PERBANDINGAN PEMAKAIAN AIR KAPUR DAN AIR TAWAR SERTA PENGARUH PERENDAMAN AIR GARAM DAN AIR SULFAT TERHADAP Perbandingan Pemakaian Air Kapur Dan Air Tawar Serta Pengaruh Perendaman Air Garam Dan Air Sulfat Terhadap Durabilitas High Volume Fly Ash Concrete
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Penggunaan fly ash dalam beton normal dapat meningkatkan kuat tekan namun dalam beton pasca bakar beton yang menggunakan fly ash sebagai subtitusi semen sebanyak
Terlihat pada gambar, beton yang menggunakan air sumur yang disaring memiliki kuat tekan rata-rata yang lebih baik daripada yang tidak disaring.. Beton yang menggunakan air PDAM
Dari kurva tegangan regangan diatas menunjukan bahwa variasi campuran arang batok kelapa 5% dengan perendaman air sungai didapat nilai kuat tekan terbesar berada pada
Untuk pengujian pada umur 28 hari beton yang menggunakan kapur sebagai penganti sebagian agregat halus pada pasir laut merupakan beton yang menghasilkan kuat tekan rata – rata
Fly Ash merupakan bahan tambah yang bersifat aktif bila dicampur dengan kapur atau semen, dan beton dengan campuran Fly Ash memiliki kuat tekan lebih tinggi daripada beton normal
Gambar 4.1 Kuat tekan silinder beton 14 hari dengan perawatan air
Hasil yang didapat dari penelitian ini kuat tekan rata-rata beton normal dengan umur beton konversi 28 hari sebesar 21,496 MPa dan dibandingkan dengan beton campuran A1 lebih rendah
Hasil pengujian kuat tekan menunjukkan semakin tinggi komposisi BA dalam beton geopolimer akan semakin rendah kuat tekan yang didapatkan dan semakin tinggi komposisi BA di dalam beton