• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MININGKATKAN HASIL BELAJAR SERVIS FOREHAND DALAM PERMAINAN BULUTANGKIS PADA SISWA KELAS VIII MTS SWASTA ISTIQAMAH TANAH JAWA TAHUN AJARAN 2013/2014.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MININGKATKAN HASIL BELAJAR SERVIS FOREHAND DALAM PERMAINAN BULUTANGKIS PADA SISWA KELAS VIII MTS SWASTA ISTIQAMAH TANAH JAWA TAHUN AJARAN 2013/2014."

Copied!
65
0
0

Teks penuh

(1)

PENERAPAN MEDIA AUDIOVISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SERVIS FOREHAND DALAM PERMAINAN

BULUTANGKIS PADA SISWA KELAS VIII MTS SWASTA ISTIQOMAH TANAH JAWA

TAHUN AJARAN 2013/2014

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat-Syarat Memperoleh Gelar

Sarjana Pendidikan

OLEH: IKO FIALI NIM : 608112147

FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)
(4)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat umur dan

kesehatan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul penerapan media

audiovisual untuk meningkatkan hasil belajar servis forehand dalam permainan bulutangkis pada

siswa kelas VIII MTs Swasta Istiqamah Tanah Jawa Tahun Ajaran 2013/2014.

Selama penyusunan skripsi ini, tentu saja tidak lepas dari bantuan dam bimbingan dari

berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan kali ini penulis menyampaikan rasa terima

kasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Bapak Prof. Dr. Ibnu Hajar, M.Si selaku Rektor UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2. Bapak Drs. Basyaruddin Daulay, M.Kes, selaku Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

3. Bapak Drs. Suharjo, M.Pd, selaku dekan Pembantu Dekan I Fakultas Ilmu Keolahragaan

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

4. Bapak Drs. Mesnan, M,Kes, selaku Pembantu Dekan II Fakultas Ilmu Keolahragaan

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

5. Bapak Drs. Budi Vilianto, M.Pd, selaku Pembantu Dekan III Fakultas Ilmu Keolahragaan

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

6. Bapak Drs. Suryadi Damanik, M.Kes, selaku Ketua Jurusan Pendidikan Jasmani

Kesehataan dan Rekreasi Fakultas Ilmu Keolahragaan UNIVERSITAS NEGERI

MEDAN.

7. Bapak Drs. M yusuf, selaku Dosen Pembimbing Skripsi yang selama ini banyak

(5)

8. Bapak Prof. Dr. Agung Sunarno, M.Pd, selaku Dosen tempat penulis penulis selalu

meminta bimbingan dan diskusi.

9. Para bapak dan ibu dosen beserta Staf Pegawai Fakultas Ilmu Keolahragaan

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

10.Kepala Sekolah beserta Guru Penjas dan siswa kelas VIII MTs swata Istiqomah Tanah

Jawa

11.Orang tua saya yang telah menyayangi dan selalu mendoakan saya agar hidup saya

bahagia dan sehat selalu. Ayahanda Suroso dan Ibunda Suparti. doa dan keringat kalian

adalah motivasi terbesar untuk hidup jadi lebih baik dan ingin membahagiakan kalian

12.Kakak tersayang Virani dan adik tercinta Anim atas doa dan kasih sayangnya selama ini

13.Teman-teman sejawat yang selalu menyemangati penulis buat menyelesaikan skripsi ini

( Heri Oktari Damanik, Pandras, Zoel Manurung, Zulvandi, Mahyudi, Evriza Yanti,

Herlisna, Nessy Andriyani)

Semoga Skripsi ini berguna untuk pembaca dan kuhusnya bagi diri pribadi penulis.

Amiiin……

Medan, Januari 2014

Penulis

Iko Fiali

(6)

i

ABSTRAK

IKO FIALI, Penerapan Media Audio Viasual Untuk Miningkatkan Hasil Belajar Servis Forehand Dalam Permainan Bulutangkis Pada Siswa Kelas VIII Mts Swasta Istiqamah Tanah Jawa Tahun Ajaran 2013/2014

Pembimbing : M. YUSUF

Skripsi : Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Medan (UNIMED) 2013

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran media

audiovisual terhadap hasil belajar servis forehand dalam permainan bulutangkis

pada siswa kelas VIII MTs Swasta Istiqamah Tanah Jawa Tahun Ajaran

2013/2014. Dari hasil data awal (pre-test) yang telah dilakukan menunjukkan

bahwa kemampuan siswa dalam melakukan servis forehand bulutangkis masih

rendah dan hal ini tampak dari hasil belajar siswa.

Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dapat di

analisis. Dalam hal ini dalam menganalisis data dengan mereduksi data dan

memaparkan data dalam bentuk tabel, sehingga dapat dicari nilai rata-rata, dan

persentase keberhasilan belajar.

Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-B MTs Swasta

Istiqamah Tanah Jawa Tahun Ajaran 2013/2014 yang berjumlah 16 orang siswa,

diantaranya 7 orang siswa putra dan 9 orang siswa putri.

Hasil pada siklus I menunjukkan bahwa hasil belajar pukulan servis

forehand bulutangkis yaitu 62,5%siswa yang tuntas belajar dan 37,5% siswa yang

tidak tuntas belajar. Hasil belajar siswa dalam melakukan pukulan servis forehand

bulutangkis pada siklus I secara keseluruhan mencapai 76,56%. Pada siklus II

menunjukkan bahwa hasil pukulan servis forehand bulutangkis yaitu 93,75%

siswa yang tuntas dalam belajarnya dan 6,25% siswa yang tidak tuntas dalam

belajar dan hasil belajar secara keseluruhan dalam melakukan servis forehand

bulutangkis pada siklus II mencapai 85,94%.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa media audiovisual dapat memberikan

kontribusi yang sangat besar dan signifikan terhadap hasil belajar pukulan servis

forehand dalam permainan bulutangkis pada siswa kelas VIII-B MTs Swasta

(7)
(8)

v

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN SARAN ... 39

A. Deskripsi Data Penelitian... ... 39

B. Hasil Penelitian ... ... 40

1. Siklus l ... ... 40

2. Siklus ll ... ... 47

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 55

A. Kesimpulan ... 55

B. Saran ... ... 56

(9)

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

1. Instrumen Penelitian ... ... 36

2. Deskripsi Hasil Tes Awal(Pre-Test) ... 40

3. Hasil observasi penilain tes siklus I .. ... 42

4. Frekuensi Nilai Tes Siklus I ... 45

5. Hasil Refleksi Tes Siklus I . ... 46

6. Hasil Observasi Penilaian Tes Siklus II ... 48

7. Frekuensi Nilai Tes Siklus II . ... 50

8. Hasil Refleksi Tes SiklusII... ... 51

9. Perbandingan Hasil Belajar Pre-Test, Siklus I, dan Siklus II ... 54

(10)

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

2.1. Lapangan Bulutangkis ... 20

2.2Raket Bulutangkis ... 22

2.3. ServisForehand ... 24

3.1. Siklus Penelitian... 32

3.2. Instrument Penelitian……… ... 36

4.1. Hasil Belajar Pukulan Servis Forehand Siklus I ... 43

4.2. Perbandingan Ketuntasan Belajar Siklus I ... 46

4.3. Hasil Belajar Pukulan ServisForehand Siklus II ... 49

4.4. Perbandingan Ketuntasan Belajar Siklus II ... 51

4.5 Diagram Perbandingan ketuntasan Belajar Pada Setiap Siklus ... 54

(11)

Lampiran 1

SIKLUS I

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : MTs Swasta Istiqamah Kelas/Semester : VIII/ 1 (Ganjil )

Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan

Kesehatan

Tema/Topik : Teknik Dasar Bulutangkis Pertemuan ke : 1

Waktu : 2 x 40 menit ( 1 x pertemuan )

A. Kompetensi Inti :

1. Menghargai dan menghayati ajaran agam yang dianut.

2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,

peduli (toleransi, gotong royong) santun, percaya diri, dalam berinteraksi

secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan

pergaulan dan keberadaannya.

3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan

rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya

terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan,

(12)

(menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai

dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut

pandang/teori.

B. Kompetensi Dasar :

1.1Menghayati dan mengamalkan nilai-nilai agama yang dianut dalam

melakukan aktivitas jasmani, permainan, dan olahraga.

2.1 Berperilaku sportif dalam bermain.

2.6 Disiplin selama melakukan berbagai aktivitas fisik.

3.3 Memahami pengetahuan modifikasi teknik dasar permainan bola kecil.

4.1 Mempraktikkan modifikasi teknik dasar permainan bola kecil dengan

menekankan gerak dasar fundamentalnya

C. Indikator Pencapaian Kompetensi :

1. Melakukan doa sebelum memulai pembelajaran .

2. Menunjukkan sikap sportif dalam bermain.

3. Menunjukkan sikap disiplin selama mengikuti pembelajaran .

4. Melakukan teknik dasar memegang raket dan pukulan servis bulutangkis.

5. Menjelaskan teknik dasar memegang raket dan pukulan servis bulutangkis.

D. Tujuan Pembelajaran :

Setelah mengikuti pembelajaran ini, diharapkan peserta didik dapat:

1. Melafalkan doa menurut agama dan kepercayaan masing-masing.

2. Menunjukkan sikap sportif dalam bermain.

(13)

4. Melakukan sikap awal memegang raket bulutangkis dengan benar

5. Melakukan sikap awal servis bulutangkis dengan benar.

6. Melakukan sikap perkenaan kok pada raket bulutangkis dengan benar

7. Melakukan sikap akhir servis bulutangkis dengan benar.

8. Menjelaskan sikap awal memegang raket bulutangkis dengan benar

9. Menjelaskan sikap awal servis bulutangkis dengan benar.

10. Menjelaskan sikap perkenaan kok pada raket bulutangkis dengan benar.

11. Menjelaskan sikap akhir servis bulutangkis dengan benar.

E. Materi Pembelajaran : 1. Servis bulutangkis :

Servis dalam permainan bulutangkis adalah pukulan dengan raket yang

menerbangkan shuttlecock (cock) ke bidang lapangan lain secara diagonal

dan bertujuan sebagai pembuka permainan.

Elemen dasar bagi pelaksanaan pukulan servis bulutangkis yang baik

adalah: a). cara memegang raket. b). sikap awal servis, c).perkenaan kok

pada raket, d). ayunan lengan (pukulan), e).mengarahkan kok kearah

sasaran, f). mengatur posisi badan.

1) Persiapan (Sikap awal)

 Grip handshake atau pistol

 Berdiri dengan kaki direnggangkan satu didepan dan satu di

belakang

 Kok dipegang oleh tangan yang tidak dominan

(14)

2) Pelaksanaan (Perkenaan bola)

 Berat badan dipindahkan pada kaki bagian depan

 Gunakan gerakan menelungkupkan tangan pada bagian bawah dan

sentakkan pergelangan tangan

 Lakukan kontak pada ketinggian lutut

 Kok akan lambung tinggi dan jauh

3) Gerakan Lanjutan (Sikap akhir)

 Akhiri dengan reket menorah ke atas lurus dengan gerakan kok

 Silangkan reket di depan dan di atas bahu tangan yang tidak

memegang reket

 Putar pinggul dan bahu  Pandangan ke kok

F. Metode Pembelajaran.

1. Pendekatan: saintifik (scientific)

2. Metode: penugasan.

G. Kegiatan Pembelajaran.

KEGIATAN DISKRIPSI WAKTU

Pendahuluan

 Berbaris, berdoa, presensi, dan apersepsi

 Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan

pembelajaran

 (alokasi waktu ini sudah memperhitungkan waktu

peralihan dari mapel lain)

(15)

Inti

 Menerapkan pembelajaran menggunakan media

audio visual

 Pemanasan dengan pendekatan bermain lari 4

penjuru (berbagai variasi permainan)

 Guru mendemonsrasikan cara memegang raket dan

teknik pukulan servis forehand bulutangkis

 Peserta didik mengamati gerakan yang dilakukan

oleh guru

 Peserta didik diberi kesempatan untuk bertanya

tentang gerakan yang di demonstrasikan oleh guru

 Peserta didik diberi kesempatan untuk mencoba

gerakan yang di demontrasikan oleh guru yaitu cara

memegang raket dan teknik dasar servis forehand

bulutangkis dengan rincian kegiatan sebagai berikut:

45 menit

 Diawali dengan memegang raket yang benar

(serempak)

 Malakukan perpindahan berat badan dari kaki

bagian belakang ke depan

 Mengayunkan reket untuk memukul kok

(16)

Teknik dasar servis forehand dengan rincian

kegiatan sebagai berikut:

 Melakukan servis bulutangkis dengan proses servis

yang baik

 Melakukan servis bulutangkis dengan lapangan

sesungguhnya

 Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model

resiprokal/timbal-balik

 Guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi

tugas dan indikator tugas gerak kepada setiap

kelompok.

 Siswa mempelajari tugas gerak dan indikator

keberhasilannya

 Siswa membagi tugas, siapa yang pertama kali

melakukan teknik dasar servis bulutangkis,

seterusnya dilakukan secara bergantian sampai

semua anggota kelompok melakukan servis

bulutangkis dan yang lain menjadi pengamat

 Siswa melaksanakan tes tugas gerak, dan

menampilkan gerak sesuai dengan indikator yang

telah ditentukan.

Penutup

 Melakukan refleksi dengan tanya jawab kepada

peserta didik

(17)

 Menarik kesimpulan dari hasil pembelajaran

 Pendinginan, berbaris, tugas-tugas, evaluasi proses

pembelajaran, berdoa dan bubar (alokasi waktu ini

sudah memperhitungkan persiapan mengikuti

mapel lain)

H. Sumber Belajar - Ruang tertutup

- Ruang terbuka, datar dan aman

- Proyektor dan loudspeaker

- Bola/cock,, raket, net

- Buku teks

- Buku referensi, Grice, Tony. (2004). Bulu tangkis: Petunjuk Praktis

Untuk Pemula dan Lanjut Jakarta

- Lembar Kerja Proses Belajar Grice, Tony. (2004). Bulu tangkis: Petunjuk

Praktis Untuk Pemula dan Lanjut Jakarta I. Penilaian

1. Teknik penilaian:

- Tes unjuk kerja (keterampilan):

Lakukan teknik dasar servis forehand bulutangkis

Keterangan:

Penilaian terhadap kualitas unjuk kerja peserta ujian, dengan rentang

(18)

Jumlah skor yang diperoleh

Nilai =

Jumlah skor maksimal

2. Rubrik Penilaian

RUBRIK PENILAIAN

UNJUK KERJA TEKNIK DASAR SERVIS FOREHAND PERMAINAN BULUTANGKIS

Indikator Aspek Yang Dinilai Skor ( √ ) Gambar

Fase

Persiapan

Grip handshake atau pistol

 Berdiri dengan kaki

direnggangkan satu didepan dan

satu di belakang

 Kok dipegang oleh tangan yang

tidak dominan

 Berat badan pada kaki yang

berada di belakang

fase

pelaksanaan

 Berat badan dipindahkan pada

kaki bagian depan

 Gunakan gerakan menelungkup-

(19)

dan sentakkan pergelangan

tangan

 Lakukan kontak pada ketinggian

lutut

 Akhiri dengan reket menorah ke

atas lurus dengan gerakan kok

 Silangkan reket di depan dan di

atas bahu tangan yang tidak

memegang reket

 Putar pinggul dan bahu

 Pandangan ke kok

Mengetahui

Kepala MTs Swasta Istiqamah

(20)

SIKLUS II

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : MTs Swasta Istiqamah Kelas/Semester : VIII / 1 (Ganjil )

Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

Tema/Topik : Teknik Dasar Bulutangkis Pertemuan ke : 1

Waktu : 2 x 40 menit ( 1 x pertemuan )

A. Kompetensi Inti :

1. Menghargai dan menghayati ajaran agam yang dianut.

2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,

peduli (toleransi, gotong royong) santun, percaya diri, dalam berinteraksi

secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan

pergaulan dan keberadaannya.

3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan

rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya

terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan,

(21)

(menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai

dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut

pandang/teori.

B. Kompetensi Dasar :

1.2Menghayati dan mengamalkan nilai-nilai agama yang dianut dalam

melakukan aktivitas jasmani, permainan, dan olahraga.

2.1 Berperilaku sportif dalam bermain.

2.6 Disiplin selama melakukan berbagai aktivitas fisik.

3.3 Memahami pengetahuan modifikasi teknik dasar permainan bola kecil.

4.1 Mempraktikkan modifikasi teknik dasar permainan bola kecil dengan

menekankan gerak dasar fundamentalnya

C. Indikator Pencapaian Kompetensi :

1. Melakukan doa sebelum memulai pembelajaran .

2. Menunjukkan sikap sportif dalam bermain.

3. Menunjukkan sikap disiplin selama mengikuti pembelajaran .

4. Melakukan teknik dasar memegang raket dan pukulan servis bulutangkis.

5. Menjelaskan teknik dasar memegang raket dan pukulan servis bulutangkis.

D. Tujuan Pembelajaran :

Setelah mengikuti pembelajaran ini, diharapkan peserta didik dapat:

12. Melafalkan doa menurut agama dan kepercayaan masing-masing.

13. Menunjukkan sikap sportif dalam bermain.

(22)

15. Melakukan sikap awal memegang raket bulutangkis dengan benar

16. Melakukan sikap awal servis bulutangkis dengan benar.

17. Melakukan sikap perkenaan kok pada raket bulutangkis dengan benar

18. Melakukan sikap akhir servis bulutangkis dengan benar.

19. Menjelaskan sikap awal memegang raket bulutangkis dengan benar

20. Menjelaskan sikap awal servis bulutangkis dengan benar.

21. Menjelaskan sikap perkenaan kok pada raket bulutangkis dengan benar.

22. Menjelaskan sikap akhir servis bulutangkis dengan benar.

E. Materi Pembelajaran : 2. Servis bulutangkis :

Servis dalam permainan bulutangkis adalah pukulan dengan raket yang

menerbangkan shuttlecock (cock) ke bidang lapangan lain secara diagonal

dan bertujuan sebagai pembuka permainan.

Elemen dasar bagi pelaksanaan pukulan servis bulutangkis yang baik

adalah: a). cara memegang raket. b). sikap awal servis, c).perkenaan bola

pada raket, d).

ayunan lengan (pukulan), e).mengarahkan bola kearah sasaran, f).

mengatur posisi badan.

4) Persiapan (Sikap awal)

Grip handshake atau pistol

 Berdiri dengan kaki direnggangkan satu didepan dan satu di

(23)

 Kok dipegang oleh tangan yang tidak dominan

 Berat badan pada kaki yang berada di belakang

5) Pelaksanaan (Perkenaan bola)

 Berat badan dipindahkan pada kaki bagian depan

 Gunakan gerakan menelungkupkan tangan pada bagian bawah dan

sentakkan pergelangan tangan

 Lakukan kontak pada ketinggian lutut  Kok akan lambung tinggi dan jauh

6) Gerakan Lanjutan (Sikap akhir)

 Akhiri dengan reket menorah ke atas lurus dengan gerakan kok  Silangkan reket di depan dan di atas bahu tangan yang tidak

memegang reket

 Putar pinggul dan bahu

 Pandangan ke kok

F. Metode Pembelajaran.

3. Pendekatan: saintifik (scientific)

(24)

G. Kegiatan Pembelajaran.

KEGIATAN DISKRIPSI WAKTU

Pendahuluan

 Berbaris, berdoa, presensi, dan apersepsi

 Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan

pembelajaran

 (alokasi waktu ini sudah memperhitungkan waktu

peralihan dari mapel lain)

15 menit

Inti

 Memutar video yang telah dilakukan sebelumnya

guna mengevaluasi kesalahan yg terjadi sebelumnya

 Memberi pengarahan terhadap siswa untuk lebih

memperhatikan saat memutar video servis.

 Menerapkan pembelajaran menggunakan media

audio visual

 Pemanasan dengan pendekatan bermain (berbagai

variasi permainan)

 Guru mendemonsrasikan cara memegang raket dan

teknik pukulan servis forehand bulutangkis

 Peserta didik mengamati gerakan yang dilakukan

oleh guru

 Peserta didik diberi kesempatan untuk bertanya

tentang gerakan yang di demonstrasikan oleh guru

(25)

 Guru lebih memperhatikan siswa yang masih belum

mampu melakukan servis forehand dengan baik

 Peserta didik diberi kesempatan untuk mencoba

gerakan yang di demontrasikan oleh guru yaitu cara

memegang raket dan teknik dasar servis forehand

bulutangkis dengan rincian kegiatan sebagai berikut:

 Ddiawali dengan memegang raket yang benar

(serempak)

 Malakukan perpindahan berat badan dari kaki

bagian belakang ke depan

 Mengayunkan reket untuk memukul kok

Melakukan servis forehand secara langsung

Teknik dasar servis forehand dengan rincian

kegiatan sebagai berikut:

 Melakukan servis bulutangkis dengan proses servis

yang baik

 Melakukan servis bulutangkis dengan lapangan

sesungguhnya

 Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model

(26)

 Guru membagikan bahan ajar,

 Siswa mempelajari gerakan yang telah diajarkan

dan memahami indikator keberhasilannya

 Siswa melakukan teknik dasar servis bulutangkis

secara bersama-sama.

 Siswa melaksanakan tes tugas gerak, dan

menampilkan gerak sesuai dengan indikator yang

telah ditentukan.

Penutup

 Melakukan refleksi dengan tanya jawab kepada

peserta didik

 Menarik kesimpulan dari hasil pembelajaran

 Pendinginan, berbaris, tugas-tugas, evaluasi proses

pembelajaran, berdoa dan bubar (alokasi waktu ini

sudah memperhitungkan persiapan mengikuti

mapel lain)

20 Menit

H. Sumber Belajar - Ruang tertutup

- Ruang terbuka, datar dan aman

- Proyektor dan loudspeaker

- Bola/cock,, raket, net

(27)

- Buku referensi, Grice, Tony. (2004). Bulu tangkis: Petunjuk Praktis

Untuk Pemula dan Lanjut Jakarta

- Lembar Kerja Proses Belajar Grice, Tony. (2004). Bulu tangkis: Petunjuk

Praktis Untuk Pemula dan Lanjut Jakarta I. Penilaian

1. Teknik penilaian:

- Tes unjuk kerja (keterampilan):

Lakukan teknik dasar servis forehand bulutangkis

Keterangan:

Penilaian terhadap kualitas unjuk kerja peserta ujian, dengan rentang

nilai antara 1 sampai dengan 4

Jumlah skor yang diperoleh

Nilai =

(28)

2. Rubrik Penilaian

RUBRIK PENILAIAN

UNJUK KERJA TEKNIK DASAR SERVIS FOREHAND PERMAINAN BULUTANGKIS

Indikator Aspek Yang dinilai Skor ( √ ) Gambar

Fase

Persiapan

Grip handshake atau pistol

 Berdiri dengan kaki

direnggangkan satu didepan dan

satu di belakang

 Kok dipegang oleh tangan yang

tidak dominan

 Berat badan pada kaki yang

berada di belakang

Pase

pelaksanaan

 Berat badan dipindahkan pada

kaki bagian depan

 Gunakan gerakan menelungkup-

kan tangan pada bagian bawah

dan sentakkan pergelangan

tangan

 Lakukan kontak pada ketinggian

(29)

 Kok akan lambung tinggi dan

jauh.

Fase

Follow-Through

(Gerakan

Lanjutan)

 Akhiri dengan reket menorah ke

atas lurus dengan gerakan kok

 Silangkan reket di depan dan di

atas bahu tangan yang tidak

memegang reket

 Putar pinggul dan bahu

 Pandangan ke kok

Mengetahui

Kepala MTs Swasta Istiqamah

Amat Pazri, S.PdI

Guru Mata Pelajaran

(30)

Lampiran 3

FORTOPOLIO Nama Siswa : M. Fazri

Kelas : VIII-B

Jenis Kelamin : Laki-Laki

Format penilaian pukulan servis forehand bulutangkis siswa pre-test

Indikator Aspek Yang dinilai Skor ( √ )

Fase Persiapan  Grip handshake atau pistol

 Berdiri dengan kaki direnggangkan satu

didepan dan satu di belakang

 Kok dipegang oleh tangan yang tidak

dominan

 Berat badan pada kaki yang berada di belakang

Pase pelaksanaan  Berat badan dipindahkan pada kaki bagian depan

 Gunakan gerakan menelungkupkan tangan pada bagian bawah dan sentakkan

pergelangan tangan

 Lakukan kontak pada ketinggian lutut

 Kok akan lambung tinggi dan jauh.

Fase

Follow-Through (Gerakan Lanjutan)

 Akhiri dengan reket menorah ke atas lurus

dengan gerakan kok

 Silangkan reket di depan dan di atas bahu

tangan yang tidak memegang reket

 Putar pinggul dan bahu

 Pandangan ke kok

(31)

Lampiran 4

Table .1

Penilaian Test Awal (Pre-Test) Hasil Belajar Pukulan Servis Forehand Bulutangkis Siswa Kelas VIII-B MTs Swasta Istiqamah Tanah Jawa T.A

2013/2014.

No Nama siswa Aspek Penilaian Total

(32)

Lampiran 5

Table 2

Reduksi Nilai Tes Awal Pre- Test

(33)

Lampiran 6

Table 3

(34)

Lampiran 7

FORTOPOLIO Nama Siswa : M. Fazri

Kelas : VIII-B

Jenis Kelamin : Laki-Laki

Format Penilaian Pukulan Servis Forehand Bulutangkis Siswa Post-Test (Siklus I)

Indikator Aspek Yang dinilai Skor ( √ )

Fase Persiapan  Grip handshake atau pistol

 Berdiri dengan kaki direnggangkan satu didepan

dan satu di belakang

 Kok dipegang oleh tangan yang tidak dominan

 Berat badan pada kaki yang berada di belakang

Pase pelaksanaan  Berat badan dipindahkan pada kaki bagian depan

 Gunakan gerakan menelungkupkan tangan pada

bagian bawah dan sentakkan pergelangan tangan

 Lakukan kontak pada ketinggian lutut

 Kok akan lambung tinggi dan jauh.

Fase

Follow-Through (Gerakan

Lanjutan)

 Akhiri dengan reket menorah ke atas lurus

dengan gerakan kok

 Silangkan reket di depan dan di atas bahu tangan

yang tidak memegang reket

 Putar pinggul dan bahu

 Pandangan ke kok

(35)

Lampiran 8

Table .4

Penilaian Hasil Belajar Siklus I Pukulan Servis Forehand Bulutangkis Siswa Kelas VII-B Mts Swasta Istiqamah Tanah Jawa T.A 2013/2014.

(36)

Lampiran 9

Table .5

Reduksi Nilai Tes Hasil Belajar I

No Nama siswa Jumlah

(37)

Lampiran 10

Table .6

(38)

Lampiran 11

Table 7. Lembar Observasi Guru Dan Siswa Siklus I

NO Aspek yang di nilai Skor

Siswa

1 Minat dan perhatian siswa terhadap materi yang di ajarkan

2 Perhatian siswa terhadap media audiovisual yang akan menjadi

pembelajaran pukulan servis forehand

3 Keaktifan siswa dalam latihan mandiri

4 Kemampuan siswa dalam melakukan tekhnik yang diajarkan

Guru 5 Kemampuan guru dalam mengelola kelas

6 Kemampuan guru dalam menyampaikan materi

7 Kemampuan guru dalam memanfaatka media

8 Kemampuan guru dalam mengevaluasi pembelajaran

Jumlah skor Jumlah skor maksimal

Presentase Keterangan

(39)

Lampiran 12

FORTOPOLIO Nama Siswa : M. Fazri

Kelas : VIII-B

Jenis Kelamin : Laki-Laki

Format Penilaian Pukulan Servis Forehand Bulutangkis Siswa Post-Test (Siklus II)

Indikator Aspek Yang dinilai Skor ( √ )

Fase Persiapan  Grip handshake atau pistol

 Berdiri dengan kaki direnggangkan satu didepan

dan satu di belakang

 Kok dipegang oleh tangan yang tidak dominan

 Berat badan pada kaki yang berada di belakang

Pase pelaksanaan  Berat badan dipindahkan pada kaki bagian depan

 Gunakan gerakan menelungkupkan tangan pada

bagian bawah dan sentakkan pergelangan tangan

 Lakukan kontak pada ketinggian lutut

 Kok akan lambung tinggi dan jauh.

Fase

Follow-Through (Gerakan

Lanjutan)

 Akhiri dengan reket menorah ke atas lurus dengan

gerakan kok

 Silangkan reket di depan dan di atas bahu tangan

yang tidak memegang reket

 Putar pinggul dan bahu

 Pandangan ke kok

(40)

Lampiran 13

Tabel 8

Penilaian Hasil Belajar Siklus II Pukulan Servis Forehand Bulutangkis Siswa Kelas VII-B Mts Swasta Istiqamah Tanah Jawa T.A 2013/2014.

No Nama siswa Aspek penilaian Total

(41)

Lampiran 14

Table 9. Reduksi Nilai Hasil Tes Siklus II

No Nama siswa Nilai hasil

belajar

Keterangan

1 Aji Pangestu 12 100

2 Ayu Desi 11 91,67

3 Bagus Wardana 9 75

4 Cintia Dewi 9 75

5 Desi Aggiani 11 91,67

6 Deva Nugraha 8 66,67

7 Devi Wahyuni 10 83,33

8 Erlina Manurung 10 83,33

9 Imam 10 83,33

10 Lolita 11 91,67

11 Mahmuda 10 83,33

12 M. Fazri 11 91,67

13 Rahmad Syahputra 10 83,33

14 Risma Wati. P 12 100

15 Sri Wahyuni 11 91,67

16 Yulia Regar 10 83,33

Jumlah 165 1375

(42)

Lampiran 15

Table 10

(43)

Lampiran 16

Table 11

Lembar Observasi Guru Dan Siswa Siklus I

NO Aspek Yang Dinilai Skor

Siswa

1 Minat dan perhatian siswa terhadap materi yang di ajarkan

2 Perhatian siswa terhadap media audiovisual yang akan menjadi

pembelajaran pukulan servis forehand

3 Keaktifan siswa dalam latihan mandiri

4 Kemampuan siswa dalam melakukan tekhnik yang diajarkan

Guru 5 Kemampuan guru dalam mengelola kelas

6 Kemampuan guru dalam menyampaikan materi

7 Kemampuan guru dalam memanfaatka media

8 Kemampuan guru dalam mengevaluasi pembelajaran

(44)

Lampiran 17

Table 12. Perbandingan Hasil Belajar

No Nama siswa Data awal

Rata-rata 58,33 76,5626 85,9375

(45)

Lampiran 18

SUSUNAN KEPANITIAAN PENGAMBILAN DATA Dosen pembimbing sekripsi : Drs M Yusuf

Guru pendidikan jasmani : Heri Purwanto, S.Pd

Peneliti : iko fiali

Penilai sikap awal : Pandras Ariesta, S.Pd Penilai sikap pelaksanaan : Zulvandi, S.Pd Penilai sikap akhir : Zoel Manurung SP,d

(46)

Lampiran 19

DOKUMENTASI PENELITIAN

(47)

FOTO BERSAMA di MTs Istiqomah Tanah Jawa

(48)

Peneliti Melakukan Pemanasan

Peneliti Melakukan Pembelajaran di luar kelas

(49)
(50)
(51)
(52)
(53)
(54)
(55)
(56)

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan sebagai aktivitas mengandung arti upaya secara sadar

dirancang untuk membantu seseorang atau sekelompok orang dalam

mengembangkan ilmu pengetahuan, pandangan hidup, sikap hidup dan

keterampilan hidup, baik yang bersifat manual, individual dan sosial. Guru

merupakan faktor yang sangat dominan dan paling penting dalam pendidikan.

Guru merupakan pendidik dan pengajar yang menyentuh kehidupan pribadi siswa.

Tugas guru bukan hanya sekedar menyampaikan materi semata, tetapi juga

harus berupaya agar mata pelajaran yang disampaikan menjadi kegiatan

pembelajaran yang menyenangkan dan mudah dipahami siswa. Apabila guru tidak

dapat materi dengan tepat dan menarik, dapat menimbulkan kesulitan belajar bagi

siswa, sehingga mengalami ketidaktuntasan dalam belajarnya.

Proses kegiatan mengajar merupakan suatu aktivitas yang bertujuan

mengarahkan peserta didik pada perubahan tingkah laku yang diinginkan.

Pengertian ini kelihatan cukup sangat sederhana, akan tetapi bila pengertian ini

ditelaah lebih mendasar, maka akan terlihat lebih rumit dan begitu kompleksnya

yang dituntun dalam mengelola pelajaran itu sendiri. Hal tersebut bisa dipahami

karena mengarahkan peserta didik menuju perubahan merupakan suatu pekerjaan

berat. Pekerjaan ini membutuhkan suatu perencanaan yang sistematis dan

(57)

2

berkesinambungan, sehingga peserta didik dapat mengalami perubahan yang

diinginkan.

Pada dasarnya penyelenggaraan pendidikan jasmani di sekolah selama ini

berorientasi pada satu titik yaitu guru. Kenyataan ini dapat dilihat di lapangan

melalui pengamatan - pengamatan yang dilakukan oleh penulis bahwa gurulah

yang mempunyai kuasa penuh dalam proses belajar mengajar tanpa

mempertimbangkan aspek perkembangan motorik peserta didik.

Masalah yang terjadi dalam proses pembelajaran servis dalam permainan

bulutangkis adalah masih banyak siswa yang tidak mampu melakukan servis

dengan baik. Kenyataan ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa belum mencapai

ketuntasan dalam pembelajaran pengajaran sebelumnya. Hasil belajar siswa belum

mencapai ketuntasan dalam pembelajaran, khususnya pembelajaran servis

forehand. Dari hasil pengamatan dan hasil observasi punulis di sekolah MTS

Swasta Istiqomah Tanah Jawa, melihat nilai hasil belajar pada sub kompetensi

penguasaan pembelajaran servis dalam permainan bulutangkis diperoleh bahwa

dari 36 siswa kelas VIII hanya 10 siswa yang memperoleh nilai di atas KKM yaitu

70 atau hanya 27,77% yang tuntas dalam pembelajaran servis. Sedangkan siswa

yang lain memperoleh nilai dibawah KKM adalah 26 siswa atau 72,23% yang

tidak tuntas dalam pembelajaran servis. Hasil yang diperoleh ini sangat rendah

sehingga peneliti berusaha untuk memperbaiki permasalahan yang ditemukan di

kelas ini.

Kesalahan yang sering dilakukan siswa saat servis adalah cara memegang

(58)

3

kock, sikap akhir. Kesalahan yang sering dilakukan siswa ini mengakibatkan

pukulan servis forehand tidak padu dan kompleks, sehingga hasilnya pun tidak

memuaskan bagi peserta didik maupun guru.

Kondisi ini disebabkan proses pembelajaran yang dilakukan guru selama ini

masih kurang mendukung terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Selain itu,

guru penjas di sekolah ini bukan dari sarjana ilmu keolahragaan, sehingga kurang

memahami teknik servis forehand dalam permainan bulutangkis dengan baik. Hal

ini sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan guru penjas kelas VIII MTS

Swasta Istiqomah Tanah Jawa. Selama ini guru masih menggunakan metode

mengajar konvensional seperti metode ceramah dan komando.

Menurut peneliti, perlu dicari solusi yang tepat dalam masalah ini, agar

siswa lebih tertarik dalam mengikuti proses pembelajaran penjas, khususnya

materi servis forehand pada permainan bulutangkis. Dalam hal ini salah satu

alternatif yang dapat dilakukan untuk memecahkan masalah tersebut adalah

dengan meningkatkan kualitas pembelajaran seperti menerapkan media

audiovisual. Melalui penerapan media audiovisual pada proses pembelajaran

servis diharapkan akan dapat berjalan lebih optimal. Hambatan dan rintangan

yang terdapat pada proses pembelajaran selama ini dapat diatasi. Penerapan media

audiovisual ini akan membantu siswa dalam memahami keterampilan servis.

Karena dengan penerapan media ini, siswa dapat melihat dan mendengar serta

memahami cara melakukan servis yang baik dan benar. Menurut Dale (1969)

memperkirakan bahwa pemerolehan hasil belajar melalui indra pandang berkisar

(59)

4

Berdasarkan pengamatan diatas, peneliti mengambil kesimpulan bahwa penerapan

media audiovisual ini akan sangat efektif untuk diterapkan kepada peserta didik

guna meningkatkan hasil belajar servis.

Beranjak dari keterangan di atas, penulis merasa tertarik untuk

menerapkan gaya mengajar melalui penerapan media audiovisual terhadap salah

satu tehnik dasar bulu tangkis yakni servis forehand pada siswa MTs Swasta

Istiqomah Tanah Jawa, agar gerakan servis forehand pada permainan bulu tangkis

menunjukkan hasil yang lebih baik. Dalam hal ini penulis membuat suatu

penelitian tentang: “Penerapan Media Audiovisual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Servis Forehand Dalam Permainan Bulutangkis Pada Siswa Kelas VIII MTS Swasta Istiqomah Tanah Jawa Tahun Ajaran 2013/2014”

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka dapat diidentifikasikan

suatu masalah penelitian sebagai berikut :

1) Kurangnya minat belajar siswa mengenai pembelajaran servis forehand

2) Pengaruh gaya mengajar terhadap hasil belajar siswa

3) Model pembelajaran guru yang monoton

4) Kurang bervariasi dalam gaya mengajar

(60)

5

C. Pembatasan Masalah

Mengingat luasnya ruang lingkup masalah serta keterbatasan waktu, dana

dan kemampuan penulis maka perlu adanya pembatasan masalah. Adapun yang

menjadi pembatasan masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah dengan

menerapkan Media AudioVisual dapat meningkatkan hasil belajar Servis

Forehand (Tinggi) pada siswa/siswi kelas VIII MTS Swasta Istiqomah Tanah

Jawa Tahun Ajaran 2013/2014.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang, identifikasi masalah dan pembatasan masalah,

maka dapat dirumuskan permasalahan yang hendak diteliti adalah sebagai berikut:

“Bagaimana peningkatan hasil belajar servis forehand siswa/siswi kelas VIII MTS

Swasta Istiqomah Tanah Jawa setelah diterapkan media Audiovisual?”

E. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan penelitian ini adalah:

Untuk mengetahui peningkatan Hasil Belajar Servis Forehand Dalam Permainan

Bulu tangkis dengan Penerapan Media Audiovisual pada siswa Kelas VIII MTS

Swata Istiqomah Tanah Jawa Tahun Ajaran 2013/2014.

F. Manfaat Penelitian

Dengan dilaksanakannya penelitian ini diharapkan dapat memberikan

(61)

6

1. Dapat menambah wawasan dan pengetahuan peneliti tentang penerapan

media audiovisual.

2. Sebagai bahan masukan yang berguna bagi siswa/siswi MTS Swasta

Istiqomah Tanah Jawa khususnya untuk meningkatkan hasil belajar.

3. Sebagai bahan masukan yang berguna bagi pembaca khususnya

rekan-rekan mahasiswa UNIMED agar dapat dipergunakan untuk penelitian

(62)

55 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Dari hasil penguji hipotesis dirarik kesimpulan sebagai berikut

1. Pelaksanaan pembelajaran servis forehand dalam permainan bulutangkis

menggunakan media audiovisual berjalan efektif dan dapat meningkatkan

hasil belajar siswa kelas VIII MTs Swasta Istiqomah Tanah Jawa Tahun

Ajaran 2013/2014.

2. Bahwa media audiovisual dapat meningkatkan nalar siswa untuk

memahami pelajaran olahraga dengan lebih mudah dan jelas karena

didukung dengan media gambar dan media suara.

3. Dari hasil data ketuntasan belajar siswa yang dimulai dari pre-test dan

dilanjutkan pada siklus I dan diakhiri dengan siklus II memperlihatkan

bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan media

audiovisual. Hasil belajar siswa pada tes awal dengan nilai rata-rata 58,33

(18,75%) kemudian pada post-test siklus I menjadi 76,56 (56,25%) dan

pada siklus ke II diperoleh nilai rata-rata 85,94(93,75%). Dengan

penerapan media audiovisual, pembelajaran terjadi perubahan yang nyata

terhadap hasil belajar siswa khususnya pada servis forehand bulutangkis,

terlihat dari perbedaan siswa yang mengalami perubahan mulai dari tes

(63)

56

B. Saran

Sebagai saran yang diberikan peneliti adalah sebagai berikut :

1. Kepada kepala sekolah agar dapat memfsilitasi sarana dan prasarana yang

cukup demi berlangsungnya pembelajaran penjas yang baik.

2. Disarankan kepada guru pendidikan jasmani MTs Swasta Istiqomah Tanah

Jawa untuk mempertimbangkan penggunaan media audiovisual dengan

materi yang disesuaikan karena hal ini membangkitkan semangat belajar

siswa.

3. Dari hasil penelitian ditemukan kebanyakan siswa tidak berani

mengajukan pendapat ataupun pertanyaan tentang hal-hal yang belum di

mengerti secara langdung kepada guru ketika proses pembelajaran

berlangsung, maka disarankan kepada guru yang akan melaksanakan

setrategi ini diharapkan dapat mempelajari bagai mana cara memotivasi

siswa untuk berani berbicara atupun bertanya.

4. Kepada para teman-teman mahasiswa FIK UNIMED untuk dapat mencoba

melakukan model pembelajaran Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan

menggunakan media audiovisual.

5. Dapat di jadikan sebagai bahan acuan bagi para peneliti berikutnya dengan

(64)

57

DAFTAR PUSTAKA

Ariani, (2010). Pembelajaran Multi Media Di Sekolah.Surabaya : Prestasi Pustaka.

Arikunto, (2010). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Penerbit PT. Bumi Aksara.

Azhar Arsyad (2007). Media Pembelajaran. Jakarta : Penerbit PT. Raja Grafindo Persada

Dimyanti dan Mudjiono, (2006). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Penerbit PT.Gramedia Pustaka Utama.

Djamarah dan Zain. (1995). Strategi Belajar Mengajar. Banjarmasin : Rimeka Cipta

Djamarah, (2009). Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta.Rineka Cipta.

Edward,dkk. (2003). Belajar dan Pembelajaran. Diktat Perkuliahan Mahasiswa Universitas Negeri Medan.

Grice, Tony. (2004). Bulu tangkis: Petunjuk Praktis Untuk Pemula dan Lanjut Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan.

Heinich, dkk. (1982). Instructional Media And The New Technologies Of Instruction. New York : John Wiley & Sons

Husdarta,dkk , (2000). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Bagian Proyek Penataran Guru SLTP Setara D-III.

Muslikah, (2010). Sukses Profesi Guru Dengan Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta : Perpustakaan Nasional.

Nasidah, (1992). Pengembangan Kurikulum Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan.

Poole, James. (2008). Belajar Bulu Tangkis. Bandung: Penerbit Pionir Jaya.

(65)

58

Rusli,dkk (2000). Strategi Belajar Mengajar Penjas. Depdikbud : Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah.

Sadiman, dkk. (1984). Media Pendidikan. Jakarta : Kepala Badan Penelitian dan Perkembangan Pendidikandan Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Sanjaya. W. ( 2006 ) Strategi Pembelajaran Berorientasi Standart Proses Pendidikan. Jakarta : Kencana.

Slameto.(2003). Belajar dan Faktor Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta

Soepartono,(2000). Media Pembelajaran. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Bagian Proyek Penataran Guru SLTP Setara D-III.

Subardjah.(2000). Bulu Tangkis. : Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat jenderal Pendidikan Tinggi Proyek PenataranGuru SLTP Setara D-III.

Sudjana, (2009). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengejar. Bandung : Tarsito.

Sugiarto, dkk, (2002). Total Badmonton. Solo : Penerbit CV. Setyaki Eka Anugerah.

Webster, Merriam. (1983). Webster’s Ninth New Collegiate Dictionary, Merriam-webster Inc.

http://artikelpenjas.blospot.com

Gambar

Indikator Aspek Yang Dinilai Skor ( √ ) Gambar Fase  Grip handshake atau pistol
Indikator Aspek Yang dinilai Skor ( √ ) Gambar Fase  Grip handshake atau pistol
Table .1
Reduksi Nilai Tes Awal Table 2 Pre- Test
+7

Referensi

Dokumen terkait

Hasil uji beda dengan menggunakan Independent Samples T Test menunjukkan tidak terdapat perbedaan pengetahuan gizi yang nyata (p>0.05) antara kelompok normal

Taylor, 1993, Kualitatif Dasar-dasar Penelitian , Usaha Nasional, Surabaya... Bina Rena

Anak jalanan (gelandangan) memiliki karakteristik sosial seperti warna kulit yang kusam, penampilan yang tidak rapih serta kotor, jumlah anak jalanan lebih banyak

Hipotesis yang diajukan adalah (1) ada hubungan positif antara kecerdasan emosi dan self efficacy dengan kesiapan psikologis dalam menghadapi ujian semester, (2) ada hubungan

And there is no writer who had conducted a research on Leo Tolstoy’s Anna Karenina, so it will challenge the writer to study the novel using Marxist perspective..

Di samping itu, semua peserta perkhemahan perlu sentiasa menjunjung nilai permuafakatan dalam melaksanakan setiap aktiviti yang dijalankan bagi mencapai kejayaan yang cemerlang,

Desain Prototipe Mesin Tipe Silinder Berotasi Untuk Produksi Maltodekstrin Berbahan Baku Tapioka dengan Metode Hidrolisis Kering.. Di bawah bimbingan : Khaswar Syamsu dan

[r]