MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DENGAN METODE INSIDE
OUTSIDE CIRCLE DI KELAS V SD NEGERI 060876 MEDAN TIMUR TA. 2011/2012
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperolah Gelar Sarjana Pendidikan
Pada Jurusan PPSD-S1
Oleh :
Noera Sururi NIM. 081211910008
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirabbil’alamin….
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahhat, taufiq, dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika dengan Metode Inside Outside Circle di Kelas L SD Negeri 060876 Medan Timur TA. 2011/2012” yang disusun untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelar Sarjana Pendidikan dengan jurusan PPSD (Pendidikan Pra Sekolah dan Sekolah Dasar) Program Studi PGSD S-1.
Dalam penyusunan dan penulisan skripsi ini, penulis banyak mendapat bantuan dan bimbingan serta pengarahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat :
1. Bapak Prof. Dr. Ibnu Hajar Damanik, M.Si, selaku Rektor UNIMED yang telah memberikan kesempatan pada penulis melaksanakan studi di Universitas Negeri Medan.
2. Bapak Drs. Nasrun. MS, selaku Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UNIMED. 3. Bapak Pembantu Dekan I, Bapak Pembantu Dekan II, dan Bapak Pembantu
Dekan III Fakultas Ilmu Pendidikan UNIMED.
5. Ibu Dra. Masta Ginting, M.Pd, selaku Dosen Pembimbing skripsi yang telah banyak memberikan bimbingan, dukungan, dan arahan kepada penulis sehingga skripsi ini apat diselesaikan.
6. Bapak Drs. Ramli Sitorus, M. Ed, Bapak Drs. Wesly Silalahi, M. Pd, dan Ibu Dra. Eva Betty, M. Pd, selaku Dosen Penyelaras/Penguji yang telah banyak memberikan bimbingan dan saran dalam perbaikan skripsi ini.
7. Seluruh dosen-dosen akademik dan seluruh tenaga administrasi FIP UNIMED. 8. Bapak Samuji, S.Pd, selaku kepala sekolah SD Negeri 060876 Medan Timur. Dan
Tiurma Manullang. selaku wali kelas L SD Negeri 060876 Medan Timur serta Bapak/Ibu guru yang telah banyak membantu penulis selama penelitian.
9. Teristimewa, tercinta, dan tersayang penulis sampaikan baut ayahanda (Supratman), dan Ibunda (Ida Zahrina, S.Pdi) sebagai rasa hormat saya dan terima kasih yang tak terhingga atas semua pengorbanan, dukungan, dan do’a yang telah diberikan kepada penulis selama ini sehingga dapat menyelesaikan studi di UNIMED.
10.Buat sahabat-sahabatku yang teristimewa Ratmi Pertiwi dan Eti Kumala Sari atas semangat, motivasi, do’a dan dukungannya.
11.Buat keluarga besar anak-anak B-1 Reguler Jurusan PPSD stambuk 2008 dan buat teman-teman PPL yang sudah membantu dan memberikan motivasi kepada penulis selama penyelesaikan skripsi ini.
12.Buat orang-orang yang selalu memberikan motivasi dan semangat dalam menyelesaikan skripsi ini, terima kasih engkau slalu ada untuk memberikan dukungan dan semangat.
Atas segala bentuan dan bimbingan yang telah penulis terima, penulis tidak dapat membalas kiranya tiada kata lain penulis ucapkan selain berserah ini kepada Allah SWT.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kekurangan dan kejanggalan baik kata-kata maupun susunan kalimatnya, oleh sebab itu penulis mengharapkan kritik dan saran pembaca yang bersifat membangun demi kesempurnaan skripsi ini.
Akhirnya penulis dengan penuh harapan agar kiranya skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca umumnya, penulis mengucapkan terima kasih.
Medan, Juni 2012 Penulis
ABSTRAK
Noera Sururi. NIM : 081211910008. Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika dengan Metode Inside Outside Circle di Kelas V SD Negeri 060876 Medan Timur TA. 2011/2012.
Adapun rumusan masalah penelitian ini adalah apakah setelah menggunakan metode Inside Outside Circle dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi pokok operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan di kelas V SD Negeri 060876 Medan Timur Tahun Ajaran 2011/2012?
Subjek dalam penelitian tidakan kelas ini adalah peserta didik kelas V yang berjumlah 40 orang yang terdiri dari 22 peserta didik laki-laki dan 18 peserta didik perempuan di SD Negeri No. 060876 Medan Timur. Objek dalam penelitian ini adalah metode Inside Outside Circle yang diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Matamatika Materi Pokok Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan Dengan Metode Inside Outside Circle di Kelas V SD
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan metode Inside Outside Circle dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi pokok operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan di kelas V SD Negeri 060876 TA 2011/2012.
Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus, dimana setiap siklus dilakukan 2x pertemuan. Dalam setiap siklus dilakukan melalui 4 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Alat pengumpul data yang digunakan adalah angket dan observasi. Sebelum dilakukan tindakan pada siklus 1, peneliti terlebih dahulu mengamati proses pembelajaran awal siswa atau prasiklus yang bertujuan selain untuk mengetahui motivasi belajar siswa juga untuk mengetahui kekurangan-kekurangan dalam proses kegiatan belajar mengajar.
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi motivasi belajar siswa dan angket motivasi belajar siswa dengan indikator : tekun menghadapi tugas, ulet menghadapi kesulitan, menunjukkan minat yang tinggi terhadap bermacam-macam masalah, bekerja mandiri, dapat mempertahankan pendapatnya, bekerja sama dalam mencari dan memecahkan masalah..
Berdasarkan analisis data observasi pada kondisi awal diperoleh 6 orang memiliki motivasi belajar baik (15%), 7 orang memiliki motivasi belajar cukup (17,5%), 11 orang memiliki motivasi belajar kurang (27,5%), 16 orang memiliki motivasi belajar sangat kurang (40%). Pada siklus I mengalami perubahan yaitu : 6 orang memiliki motivasi belajar sangat baik (15%), 15 orang memiliki motivasi belajar baik (37,5%), 12 orang memiliki motivasi belajar cukup (30%), 7 orang memiliki motivasi belajar kurang (17,5%). Dan pada siklus II persentase motivasi belajar siswa semakin meningkat dan sesuai dengan persentase yang ingin dicapai pada tingkat motivasi belajar siswa, yaitu : 12 orang memiliki motivasi belajar sangat baik (30%), 21 orang memiliki motivasi belajar baik (52,5%), 4 orang memiliki motivasi belajar cukup (10%), 3 orang memiliki motivasi belajar kurang (7,5%). Sedangkan berdasarkan analisis data yang diperoleh dari angket pada siklus I adalah : 22 orang memiliki motivasi belajar baik (55%), 15 orang memiliki kreativitas belajar cukup (37,5%), 3 orang memiliki motivasi belajar kurang(7,5%). Dan pada siklus II diperoleh : 12 orang memiliki motivasi belajar sangat baik (30%%), 22 orang motivasi belajar baik (55%), 5 orang memiliki motivasi belajar cukup (12,5%) dan 1 orang memiliki motivasi belajar kurang (2,5%).
DAFTAR ISI
Abstrak... i
Kata Pengatar ... ii
Daftar Isi ... v
BAB I : PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang... 1
1.2 Identifikasi Masalah... 4
1.3 Pembatasan Masalah... 5
1.4 Rumusan Masalah... 5
1.5 Tujuan Penelitian... 5
1.6 Manfaat Penelitian... 5
BAB II : TINJAUAN TEORITIS 2.1 Kajian Teori ... 7
2.1.1Hakikat Motivasi Belajar... 7
2.1.2 Pengertian belajar... 11
2.1.3 Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar... 13
2.1.4 Metode Inside Outside Circle... 14
2.1.5 Langkah-langkah Metode Inside Outside Circle…….. 16
2.1.6 Hakikat Belajar Matematika... 18
2.2 Kerangka Konseptual... 23
2.3 Hipotesis Tindakan... 24
BAB III : METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian... 25
3.2 Lokasi Penelitian ... 25
3.3 Subjek dan Objek Penelitian... 25
3.4 Defenisi Operasional Variabel ... 26
3.5 Desain Penelitian ... 26
3.6 Prosedur Penelitian ... 27
3.7 Teknik Pengumpulan Data... 32
3.8 Teknik Analisis Data... 34
3.9 Jadwal Penelitian... 36
BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 37
4.1 Hasil Penelitian ... 37
4.1.1 Deskriptor Keadaan Awal... 37
4.1.2 Deskripsi Siklus I ... 40
4.1.3 Deskriptor Siklus II ... 48
4.2 Pembahasan Penelitian ... 56
5.1 Kesimpulan ... 59
5.2 Saran ... 60
Daftar Pustaka ... 62
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Metode Inside Outside Circle ... 14
Gambar 2 Desain Penelitian Tindakan Kelas Menurut Kemmis dan
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Jadwal Penelitian
Lampiran 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I Pertemuan I
Lampiran 3 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I Pertemuan II
Lampiran 4 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus II Pertemuan III
Lampiran 5 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus II Pertemuan IV
Lampiran 6 Lembar Observasi Guru Siklus I
Lampiran 7 Lembar Observasi Guru Siklus II
Lampiran 8 Lembar Observasi Siswa Kondisi Awal
Lampiran 9 Lembar Observasi Siswa Siklus I
iLampiran 10 Lembar Observasi Siswa Siklus II
Lampiran 11 Lembar Angket Motivasi Belajar Siswa Siklus I dan II
Lampiran 12 Data Hasil Observasi Kondisi Awal
Lampiran 13 Data Hasil Observasi Siklus I
Lampiran 14 Data Hasil Observasi Siklus II
Lampiran 15 Data Hasil Angket Siklus I
Lampiran 16 Data Hasil Angket Siklus II
Lampiran 17 Dokumentasi
Lampiran 18 Surat Izin Penelitian
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Masalah
Anak dari berbagai usia berfikir sesuai dengan tingkat usianya.
Matematika adalah subjek ideal yang mampu mengembangkan proses berfikir
anak dimulai dari usia dini, usia pendidikan kelas awal (pendidikan dasar),
pendidikan menengah, pendidikan lajutan dan bahkan sampai mereka berada di
bangku perkuliahan. Hal ini diberikan untuk mengetahui dan memakai prinsip
matematika dalam kehidupan sehari-hari baik itu mengenai perhitungan,
pengerjaan soal, pemecahan masalah kehidupan di lingkungan sekolah ataupun di
lingkungan masyarakat..
Khusus untuk anak-anak atau siswa pendidikan kelas awal atau pendidikan
dasar (SD), matematika sangat berguna sekali bagi mereka untuk
mengembangkan proses berfikir mereka mulai dari hal-hal yang sederhana samapi
kepada hal-hal yang rumit. Tahapan dimana anak-anak atau siswa Sekolah Dasar
sudah bisa mempraktekkan matematika dalam kehidupan sehari-hari tentulah
ditunjang oleh berbagai cara serta metode pembelajaran yang menyenangkan bagi
anak-anak Sekolah Dasar. Hal ini sesuai dengan tingkat perkembangan anak kelas
awal SD yang cenderung bermain sambil belajar.
Kegiatan belajar merupakan suatu kegiatan yang dapat menunjang
tercapainya tujuan pembelajaran. Hal ini berarti bahwa berhasil tidaknya
pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang dialami oleh siswa. Dalam upaya
meningkatan motivasi belajar siswa di sekolah, para guru berkewajiban untuk
dapat menciptakan kegiatan belajar yang mampu membangun kemampuan siswa
dalam memahami pelajaran agar tercapai motivasi belajar yang optimal, oleh
karena itu dalam merancang kegiatan pembelajaran yang optimal diperlukan
diperlukan kecermatan guru dalam memilih teori dan model pengajaran yang akan
diterapkan.
Menurut Sadirman (2009: 83) ciri-ciri siswa yang memiliki motivasi ditandai dengan tekun menghadapi tugas, ulet menghadapi kesulitan, menunjukkan minat dalam bermacam-macam masalah, lebih senang bekerja mandiri ,cepat bosan pada tugas-tugas yang rutin, dapat mempertahankan pendapatnya, tidak mudah melepaskan hal yang diyakininya itu, senang mencari dan memecahkan masalah soal-soal. Oleh karenanya, sudah menjadi tugas dan tanggung jawab guru agar memotivasi siswa dalam kegiatan belajarnya, sehingga proses belajar mengajar yang dilaksanakan dapat berlangsung secara efektif dan efisien.
Dalam belajar matematika, siswa diharapkan memiliki nilai yang baik.
Nilai yang baik adalah apabila siswa memiliki motivasi yang kuat sehingga hasil
belajar siswa mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang sudah
ditetapkan oleh satuan pendidikan berdasarkan hasil musyawarah guru mata
pelajaran. KKM merupakan kriteria yang paling rendah untuk menyatakan peserta
didik mencapai ketuntasan dalam belajar.
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti bahwa pembelajaran
matematika di SD Negeri 060876 Medan Timur kurang diminati oleh siswa dan
metode yang digunakan dalam mengajar masih tergolong tidak variatif dan lebih
banyak menggunakan metode ceramah. Kondisi seperti ini akan mengakibatkan
motivasi belajar siswa rendah. Dengan kondisi yang demikian menimbulkan
Selain itu siswa menjadikan Matematika sebagai pelajaran yang
membosankan dan tidak menarik untuk diikuti. Hal ini terlihat dari kurangnya
perhatian siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar, banyak siswa yang
ribut dan asik bermain sendiri di bangkunya ketika guru menerangkan. Hal ini
disebabkan karena pembelajaran yang dilakukan oleh guru dilakukan dengan
metode ceramah tanpa melibatkan siswa secara aktif didalam pembelajaran.
Faktor lain yang dapat juga memberikan pengaruh terhadap motivasi
belajar matematika adalah faktor keluarga, sekolah, dan masyarakat. Faktor
keluarga meliputi hubungan harmonis antar keluarga, bagaimana cara orang tua
mendidik anak dirumah. Apakah orang tua memperhatikan pendidikan anak.,
selalu memberi motivasi kepada mereka untuk tetap belajar, bahkan kondisi
ekonomi keluarga sangat mempengaruhi hasil belajar mereka. Begitu juga yang
berasal dari sekolah, meliputi komponen yang sangat mempengaruhi motivasi
belajar matematika seperti sarana dan prasarana.
Salah satu cara yang dapat diharapkan meningkatkan motivasi belajar
adalah dengan menggunakan metode Inside Outside Circle. Dengan menggunakan
metode Inside Outside Circle menunjukkan suatu cara atau proses suatu ilmu
pengetahuan. Metode Inside Outside Circle bertujuan untuk membantu proses
belajar mengajar agar lebih menarik dan membantu proses belajar mengajar agar
lebih mudah dicerna oleh siswa sehingga menumbuhkan keinginan siswa untuk
belajar matematika. Metode Inside Outside Circle merupakan salah satu cara
penyajian pelajaran, dengan memberikan kesempatan kepada siswa agar saling
berbagi informasi pada saat yang bersamaan. Dengan metode Inside Outside
diharapkan siswa dengan mudah memahami materi pecahan dengan aktif,
sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
Berdasarkan permasalahan yang di atas, maka dapat diprediksi bahwa
kualitas pembelajaran dapat meningkat apabila guru menggunakan pendekatan
atau model pembelajaran yang tepat dengan alasan bahwa dengan menggunakan
model pembelajaran yang tepat dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Hal
ini dapat dilakukan dengan menggunakan fakta-fakta yang mendominasi motivasi
belajar, salah satunya adalah pembelajaran kooperatif.
Berdasarkan uraian-uraian diatas, peneliti tertarik mengajarkan materi
Operasi Pecahan kepada siswa SD kelas V dengan mengaktifkan siswa secara
langsung dalam pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas dengan
melakukan penelitian yang berjudul “Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa
Pada Mata Pelajaran Matamatika Dengan Metode Inside Outside Circle di
Kelas V SD Negeri 060876 Medan Timur TA.2011/2012”.
1.2
Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, dapat diidentifikasi beberapa
permasalahan yang berhubungan pada mata pelajaran matematika, diantaranya :
1. Metode pembelajaran masih bersifat satu arah yaitu ceramah
2. Adanya asumsi siswa bahwa matematika merupakan pelajaran yang sulit
3. Siswa kurang termotivasi untuk belajar
4. Siswa kurang tekun dalam belajar matematika
5. Guru tidak menggunakan variasi dalam kegiatan pembelajaran sehingga
1.3
Pembatasan Masalah
Melihat identifikasi masalah yang diuraikan di atas maka penulis
membatasi masalah “Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran
Matamatika Materi Pokok Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan
Dengan Metode Inside Outside Circle di Kelas V SD Negeri 060876 Medan
Timur TA.2011/2012”.
1.4
Rumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah tersebut, maka rumusan masalah yang
akan diteliti sebagai berikut :apakah setelah menggunakan metode Inside Outside
Circle dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran
matematika materi pokok operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan di kelas
V SD Negeri 060876 Medan Timur Tahun Ajaran 2011/2012?
1.5
Tujuan Penelitian
Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui
penggunaan metode Inside Outside Circle dapat meningkatkan motivasi belajar
siswa pada mata pelajaran matematika materi pokok operasi penjumlahan dan
pengurangan pecahan di kelas V SD Negeri 060876 TA 2011/2012.
1.6
Manfaat penelitian
Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini antara lain :
1. Bagi Siswa, untuk meningkatkan motivasi belajar matematika tentang
2. Bagi Guru, membuka wawasan berfikir dalam mengajarkan dan
mengembangkan metode mengajar, sebagai umpan balik untuk mengukur
keberhasilan dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar melalui
penelitian tindakan kelas.
3. Bagi Sekolah, sebagai masukan dan informasi tentang penggunaan metode
untuk meningkatkan pemahaman, meningkatkan mutu dan kualitas
pembelajaran matematika.
4. Bagi Peneliti, untuk melihat kesesuaian metode Inside Outside Circle
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil temuan dan data penelitian yang dilakukan terhadap peningkatan motivasi belajar siswa pada pokok bahasan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan dengan menggunakan metode Inside Outside Circle di SD Negeri 060876 Medan Timur, maka peneliti membuat kesimpulan sebagai berikut :
1. Pembelajaran dengan menggunakan metode Inside Outside Circle dapat
meningkatkan motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran Matematika materi pokok operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan (hipotesis diterima).
2. Metode Inside Outside Circle merupakan pendekatan yang mengorientasikan
pada aktivitas siswa pada kadar yang tinggi dalam pembelajaran. Pembelajaran siswa menjadi lebih aktif dan kreatif, karena pendekatan ini melibatkan siswa dalam pembelajaran. Siswa sangat berperan dalam kegiatan belajar mengajar guru hanya menjadi motivator dan fasilisator.
3. Dengan Metode Inside Outside Circle dalam pembelajaran Matematika dapat
mempertahankan pendapatnya, 6) bekerja sama dalam mencari dan memecahkan masalah.
4. Dengan metode Inside Outside Circle pada pembelajaran Matematika dapat
meningkatkan kualitas proses pembelajaran yang dilakukan guru dan peningkatan kualitas hasil belajar siswa.
5. Rata-rata kelas motivasi belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan
metode Inside Outside Circle lebih baik daripada sebelumnya. Hal tersebut
terlihat dari kondisi awal hanya 6 orang siswa yang memiliki kreativitas belajar baik atau sekitar 15% (sangat kurang), siklus I ada 21 orang yang memiliki kreativitas belajar baik atau sekitar 52,5% (cukup), siklus II sudah mengalami peningkatan yaitu sudah 33 orang siswa yang memiliki kreativitas belajar yang baik yaitu 82,5% (sangat baik).
5.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan di atas, dapat dikemukakan beberapa saran, yaitu :
1. Kepala sekolah memberikan pelatihan, menerangkan program-program
pelatihan untuk peningkatan keterampilan guru dalam penerapan cooperative learning untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.
2. Hendaknya diawal pembelajaran guru selalu memberikan motivasi dengan
cara pemberian pujian agar siswa lebih percaya diri dan semangat dalam mengikuti pelajaran dikelas.
3. Hendaknya guru menggunakan metode Inside Outside Circle dalam
4. Orangtua mendukung siswa untuk kegiatan belajar mengajar dangan cara menyediakan sarana dan prasarana kegiatan belajar mengajar.
5. Bagi peneliti sendiri, sekiranya hasil penelitian tindakan kelas ini dapat
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. “Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan”. PT Bumi Aksara, Jakarta.
Asmani, Jamal Ma’mur. “ 7 Tips Aplikasi PAKEM : Pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan”. Cetakan I, April 2011.
Dewi, R.2010. Penelitian Tindakan Kelas. Medan: Pasca Sarjana Unimed. Dimyati & Mudjiono.2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Isjoni. H.Msi.PH.D. 2009.“ Pembelajaran Kooperatif”. Penerbit Pustaka Pelajar. Lie, A.2002. “Cooperative Learning: Mempraktikkan cooperative learning
diruang-ruang kelas”. Jakarta.
Mei. Anggun Utami.dalamhttp://edukasi.kompasiana.com/2011/09/29/pengertian-
belajar-serta-pembelajaran-dalam-pendidikan/
Nurhayani dalam
http://nurhay13.blogspot.com/2011/12/metode-inside-outside-circle.html
Purwanto, N.1992. “Psikologi Pendidikan”. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Riduwan,2004. “Belajar Mudah Penelitian”. Penerbit Alfabeta.
Rudhito Andi, Susento dalam
http://pmatandy.blogspot.com/2008/12/prinsip-prinsip-pembelajaran-matematika.html ( diakses 27 Januari 2012) Sumanto, Y.D. dkk.2008. “Gemar Matematika 5”. Departemen Pendidikan
Nasional. Jakarta.
Suprijono, A.2009. “Cooperative Learning”. Penerbit Pustaka Pelajar.
Syamrilaode dalam
http://belajarpsikologi.com/faktor-yang-mempengaruhi-prestasi-belajar/
DAFTAR PUS TAKA
Arikunto, Suharsimi. “Dasar-Dasar Evaluasi Pendidik an”. PT Bumi Aksara, Jakarta.
Asmani, Jamal M a’mur. “ 7 Tips Ap likasi PAKEM : Pembelajaran aktif, kreatif, ef ektif, dan meny enangk an”. Cetakan I, Ap ril 2011.
Dewi, R.2010. Penelitian Tindakan Kelas. M edan: Pasca Sarjana Unimed.
Dimy ati & Mudjiono.2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka C ip ta.
Isjoni. H.Msi.PH.D. 2009.“ Pembelajaran Koop eratif”. Penerbit Pustaka Pelajar.
Lie, A.2002. “Cooperative Learning: M emp raktikkan coop erative learnin g diruan g-ru an g kelas”.
Jakarta.
M ei. Anggun Utami.dalamhttp ://edukasi.komp asiana.co m/2011/09 /29/pengertian-
belajar-serta-p embelajaran-dalam-belajar-serta-p endidikan /
Nurhay ani dalam http ://nurhay 13.blogsp ot.com/2011/12/metode-inside-outside-cir cle.html
Purwanto, N.1992. “Psikologi Pend idikan”. Dep artemen Pendidikan d an Kebuday aan.
Riduwan,2004. “Belajar Mudah Penelitian”. Penerbit Alfabeta.
Rudhito Andi, Susento dalam http://p matandy .blogsp ot.com/2008/12/prinsip prinsip
-p embelajaran-matematika.html ( diakses 27 Januar i 2012)
Sumanto, Y.D. dkk.2008. “Gemar M atematika 5”. Dep artemen Pendidikan Nasion al. Jakarta.
Sup rijono, A.2009. “Cooperative Learning”. Penerbit Pustaka Pelajar.
Sy amrilaod e dalam http ://id.shvoong. com/writingandspeakin g/p resenting/2063168konsep
-p ecahan-dalam-matematika/
http://belajarp sikologi.co m/faktor-y ang-memp engaruhi-prestasi-belajar /