per akun anggaran
5. Mengetik surat perjanjian (kontrak) 3 Rabu, 10
Juni 2015
1. Membuat data memorandum penyampaian formulir kesehatan (KES)
2. Mengecek dan memasukkan data transaksi pembelian tiket perjalanan ke buku catatan
rekap tagihan pemakaian obat.
6. Menginput data pada laporan saldo per akun anggaran
7. Melakukan arsip kartu izin cuti. 8. Menginput data pemotongan pajak
pada aplikasi BI Pajak (BIJAK) 4 Kamis, 11
Juni 2015
1. Mengarsip formulir kesehatan (KES).
2. Mengarsip bukti transaksi pembelian tiket perjalan dinas. 3. Melakukan pengecekan terhadap
rekap tagihan pemakaian obat.
4. Mendistribusikan form penilaian tenaga honorer out sourcing (THOS).
5. Menginput data pada laporan saldo per akun anggaran
5 Jum’at, 12 Juni 2015
1. Menginput data transaksi pembelian tiket perjalanan dinas. 2. Mengarsip bukti transaksi
pembelian tiket perjalan dinas. 3. Mengarsip struk pembayaran
tagihan listrik.
4. Melakukan pengecekan terhadap rekap tagihan pemakaian obat.
5. Mendistribusikan form penilaian tenaga honorer out sourcing (THOS).
6. Mengarsip bukti potong pajak 6 Senin, 15
Juni 2015
1. Mengarsip formulir kesehatan (KES).
Aplikasi BIKES 7 Selasa, 16
Juni 2015
1. Menginput data kesehatan ke Aplikasi BIKES
2. Melakukan pengecekan terhadap rekap tagihan pemakaian obat.
3. Mendistribusikan form penilaian tenaga honorer out sourcing (THOS).
4. Mengarsip bukti potong pajak 5. Menginput data pada laporan saldo
per akun anggaran 8 Rabu, 17
Juni 2015
1. Mengarsip bukti transaksi Mengarsip faktur pajak
2. Menginput data biaya bahan bakar minyak (BBM) 4. Melakukan arsip kartu izin cuti. 5. Menginput data pemotongan pajak
pada aplikasi BI Pajak (BIJAK) 10 Jum’at, 19
Juni 2015
1. Mengarsip bukti transaksi pembelian tiket perjalan dinas. 2. Mengarsip struk pembayaran
tagihan listrik.
3. Melakukan pengecekan terhadap rekap tagihan pemakaian obat.
pembelian tiket perjalanan dinas. 3. Mengarsip bukti transaksi
pembelian tiket perjalan dinas. 4. Mengarsip struk pembayaran
tagihan listrik.
2. Mengarsip struk pembayaran tagihan listrik.
3. Melakukan pengecekan terhadap rekap tagihan pemakaian obat.
4. Mengarsip faktur pajak
5. Menginput data biaya bahan bakar minyak (BBM)
6. Menginput data pada laporan saldo per akun anggaran
7. Melakukan arsip kartu izin cuti. 14 Kamis, 25
2. Menginput data biaya bahan bakar minyak (BBM)
Drs. Jumiadi AW, Ak, M.Si Sofia Magdalena Ambarita NIP.
NILAI PELAKSANAAN KULIAH KERJA USAHA (KKU)
NAMA : ELSA DE BALQIS NIM : 7122220016
JURUSAN : AKUNTANSI
FAKULTAS : EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN LOKASI KKU : BANK INDONESIA (MEDAN)
NO
. ASPEK YANG DINILAI NILAI (0 s/d 100) KETERANGAN
1 Kehadiran 2 Kedisiplinan 3 Keterampilan 4 Ketelitian 5 Kerapihan 6 Inisiatif 7 Kerja Sama 8 Tanggung Jawab
Sofia Magdalena Ambarita
NILAI PELAKSANAAN KULIAH KERJA USAHA (KKU)
NAMA : ELSA DE BALQIS NIM : 7122220016
JURUSAN : AKUNTANSI
FAKULTAS : EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN LOKASI KKU : BANK INDONESIA (MEDAN)
NO
. ASPEK YANG DINILAI NILAI (0 s/d 100) KETERANGAN
1 Kehadiran 2 Kedisiplinan 3 Keterampilan 4 Ketelitian 5 Kerapihan 6 Inisiatif 7 Kerja Sama 8 Tanggung Jawab
Medan, September 2015 Dosen Pembimbing
Drs. Jumiadi AW, Ak, M.Si
NIP. 196303201992031002
NILAI LAPORAN KULIAH KERJA USAHA (KKU)
NAMA : ELSA DE BALQIS NIM : 7122220016
JURUSAN : AKUNTANSI
FAKULTAS : EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN LOKASI KKU : BANK INDONESIA (MEDAN)
NO
. KOMPONEN NILAI MAKSIMUM NILAI
1 Latar Belakang 15
2 Tujuan dan Manfaat 10 3 Teknik Pengumpulan Data 5 4 Profil Perusahaan / Instansi Pemerintah 20 5 Pelaksanaan Kuliah Kerja Usaha 40
6 Penutup 10
Nilai Total 100