SILABUS
NAMA SEKOLAH : . . . .. .MATA PELAJARAN :KOMPETENSI KEJURUAN KELAS/SEMESTER :
STANDAR KOMPETENSI : Menyiapkan lahan pembibitan KOMPETENSI DASAR : TAN.BB.02.001.01
ALOKASI WAKTU : 38 X 45 menit
KOMPETENSI DASAR PEMBELAJARANMATERI PEMBELAJARANKEGIATAN INDIKATOR PENILAIAN
ALOKASI
WAKTU SUMBER
BELAJAR
TM PS PI
1. Menyiapkan
peralatan, bahan-bahan, perlengkapan keselamatan kerja untuk menyiapkan tempat pembibitan
Jenis kegiatan dalam me-nyiapkan tempat pembibitan.
Sarana produksi dalam menyiapkan tempat pembibitan
Identifikasi penyiapan tempat pembibitan meliputi: Alat dan bahan Persuaratan tempat
pembibitan
Pencegahan kecelakaan Menerapkan kesehatan
dan keselamatan kerja Menanggulangi
kecelakaan Kesehatan dan
keselamatan kerja
Memperkirakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Menyusun daftar
kebu\tuhan alat dan bahan. Menyesuaikan bahan dan
alat berdasarkan persyaratan teknis Mengidentifikasi jenis
kegiatan.
Mengidentifikasi sarana dan prasarana peniapan tempat
Mengidentifikasi kebutuhan alat dan bahan Mempersiapkan bahan
dan alat
Menerapkan keselamatan kerja
Prinsip-penyiapan tempat pembibitan tanaman dideskripsikan melalui apa yang harus disiapkan, siapa yang harus disiap-kan, kapan disiapkan, mengapa harus bahan-bahan dan alat itu yang disiapkan, bagaimana menyiapkannya. Kebutuhan peralatan
dan bahan kegiatan penyiap-an tempat pembibitan tanaman diidentifikasi berdasarkan tahapan kegiatan dan model tem-pat pembibitan yang akan dibuat. Bahan dan alat disiapkan
berdasarkan hasil identifi-kasi kebutuhan sesuai
KOMPETENSI DASAR PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN BELAJAR
TM PS PI
Perlengkapan keselamat-an dan kesehatan kerja, serta tindakan pencegah-an kecelakaan dilakukan sesuai dengan prosedur baku yang ditetapkan dalam keselamatan kerja
2. Membersihk
an dan menyiapkan tempat pesemaian
Kelompok sumbergangguan penyebab timbulnya pathogen.
Kelompok sumber gangguan non patogen Bentuk dan Ukuran
bedengan
Mendiskripsikan sumber kontaminan.
Prinsip-prinsip sanitasi Memilih bentuk dan ukuran
bedengan.
Mengkombinasikan luas bedengan dengan kebutuhan bibit. Melaksanakan sanitasi
lahan.
Membuat bedengan sesuai kebutuhan
Tempat pembibitan diber-sihkan dari sisa-sisa bibit, tanaman gulma, dan benda-benda penggang-gu lain dengan mengpenggang-gu- menggu-nakan prinsip-prinsip sanitasi lahan.
Bedengan/ tempat pese-maian disiapkan dengan memperhatikan jenis bibit dan jumlah bibit yang akan disemai.
Tertulis Lisan Praktik Pelaporan
2 6
(12)
- Modul
LKS Lahan
3. Mengecek
jaringan irigasi
Debit air
Merawat jaringan irigasi Jaringan irigasi
Menyebutkan macam-macan sumber air
Bagian/komponen jaringan irigasi dan fungsinya Prinsip kerja jaringan
irigasi
Menyimpulkan kriteria kerusakan jaringan irigasi Melaksanakan
pengecekan secara berkala Mengecek dan
memper-baiki jaringan irigasi mengatur kembali kesiapan opera-sional jaringan irigasi Menyusun laporan
kerusakan jaringan irigasi
Sumber air dicek keterse-diaannya secara berkala.
Jaringan irigasi dicek dan dipastikan kesiapannya untuk dioprasikan (ke-mampuan untuk menya-lurkan ai dapat dikenda-likan, kemampuan me-nyemprotkan air dapat dikendalikan)
Kerusakan jaringan irigasi yang tidak dapat diper-baiki dilaporkan kepada atasan
Tertulis Praktik Pelaporan
2 6
KOMPETENSI DASAR PEMBELAJARANMATERI PEMBELAJARANKEGIATAN INDIKATOR PENILAIAN
ALOKASI
WAKTU SUMBER
BELAJAR
TM PS PI
4. Mengecek pengatur intensitas cahaya matahari (shading)
Peralatan pengatur intensitas cahaya Syarat tumbuh Fase pertumbuhan
tanaman
Teliti
Menyebutkan macam-macam alat pengatur intensitas cahaya.
Menghubungkan kondisi alat dengan syarat iklim mikro Menyebutkan syarat tumbuh Menyebutkan fase
pertum-buhan tanaman
Mengatur alat intensitas cahaya
Mendesain pengaturan shading
Alat pengatur intensitas cahaya dicek dan dipasti-kan siap dioprasidipasti-kan. Intensitas cahaya diatur
berdasarkan kebutuhan cahaya dari masing-masing jenis dan umur bibit dengan pengaturan shading.
Tertulis Praktik Pelaporan
2 6
(12)
KELAS/SEMESTER :
STANDAR KOMPETENSI : Menyiapkan media pembibitan KOMPETENSI DASAR : TAN.BB.02.002.01
ALOKASI WAKTU : 40 X 45 menit
KOMPETENSI DASAR PEMBELAJARANMATERI KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN
ALOKASI
WAKTU SUMBER
BELAJAR
TM PS PI
1. Menyi
apkan bahan dan alat pembuatan media semai
Jenis kegiatan dalam pem-buatan media Sarana produksi dalam
pem-buatan media Peralatan manual
pembuatan media semai Operasional alat Syarat media tanam Media semai Keselamatan dan
kesehatan kerja Prosedur kerja
Pengertian media persemaian
Mendiskusikan bagaimana membuat media semai dan mengapa harus dibuat Menyebutkan macam-macam
alat pembuata media
Menghubungkan kondisi alat dengan kelayakan pakai Menyebutkan macam-macam
media tanam
Menentukan kriteria media semai
Memahami prosedur kerja Memahami keselamatan dan
kesehatan kerja Mengidentifikasi jenis
kegiatan .
Mengidentifikasi sarana dan prasarana penyiapan media. Menyiapkan bahan dan
peralatan pembuatan media Mengidentifikasi alat
pembuat media Merawat alat
Mengidentifikasi bahan pembuatan media semai Memilih bahan media semai Mengimplementasikan
prosedur kerja
Prinsip-prinsip pembutan media tanam dideskripsi-kan melalui apa yang harus disiapkan, siapa yang harus disiapkan, kapan disiapkan, mengapa harus bahan-bahan dan alat itu yang disiapkan, bagaimana
menyiapkannya. Alat pembuatan
media diidentifikasi berdasarkan kesesuaian tahapan pembuatan media. Alat pembuatan media dicek dan dipastikan siap pakai Bahan pembuatan media diidentifikasi berdasarkan tingkat porositas dan da-ya tahan menyimpan air Bahan pembuat
media dipilih berdasarkan ting-kat komposisi media dan jenis tanamannya.
Tertulis Praktik
2 6
(12)
- Modul LKS
KOMPETENSI DASAR PEMBELAJARANMATERI KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN
ALOKASI
WAKTU SUMBER
BELAJAR
TM PS PI
Perlengkapan keselama-tan kerja dan tingkat pen-cegahan kecelakaan dilakukan sesuai dengan prosedur baku yang ditetapkan dalam keselamatan kerja.
2. Menen
tukan komposisi media
Komposisi media Teliti
Memperinci factor-faktor yang menentukan komposisi media Merumuskan formulasi media
semai
Mengidentifikasi komposisi media
Menentukan komposisi dan formulasi media semai
Faktor-faktor yang mem-pengaruhi komposisi media diidentifikasi berda-sarkan jenis tanaman, umur tanaman, dan tujuan pemeliharaan. Formulasi media
ditetapkan dengan mengacu pada jenis tanaman, umur tanaman, dan tujuan pemeliharaan, dan keter-sediaan bahan baku.
Tertulis Praktik Pelaporan
2 6
(12)
- Modul Referensi Lahan
3. Menca
mpur media (mixing)
Media tumbuh tanaman kelompok :
- Xerofit
- Mesifit
- Efifit
Hidroponik
Skala pencampuran media
Pencampuran media
Cermat Teliti
Menyebutkan persyaratan media tumbuh tanaman kelompok :
- Xerofit
- Mesifit
- Efifit
Hidroponik
Faktor-faktor yang mem-pengaruhi pencampuran media diidentifikasi ber-dasarkan, jenis bahan campuran, jenis tanaman, umur tanaman.
Pencampuran media
Tertulis Praktik Lisan Pelaporan
2 6
(12)
KOMPETENSI DASAR PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN BELAJAR
TM PS PI
Menentukan urutan kegiatan sesuai prosedur pencampuran media
Menentukan metode pencampuran media Melaksananakan
pencampuran media Menyimpulkan pengaruh
homogenitas media terhadap pertumbuhan bibit
Metode pencampuran ditetapkan berdasarkan daya dukung/alat yang ter-sedia dan volume bahan yang dicampur. Pencampuran
dilakukan sampai bahan-bahan tercampur sempurna (homogen).
4. Distrib
usi media kelokasi pemeliharan / penanaman
Media Alat angkut Tempat pembibitan
Menyebutkan macam-macam alat angkut media
Merancang tata letak pembibitan
Mengatur teknik penataan Mendistribusikan media ke
tempat pembibitan Menata media
Membuat tata letak pembibitan
Media didistribusikan ke tempat pembibitan Media disusun di blok/
tempat yang ditentukan dalam posisi tegak dan teratur
Tertulis Praktik
2 6
(12)
- Lahan LKS
5. Mengi
si media dalam pot/polybag MediaAlat angkut Sertifkasi Pengisian secara
manual
Menyebutkan macam-macam alat angkut
Menyebutkan teknik pemberian media Memilih media
Menyesuaikan teknik pen-campuran media
Menyesuaikan teknik pen-campuran media
Mendistribusikan media ke tempat penanaman
Melaksanakan pengisian media ke dalam pot Melaksanakan pengisian
media ke dalam polybag.
Pot/polybag
ditetapkan berdasarkan tujuan
Media diisikan pada pot sampai rata sebatas per-mukaan pot Media diisikan pada
polybag sampai bentuknya selindris, cukup mampat dan bila diletakkan secara individu dapat berdiri tegak
Tertulis Praktik
2 6
(12)
- Lahan LKS
KELAS/SEMESTER :
STANDAR KOMPETENSI : Memperbanyak tanaman dengan biji/benih KOMPETENSI DASAR : TAN.BB.02.003.01
ALOKASI WAKTU : 48 X 45 menit
KOMPETENSI DASAR PEMBELAJARANMATERI PEMBELAJARANKEGIATAN INDIKATOR PENILAIAN
ALOKASI
WAKTU SUMBER
BELAJAR
TM PS PI
1. Menyi
apkan bahan dan alat pekerjaan penyemaian
Jenis kegiatan dalam perbanyakan secara generatif
Sarana produksi dalam perbanyakan generatif Peralatan dan bahan
pembiakan secara generatif
Keselamatan dan kesehatan kerja Prosedur kerja
Jenis kegiatan dalam perbanyakan tanaman secara generatif
Menperkirakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Menyebutkan jenis dan
macam peralatan serta bahan untuk pembiakan secara generatif Menyebutkan tahapan
kegiatan dalam perbanyakan tanaman secara generatif. Mengidentifikasi jenis
kegiatan .
Mengidentifikasi sarana dan prasarana perbanyakan tanaman secara generatif. Mengidentifikasi
kebu-tuhan alat dan bahan Mengimplementasikan
prosedur kerja
Prinsip-prinsip perbanyakan tanaman dengan menggunakan biji/secara generatif dideskripsikan melalui apa yang harus di-siapkan, siapa yang harus disi-apkan, kapan disidisi-apkan, mengapa harus bahan-bahan dan alat itu yang disiapkan, bagaimana menyiapkannya.
Kebutuhan peralatan dan bahan kegiatan
memperbanyak tanaman dengan biji/secara generatif diidentifikasi berdasarkan tahapan kegiatan proses,dan metode yang digunakan.
Perlengkapan, keselamatan, dan kesehatan kerja, serta tindakan pencegahan kecelakaan dilakukan sesuai dengan prosedur baku yang ditetapkan dalam keselamatan kerja di lapangan/kebun produksi
Tertulis Praktik
2 6
(12)
- Modul Referensi
KOMPETENSI DASAR PEMBELAJARANMATERI PEMBELAJARANKEGIATAN INDIKATOR PENILAIAN
ALOKASI
WAKTU SUMBER
BELAJAR
TM PS PI
2. Memis
ahkan biji dari
buah/melakukan ekstraksi buah
Kriteria keberhasilan ekstraksi biji
Kriteria kematangan buah secara fisiologis dan morfologis Kualitas buah
berdasarkan :
- tingkat
kematangan
- genetic
- morfologis
Ekstraksi
Pembersihan biji
Menyebutkan tingkat kebersihan biji
Menghitung rendemen biji Menyebutkan criteria buah
masak fisiologis
Menyebutkan criteria buah masak morfologis
Menyebutkan macam-macam kualitas buah berdasarkan: -tingkat kematangan -morfologis
Menyebutkan prosedur ekstraksi
Menyebutkan macam-macam teknik ekstraksi biji Menyebutkan prosedur
pembersihan biji Menyebutkan
macam-macam teknik pembersihan biji
Mendeskripsikan keber-hasilan ekstraksi biji Mengidentifikasi
kema-tangan buah secara fisiologis dan morfologis Memilih buah yang siap
diekstraksi Mengekstraksi biji
Kriteria keberhasilan ekstraksi biji didiskripsikan berdasarkan tingkat kebersihan,dan rende-men hasil.
Kriteria kematangan buah di-identifikasi berdasarkan fisiologi dan morfologi buah. Buah yang akan
diekstraksi dipi-lih berdasarkan tingkat kema-tangan dan secara genetik merupakan buah yang baik, serta secara morpologis menunjukkan buah yang sempurna.
Biji/benih dipisahkan dari buah sampai seluru bijinya terpisah, dan
memperhatikan keutuhan biji tetap sempurna. Benih dibersihkan dari
sisa-sisa daging buah dan kotoran yang menempel pada biji sampai bersih dan dikeringkan sampai kadar air yang ditetapkan.
Tertulis Praktik Pelaporan
2 6
(12)
KOMPETENSI DASAR PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN BELAJAR
TM PS PI
Mengatur teknik penyimpanan benih Mendeskripsikan criteria
benih yang baik secara fisik dan morfologi
Melaksanakan penyimpanan dan perawatan benih
Benih dipilih berdasarkan tingkat kebernasan, keutuhan, kesehatan, kecerahan warna, ukuran standar dan bentuknya sempurna, aroma netral (dipisahkan dalam benih apkir dan benda lain) Benih terpilih dihitung
rendemannya dengan cara menghitung berat biji terpilih dibagi dengan bobot buah sebelum diambil bijinya dikalikan 100 % Benih terpilih dijaga
kondisinya dengan cara menjaga kekeri-ngan/kadar air sesuai standar dan melindungi dari serangan unggas, serangga dan penyakit sampai benih disemai.
4. Memb
eri perlakuan benih
Faktor yang mempengaruhi perkecambahan Macam-macam
perlakuan benih Karakteristik benih
Menyebutkan macam-macam factor yang mempengaruhi keberhasilan perkecambahan
Menyebutkan macam-macam perlakuan benih Menyebtkan pengertian dan
tujuan perlakuan benih Menunjukan
karakteristikbenih
Mengidentifikasi factor yang mempengaruhi
perkecambahan
Melaksanakani perlakuan benih
Menentukan macam
Faktor-faktor yang mempengaruhi
keberhasilan perkecambah-an diidentifikasi
berdasarkan: masa dormasi, kelembaban, su-hu, ketebalan/kekuatan kulit benih
Perlakuan benih dilakukan dengan mempertimbangkan efekti-fitas dan efisiensi perkecambahan. Jenis perlakuan benih
ditentukan berdasarkan sifat karakteristik benih
Tertulis Lisan Praktik Pelaporan
2 6
(12)
- Modul Referensi
perlakuan benih
KOMPETENSI DASAR PEMBELAJARANMATERI PEMBELAJARANKEGIATAN INDIKATOR PENILAIAN
ALOKASI
WAKTU SUMBER
BELAJAR
TM PS PI
perlakuan pada benih
5. Menye
mai benih
Faktor keberhasilan pesemaian
Jenis tanaman Ukuran biji
Menyebutkan macam-macam faktor yang mem-pengaruhi keberhasilan pesemaian
Menyebutkan karakteristik
Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pesemaian diskripsikan berdasarkan
Tertulis Praktik Pelaporan
2 6
(12)
- Modul Referensi
perlakuan benih Ukuran benih ( benih
besar , benih kecil ) Posisi penanaman
benih Iklim mikro
Tipe perkecambahan Proses perkecambahan
benih
Menjelaskan tipe perke-cambahan
Menyesuaikan karakteristik perkecambahan benih Mengidentifikasi factor yang
mempengaruhi keberhasilan pesemaian
Menentukan jarak tanam Membuat lubang semai Menyemai benih Mengatur iklim mikro di
pesemaian
Menyebutkan factor lingkungan yang
mempengaruhi keberhasilan pesema-ian
per-cepatan berkecambah, daya kecambah, pertumbuhan benih, yang dipengaruhi oleh sterilitas, kelembaban suhu, dan pencahayaan pesemaian.
Jarak tanam ditentukan berdasarkan jenis tanaman dan ukuran biji.
Lubang tanam dibuat sesuai jarak tanam yang telah ditetapkan dengan memperhatikan/ mempertimbangkan
ukuran biji, sehingga biji tertutup media semai dan tetap mudah untuk berkecambah
Benih disemaikan pada lubang tanam yang telah disiapkan, dengan titik tumbuh terletak pada bagian samping secara teratur (untuk benih besar)
KOMPETENSI DASAR PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN BELAJAR
TM PS PI
Merancang tata letak pembibitan
Menemukan teknik penyapihan
Memilih bibit siap sapih Menyapih bibit Menata polybag
penya-pihan
disekitar setek mampat) kesesu-aian kedalaman tanam ditandai dengan leher akar tanaman tepat pada permukaan polybag Polybag hasil
transplanting ditata di blok-blok pemeliharaan dgn pisisi berdiri tegak, kokoh, rapi lurus dan teratur.
NAMA SEKOLAH : . . . .. .
MATA PELAJARAN : KOMPETENSI KEJURUAN KELAS/SEMESTER :
STANDAR KOMPETENSI : Melakukan trasplanting KOMPETENSI DASAR : TAN.BB.02.004.01 ALOKASI WAKTU : 56 X 45 menit
KOMPETENSI DASAR PEMBELAJARANMATERI KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN
ALOKASI
WAKTU SUMBER
BELAJAR
TM PS PI
1. Menyiapkan alat dan bahan pekerjaan transplanting tanaman.
Keselamatan kerja di lapangan
Prinsip-prinsip kegiatan transplanting
Kebutuhan Peralatan dan bahan transplanting Kebutuhan Peralatan dan
bahan transplanting ber-dasarkan ukuran tanaman Jenis - jenis keselamatan kerja,
dan cara penggunaannya Memilih peralatan tanam. Menggunakan peralatan
keselamatan kerja
Prinsip-prinsip transplant-ing tanaman dideskripsikan berdasarkan: tujuan transplanting, kapan dilakukan, bagaimana cara melakukan transplanting. Kebutuhan peralatan dan
bahan kegiatan transplan-ting diidentifikasi berda-sarkan tahapan proses kegiatan.
Peralatan pemindahan ta-naman dipilih berdasarkan jenis & ukuran tanaman. Perlengkapan
keselama-tan,& kesehatan kerja, serta tindakan pencegahan kecelakaan dilakukan sesuai dgn prosedur baku yg ditetapkan dlm kesela-matan kerja di lapangan/ tempat pemeliharaan ta-naman.
Tertulis Praktik Pelaporan
2 6
KOMPETENSI DASAR PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN BELAJAR
TM PS PI
2. Menentukan teknik transplanting.
3. Menyiapkan media
4. Menyiapkan wadah dan mengisi wadah dengan media
Tanaman semusim Tanaman tahunan Kelompok tanaman
:Xerofit, Mesifit dan Efifit Hidroponik
Mencampur media untuk kelompok tanaman Xerofit, Mesofit dan Efifit Hidroponik
Polybag Polybag, pot
Perakaran tanaman Teknik-teknik pemindahan
tanaman
Waktu Pemindahan tanaman Faktor-faktor yang
mempengaruhi keberhasilan pemindahan tanaman (penakaan, ukuran bibit musim)
Jenisperakaran tanaman Cara penyerapan unsur hara
oleh kelompok tanaman Umur tanaman dan kebutuhan
nutrisi
Prinsip-prinsip pencam-puran Perakaran dan kebutuhan
media tanam
Fungsi lubang aerasi dalam pertumbuhan tanaman Sifat karakteristik polybag, pot Persyaratan performansi
media tanam dalam pot dan polibag
Mengopertasionalkan mikser Mengoperasikan alat pelubang
kertas
Memilih wadah penanaman Mebgisi polybag
Mengisi Pot
Faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemindahan tanaman dideskripsikan berdasarkan jenis tanaman, umur tanaman.
Teknik pemindahan tana-man disesuaikan dengan jenis, umur dan tujuan pemindahan tanaman. Komposisi media disusun
berdasarkan jenis dan umur tanaman.
Media dicampur hingga homogen.Proses pencam-puran mengikuti kaidah pencampuran (pencam-puran dimulai dari bahan yang volumenya sedikit, dilanjutkan dengan men-campur bahan yang volu-menya lebih banyak). Ukuran wadah ditentukan
berdasarkan jenis tanaman dan tujuan pemindahan/ pemeliharaan bibit. Lubang aerasi dibuat (bila
polybag/pot belum ada lubang aerasinya) dengan memperhatikan tata letak, ukuran dan jumlah lubang, agar aerasi terpenuhi. Pemilihan bahan wadah
disesuaikan dengan ukuran dan rencana lamanya pemeliharaan. Wadah diisi dgn media
sebanyak 80% dari tinggi wadah.
Tertulis Praktik Pelaporan
2 6
KOMPETENSI DASAR PEMBELAJARANMATERI KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN
ALOKASI
WAKTU SUMBER
BELAJAR
TM PS PI
5. Seleksi bibit yang siap transplanting.
Kriteria bibit yang baik Ukuran bibit
Memelihara bibit dalam lahan pembibitan
Mendeskripsikan kriteriia bibit yang baik berdasarkan morfologinya
Prinsip-prinsip pemeliha-raan tanaman
Melakukan seleksi bibit Memelihara tanaman
Tanaman diseleksi berda-sarkan ukuran, dan gra-denya, dikelompokan se-suai jenisnya dan diberi kode.
Bibit yang belum meme-nuhi syarat dipelihara sampai batas waktu sesu-ai dengan jenis tanaman-nya.
Tertulis Praktik Pelaporan
2 6
(12)
- Bahan
tanam Modul
6. Penanaman. Mencabut bibit Memutar bibit
Menanam dalam polybag Menenam dalam pot
Faktor-faktor yang mem-pengaruhi keberhasilan pencabutan/ pemutaran Pengaruh pencabutan/
pemutaran terhadap ke-berhasilan penanaman Prinsip-prinsip penana-man Mencabuit tanaman Memutar tanaman Menanam bibit tanaman
Bibit yang siap ditransplanting dicabut dengan cara menyabut secara perlahan agar perakaran tidak rusak. Bibit yang telah dicabut
ditanam dalam wadah dengan posisi bibit tegak lurus, kokoh (media dise-kitar tanaman mampat) kesesuaian kedalaman tanam ditandai dengan permukaan media tepat pada leher akar.
Tertulis Praktik Pelaporan
2 6
7. Menempatkan hasil penanaman ke dalam blok pemeliharaan.
Mengankut secara manual
Mengangkut mengguna-kan kendaraan
Faktor-faktor yang mem-pengaruhi kesehatan/-kesegaran tanaman selama pengangkutan
Faktor-faktor yang mem-pengaruhi kesehatan/ke-segaran tanaman selama pengangkutan mengendarai kendaraan
pengangkutan dilakukan pada waktu pagi/sore hari bila cuacanya teduh. Pengangkutan dilakukan
sampai lokasi pemelihara-an ypemelihara-ang baru, dpemelihara-an dijaga agar tidak terjadi kerusa-kan polybag/bibit selama pengangkutan.
Tertulis Praktik Pelaporan
2 6
KELAS/SEMESTER :
STANDAR KOMPETENSI : Memupuk bibit KOMPETENSI DASAR : TAN.BB.02.005.01 ALOKASI WAKTU : 56 X 45 menit
KOMPETENSI DASAR PEMBELAJARANMATERI PEMBELAJARANKEGIATAN INDIKATOR PENILAIAN
ALOKASI
WAKTU SUMBER
BELAJAR
TM PS PI
1. M
enyiapkan bahan dan alat pekerjaan pemupukan
Pendiskripsian prinsip-prinsip pemupukan Pengidentifikasian
kebutuhan alat dan bahan pemupukan
Pemilihan pupuk
Pendeskripsian pengertian pupuk
Pengidentifikasian faktor yang mempengaruhi efektifitas pemupukan
Menjelaskan prinsip-prinsip pemupukan
Menjelaskan jenis, fungsi dan cara penggunaan alat Menjelaskan jenis, bentuk
kandungan unsure hara dan sifat pupuk
Menjelaskan pengertian pupuk secara umum dan khusus
Menyebutkan persyarat-an dan efektifitas pemupukan Menndeskripsikan
prinsip-prinsip pemupukan Mengidentifikasi kebutuhan
alat dan bahan pemupukan Memilih pupuk
Mendeskripsikan pengertian pupuk
Mengidentifikasi factor yang mempengaruhi efektifitas pemupukan
Prinsip-prinsip pemupukan dideskripsiksn melalui apa yang harus disiapkan, siapa yg harus disiapkan, kapan disiapkan, mengapa harus bahan-bahan & alat itu yang disiapkan, bagaimana menyiapkannya
Kebutuhan peralatan dan bahan pemupukan diiden-tifikasi berdasarkan metode pemupukan yang digunakan Pupuk dipilih berdasarkan
jenis kandungan unsur hara yang dibutuhkan tanaman Pengertian pupuk
dides-kripsikan berdasarkan jenis/macam, kandungan unsur hara & cara aplikasinya. Faktor-faktor yang
mem-pengaruhi efektifitas pe-mupukan diidentifikasi berdasarkan kandungan unsur hara pupuk, dosis pemupukan, waktu pemu-pukan dan cara aplikasinya.
Tertulis Praktik Lisan
4 10
(20) - ModulLKS
2. M
enyiapkan peralatan
Penyiapan peralatan pemupukan
Pemeriksaan peralatan pemupukan
Meyebutkan jenis, cara kerja dan teknik penggu-naan alat
Menjelaskan bagian kunci operasional alat pemu-pukan
Peralatan pemupukan di-siapkan berdasarkan metode pemupukan yang digunakan. Peralatan pemupukan dicek
dan dipastikan siap untuk dioprasikan.
Tertulis Praktik
4 10
(20)
- Modul
Bahan praktik
KOMPETENSI DASAR PEMBELAJARANMATERI PEMBELAJARANKEGIATAN INDIKATOR PENILAIAN
ALOKASI
WAKTU SUMBER
BELAJAR
TM PS PI
Menyiiapkan peralatan pemupukan
Memeriksa peralatan pemupukan
3. M
enyiapkan pupuk Penyiapan pupukPenakaran pupuk sesuai dengan dosisi rekomen-dasi
Menyebutkan jenis, ben-tuk, kandungan, dan sifat pupuk
Menjelaskan teknik pe-nimbangan
Menyiapkan pupupk Menakar pupuk sesuai
dengan dosis rekomen-dasi
Pupuk disiapkan sesuai dengan jenis yang telah ditetapkan oleh perusahaan Pupuk ditakar sesuai dosis
yang direkomendasikan oleh perusahaan,dan jumlah tanaman yang akan dipupuk.
Tertulis Praktik Pelaporan
4 10
(20) - ModulBahan praktik
4. M
emupuk
Pemupukan tanaman Pembersihan peralatan
Sigap
Menentukan dosis, waktu dan cara pemupukan Menjelaskan tujuan
sanitasi lingkungan kerja Memupuk tanaman Membersihkan peralatan
Pupuk diaplikasikan pada tanaman sesuai rekom-endasi dari perusahaan. Peralatan yang telah
di-gunakan dibersihkan dan disimpan ditempat yang telah ditetapkan.
Tertulis Praktik Pelaporan
4 10
(20)
- Modul
KELAS/SEMESTER :
STANDAR KOMPETENSI : Menyiang (weeding) KOMPETENSI DASAR : TAN.BB.02.006.01 ALOKASI WAKTU : 24 X 45 menit
KOMPETENSI DASAR
MATERI
PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN
ALOKASI WAKTU
SUMBER BELAJAR
TM PS PI
1. M
enyiapkan alat pekerjaan penyiangan (weeding)
Pendiskripsian prinsip-prinsip penyiangan Pengidentifikasian
peralatan penyiangan Penyiapan peralatan
penyiangan Kesehatan dan
keselamatan kerja
Menjelaskan pengertian, tujuan dan prinsip penyiangan Menyebutkan jenis, fungsi
dan cara penggunaan alat Menyebutkan jenis, fungsi
dan cara kerja alat
Menjelaskan prinsip dasar kesehatan dan keselamatan kerja
Mendiskripsikan prinsip-prinsip penyiangan
Mengidentifikasi peralatan penyiangan
Menyiapkan peralatan penyiangan
Melaksanakan kesehatan dan keselamatan kerja
Prinsip-prinsip penyiangan (weeding) bibit tanaman dideskripsikan melalui apa yang harus disiapkan, apa yang harus disiapkan, kapan disiapkan, mengapa harus bahan-bahan & alat itu yang disiapkan,bagaimana me-nyiapkannya
Peralatan penyiangan (weeding) bibit tanaman diidentifikasi berdasarkan dan SOP
perusahaanKOMPETENSI KEJURUAN.
Peralatan penyiangan (weeding) bibit tanaman disiapkan dan dipastikan siap dioperasikan.
Tertulis Praktik Pelaporan
4 6
(12) - ModulAlat praktik
Perlengkapan keselama-tan dan kesehatan kerja, serta tindakan pencegahan kecelakaan dilakukan sesuai dengan prosedur baku yang ditetapkan dalam keselamatan kerja.
2. M
elakukan penyiangan (weeding)
Penyiangan gulma pada pembibitan
Penyiangan gulma pada plot
Pembuangan gulma hasil penyiangan
Menjelaskan tujuan penyiangan
Menyebutkan jenis, sifat, cara hidup dan cara pengendalian gulma Menyebutkan cara-cara
penyiangan
Penyiangan dilakukan de-ngan mencabut gulma yg tumbuh dalam polybag dan tumbuh disekitar polybag hingga gulma yang tumbuh tidak tersisa.
Gulma yang tumbuh pada
Tertulis Praktik Pelaporan
4 10
(20)
- Modul
Lahan
KOMPETENSI DASAR
MATERI
PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN
ALOKASI WAKTU
SUMBER BELAJAR
TM PS PI
Menyebutkan tujuan pena-nganan gulma hasil penyiangan Menyiang gulma pada
pembibitan
Menyiang gulma pada plot Menangani gulma hasil
penyiangan
blok pemeliharaan dibersihkan dengan menggunakan alat alat pembersih (sapu)
KELAS/SEMESTER :
STANDAR KOMPETENSI : Memangkas (pruning) KOMPETENSI DASAR : TAN.BB.02.007.01 ALOKASI WAKTU : 67 X 45 menit
KOMPETENSI DASAR MATERI PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN
ALOKASI
WAKTU SUMBER
BELAJAR
TM PS PI
1.
Menyiapkan alat pekerjaan pemangkasan
(prooning)
Jenis kegiatan pemang-kasan pohon induk Sarana dan prasarana
pemangkasan
Peralatan pemangkasan Keselamatan dan kese-hatan
kerja
Menyebutkan jenis kegiatan pemangkasan pohon induk Menyebutkan sarana dan
prasarana yg dibutuhkan Menyebutkan macam-macam
alat pemangkasan pohon induk Menyesuaikan keselama-tan dan kesehatan kerja dengan prosedur kerja
Mengidentifikasi jenis kegiatan Mengidentifikasi sarana dan
prasarana pemang-kasan pohon induk
Mengidentifikasi peralatan pemangkasan yang siap pakai Melaksanakan prosedur kerja
sesuai keselamatan dan kesehatan kerja
Prinsip-prinsip pemangkasan
(prooning) pohon
in-duk bibit tanaman di deskripsikan melalui apa yg harus disiapkan, siapa yg harus disiapkan, kapan di siapkan, mengapa harus bahan-bahan dan alat itu yg disiapkan, bagaimana menyiapkannya. Peralatan (gunting
stek), untuk kegiatan pemang-kasan
(prooning) disiap-kan
dan dipastikan siap dioperasikan. Perlengkapan
keselamatan dan kesehatan kerja, serta tindakan pencegah-an kecelakaan dilakukan sesuai dengan prosedur baku yang ditetapkan dalam keselamatan kerja.
Tertulis Praktik Pelaporan
6 25
(50)
- Modul
Alat praktik
KOMPETENSI DASAR MATERI PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN
ALOKASI
WAKTU SUMBER
BELAJAR
TM PS PI
2. Melak
ukan pemangkasan
Bentuk dan teknik pemangkasan
Prosedur pemangkasan Sanitasi
Menyebutkan macam-macam bentuk pemangkasan
Menyebutkan teknik pemangkasan
Menunjukkan SOP
pemangkasan
Menjelaskan pengaruh kebersihan lahan terhadap kesehatan tanaman
Mendeskripsikan bentuk dan teknik pemangkasan
Melaksanakan pemangkasan sesuai SOP perusahaan Menangani hasil pangkasan
Pemangkasan dideskripsikan berdasarkan jenis tanaman, umur tanaman dan tujuan pemangkasan. Pemangkasan
dilakukan pada bagian-bagian tana-man yg tidak dikehendaki sesuai SOP perusahaan. Cabang-cabang
hasil pe-mangkasan dikumpulkan dan dibuang pada tempat yang telah disediakan
Tertulis Praktik Pelaporan
6 30
(60)
- Modul
KELAS/SEMESTER :
STANDAR KOMPETENSI : Mengendalikan hama penyakit tanaman secara fisik KOMPETENSI DASAR : TAN.BB.02.008.01
ALOKASI WAKTU : 50 X 45 menit
KOMPETENSI
DASAR MATERI PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN
ALOKASI
WAKTU SUMBER
BELAJAR
TM PS PI
1.
Menyiapkan alat dan bahan pekerjaan pengendalian HPT secara fisik
Pendeskripsian prinsip-prinsip pengendalian HPT Pengidentifikasian
kebutuhan alat dan bahan pengendalian HPT Kesehatan dan
keselamatan kerja
Menjelaskan batasan HPT meliputi jenis, cirri-ciri, tanda dan gejala serangan serta cara pengendaliannya
Menyebutkan jenis, fungsi cara kerja dan cara pengggunaan alat dan bahan
Menjelaskan prinsip dasar kesehatan dan keselamatan kerja Mendeskripsikan prinsip-prinsip
pengendalian HPT
Menidentifikasi kebutuhan alat dan bahan pengendalian HPT Melaksanakan kesehatan dan
keselamatan kerja
Prinsip-prinsip mengendalikan hama penyakit tanaman dides-kripsikan secara fisik melalui apa yang harus disiapkan, siapa yang harus disiapkan, kapan disiapkan, mengapa harus bahan-bahan dan alat itu yang disiapkan, bagaimana menyiap-kannya.
Kebutuhan peralatan dan bahan kegiatan pengendalian hama penyakit tanaman diidentifikasi berdasarkan tahapan kegiatan proses, dan metode yg diguna-kan.
Perlengkapan, keselamatan, & kesehatan kerja, serta tindakan pencegahan kecelakaan dilaku-kan sesuai dengan prosedur baku yang ditetapkan dalam keselamatan kerja di lapangan/ kebun produksi.
Tertulis Praktik Pelaporan
6 14
(28) - ModulRefensi
KOMPETENSI
DASAR MATERI PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN
ALOKASI
WAKTU SUMBER
BELAJAR
TM PS PI
2.
Mengendalikan hama dan penyakit secara fisik
Pendeskripsian factor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengandalian HPT
Penentuan metode pengendalian hama Pemasangan alat
pengendali hama di area pembibitan
Penanganan hama yang tertangkap
Pengisolasian dan pemusnahan tanaman yang terserang penyakit
Menyebutkan factor yg mempengaruhi keberhasilan pengendalian HPT
Menyebutkan berbagai metode pengendalian hama
Menjelaskan prinsip kerja alat dan cara peng-operasiannya Menjelaskan prosedur dan
teknik penangkatan hama Menjelaskan prinsip, tjuan dan
teknik isolasi, eradikasi tanaman yang terserang penyaki
Mendeskripsikan factor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengendalian HPT
Menentukan metode pengendalian hama
Memasang alat pengendali hama di area pembibitan Menangani hama yang
tertangkap
Mengisolasi dan mengeradikasi tanaman yang terserang
Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan
pengendalian hama dan penyakit secara fisik dideskripsikan berdasarkan efektifitas metode didasarkan pada jenis hama yg menyerang Metode pengendalian
hama ditentukan berdasarkan jenis hama dan tingkat kerusakan tanaman.
Alat pengendali hama dipa-sang diarea pembibitan sesuai dengan petunjuk teknis yang ditetapkan oleh pabrik bila ting-kat serangan hamanyanya su-dah sampai pada ambang yang merugikan secara ekonomis. Hama-hama yang
tertangkap ditangani sesuai prosedur dan karakteristik hama. Tanaman yang diserang
penya-kit yang mudah menular diisolasi dan dieradikasi.
Tertulis Praktik Pelaporan
6 24
(48)
- Modul
KELAS/SEMESTER :
STANDAR KOMPETENSI : Mengendalikan hama penyakit tanaman secara kimia KOMPETENSI DASAR : TAN.BB.02.009.01
ALOKASI WAKTU : 52 X 45 menit
KOMPETENSI DASAR
MATERI PEMBELAJARAN
KEGIATAN
PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN
ALOKASI
WAKTU SUMBER
BELAJAR
TM PS PI
1. Me
nyiapkan alat dan bahan pengendalian HPT secara kimiawi
Pendeskripsian prinsip-prinsip pengendalian HPT
Pengidentifikasian kebu-tuhan alat dan bahan pengendalian HPT Kesehatan dan
keselama-tan kerja
Menjelaskan batasan HPT meliputi jenis, ciri-ciri, tanda dan gejala sera-ngan serta cara pengen-daliannya Menyebutkan jenis, fungsi
cara kerja dan cara penggunaan alat dan bahan Menjelaskan prinsip dasar kesehatan dan keselamatan kerja
Mendeskripsikan prinsip-prinsip pengendalian HPT Menidentifikasi kebutuhan
alat dan bahan pengendalian HPT
Melaksanakan kesehat-an dan keselamatan kerja
Prinsip-prinsip mengendali-kan hama penyakit tanaman melalui apa yg harus disiap-kan, siapa yang harus disiapkan, kapan disiapkan, me-ngapa harus bahan-bahan dan alat itu yang disiapkan, bagaimana menyiapkannya. Kebutuhan peralatan dan bahan
kegiatan pengendalian hama penyakit tanaman di-identifikasi berdasarkan tahapan kegiatan proses, dan metode yang digunakan.
Perlengkapan, keselamatan, dan kesehatan kerja, serta tindakan pencegahan kecelakaan dilakukan sesuai dengan prosedur baku yang ditetapkan dalam keselamatan kerja di lapangan/kebun produksi.
Tertulis Lisan
4 6
(12) - ModulRefensi
2. Me
mbuat formula larutan pestisida
Pendeskripsian kriteria keberhasilan pembuatan formula larutan pestisida Pemilihan pestisida Penetapan dosis
penggunaan pestisida Perhitungan kebutuhan
pestisida
Pembuatan larutan pestisida
Menyebutkan jenis , sifat, cara kerja dan formula larutan pestisida
Menyebutkan jenis, cirri, sifat , cara kerja bahan aktif pestisida
Menjelaskan formulasi pestisida
Menghitung kebutuhan pestisida
Menjelaskan cara penakaran dan penimbangan pestisida Menjelaskan prosedur
pembuatan larutan pestisida Mendeskripsikan kriteria
keberhasilan pembuatan
Kriteria keberhasilan dalam membuat formula larutan pestisida dideskripsikan ber-dasarkan ketepatan menetapkan jenis pestisida, dosis dan metode pengendalian.
Pestisida dipilih berdasarkan kesesuaian jenis gangguan OPT dan sifat bahan aktifnya
Dosis penggunaan pestisida
ditetapkan berdasarkan rekomendasi yg diberikan pe-rusahaan.
Kebutuhan pestisida/larutan pestisida dihitung berdasar-kan luasan lahan pembibitan yang akan disemprot & data hasil kalibrasi penyemprotan.
Larutan pestisida dibuat de-ngan cara
Tertulis Praktik Pelaporan
4 10
(20) - ModulBahan praktik
KOMPETENSI DASAR
MATERI PEMBELAJARAN
KEGIATAN
PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN
ALOKASI
WAKTU SUMBER
BELAJAR
TM PS PI
formula larutan pestisida Memilih pestisida Menetapkan dosis
penggunaan pestisida Menghitung kebutuhan
pestisida
Membuat larutan pestisida
melarutkan ke da-lam air sesuai dgn prinsip-prinsip membuat larutan dan dimasukkan kedalam tangki penyemprot sesuai dgn kapasitas tangki yg
digunakan
3. Mel
akukan penyem-protan
Pendeskripsian keberhasilan penyemprotan Penyemprotan bibit Pengaturan langkah
dalam penyemprotan Penjagaan tekanan
tangki sprayer Penyemprotan
tanaman
Menyebutkan tanda –tanda keberhasilan penyemprotan Menerangkan cara kalibrasi
alat, prosedur dan teknik penyemprotan
Merumuskan perkiraan waktu dalam melangkah
Menjelaskan efektifitas tekanan pompa
Menjelaskan teknik
penyemprotan sesuai prosedur Mendeskripsikan keberhasilan
penyemprotan Menyemprot bibit Mengatur langkah dalam
penyemprotan
Menjaga tekanan tangki sprayer
Menyemprot tanaman sesuai prosedur
Keberhasilan penyemprotan dideskripsikan berdasarkan tingkat kerataan larutan pestisida yang menempel ke seluruh bagian bibit. Bibit disemprot secara merata dgn arah
penyemprotan tidak berlawanan dgn arah angin.
Langkah dalam melakukan
penyemprotan diatur berda-sar langkah pada waktu kalibrasi alat
Tekanan pompa dijaga kestabilannya berdasarkan tekanan pompa pada waktu kalibrasi alat
Larutan pestisida diseprotkan tepat pada bagian-bagian tanaman yang menjadi sasaran penyemprotan.
Tertulis Praktik Pelaporan
4 10
(20) - ModulBahan tanaman
4. Me
mbersihkan dan menyimpan alat semprot
Pembersihan bagian dlm alat semprot Pengendalian ramah
ling-kungan
Menyebutkan bagain dalam sprayer
Menjelaskan bahaya pes-tisida Menjelaskan teknik pen-cucian
Bagian dalam alat semprot dibersihkan dengan cara membilas dengan air bersih, dilakukan minimal 3 kali.
Air cucian dibuang di lubang tanah
Tertulis Praktik Pelaporan Lisan
4 10
(20)
DASAR PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN BELAJAR
TM PS PI
semprot
Mengeringkan alat semprot
NAMA SEKOLAH : . . . .. .
MATA PELAJARAN : KOMPETENSI KEJURUAN KELAS/SEMESTER :
STANDAR KOMPETENSI : Memelihara pohon induk KOMPETENSI DASAR : TAN.BB.02.010.01 ALOKASI WAKTU : 38 X 45 menit
PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN
ALOKASI
WAKTU SUMBER
BELAJAR
TM PS PI
1. Men
yiapkan pekerjaan alat dan bahan pemeliharaan pohon induk
Pendeskripsian prinsip-prinsip pemeliharaan pohon induk
Pengertian pohon induk
Penyiapan alat dan ba-han pemeliharaan pohon induk
Menyebutkan persyaratan pohon induk
Menjelaskan prinsip pe-meliharaan pohon induk Menyebutkan sifat dan
pengertian pohon induk Menjelaskan jenis
karakteristik dan cara kerja alat serta fungsi bahan Mendeskripsikan
prinsip-prinsip pemeliharaan pohon induk
Mendeskripsikan penger-tian pohon induk
Menyiapkan alat dan ba-han pemeliharaan
Prinsip-prinsip pemeliha-raan pohon induk dideskripsikan melalui apa yg harus disiapkan, siapa yg harus disiapkan, kapan disiapkan, mengapa harus bahan-bahan dan alat itu yang disiapkan, bagaimana menyiapkan-nya
Pengertian pohon induk dideskripsikan berdasar-kan fungsi dan sifat-sifat, kultivar tanaman induk.
Peralatan dan bahan pemeliharaan disiapkan sesuai dengan jenis kegi-atan pemeliharaan
Tertulis Lisan
6 6
(12) - Modul
2. Pem
eliharaan rutin
Penyiangan gulma pada pohon induk Penyiraman pohon
induk
Menjelaskan pengertian, jenis dan sifat gulma
Menyiang gulma pada pohon induk
Pohon induk disiang secara periodik dengan interfal, cara penyiangan disesuaikan dengan jenis tanaman pohon induk.
Tertulis Praktik Pelaporan
6 20
(40)
- Modul Bahan
DASAR PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN BELAJAR
TM PS PI
Pemupukan pohon induk
Pengendalian HPT pada pohon induk Penyelseksian dan
penjarangan buah Pemupakan Mg pada
pohon induk
Pemberian perlakuan khusus pada cabang pohon induk
Menjelaskan fungsi dan kebutuhan air bagi tana-man Menjelaskan jenis, fungsi,
dosis & cara pemupukan Menyebutkan jenis
penyakit, tanda-tanda dan gejala serangan dan cara pengendalian
Menjelaskan prinsip dan tujuan seleksi serta pen-jarangan buah
Menjelaskan fungsi dan peram Mg, dosis dan cara pemupukannya
Menguraikan jenis, fungsi, tujuan dan teknik perlakuan khusus pada cabang pohon induk
Menyiram pohon induk Memupuk pohon induk Mengendalihan HPT pada
pohon induk Menyeleksi dan
menjarangkan buah Memupuk pohon induk
dengan Mg
Memberi perlakuan khusus pada cabang pohon induk
Pohon induk disiram secara periodik dgn interfal dan cara penyiangan di-sesuaikan dengan jenis tanaman pohon induk. Pohon induk dipupuk secara
periodik dgn interfal dan cara pemupukan disesuaikan dengan jenis tanaman pohon induk. Pohon induk dikendalikan HPT
secara periodik dengan interfal dan cara pengendalian disesuaikan dgn jenis tanaman pohon induk. Seleksi dan Penjarangan buah
dilakukan berdasarkan kriteria buah yg baik untuk diambil benihnya Tanaman induk yang diambil
entrisnya dipupuk dengan pupuk Mg 2 minggu sebelum diambil entrisnya, dosis pupuk disesuaikan dengan jenis tanaman induk. Perlakuan khusus pada cabang
yang akan diambil entrisnya disesuaikan dengan jenis tanaman dan penggunaan bahan entrisnya.
NAMA SEKOLAH : . . . .. .
MATA PELAJARAN : KOMPETENSI KEJURUAN KELAS/SEMESTER :
STANDAR KOMPETENSI : Menjarangkan bibit KOMPETENSI DASAR : TAN.BB.02.011.01 ALOKASI WAKTU : 24 X 45 menit
KOMPETENSI DASAR
MATERI
PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN
ALOKASI
WAKTU SUMBER
BELAJAR
TM PS PI
1. Me
nyiapkan peralatan pekerjaan penjarangan bibit
Jenis kegiatan dalam penjarangan bibit Sarana dan prasarana
penjarangan bibit Tujuan penjarangan Pelaratan angkut
Menyebutkan jenis ke-giatan penjarangan bibit
Menyebutkan jenis sarana dan prasarana dalam pen-jarangan bibit
Menyebutkan tujuan pen-jarangan bibit
Menyebutkan macam-macam peralatan angkut bibit di penjarangan
Mengidentifikasi kegiatan penjarangan bibit
Mengidentifikasi sarana dan prasarana penjarangan bibit Mendeskripsikan tujuan
penjarangan bibit
Menyiapkan peralatan angkut bibit di penjarangan
Prinsip-prinsip penjarang-an bibit dideskripsikan melalui apa yang harus disiapkan, siapa yang harus disiapkan, kapan disiapkan, mengapa harus bahan-bahan dan alat itu yang disiapkan, bagai-mana menyiapkannya.
Peralatan penjarangan (alat pengangkut bibit) disiapkan sesuai jumlah bibit, lama bekerja dan kapasitas alat pengang-kut.
Tertulis Praktik Pelaporan
4 6
(12) - ModulBahan tanaman
2. Me
njarangkan
Pengidentifikasian bibit yang akan dijarangkan Penjarangan bibit dalap
plot
Penataan bibit dalam plot
Menyebutkan cirri-ciri morfologis bibit
Menjelaskan prinsip-prinsip penjarangan bibit
Menunjukan prinsip-prinsip pentaan bibit
Bibit yg akan dijarangkan diidentifikasi berdasarkan jarak tanam, kedudukan kanopi antar bibit.
Penjarangan bibit dilaku-kan dgn menata kembali dalam plot secara
Tertulis Praktik Pelaporan
4 10
(20)
- Modul Bahan
KELAS/SEMESTER :
STANDAR KOMPETENSI : Mengemas bibit KOMPETENSI DASAR : TAN.BB.02.012.01 ALOKASI WAKTU : 38 X 45 menit
KOMPETENSI DASAR PEMBELAJARANMATERI KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN ALOKASI WAKTU BELAJARSUMBER
TM PS PI
1. Menyiapka
n pekerjaan pengemasan bibit tanaman .
Pengemasan untuk angkutan darat dan laut Penerapan pencegahan
dan keselamatan kerja
Mendiskusikan prinsip-prinsip pengemasan bibit
Prinsip-prinsip pengemasan bibit
Jenis-jenis bentuk kema-san untuk angkutan darat dan laut, serta spesifikasinya
Prinsip-prinsip keselamatan kerja dan pencegahan kecelakaan
Menggunakan keselamatan kerja
Melakukan pencegahan kecelakaan
Prinsip-prinsip pengema-san bibit tanaman dides-kripsikan melalui penger-tian
pengemasan, kapan pengemasan dilakukan, mengapa dilakukan pe-ngemasan, dan bagaima-na melakukan pengema-san.
Kebutuhan peralatan dan bahan kegiatan pengemasan bibit tanaman diiden-tifikasi berdasarkan meto-de pengemasan dan ta-hapan kegiatan penge-masan.
Perlengkapan, keselamatan dan kesehatan kerja, serta tindakan pencegah-an kecelakaan dilakukan sesuai dengan prosedur baku yang ditetapkan dalam keselamatan kerja
Tertulis
2. Menentuk
an bahan kemasan Persyaratan bahan kemasan Kriteria bahan kemasan
Mendeskripsikan persyaratan bahan kemasan bibit Persyaratan bahan kemas
sesuai dengan jenis bibit, ukuran dan jenis alat transportasi
Persyaratan ukuran kema-san berdasarkan alat transportasi yg digunakan
Kriteria penentuan bahan kemas dideskripsikan ber-dasarkan kemampuan kemasan dlm melindungi keselamatan bibit, dan kemudahan dalam pe-ngangkutan serta secara ekonomis masih
me- Tertulis Praktik
4 10
(20)
- Modul
Referensi
KOMPETENSI DASAR PEMBELAJARANMATERI KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN ALOKASI WAKTU BELAJARSUMBER
TM PS PI
Memilih bahan kemas Menentukan ukuran kemasan
mungkinkan.
Bahan kemasan dipilih berdasarkan jenis dan ukuran bibit, alat tran-sportasi yang digunakan, serta lama
pengangkutan, agar bibit tetap segar dan terhindar dari kerusakan.
Ukuran kemasan disesuaikan dengan ukuran dan karakteristik bibit yang dikemas, serta alat tran-sportasi yang digunakan.
3. Mengema
s bibit
Kemasan untuk angkutan darat dan laut
Menyusun bibit untukm angkutan darat dan laut
Mendiskusikan persyaratan kemasan bibit tanaman Standar kemasan untuk
angkutan darat dan laut Perhitungan kebutuhan alkosof
untuk volume bibit dan jarak/lama pengangkutan Prinsip-prinsip penyusunan
kemasan dalam alat transportasi
Memberikan alkosof pada kemasan bibit
Menata kemasan bibit dalam angkutan
Kriteria keberhasilan pe-ngemasan bibit dideskripsikan berdasarkan
kemampuan melindungi bi-bit dari lkerusakan selama proses transportasi sampai bibit siap ditanam.
Kemasam dibuat dengan mengacu pada jenis, dan ukuran bibit, serta jenis alat transportasi yang akan digunakan. Bibit diberi perlakuan
dgn alkosof sesuai dgn karak-ter bibit, untuk menjaga kesegaran bibit dan mem-permudah
Tertulis Praktik
4 10
(20)
- Modul
NAMA SEKOLAH : . . . .. .
MATA PELAJARAN : KOMPETENSI KEJURUAN KELAS/SEMESTER :
STANDAR KOMPETENSI : Mengangkut/transportasi bibit KOMPETENSI DASAR : TAN.BB.02.013.01
ALOKASI WAKTU : 28 x 45 menit
KOMPETENSI
DASAR MATERI PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN
ALOKASI
WAKTU SUMBER
BELAJAR
TM PS PI
1. Me
nata kemasan dalam alat transportasi
Alat taransportasi darat dan laut
Bibit dalam polybag/pot Bibit stum/tanpa media Transportasi darat, dan laut
Mendeskripsikan persyaratan alat transportasi
Persyaratan kondisi pengangkutan berdasarkan jenis, dan ukuran bibit, serta tujuan penggunaan bibit Persyaratan performansi bibit Faktor-faktor yang mem-pengaruhi
keselamatan bibit
Faktor-faktor yang mem-pengaruhi keberhasilan pengangkutan bibit Faktor-faktor yang mem-pengaruhi
keberhasilan pengangkutan bibit Kapasitas minimal dan maksimal
alat angkut
Menyiapkan alat trans-portasi Menata bibit dalam
kemasan/mengemas bibit Menata kemasan dalam alat
transportasi
Menetapkan jumlah kemasan dalam alat angkut
Faktor-faktor yang mem-pengaruhi keberhasilan pengangkutan bibit tanaman diidentifikasi berdasarkan: persyaratan alat
transportasinya, cara pengemasan, cara penataan Kemasan ditata berdasarkan
kapasitas alat transportasi Alat transportasi disiapkan
sesuai tujuan/jarak pe-ngangkutan & ukuran tanaman Bibit dikemas dlm alat kemas
dlm posisi berdiri, rapat, sehingga posisi pot tidak bergerak/tidak mudah bergeser
Kemasan ditata dlm alat transportasi secara teratur, rapat, tidak berdesakan sehingga kemasan tidak bergerak/bergeser, posisi tidak terbalik (posisi tanaman berdiri )
Jumlah kemasan disesuaikan
Tertulis Praktik Pelaporan
2 6
DASAR MATERI PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN BELAJAR
TM PS PI
2. Me
njaga kesegaran bibit selama pengangkutan
Menyiram Mengecek alkosof
Kesegaran bibit, kebutuhan alkosof/performansi alkosof yang baik
Bahan penutup dan posisi perlindungan bibit
Mengecek kondisi bibit dan alkosof Memasang penutup pada
pengangkutan
Penyiraman bibit/pemberian gel pada alat transportasi bila kondisi media tanam menunjukan mulai mengering sudah mengering.
Pelindung dipasang pada alat pengangkut dgn cara menutupi permukaan bibit dengan menggunakan bahan yang kedap cahaya, penghantar panasnya tidak baik sesuai dengan karakteristik bibit.
Tertulis Praktik
4 6
(12)
- Modul
3. Me
ngangkut bibit
Pengaruh cuaca terhadap keberhasilan pengangkutan/ kesegaran bibit
Pengaruh guncangan terhadap kesegaran bibit
Faktor-faktor yang memepngaruhi kesegaran bibit
Mengemudikan alat angkutan Menurunkan kemasan bibit dari alat
angkut
Pengangkutan dilakukan pada cuaca teduh/malam hari Selama pengangkutan
dihindari adanya guncangan-guncangan keras yg dapat mengganggu/ merusak posisi/keutuhan media tanam bibit dijaga keselamatannya selama pengangkutan Bibit diturunkan ditempat
tujuan dengan cara tidak boleh di banting, dan ditata secara rapi, teratur serta ditempatkan ditem-pat yang aman ( tidak panas, tidak tergenang air). Bibit ditata ditempat penampungan bibit setelah sampai tujuan.
Tertulis 4 6
(12)
- Modul Bahan
tanaman
NAMA SEKOLAH : . . . .. .
MATA PELAJARAN :KOMPETENSI KEJURUAN KELAS/SEMESTER :
STANDAR KOMPETENSI : Memperbanyak Tanaman dengan Cangkok KOMPETENSI DASAR : TAN.BB.02.015.01
ALOKASI WAKTU : 68 x 45 menit
KOMPETENSI DASAR PEMBELAJARANMATERI KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN ALOKASI WAKTU BELAJARSUMBER
TM PS PI
1. Menyiapka
n alat dan bahan untuk pekerjaan perbanyakan tanaman dengan mencangkok
Pendeskripsian prinsip-prinsip perbanyakan tanaman dengan cara cangkok
Pengidentifikasaian kebutuhan peralatan dan bahan untuk
mencangkok Pemilihan pisau Pemilihan media Pemilihan bahan
pembungkus
Pembersihan tempat kerja
Kesehtaan dan keselamatan kerja
Menjelaskan pengertian, tujuan dan prinsip pen-cangkokan Menjelaskan jenis dan fungsi
peralatan dan bahan untuk mencangkok
Menjelaskan jenis, syarat dan cara penggunaan pisau Menjelaskan jenis, syarat dan
fungsi media
Menjelaskan jenis, syarat dan fungsi bahan pembungkus Menjelaskan manfaat dan
keuntungan tempat yang bersih Mendeskripsikan prinsip-prinsip
perbanyakan tanaman dengan cara cangkok
Mengidentifikasi kebu-tuhan alat dan bahan untuk mencangkok
Memilih pisau untuk mencangkok
Memilih media untuk mencangkok
Memilih bahan pembungkus Membersihkan tempat kerja Melaksanakan kesehatan dan
Prinsip-prinsip perbanyak-an tanaman dengan cara mencangkok dideskripsikan melalui apa yang harus disiapkan, siapa yg harus disiapkan, kapan di-siapkan, mengapa harus bahan-bahan dan alat itu yg disiapkan, bagaimana menyiapkannya Kebutuhan
peralatan dan bahan kegiatan memper-banyak tanaman dengan mencangkok diidentifikasi berdasarkan tahapan ke-giatan proses pencang-kokan, & metode yang digunakan.
Pisau okulasi dipilih
Tertulis Praktik Pelaporan
2 10
(20)
- Modul
PEMBELAJARAN TM PS PI BELAJAR
Media cangkok dipilih ber-dasarkan tingkat aerasi, kesuburan dan daya tahan menyimpan air. Bahan pembungkus
media dipilih berdasarkan keku-atan, kemampuan untuk menyalurkan dan mena-han air Pembersihan
tempat kerja penyimpanan bahan
pem-bungkus/pembalut, media dan potongan hasil cang-kokan dilakukan sesuai kaidah sanitasi. Perlengkapan,
keselamat-an, dan kesehatan kerja, serta tindakan pencegah-an kecelakaan dilakukan sesuai dengan prosedur baku yang ditetapkan dalam keselamatan kerja
2. Menyiapka
n cabang yang akan dicangkok
Pemilihan pohon induk yang akan dicangkok Pemilihan cabang Pembuatan sayatan
pada cabang
Pembersihan kambium
Menjelaskan persyaratan pohon induk, cirri-ciri pohon induk yang baik
Menyebutkan syarat dan ciri cang ayang baik untuk dicangkok Menjelaskan syarat prose-dur
dan teknik pembuat-an sayatan Menyebutkan tujuan
pembersihan kambium
Memilih pohon induk yang akan dicangkok
Pohon induk sebagai bahan perbanyakan dipilih dgn memperhatikan kuali-tas pohon induk (produk-tifitasnya tinggi, tahan hama dan penyakit, respon terhadap pemupukan, relative tahan kekurangan air)
Tertulis Praktik Pelaporan
4 10
(20)
- Modul
Buku pustaka
Memilih cabang yang akan Cabang dipilih
KOMPETENSI DASAR PEMBELAJARANMATERI KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN ALOKASI WAKTU BELAJARSUMBER
TM PS PI
dicangkok
Membuat syatan pada cabang Membersihkan kambium
berdasarkan pertumbuhannya vertical dan lurus, bila bukan cabang vertikal letak cangkokan dilakukan pada 20 – 30 cm dibawah cabang yang pertama Sayatan dibuat 10-15 cm diatas pangkal cabang, dengan panjang 5-7 cm melingkar cabang, sampai semua kulit cabangnya
terkelupas, dan kayu cabangnya tidak rusak.
Kambium dibersihkan dengan cara mengerik kambium
menggunakan pisau sampai kambiumnya bersih (kayu pada sayatan bila dipegang tidak terasa licin)
3. Pemberian
hormon macam-macam ZPT Pengidentifikasian untuk perakaran Penentuan jenis dan
konsentrasi ZPT Pengaplikasian ZPT
Menyebutkan macam-macam ZPT, sifat dan fungsinya Menyebutkan, jenis, sifat, cara
kerja dan aturan penggunaan Menjelaskan teknik dan
prosedur aplikasi ZPT Mengidentifikasi
macam- Macam bahan pengsatur tumbuhnya akar diidentifikasi berdasarkan spesifi-kasi dan rekomendasi dari perusahaan produsen dan cara
Tertulis Praktik Pelaporan
4 10
PEMBELAJARAN TM PS PI BELAJAR
Jenis dan konsentrasi hor-mon ditentukan
berdasarkan kesesuaian karakteristik hormon & jenis/spesies tanaman, serta umur cabang, yg akan diperbanyak/ dicangkok. Dengan memperhatikan cara penggunaan yg terdapat pada label kemasan.
Hormon
diaplikasikan dengan memperhatikan spe-sifikasi hormon dan karakteristik tanaman/bahan cangkok/dengan cara mengoleskan pada din-ding kulit cabang bekas sayatan bagian atas secara merata.
4. Membungk
us media
Pembungkusan cabang yang telah disayat dengan media dan bahan pembungkus
Penyiraman media cangkok
Cekatan Rajin
Menjelaskan jenis dan fungsi media serta bahan pembungkus Menjelaskan fungsi dan teknik
penyiraman
Membungkus cabang yang telah disayat dengan media dan bahan pembungkus
Menyiram media cangkok
Media cangkok ditempelkan melinkari cabang bekas sayatan sampai me-nutup bagin atas sayatan 3-5 cm, dibungkus rapat, dan diikat secara kuat pada bagian ujung atas dan bawah pembungkus hingga media tidak rontok Media cangkok
dijaga ke-lembabannya dgn melakukan penyiraman secara
Tertulis Praktik Pelaporan
4 10
(20)
- Modul
Buku pustaka
KOMPETENSI DASAR PEMBELAJARANMATERI KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN ALOKASI WAKTU BELAJARSUMBER
TM PS PI
periodik (cuaca panas 2-3 kali sehari), bila hari hujan, penyiraman bisa tidak dilakukan
5. Memotong
dan menanam hasil cangkokan dalam polybag
Pengidentifikasian keberhasilan cangkok Pemotongan hasil
cangkokan
Pemangkasan daun bibit hasil cangkokan Penanaman bibit hasil
cangkokan dalam polybag
Penataan bibit hasil cangkokan ditempat teduh
Menjelaskan cirri dan tanda keberhasilan cangkoan Menjelaskan teknik dan
prosedur pemotongan
Menjelaskan fungsi, prosedur dan teknik pemangkasan Menjelaskan prinsip, teknik dan
prosedur penanaman Menjelaskan cara penataan,
persyaratan tempat untuk menyimpan bibit
Mengidentifikasi keberhasilan cangkokan
Memotong hasil cangkokan Memangkas daun bibit hasil
cangkokan
Menanam bibit hasil cangkokan dalam polybag
Menata bibit di tempat teduh
Faktor yang mengindikasikan keberhasilan cang-kokan diidentifikasi ber-dasarkan tumbuhnya akar pada cangkaokan sampai menembus media cangkok.
Hasil cangkokan dipotong 2-3 cm dibawah bala cangkok dgn secara perla-han agar media cangkok tidak rusak. Kesegaran hasil
cangkokan dijaga dgn pengurang-an cabang dan daun yang terlalu rimbun dgn cara dimotong untuk memper-tahankan kesegaran hasil cangkokkan. Hasil cangkokan
ditanam dalam polybag dengan kedalaman sebatas 10 cm diatas bala
Tertulis Praktik Pelaporan
4 10
KELAS/SEMESTER :
STANDAR KOMPETENSI : Memperbanyak Tanaman dengan Stek KOMPETENSI DASAR : TAN.BB.02.016.01
ALOKASI WAKTU : 54 x 45 menit
KOMPETENSI DASAR MATERI PEMBELAJARAN PEMBELAJARANKEGIATAN INDIKATOR PENILAIAN ALOKASI WAKTU BELAJARSUMBER
TM PS PI
1. Menyiapkan alat dan ba-han pekerjaan perba-nyakan tanaman dengan setek
Diskripsi penyetekan Alat yang digunakan unutk
setek pucuk, setek batang, setek akar, dan stek daun. Kriteria gunting yang
tajam, dan yang tumpul. Kriiteria gunting stek yang
tajam dan yang tumpul. Media stek untuk tanaman
kelompok serofit, epipit, dan mesofit.
Media yang porus dan yang kedap
Mendeskripsikan penger-tian perbanyakan tana-man dengan menyetek
Apa yang harus disiap-kan dalam kegiatan me-nyetek, bilamana menye-tek itu dilakukan. Persya-ratan alat dan bahan menyetek, bagaimana menyiapkan alat dan bahan yg diperlukan Spesifikasi gunting stek
dan kegunaannya Spesifikasi pisau
okulasi dan kegunaannya Mendiskripsikan
penyetek-an Mengidentifikasi
kebutuh-an alat dan bahan
Membedakan ketajaman pisau okulasi dan gunting stek. Meramu media semai
untuk kelompok tanaman serofit, epipit, dan mesofit.
Mengidentifikasi kesubur-an media tanam Melakukan sanitasi
lahan, ruang, dan alat. Menggunakan
keselamat-an kerja
Prinsip-prinsip perbanyakan tanaman dengan cara stek dideskripsikan melalui apa yg harus disiapkan, siapa yg harus menyiapkan, kapan disiapkan, mengapa harus bahan-bahan dan alat itu yang disiapkan, bagaimana menyiapkannya.
Kebutuhan peralatan dan bahan kegiatan
memperbanyak tanaman dengan stek diidentifikasi berdasarkan tahapan kegiatan proses penye-tekan, dan metode yang digunakan.
Tertulis Pelaporan
2 4
(8)
- Modul
Buku pustaka
KOMPETENSI DASAR MATERI PEMBELAJARAN PEMBELAJARANKEGIATAN INDIKATOR PENILAIAN ALOKASI WAKTU BELAJARSUMBER
TM PS PI
Pembersihan terhadap jenis kontaminan (sampah sisa tanaman, air yang menggenang, tanaman inang, tanaman tua yang sejenis)
Keselamatan pekerja, keselamatan alat/ lingkungan kerja
Kriteria guntung & pisau okulasi yg tajam & bersih Pengaruh kebersihan
dan ketajaman pisau dan gun-ting terhadap keberhasil-an perbanyakan tanaman Persyaratan media
tum-buh untuk kelompok sero-fit, epipit, dan mesofit. Kriteria media yang porus dan yang kedap Persyaratan media
tum-buh (kesuburan, tingkat aerasi, kemampuan
me- Peralatan / Pisau okulasi, gunting stek dipilih berda-sarkan ketajaman, dan kebersihannya.
Media setek disiapkan berdasarkan tingkat poro-sitas dan daya tahan me-nyimpan air.
Media tanam dipilih dgn mempertimbangkan kom-posisi bahan media (kesu-buran, tingkat aerasi, kemampuan mengikat air) Tempat kerja
PEMBELAJARAN TM PS PI BELAJAR
Tindakan pencegahan ke-celakaan kerja di lahan pembibitan
kecelakaan dilakukan sesuai dgn prosedur baku yang ditetapkan dalam keselamatan kerja 2. Menyiapkan bahan setek Bentuk dan ukuran
poto-ngan
Bahan stek akar, batang, daun.
Jenis hormon, konsentra-si, dosis, dan persyaratan lingkungan
Hormon perakaran Karakteristik tanaman
Teliti Taat azas Efisien
Persyaratan pohon induk
Kriteria stek yang baik Cara pemotongan dan
ukuran stek pada setiap jenis stek
Pengaruh kesegaran stek terhadap keberhasilan perbanyakan tanaman Membedakan bahan
stek yg baik dan yg tidak bait.
Bahan stek sebagai alat perbanyakan (akar, daun, cabang/ranting, umbi, bonggol, bunga dll).dipilih dgn memperhatikan kua-litas pohon induk (pro-duktifitasnya tinggi, tahan hama & penyakit, respon terhadap pemupukan,
Tertulis Praktik
4 4
(8)
- Modul
Bahan praktik