TAMAN KUPU-KUPU DI BADUNG.

Teks penuh

(1)

LANDASAN KONSEPTUAL PERANCANGAN TUGAS AKHIR

Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas Dalam Memenuhi Syarat-Syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana Teknik Arsitektur

Periode Februari 2016

TAMAN KUPU-KUPU DI BADUNG

Oleh :

I NYOMAN TRIWIKRAMA

1204205091

UNIVERSITAS UDAYANA

FAKULTAS TEKNIK

(2)

LANDASAN KONSEPTUAL PERANCANGAN TUGAS AKHIR

Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas Dalam Memenuhi Syarat-Syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana Teknik Arsitektur

Periode Februari 2016

TAMAN KUPU-KUPU DI BADUNG

Oleh :

I NYOMAN TRIWIKRAMA

1204205091

Dosen Pembimbing:

Dr. Ir. Anak Agung Ayu Oka Saraswati, MT I Nyoman Susanta, ST., MErg

UNIVERSITAS UDAYANA

FAKULTAS TEKNIK

(3)
(4)
(5)

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI

UNIVERSITAS UDAYANA

FAKULTAS TEKNIK - JURUSAN ARSITEKTUR Jalan Kampus Bukit Jimbaran - Bali

((0361) 703384, 703320 Fax : 703384

www.ar.unud.ac.id

PERNYATAAN

Judul Tugas Akhir : Taman Kupu-kupu di Badung

Nama : I Nyoman Triwikrama

NIM : 1204205091

Program Studi : Arsitektur

Periode : Pebruari 2016

Dengan ini saya menyatakan bahwa Tugas Akhir ini tidak terdapat karya pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi. Sepanjang pengetahuan saya tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan di dalam daftar pustaka.

Denpasar, 19 April 2016

(6)

iii

ABSTRAK

ABSTRACT

Recreation is one of the needs of people in the recovery of energy, social, physical and psychological. The butterfly is a garden nourishes and spawned a butterfly. In addition, the butterflies also serves as a place of recreation a family to have a positive impact for visitors to spark a vested interest in preserving nature. In Bali at this time a lot of sound on issues of natural disasters such as floods and drought is one of the cause is the lack of absorption of water into the ground. This is because the progress of development in Bali so rapidly and the vast majority of paying less attention to the environment such as the use of materials that are less environmentally friendly and endanger the better for the environment and human. Therefore, necessary to solving the issue of the environment. One way that you can do is to build an area of absorption and can grow the intention of the public to pay attention to the environment. With the construction of a garden butterflies in the city of Badung, will add a tourist destination and recreational alternatives. In addition to functioning as enticement of tourist attraction, the establishment of a butterfly is also as part of efforts to provide learning to the community the importance of preserving the environment.

Key Words : Recreation, butterflies, natural disasters, the environment.

ABSTRAK

Rekreasi merupakan merupakan salah satu kebutuhan manusia dalam pemulihan energi baik secara sosial, fisik maupun psikologi. Taman kupu-kupu merupakan taman yang memelihara, menangkar dan mengembangbiakkan kupu-kupu. Selain itu, taman kupu-kupu juga berfungsi sebagai tempat rekreasi keluarga yang memberikan dampak positif bagi pengunjung untuk menumbuhkan niat dalam melestarikan alam. Di bali saat ini banyak terdengar isu-isu tentang bencana alam seperti banjir dan kekeringan yang salah satu penyebabnya adalah kurangnya penyerapan air ke dalam tanah. Ini dikarenakan perkembangan pembangunan di Bali sangat pesat dan sebagian besar pembangunan kurang memperhatikan lingkungan seperti penggunaan material yang kurang ramah lingkungan dan membahayakan baik bagi lingkungan dan manusia. Oleh sebab itu, diperlukan adanya pemecahan masalah mengenai lingkungan ini. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah membangun sebuah area resapan yang sekaligus dapat menumbuhkan niat masyarakat untuk memperhatikan ligkungan. Dengan dibangunnya sebuah taman kupu-kupu di kota Badung, akan menambah destinasi wisata dan rekreasi alternatif. Selain berfungsi sebagai dayatarik wisata, pengadaan taman kupu-kupu ini juga sebagai salah satu usaha untuk memberikan pembelajaran kepada masyarakat pentingnya melestarikan lingkungan.

(7)

L aporan Sem inar Tugas A khir iv

KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat

rahmat-Nyalah penyusun dapat menyelesaikan Landasan Konseptual Perancangan

Tugas Akhir sesuai dengan waktu yang diharapkan.

Landasan Konseptual Perancangan Tugas Akhir yang berjudul

“Taman Kupu-kupu di Badung” merupakan salah satu syarat untuk masuk ke

dalan Studio Tugas Akhir, sekaligus menyelesaikan pendidikan Jurusan

Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana.

Landasan Konseptual Perancangan Tugas Akhir ini masih jauh dari

sempurna, untuk itu penulis mengharapakan apresiasi dari pembaca yang

sipatnya membangun dan memberikan masukan agar proses selanjutnya

menjadi lebih baik. Dalam penulisan dan penyusunan Landasan Konseptual

Seminar Tugas Akhir ini penulis banyak dibantu dan diberi dukungan oleh

berbagai pihak. Untuk itu, pada kesempatn ini penulis ingin mengucapkan

terimakasih kepada:

1. Bapak Dr. Ir. Syamsul Alam Paturusi, MSP. selaku Dosen Koordinator

Seminar Tugas Akhir, atas segala kebijakan yang telah diberikan.

2. Ibu Dr. Ir. A.A.A Oka Saraswati, MT. Selaku Dosen Pembimbing I, atas

segala bimbingan, saran, masukan dan ilmu yang telah diberikan.

3. Bapak I Nyoman Susanta, ST., M.Erg. selaku Dosen Pembimbing II, atas

segala bimbingan, saran, masukan dan ilmu yang telah diberikan.

4. Bapak I Putu Sugiantara, ST. selaku dosen pembimbing akademis

mahasiswa.

5. Bapak I Nyoman Subaga dan keluarga yang selalu memberi dukungan dan

motivasi.

6. Semua dosen yang terlibat dalam mata kuliah Seminar Tugas Akhir,

(8)

L aporan Sem inar Tugas A khir iv telah banyak membantu dalam proses penyusunan Landasan Konseptual

Perancangan Tugas Akhir yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

7. Denik Suantari yang selalu memberi dukungan dan motivasi.

Akhir kata, penulis mohon maaf apabila terjadi kesalahan dan

kekurangan dalam penulisan dan penyusunan laporan, semoga Landasan

Konseptual Seminar Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan

bergunan sebagaimanamestinya.

Denpasar, April 2016

Penyusun

I Nyoman Triwikrama

(9)

L aporan Sem inar Tugas A khir iv Bab II PEMAHAMAN TERHADAP TAMAN KUPU-KUPU ... 6

2.1 Pemahaman Terhadap Taman ... 6

2.2.2 Karakteristik Kupu-kupu ... 9

2.2.3 Siklus Hidup Kupu-kupu ... 9

2.2.4 Makanan Kupu-kupu ... 10

2.2.5 Manfaat Kupu-kupu ... 11

2.2.6 Spesies Kupu-kupu ... 11

2.2.7 Kupu-kupu yang Dilindungi di Indonesia ... 13

2.2.8 Habitat Kupu-kupu ... 13

2.3 Pemahaman Terhadap Proyek Sejenis ... 14

2.3.1 Kemenuh Butterfly Park ... 16

2.3.2 Bali Butterfly Park Tabanan ... 22

(10)

L aporan Sem inar Tugas A khir v

Bab III STUDI PENGADAAN TAMAN KUPU-KUPU DI BADUNG ... 30

3.1 Dasar Pertimbangan Pemilihan Lokasi Kabupaten Badung ... 30

3.1.1 Jumlah Penduduk Bali ... 31

3.1.2 Jumlah Penduduk Bali yang Berstatus Pelajar ... 32

3.1.3 Kunjungan Wisata Ke Badung ... 33

3.1.4 Jumlah Kunjungan ke Obyek Sejenis di Bali ... 33

3.1.5 Sarana dan Prasarana ... 34

(11)

L aporan Sem inar Tugas A khir vi

4.2.2 Identifikasi Kegiatan dan Kebutuhan Ruang ... 45

4.2.3 Studi Kapasitas ... 48

4.2.4 Program Performansi ... 50

4.2.5 Program Arsitektural ... 52

4.3 ANALISIS TAPAK ... 60

4.3.1 Pendekatan Kebutuhan Luasan ... 60

4.3.2 Pemilihan Lokasi ... 60

4.3.3 Pemilihan Tapak ... 61

4.3.4 Eksisting Tapak ... 63

4.3.5 Analisis Tapak ... 63

Bab IV KONSEP PERANCANGAN TAMAN KUPU-KUPU DI BADUNG ... 69

5.1 KONSEP PERANCANGAN TAPAK ... 69

5.1.1 Konsep Entrance Tapak ... 69

5.1.2 Konsep Zoning Tapak ... 72

5.1.3 konsep Pola Sirkulasi Tapak ... 74

5.1.4 Konsep Bentuk dan Pola Massa Bangunan ... 75

5.1.5 Konsep Ruang Luar (Landscape) ... 77

5.2.3 Konsep Tampilan Bangunan ... 85

5.2.4 Konsep Ruang Dalam Bangunan ... 86

5.2.5 Konsep Sirkulasi Dalam Bangunan ... 87

5.2.6 Konsep Struktur ... 88

5.2.7 Konsep Utilitas Bangunan ... 90

(12)

L aporan Sem inar Tugas A khir vii

Gambar 2.5 Peta Lokasi & Simbol Kemenuh Butterfly Park ... 16

Gambar 2.6 Bangunan Lobby Kemenuh Butterfly Park ... 17

Gambar 2.7 Denah Bangunan Lobby Kemenuh Butterfly Park ... 17

Gambar 2.8 Site Plan Area Kemenuh Butterfly Park ... 17

Gambar 2.9 Penataan Area Taman Kemenuh Butterfly Park ... 18

Gambar 2.10 Pupa Room Kemenuh Butterfly Park ... 18

Gambar 2.11Denah Pupa Room Kemenuh Butterfly Park ... 18

Gambar 2.12 Taman Pembibitan Larva Kemenuh Butterfly Park ... 19

Gambar 2.13 Bangunan Restaurant Kemenuh Butterfly Park ... 19

Gambar 2.14 Denah Restaurant Kemenuh Butterfly Park ... 20

Gambar 2.15 Denah Museum Kemenuh Butterfly Park ... 20

Gambar 2.16 Layout Bali Butterfly Park Tabanan ... 21

Gambar 2.17 Penataan Taman Kupu-kupu Tabanan ... 22

Gambar 2.18 Gazebo Pada Area Taman Kupu-kupu ... 23

Gambar 2.19 Ruang Serangga Taman Kupu-kupu Tabanan ... 23

Gambar 2.20 Bangunan Museum Taman Kupu-kupu Tabanan ... 24

Gambar 2.21 Ruangan Museum Taman Kupu-kupu Tabanan ... 24

Gambar 2.22 Ruangan Penjualan Souvenir Taman Kupu-kupu Tabanan ... 24

Gambar 2.23 Area Makan Restaurant ... 25

Gambar 2.24 Struktur Atap Restaurant Berarsitektur Bali ... 25

Gambar 2.25 Fasilitas pada Taman Kupu-kupu Cihanjuang ... 26

Gambar 3.1 Peta Pulau Bali ... 31

Gambar 3.2 Peta Kabupaten Badung ... 31

Gambar 3.3 Konsep Tri Angga ... 35

(13)

L aporan Sem inar Tugas A khir viii

Gambar 4.1 Proses berpikir tema, pemrograman ruang dan analisis tapak ... 42

Gambar 4.2 Kerangkan Pikir Pemrograman Ruang ... 44

Gambar 4.3 Struktur Organisasi Pengelola ... 45

Gambar 4.4 Alue Kegiatan pengunjung Taman Kupu-kupu ... 46

Gambar 4.5 Alur Sirkulasi penelitian di Taman Kupu-kupu ... 47

Gambar 4.6 Alur Sirkulasi Pengelola di Taman Kupu-kupu ... 47

Gambar 4.7 Hubungan Ruang Makro ... 57

Gambar 4.8 Hubungan Ruang Pengelola ... 58

Gambar 4.9 Hubungan Ruang Lobby ... 58

Gambar 4.10 Hubungan Ruang Restaurant ... 58

Gambar 4.11 Hubungan Ruang Servis ... 58

Gambar 4.12 Organisasi Ruang Taman Kupu-kupu ... 59

Gambar 4.13 Sirkulasi Ruang Taman Kupu-kupu ... 59

Gambar 4.14 Peta Lokasi Alternatif Tapak ... 62

Gambar 4.15 Eksisting Tapak ... 63

Gambar 5.1 Alternatif Perletakan Entrance Tapak ... 70

Gambar 5.2 Konsep Perletakan Entrance Tapak ... 71

Gambar 5.3 Konsep Tampilan Main Entrance Tapak ... 71

Gambar 5.4 Konsep Tampilan Side Entrance Tapak ... 72

Gambar 5.5 Zona Kebisingan Pada Tapak ... 73

Gambar 5.6 Zoning Tapak ... 73

Gambar 5.7 Alternatif Pola Sirkulasi ... 74

Gambar 5.8 Konsep Pola Sirkulasi Pada Tapak ... 75

Gambar 5.9 Alternatif Pola Massa Bangunan ... 76

(14)

L aporan Sem inar Tugas A khir ix

Gambar 5.11 Konsep Penataan Ruang Luar ... 78

Gambar 5.12 Konsep Penataan Tanaman Peneduh ... 79

Gambar 5.13 Konsep Penataan Tanaman Pembatas ... 79

Gambar 5.14 Konsep Bangunan Sangkar Taman ... 80

Gambar 5.15 Alternatif Pemilihan Pola Parkir ... 80

Gambar 5.16 Konsep Pola Parkir Mobil ... 80

Gambar 5.17 Konsep Pola Parkir Sepeda Motor ... 81

Gambar 5.18 Konsep Entrance Bangunan ... 81

Gambar 5.19 Konsep Zoning Bangunan ... 83

Gambar 5.20 Konsep Tampilan Bangunan ... 85

Gambar 5.21 Konsep Ruang Dalam Fasilitas Publik ... 86

Gambar 5.22 Konsep Ruang Kepala Bagian & Staff ... 87

Gambar 5.23 Konsep Ruang Direktur ... 87

Gambar 5.24 Alternatif konsep Sirkulasi Bangunan ... 87

Gambar 5.25 Konsep Pondasi Telapak Menerus ... 89

Gambar 5.26 Konsep Super Struktur ... 89

Gambar 5.27 Upper Struktur ... 89

Gambar 5.28 Konsep Jaringan Listrik ... 90

Gambar 5.29 Konsep Jaringan Air Bersih ... 91

Gambar 5.30 Konsep Pemanfaatan Pencahayaan Alami ... 92

Gambar 5.31 Konsep Sistem Cross Ventilation ... 93

Gambar 5.32 Konsep Jaringan Komunikasi ... 94

(15)

L aporan Sem inar Tugas A khir x

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Studi Banding Taman Kupu-kupu ... 27

Tabel 3.1 Proyeksi Jumlah Penduduk Menurut Kabupaten Provinsi Bali 2010-2015 ... 32

Tabel 3.2 Perkembangan Kunjungan Wisatawan yang Berkunjung ke Kabupaten Badung Setiap Bulan Tahun 2011-2013 ... 33

Tabel 3.3 Jumlah Kunjungan Wisata ke Obyek Sejenis tahun 2013 ... 34

Tabel 3.4 Usulan dan Pemecahan masalah terhadap hambatan dan tantangan pada analisis SWOT ... 38

Tabel 4.1 Sifat dan Tuntutan Kegiatan Pengunjung ... 46

Tabel 4.2 Kebutuhan Ruang Pelayanan Pengunjung Taman Kupu-kupu ... 46

Tabel 4.3 Sifat dan Tuntutan Kegiatan Penelitian ... 47

Tabel 4.4 Kebutuhan Ruang Penelitian Taman Kupu-kupu ... 47

Tabel 4.5 Sifat dan Tuntutan Kegiatan Pengelola ... 48

Tabel 4.6 Kebutuhan Ruang Pengelola Taman Kupu-kupu ... 48

Tabel 4.7 Rekap Kebutuhan Ruang Taman Kupu-kupu ... 48

Tabel 4.8 Kapasitas Pengelola Taman Kupu-kupu ... 50

Tabel 4.9 Program Performansi Taman Kupu-kupu ... 51

Tabel 4.10 Program Besaran Ruang Taman Kupu-kupu di Badung ... 56

Tabel 4.11 Pembobotan Kriteria Pemilihan Tapak ... 61

(16)

Laporan Seminar Tugas Akhir 1

BAB I

PENDAHULUAN

Pada bab ini akan diuraikan gambaran secara umum dari isi laporan dan

alasan pemilihan judul dalam latar belakang, permasalahan-permasalahan yang

ada, tujuan, serta metode perancangan.

1.1 LATAR BELAKANG

Taman Kupu-kupu merupakan taman yang memelihara, menangkar dan

mengembangbiakkan kupu-kupu. Taman kupu-kupu memiliki tema pelestarian

alam dimana taman ini memiliki berbagai jenis tumbuhan sebagai habitat

kupu-kupu. Taman kupu-kupu memiliki berbagai spesies kupu-kupu langka. Sehingga

selain untuk melestarikan alam taman ini juga berfungsi sebagai tempat

pelestarian hewan langka ini.

Adanya taman kupu-kupu ini yang memiliki berbagai jenis kupu-kupu

langka, kedepannya dapat menambah informasi dan wawasan masyarakat

mengenai pentingnya melestarikan alam untuk melindungi dan melestarikan

hewan-hewan langka seperti kupu-kupu. Taman kupu-kupu merupakan salah satu

(17)

Laporan Seminar Tugas Akhir 2 edukasi khususnya bagi generasi penerus yang ingin mengetahui berbagai jenis

kupu-kupu dan memberikan pelajaran bagaimana pentingnya pelestarian alam

untuk habitat hewan-hewan langka seperti kupu-kupu yang sudah jarang

ditemukan di alam bebas. Di dalam taman kupu-kupu pengunjung bisa

memperoleh informasi tentang bagaimana proses metamorfosis seekor kupu-kupu

mulai dari bibit larva hingga tumbuh besar secara sempura.

Selain sebagai tempat pelestarian dan edukasi, taman ini juga dapat

berfungsi sebagai tempat rekreasi alternatif dalam kota yang memiliki kepadatan

aktivitas yang tinggi. Karena rekreasi merupakan salah satu kebutuhan manusia,

dengan adanya rekreasi akan memberikan dampak bagi manusia baik secara

sosial, fisik, dan psikologis dalam pemulihan energi. (Newanti,Romaita,2012).

Sambil berekreasi dan menikmati keindahan alam dalam sebuah taman

pengunjung juga dapat mengenal berbagai jenis kupu-kupu. Sehingga rekreasi

masyarakat dapat menjadi lebih bermanfaat dan positif karena dapat

menumbuhkan niat masyarakat turut serta dalam melestarikan alam di sekitarnya.

Dengan dibangunnya sebuah Taman Kupu-kupu di Kota Badung akan

menambah destinasi wisata rekreasi di Badung. Selain sebagai daya tarik wisata,

pembangunan Taman Kupu-kupu ini juga sebagai salah satu cara untuk

pelestarian, penangkaran, pembelajaran dan pengembangbiakan kupu-kupu yang

ada di Bali. Selain pengunjung lokal terutama anak-anak untuk mendapatkan

pembelajaran tentang alam dan lingkungan, taman kupu-kupu ini juga menyasar

wisatawan mancanegara. Di samping menyediakan taman sebagai tempat habitat

berbagai jenis kupu-kupu, di taman ini juga menyediakan galeri yang memiliki

koleksi kupu-kupu yang sudah mati, selain itu di juga tersedia galeri kain sutra

dengan proses dari seekor kupu-kupu, larva, kepompong, dan proses pengolahan

hingga menjadi sebuah kain. Selain itu juga terdapat bangunan penunjang lainnya.

1.2 RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan paparan latar belakang di atas, terdapat beberapa

permasalahan yang dapat dirumuskan terkait perancangan Taman Kupu-kupu di

(18)

Laporan Seminar Tugas Akhir 3

A. Apa permasalahan yang timbul serta bagaimana pemecahannya terkait lokasi

pembangunan proyek Taman Kupu-kupu di Badung?

B. Bagaimana pemrograman ruang baik secara fungsional, performansi, dan

arsitektural dari perancangan Taman Kupu-kupu ?

C. Apa tema dan konsep perancangan yang cocok diterapkan dalam mendesain

sebuah Taman Kupu-kupu ?

1.3 TUJUAN

Tujuan dari penulisan laporan ini adalah sebagai acuan dalam

pembangunan Taman Kupu-kupu adalah sebagai berikut :

A. Untuk menentukan lokasi yang sesuai dan masalah yang ditimbulkan serta

pemecahan permasalahan yang terdapat pada lokasi terkait proyek

perancangan Taman Kupu-kupu.

B. Untuk menyusun program ruang yang sesuai dengan aktivitas civitas yang

meliputi program fungsional, performansi, dan arsitektural.

C. Untuk menentukan tema dan konsep perancangan Taman Kupu-kupu.

1.4 METODE PERANCANGAN

Metode yang digunakan dalam perancangan Taman Kupu-kupu di Badung

ini menggunakan metode perancangan Snyder dan Catanese (1989), bahwa

terdapat lima langkah proses perancangan sebagai berikut.

A. Permulaan

Permulaan merupakan tahap awal dalam sebuah perancangan yaitu meliputi

kegiatan melakukan perumusan dan penjabaran mengenai permasalahan yang

terjadi dalam perancangan Taman Kupu-kupu di Badung. Perumusan tersebut

dilakukan dengan cara mengidentifikasi masalah atau latar belakang mengapa

judul proyek ini perlu untuk diadakan dan kemudian dilakukan perumusan

(19)

Laporan Seminar Tugas Akhir 4

B. Persiapan

Persiapan atau juga disebut proses penyusunan program ini adalah tahap

pengumpulan, menganalisis informasi secara sistematik tentang permasalahan dan

penyusunan konsep desain mengenai perancangan Taman Kupu-kupu di Badung.

Jenis-jenis data yang digunakan yaitu:

a. Data primer, yaitu data yang dikumpulkan langsung dari sumber. Data

primer ini diperoleh melalui :

• Wawancara atau tanya jawab dilakukan dengan pihak-pihak yang

paham terhadap permasalahan yang terkait, yakni pelaku pariwisata,

pengelola dan pemilik taman pada tempat dilakukan studi banding.

• Observasi yaitu teknik pengumpulan data melalui pengamatan

langsung pada Taman Kupu-kupu, seperti pengamatan layout (denah

dan pola massa) dan sirkulasi dalam taman.

b. Data sekunder, yaitu data yang dikumpulkan oleh pihak lain, kemudian

digunakan sebagai teori pendukung dalam membuat laporan seminar tugas

akhir ini. Data tersebut diperoleh dari literatur seperti buku-buku atau jurnal

yang berkaitan dengan Taman Kupu-kupu. Teori dalam literatur tersebut

diangkat sebagai bahan pelengkap informasi serta dapat dijadikan

perbandingan pada landasan perancangan.

Kemudian kedua data tersebut dianalisis, sehingga didapat kesimpulan

mengenai pengertian, tujuan dan sasaran proyek ini. Dengan demikian,

pemecahan masalah mengenai kebutuhan ruang baik dari segi kuantitas

maupun kualitas yang diperlukan dalam fasilitas ini melalui studi

pemrograman fungsional, performansi dan arsitektural dapat diketahui untuk

kemudian dirumuskan ke dalam konsep perancangan.

C. Pembuatan Usulan

Merupakan tahapan menyampaikan gagasan-gagasan yang bertujuan untuk

memecahkan permasalahan yang telah dianalisis sebelumnya. Tahap ini juga

sering disebut sintesis, yaitu memadukan serangkaian pertimbangan-pertimbangan

dari konteksnya (ekonomi, sosial, fisik), program, kondisi tapak, teknologi baru,

(20)

Laporan Seminar Tugas Akhir 5

berupa penyajian-penyajian yang menyatukan sejumlah pokok-pokok

pembahasan dalam bentuk fisik.

D. Evaluasi

Merupakan tahap mengevaluasi gagasan yang dihasilkan oleh perancang

pada tahap pembuatan usulan. Evaluasi atau penilaian usulan-usulan tersebut

meliputi perbandingan, pemecahan-pemecahan permasalahan rancangan yang

diusulkan dengan sasaran dan kriteria yang dikembangkan pada tahap penyusunan

program.

E. Tindakan

Merupakan tahap dari proses perancangan meliputi aktivitas-aktivitas yang

dihubungkan dengan persiapan dan pelaksanaan sebuah proyek, seperti penyiapan

dokumen pelaksanaan dan bertindak sebagai hubungan antar pemilik dan

kontraktor.

Dalam perkuliahan tugas akhir, yang digunakan hanya sampai tahap tiga

dari kelima tahap proses perancangan tersebut. Dengan demikian, diharapkan

(21)

Laporan Seminar Tugas Akhir 6

BAB II

PEMAHAMAN TERHADAP TAMAN KUPU-KUPU

Pada bab 2 akan dijelaskan mengenai tinjauan teori dari judul, yakni

pemahaman terhadap taman dan pemahaman terhadap taman kupu-kupu. Data

bersumber dari pustaka dan internet yang disajikan berupa tulisan, tabel dan

gambar yang memberikan pemahaman terhadap taman kupu-kupu. Selain itu,

untuk medukung teori dilakukan studi pengamatan dan pemahaman terhadap

proyek sejenis. Untuk kasus yang berada di Propinsi Bali, studi dilakukan dengan

pengamatan langsung ke lapangan sedangkan yang berada di luar Propinsi Bali

menggunakan data dari internet.

2.1 Pemahaman Terhadap Taman 2.1.1 Pengertian Taman

Menurut Musa dalam penelitian DKP Prov. Bali (1989:11) Taman dalam

bahasa Inggris disebut Garden berasal dari bahasa Ibrani yaitu Gan, yang berarti melindungi atau mempertahankan yang secara tidak langsung berarti pula

(22)

Laporan Seminar Tugas Akhir 7 kegembiraan. Jadi Garden diartikan sebagai sebidang lahan berpagar yang digunakan untuk kesenangan dan kegembiraan.

Seperti yang dikemukakan Bander dalam penelitian DKP Prov. Bali

(1989:12) Taman adalah sebuah tempat yang terbatas untuk bersenang-senang.

Ruang terbatas yang bentuknya dapat berubah-ubah dibangun dengan konstruksi

minimum, dan semaksimal mungkin menggunakan bahan alam yang belum

diproses.

Menurut Purwadarminta dalam penelitian DKP Prov. Bali (1989:12)

Taman adalah suatu tempat atau sebidang tanah yang ditanami bunga-bungaan

dan dipergunakan untuk bersenang-senang. Pola penataan sebuah taman dapat

dilihat pada gambar 2.1.

2.1.2 Fungsi Taman

Taman itu sendiri mempunyai fungsi yang banyak (multi fungsi ) baik berkaitan dengan fungsi hidrologis, kesehatan, sosial, estetika dan rekreasi.

Taman kota juga mempunyai fungsi ekologi. Adapun penjelasannya sebagai

berikut.

A. Fungsi hidorologi, dalam hal penyerapan air dan mereduksi potensi banjir.

Pepohonan melalui perakarannya yang dalam mampu meresapkan air ke

dalam tanah, sehingga pasokan air dalam tanah semakin meningkat dan

jumlah aliran limpasan air juga berkurang yang akan mengurangi terjadinya

banjir.

(23)

Laporan Seminar Tugas Akhir 8 B. Fungsi kesehatan, taman yang penuh dengan pohon sebagai jantungnya

paru-paru kota merupakan produsen oksigen yang belum tergantikan fungsinya.

C. Fungsi estetis, akan terlahir dengan sendirinya jika taman yang ada tetap

mempertahankan keasliannya.

D. Fungsi sosial, dimana taman kota menjadi tempat bagi berbagai macam

aktivitas sosial seperti berolahraga, rekreasi, diskusi dan lain-lain.

E. Fungsi ekologi, taman kota dapat berfungsi sebagai filter berbagai gas

pencemar dan debu, pengikat karbon, pengatur iklim mikro.

F. Fungsi rekreasi, taman dapat juga sebagai tempat berolah raga dan rekreasi

yang mempunyai nilai sosial, ekonomi, dan edukatif.

2.1.3 Taman Kupu-kupu

Taman kupu-kupu dimaksudkan untuk memperlihatkan berbagai spesies

kupu-kupu di dalam satu kandang besar yang dilingkupi kawat kasa. Umumnya di

taman kupu-kupu dilepas kupu-kupu dewasa yang baru keuar dari kepompong.

Pasokan kepompong dapat berasal dari tempat lain yang merupakan penangkaran

atau tempat pengembangbiakan kupu-kupu atau dapat juga disediakan sendiri oleh

taman kupu-kupu tersebut sepanjang ada tumbuhan pakan ulat yang mampu

menunjang kebutuhan tersebut.

2.2 Pemahaman Terhadap Kupu-kupu 2.2.1 Pengertian Kupu-kupu

Menurut Peggie (2014) Kupu-kupu adalah suatu kelompok serangga yang

tergolong ke dalam bangsa Lepidoptera. Kata Lepidoptera berasal dari nama latin

Lepido yang berarti sisik dan nama Yunani pteron ( jamak: Ptera) yang berarti sayap, sehingga Lepidoptera berarti kelompok serangga yang mempunyai sayap bersisik. Sisik-sisik ini tersusun seperti atap genteng yang memberikan corak dan

warna pada sayap.

Kupu-kupu hanya menjadi bagian kecil, yaitu sekitar 17.500 spesies atau

12% dari 155.000 spesies Lepidoptera yang ada di dunia. Bagian terbesar adalah ngengat atau dikenal juga sebagai kupu-kupu malam. Walaupun jumlahnya jauh

lebih sedikit daripada ngengat, kupu-kupu lebih dikenal umum karena sifatnya

(24)

Laporan Seminar Tugas Akhir 9 Ciri-ciri yang membedakan kupu-kupu dari ngengat adalah ujung antenna

yang membesar seperti gada (clubbed), dan posisi sayapnya yang terlipat secara vertikal atau tegak di atas tubuhnya pada saat istirahat. Ngengat umumnya

berwarna suram, aktif pada malam hari atau bersifat nocturnal, mempunyai

antenna beragam, ada yang mempunyai bentuk meyerupai sisir ataupun yang menipis di ujungnya tetapi tidak pernah membesar di ujung, dan umumnya

melipat sayap secara horizontal di atas tubuhnya pada saat istirahat. Perbedaan

antara kupu-kupu dan ngengat dapat dilihat pada gambar 2.2 dan 2.3.

2.2.2 Karakteristik kupu-kupu

Berdasarkan dari bentuk tubuh dan aktivitasnya, ordo Lepidoptera

dikelompokkan menjadi dua sub-ordo yaitu: Rhopalocera dan Heterocera.

Subordo Rhopalocera lebih dikenal dengan istilah “butterfly” atau kupu-kupu siang, karena sebagian besar kupu-kupu ini aktif siang hari, sedangkan sub-ordo

Heterocera dengan sebutan “moth” atau ngengat atau kupu-kupu malam, karena umumnya aktif pada malam hari.

Kupu-kupu siang tubuhnya langsing, sayap pada umumnya berwarna

cerah, indah dan menarik, antene pada ujungnya membesar. Pada waktu istirahat

sayapnya menutup dan tegak lurus dengan tubuh, sehingga yang terlihat adalah

permukaan sebelah bawah. Kupu-kupu malam tubuhnya lebih gemuk, warna

sayapnya kusam, antene pada umumnya tipe plumose (berbentuk seperti bulu

ayam). Pada waktu istirahat sayapnya terbuka, menutup abdomen (perut) sehingga

yang terlihat adalah permukaan atas dari sayap.

2.2.3 Siklus Hidup kupu-kupu

(25)

Laporan Seminar Tugas Akhir 10 memiliki empat tahap siklus hidup, yaitu:

A. Ovum (telur); bentuk dan ukuran telur berbeda-beda, tergantung pada

jenisnya. Biasanya betina meletakkan telur di bagian bawah dari daun (yang

muda). Telur-telur tersebut ditempel pada permukaan daun dan dilindungi

dengan cairan dari abdomen betina.

B. Larva (ulat); tahap pertama ulat terjadi di dalam telur. Setelah keluar ulat

bertambah besar dengan cepat.

C. Pupa (kepompong) umumnya kupu-kupu dewasa tidak memintal kepompong

untuk melindungi kepompong, tetapi semua ulat memiliki kelenjar sutera.

Kepompong memiliki perlindungan khusus melalui kamuflase dalam warna

dan bentuk.

D. Imago (kupu-kupu dewasa) setelah masa kepompong, kupu-kupu dewasa

muncul dan sebelum keluar, warna sayap sudah keliahatan pada kepompong.

Imago membuka bagian atas kepompong dan sambil memegang daun/ranting

dengan kaki depan ia menarik diri keluar dari kempompong yang basah itu.

Sayapnya masih tertutup seperti payung terjun. Setelah keluar, kupu-kupu

dewasa mengeluarkan banyak cairan dan membuka dan menggerak-gerakkan

sayap-sayapnya yang harus menjadi kering, sebelum dapat terbang untuk

pertama kalinya. Seluruh proses ini biasanya berlangsung di pagi hari dengan

cuaca cerah.

2.2.4 Makanan kupu-kupu

Menurut Mastrigt seperti yang di kutip Newanti, Romaita (2012). Saat

dewasa, kebanyakan kupu-kupu menghisap nektar dari bunga. Sumber nektar

yang dapat dijumpai antara lain seperti: kembang sepatu, bunga bougainville.

Selain itu Hibiscus rosasinensis (Malvaceae), Ixora chinensis, Cinnamomum

burmanni (kayu manis) dan Mussaenda spp. (Rubiaceae) sering dikunjungi

berbagai jenis kupu-kupu. Sedangkan kupu-kupu yang dijumpai di sekitar sungai,

kadang mengisap air mineral dari pasir/batu. Sumber makanan lainnya adalah

buah-buahan yang busuk, bangkai daging seperi kodok, kotoran dari burung dan

(26)

Laporan Seminar Tugas Akhir 11

2.2.5 Manfaat Kupu-kupu

Dalam kehidupannya, kupu-kupu memiliki beberapa manfaat yang

menguntungkan manusia, diantaranya:

A. Kupu-kupu dewasa dapat berfungsi sebagai penyerbukan. Pada saat

kupu-kupu menghisap nektar bunga dengan proboscis yang terjulur seperti sedotan, serbuk sari bunga akan menempel pada proboscis atau pada tungkai dan kemudian akan menempel pada putik bunga yang dikunjungi berikutnya.

B. Kupu-kupu juga dapat digunakan sebagai indikator kualitas lingkungan.

Artinya keberadaan kupu-kupu yang beragam di suatu area dapat

memberikan indikasi bahwa area tersebut masih alami dan belum terganggu.

C. Kupu-kupu dapat menjadi sumber inspirasi dari berbagai karya seni dan

budaya, dengan keindahannya kupu-kupu dapat memikat banyak orang.

D. Di beberapa Negara seperti di Taiwan, kupu-kupu yang berterbangan di

taman kupu-kupu di pandang mampu melegakan pikiran dan mulai digunakan

sebagai terapi bagi orang sakit.

2.2.6 Spesies Kupu-kupu

Kupu-kupu digolongkan ke dalam Hesperioidea dan Papilionoidea. Hesperioidea hanya mempunyai satu suku yaitu Hesperiidae. Papilionoidea

terdiri dari suku Papilionidae, Pieridae, Nymphalidae, Lycaenidae dan

Riodinidae.

A. Hesperiidae, kupu-kupu yang tergolong ke dalam suku Hesperiidae

berukuran kecil sampai sedang. Hesperiidae dapat dibedakan dengan mudah dari kupu-kupu lain.

a. Antenna kanan dan kiri berjauhan dan bersiku di ujungnya

b. Bentuk tubuhnya relatif lebih gemuk dan kokoh

c. Umumnya berwarna cokelat dengan bercak putih dan kuning

d. Terbang cepat dengan sayap yang relatif pendek dibandingkan

dengan tubuhnya

e. Ketiga pasang tungkai berkembang dengan baik

f. Sebagian bersifat krepuskular (aktif pada saat remang-remang pada

(27)

Laporan Seminar Tugas Akhir 12 B. Papilionidae, Umumnya berwarna menarik: merah, kuning, hijau, dengan

kombinasi hitam dan putih. Kupu-kupu ini berukuran sedang sampai

besar. Ada spesies yang mempunyai ekor yang ujungnya lebar serupa

sendok spatula yang merupakan perpanjangan sudut sayap belakang.

Kupu-kupu ini mempunyai 3 pasang tungkai untuk berjalan. Semua

kupu-kupu dari kelompok ini mengunjungi bunga untuk mengisap nektar.

Kupu-kupu jantan biasanya terbang berpatroli untuk mencari Kupu-kupu-Kupu-kupu betina.

Pola terbang bervariasi.

a. Ada yang terbang seperti burung, yaitu spesies dari marga

Trogonoptera, Troides dan Ornithopera.

b. Ada yang seperti melayang dengan cepat, yaitu spesies Papilio

c. Ada yang menukik dan mengepakkan sayapnya dengan cepat,

yaitu spesies dari marga Graphium

C. Pieridae, kupu-kupu ini umumnya berwarna kuning dan putih, ada juga yang berwarna oranye dengan sedikit hitam atau merah. Kupu-kupu ini

berukuran kecil sampai sedang. Tidak ada perpanjangan sayap yang

menyerupai ekor. Kupu-kupu ini memiliki 3 pasang tungkai untuk

berjalan. Banyak spesies yang menunjukkan variasi sesuai musim.

D. Nymphalidae, dari suku Nymphalidae ini sangat bervariasi. Umumnya berwarna cokelat, oranye, kuning dan hitam. Kupu-kupu ini memiliki

ukuran yang beragam mulai dari kecil hingga besar. Ciri yang paling

penting pada Nymphalidae adalah pasangan tungkai depan pada kupu-kupu jantan dan betina tidak berkembang sehingga tidak berfungsi untuk

berjalan. Pada kupu-kupu jantan, biasanya pasangan tungkai depan ini

tertutup oleh sisik yang padat menyerupai sikat, sehingga kupu-kupu ini

juga dikenal sebagai kupu-kupu bertungkai sikat.

E. Riodinidae, berukuran kecil sampai sedang. Tarsus dari tungkai depan pada jantan seperti sikat. Tarsus ini berkembang baik pada 5 ruas pada

betina. Kelompok ini paling dekat kekerabatannya dengan Lycaenidae,

dan sering juga dikelompokkan ke dalam Lycaenidae. Kupu-kupu ini terbang pada hari cerah dan terbatas pada daerah yang berhutan terutama

(28)

Laporan Seminar Tugas Akhir 13 F. Lycenidae, umumnya berukuran kecil, berwarna biru, ungu atau oranye

dengan bercak metalik hitam atau putih. Banyak spesies mempunyai ekor

sebagai perpanjangan sayap belakang. Tungkai depan pada kupu-kupu

jantan tidak terlalu mengecil tetapi dengan tarsi yang pendek. Tungkai

pada kupu-kupu betina normal dan tidak mengecil. Kupu-kupu ini

umumnya dijumpai pada hari yang cerah, di tempat yang terbuka.

2.2.7 Kupu-kupu yang Dilndungi di Indonesia

Ada 19 spesies kupu-kupu yang dilindungi di Indonesia. kupu-kupu yang

termasuk dalam daftar lindungan ini juga mendapat perhatian khusus karena ada

konvensi internasional yang mengatur peredarannya. Kupu-kupu sayap burung

dan kupu-kupu raja termasuk ke dalam suku Papilionidae merupakan kupu-kupu yang berukuran besar dan sangat diminati oleh kolektor sehingga perlu dilindungi

untuk mencegah kepunahan.

2.2.8 Habitat Kupu-kupu

Sihombing dalam kutipan Newanti, Romaita (2012), kupu-kupu biasanya

hidup pada habitat terestrial, tetapi komposisi dari spesies yang ada bervariasi

menurut kondisi habitatnya. Sebagian besar spesies hidup dilahan yang

ditinggalkan atau menganggur, kebun buah-buahan, taman-taman bunga,

pekarangan rumah, areal pertanian, hutan primer dan hutan skunder dari

ketinggian 0-2000 mdpl (meter diatas permukaan laut).

Aktivitas kupu-kupu biasanya dimulai pada pagi hari dengan datang

mengunjungi bunga pada pukul 08.00-10.00 saat matahari cukup menyinari atau

mengeringkan sayapnya agar dapat terbang mencari makan. Jika cuaca berkabut,

waktu makannya akan tertunda hingga sinar matahari datang dan dapat

mengeringkan sayapnya. Periode makan ini juga terjadi pada sore hari dengan

kembali mencari bunga-bunga yang masi memiliki nectar pada pukul

15.00-17.00. Sehingga pengambilan data untuk penelitian dan pengkoleksian dapat

dilakukan pada saat aktivitas kupu-kupu sedang berlangsung di pagi dan sore hari.

Kupu-kupu dapat dijumpai hampir di setiap tipe habitat, asalkan ada

tumbuhan pakan yang cocok bagi spesies kupu-kupu tersebut. Hutan primer,

hutan sekunder, hutan produksi dan kebun menjadi habitat banyak spesies

(29)

Laporan Seminar Tugas Akhir 14 menjadi habitat bagi banyak spesies tumbuhan yang menjadi penyedia pakan bagi

kupu. Area tepi hutan dan tepi sungai sering menjadi lintasan terbang

kupu-kupu.

Ada juga tempat yang dirancang khusus sebagai taman kupu-kupu. Taman

kupu-kupu dimaksudkan untuk memperlihatkan berbagai spesies kupu-kupu di

dalam satu kandang besar yang dilingkupi kawat kasa. Umumnya di taman

kupu-kupu dilepas kupu-kupu-kupu-kupu dewasa yang baru keuar dari kepompong. Pasokan

kepompong dapat berasal dari tempat lain yang merupakan penangkaran atau

tempat pengembangbiakan kupu-kupu atau dapat juga disediakan sendiri oleh

taman kupu-kupu tersebut sepanjang ada tumbuhan pakan ulat yang mampu

menunjang kebutuhan tersebut.

2.3 Pemahaman terhadap proyek sejenis

Pengamatan dan pemahaman terhadap proyek sejenis dilakukan untuk

mengetahui elemen fisik Taman Kupu-kupu seperti layout ruang, pola masa juga

elemen non fisik seperti manajemen dalam pengelolaan Taman Kupu-kupu. Data

hasil pengamatan kemudian diolah dan dipakai menjadi salah satu acuan pada saat

(30)

Laporan Seminar Tugas Akhir 15

(31)

Laporan Seminar Tugas Akhir 16

2.3.1 Kemenuh Butterfly Park

Kemenuh Butterfly Park merupakan taman kupu-kupu yang diresmikan pada tanggal 28 September 2015. Kemenuh Butterfly Park berdiri di lahan seluas sekitar 2000m2. Gambar 2.4 merupakan layout Kemenuh Buttefly Park.

A. Gambaran Umum

Kemenuh Butterfly Park merupakan taman kupu kupu yang terletak di Kabupaten Gianyar tepatnya di Jalan Raya Kemenuh Gianyar kurang lebih 1 jam

perjalanan dari daerah Denpasar. Kemenuh Butterfly Park memiliki konsep konservasi, pendidikan dan daya tarik. Peta lokasi Kemenuh Butterfly Park dapat dilihat pada gambar 2.5.

B. Fasilitas

Kemenuh Butterfly Park memiliki beberapa fasilitas antara lain : a. Lobby

Lobby Kemenuh Butterfly Park memiliki ukuran yang cukup luas yaitu sekitar 100m2 yang terdiri dari beberapa ruang yaitu :

• Resepsionis

• Loket Tiket tiket

• Toilet

• kantor

Gambar 2.5 Peta Lokasi & Simbol Kemenuh Butterfly Park

(32)

Laporan Seminar Tugas Akhir 17 b. Taman kupu-kupu

Area taman kupu-kupu memiliki luas sekitar 400m2 dengan bangunan

struktur rangka besi dengan ketinggian atap sekitar 7m dan ditutupi oleh

jaring agar kupu-kupu tidak lepas. Pada area taman ini terdapat berbagai

jenis pohon yang menjadi habitat kupu-kupu dan ditata sedemikian rupa. Gambar 2.8 Site Plan Kemenuh Butterfly Park

Sumber : Observasi 06-10-2015

Gambar 2.6 Bangunan Lobby Kemenuh Butterfly Park

Sumber: Observasi 11-10-2015

Gambar 2.7 Denah Bangunan Lobby Kemenuh Butterfly Park

(33)

Laporan Seminar Tugas Akhir 18 c. Ruang Pupa (kepompong)

Larva kupu-kupu yang telah menjadi kepompong ditempatkan pada

sebuah ruang khusus yang memiliki luas sekitar 12m2 di dalam ruang

terdapat rak khusus tempat meletakkan kepompong dapat dilihat pada

gambar 2.10 dan 2.11.

Gambar 2.9 Penataan area taman Kemenuh Butterfly Park

Sumber: Observasi 06-10-2015

Gambar 2.10 pupa room Kemenuh Butterfly Park

Sumber : Observasi 06-10-2015

Gambar 2.11 denah pupa room Kemenuh Butterfly Park

(34)

Laporan Seminar Tugas Akhir 19 d. Taman Pembibitan larva kupu-kupu

Telur kupu-kupu yang baru menetas langusung dipindahkan ke area

khusus pembibitan dari telur, ulat hingga menjadi kepompong yang

kemudian dipindahkan ke ruang kepompong. Taman pembibitan ini

memiliki ukuran sekitar 20m2. Sama halnya seperti taman kupu-kupu,

taman pembibitan ini juga ditutupi dengan jaring. Taman pembibitan larva

dapat dilihat pada gambar 2.12.

e. Restaurant

Restaurant terletak di area luar taman penangkaran kupu-kupu. Pada

restaurant ini menjual menu masakan nusantara sampai masakan

mancanegara.

Gambar 2.12 taman pembibitan larva Kemenuh Butterfly Park

Sumber : Observasi 06-10-2015

Gambar 2.13 bangunan restaurant Kemenuh Butterfly Park

(35)

Laporan Seminar Tugas Akhir 20 f. Museum dan Souvenir

Museum terletak di bawah restaurant. Bangunan ini terdiri dari beberapa

ruang yaitu: ruang museum, toilet dan tempat penjualan souvenir yang

menjual berbagai jenis souvenir yang berkaitan dengan kupu-kupu Gambar 2.14 denah Restaurant Kemenuh Butterfly Park

Sumber : Observasi 11-10-2015

Gambar 2.15 denah Museum Kemenuh Butterfly Park

(36)

Laporan Seminar Tugas Akhir 21

Gambar 2.16 Layout Bali Butterfly Park Tabanan

(37)

Laporan Seminar Tugas Akhir 22

2.3.2 Bali Butterfly Park Tabanan

Taman Kupu-kupu Bali merupakan salah satu obyek wisata populer di

Tabanan berdiri sejak tahun 1996 yang dikelola oleh PT. Kupu-kupu Taman

Lestari. Gambar 2.16 adalah Layout dari Bali Butterfly Park Tabanan

A. Gambaran Umum

Bali butterfly Park terletak di Banjar Sandan Lebah, Wanasari. Sekitar 5 km sebelah utara Kota Tabanan, Bali atau sekitar 27 km dari Kota Denpasar.

Taman Kupu-kupu Bali memiliki lias 1/3 ha. Terdapat ratusan kupu-kupu yang

terdiri dari 15 jenis kupu-kupu yang ada di seluruh Indonesia.

Di Taman Kupu-kupu Tabanan Bali ini terdapat ratusan ekor kupu-kupu

berbagai warna diantaranya yang paling terkenal di dunia adalah kupu-kupu sayap

burung sorga (Omithoptrea Paradisea), O. Priamus serta berbagai jenis kupu-kupu

di seluruh nusantara. Selain memiliki berbagai spesies kupu-kupu di taman ini

juga memiliki berbagai jenis serangga, kalajengking dan kumbang.

B. Fasilitas

a. Lobby

Pada area lobby terdapat beberapa ruang yaitu informasi, loket tiket dan

toilet.

b. Taman Kupu-kupu

Area taman kupu-kupu disini memiliki ukuran yang cukup luas dengan

jalur pedestrian dan menggunakan pola sirkulasi radial.

(38)

Laporan Seminar Tugas Akhir 23 c. Ruang Kepompong

Larva kupu-kupu yang sudah menjadi kepompong dipindahkan ke dalam

ruang khusus. Ruang kepompong ini memiliki ukuran sekitar 20m2

dengan bentuk bangunan segi enam.

d. Gazebo

Pada area tengah taman terdapat sebuah gazebo yang cukup besar,

ukurannya sekitar 15m2. Gazebo ini berfungsi untuk tempat beristirahat

pengunjung.

e. Ruang Serangga

Selain memiliki berbagai jenis koleksi kupu-kupu, taman kupu-kupu

tabanan ini juga memiliki koleksi serangga yang di tempatkan pada

ruangan khusus di area taman berbentuk goa yang di dindingnya terdapat

kandang serangga .

Gambar 2.18 Gazebo pada area taman kupu-kupu Sumber : Observasi 09-10-2015

(39)

Laporan Seminar Tugas Akhir 24 f. Museum

Selain memiliki berbagai jenis koleksi kupu-kupu dan serangga, taman

kupu-kupu ini juga memiliki museum yang mengoleksi beragam jenis

kupu-kupu dan serangga. Pada ruang museum ini juga terdapat tempat

penjualan souvenir.

Gambar 2.20 Bangunan Museum Taman kupu-kupu Tabanan Sumber : Observasi 09-10-2015

Gambar 2.21 Ruangan Museum Taman kupu-kupu Tabanan Sumber : Observasi 09-10-2015

(40)

Laporan Seminar Tugas Akhir 25 g. Restaurant

Restaurant pada taman kupu-kupu ini terletak di area depan, sehingga

dapat di akses dari luar maupun dalam taman. Restaurant ini memiliki

ukuran yang cukup luas dan struktur atapnya menggunakan struktur atap

arsitektur bali.

Gambar 2.23 Area makan restaurant Sumber : Observasi 09-10-2015

(41)

Laporan Seminar Tugas Akhir 26

2.3.3 Taman Kupu-kupu Cihanjuang Bandung A. Gambaran Umum

Taman kupu-kupu terletak di Jalan Raya Cihanjuang Km 3,3 No 58, Desa

Cibaligo, Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Lokasi ini baru

dibuka pada 29 Januari 2009, oleh Perry Tristianto sebagai pemilik dari taman

kupu-kupu Cihanjuang.

Pengunjung ditemani guide yang akan menjelaskan mengenai proses metamorfosis kupu-kupu itu sendiri, berbagai spesies yang dibiakkan, melihat

secara langsung ulat yang sedang memakan daun, kepompong dan tentu saja

melihat langsung kupu-kupu cantik berwarna-warni yang berterbangan

disekeliling taman. Pengunjung mengenakan topi yang berwarna terang agar

menarik kupu-kupu untuk terbang di sekitar pengunjung, karena kupu-kupu

menyukai warna terang. Itulah yang ingin diusung oleh Taman Kupu-Kupu.

B. Fasilitas

Taman Kupu-kupu ini memiliki beberapa fasilitas yang disediakan untuk

pengunjung taman. Beberapa fasilitas tersebut antara lain:

a. Taman Kupu-kupu

Taman kupu-kupu Toko Pernak-pernik Rumah Kepompong

Insectarium Café

starduck

Wedding venue

(42)

Laporan Seminar Tugas Akhir 27

Hasil Studi Banding

Kesimpulan dari tabel studi banding 2.1 di atas dapat membantu dalam

penentuan fasilitas, pemilihan lokasi, pelayanan, pengelolaan dan beberapa aspek

lainnya yang mendukung perancangan Taman Kupu-kupu di Badung.

No. Kemenuh Butterfly Park Tabanan Butterfly Park Taman Kupu-kupu

Cihanjuang

-Lokasi berada di jalur pariwisata yang

(43)

Laporan Seminar Tugas Akhir 28

2.4 Spesifikasi Umum Taman Kupu-kupu

Spesifikasi umum Taman Kupu-kupu dapat di bedakan menjadi

pengertian, tujuan dan sasaran, fungsi dan batasan, prinsip umum besaran proyek,

prinsip umum penetapan tapak, dan prinsip umum pengelolaan.

2.4.1 Pengertian Judul

Taman Kupu-kupu adalah sebuah sarana wisata rekreasi sekaligus sarana

edukasi bagi masyarakat terutama anak-anak sebagai generasi penerus. Dari segi

arsitektur, taman kupu-kupu memiliki luas dan ukuran yang lebih kecil dari taman

atau kebun binatang pada umumnya karena taman ini khusus memelihara dan

mengembangbiakkan kupu-kupu.

2.4.2 Tujuan dan Sasaran

Adapun tujuan dari Taman Kupu-kupu adalah :

A. Memberikan sarana rekreasi bagi masyarakat.

B. Menyediakan sarana edukasi bagi masyarakat terutama bagi anak-anak

sebagai generasi penerus.

C. Mendukung program pemerintah untuk melestarikan alam dan lingkungan.

Sasaran dari pengadaan Taman Kupu kupu mata adalah :

A. Masyarakat umum.

B. Wisatawan mancanegara.

C. Pihak akademis maupun professional yang ingin melakukan penelitian dalam

bidang kupu-kupu.

2.4.3 Fungsi dan Batasan A. Fungsi

Fungsi dari taman kupu-kupu ini meliputi :

a. Fasilitas rekreasi keluarga

Fasilitas rekreasi keluarga yang dimaksud adalah taman kupu-kupu sebagai

penyedia tempat rekreasi alternatif.

b. Sarana edukasi masyarakat

Taman kupu-kupu dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dimana

taman ini memberikan pelajaran bagaimana melestarikan alam lingkungan

(44)

Laporan Seminar Tugas Akhir 29 c. Pelestarian lingkungan

Dengan adanya taman kupu-kupu diharapkan dapat membantu program

pemerintah dalam melestarikan lingkungan serta melindungi hewan langka

dari kepunahan.

B. Batasan

Adapun batasan-batasan dari taman kupu-kupu ini adalah meliputi:

a. Batasan non fisik, yaitu ruang lingkup pelayanan yang dapat mencakup

masyarakat umum, baik itu masyarakat lokal, nasional, maupun

internasional.

b. Batasan fisik, yaitu lingkungan sekitar tapak dan peraturan daerah mengenai

tata ruang dan bangunan.

2.4.4 Fasilitas

Fasilitas yang terdapat pada taman kupu-kupu adalah fasilitas pelayanan

umum, fasilitas khusus, fasilitas penunjang dan fasilitas pengelola.

A. Fasilitas umum terdiri dari:

a. Lobby

B. Fasilitas khusus adalah sebuah laboratorium untuk penelitian kupu-kupu dan

serangga

C. Fasilitas penunjang terdiri dari:

a. Restaurant

b. Toko souvenir

c. Gedung Serbaguna (Ballroom)

D. Fasilitas pengelola dibagi menjadi dua yaitu :

a. Fasilitas Pengelolaan, yang terdiri atas:

Figur

Gambar 2.1 penataan sebuah taman

Gambar 2.1

penataan sebuah taman p.22
Gambar 2.2 Kupu-kupu

Gambar 2.2

Kupu-kupu p.24
Gambar 2.4 Layout kemenuh butterfly park

Gambar 2.4

Layout kemenuh butterfly park p.30
Gambar 2.5 Peta Lokasi & Simbol Kemenuh Butterfly Park Sumber: Observasi 06-10-2015

Gambar 2.5

Peta Lokasi & Simbol Kemenuh Butterfly Park Sumber: Observasi 06-10-2015 p.31
Gambar 2.8 Site Plan Kemenuh Butterfly Park

Gambar 2.8

Site Plan Kemenuh Butterfly Park p.32
Gambar 2.7 Denah Bangunan Lobby Kemenuh Butterfly Park Sumber: Observasi 11-10-2015

Gambar 2.7

Denah Bangunan Lobby Kemenuh Butterfly Park Sumber: Observasi 11-10-2015 p.32
Gambar 2.6 Bangunan Lobby Kemenuh Butterfly Park Sumber: Observasi 11-10-2015

Gambar 2.6

Bangunan Lobby Kemenuh Butterfly Park Sumber: Observasi 11-10-2015 p.32
Gambar 2.10 pupa room Kemenuh Butterfly Park

Gambar 2.10

pupa room Kemenuh Butterfly Park p.33
Gambar 2.9 Penataan area taman Kemenuh Butterfly Park Sumber: Observasi 06-10-2015

Gambar 2.9

Penataan area taman Kemenuh Butterfly Park Sumber: Observasi 06-10-2015 p.33
gambar 2.10 dan 2.11.

gambar 2.10

dan 2.11. p.33
Gambar 2.12 taman pembibitan larva Kemenuh Butterfly ParkSumber : Observasi 06-10-2015

Gambar 2.12

taman pembibitan larva Kemenuh Butterfly ParkSumber : Observasi 06-10-2015 p.34
Gambar 2.13 bangunan restaurant Kemenuh Butterfly Park Sumber : Observasi 11-10-2015

Gambar 2.13

bangunan restaurant Kemenuh Butterfly Park Sumber : Observasi 11-10-2015 p.34
Gambar 2.14 denah Restaurant Kemenuh Butterfly Park Sumber : Observasi 11-10-2015

Gambar 2.14

denah Restaurant Kemenuh Butterfly Park Sumber : Observasi 11-10-2015 p.35
Gambar 2.15 denah Museum Kemenuh Butterfly Park Sumber : Observasi 11-10-2015

Gambar 2.15

denah Museum Kemenuh Butterfly Park Sumber : Observasi 11-10-2015 p.35
Gambar 2.16 Layout Bali Butterfly Park Tabanan

Gambar 2.16

Layout Bali Butterfly Park Tabanan p.36
Gambar 2.17 Penataan Taman kupu-kupu Tabanan Sumber : Observasi 09-10-2015

Gambar 2.17

Penataan Taman kupu-kupu Tabanan Sumber : Observasi 09-10-2015 p.37
Gambar 2.19 Ruang Serangga Taman kupu-kupu Tabanan Sumber : Observasi 09-10-2015

Gambar 2.19

Ruang Serangga Taman kupu-kupu Tabanan Sumber : Observasi 09-10-2015 p.38
Gambar 2.18 Gazebo pada area taman kupu-kupu Sumber : Observasi 09-10-2015

Gambar 2.18

Gazebo pada area taman kupu-kupu Sumber : Observasi 09-10-2015 p.38
Gambar 2.22 Ruangan Penjualan Souvenir Taman kupu-kupu Tabanan Sumber : Observasi 09-10-2015

Gambar 2.22

Ruangan Penjualan Souvenir Taman kupu-kupu Tabanan Sumber : Observasi 09-10-2015 p.39
Gambar 2.21 Ruangan Museum Taman kupu-kupu Tabanan Sumber : Observasi 09-10-2015

Gambar 2.21

Ruangan Museum Taman kupu-kupu Tabanan Sumber : Observasi 09-10-2015 p.39
Gambar 2.20 Bangunan Museum Taman kupu-kupu Tabanan Sumber : Observasi 09-10-2015

Gambar 2.20

Bangunan Museum Taman kupu-kupu Tabanan Sumber : Observasi 09-10-2015 p.39
Gambar 2.24 Struktur atap restaurant berarsitektur bali Sumber : Observasi 09-10-2015

Gambar 2.24

Struktur atap restaurant berarsitektur bali Sumber : Observasi 09-10-2015 p.40
Gambar 2.23 Area makan restaurant Sumber : Observasi 09-10-2015

Gambar 2.23

Area makan restaurant Sumber : Observasi 09-10-2015 p.40
Gambar 2.25 fasilitas pad ataman kupu-kupu Cihanjuang starduck Sumber : http://tamankupu-kupucihanjuang.blogspot.co.id (12-10-2015)

Gambar 2.25

fasilitas pad ataman kupu-kupu Cihanjuang starduck Sumber : http://tamankupu-kupucihanjuang.blogspot.co.id (12-10-2015) p.41
Tabel 2.1 Hasil Studi Banding Taman Kupu-kupu

Tabel 2.1

Hasil Studi Banding Taman Kupu-kupu p.42

Referensi

Memperbarui...

Related subjects : KUPU-KUPU Kupu-Kupu (Lepidoptera)
Outline : Gambaran Umum