• Tidak ada hasil yang ditemukan

PELABELAN JUMLAH GANJIL-GENAP PADA GRAF SKRIPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PELABELAN JUMLAH GANJIL-GENAP PADA GRAF SKRIPSI"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

PELABELAN JUMLAH GANJIL-GENAP PADA GRAF JELLYFISH 𝑱

𝒎

DAN GRAF MUSHROOM 𝑴𝑹

𝒎

SKRIPSI

Rusdan Nurhakim NIM 11140940000040

PROGRAM STUDI MATEMATIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

2019 M /1440 H

(2)

i

PELABELAN JUMLAH GANJIL-GENAP PADA GRAF JELLYFISH J

m

DAN GRAF MUSHROOM MR

m

Skripsi

Diajukan kepada

Universitas Islam Negri Syarif Hidayatulah Jakarta Fakultas Sains dan Teknologi

Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan dalam Memperoleh Gelar Sarjana Matematika (S.Mat)

Oleh Rusdan Nurhakim NIM 11140940000040

PROGRAM STUDI MATEMATIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

2019 M/1440 H

(3)

ii

(4)

iii

(5)

iv

(6)

v

PERSEMBAHAN

Skripsi ini penulis persembahkan untuk kedua orang tua penulis yang kasih sayangnya tidak dapat tergantikan. Mereka memang tidak pernah bergelar sarjana, namun mereka dengan tanpa gelar sarjana mampu membuat anaknya

menjadi seorang sarjana.

“Merekalah Sarjana yang Sesungguhnya”

(7)

vi MOTTO

“Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.”

- QS. Al - Ikhlas: 2 -

(8)

vii ABSTRAK

Rusdan Nurhakim, Pelabelan Jumlah Ganjil-genap pada Graf Jellyfish 𝐽

𝑚

dan Graf Mushroom 𝑀𝑟

𝑚

, di bawah bimbingan Dr. Taufik Edy Sutanto, MScTech, Budi Harianto, M.Pd, M.Si

Graf 𝐺(𝑉, 𝐸) dengan banyak simpul 𝑝 dan sisi 𝑞 dikatakan graf jumlah ganjil-genap jika terdapat suatu fungsi 𝑓 injektif dari bilangan bulat ganjil di 𝑉 sehingga 𝑓(𝑢) + 𝑓(𝑣) merupakan label sisi dengan 𝑢, 𝑣 ∈ 𝑉, dimana 𝑓 merupakan pelabelan jumlah ganjil-genap. Kriteria graf yang dapat dilabeli oleh pelabelan jumlah ganjil-genap ada tiga, yaitu graf yang tidak berarah, tidak memiliki loop, dan terbatas, baik secara sisi maupun simpul. Graf jellyfish 𝐽

𝑚

dan graf mushroom 𝑀𝑟

𝑚

memenuhi ketiga kriteria tersebut. Pada skripsi ini akan ditunjukkan bahwa kedua graf tersebut dapat dilabeli dengan pelabelan jumlah ganjil-genap.

Kata kunci: Fungsi bijektif, fungsi injektif, graf jumlah, dan pelabelan jumlah

ganjil-genap.

(9)

viii ABSTRACT

Rusdan Nurhakim, Odd-even Sum Labeling of Graph Jellyfish 𝐽

𝑚

and Graph Mushroom 𝑀𝑟

𝑚

, under the guidance of Dr. Taufik Edy Sutanto, MScTech, Budi Harianto, M.Pd, M.Si

A graph 𝐺(𝑉, 𝐸) with with 𝑝 vertex and 𝑞 edges called graph odd-even sum if there is a function 𝑓 is injective from odd integer in 𝑉 so that 𝑓(𝑢) + 𝑓(𝑣) is label of edge and 𝑢, 𝑣 ∈ 𝑉, and 𝑓 called odd-even sum labeling. There are three criteria of graph that can labeled by this labeling, they are undirected, no loops, and finite for every edges and vertex. Graph jellyfish 𝐽

𝑚

and graph mushroom 𝑀𝑟

𝑚

have the criteria. So in this paper will be showed the graphs can be labeled by this labeling.

Keywords: Bijective function, injective function, odd-even sum labeling, and sum

graph.

(10)

ix

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmaanirrahim

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulilah, segala puji-pujian dan rasa syukur khadirat Allah Yang Maha Baik yang telah menganugerahkan penulis nikmat ilmu, kesempatan, dan hidayah- Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini yang berjudul

“Pelabelan Jumlah Ganjil-genap pada Graf Jellyfish 𝑱

𝒎

dan Graf Mushroom 𝑴𝒓

𝒎

” dengan baik dan lancar. Penulisan skripsi ini merupakan salah satu kewajiban penulis sebagai tugas akhir untuk memperoleh gelar sarjana matematika (S.Mat). Penulis berharap skripsi ini diridhoi oleh-Nya sehingga dapat diperoleh suatu nilai kebaikan dan manfaat di dalamnya.

Dalam penulisan skripsi ini penulis sadar bahwa banyak pihak yang terlibat baik secara langsung maupun tidak, sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Untuk itu penulis menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada :

1. Dr. Agus Salim, S.Ag, M.Si, selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah Jakarta.

2. Dr. Nina Fitriyati, M.Kom, selaku Ketua Program Studi Matematika Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah Jakarta.

3. Muhaza Liebenlito, M.Si, selaku Sekretaris Program Studi Matematika Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah Jakarta.

4. Dr. Taufik Edy Sutanto, MScTech, selaku Pembimbing I, terima kasih atas segala ilmu, waktu, saran, dan bimbingannya dalam penulisan skripsi ini.

5. Budi Harianto, M.Pd, M.Si, selaku Pembimbing II, terima kasih untuk semua ilmu, ide, arahan, kesempatan yang telah diberikan selama penulisan skripsi ini.

6. Yanne Irene, M.Si, selaku Penguji I dan Wisnu Aribowo, M.Si, selaku

Penguji II, terima kasih atas masukan, kritik, dan saran yang telah diberikan

kepada penulis terhadap skripsi ini.

(11)

x

7. Seluruh dosen di Program Studi Matematika yang telah memberikan ilmunya dengan penuh rasa sabar dan tanggung jawab.

8. Kedua orang tua penulis yang selalu mendukung dari jauh, Bapak Amat dan Ibu Rohmah, meskipun jarak memisahkan namun segala doa, nasihat, kasih sayang, dan dukungannya selalu sampai kepada penulis terutama selama penulisan skripsi ini sehingga terselesaikan dengan baik.

9. Kakak-kakak penulis (Teh Geu-geu dan suami, Teh Ratih dan suami) yang tak pernah lelah meberikan doa dan dukungannya kepada penulis.

10. Seluruh teman-teman Matematika 2014 (finex family), terima kasih atas kebersamaan, semangat, dan saling mengingatkan untuk segera wisuda sejak kita saling mengenal.

11. Teman-teman HIMATIKA, KOSAL, seluruh angkatan, dan KKN penulis juga berterima kasih untuk kebersamaan yang telah kita lalui bersama.

12. Seluruh pihak yang telah membantu penulis dalam penyusunan skripsi ini dengan tanpa mengurangi rasa hormat yang tidak dapat penulis sebutkan satu- persatu.

Penulis menyadari dalam penulisan skripsi ini masih banyak kekurangan.

Untuk itu seluruh kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan dalam rangka saling mengingatkan dan menasehati dalam kebaikan demi kemajuan di masa yang akan mendatang.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Jakarta, 22 Januari 2019

Penulis

(12)

xi DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

PENGESAHAN UJIAN... Error! Bookmark not defined. PERNYATAAN KEASLIAN ... Error! Bookmark not defined. PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ... iii

PERSEMBAHAN ... iv

MOTTO... vi

ABSTRAK ... vii

ABSTRACT ... viii

KATA PENGANTAR ... ix

DAFTAR ISI ... xi

DAFTAR GAMBAR ... xiii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar Belakang... 1

1.2. Perumusan Masalah ... 4

1.3. Pembatasan Masalah ... 4

1.4. Tujuan Penulisan ... 4

1.5. Manfat Penulisan ... 4

BAB II LANDASAN TEORI ... 6

2.1. Definisi Fungsi ... 6

2.2. Definisi Graf ... 7

2.3. Jenis-jenis Graf ... 8

(13)

xii

2.4. Graf Jellyfish J

m,n

... 9

2.5. Pelabelan Jumlah Ganjil-genap ... 10

2.6. Studi Pustaka ... 11

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN... 12

3.1. Graf Mushroom Mr

m

... 12

3.2. Pelabelan Jumlah Ganjil-genap pada Graf Jellyfish J

m

... 12

3.3. Pelabelan Jumlah Ganjil-genap pada Graf Mushroom Mr

m

... 14

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN ... 18

4.1. Kesimpulan ... 18

4.2. Saran ... 18

DAFTAR PUSTAKA ... 19

(14)

xiii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. 1. Ilustrasi interaksi antar suku. ... 2

Gambar 2. 1. Fungsi injektif. ... 6

Gambar 2. 2. Fungsi surjektif. ... 7

Gambar 2. 3. Fungsi bijektif. ... 7

Gambar 2. 4. Graf jellyfish J

m,n.

... 9

Gambar 2. 5. Pelabelan jumlah ganjil-genap pada graf P

4.

... 10

Gambar 2. 6. Pelabelan jumlah ganjil-genap pada graf K

1,4.

... 11

Gambar 3. 1. Graf mushroom Mr

m.

... 12

Gambar 3.2.(a) Pelabelan jumlah ganjil-genap pada graf J

1.

... 14

Gambar 3.2.(b) Pelabelan jumlah ganjil-genap pada graf J

2.

... 14

Gambar 3.2 (c) Pelabelan jumlah ganjil-genap pada graf J

3.

... 14

Gambar 3.3.(a) Pelabelan jumlah ganjil-genap pada graf Mr

3

... 16

Gambar 3.3.(b) Pelabelan jumlah ganjil-genap pada graf Mr

5

. ... 16

Gambar 3.3.(c) Pelabelan jumlah ganjil-genap pada graf Mr

7

... 16

Gambar 3.4.(a) Pelabelan jumlah ganjil-genap pada graf Mr

2

... 17

Gambar 3.4.(b) Pelabelan jumlah ganjil-genap pada graf Mr

4

. ... 17

Gambar 3.4.(c) Pelabelan jumlah ganjil-genap pada graf Mr

6

... 17

(15)

1 BAB I PENDAHULUAN

Pada bab ini akan dipaparkan mengenai sejarah munculnya konsep teori graf, beberapa penelitian tentang teori graf, serta rumusan masalah pada penulisan ini.

1.1. Latar Belakang

Teori graf merupakan salah satu cabang keilmuan dalam matematika. Pada dasarnya graf ini adalah himpunan simpul yang dinotasikan dengan 𝑉 dan sisi yang dinotasikan dengan 𝐸. Himpunan simpul tidak kosong namun himpunan sisi mungkin saja kosong [1]. Contoh konsep sederhana graf dalam kehidupan nyata adalah proses interaksi manusia dengan ponsel pintar. Misalnya di sebuah ruangan terdapat dua puluh lima orang yang semuanya saling berinteraksi satu sama lain dengan ponsel mereka. Kedua puluh lima orang ini merupakan himpunan simpul, sedangkan seluruh interaksi yang mereka lakukan adalah suatu himpunan sisi.

Di dalam kitab suci Al-Qur’an, secara tersirat terdapat cukup banyak ayat- ayat yang bila diperhatikan bersinggungan dengan teori graf. Salah satu ayat dalam Al-Qur’an yang bersinggungan dengan teori graf yaitu terdapat pada surat AL- Hujarat ayat 13 sebagai berikut:

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu.

Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Ayat di atas menjelaskan tentang penciptaan manusia yang diciptakan Allah

berbangsa-bangsa dan bersuku-suku dengan tujuan agar setiap suku dan bangsa

dapat saling mengenal, saling berinteraksi, dan tujuan akhirnya adalah untuk saling

mengasihi. Secara teori graf, setiap suku ataupun bangsa dapat kita anggap sebagai

simpul dan proses berkenalan ataupun berinteraksi dapat dianggap sebagai sisi.

(16)

2 Gambar 1. 1. Ilustrasi interaksi antar suku.

Gambar 1.1. merupakan ilustrasi lima suku yang ada di Indonesia. Setiap suku mewakili setiap pulau dari lima pulau terbesar yang ada di Indonesia. Setiap suku tersebut dapat direpresentasikan sebagai simpul pada graf. Kelima suku tersebut saling berinteraksi satu sama lain yang mana interaksi ini dapat direpresentasikan sebagai sisi pada graf.

Pada tahun 1736, Leonhard Euler (seorang matematikawan berkebangsaan Swiss) mengemukakan konsep graf untuk pertama kalinya di kehidupan nyata.

Konsep ini muncul karena terdapat suatu permsalahan yang sederhana dengan suatu jembatan yang ada di kota Königsberg atau yang sekarang bernama kota Kaliningrad. Di kota tersebut terdapat sungai Pregel yang mengalir mengitari pulau Kneiphof yang memiliki dua cabang. Di atas sungai tersebut terdapat tujuh buah jembatan yang menghubungkan dua daratan yang terbelah oleh sungai tersebut.

Permasalahannya adalah mungkinkah mengitari ketujuh jembatan tersebut tepat satu kali dan kembali lagi ke tempat semula [1].

Setelah Leonhard Euler mengenalkan konsep graf, penelitian mengenai graf terus mengalami perkembangan. Salah satu penelitian pada graf yang tengah berkembang adalah mengenai pelabelan graf. Pelabelan untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh Sadlack (1964), kemudian oleh Stewart (1966), dan Kotzig &

Rosa (1970). Kortiz & Rosa memperkenalkan pelabelan total sisi ajaib yang

kemudian berkembang menjadi pelabelan sisi (𝑎, 𝑑)-sisi ajaib. Kemudian pada

(17)

3 tahun 2005, Guiterez dan Lladó mengembangkan pelabelan total sisi menjadi pelabelan selimut 𝐻-ajaib.

Terdapat cukup banyak topik dan penelitian yang membahas pelabelan graf.

Salah satu pelabelan yang tengah berkembang selain pelabelan ajaib dan anti ajaib adalah pelabelan jumlah. Konsep pelabelan jumlah bermula dari graf jumlah yang diperkenalkan oleh Frank Harary [2]. Frank Harary menjelaskan bahwa suatu graf dikatakan graf jumlah jika terdapat fungsi bijektif yang memetakan setiap simpul ke setiap bilangan bulat positif di sisi graf tersebut, sehingga sisinya terlabeli oleh penjumlahan kedua simpul yang ada di kedua ujung sisi tersebut.

Ramya dkk [3] memperkenalkan pelabelan rata-rata skolem even-vertex-odd difference. Di dalam penelitiannya, Ramya dkk. menjelaskan bahwa graf yang dapat dilabeli oleh skolem even-vertex-odd difference dapat dikatakan graf rata-rata odd difference. Kemudian Ponraj dkk [4] memperkenalkan pelabelan pair sum. Di dalam penelitiannya, Ponraj dkk melabeli setiap simpulnya dengan bilangan bulat dan setiap sisinya terlabeli oleh dua simpul di sampingnya dan label sisinya merupakan bilangan bulat bukan 0. Konsep pelabelan jumlah ganjil kemudian diperkenalkan oleh S. Arockiaraj dkk [5]. Dalam penelitiannya, S. Arockiaraj dkk melabeli simpulnya dengan bilangan bulat positif dan sehingga sisinya akan terlabeli dengan bilangan bulat ganjil.

Pelabelan jumlah ganjil-genap sendiri merupakan konsep baru dalam pelabelan jumlah yang berkaitan dengan beberapa penelitian yang lebih dahulu mengenai pelabelan jumlah. Pelabelan jumlah ganjil-genap diperkenalkan oleh K.

Monika dan K. Murugan [6] pada tahun 2017. Pelabelan jumlah ganjil-genap memiliki keunikan tersendiri. Pelabelan ini hanya dapat diaplikasikan pada graf yang tidak berarah, tidak memiliki loop, dan graf yang memiliki sisi dan simpul yang terbatas.

Karena konsep pelabelan jumlah ganjil-genap merupakan konsep pelabelan yang masih baru, jadi belum banyak penelitian mengenai pelabelan ini. Hanya terdapat beberapa jurnal turunan dari jurnal utama yang penulis gunakan.

Diantaranya adalah membahas mengenai generalisasi pelabelan jumlah ganjil-

(18)

4 genap. Beberapa graf sederhana yang telah dilabeli dengan pelabelan jumlah ganjil- genap diantaranya graf lintasan 𝑃

𝑛

, graf bintang 𝐾

1,𝑛

, graf bistar 𝐵

𝑚,𝑘

, dan graf coconut tree [6].

Pada penulisan kali ini, akan dipaparkan mengenai dua buah graf, yaitu graf jellyfish 𝐽

𝑚

dan graf mushroom 𝑀𝑟

𝑚

. Kemudian akan ditunjukkan bahwa kedua graf tersebut merupakan graf jumlah ganjil-genap.

1.2. Perumusan Masalah

Permasalahan pada penulisan ini adalah bagaimana mengkonstruksi pelabelan jumlah ganjil-genap pada graf jellyfish 𝐽

𝑚

dengan 𝑚 ≥ 1 serta graf mushroom 𝑀𝑟

𝑚

dengan 𝑚 ≥ 2.

1.3. Pembatasan Masalah

Pada penulisan kali ini, penulis hanya akan membahas mengenai bagaimana mengkonstruksi pelabelan jumlah ganjil-genap pada graf jellyfish 𝐽

𝑚

, dengan 𝑚 ≥ 1 serta graf mushroom 𝑀𝑟

𝑚

, dengan 𝑚 ≥ 2.

1.4. Tujuan Penulisan

a. Mengkonstruksi pelabelan dan membentuk pola pelabelan ganjil-genap pada graf jellyfish 𝐽

𝑚

dengan 𝑚 ≥ 1 serta graf mushroom 𝑀𝑟

𝑚

dengan 𝑚 ≥ 2.

b. Menunjukkan bahwa graf jellyfish 𝐽

𝑚

dengan 𝑚 ≥ 1 serta graf mushroom 𝑀𝑟

𝑚

dengan 𝑚 ≥ 2 merupakan graf jumlah ganjil-genap.

1.5. Manfat Penulisan

Salah satu manfaat dalam penulisan skripsi ini adalah untuk menambah

wawasan penulis secara khusus dan pembaca pada umumnya mengenai graf,

terutama mengenai pelabelan jumlah ganjil-genap. Manfaat lainnya yaitu agar

penulis dapat memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan kurikulum tingkat

(19)

5

akhir Prodi Studi Matematika Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam

Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

(20)

6 BAB II

LANDASAN TEORI

Pada bab ini akan dipaparkan mengenai definisi dan macam-macam graf, definisi pelabelan jumlah ganjil-genap , serta definisi graf yang akan dilabeli.

2.1. Definisi Fungsi

Diberikan himpunan tidak kosong 𝐴 dan 𝐵. Suatu fungsi 𝑓 dari 𝐴 ke 𝐵 adalah penetapan tepat satu anggota 𝐵 ke setiap anggota 𝐴 yang ditulis 𝑓(𝑎) = 𝑏 dengan 𝑏 ∈ 𝐵 yang dipasangkan oleh fungsi 𝑓 ke 𝑎 ∈ 𝐴. Jika 𝑓 adalah fungsi dari 𝐴 ke 𝐵, ditulis 𝑓: 𝐴 → 𝐵 [1].

Jika 𝑓 adalah fungsi dari 𝐴 ke 𝐵, maka dapat dikatakan bahwa 𝐴 merupakan domain dan 𝐵 merupakan kodomain dari 𝑓. Jika 𝑓(𝑎) = 𝑏, maka dapat dikatakan bahwa 𝑏 adalah image (bayangan) dari 𝑎 dan 𝑎 merupakan preimage dari 𝑏. Range atau nama lain dari image dari 𝑓 adalah himpunan semua bayangan dari anggota 𝐴 [1].

Bergantung pada bayangan, fungsi dapat dikelompokan menjadi menjadi tiga kelompok, yaitu fungsi injektif, fungsi surjektif, dan fungsi bijektif [1]. Berikut adalah penjelasan mengenai ketiga kelompok fungsi tersebut.

1. Fungsi 𝑓 dikatakan fungsi injektif jika dan hanya jika 𝑓(𝑎) = 𝑓(𝑏) yang berakibat bahwa 𝑎 = 𝑏 untuk setiap 𝑎, 𝑏 ∈ 𝐴. Ilustrasi fungsi injektif dapat dilihat pada gambar 2.1.

Gambar 2. 1. Fungsi injektif.

(21)

7 2. Sebuah fungsi 𝑓 dari 𝐴 ke 𝐵 dikatakan fungsi surjektif jika dan hanya jika untuk setiap anggota 𝑏 ∈ 𝐵 terdapat 𝑎 ∈ 𝐴 sehingga 𝑓(𝑎) = 𝑏. Ilustrasi fungsi surjektif dapat dilihat pada gambar 2.2.

Gambar 2. 2. Fungsi surjektif.

3. Fungsi 𝑓 dikatakan fungsi bijektif jika 𝑓 merupakan fungsi yang injektif dan surjektif. Fungsi bijektif juga disebut korespondensi satu-satu. Ilustrasi fungsi bijektif dapat dilihat pada gambar 2.3.

Gambar 2. 3. Fungsi bijektif.

2.2. Definisi Graf

Suatu graf 𝐺 = (𝑉, 𝐸) yang terdiri 𝑉, sebuah himpunan tak-kosong dari simpul dan 𝐸, sebuah himpunan sisi. Setiap sisi memiliki satu atau dua simpul yang dihubungkan oleh sisi tersebut, yang disebut dengan endpoints [1].

Definisi di atas menyatakan bahwa suatu graf 𝐺 = (𝑉, 𝐸) selalu memiliki himpunan simpul minimal satu buah, namun bisa saja tidak memiliki himpunan sisi.

Himpunan simpul 𝑉 dan sisi 𝐸 mungkin saja berhingga dan tidak berhingga.

Himpunan 𝑉 dan 𝐸 yang berhingga disebut graf berhingga, sedangkan himpunan 𝑉

dan 𝐸 yang tidak berhingga disebut graf tak berhingga [1].

(22)

8 2.3. Jenis-jenis Graf

Setiap graf memiliki ciri khas tersendiri dan dapat dikelompokkan berdasarkan beberapa kategori. Beberapa kategori pengelompokkan graf diantaranya berdasarkan ada atau tidak adanya loop, orientasi arah pada sisi, dan banyaknya simpul maupun sisi [1]. Beberapa graf juga telah diberikan penamaan dan definisi tersendiri. Diantaranya ada yang dikelompokkan menjadi graf khusus sederhana.

Berdasarkan ada atau tidak adanya loop, suatu graf dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu:

1. Graf sederhana

Graf sederhana merupakan graf yang tidak memiliki sisi ganda maupun loop.

2. Graf tak-sederhana

Graf tak-sederhana merupakan graf yang memiliki sisi ganda dan/atau loop.

Berdasarkan orientasi arah pada sisi, suatu graf dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok, yaitu:

1. Graf berarah

Graf berarah 𝐺 = (𝑉, 𝐸) terdiri dari himpunan simpul yang tak-kosong dan himpunan sisi yang memiliki arah. Setiap sisi tersebut menghubungkan sepasang simpul, sehingga untuk sisi berarah yang menghunbungkan (𝑢, 𝑣) artinya arahnya dimulai dari 𝑢 dan berakhir di 𝑣.

2. Graf tak-berarah

Graf tak-berarah 𝐺 = (𝑉, 𝐸) merupakan lawan dari graf berarah, dimana untuk simpul 𝑢 dan 𝑣 pada graf tersebut merupakan endpoints dari sisi 𝑒 pada 𝐺.

Berdasarkan banyaknya simpul pada graf, suatu graf dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu:

1. Graf berhingga

Graf berhingga dapat dikatakan suatu graf yang memiliki 𝑛 simpul, dengan

𝑛 yang terbatas/berhingga.

(23)

9 2. Graf tak-berhingga

Graf tak-berhingga dapat dikatakan suatu graf yang memiliki 𝑛 simpul, dengan 𝑛 yang tidak terbatas.

Adapun graf sederhana khusus yang telah didefinisikan dan dinamai secara khsusus diantaranya:

1. Graf lintasan

Graf lintasan merupakan graf yang memiliki 𝑛 simpul dan 𝑛 − 1 sisi. Graf lintasan dinotasikan dengan 𝑃

𝑛

.

2. Graf bintang

Graf bintang yang biasa dinotasikan dengan 𝐾

1,𝑛

adalah graf yang memiliki 𝑛 + 1 simpul dan 𝑛 sisi.

2.4. Graf Jellyfish J

m,n

Graf jellyfish yang dinotasikan dengan 𝐽

𝑚,𝑛

untuk setiap bilangan asli 𝑚, 𝑛 ≥ 1 merupakan suatu graf dengan himpunan simpul 𝑉 = {𝑢, 𝑥, 𝑣, 𝑦, 𝑥

𝑖

, 𝑦

𝑗

|𝑖 = 1, 2, 3, … 𝑚, 𝑗 = 1, 2, 3, … , 𝑛} dan himpunan sisi 𝐸 = {𝑢𝑥, 𝑢𝑣, 𝑢𝑦, 𝑣𝑥, 𝑣𝑦} ∪ {𝑥𝑥

𝑖

|𝑖 = 1,2, … 𝑚} ∪ {𝑦𝑦

𝑗

|𝑗 = 1,2, … 𝑛} [7]. Graf jellyfish 𝐽

𝑚,𝑛

tidak memiliki loop maupun sisi ganda, dan bukan merupakan graf berarah.

Ilustrasi graf jellyfish 𝐽

𝑚,𝑛

secara umum dapat dilihat pada gambar 2.4.

Gambar 2. 4. Graf jellyfish J

m,n.

Pada skripsi ini akan dibahas mengenai pelabelan jumlah ganjil-genap pada

graf jellyfish 𝐽

𝑚,𝑛

dengan 𝑚, 𝑛 ≥ 1 dan 𝑚 = 𝑛 serta graf mushroom 𝑀𝑟

𝑚

, dengan

(24)

10 𝑚 ≥ 2. Karena yang akan dilabeli untuk setiap 𝑚 = 𝑛, sehingga graf jellyfish 𝐽

𝑚,𝑛

tersebut didefinisikan ulang dengan graf jellyfish 𝐽

𝑚

.

2.5. Pelabelan Jumlah Ganjil-genap

Diberikan graf 𝐺 = (𝑉, 𝐸) dengan banyaknya simpul 𝑝 dan sisi 𝑞. Graf 𝐺 dikatakan graf jumlah ganjil-genap jika terdapat fungsi injektif 𝑓 ∶ 𝑉(𝐺) → {±1, ±2, ±3, … , ±(2𝑝 − 1)} sehingga fungsi sisi terinduksi 𝑓

: 𝐸(𝐺) → {2, 4, 6, … , 2𝑞} yang didefinisikan oleh fungsi 𝑓

(𝑢𝑣) = 𝑓(𝑢) + 𝑓(𝑣), ∀𝑢𝑣 ∈ 𝐸(𝐺) merupakan fungsi bijektif. Fungsi 𝑓 dikatakan pelabelan jumlah ganjil-genap dari 𝐺 [6].

Pelabelan ini hanya dapat diaplikasikan ke dalam graf yang memiliki himpunan sisi dan simpul yang terbatas. Graf tersebut juga harus merupakan graf yang sederhana yang tidak memiliki arah pada sisinya. Selain harus merupakan graf tak-berarah, graf 𝐺 juga harus merupakan graf yang tidak memiliki loop [6].

Secara sederhana pelabelan ini dapat dipahami bahwa setiap sisi harus terlabeli oleh himpunan bilangan asli genap yang berbeda dengan maksimum pelabelannya sama dengan dua kali banyaknya sisi pada graf tersebut (2𝑞).

Bilangan asli yang genap tersebut merupakan jumlah kedua label simpul yang dihubungkan oleh sisi tersebut, dimana simpulnya terlabeli oleh bilangan bulat ganjil yang berbeda dengan maksimum bilangannya adalah sebesar ±(2𝑝 − 1).

Beberapa graf sederhana yang telah dilabeli oleh pelabelan ini diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Graf lintasan 𝑃

𝑛

, 𝑛 ≥ 2 dan ilustrasinya terdapat pada gambar 2.5.

Gambar 2. 5. Pelabelan jumlah ganjil-genap pada graf P

4.

2. Graf bintang 𝐾

1,𝑛

dan ilustrasinya terdapat pada gambar 2.6.

(25)

11 Gambar 2. 6. Pelabelan jumlah ganjil-genap pada graf K

1,4.

2.6. Studi Pustaka

Beberapa penelitian mengenai graf jellyfish 𝐽

𝑚,𝑛

yang telah dilakukan

diantaranya adalah pelabelan super edge anti magic yang dilakukan oleh Lee SM

dan Lee ANT [7]. Penelitian graf jellyfish 𝐽

𝑚,𝑛

yang lain dilakukan oleh Anisa

Triagrina. Pada penelitiannya Anisa Triagrina mendaptakan kesimpulan bahwa graf

jellyfish 𝐽

𝑚,𝑛

termasuk graf yang dapat dilabeli dengan pelabelan super edge magic.

(26)

12 BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini akan dipaparkan mengenai bentuk umum dari graf mushroom 𝑀𝑟

𝑚

, kemudian akan ditunjukkan bahwa graf jellyfish 𝐽

𝑚

dan graf mushroom 𝑀𝑟

𝑚

dapat dilabeli oleh pelabelan jumlah ganjil-genap.

3.1. Graf Mushroom Mr

m

Pada penulisan ini dihasilkan pendefinisian sebuah graf, graf tersebut penulis sebut sebagai graf mushroom yang dinotasikan oleh 𝑀𝑟

𝑚

untuk 𝑚 ≥ 2. Graf mushroom 𝑀𝑟

𝑚

untuk 𝑚 himpunan bilangan asli adalah graf dengan himpunan simpul

𝑉 = {𝑣

𝑖

, 𝑤, 𝑢

𝑗

|𝑖 = 1, 2, 3, … , 𝑚, 𝑗 = 1, 2, 3, … , 𝑚} dan himpunan sisi

𝐸 = {𝑤𝑣

𝑖

|𝑖 = 1,2, … , 𝑚} ∪ {𝑤𝑢

𝑗

|𝑗 = 1,2, … , 𝑚} ∪ {𝑣

𝑖

𝑣

𝑖+1

│𝑖 = 1,2, … , 𝑚 − 1}.

Ilustrasi graf mushroom 𝑀𝑟

𝑚

dapat dilihat pada gambar 3.1.

Gambar 3. 1. Graf mushroom Mr

m.

3.2. Konstruksi Pelabelan Jumlah Ganjil-genap pada Graf Jellyfish J

m

Mengkonstruksi suatu pelabelan pada sebuah graf bisa dikatakan membangun

atau membentuk suatu fungsi 𝑓 yang bijektif dimana fungsi bijektif ini akan

memasangkan suatu himpunan bilangan bulat dengan unsur sisi dan simpul pada

graf tersebut.

(27)

13 Teorema 3.1. Graf jellyfish 𝐽

𝑚

, dengan 𝑚 ≥ 1 merupakan graf jumlah ganjil- genap.

Bukti Diberikan

𝑉(𝐽

𝑚

) = {𝑢, 𝑥, 𝑣, 𝑦, 𝑥

𝑖

, 𝑦

𝑗

|𝑖 = 1,2, … 𝑚; 𝑗 = 1,2, … , 𝑚}

dan

(𝐽

𝑚

) = {𝑢𝑥, 𝑢𝑣, 𝑢𝑦, 𝑣𝑥, 𝑣𝑦} ∪ {𝑥𝑥

𝑖

|𝑖 = 1, 2, 3, … , 𝑚} ∪ {𝑦𝑦

𝑗

|𝑗 = 1, 2, 3, … , 𝑚}.

Sehingga |𝑉(𝐽

𝑚

)| = 2𝑚 + 4 dan |𝐸(𝐽

𝑚

)| = 2𝑚 + 5.

Misal 𝑓: 𝑉(𝐽

𝑚

) → {±1, ±3, … , ±2(2𝑚 + 4) − 1} yang didefinisikan sebagai berikut:

𝑓(𝑣) = −(2𝑚 + 1), 𝑓(𝑢) = 2𝑚 + 3, 𝑓(𝑥) = 2𝑚 + 5, 𝑓(𝑦) = 2𝑚 + 7,

𝑓(𝑥

𝑖

) = 2𝑖 + 1; 𝑖 = 1, 2, 3, … , 𝑚, 𝑓(𝑦

𝑗

) = −(2𝑗 − 1); 𝑗 = 1, 2, 3, … , 𝑚.

Misal 𝑓

pelabelan sisi terinduksi dari 𝑓, sehingga : 𝑓

(𝑣𝑢) = 2,

𝑓

(𝑣𝑥) = 4, 𝑓

(𝑣𝑦) = 6,

𝑓

(𝑢𝑥) = 2(2𝑚 + 4), 𝑓

(𝑢𝑦) = 2(2𝑚 + 5),

𝑓

(𝑥𝑥

𝑖

) = 2𝑚 + 2𝑖 + 6; 𝑖 = 1, 2, 3, … , 𝑚, 𝑓

(𝑦𝑦

𝑗

) = 2𝑚 − 2𝑗 + 8; 𝑗 = 1, 2, 3, … , 𝑚.

Karena semua 𝑓

terinduksinya bernilai genap, maka graf jellyfish 𝐽

𝑚

dengan

𝑚 ≥ 1 memenuhi definisi pelabelan jumlah ganjil-genap sehingga dapat dilabeli

dengan pelabelan jumlah ganjil-genap. Berikut adalah beberapa ilustrasi pelabelan

(28)

14 jumlah ganjil-genap pada graf jellyfish 𝐽

𝑚

yang ditunjukkan oleh gambar 3.2. (a), (b), dan (c).

Gambar 3.2.(a) Pelabelan jumlah ganjil-genap pada graf J

1.

Gambar 3.2.(b) Pelabelan jumlah ganjil-genap pada graf J

2.

Gambar 3.2 (c) Pelabelan jumlah ganjil-genap pada graf J

3.

3.3. Konstruksi Pelabelan Jumlah Ganjil-genap pada Graf Mushroom Mr

m

Teorema 3.2. Graf mushroom 𝑀𝑟

𝑚

dengan 𝑚 ≥ 2 merupakan graf jumlah ganjil- genap.

Bukti

Diberikan 𝑉(𝑀𝑟

𝑚

) = {𝑣

𝑖

, 𝑤, 𝑢

𝑗

| 𝑖 = 1, 2, 3, … , 𝑚; 𝑗 = 1, 2, 3, … , 𝑚} dan 𝐸(𝑀𝑟

𝑚

) = { 𝑤𝑣

𝑖

| 𝑖 = 1, 2, 3, … , 𝑚} ∪ {𝑤𝑢

𝑗

| 𝑗 = 1, 2, 3, … , 𝑚} ∪ {𝑣

𝑖

𝑣

𝑖+1

| 𝑖 = 1,2, … , 𝑚 − 1},

sehingga |𝑉(𝑀𝑟

𝑚

)| = 2𝑚 + 1 dan |𝐸(𝑀𝑟

𝑚

)| = 3𝑚 − 1.

(29)

15 Misal 𝑓: 𝑉( 𝑀𝑟

𝑚

) → {±1, ±3, … , ±(2(2𝑚 + 1) − 1)}

Kasus (i) : 𝑚 ganjil,

𝑓(𝑣

2𝑖−1

) = 𝑚 + 2𝑖 − 2; 𝑖 = 1, 2, 3, … ,

𝑚+1

2

, 𝑓(𝑣

2𝑖

) = 3𝑚 + 2𝑖; 𝑖 = 1, 2, 3, … ,

𝑚−1

2

, dengan 𝑚 ≥ 3, 𝑓(𝑤) = −1,

𝑓(𝑢

2𝑗−1

) = 2𝑚 + 2𝑗 − 1; 𝑗 = 1, 2, 3, … ,

𝑚+1

2

, 𝑓(𝑢

2𝑗

) = 2𝑗 + 1; 𝑗 = 1, 2, 3, … ,

𝑚−3

2

, dengan 𝑚 ≥ 5, 𝑓(𝑢

𝑚−1

) = 4𝑚 + 1.

Misal 𝑓

pelabelan sisi terinduksi dari 𝑓, sehingga : 𝑓

(𝑤𝑣

2𝑖−1

) = 𝑚 + 2𝑖 − 3; 𝑖 = 1, 2, 3, … ,

𝑚+1

2

, 𝑓

(𝑤𝑣

2𝑖

) = 3𝑚 + 2𝑖 − 1; 𝑖 = 1, 2, 3, … ,

𝑚−1

2

, dengan 𝑚 ≥ 3, 𝑓

(𝑤𝑢

2𝑗−1

) = 2𝑚 + 2𝑗 − 2; 𝑗 = 1, 2, 3, … ,

𝑚+1

2

, 𝑓

(𝑤𝑢

2𝑗

) = 2𝑗; 𝑗 = 1, 2, 3, … ,

𝑚−3

2

, dengan 𝑚 ≥ 5, 𝑓

(𝑤𝑢

𝑚

) = 4𝑚,

𝑓

(𝑣

𝑖

𝑣

𝑖+1

) = 4𝑚 + 2𝑖; 𝑖 = 1, 2, 3, … , (𝑚 − 1).

Karena semua 𝑓

terinduksinya bernilai genap, maka graf mushroom 𝑀𝑟

𝑚

dengan 𝑚 ≥ 2 untuk 𝑚 ganjil memenuhi definisi pelabelan jumlah ganjil-genap

sehingga dapat dilabeli dengan pelabelan jumlah ganjil-genap. Berikut adalah

beberapa ilustrasi pelabelan jumlah ganjil-genap pada graf mushroom 𝑀𝑟

𝑚

dengan

𝑚 = 3, 5, dan 7 yang ditunjukkan oleh gambar 3. 3. (a), (b), dan (c).

(30)

16 Gambar 3.3.(a) Pelabelan jumlah

ganjil-genap pada graf Mr

3

.

Gambar 3.3.(b) Pelabelan jumlah ganjil-genap pada graf Mr

5

.

Gambar 3.3.(c) Pelabelan jumlah ganjil-genap pada graf Mr

7

. Kasus (ii): 𝑚 genap,

𝑓(𝑣

2𝑖−1

) = 𝑚 + 2𝑖 − 1; 𝑖 = 1, 2, 3, … ,

𝑚

2

, 𝑓(𝑣

2𝑖

) = 3𝑚 + 2𝑖 − 1; 𝑖 = 1, 2, 3, … ,

𝑚

2

, 𝑓(𝑤) = −1,

𝑓(𝑢

2𝑗−1

) = 2𝑚 + 2𝑗 − 1; 𝑗 = 1, 2, 3, … ,

𝑚

2

’ 𝑓(𝑢

2𝑗

) = 2𝑗 + 1; 𝑗 = 1, 2, 3, … ,

𝑚−2

2

, dengan 𝑚 ≥ 4, 𝑓(𝑢

𝑚

) = 4𝑚 + 1.

Misal 𝑓

pelabelan sisi terinduksi dari 𝑓, sehingga:

𝑓

(𝑤𝑣

2𝑖−1

) = 𝑚 + 2𝑖 − 2; 𝑖 = 1, 2, 3, … ,

𝑚

2

,

(31)

17 𝑓

(𝑤𝑣

2𝑖

) = 3𝑚 + 2𝑖 − 2; 𝑖 = 1, 2, 3, … ,

𝑚

2

, 𝑓

(𝑤𝑢

2𝑗−1

) = 2𝑚 + 2𝑗 − 2; 𝑗 = 1, 2, 3, … ,

𝑚

2

, 𝑓

(𝑤𝑢

2𝑗

) = 2𝑗; 𝑗 = 1, 2, 3, … ,

𝑚−2

2

, dengan 𝑚 ≥ 4, 𝑓

(𝑤𝑢

𝑚

) = 4𝑚,

𝑓

(𝑣

𝑖

𝑣

𝑖+1

) = 4𝑚 + 2𝑖; 𝑖 = 1, 2, 3, … , (𝑚 − 1).

Karena semua 𝑓

terinduksinya bernilai genap, maka graf mushroom 𝑀𝑟

𝑚

dengan 𝑚 ≥ 2 untuk 𝑚 genap memenuhi definisi pelabelan jumlah ganjil-genap sehingga dapat dilabeli dengan pelabelan jumlah ganjil-genap. Berikut adalah beberapa ilustrasi pelabelan jumlah ganjil-genap pada graf mushroom 𝑀𝑟

𝑚

dengan 𝑚 = 2, 4, dan 6 yang ditunjukkan oleh gambar 3. 4. (a), (b), dan (c).

Gambar 3.4.(a) Pelabelan jumlah ganjil-genap pada graf Mr

2

.

Gambar 3.4.(b) Pelabelan jumlah ganjil-genap pada graf Mr

4

.

Gambar 3.4.(c) Pelabelan jumlah ganjil-genap pada graf Mr

6

.

(32)

18 BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN 4.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil dari penulisan, dapat diperoleh dua teorema yang penulis namakan Teorema 3.1 dan Teorema 3.2. Teorema 3.1 menyatakan bahwa graf jellyfish 𝐽

𝑚

dengan 𝑚 ≥ 1 merupakan graf jumlah ganjil-genap. Teorema 3.2 bahwa graf mushroom 𝑀𝑟

𝑚

dengan 𝑚 ≥ 2 merupakan graf jumlah ganjil-genap.

4.2. Saran

Penulisan ini hanya terbatas pada pelabelan jumlah ganjil-genap dengan graf

jellyfish 𝐽

𝑚

dengan 𝑚 ≥ 1 dan graf mushroom 𝑀𝑟

𝑚

dengan 𝑚 ≥ 2. Beberapa hal

dapat dikembangkan lagi dalam penulisan ini. Beberapa diantaranya untuk

kombinasi 𝑚 dan 𝑛 yang berbeda. Misalnya untuk 𝑛 = 1 dan 𝑚 bergerak ataupun

untuk 𝑚 = 1 dan 𝑛 bergerak.

(33)

19

DAFTAR PUSTAKA

[1] Kenneth H. Rosen, New York: McGraw-Hill, Discrete Mathematics and Its Applications, 2007.

[2] F. Harary, "Sum Graphs and Difference Graphs," Congressus Numerantium, vol. 72, pp. 101-108, 1990.

[3] D. Ramya, R. Kalaiyarasi, dan P. Jeyanthi, "Skolem Odd Difference Mean Graphs," Journal of Algorithms and Computation, vol. 45, pp. 1-12, 2014.

[4] R. Ponraj, J. Vijaya Xavier Parthipan, dan R Kala, "Some Results on Pair Sum Labelling of Graphs," International J. Math Combin., vol. 4, pp. 53-61, 2010.

[5] S. Arockiaraj, P. Mahalakhsmi, dan P. Namasivayam, "Odd Sum Labelling of Sum Subdivision Graphs," Kragujevac Journal of Mathematics, vol. 38(1), pp.

203-222, 2014.

[6] K. Monika dan K. Murugan, "Odd-even Sum Labelling of Some Graphs,"

International Journal of Mathematics and Soft Computing, vol. 7 No. 1, pp.

57-63, 2017.

[7] SM. Lee dan ANT. Lee, "On Super Edge-magic Graphs with many Odd

Cycles," Congressus Numerantium, pp. 65-80, 2003.

Gambar

Gambar 1.1. merupakan ilustrasi lima suku  yang ada di Indonesia. Setiap  suku mewakili setiap pulau dari lima pulau terbesar yang ada di Indonesia
Gambar 2. 1. Fungsi injektif.
Gambar 2. 2. Fungsi surjektif.
Ilustrasi graf jellyfish
+6

Referensi

Dokumen terkait

Bilangan terhubung pelangi pada graf merupakan sebuah bilangan bulat positif, dengan pewarnaan sisi : ( ) → {1,2, … , }, sehingga dua sisi yang bertetangga dapat memiliki

Pelabelan pada suatu graf adalah suatu pemetaan (fungsi) yang memasangkan unsur- unsur graf (titik atau sisi) dengan bilangan (biasanya bilangan bulat) yang

Pelabelan total super (a, d)-sisi antimagic pada sebuah graf G = (V, E) adalah pelabelan titik dengan bilangan bulat {1, 2, 3, ...p} dan pelabelan sisi dengan bilangan bulat {p + 1, p

graf 8-Bintang yang dibangun dari 2 graf lingkaran dimana salah satu simpul dari graf lingkaran menjadi pusat graf tersebut sedangkan simpul lainnya diberikan

Pelabelan graf pada suatu graf G adalah suatu pemetaan bijektif dari setiap ele- men graf ke bilangan bulat positif, yang mana bilangan tersebut disebut dengan label..

ABSTRAK: Pelabelan graph adalah pemetaan yang memetakan elemen – elemen graph (titik atau sisi) ke suatu bilangan, biasanya bilangan bulat positif atau bilangan bulat non

Nilai total ketidakteraturan titik suatu graf dinotasikan dengan tvs(G), yaitu suatu bilangan bulat positif terkecil , sedemikian sehingga fungsi yang memetakan himpunan

Maka dijelaskan beberapa pelabelan graf siklus diantaranya pelabelan sisi ajaib graf siklus dengan simpul dan sisi ganjil serta bilangan ajaib minimumnya dan pelabelan