PENERAPAN MEDIA AUDIOVISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SERVIS FOREHAND DALAM PERMAINAN
BULUTANGKIS PADA SISWA KELAS VIII MTS SWASTA ISTIQOMAH TANAH JAWA
TAHUN AJARAN 2013/2014
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat-Syarat Memperoleh Gelar
Sarjana Pendidikan
OLEH: IKO FIALI NIM : 608112147
FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat umur dan
kesehatan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul penerapan media
audiovisual untuk meningkatkan hasil belajar servis forehand dalam permainan bulutangkis pada
siswa kelas VIII MTs Swasta Istiqamah Tanah Jawa Tahun Ajaran 2013/2014.
Selama penyusunan skripsi ini, tentu saja tidak lepas dari bantuan dam bimbingan dari
berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan kali ini penulis menyampaikan rasa terima
kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Bapak Prof. Dr. Ibnu Hajar, M.Si selaku Rektor UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2. Bapak Drs. Basyaruddin Daulay, M.Kes, selaku Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
3. Bapak Drs. Suharjo, M.Pd, selaku dekan Pembantu Dekan I Fakultas Ilmu Keolahragaan
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
4. Bapak Drs. Mesnan, M,Kes, selaku Pembantu Dekan II Fakultas Ilmu Keolahragaan
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
5. Bapak Drs. Budi Vilianto, M.Pd, selaku Pembantu Dekan III Fakultas Ilmu Keolahragaan
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
6. Bapak Drs. Suryadi Damanik, M.Kes, selaku Ketua Jurusan Pendidikan Jasmani
Kesehataan dan Rekreasi Fakultas Ilmu Keolahragaan UNIVERSITAS NEGERI
MEDAN.
7. Bapak Drs. M yusuf, selaku Dosen Pembimbing Skripsi yang selama ini banyak
8. Bapak Prof. Dr. Agung Sunarno, M.Pd, selaku Dosen tempat penulis penulis selalu
meminta bimbingan dan diskusi.
9. Para bapak dan ibu dosen beserta Staf Pegawai Fakultas Ilmu Keolahragaan
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
10.Kepala Sekolah beserta Guru Penjas dan siswa kelas VIII MTs swata Istiqomah Tanah
Jawa
11.Orang tua saya yang telah menyayangi dan selalu mendoakan saya agar hidup saya
bahagia dan sehat selalu. Ayahanda Suroso dan Ibunda Suparti. doa dan keringat kalian
adalah motivasi terbesar untuk hidup jadi lebih baik dan ingin membahagiakan kalian
12.Kakak tersayang Virani dan adik tercinta Anim atas doa dan kasih sayangnya selama ini
13.Teman-teman sejawat yang selalu menyemangati penulis buat menyelesaikan skripsi ini
( Heri Oktari Damanik, Pandras, Zoel Manurung, Zulvandi, Mahyudi, Evriza Yanti,
Herlisna, Nessy Andriyani)
Semoga Skripsi ini berguna untuk pembaca dan kuhusnya bagi diri pribadi penulis.
Amiiin……
Medan, Januari 2014
Penulis
Iko Fiali
i
ABSTRAK
IKO FIALI, Penerapan Media Audio Viasual Untuk Miningkatkan Hasil Belajar Servis Forehand Dalam Permainan Bulutangkis Pada Siswa Kelas VIII Mts Swasta Istiqamah Tanah Jawa Tahun Ajaran 2013/2014
Pembimbing : M. YUSUF
Skripsi : Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Medan (UNIMED) 2013
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran media
audiovisual terhadap hasil belajar servis forehand dalam permainan bulutangkis
pada siswa kelas VIII MTs Swasta Istiqamah Tanah Jawa Tahun Ajaran
2013/2014. Dari hasil data awal (pre-test) yang telah dilakukan menunjukkan
bahwa kemampuan siswa dalam melakukan servis forehand bulutangkis masih
rendah dan hal ini tampak dari hasil belajar siswa.
Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dapat di
analisis. Dalam hal ini dalam menganalisis data dengan mereduksi data dan
memaparkan data dalam bentuk tabel, sehingga dapat dicari nilai rata-rata, dan
persentase keberhasilan belajar.
Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-B MTs Swasta
Istiqamah Tanah Jawa Tahun Ajaran 2013/2014 yang berjumlah 16 orang siswa,
diantaranya 7 orang siswa putra dan 9 orang siswa putri.
Hasil pada siklus I menunjukkan bahwa hasil belajar pukulan servis
forehand bulutangkis yaitu 62,5%siswa yang tuntas belajar dan 37,5% siswa yang
tidak tuntas belajar. Hasil belajar siswa dalam melakukan pukulan servis forehand
bulutangkis pada siklus I secara keseluruhan mencapai 76,56%. Pada siklus II
menunjukkan bahwa hasil pukulan servis forehand bulutangkis yaitu 93,75%
siswa yang tuntas dalam belajarnya dan 6,25% siswa yang tidak tuntas dalam
belajar dan hasil belajar secara keseluruhan dalam melakukan servis forehand
bulutangkis pada siklus II mencapai 85,94%.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa media audiovisual dapat memberikan
kontribusi yang sangat besar dan signifikan terhadap hasil belajar pukulan servis
forehand dalam permainan bulutangkis pada siswa kelas VIII-B MTs Swasta
v
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN SARAN ... 39
A. Deskripsi Data Penelitian... ... 39
B. Hasil Penelitian ... ... 40
1. Siklus l ... ... 40
2. Siklus ll ... ... 47
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 55
A. Kesimpulan ... 55
B. Saran ... ... 56
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
1. Instrumen Penelitian ... ... 36
2. Deskripsi Hasil Tes Awal(Pre-Test) ... 40
3. Hasil observasi penilain tes siklus I .. ... 42
4. Frekuensi Nilai Tes Siklus I ... 45
5. Hasil Refleksi Tes Siklus I . ... 46
6. Hasil Observasi Penilaian Tes Siklus II ... 48
7. Frekuensi Nilai Tes Siklus II . ... 50
8. Hasil Refleksi Tes SiklusII... ... 51
9. Perbandingan Hasil Belajar Pre-Test, Siklus I, dan Siklus II ... 54
DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
2.1. Lapangan Bulutangkis ... 20
2.2Raket Bulutangkis ... 22
2.3. ServisForehand ... 24
3.1. Siklus Penelitian... 32
3.2. Instrument Penelitian……… ... 36
4.1. Hasil Belajar Pukulan Servis Forehand Siklus I ... 43
4.2. Perbandingan Ketuntasan Belajar Siklus I ... 46
4.3. Hasil Belajar Pukulan ServisForehand Siklus II ... 49
4.4. Perbandingan Ketuntasan Belajar Siklus II ... 51
4.5 Diagram Perbandingan ketuntasan Belajar Pada Setiap Siklus ... 54
Lampiran 1
SIKLUS I
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan : MTs Swasta Istiqamah Kelas/Semester : VIII/ 1 (Ganjil )
Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan
Kesehatan
Tema/Topik : Teknik Dasar Bulutangkis Pertemuan ke : 1
Waktu : 2 x 40 menit ( 1 x pertemuan )
A. Kompetensi Inti :
1. Menghargai dan menghayati ajaran agam yang dianut.
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,
peduli (toleransi, gotong royong) santun, percaya diri, dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan
pergaulan dan keberadaannya.
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan
rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya
terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan,
(menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai
dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut
pandang/teori.
B. Kompetensi Dasar :
1.1Menghayati dan mengamalkan nilai-nilai agama yang dianut dalam
melakukan aktivitas jasmani, permainan, dan olahraga.
2.1 Berperilaku sportif dalam bermain.
2.6 Disiplin selama melakukan berbagai aktivitas fisik.
3.3 Memahami pengetahuan modifikasi teknik dasar permainan bola kecil.
4.1 Mempraktikkan modifikasi teknik dasar permainan bola kecil dengan
menekankan gerak dasar fundamentalnya
C. Indikator Pencapaian Kompetensi :
1. Melakukan doa sebelum memulai pembelajaran .
2. Menunjukkan sikap sportif dalam bermain.
3. Menunjukkan sikap disiplin selama mengikuti pembelajaran .
4. Melakukan teknik dasar memegang raket dan pukulan servis bulutangkis.
5. Menjelaskan teknik dasar memegang raket dan pukulan servis bulutangkis.
D. Tujuan Pembelajaran :
Setelah mengikuti pembelajaran ini, diharapkan peserta didik dapat:
1. Melafalkan doa menurut agama dan kepercayaan masing-masing.
2. Menunjukkan sikap sportif dalam bermain.
4. Melakukan sikap awal memegang raket bulutangkis dengan benar
5. Melakukan sikap awal servis bulutangkis dengan benar.
6. Melakukan sikap perkenaan kok pada raket bulutangkis dengan benar
7. Melakukan sikap akhir servis bulutangkis dengan benar.
8. Menjelaskan sikap awal memegang raket bulutangkis dengan benar
9. Menjelaskan sikap awal servis bulutangkis dengan benar.
10. Menjelaskan sikap perkenaan kok pada raket bulutangkis dengan benar.
11. Menjelaskan sikap akhir servis bulutangkis dengan benar.
E. Materi Pembelajaran : 1. Servis bulutangkis :
Servis dalam permainan bulutangkis adalah pukulan dengan raket yang
menerbangkan shuttlecock (cock) ke bidang lapangan lain secara diagonal
dan bertujuan sebagai pembuka permainan.
Elemen dasar bagi pelaksanaan pukulan servis bulutangkis yang baik
adalah: a). cara memegang raket. b). sikap awal servis, c).perkenaan kok
pada raket, d). ayunan lengan (pukulan), e).mengarahkan kok kearah
sasaran, f). mengatur posisi badan.
1) Persiapan (Sikap awal)
Grip handshake atau pistol
Berdiri dengan kaki direnggangkan satu didepan dan satu di
belakang
Kok dipegang oleh tangan yang tidak dominan
2) Pelaksanaan (Perkenaan bola)
Berat badan dipindahkan pada kaki bagian depan
Gunakan gerakan menelungkupkan tangan pada bagian bawah dan
sentakkan pergelangan tangan
Lakukan kontak pada ketinggian lutut
Kok akan lambung tinggi dan jauh
3) Gerakan Lanjutan (Sikap akhir)
Akhiri dengan reket menorah ke atas lurus dengan gerakan kok
Silangkan reket di depan dan di atas bahu tangan yang tidak
memegang reket
Putar pinggul dan bahu Pandangan ke kok
F. Metode Pembelajaran.
1. Pendekatan: saintifik (scientific)
2. Metode: penugasan.
G. Kegiatan Pembelajaran.
KEGIATAN DISKRIPSI WAKTU
Pendahuluan
Berbaris, berdoa, presensi, dan apersepsi
Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan
pembelajaran
(alokasi waktu ini sudah memperhitungkan waktu
peralihan dari mapel lain)
Inti
Menerapkan pembelajaran menggunakan media
audio visual
Pemanasan dengan pendekatan bermain lari 4
penjuru (berbagai variasi permainan)
Guru mendemonsrasikan cara memegang raket dan
teknik pukulan servis forehand bulutangkis
Peserta didik mengamati gerakan yang dilakukan
oleh guru
Peserta didik diberi kesempatan untuk bertanya
tentang gerakan yang di demonstrasikan oleh guru
Peserta didik diberi kesempatan untuk mencoba
gerakan yang di demontrasikan oleh guru yaitu cara
memegang raket dan teknik dasar servis forehand
bulutangkis dengan rincian kegiatan sebagai berikut:
45 menit
Diawali dengan memegang raket yang benar
(serempak)
Malakukan perpindahan berat badan dari kaki
bagian belakang ke depan
Mengayunkan reket untuk memukul kok
Teknik dasar servis forehand dengan rincian
kegiatan sebagai berikut:
Melakukan servis bulutangkis dengan proses servis
yang baik
Melakukan servis bulutangkis dengan lapangan
sesungguhnya
Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model
resiprokal/timbal-balik
Guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi
tugas dan indikator tugas gerak kepada setiap
kelompok.
Siswa mempelajari tugas gerak dan indikator
keberhasilannya
Siswa membagi tugas, siapa yang pertama kali
melakukan teknik dasar servis bulutangkis,
seterusnya dilakukan secara bergantian sampai
semua anggota kelompok melakukan servis
bulutangkis dan yang lain menjadi pengamat
Siswa melaksanakan tes tugas gerak, dan
menampilkan gerak sesuai dengan indikator yang
telah ditentukan.
Penutup
Melakukan refleksi dengan tanya jawab kepada
peserta didik
Menarik kesimpulan dari hasil pembelajaran
Pendinginan, berbaris, tugas-tugas, evaluasi proses
pembelajaran, berdoa dan bubar (alokasi waktu ini
sudah memperhitungkan persiapan mengikuti
mapel lain)
H. Sumber Belajar - Ruang tertutup
- Ruang terbuka, datar dan aman
- Proyektor dan loudspeaker
- Bola/cock,, raket, net
- Buku teks
- Buku referensi, Grice, Tony. (2004). Bulu tangkis: Petunjuk Praktis
Untuk Pemula dan Lanjut Jakarta
- Lembar Kerja Proses Belajar Grice, Tony. (2004). Bulu tangkis: Petunjuk
Praktis Untuk Pemula dan Lanjut Jakarta I. Penilaian
1. Teknik penilaian:
- Tes unjuk kerja (keterampilan):
Lakukan teknik dasar servis forehand bulutangkis
Keterangan:
Penilaian terhadap kualitas unjuk kerja peserta ujian, dengan rentang
Jumlah skor yang diperoleh
Nilai =
Jumlah skor maksimal
2. Rubrik Penilaian
RUBRIK PENILAIAN
UNJUK KERJA TEKNIK DASAR SERVIS FOREHAND PERMAINAN BULUTANGKIS
Indikator Aspek Yang Dinilai Skor ( √ ) Gambar
Fase
Persiapan
Grip handshake atau pistol
Berdiri dengan kaki
direnggangkan satu didepan dan
satu di belakang
Kok dipegang oleh tangan yang
tidak dominan
Berat badan pada kaki yang
berada di belakang
fase
pelaksanaan
Berat badan dipindahkan pada
kaki bagian depan
Gunakan gerakan menelungkup-
dan sentakkan pergelangan
tangan
Lakukan kontak pada ketinggian
lutut
Akhiri dengan reket menorah ke
atas lurus dengan gerakan kok
Silangkan reket di depan dan di
atas bahu tangan yang tidak
memegang reket
Putar pinggul dan bahu
Pandangan ke kok
Mengetahui
Kepala MTs Swasta Istiqamah
SIKLUS II
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan : MTs Swasta Istiqamah Kelas/Semester : VIII / 1 (Ganjil )
Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
Tema/Topik : Teknik Dasar Bulutangkis Pertemuan ke : 1
Waktu : 2 x 40 menit ( 1 x pertemuan )
A. Kompetensi Inti :
1. Menghargai dan menghayati ajaran agam yang dianut.
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,
peduli (toleransi, gotong royong) santun, percaya diri, dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan
pergaulan dan keberadaannya.
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan
rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya
terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan,
(menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai
dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut
pandang/teori.
B. Kompetensi Dasar :
1.2Menghayati dan mengamalkan nilai-nilai agama yang dianut dalam
melakukan aktivitas jasmani, permainan, dan olahraga.
2.1 Berperilaku sportif dalam bermain.
2.6 Disiplin selama melakukan berbagai aktivitas fisik.
3.3 Memahami pengetahuan modifikasi teknik dasar permainan bola kecil.
4.1 Mempraktikkan modifikasi teknik dasar permainan bola kecil dengan
menekankan gerak dasar fundamentalnya
C. Indikator Pencapaian Kompetensi :
1. Melakukan doa sebelum memulai pembelajaran .
2. Menunjukkan sikap sportif dalam bermain.
3. Menunjukkan sikap disiplin selama mengikuti pembelajaran .
4. Melakukan teknik dasar memegang raket dan pukulan servis bulutangkis.
5. Menjelaskan teknik dasar memegang raket dan pukulan servis bulutangkis.
D. Tujuan Pembelajaran :
Setelah mengikuti pembelajaran ini, diharapkan peserta didik dapat:
12. Melafalkan doa menurut agama dan kepercayaan masing-masing.
13. Menunjukkan sikap sportif dalam bermain.
15. Melakukan sikap awal memegang raket bulutangkis dengan benar
16. Melakukan sikap awal servis bulutangkis dengan benar.
17. Melakukan sikap perkenaan kok pada raket bulutangkis dengan benar
18. Melakukan sikap akhir servis bulutangkis dengan benar.
19. Menjelaskan sikap awal memegang raket bulutangkis dengan benar
20. Menjelaskan sikap awal servis bulutangkis dengan benar.
21. Menjelaskan sikap perkenaan kok pada raket bulutangkis dengan benar.
22. Menjelaskan sikap akhir servis bulutangkis dengan benar.
E. Materi Pembelajaran : 2. Servis bulutangkis :
Servis dalam permainan bulutangkis adalah pukulan dengan raket yang
menerbangkan shuttlecock (cock) ke bidang lapangan lain secara diagonal
dan bertujuan sebagai pembuka permainan.
Elemen dasar bagi pelaksanaan pukulan servis bulutangkis yang baik
adalah: a). cara memegang raket. b). sikap awal servis, c).perkenaan bola
pada raket, d).
ayunan lengan (pukulan), e).mengarahkan bola kearah sasaran, f).
mengatur posisi badan.
4) Persiapan (Sikap awal)
Grip handshake atau pistol
Berdiri dengan kaki direnggangkan satu didepan dan satu di
Kok dipegang oleh tangan yang tidak dominan
Berat badan pada kaki yang berada di belakang
5) Pelaksanaan (Perkenaan bola)
Berat badan dipindahkan pada kaki bagian depan
Gunakan gerakan menelungkupkan tangan pada bagian bawah dan
sentakkan pergelangan tangan
Lakukan kontak pada ketinggian lutut Kok akan lambung tinggi dan jauh
6) Gerakan Lanjutan (Sikap akhir)
Akhiri dengan reket menorah ke atas lurus dengan gerakan kok Silangkan reket di depan dan di atas bahu tangan yang tidak
memegang reket
Putar pinggul dan bahu
Pandangan ke kok
F. Metode Pembelajaran.
3. Pendekatan: saintifik (scientific)
G. Kegiatan Pembelajaran.
KEGIATAN DISKRIPSI WAKTU
Pendahuluan
Berbaris, berdoa, presensi, dan apersepsi
Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan
pembelajaran
(alokasi waktu ini sudah memperhitungkan waktu
peralihan dari mapel lain)
15 menit
Inti
Memutar video yang telah dilakukan sebelumnya
guna mengevaluasi kesalahan yg terjadi sebelumnya
Memberi pengarahan terhadap siswa untuk lebih
memperhatikan saat memutar video servis.
Menerapkan pembelajaran menggunakan media
audio visual
Pemanasan dengan pendekatan bermain (berbagai
variasi permainan)
Guru mendemonsrasikan cara memegang raket dan
teknik pukulan servis forehand bulutangkis
Peserta didik mengamati gerakan yang dilakukan
oleh guru
Peserta didik diberi kesempatan untuk bertanya
tentang gerakan yang di demonstrasikan oleh guru
Guru lebih memperhatikan siswa yang masih belum
mampu melakukan servis forehand dengan baik
Peserta didik diberi kesempatan untuk mencoba
gerakan yang di demontrasikan oleh guru yaitu cara
memegang raket dan teknik dasar servis forehand
bulutangkis dengan rincian kegiatan sebagai berikut:
Ddiawali dengan memegang raket yang benar
(serempak)
Malakukan perpindahan berat badan dari kaki
bagian belakang ke depan
Mengayunkan reket untuk memukul kok
Melakukan servis forehand secara langsung
Teknik dasar servis forehand dengan rincian
kegiatan sebagai berikut:
Melakukan servis bulutangkis dengan proses servis
yang baik
Melakukan servis bulutangkis dengan lapangan
sesungguhnya
Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model
Guru membagikan bahan ajar,
Siswa mempelajari gerakan yang telah diajarkan
dan memahami indikator keberhasilannya
Siswa melakukan teknik dasar servis bulutangkis
secara bersama-sama.
Siswa melaksanakan tes tugas gerak, dan
menampilkan gerak sesuai dengan indikator yang
telah ditentukan.
Penutup
Melakukan refleksi dengan tanya jawab kepada
peserta didik
Menarik kesimpulan dari hasil pembelajaran
Pendinginan, berbaris, tugas-tugas, evaluasi proses
pembelajaran, berdoa dan bubar (alokasi waktu ini
sudah memperhitungkan persiapan mengikuti
mapel lain)
20 Menit
H. Sumber Belajar - Ruang tertutup
- Ruang terbuka, datar dan aman
- Proyektor dan loudspeaker
- Bola/cock,, raket, net
- Buku referensi, Grice, Tony. (2004). Bulu tangkis: Petunjuk Praktis
Untuk Pemula dan Lanjut Jakarta
- Lembar Kerja Proses Belajar Grice, Tony. (2004). Bulu tangkis: Petunjuk
Praktis Untuk Pemula dan Lanjut Jakarta I. Penilaian
1. Teknik penilaian:
- Tes unjuk kerja (keterampilan):
Lakukan teknik dasar servis forehand bulutangkis
Keterangan:
Penilaian terhadap kualitas unjuk kerja peserta ujian, dengan rentang
nilai antara 1 sampai dengan 4
Jumlah skor yang diperoleh
Nilai =
2. Rubrik Penilaian
RUBRIK PENILAIAN
UNJUK KERJA TEKNIK DASAR SERVIS FOREHAND PERMAINAN BULUTANGKIS
Indikator Aspek Yang dinilai Skor ( √ ) Gambar
Fase
Persiapan
Grip handshake atau pistol
Berdiri dengan kaki
direnggangkan satu didepan dan
satu di belakang
Kok dipegang oleh tangan yang
tidak dominan
Berat badan pada kaki yang
berada di belakang
Pase
pelaksanaan
Berat badan dipindahkan pada
kaki bagian depan
Gunakan gerakan menelungkup-
kan tangan pada bagian bawah
dan sentakkan pergelangan
tangan
Lakukan kontak pada ketinggian
Kok akan lambung tinggi dan
jauh.
Fase
Follow-Through
(Gerakan
Lanjutan)
Akhiri dengan reket menorah ke
atas lurus dengan gerakan kok
Silangkan reket di depan dan di
atas bahu tangan yang tidak
memegang reket
Putar pinggul dan bahu
Pandangan ke kok
Mengetahui
Kepala MTs Swasta Istiqamah
Amat Pazri, S.PdI
Guru Mata Pelajaran
Lampiran 3
FORTOPOLIO Nama Siswa : M. Fazri
Kelas : VIII-B
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Format penilaian pukulan servis forehand bulutangkis siswa pre-test
Indikator Aspek Yang dinilai Skor ( √ )
Fase Persiapan Grip handshake atau pistol
Berdiri dengan kaki direnggangkan satu
didepan dan satu di belakang
√
Kok dipegang oleh tangan yang tidak
dominan
√
Berat badan pada kaki yang berada di belakang
Pase pelaksanaan Berat badan dipindahkan pada kaki bagian depan
Gunakan gerakan menelungkupkan tangan pada bagian bawah dan sentakkan
pergelangan tangan
√
Lakukan kontak pada ketinggian lutut
Kok akan lambung tinggi dan jauh.
√
FaseFollow-Through (Gerakan Lanjutan)
Akhiri dengan reket menorah ke atas lurus
dengan gerakan kok
√
Silangkan reket di depan dan di atas bahu
tangan yang tidak memegang reket
√
Putar pinggul dan bahu Pandangan ke kok
√
Lampiran 4
Table .1
Penilaian Test Awal (Pre-Test) Hasil Belajar Pukulan Servis Forehand Bulutangkis Siswa Kelas VIII-B MTs Swasta Istiqamah Tanah Jawa T.A
2013/2014.
No Nama siswa Aspek Penilaian Total
Lampiran 5
Table 2
Reduksi Nilai Tes Awal Pre- Test
Lampiran 6
Table 3
Lampiran 7
FORTOPOLIO Nama Siswa : M. Fazri
Kelas : VIII-B
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Format Penilaian Pukulan Servis Forehand Bulutangkis Siswa Post-Test (Siklus I)
Indikator Aspek Yang dinilai Skor ( √ )
Fase Persiapan Grip handshake atau pistol
√
Berdiri dengan kaki direnggangkan satu didepan
dan satu di belakang
√
Kok dipegang oleh tangan yang tidak dominan
√
Berat badan pada kaki yang berada di belakang√
Pase pelaksanaan Berat badan dipindahkan pada kaki bagian depan
√
Gunakan gerakan menelungkupkan tangan pada
bagian bawah dan sentakkan pergelangan tangan
√
Lakukan kontak pada ketinggian lutut
Kok akan lambung tinggi dan jauh.
√
Fase
Follow-Through (Gerakan
Lanjutan)
Akhiri dengan reket menorah ke atas lurus
dengan gerakan kok
√
Silangkan reket di depan dan di atas bahu tangan
yang tidak memegang reket
√
Putar pinggul dan bahu
Pandangan ke kok
√
Lampiran 8
Table .4
Penilaian Hasil Belajar Siklus I Pukulan Servis Forehand Bulutangkis Siswa Kelas VII-B Mts Swasta Istiqamah Tanah Jawa T.A 2013/2014.
Lampiran 9
Table .5
Reduksi Nilai Tes Hasil Belajar I
No Nama siswa Jumlah
Lampiran 10
Table .6
Lampiran 11
Table 7. Lembar Observasi Guru Dan Siswa Siklus I
NO Aspek yang di nilai Skor
Siswa
1 Minat dan perhatian siswa terhadap materi yang di ajarkan
2 Perhatian siswa terhadap media audiovisual yang akan menjadi
pembelajaran pukulan servis forehand
3 Keaktifan siswa dalam latihan mandiri
4 Kemampuan siswa dalam melakukan tekhnik yang diajarkan
Guru 5 Kemampuan guru dalam mengelola kelas
6 Kemampuan guru dalam menyampaikan materi
7 Kemampuan guru dalam memanfaatka media
8 Kemampuan guru dalam mengevaluasi pembelajaran
Jumlah skor Jumlah skor maksimal
Presentase Keterangan
Lampiran 12
FORTOPOLIO Nama Siswa : M. Fazri
Kelas : VIII-B
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Format Penilaian Pukulan Servis Forehand Bulutangkis Siswa Post-Test (Siklus II)
Indikator Aspek Yang dinilai Skor ( √ )
Fase Persiapan Grip handshake atau pistol
√
Berdiri dengan kaki direnggangkan satu didepan
dan satu di belakang
√
Kok dipegang oleh tangan yang tidak dominan
√
Berat badan pada kaki yang berada di belakang√
Pase pelaksanaan Berat badan dipindahkan pada kaki bagian depan
√
Gunakan gerakan menelungkupkan tangan pada
bagian bawah dan sentakkan pergelangan tangan
√
Lakukan kontak pada ketinggian lutut
Kok akan lambung tinggi dan jauh.
√
Fase
Follow-Through (Gerakan
Lanjutan)
Akhiri dengan reket menorah ke atas lurus dengan
gerakan kok
√
Silangkan reket di depan dan di atas bahu tangan
yang tidak memegang reket
√
Putar pinggul dan bahu
√
Pandangan ke kok
√
Lampiran 13
Tabel 8
Penilaian Hasil Belajar Siklus II Pukulan Servis Forehand Bulutangkis Siswa Kelas VII-B Mts Swasta Istiqamah Tanah Jawa T.A 2013/2014.
No Nama siswa Aspek penilaian Total
Lampiran 14
Table 9. Reduksi Nilai Hasil Tes Siklus II
No Nama siswa Nilai hasil
belajar
Keterangan
1 Aji Pangestu 12 100
2 Ayu Desi 11 91,67
3 Bagus Wardana 9 75
4 Cintia Dewi 9 75
5 Desi Aggiani 11 91,67
6 Deva Nugraha 8 66,67
7 Devi Wahyuni 10 83,33
8 Erlina Manurung 10 83,33
9 Imam 10 83,33
10 Lolita 11 91,67
11 Mahmuda 10 83,33
12 M. Fazri 11 91,67
13 Rahmad Syahputra 10 83,33
14 Risma Wati. P 12 100
15 Sri Wahyuni 11 91,67
16 Yulia Regar 10 83,33
Jumlah 165 1375
Lampiran 15
Table 10
Lampiran 16
Table 11
Lembar Observasi Guru Dan Siswa Siklus I
NO Aspek Yang Dinilai Skor
Siswa
1 Minat dan perhatian siswa terhadap materi yang di ajarkan
2 Perhatian siswa terhadap media audiovisual yang akan menjadi
pembelajaran pukulan servis forehand
3 Keaktifan siswa dalam latihan mandiri
4 Kemampuan siswa dalam melakukan tekhnik yang diajarkan
Guru 5 Kemampuan guru dalam mengelola kelas
6 Kemampuan guru dalam menyampaikan materi
7 Kemampuan guru dalam memanfaatka media
8 Kemampuan guru dalam mengevaluasi pembelajaran
Lampiran 17
Table 12. Perbandingan Hasil Belajar
No Nama siswa Data awal
Rata-rata 58,33 76,5626 85,9375
Lampiran 18
SUSUNAN KEPANITIAAN PENGAMBILAN DATA Dosen pembimbing sekripsi : Drs M Yusuf
Guru pendidikan jasmani : Heri Purwanto, S.Pd
Peneliti : iko fiali
Penilai sikap awal : Pandras Ariesta, S.Pd Penilai sikap pelaksanaan : Zulvandi, S.Pd Penilai sikap akhir : Zoel Manurung SP,d
Lampiran 19
DOKUMENTASI PENELITIAN
FOTO BERSAMA di MTs Istiqomah Tanah Jawa
Peneliti Melakukan Pemanasan
Peneliti Melakukan Pembelajaran di luar kelas
1
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan sebagai aktivitas mengandung arti upaya secara sadar
dirancang untuk membantu seseorang atau sekelompok orang dalam
mengembangkan ilmu pengetahuan, pandangan hidup, sikap hidup dan
keterampilan hidup, baik yang bersifat manual, individual dan sosial. Guru
merupakan faktor yang sangat dominan dan paling penting dalam pendidikan.
Guru merupakan pendidik dan pengajar yang menyentuh kehidupan pribadi siswa.
Tugas guru bukan hanya sekedar menyampaikan materi semata, tetapi juga
harus berupaya agar mata pelajaran yang disampaikan menjadi kegiatan
pembelajaran yang menyenangkan dan mudah dipahami siswa. Apabila guru tidak
dapat materi dengan tepat dan menarik, dapat menimbulkan kesulitan belajar bagi
siswa, sehingga mengalami ketidaktuntasan dalam belajarnya.
Proses kegiatan mengajar merupakan suatu aktivitas yang bertujuan
mengarahkan peserta didik pada perubahan tingkah laku yang diinginkan.
Pengertian ini kelihatan cukup sangat sederhana, akan tetapi bila pengertian ini
ditelaah lebih mendasar, maka akan terlihat lebih rumit dan begitu kompleksnya
yang dituntun dalam mengelola pelajaran itu sendiri. Hal tersebut bisa dipahami
karena mengarahkan peserta didik menuju perubahan merupakan suatu pekerjaan
berat. Pekerjaan ini membutuhkan suatu perencanaan yang sistematis dan
2
berkesinambungan, sehingga peserta didik dapat mengalami perubahan yang
diinginkan.
Pada dasarnya penyelenggaraan pendidikan jasmani di sekolah selama ini
berorientasi pada satu titik yaitu guru. Kenyataan ini dapat dilihat di lapangan
melalui pengamatan - pengamatan yang dilakukan oleh penulis bahwa gurulah
yang mempunyai kuasa penuh dalam proses belajar mengajar tanpa
mempertimbangkan aspek perkembangan motorik peserta didik.
Masalah yang terjadi dalam proses pembelajaran servis dalam permainan
bulutangkis adalah masih banyak siswa yang tidak mampu melakukan servis
dengan baik. Kenyataan ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa belum mencapai
ketuntasan dalam pembelajaran pengajaran sebelumnya. Hasil belajar siswa belum
mencapai ketuntasan dalam pembelajaran, khususnya pembelajaran servis
forehand. Dari hasil pengamatan dan hasil observasi punulis di sekolah MTS
Swasta Istiqomah Tanah Jawa, melihat nilai hasil belajar pada sub kompetensi
penguasaan pembelajaran servis dalam permainan bulutangkis diperoleh bahwa
dari 36 siswa kelas VIII hanya 10 siswa yang memperoleh nilai di atas KKM yaitu
70 atau hanya 27,77% yang tuntas dalam pembelajaran servis. Sedangkan siswa
yang lain memperoleh nilai dibawah KKM adalah 26 siswa atau 72,23% yang
tidak tuntas dalam pembelajaran servis. Hasil yang diperoleh ini sangat rendah
sehingga peneliti berusaha untuk memperbaiki permasalahan yang ditemukan di
kelas ini.
Kesalahan yang sering dilakukan siswa saat servis adalah cara memegang
3
kock, sikap akhir. Kesalahan yang sering dilakukan siswa ini mengakibatkan
pukulan servis forehand tidak padu dan kompleks, sehingga hasilnya pun tidak
memuaskan bagi peserta didik maupun guru.
Kondisi ini disebabkan proses pembelajaran yang dilakukan guru selama ini
masih kurang mendukung terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Selain itu,
guru penjas di sekolah ini bukan dari sarjana ilmu keolahragaan, sehingga kurang
memahami teknik servis forehand dalam permainan bulutangkis dengan baik. Hal
ini sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan guru penjas kelas VIII MTS
Swasta Istiqomah Tanah Jawa. Selama ini guru masih menggunakan metode
mengajar konvensional seperti metode ceramah dan komando.
Menurut peneliti, perlu dicari solusi yang tepat dalam masalah ini, agar
siswa lebih tertarik dalam mengikuti proses pembelajaran penjas, khususnya
materi servis forehand pada permainan bulutangkis. Dalam hal ini salah satu
alternatif yang dapat dilakukan untuk memecahkan masalah tersebut adalah
dengan meningkatkan kualitas pembelajaran seperti menerapkan media
audiovisual. Melalui penerapan media audiovisual pada proses pembelajaran
servis diharapkan akan dapat berjalan lebih optimal. Hambatan dan rintangan
yang terdapat pada proses pembelajaran selama ini dapat diatasi. Penerapan media
audiovisual ini akan membantu siswa dalam memahami keterampilan servis.
Karena dengan penerapan media ini, siswa dapat melihat dan mendengar serta
memahami cara melakukan servis yang baik dan benar. Menurut Dale (1969)
memperkirakan bahwa pemerolehan hasil belajar melalui indra pandang berkisar
4
Berdasarkan pengamatan diatas, peneliti mengambil kesimpulan bahwa penerapan
media audiovisual ini akan sangat efektif untuk diterapkan kepada peserta didik
guna meningkatkan hasil belajar servis.
Beranjak dari keterangan di atas, penulis merasa tertarik untuk
menerapkan gaya mengajar melalui penerapan media audiovisual terhadap salah
satu tehnik dasar bulu tangkis yakni servis forehand pada siswa MTs Swasta
Istiqomah Tanah Jawa, agar gerakan servis forehand pada permainan bulu tangkis
menunjukkan hasil yang lebih baik. Dalam hal ini penulis membuat suatu
penelitian tentang: “Penerapan Media Audiovisual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Servis Forehand Dalam Permainan Bulutangkis Pada Siswa Kelas VIII MTS Swasta Istiqomah Tanah Jawa Tahun Ajaran 2013/2014”
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka dapat diidentifikasikan
suatu masalah penelitian sebagai berikut :
1) Kurangnya minat belajar siswa mengenai pembelajaran servis forehand
2) Pengaruh gaya mengajar terhadap hasil belajar siswa
3) Model pembelajaran guru yang monoton
4) Kurang bervariasi dalam gaya mengajar
5
C. Pembatasan Masalah
Mengingat luasnya ruang lingkup masalah serta keterbatasan waktu, dana
dan kemampuan penulis maka perlu adanya pembatasan masalah. Adapun yang
menjadi pembatasan masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah dengan
menerapkan Media AudioVisual dapat meningkatkan hasil belajar Servis
Forehand (Tinggi) pada siswa/siswi kelas VIII MTS Swasta Istiqomah Tanah
Jawa Tahun Ajaran 2013/2014.
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, identifikasi masalah dan pembatasan masalah,
maka dapat dirumuskan permasalahan yang hendak diteliti adalah sebagai berikut:
“Bagaimana peningkatan hasil belajar servis forehand siswa/siswi kelas VIII MTS
Swasta Istiqomah Tanah Jawa setelah diterapkan media Audiovisual?”
E. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan penelitian ini adalah:
Untuk mengetahui peningkatan Hasil Belajar Servis Forehand Dalam Permainan
Bulu tangkis dengan Penerapan Media Audiovisual pada siswa Kelas VIII MTS
Swata Istiqomah Tanah Jawa Tahun Ajaran 2013/2014.
F. Manfaat Penelitian
Dengan dilaksanakannya penelitian ini diharapkan dapat memberikan
6
1. Dapat menambah wawasan dan pengetahuan peneliti tentang penerapan
media audiovisual.
2. Sebagai bahan masukan yang berguna bagi siswa/siswi MTS Swasta
Istiqomah Tanah Jawa khususnya untuk meningkatkan hasil belajar.
3. Sebagai bahan masukan yang berguna bagi pembaca khususnya
rekan-rekan mahasiswa UNIMED agar dapat dipergunakan untuk penelitian
55 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dari hasil penguji hipotesis dirarik kesimpulan sebagai berikut
1. Pelaksanaan pembelajaran servis forehand dalam permainan bulutangkis
menggunakan media audiovisual berjalan efektif dan dapat meningkatkan
hasil belajar siswa kelas VIII MTs Swasta Istiqomah Tanah Jawa Tahun
Ajaran 2013/2014.
2. Bahwa media audiovisual dapat meningkatkan nalar siswa untuk
memahami pelajaran olahraga dengan lebih mudah dan jelas karena
didukung dengan media gambar dan media suara.
3. Dari hasil data ketuntasan belajar siswa yang dimulai dari pre-test dan
dilanjutkan pada siklus I dan diakhiri dengan siklus II memperlihatkan
bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan media
audiovisual. Hasil belajar siswa pada tes awal dengan nilai rata-rata 58,33
(18,75%) kemudian pada post-test siklus I menjadi 76,56 (56,25%) dan
pada siklus ke II diperoleh nilai rata-rata 85,94(93,75%). Dengan
penerapan media audiovisual, pembelajaran terjadi perubahan yang nyata
terhadap hasil belajar siswa khususnya pada servis forehand bulutangkis,
terlihat dari perbedaan siswa yang mengalami perubahan mulai dari tes
56
B. Saran
Sebagai saran yang diberikan peneliti adalah sebagai berikut :
1. Kepada kepala sekolah agar dapat memfsilitasi sarana dan prasarana yang
cukup demi berlangsungnya pembelajaran penjas yang baik.
2. Disarankan kepada guru pendidikan jasmani MTs Swasta Istiqomah Tanah
Jawa untuk mempertimbangkan penggunaan media audiovisual dengan
materi yang disesuaikan karena hal ini membangkitkan semangat belajar
siswa.
3. Dari hasil penelitian ditemukan kebanyakan siswa tidak berani
mengajukan pendapat ataupun pertanyaan tentang hal-hal yang belum di
mengerti secara langdung kepada guru ketika proses pembelajaran
berlangsung, maka disarankan kepada guru yang akan melaksanakan
setrategi ini diharapkan dapat mempelajari bagai mana cara memotivasi
siswa untuk berani berbicara atupun bertanya.
4. Kepada para teman-teman mahasiswa FIK UNIMED untuk dapat mencoba
melakukan model pembelajaran Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan
menggunakan media audiovisual.
5. Dapat di jadikan sebagai bahan acuan bagi para peneliti berikutnya dengan
57
DAFTAR PUSTAKA
Ariani, (2010). Pembelajaran Multi Media Di Sekolah.Surabaya : Prestasi Pustaka.
Arikunto, (2010). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Penerbit PT. Bumi Aksara.
Azhar Arsyad (2007). Media Pembelajaran. Jakarta : Penerbit PT. Raja Grafindo Persada
Dimyanti dan Mudjiono, (2006). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Penerbit PT.Gramedia Pustaka Utama.
Djamarah dan Zain. (1995). Strategi Belajar Mengajar. Banjarmasin : Rimeka Cipta
Djamarah, (2009). Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta.Rineka Cipta.
Edward,dkk. (2003). Belajar dan Pembelajaran. Diktat Perkuliahan Mahasiswa Universitas Negeri Medan.
Grice, Tony. (2004). Bulu tangkis: Petunjuk Praktis Untuk Pemula dan Lanjut Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan.
Heinich, dkk. (1982). Instructional Media And The New Technologies Of Instruction. New York : John Wiley & Sons
Husdarta,dkk , (2000). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Bagian Proyek Penataran Guru SLTP Setara D-III.
Muslikah, (2010). Sukses Profesi Guru Dengan Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta : Perpustakaan Nasional.
Nasidah, (1992). Pengembangan Kurikulum Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan.
Poole, James. (2008). Belajar Bulu Tangkis. Bandung: Penerbit Pionir Jaya.
58
Rusli,dkk (2000). Strategi Belajar Mengajar Penjas. Depdikbud : Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah.
Sadiman, dkk. (1984). Media Pendidikan. Jakarta : Kepala Badan Penelitian dan Perkembangan Pendidikandan Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Sanjaya. W. ( 2006 ) Strategi Pembelajaran Berorientasi Standart Proses Pendidikan. Jakarta : Kencana.
Slameto.(2003). Belajar dan Faktor – Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta
Soepartono,(2000). Media Pembelajaran. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Bagian Proyek Penataran Guru SLTP Setara D-III.
Subardjah.(2000). Bulu Tangkis. : Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat jenderal Pendidikan Tinggi Proyek PenataranGuru SLTP Setara D-III.
Sudjana, (2009). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengejar. Bandung : Tarsito.
Sugiarto, dkk, (2002). Total Badmonton. Solo : Penerbit CV. Setyaki Eka Anugerah.
Webster, Merriam. (1983). Webster’s Ninth New Collegiate Dictionary, Merriam-webster Inc.
http://artikelpenjas.blospot.com