DAFTAR ISI
Kata Pengantar ……….. I Daftar Isi ……….………. II
Bab. I Pendahuluan ………..………. 1
1.1. Latar Belakang ……….……….…………. 1
1.2. Landasan Hukum……….……… 2
1.3. Maksud dan Tujuan ……….……….…………. 5
1.4. Sistematika Penulisan ……….……….…………. 5
Bab. II Gambaran Pelayanan ……….. 7
2.1. Kedudukan, Susunan Organisasi serta Tata Kerja Dinas Lingkungan Hidup Dan Kebersihan ……….. 7
2.1.1. Tugas dan Fungsi Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan ………. 7
2.1.2. Struktur Organisasi ………. 8
2.2. Sumber Daya ……….. 9
2.2.1. Sumber Daya Manusia ………... 9
2.2.2. Sarana dan Prasarana ……….. 10
2.3. Kinerja Pelayanan ……….. 12
2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan ……….. 13
Bab. III Isu-Isu Strategis ……….. 15
3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tupoksi DLHK ……….. 15
3.2. Telaahan Visi, Misi dan Program Walikota dan Wakil Walikota Terpilih ……… 16
3.3. Telaahan Renstra Kementrian/Lembaga dan Rentra Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat ……… 24
3.4. Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kondisi Lingkungan Hidup Strategis ……… 25
3.5. Penentuan Isu-Isu Strategis ………... 37
Bab. IV Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, Strategi dan Kebijakan ………....…… 38
4.1. Visi ………... 38
4.2. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan ………. 41
4.3. Strategi dan Kebijakan ………. 42
Bab. V Rencana Program dan Kegiatan ……… 44
Bab. VI Indikator Kinerja ………...………. 48
Bab. VII Penutup ………...………... 50
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Depok Nomor 10 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan menyelenggarakan Urusan Pemerintahan Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sebagai konsekuensi dari perubahan nomenklatur yang merupakan penggabungan dari Badan Lingkungan Hidup dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan maka perlu dilakukan revisi terhadap Rencana Strategis dari masing-masing Perangkat Daerah tersebut menjadi satu dokumen Rencana Strategis Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok Tahun 2016-2021.
Rencana Strategis (Renstra) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan adalah dokumen perencanaan Perangkat Daerah untuk periode 5 (lima) Tahun yang memuat tujuan, sasaran , strategi dan kebijakan serta program dan kegiatan indikatif sesuai tugas pokok dan fungsinya. Rencana Strategis merupakan instrument untuk merumuskan dan mencapai tujuan organisasi serta menggambarkan bagaimana cara mencapai tujuan yang ingin dicapai pada periode rencana jangka menengah, sekaligus untuk memenuhi aspek akuntabilitas suatu institusi pemerintah kepada para pihak yang berkepentingan. Rencana Strategis ini dirumuskan dalam kerangka pandangan yang strategis, antisipatif dan akomodif terhadap tuntutan kebutuhan masyarakat dan daerah serta perubahan-perubahan lingkungan eksternal dan internal.
Fungsi Rencana Strategis sebagai dokumen acuan untuk memudahkan melakukan kontrol terhadap semua aktifitas baik yang sedang maupun yang akan datang, sebagai dokumen untuk mengukur outcome (hasil) yang harus dicapai, dijadikan sebagai sarana untuk meminimalisir resiko dan mengoptimalkan hasil yang akan dicapai dan sebagai alat untuk mengukur kemajuan pelaksanaan tugas. Rencana Strategis dapat juga berfungsi sebagai alat atau media untuk berkoordinasi dengan pihak lain, selain itu juga untuk mempermudah pencapaian target, strategi dan penggunaan sumber daya yang ada.
2
Proses penyusunan Rencana Strategis dengan mengacu pada ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. Secara ringkas proses penyusunan rencana strategis yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan adalah dengan mengidentifikasi dan mengeksplorasi kebijakan, tujuan dan sasaran yang menjadi isu strategis dan agenda nasional, provinsi dan daerah sebagaimana telah tertuang dalam dokumen perencanaan yang ada dimasing-masing lingkup/tingkat.
Rencana Strategis perangkat daerah dirumuskan dalam rangka mewujudkan pencapaian tujuan dan sasaran sebagaimana ditetapkan dalam dokumen RPJMD Kota Depok. Sehingga tujuan, strategi dan kebijakan serta program dan kegiatan sebagaimana tertuang dalam Renstra Perangkat Daerah harus selaras dengan strategi pembangunan daerah, kebijakan umum dan program dalam rencana kerja indikatif pada RPJMD. Oleh sebab itu prinsip yang mendasari penyusunan perencanaan pembangunan Lingkungan Hidup dan Kebersihan yang dituangkan dalam Rencana Strategis Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok Tahun 2016-2021 ini adalah sebagai rencana operasional untuk pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD Kota Depok Tahun 2016 – 2021 di bidang lingkungan hidup dan kehutanan yang selaras dengan isu dan permasalahan nasional di bidang lingkungan hidup sebagaimana tergambar dalam Renstra Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tahun 2015 -2019
Penyusunan Rencana Strategis ini dilaksanakan demi menjaga keberlanjutan dan konsistensi program pembangunan terhadap fokus sasaran yang akan dicapai dalam periode tersebut dengan indikator keberhasilan yang terukur dan dapat diverifikasi, sehingga dapat menjadi acuan bagi pelaksanaan pengendalian dan evaluasi sebagai umpan balik bagi perbaikan perencanaan dari waktu ke waktu.
1.2 Landasan Hukum
Penyusunan Rencana Strategis sebagai bagian dari Sistem Manajemen Pembangunan tidak terlepas dari landasan/acuan hukum yang
3
berlaku baik berupa Undang-undang, Perpres maupun peraturan pemerintah yang terkait. Sistem manajemen pembangunan, termasuk di dalamnya perencanaan, dikelola berdasarkan peraturan-peraturan sebagai berikut : 1. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1999 tentang Pembentukan
Kotamadya Daerah Tingkat II Depok dan Kotamadya Daerah Tingkat II Cilegon (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3828);
2. Undang-Undang Nomor 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bebas dan Bersih dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3851);
3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286).
4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421).
5. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244;
6. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah beberpa kali diubah, terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua atas Peratutran Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.
7. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, Dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah
8. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.1 Tahun 2014 Tentang Standar Pelayanan Minimum Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
4
9. Peraturan Daerah Kota Depok Nomor 01 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Depok Tahun 2006 -2025;
10. Peraturan Daerah No.1 Tahun 2015 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Tahun 2012-2032
11. Peraturan Daerah Kota Depok Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Depok (Lembaran Daerah Kota Depok Tahun 2016 Nomor 10).
12. Peraturan Daerah Nomor 21 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kota Depok Nomor 7 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Depok Tahun 2016 – 2021.
13. Peraturan Walikota Kota Depok No 71 Tahun 2016 tentang Rincian Tugas, Fungsi, dan Tata Kerja Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan;
14. Peraturan Walikota Kota Depok No 97 Tahun 2016 tentang Unit Pelaksana Teknis Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan;
15. Peraturan Walikota Kota Depok No 98 Tahun 2016 tentang Unit Pelaksana Teknis Taman Pemakaman Umum pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan;
16. Peraturan Walikota Kota Depok No 99 Tahun 2016 tentang Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan.
1.3 Maksud dan Tujuan
Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) dimaksudkan untuk :
1. Menyediakan dokumen perencanaan untuk 5 (lima) tahun ke depan yang selanjutnya akan menjadi pedoman dalam menyusun Rencana Kerja (Renja) dan Rencana Kinerja Tahunan (RKT).
2. Menyediakan pedoman dan landasan dalam menjalankan Tugas Pokok dan Fungsi secara terfokus.
5
3. Menyediakan instrumen yang dapat digunakan oleh pimpinan untuk mengarahkan personil/pegawai dan mengalokasikan sumber daya secara optimal dalam pencapaian tujuan organisasi.
4. Menyediakan instrumen awal untuk pengukuran pencapaian kinerja yang akan digunakan oleh pemangku kepentingan dalam rangka menilai kinerja organisasi.
Adapun tujuannya adalah untuk :
1. Menciptakan keterpaduan langkah bagi seluruh unit kerja yang ada dalam melaksanakan tugas serta kegiatan yang telah disepakati.
2. Meningkatkan efektivitas tercapainya tujuan dan sasaran organisasi melalui kesungguhan dalam mencapai target kinerja yang telah ditetapkan.
1.4 Sistematika Penulisan
Rencana Strategis Dinas Lingkungan HIdup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok Tahun 2016-2021, disusun dalam sistematika sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini menguraikan tentang latar belakang, tujuan, landasan hukum, dan sistematika.
BAB II GAMBARAN PELAYANAN
Bab ini menggambarkan tentang struktur organisasi, tugas pokok dan fungsi serta kondisi Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok
BAB III ISU-ISU STRATEGIS
Berisi isu-isu strategis yang akan dihadapi, berdasarkan evaluasi, analisis dan prediksi terhadap pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan dalam periode Tahun 2016-2021.
6
BAB IV VISI,MISI TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGIS DAN KEBIJAKAN
Menjelaskan tentang rumusan pernyataan Visi,Misi dan Program Kepala daerah dan wakil Kepala daerah terpilih. Selain itu disajikan rumusan pernyataan tujuan dan sasaran serta strategi dan kebijakan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan dalam lima tahun mendatang.
BAB V RENCANA PROGRAM,KEGIATAN
Bagian ini mengemukakan Rencana Program dan Kegiatan,Indikator Kinerja dan pendanaan indikatif yang ditampilkan dalam bentuk narasi dan tabel.
BAB VI INDIKATOR KINERJA
Bab ini menyajikan indikator kinerja Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan yang secara langsung menunjukkan kinerja yang akan dicapai dalam lima tahun mendatang sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian visi dan misi Kota Depok.
BAB VII PENUTUP
Berisi langkah-langkah yang akan dilaksanakan dalam mengimplementasikan Renstra Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Tahun 2016-2021
7
BAB II
GAMBARAN PELAYANAN
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, Pemerintah Kota menetapkan Peraturan Daerah Kota Depok Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah dan ditetapkan Peraturan Walikota Nomor 71 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi serta Tata Kerja Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan.
2.1 Kedudukan,Susunan Organisasi serta Tata Kerja Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan
2.1.1.Tugas dan Fungsi Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) merupakan unsur pelaksana yang mempunyai tugas membantu Walikota dalam melaksanakan urusan pemerintahan dan tugas pembantuan bidang lingkungan hidup dan kehutanan.
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Depok Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah. Sedangkan Kedudukan,Susunan Organisasi serta Tata Kerja Perangkat Daerah ditetapkan dalam Peraturan Walikota No 71 Tahun 2016.
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan dalam melaksanakan tugas menyelenggarakan fungsi Dinas :
a. Perumusan kebijakan teknis bidang lingkungan hidup dan kehutanan b. Pelaksanaan kebijakan teknis bidang lingkungan hidup dan kehutanan c. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan sesuai dengan lingkup tugasnya d. Pelaksanaan administrasi dinas
e. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh walikota terkait dengan tugas dan fungsinya
8
2.1.2. Struktur Organisasi
Berdasarkan Peraturan Daerah No. 10 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan dipimpin oleh Kepala Dinas, membawahi Sekretariat, Empat Bidang,3 UPT dengan susunan organisasi sebagai berikut :
Gambar 2.1. Struktur Organisasi Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok
9
2.2 Sumber Daya
2.2.1 Sumber Daya Manusia
Jumlah pegawai pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok saat ini adalah sebanyak 84 orang, terdiri dari 46 laki-laki dan 38perempuan.Secara rinci profil pegawai dapat dilihat pada tabel-tabel berikut.
Tabel 2.1. Pegawai Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan berdasarkan Pangkat/Golongan
No. Golongan Jumlah (orang) %
1 IV/d 1 1.20
2 IV/b 2 2.38
3 IV/a 7 8.33
4 III/d 14 16.66
5 III/c 7 8.33
6 III/b 19 22.62
7 III/a 11 13.10
8 II/d 7 8.33
9 II/c 5 5.95
10 II/b 1 1.20
11 II/a 6 7.14
12 I/d - -
13 I/c 2 2.38
14 I/b - -
15 I/a 2 2.38
Jumlah 84 100 %
Tabel 2.2. Pegawai Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Berdasarkan Pendidikan Formal Terakhir
No. Pendidikan Terakhir Jumlah
(orang)
%
1 Pasca Sarjana 13 15.48
2 Sarjana 33 39.28
3 D3 13 15.48
4 SLTA 21 25.00
5 SLTP 2 2.38
6 SD 2 2.38
Jumlah 84 100 %
10
Tabel 2.3. Pegawai Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Berdasarkan Pendidikan Penjenjangan
No. Pendidikan Penjenjangan Jumlah (orang)
1 Diklatpim Tk. IV 17
2 Diklatpim Tk. III 5
3 Diklatpim Tk II 1
Jumlah 23
2.2.2 Sarana dan Prasarana
Ketersediaan sarana dan prasarana bagi pelaksanaan tugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan saat ini adalah sebagai berikut :
Tabel 2.5. Ketersediaan sarana prasarana Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok tahun sampai dengan Tahun 2017 semester 1
NO SARANA PRASARANA JUMLAH SATUAN KONDISI
1 Bangunan Gedung Kantor 13 Bidang Baik
2 Kendaraan Roda 4 31 unit 6 kurang baik
3 Kendaraan Roda 2 40 unit Baik
4 Meja Kerja Pejabat / staf 2/111 unit 21 Kurang Baik, 90 Baik
5 Meja rapat 17 unit Baik
6 Meja Rapat Bundar - unit Baik
7 Sofa + Meja 8 buah Baik
8 Kursi Rapat 66 buah
9 Kursi tamu 28 buah Baik
10 Kursi Lipat 23 buah Baik
11 Kursi Kerja 309 buah 9 Kurang Baik,
300 Baik
12 Lemari Kecil staf -
13 Komputer 60 unit 8 Kurang Baik,
52 Baik
14 Note Book 52 unit Baik
15 Printer 78 unit Baik
16 UPS 6 unit Baik
17 Infokus 11 unit Baik
18 Layar / Screen 6 unit Rusak berat
19
Mesin Tik Manual, Mesin Tik
Elektrik 1, 6 unit 1 Rusak, 6 Baik
20 Kamera Digital 35 unit Baik
21 Filling Cabinet 41 unit 19 Kurang
11 Baik, 22 Baik
22 Lemari Sorong Besi 9 unit 2 Kurang Baik,
7 Baik
23 Lemari Besar Buku -
24 Telepon 1 unit Baik
25 Faksimil 4 unit Baik
26 Televisi 7 unit Baik
27 Brankas 16 unit 6 Kurang Baik,
10 Baik
28 Meja Security 1 Unit Baik
29 Lemari Arsip Pejabat 47 unit Baik
30 papan Tulis / Whiteboard 13 unit 2 Kurang Baik, 11 Baik
31 Tangga Besi 5 Buah Baik
Tabel 2.6 Ketersediaan alat dan Kendaraan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan sampai dengan Tahun 2017 semester satu sebagai berikut :
NO SARANA PRASARANA JUMLAH SATUAN KONDISI
1 Mobil Dinas 3 unit Baik
2 Dump Truck 15 unit Baik: 78, KB: 3
3 Armroll 1 unit Baik
4 Container 4 unit Baik
5 Bak Container 24 unit Baik
6 Pick Up 19 unit Baik
7 Mobil Tanki Siram 3 unit Baik
8 Truck Attachment
72 unit 67 Baik, 5
Kurang Baik
9 Mobil Jenazah 1 unit Baik
10 Kendaraan roda 2 (motor) 40 unit Baik
11 Gerobak Motor 125 unit Baik
12 Gerobak sampah 919 unit Baik
13 Buldozer 4 unit Baik
14 Excavator 4 unit Baik
15 Wheel Loader +Attachmen 4 uinit Baik
16 Skid Steer Loader 1 unit Baik
17 Belt Conveyer 20 unit Baik
12
2.3 Kinerja Pelayanan
Dalam rangka penyusunan strategi dan program yang lebih baik ke depan, diperlukan evaluasi terhadap kinerja pelayanan sebelumnya yaitu dengan menilai capaian kinerja Renstra Dinas Kebersihan dan Pertamanan 2011-2016 dan Renstra Badan Lingkungan Hidup 2011-2016.Berdasarkan tabel 2.7, terlihat bahwa semua target kinerja Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan berdasarkan indikator dalam RPJMD, yaitu meliputi Level kualitas air, Level kualitas udara, Persentase pengurangan sampah dan Persentase penanganan sampah.
Adapun kinerja dalam bidang keuangan (anggaran), berdasarkan tabel 2.8 hanya meliputi kinerja belanja. Dapat dilihat bahwa belanja dapat diserap dengan baik , dengan rata-rata pertumbuhan :
a. Anggaran BLH sebesar : Rp. 6.581.646.436 b. Realisasi anggaran sebesar : 91.19 %
c. Anggaran DKP sebesar : Rp.103.460.412.523 d. Realisasi anggaran sebesar : 80.09 %
Capaian kinerja anggaran di atas perlu terus dipertahankan dan diperbaiki sehingga lebih optimal lagi. Rata-rata pertumbuhan anggaran dan realisasi anggaran akan digunakan dalam memperkirakan kebutuhan anggaran pada 5 tahun ke depan.
2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan
Untuk meningkatkan peran Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok dalam menjalankan fungsi-fungsinya perlu disusun strategi sesuai dengan Visi Misi serta RPJMD Kota Depok Tahun 2016-2021, serta berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri No.54 Tahun 2010, dengan memperhatikan faktor-faktor pendorong yang merupakan potensi/kekuatan dan kesempatan serta faktor-faktor penghambat yang merupakan kelemahan dan ancaman dalam pencapaian Visi dan Misi Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok.
Berdasarkan kondisi yang ada saat ini, terdapat beberapa tantangan dalam pengembangan pelayanan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, diantaranya:
13
1. Perkembangan penduduk dan perkembangan permukiman di Kota Depok 2. Jumlah penduduk yang semakin meningkat memicu peningkatan pencemaran
dari sumber domestik dan emisi kendaraan bermotor.
3. Laju kerusakan dan pencemaran lingkungan yang terjadi tidak sebanding dengan usaha pencegahan, pemulihan dan pengelolaan lingkungan hidup yang telah dilakukan.
4. Kurangnya kesadaran masyarakat akan kewajibannya untuk menjaga dan melestarikan fungsi lingkungan hidup.
5. Adanya peningkatan beban pencemaran dari industri dan usaha lain baik yang berskala besar, menengah dan kecil.
6. Masih adanya perusahaan yang tidak memiliki dokumen lingkungan.
7. Adanya pola pemikiran dari sebagian masyarakat baik dari kalangan industri/pelaku usaha maupun masyarakat umum untuk menghalalkan cara serta mengabaikan aturan pengelolaan lingkungan hidup karena motif keuntungan ekonomi yang lebih besar.
8. Pengurangan volume sampah yang harus dibuang di TPA
9. Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap peran serta dalam pengelolaan sampah berbasis 3R
10. Meningkatkan penataan taman dan RTH yang dapat mendorong tercapainya penyediaan kawasan Taman Kotasebagai Ruang Publik
Peluang Pelayanan
Peluang yang diperkirakan dapat dimanfaatkan DLHK dalamrangka pengembangan pelayanan DLHK antara lain, yaitu:
1. Adanya Undang-undang 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
2. Adanya motivasi dan dukungan dari Pemimpin Daerah, pengelola dan pemerhati Lingkungan Hidup dari Perguruan Tinggi serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam pelaksanaan program pembangunan berkelanjutan yang mengedepankan aspek penyelamatan fungsi dan peningkatan kualitas lingkungan hidup.
3. Tersedianya instrument yang dapat meningkatkan kinerja lingkungan oleh pelaku usaha dan masyarakat ( Adipura, Adiwiyata, Kampung Proklim, SLHD).
14
4. Adanya tuntutan global terhadap pelaku usaha untuk menerapkan teknologi ramah lingkungan.
5. Adanya kebutuhan kerjasama lintas dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
6. Kerjasama dengan pihak swasta dalam peningkatan teknologi pengelolaan persampahan
7. Adanya program-program dan kegiatan Pemerintah Pusat yang dilaksanakan di daerah dalam rangka percepatan pembangunan infrastruktur penyehatan lingkungan permukiman, seperti pembangunan fasilitas 3R dan bank sampah 8. Masih adanya Ruang Terbuka Hijau berupa tanah fasos dan fasum yang
belum dimanfaatkan untuk taman kota, taman kelurahan dan TPU.
TABEL 2.7.
PENCAPAIAN KINERJA BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA DEPOK URUSAN : LINGKUNGAN HIDUP
OPD : BADAN LINGKUNGAN HIDUP
NO PROGRAM
TAHUN
2011 2012 2013 2014 2015
TARGET CAPAIAN TARGET CAPAIAN TARGET CAPAIAN TARGET CAPAIAN TARGET CAPAIAN
1 Konservasi dan Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup Luas Hutan/Lahan kritis yang
direhabilitasi
0 % 18,58 % 24,8 % 6,3 % 31,1 % 29,09 % 37,4 % 31,65 % 43,7 % 37,32 %
2 Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Cakupan Pengawasan Terhadap
Pelaksanaan AMDAL
- - 55,03 % 58,03 % 58,3 % 63,7 % 100 % 69,1 % 82,41 % 74,5 % 83%
Penegakan Hukum Lingkungan - - 88,8 % 100 % 43 % 100 % 63,64 % 100 % 100 % 100 % 100 %
Jumlah Kasus Pencemaran yang Teridentifikasi
10 kasus 9 kasus 9 kasus 7 kasus 8 kasus 11 kasus 7 kasus 14 kasus 6 kasus 29 kasus
3 Pengembangan Sistem Pelayanan dan Pengaduan Berbasis Teknologi Informasi
Tersedianya SIM yang Efektif 40 % - % 60 % 60 % 70 % 0 % 80 % 80 %
( 1 Webiste)
90 % 80%
4 Peningkatan Sumber Daya Aparatur Jumlah Aparatur yang mengikuti pelatihan teknis/fungsional
1 orang - orang 1 orang 6 orang 2 orang 2 orang 2 orang 5 orang 2 orang 8 orang
5 Pelayanan Administrasi Perkantoran Tersedianya pendukung
administrasi perkantoran
100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 %
6 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
Tersedianya sarpras aparatur 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 7 Peningkatan Capaian Kinerja dan keuangan
Tersusunnya laporan Keuangan per Semester
2 dok 2 dok 2 dok 2 dok 2 dok 2 dok 2 dok 2 dok 2 dok 2dok
Tersusunnya LAKIP OPD 1 dok 1 dok 1 dok 1 dok 1 dok 1 dok 1 dok 1 dok 1 dok 1 dok
Tersusunnya Laporan RFK per Bulan
12 dok 12 dok 12 dok 12 dok 12 dok 12 dok 12 dok 12 dok 12 dok 12 dok
Tersusunnya laporan
Pengendalian Pelaksanaan Renja OPD per Triwulan
4 dok 4 dok 4 dok 4 dok 4 dok 4 dok 4 dok 4 dok 4 dok 4 dok
8 Peningkatan Kualitas Data dan Perencanaan
Tersusunnya data Sector/Urusan 1 dok - - 1 dok - - 1 dok 2 dok 1 dok 21 dok 1 dok 12 dok
Tersusunnya Renstra OPD 1 Renstra 2011 - 2016
1 Renstra 2011 - 2016
- - - - - - 1 Revisi
Renstra 2011 – 2016
- - - - - - 1 Draft
Renstra 2016-2021 Tersusunnya Renja OPD 1 Renja 2012 1 Renja
2012
1 Renja 2013
1 Renja 2013
1 Renja 2014 1 Renja 2014 1 Renja 2015 1 Renja 2015
1 Renja 2016
1 Renja 2016 9 Penataan dan Pengembangan Produk Hukum
Tersusunnya/Terevisinya regulasi - - - - - - 2 Perwa - - 1 draf
Perda
- - 1 Perda RPPLH dan
3 draft Perwal 10 Standarisasi Pelayanan Publik
Tersusunnya SOP/ISO - - 1 dokumen
SPM
- - 1 dokumen SPM
- - 1 dokumen SPM
- - 1 dokumen ISO Proses Dokumen Lingkungan
1 SPM 1 SPM
Tabel 2.8.
Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan Badan Lingkungan Hidup Kota Depok 2011 - 2015
Uraian
Anggaran pada Tahun Realisasi Anggaran pada Tahun - Persentase Realisasi Anggaran pada Tahun - 2011
(Rp)
2012 (Rp)
2013 (Rp)
2014 (Rp)
2015 (Rp)
2011 (Rp)
2012 (Rp)
2013 (Rp)
2014 (Rp)
2015 (Rp)
2011 2012 2013 2014 2015
Belanja
Langsung 5.772.705.500 7.727.820.700 9.606.807.800
10.150.649.300 12.895.991.960 5.325.367.621 7.186.570.527 8.787.093.327 9.056.701.379 11.609.200.700 92.25% 93.00% 91,47% 89.22% 90,02%
Belanja Tidak Langsung
1.724.361.970,38 2.315.397.617 2.538.975.527 2.812.136.719 3.379.229.831 1.584.456.250 1.953.543.914 2.431.143.344 2.482.364.680 3.027.743.019 91.89% 84.37% 95.75% 88.27% 89,60%
JUMLAH 7.497.067.470,38
10.043.218.317 12.145.783.327 12.962.786.019 16.275.221.791 6.909.823.871 9.140.114.441
11.218.236.671 11.539.066.059 14.636.943.719 92.23% 91.00% 92.36% 89.02% 89,93%
Tabel 2.7 Pencapaian Kinerja Pelayanan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Depok Tahun 2011-2015
No Indikator Kinerja
Target Realisasi Rasio
2011 2012 2013 2014 2015 2011 2012 2013 2014 2015 2011 2012 2013 2014 2015
1 IKM Persampahan 73.86 75 77 79 80 73.86 75.22 74.81 80.5 79.11 1 1 0.97 1.02 0.99
2 Jumlah UPS efektif (Unit) 22
32 UPS dari 42
UPS terbangun
49 UPS 53 57 19 21 23 27 32 0.86 0.66 0.43 0.51 0.56
3 Partisipasi Masyarakat dalam
memilah Persampahan (RT) 330 330 330 330 330 330 550 2440 850 2500 1 1.67 7.39 2.58 7.58
4 Terwujudnya TPA sebagai TPST
(%) 25 25 50 50 50 26.67 27.80 30.40 40.58 42.62 1.07 1.11 0.61 0.81 0.85
5 Cakupan layanan Air Limbah (%) 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 1 1 1 1 1
6 Kapasitas Layanan TPU (%) 70 80 80 80 80 70 59 80.27 41.80 40.475 1 0.74 1 0.52 0.51
7 Jumlah Taman Terbangun 3 3 3 3 3 2 6 8 22 29 0.67 2 2.67 7.33 9.6
8 Tertatanya Taman/Dekorasi
Margonda (segmen) 2 1 - - - 1 - 1 1 3 0.50 0 1 1 -
Tabel 2.8 Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Depok
Uraian
Realisasi Capaian Tahun* : Rata2 pertumbuhan
2011 2012 2013 2014 2015
Pendapatan
Target 2.916.599.000 3.048.402.000 3.469.200.000 3.644.400.000 1.359.220.000 2.887.704.200
Realisasi 2.697.463.500 2.975.263.500 2.919.810.000 3.648.052.000 1.433.599.600
2.734.837.720
BelanjaTak Langsung
Target 3.031.548.467,55 4.724.485.296 4.436.453.597 4.593.207.087 5.316.291.868 4.420.397.263
Realisasi 2.799.494.598 3.486.391.516 3.930.747.654 4.158.490.385 4.840.799.673 3.843.184.765
BelanjaLan gsung
Target
73.943.643.322 62.148.813.315 91.418.695.845 135.131.905.230 154.659.004.905 103.460.412.523
Realisasi 64.016.508.171 51.295.964.144 75.291.880.283 99.316.041.144 124.387.231.308 82.861.525.010
Total 149.405.257.058,55 127.679.319.771 181.466.787.379 250.492.095.846 291.996.147.354 200.207.921.481
Target 79.891.790.790 69.921.700.611 99.324.349.442 143.369.512.317 161.334.516.773 110.768.373.986
Realisasi 69.513.466.269 57.757.619.160 82.142.437.937 107.122.583.529 130.661.630.581 76.553.913.093
Rasio Tempat Pembuangan Sampah terhadap Jumlah Penduduk Tahun 2011 s.d 2015 Kota Depok
No Uraian 2011 2012 2013 2014 2015
1 Jumlah TPS 185 188 189 189 183
2 Jumlah Daya Tampung TPS 3873 m3 3973 m3 3975 m3 3975 m3 3876 m3
3 Jumlah Penduduk 1.813.613 1.898.567 1.962.160 2.033.508 2.073.462
4 Rasio Daya Tampung TPS thd Jumlah
Penduduk 2,13 2,09 2,02 1,95 1,86
Tabel 2.7 Pencapaian Kinerja Pelayanan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Depok Tahun 2011-2015
No Indikator Kinerja Target SPM
Target IKK
Target Realisasi Rasio
2011 2012 2013 2014 2015 2011 2012 2013 2014 2015 2011 2012 2013 2014 201
5
1 IKM Persampahan 73.86 75 77 79 80 73.86 75.22 74.81 80.5 79.11 1 1 0.97 1.02 0.99
2 Jumlah UPS efektif (Unit) 22
32 UPS
dari 42 UPS terba ngun
49
UPS 53 57 19 21 23 27 32 0.86 0.66 0.43 0.51 0.56
3
Partisipasi Masyarakat dalam memilah Persampahan (RT)
330 330 330 330 330 330 550 2440 850 2500 1 1.67 7.39 2.58 7.58
4 Terwujudnya TPA sebagai
TPST (%) 25 25 50 50 50 26.67 27.80 30.40 40.58 45.83 1.07 1.11 0.61 0.81 0.85
5 Cakupan layanan Air
Limbah (%) 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 1 1 1 1 1
6 Kapasitas Layanan TPU
(%) 70 80 80 80 80 70 59 80.27 41.80 40.47
5 1 0.74 1 0.52 0.51
7 Jumlah Taman Terbangun 3 3 3 3 3 2 6 8 22 29 0.67 2 2.67 7.33 9.6
8
Tertatanya Taman/Dekorasi Margonda (segmen)
2 1 - - - 1 - 1 1 3 0.50 0 1 1 -
9
Tersedianya system air limbah setempat yang memadai
60%
- - -
- -
10
Tersedianya fasilitas pengurangan sampah di perkotaan
20% 33.42% 30.98% 25.79% 8.24% 9.7%
11
Tersedianya system penanganan sampah di perkotaan
70% 38.83% 40.12% 45.94% 40.80% 63.7%
12
Tersedianya luasan RTH public sebesar 20% dari luas wilayah kota/kawasan perkotaan
25% 26.98% 26.98% 27.23% 27.27 % 37.3%
SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP DAN KEBERSIHAN
KEPALA DINAS
KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL
SEKRETARIS
SUB BAG UMUM SUB BAG PERENCANAAN,
EVALUASI DAN PELAPORAN SUB BAG KEUANGAN
BIDANG TATA LINGKUNGAN DAN
KONSERVASI
BIDANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN PENATAAN
LINGKUNGAN
SEKSI PENGENDALIAN PENCEMARAN
SEKSI KONSERVASI DAN PEMELIHARAAN TAMAN
SEKSI PEMBANGUNAN TAMAN
SEKSI PENATAAN LINGKUNGAN
BIDANG KEBERSIHAN DAN KEMITRAAN
BIDANG SARAN DAN PRASARANA
SEKSI PENGURANGAN SAMPAH DAN KEMITRAAN LINGKUNGAN
SEKSI PENGANGKUTAN SAMPAH
SEKSI PENGOLAHAN SAMPAH
SEKSI PENGADAAN SARANA DAN PRASARANA
SEKSI PEMELIHARAAN SARANA DAN PRASARANA
UPTD
UPT LABORATORIUM LINGKUNGAN
UPT TEMPAT PEMAKAMAN UMUM
UPT TEMPAT PEMROSESAN AKHIR
SEKSI TATA KELOLA LINGKUNGAN
15
BAB III
ISU-ISU STRATEGIS
3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tupoksi DLHK
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan melakukan program yang berkaitan dengan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang diharapkan dapat menciptakan kenyamanan bagi masyarakat dan harus peka terhadap perubahan-perubahan lingkungan strategis yang terjadi baik lokal, regional maupun nasional. Hal ini dilakukan agar dapat tercapai optimalisasi, efisiensi dengan mengantisipasi serta meminimalisasi dampak negatif yang diakibatkan adanya pengelolaan yang tidak berwawasan lingkungan hidup. Untuk itu diperlukan identifikasi, baik internal maupun eksternal yang berkaitan dengan pengelolaan maupun pengembangan bidang lingkungan.
Persoalan yang muncul pada kawasan cepat tumbuhadalah seringkali mendorong semakin meningkatnya emisi karbon di kota yangdampaknya akan menganggu lingkungan melalui perubahan cuaca yang ekstrem. Oleh sebab itu mainstream pembangunan kota harus mengawal pertumbuhannya dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan dan menahan sebesar mungkin kegiatan-kegiatan pelepasan karbon hasil residu kegiatan ekonomi.
Pertumbuhan kota yang pesat juga membawa konsekuensi berupa meluasnya lahan-lahan yang digunakan untuk menampung pertumbuhan kota, sehingga memicu semakin terbatasnya ruang-ruang terbuka hijau, polusi udara, air dan pengelolaan lahan. Berkurangnya lahan pertanian untuk kegiatan sektor lain (khususnya perumahan), menyebabkan berkurangnya potensi RTH kota. Pertumbuhan kota yang diiringi penduduk yang besar juga berpotensi menimbulkan ketidaknyamananlingkungan hidup perkotaan. Padahal semakin berkembang dan maju suatu kota,Pemerintah Kota Depokseharusnya tingkat kenyamanan hidup di kota tersebut semakin meningkat. Kondisiinilah yang harus menjadi identitas Kota Depok di masa depan, menjadi kota yangberkembang & maju diiringi tingkat livability yang tinggi.
16
Tantangan paling konkret dalam aspek lingkungan hidup di Kota Depok adalah potensipencemaran yang disebabkan oleh sampah dan limbah baik oleh masyarakat maupunindustri. Tempat yang menjadi sasaran pencemaran adalah sungai, saluran, situ danlahan kosong di masyarakat. Berdasarkan pengukuran terhadap kualitas udara, jugamemberi sinyal awal perlunya perhatian terhadap optimalisasi program langit biru.Cakupan penanganan sampah Tahun 2016 mencapai 51,38%, hal ini masih belum memadai untuk menjamin kesehatan lingkungan akibat timbulan sampah yang tak terangkat atau terbuang di tempat tidak semestinya, disisi lain kondisi TPA Cipayung yang sudah over capacity.
Demikian halnya dengan pelayanan limbah cair, masih dirasakan belum memadai sehingga berpotensimencemari lingkungan. Perlu upaya lebih akseleratif dalam meningkatkan manajemensampah dan limbah ini khususnya dalam rangka mengejar standar pelayanan minimal
perkotaan.
Tantangan lainnya dalam bidang lingkungan hidup adalah peningkatan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan hidup, penegakan hukum lingkungan, danpeningkatan mitigasi bencana melalui penyediaan sarana dan prasarana hidran umum,pos damkar, dan pusat evakuasi bencana.
Dalam rangka mengoptimalkan fungsipengendalian lingkungan hidup, Kota juga harus segera memiliki sarana monitoringpolusi udara dan laboratorium penelitian lingkungan sebagaimana diamanatkan dalam Standar Pelayanan Perkotaan.
3.2 Telaahan Visi, Misi dan Program Walikota dan Wakil Walikota Terpilih Telaahan visi, misi dan program kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih bertujuan untuk memahami arah pembangunan yang akan dilaksanakan selama kepemimpinan kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih dan untuk mengidentifikasi faktor – faktor penghambat dan pendorong pelayanan OPD yang dapat mempengaruhi pencapaian visi dan misi kepala daerah dan wakil kepala daerah tersebut.
Mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2016 – 2021, Visi Pemerintah Kota Depok yaitu “Kota
17
Depok yang Unggul, Aman dan Religius”. Untuk mencapai visi tersebut telah dirumuskan Lima(5) misi sebagai berikut:
1. Meningkatkan kualitas pelayanan publik yang profesional dan transparan
2. Mengembangkan sumber daya manusia yang religius, kreatif dan berdaya saing
3. Mengembangkan ekonomi yang mandiri, kokoh dan berkeadilan berbasis industri kreatif
4. Membangun infrastruktur dan ruang publik yang merata
5. Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melaksanakan nilai – nilai agama dan menjaga kerukunan antar umat beragama serta meningkatkan kesadaran hidup berbangsa dan bernegara
Sejalan dengan visi dan misinya, telah diidentifikasi beberapa isu strategis kepala daerah yang akan melandasi program - program unggulan kepala daerah yang telah menjadi komitmen politis serta diintegrasikan dalam perencanaan teknokratisnya. Isu – isu strategsi tersebut yaitu :
1. Infrastruktur dasar;
2. Daya saing dan ketahanan ekonomi;
3. Kualitas lingkungan hidup;
4. Ekonomi Kreatif dan UMKM potensi lokal;
5. Tata Kota;
6. Ketahanan keluarga dan sosial kemasyarakatan;
7. Ketimpangan;
8. Kemiskinan dan pengangguran;
9. Kesehatan;
10. Kualitas Sumber Daya Manusia;
Adapun janji Walikota meliputi:
1. Program Depok peduli pendidikan;
2. Pelayanan Puskesmas Rawat Inap 24 Jam di Setiap Kecamatan dan pembangunan RSUD wilayah timur;
3. Pembangunan Taman Terpadu di setiap kelurahan;
4. Pembangunan pusat kreasi rakyat dan panggung budaya kreatif;
18
5. Revitalisasi pasar tradisional yang bersih dan nyaman dan penyediaan 1000 kios UMKM;
6. Pembangunan sentra Industri Kreatif 7. Peningkatan insentif RT,RW dan LPM
8. Peningkatan dana operasional bagi kader posyandu dan posbindu 9. Pemberian dana insentif bagi pembimbing rohani
10. Pembangunan alun-alun kota
Prioritas Pembangunan Tahun 2016-2021, yaitu :
1. Membangun Infrastruktur publik dan penataan Kota yang nyaman dan ramah;
2. Meningkatkan daya saing dan ketahanan ekonomi dengan meningkatkan sektor strategis domestik/lokal;
3. Meningkatkan kualitas lingkungan hidup;
4. Meningkatkan ketahanan keluarga dan sosial kemasyarakatan yang ramah dan religius;
5. Meningkatkan pemerataan pembangunan berbasis kewilayahan;
6. Meningkatkan derajat kesehatan Masyarakat;
7. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia yang kokoh dan mandiri
Selain prioritas pembangunan, terdapat program unggulan yang merupakan skala prioritas dalam rangka memcahkan permasalahan utama dalam lima tahun kedepan. Program Unggulan Tahun 2016-2021, yaitu :
1. Depok Kota Sehat;
2. Depok Kota Bersih;
3. Depok Kota Ramah Keluarga.
Dengan memperhatikan rangkaian visi hingga program unggulan kepala daerah di atas, serta dikaitkan dengan tugas pokok dan fungsi Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, dapat ditarik relevansinya sebagai berikut :
1. Secara umum, keberhasilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan dalam menjalankan tugas dan fungsinya akan berkonsekuensi terhadap kemampuannya dalam melaksanakan pengaturan dan
19
kebijakan serta pelaksanaan teknis pengawasan pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan.
2. Secara teknis, peran Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan harus mampu berkontribusi terhadap keberhasilan menjalankan misi 1 (satu) dan 4 (empat)
Relevansi hubungan antara visi, misi, program unggulan kepala daerah dan program - program operasional dalam RPJMD yang terkait dengan tugas pokok Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan serta identifikasi tentang faktor – faktor penghambat dan pendorong pelayanan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan digambarkan pada tabel berikut:
20
Tabel 3.2
Faktor Penghambat dan Pendorong Pelayanan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan terhadap Pencapaian Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
NO.
MISI DAN PROGRAM KDH DAN WAKIL KDH
TERPILIH
PERMASALAHAN PELAYANAN DINAS LINGKUNGAN HIDUP DAN
KEBERSIHAN
FAKTOR
USULAN KEGIATAN / LANGKAH /UPAYA
PENGHAMBAT PENDORONG
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1. MISI I : Meningkatkan kualitas pelayanan publik yang profesional dan transparan
1. Program Peningkatan Administrasi Perkantoran
Belum adanya Rencana kebutuhan barang unit
Kurang perhatiannya para pejabat terkait
Telah terdapat Perwal tentang standar satuan harga belanja daerah 2. Program Peningkatan
Sarana dan Prasarana Aparatur
Belum adanya ketentuan kapan suatu langkah pemeliharaan harus dilakukan
Tidak ada standar
pemeliharaan sarana dan prasarana
Telah terdapat Perwal tentang standar satuan harga belanja daerah
Penyusunan standar pemeliharaan sarpras
3. Program Peningkatan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan
Ketidaksesuaian pelaksanaan kegiatan dengan anggaran kas yang telah ditetapkan
1. Pengelola kegiatan tidak disiplin dalam
melaksanakan kegiatan 2. Penyusunan anggaran
kas tidak cermat
Telah tersedia aplikasi SIEP dan SIEVK
1. Menyusun Smart Planning
2. Melaksanakan monev kegiatan secara lebih intensif
Ukuran capaian kinerja belum dirumuskan secara kuantitatif
Belum dimanfaatkannya LAKIP untuk perbaikan perencanaan, perbaikan pelaksanaan progam dan kegiatan, dan peningkatan kinerja
Dokumen Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) DKP telah disusun sesuai peraturan yang berlaku dan selaras
Menyusun indikator capaian kinerja secara kuantitatif
21
dengan dokumen atasannya (RKPD dan RPJMD)
Pengalokasian anggaran kegiatan tidak pada nomenklatur program yang telah ditetapkan
Tidak disiplin dalam pelaksanaan proses perencanaan
Semua anggaran kegiatan harus dialokasikan sesuai dengan nomenklatur yang ada
Mengintensifkan proses penelitian dokumen perencanaan
4. Program Pembangunan dan Pengembangan Teknologi Informatika
Belum seluruh bidang memiliki layanan e- goverment (IT)
Kurangnya pemahaman dalam layanan e-goverment
Tuntutan masyarakat terhadap peningkatan pelayanan publik semakin tinggi
Pengembangan layanan e- govement di tiap bidang
5. Program Peningkatan Kualitas Perencanaan
1. Data dasar yang ada tidak akurat.
2. Data yang sudah ada tidak pernah di update sehingga perencanaan tidak berdasarkan data yang terkini
Kegiatan pendataan yang dilaksanakan hasilnya tidak memuaskan
1. Adanya target
2. Adanya tuntutan yang cukup tinggi dari masyarakat terhadap pelayanan
1. Pemutahiran data 2. Pengembangan
Integrasi data
6. Program Peningkatan Kualitas Sumber Daya Aparatur
Belum semua aparatur menguasai tugas dan fungsinya serta penguasaan terhadap teknologi informasi yang berkaitan tugas pokok dan fungsinya
Belum meratanya
kesempatan aparatur untuk mengikuti pelatihan
Telah dilaksanakannya berbagai bimbingan teknis untuk meningkatkan kualitas Sumber daya aparatur DLHK
Menyusun rencana
kebutuhan pelatihan , diklat teknis aparatur sesuai dengan tugas pokok dan fungsi
MISI IV : Membangun Infrastruktur dan Ruang Publik yang Merata 7. Program Pengendalian
Pencemaran dan
22
Pengrusakan Lingkungan Hidup
8. Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup 9. Program Pengelolaan
Persampahan dan Kebersihan
Masih rendahnya kesadaran masyarakat
dalammemeliharaan kebersihan lingkungan
1. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan kebersihan 2. Belum adanya revisi
Perda yang berkaitan dengan pelayanan kebersihan tingkat kota 3. Masih terbatasnya
sarana dan prasarana
1. Telah dilaksanakan sosialisasi untuk meningkatkan kebersihan 2. Telah diusulkan
kepada bagian pemerintahan dalam kebijakan kewenangan untuk kebersihan kot
1. Peningkatan jumlah SDM untuk pelayanan kebersihan kota
2. Sosialisasi penanganan sampah
3. Lomba kebersihan 4. Pemeliharaan sarana
kebersihan 10. Program Peningkatan
Pengelola TPA
Kurangnya peningkatan pengurangan sampah di sumber yang dapat mengurangi beban pemprosesan sampah di TPA
1. Kurangnya kesadaran penduduk untuk mengolah sampah sendiri
2. Ironisnya jumlah sampah yang terus menigkat tidak seimbang dengan ketersediaan lahan di pemrosesan di TPA 3. Kondisi lingkungan lokasi
TPACipayung berada dekat dengan
permukiman yang padat dan berdampingan dengan Sungai Pesanggrahan, menjadikan TPA Cipayung sangat sulit untuk mengembangkan atau memperluas area
1. Memperluas jaringan partai ember ke seluruh wilayah Kota Depok
2. Mengembangkan sarana dan prasarana pengolahan di sumber dalam hal ini adalah UPS berbasis institusi 3. Mengembangkan Bank
Sampah berbasis institusi, yang juga diarahkan sebagai Pusat Recycling Center Kota Depok
4. Memperkuat pemahaman terkait Perda Pengelolaan Sampah Kota Depok pada tatanan
1. Penyusunan DED rehabilitasi lahan TPA 2. Pembangunan
Infrastruktur rehabilitasi landfiil TPA
3. Pembangunan sarana penunjang rehabilitasi lahan TPA
23
Visi : Kota Depok yang Unggul, Aman dan Religius
landfill-nya. masyarakat
5. Mendorong peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah di sumber
11 Program Pembangunan, pemeliharaan dan
Peningkatan Kualitas RTH
RTH yang ada sebagian besar merupakan RTH yang tidak dikuasai oleh pemerintah, sehingga kemungkinan alih- fungsinya tidak dapat sepenuhnya diprediksi dan dikendalikan oleh
pemerintah
Kurangnya kesadaran masyarakat dalam pemeliharaan taman
Kurangnya kesadaran masyarakat dalam pemeliharaan taman
Belum terlibatnya masyarakat dalam
pengelolaan pemakaman umum
Pelaksanaan RTH sering terkendala dengan pembebasan lahan
Kurangnya sarana prasarana
Kurangnya tenaga lapangan
Belum optimalnya kegiatan peningkatan keindahan kota
Kurangnya sarana prasarana dan tenaga lapangan
Perlu didorongnya peran serta
masyarakat dalam gerakan penghijauan
Meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pemeliharaan taman
Meningkatkan Pengelolaan areal pemakaman
Pembangunan taman RW,Taman kelurahan dan Taman Kota
Pemeliharaan Taman dan Taman Kota
Membuka area pemakaman umum
24
3.3 Telaahan Renstra Kementerian/Lembaga dan Renstra Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat
Telaahan Renstra Kementerian/Lembaga dan Renstra Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat mengemukakan apa saja faktor- faktor penghambat ataupun faktor-faktor pendorong dari pelayanan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok yang mempengaruhi permasalahan pelayanan ditinjau dari sasaran jangka menengah renstra K/L ataupun Renstra SKPD Provinsi/Kota.
Identifikasi faktor tersebut dapat disusun pada tabel berikut : Tabel 3.3
No Sasaran Jangka Menengah Renstra K/L
Permasalahan PelayananSKPD Provinsi/Kab/Kota
Sebagai Faktor
Penghambat Pendorong
1 Rehabilitasi dan meningkatnya kualitas DAS
Beban pencemaran air sungai utama dan udara perkotaan
Kurang optimalnya koordinasi antar PD terkait, terutama
dalam hal
pemantauan kualitas DAS
Adanya keterbatasan IPTEK
Adanya
pedoman acuan kualitas DAS yang sama
2 Meningkatnya wilayah yang memiliki kapasitas adaptasi perubahan iklim
Aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim
Perubahan iklim mengakibatkan
dampak yang
semakin meluas tidak hanya pada kondisi lingkungan fisik seperti peningkatan
suhu udara,
penipisan ketersediaan
sumberdaya air, terjadinya kerusakan lingkungan akibat alam(bencana)pada akhirnya memberikan pengaruh pada penurunan hasil
Meningkatnya koordinasi perlindungan dan pengelolaan lingkungan antar sektor dan lintas daerah, pelaku usaha/ kegiatan serta LSM dan Perguruan Tinggi
25 produksi pertanian,
perikanan/peternakan serta pengaruh lainnya seperti dampak terhadap kesehatan
Masih rendahnya pengetahuan dan pemahaman
masyarakat dan pelaku
usaha/kegiatan tentang perubahan iklim termasuk dalam upaya adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim
3 Pengelolaan
laboratorium rujukan nasional
Meningkatnya layanan pengujian kualitas air, udara, tanah
- -
4 Meningkatnya kualitas air dan udara
Beban pencemaran air sungai utama dan udara perkotaan
Meningkatnya beban pencemaran akibat peningkatan jumlah aktifitas manusia pada semua sektor yang berpotensi menimbulkan dampak negatif pada lingkungan
Meningkatkan koordinasi perlindungan dan pengelolaan lingkungan antar sektor dan lintas daerah, pelaku usaha/ kegiatan serta LSM dan Perguruan Tinggi
5 Berkurangnya jumlah timbulan sampah pada sumbernya sebesar 20 %
Tingkat pelayanan persampahan secara umum masih rendah
Belum memadai fasilitas pengurangan sampah
Masih rendahnya penanganan sampah
Peningkatan fasilitas pengurangan sampah Sarana
prasarana untuk penanganan sampah