AKUNTANSI DAN LINGKUNGANNYA AKUNTANSI DAN LINGKUNGANNYA
PERPAJAKAN
CAPITA SELECTA CAPITA SELECTA
PERPAJAKAN AUDITING
KOMPUTERISASI AKUNTANSI
LATIHAN KOMPREHENSIF LATIHAN KOMPREHENSIF
PRESENTASI IX PRESENTASI IX
ALASAN UTAMA PEMBAHASAN
• Kemampuan ‘membaca’ dan menganalisis informasi-informasi akuntansi, tidak sekedar dengan memahami akuntansi itu sendiri, namun dibutuhkan pemahaman atas aspek- aspek khusus lainnya Æ perpajakan, auditing, analisis atas laporan keuangan,
komputerisasi akuntansi
• Fokus pembahasan saat ini adalah
perpajakan, auditing, dan komputerisasi
PERPAJAKAN PERPAJAKAN
• Perpajakan merupakan salah satu isu kritis yang harus dihadapi oleh perusahaan sebagai konsekuensi logis dari keberadaan perusahaan itu sendiri
• Manajemen perusahaan seringkali mengalami ‘phobia’
bila harus berusaha dengan pihak Fiskus
• Setiap aktivitas bisnis perusahaan memiliki potensi untuk berimplikasi terhadap perpajakan
2
JENIS
JENIS – – JENIS PAJAK JENIS PAJAK
• PAJAK PENGHASILAN PAJAK PENGHASILAN Æ dikenakan ke penghasilan Æ dikenakan ke penghasilan
• PAJAK PERTAMBAHAN NILAI Æ dikenakan ke barang dan jasa
• PAJAK BUMI DAN BANGUNAN Æ dikenakan ke bumi
(tanah) dan bangunan
Garis
Garis Besar Besar Siklus Siklus Perpajakan Perpajakan
• Mendaftarkan diri untuk mempunyai NPWP dan PKP
• Menghitung, menyetor dan melaporkan kewajiban perpajakan
• Penelitian dan Pemeriksaan oleh Pihak Fiskus
• Pengajuan Keberatan atau Peninjauan Kembali (Pembetulan/Pembatalan)
• Pengajuan Gugatan atau Banding ke Pengadilan Pajak
• Pengajuan Gugatan atau Banding ke Pengadilan Pajak
• Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung.
4
Siklus Perusahaan Siklus Perusahaan
•
• Siklus Setoran Modal Siklus Setoran Modal
Sikl P d B d J Sikl P d B d J
•
• Siklus Pengadaan Barang dan Jasa Siklus Pengadaan Barang dan Jasa
•
• Siklus Operasional Siklus Operasional
•
• Siklus Penjualan Siklus Penjualan
•
• Siklus Pembayaran Kembali Kepada Pemilik Siklus Pembayaran Kembali Kepada Pemilik Modal
Modal
PRINSIP
PRINSIP--PRINSIP UMUM PRINSIP UMUM
•• Pertanggungan Pertanggungan jawab jawab oleh oleh Pengurus Pengurus, , termasuk termasuk pengurus
pengurus yang yang mempunyai mempunyai kuasa kuasa dalam dalam pengurus
pengurus yang yang mempunyai mempunyai kuasa kuasa dalam dalam menentukan
menentukan kebijaksanaan kebijaksanaan perusahaan perusahaan dan dan terlibat
terlibat dalam dalam pengambilan pengambilan keputusan keputusan
•• Sistem Sistem “Self Assessment” “Self Assessment”
6
PRINSIP
PRINSIP--PRINSIP UMUM PRINSIP UMUM
• Pada umumnya mengikuti prinsip akuntansi Indonesia, kecuali peraturan perpajakan menentukan lain
• Prinsip akrual vs prinsip cash Æ prinsip akrual harus diterapkan untuk penghasilan dan biaya yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 tahun
• Direktorat Jenderal Pajak berhak untuk melakukan review dan j
penyesuaian atas transaksi-transaksi yang melibatkan pihak-
pihak yang mempunyai hubungan istimewa
KEWAJIBAN PERPAJAKAN TAHUNAN
SURAT PEMBERITAHUAN PAJAK (SPT)TAHUNAN :
• Batas waktu pembayaran : pembayaran lunas sebelum SPT PPh Disampaikan
• Batas waktu pelaporan: 4 bulan setelah akhir tahun pajak (PPh Badan) dan 3 bulan setelah akhir tahun pajak (PPh Orang Pribadi)
pajak (PPh Orang Pribadi)
• Perpanjangan batas waktu
8
• Angsuran Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 25
KEWAJIBAN PERPAJAKAN BULANAN KEWAJIBAN PERPAJAKAN BULANAN
• Dapat dikreditkan dengan jumlah pajak penghasilan yang terutang pada akhir tahun
• Batas waktu pembayaran: tanggal 15 masa pajak berikutnya
• Batas waktu pelaporan: tanggal 20 masa pajak
berikutnya
TARIF PAJAK
TARIF PAJAK – – WAJIB PAJAK BADAN WAJIB PAJAK BADAN
LAPISAN PENGHASILAN LAPISAN PENGHASILAN
KENA PAJAK
KENA PAJAK UU No.
10/1994 UU No.
17/2000 UU NO.
36/2008
JJ / / /
< Rp. 25 juta 10% 10%
28 % (TAHUN 2009)
DAN 25 %
> Rp. 25 juta – 50 juta 15% 10%
> Rp 50 juta – Rp 100 juta 30% 15%
(SEJAK 2010)
> Rp 100 juta 30% 30%
10
Langkah
Langkah Antisipatif Antisipatif
•• Memperhitungkan semua aspek perpajakan Memperhitungkan semua aspek perpajakan
•• Memperhitungkan semua aspek perpajakan Memperhitungkan semua aspek perpajakan dalam setiap siklus perusahaan
dalam setiap siklus perusahaan
•• Membangun Sistem Informasi Perpajakan Membangun Sistem Informasi Perpajakan
•• Mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan Mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan diperiksa
diperiksa
Hutang
Supplier
Persediaan Produksi
Badan
Piutang
Customer
Pembelian
Sales, PPN Keluaran, PPn BM BM Pajak Ekspor
Supplier DN & LN Kreditur
P
Badan Usaha Bagian Akuntansi
Laba
Customer DN & LN
PPh 22, 23, 24, 26 PPN Masukan
Pinjaman Bunga
BM, Pajak Ekspor
PPh 23 (Kredit Pajak)
Pemegang
Saham Komersil
Laba Fiskal SPT
Karyawan/
Buruh
Bagi Laba (dividen) PPh 23
Koreksi fiskal
12
Antisipasi
Antisipasi Terhadap Terhadap Pemeriksaan Pemeriksaan Pajak Pajak
• Sebelum Pemeriksaan Pajak
• Selama Pemeriksaan Pajak
• Setelah Pemeriksaan Pajak
Sebelum
Sebelum Pemeriksaan Pemeriksaan Pajak Pajak
• Penghindaran upaya penggelapan pajak
• Penyelenggaraan pencatatan dan pendokumentasian Penyelenggaraan pencatatan dan pendokumentasian yang baik
• Pendokumentasian kertas kerja penyusunan SPT
• Pertimbangan risiko pemeriksaan pajak
• Simulasi pemeriksaan pajak (Tax Review)
14
TAX REVIEW : TAX REVIEW :
• Menguji tingkat kepatuhan perpajakan
• Menyerupai pelaksanaan pemeriksaan oleh kantor pajak
• Mengidentifikasi exposure yang potensial dihadapi
• Menyusun langkah antisipasi Menyusun langkah antisipasi
EKUALISASI DALAM PEMERIKSAAN PAJAK EKUALISASI DALAM PEMERIKSAAN PAJAK
BEBERAPA METODE EKUALISASI :
• Ekualisasi peredaran usaha di SPT PPh Badan dengan SPT Masa PPN
• Ekualisasi bukti potong yang dikreditkan dengan peredaran usaha
• Ekualisasi biaya pegawai di SPT PPh Badan dengan SPT PPh Pasal 21
• Ekualisasi SPT Masa PPh Pasal 21 dengan SPT Tahunan PPh Pasal 21
16
Selama Pemeriksaan Pajak : Selama Pemeriksaan Pajak :
• Pemahaman tentang surat perintah pemeriksaan
• Penanganan permintaan dan peminjaman dokumen
• Komunikasi dengan pemeriksa pajak
• Pembahasan temuan pemeriksaan Pembahasan temuan pemeriksaan
Surat Perintah Pemeriksaan
• Alasan dilakukannya pemeriksaan
• Alasan dilakukannya pemeriksaan
• Jenis pemeriksaan
• Ruang lingkup pemeriksaan
18
Komunikasi dengan pemeriksa pajak Komunikasi dengan pemeriksa pajak
• Kembangkan sikap kooperatif
• Kembangkan sikap kooperatif
• Respon cepat terhadap permintaan pemeriksa
• Penugasan staf yang qualified
• Penggunaan jasa konsultan pajak
Sesudah Pemeriksaan Pajak
• Produk pemeriksaan
• Produk pemeriksaan
• Jangka waktu penyelesaian produk pemeriksaan
• Pengaruh ke tahun-tahun terkait
• Identifikasi eksposure yang dijumpai
• Langkah antisipasi ke depan
20
AUDITING AUDITING
• Auditing adalah proses penilaian terhadap ‘pernyataan’ yang dikeluarkan oleh suatu entitas/organisasi, dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara ‘pernyataan’ tersebut dengan suatu kriteria yang telah ditetapkan/disepakati
suatu kriteria yang telah ditetapkan/disepakati
• ‘Pernyataan’ yang dimaksud bisa berbentuk :
– Laporan Keuangan Æ Audit atas Laporan Keuangan (Financial Audit) Æ menilai apakah laporan keuangan telah sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum Æ oleh AUDITOR
INDEPENDEN
P g d K gi t Æ A dit P g /A dit O i l Æ – Program dan Kegiatan Æ Audit Program/Audit Operasional Æ
menilai tingkat efektivitas dan efisiensi
KENAPA DIBUTUHKAN AUDIT ?
• UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN PIHAK-PIHAK YANG BERKEPENTINGAN DENGAN ‘PERNYATAAN’ YANG
DIKELUARKAN OLEH PERUSAHAAN/ORGANISASI Æ
PENGGUNA LAPORAN KEUANGAN, PEMERINTAH, LEMBAGA KEUANGAN, MASYARAKAT, DAN SEBAGAINYA
• OLEH SEBAB ITU PIHAK YANG MENGAUDIT HARUS DAPAT DIPERCAYA UNTUK MEMBERIKAN PENILAIAN YANG
OBYEKTIF Æ KOMPETEN, INDEPENDEN
22
JENIS
JENIS--JENIS AUDIT JENIS AUDIT
• AUDIT EKSTERNAL (EXTERNAL AUDIT) Æ audit oleh pihak k t l h / g i i Æ bi dil k k l h eksternal perusahaan/organisasi Æ bisa dilakukan oleh Akuntan Publik, Pemerintah (Pajak) dan Lembaga lain yang memiliki wewenang/tugas untuk mengaudit
• AUDIT INTERNAL (INTERNAL AUDIT) Æ audit oleh pihak
internal perusahaan/organisasi Æ bisa dilakukan oleh
manajemen, Komite Audit, atau Internal Auditor
OPINI AUDITOR INDEPENDEN
• WAJAR TANPA PENGECUALIAN (UNQUALIFIED OPINION) Æ Opini terbaik Æ Laporan Keuangan telah disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum dan dilaksanakan secara konsisten
• WAJAR DENGAN PENGECUALIAN (QUALIFIED OPINION) Æ Laporan Keuangan telah disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum, kecuali untuk satu atau beberapa hal yang tidak memberi pengaruh signifikan terhadap laporan keuangan secara keseluruhan
• TIDAK WAJAR (ADVERSE OPINION) Æ Laporan Keuangan tidak disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum
• TIDAK MEMBERI PENDAPAT (DISCLAIMER OF OPINION) Æ
beberapa faktor : pembatasan ruang lingkup, tidak independen, terdapat masalah signifikan pada going-concern perusahaan
24
KOMPUTERISASI AKUNTANSI KOMPUTERISASI AKUNTANSI
PEMANFAATAN TEKNOLOGI KOMPUTER DALAM PROSES AKUNTANSI DALAM RANGKA MENYAJIKAN INFORMASI AKUNTANSI DALAM RANGKA MENYAJIKAN INFORMASI AKUNTANSI YANG LEBIH BERKUALITAS DAN LEBIH DAPAT
ALASAN :
MEMPERCEPAT PROSES AKUNTANSI
KEMAMPUAN KOMPUTER UNTUK MENYIMPAN DAN MENGELOLA DATABASE DENGAN LEBIH BAIK Æ EFISIEN, AKURAT, TELITI, CEPAT DATABASE DENGAN LEBIH BAIK Æ EFISIEN, AKURAT, TELITI, CEPAT
EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PROSES AKUNTANSI
PERANAN KOMPUTER DALAM AKUNTANSI : PERANAN KOMPUTER DALAM AKUNTANSI :
ARROUND THE COMPUTER
THROUGH THE COMPUTER
WITH THE COMPUTER
SOFTWARE AKUNTANSI : SOFTWARE AKUNTANSI :
SPREADSHEET Æ EXCEL
DAC-EASY
26
C S
MYOB ACCOUNTING
ACCURATE
ZAHIR
DLL
LATIHAN KOMPREHENSIF
ANALISIS RASIO KEUANGAN
1. CURRENT RATIO = 300 % DAN QUICK (ACID TEST) RATIO = 50 %
1 BERIKAN ANALISIS MENDALAM TERHADAP PERNYATAAN‐
PERNYATAAN BERIKUT :
1. CURRENT RATIO 300 % DAN QUICK (ACID TEST) RATIO 50 % 2. DEBT TO ASSET RATIO PER 31 DESEMBER 2007 = 150 % DAN PER
31 DESEMBER 2008 = 80 %
3. GROSS PROFIT MARGIN = 60 % DAN NET PROFIT MARGIN = 7 % 4. NET PROFIT MARGIN = 30 % DAN AVERAGE COLLECTION RATIO
(RECEIVABLE TURN‐OVER) = 97 DAYS
2 HASIL ANALISIS RASIO KEUANGAN PT “WAKAWAKA” TERHADAP PERUSAHAAN‐PERUSAHAAN DALAM INDUSTRI SEJENIS MENUNJUKKAN
28 PERUSAHAAN PERUSAHAAN DALAM INDUSTRI SEJENIS MENUNJUKKAN BAHWA RASIO RENTABILITAS PADA UMUMNYA BERADA PADA POSISI YANG LEBIH BAIK (DI ATAS), NAMUN RASIO AKTIVITAS (INVENTORY TURN‐OVER RATIO DAN AVERAGE COLLECTION RATIO) JUSTRU BERADA PADA POSISI LEBIH BURUK.
APAKAH MUNGKIN ?
REKONSTRUKSI LAPORAN LABA RUGI
Penjualan Selama tahun 2002 telah terjual 800.000 botol sari buah dari berbagai rasa. Harga jual per botol rata-rata Rp 4.000. Seluruh produk tersebut dijual dengan diskon 10 % untuk penjualan tunai (cash), sedangkan untuk penjualan kredit, term of payment adalah 5/15, n/30.
Dari seluruh penjualan, 10 % diantaranya dilakukan dengan cash dan sisanya dengan kredit, dimana untuk penjualan kredit ini, sebesar 30 % memanfaatkan diskon yang diberikan dan sisanya sebesar 70% dibayar pada saat jatuh tempo.
Harga Pokok Penjualan (perhitungan untuk tahun 2002)
Saldo awal Bahan Baku : Rp 150.000.000
Saldo awal Barang Dalam Proses : Rp 175.000.000
Saldo awal Barang Jadi : Rp 200.000.000
Saldo akhir Bahan Baku : Rp 120.000.000
Saldo akhir Barang Dalam Proses : Rp 145.000.000
Saldo akhir Barang Jadi : Rp 225.000.000
Pembelian Bahan Baku tahun 2002 : Rp 750.000.000
Beban Upah Langsungp g g : Rpp 500.000.000
Beban Factory Overhead :
Supervisi Pabrik : Rp 60.000.000
Beban Umum &
Administrasi Beban gaji Direksi dan Karyawan Rp 30.000.000 per bulan, peralatan dan alat tulis Rp 2.500.000 per bulan, administrasi umum kantor Rp 7.500.000 per bulan dan beban lainnya sebesar Rp 5.000.000 per bulan.
Disamping itu juga ada beban penyusutan yang menggunakan metode garis lurus, yaitu gedung kantor sebesar 10 % per tahun dari harga perolehan Rp 250.000.000, peralatan kantor sebesar 20 % per tahun dari harga perolehan Rp 80.000.000 dan kendaraan operasional sebesar 20 % per tahun dari harga perolehan Rp 450.000.000.
PREPARE :
STATEMENT OF COST OF GOODS MANUFACTURED Pendapatan dan
Beban Lain-Lain
Selama tahun 2002 perusahaan memperoleh pendapatan bunga deposito sebesar Rp 50.000.000 dan jasa giro sebesar Rp 7.500.000. Di lain pihak, perusahaan harus membayar bunga pinjaman sebesar Rp 30.000.000.
Tingkat Pajak Menggunakan Tarif Pajak sesuai Peraturan Perpajakan
STATEMENT OF COST OF GOODS SOLD STATEMENT OF INCOME
FOR THE YEAR ENDED, DECEMBER 31, 2002
30
LAPORAN ARUS KAS
Berikut adalah laporan arus kas yang dibuat oleh manajemen PT ENAK TENAN untuk tahun 2005 :
Saldo Awal Kas per 1 Januari 2005 2 500 000 000
PERTANYAAN :
M t S d k h ki j k h t b t b ik ?
Saldo Awal Kas per 1 Januari 2005 2.500.000.000 Penerimaan Selama Tahun 2005 32.500.000.000 Pengeluaran Selama Tahun 2005 24.000.000.000 Saldo Akhir Kas per 31 Desember 2005 11.000.000.000
Menurut Saudara, apakah kinerja kas perusahaan tersebut baik ?
ANALISIS RASIO KEUANGAN
PT UDANG GARING mengajukan proposal kredit kepada BANK JABAR untuk rencana investasinya dalam bidang agribisnis perikanan. Jumlah kredit yang diajukan adalah Rp 10 milyar. Sebagai salah satu persyaratan Bank,
perusahaan juga menyertakan laporan keuangan untuk tahun 2005 yang disertai dengan perhit ngan rasio ke angan
1
disertai dengan perhitungan rasio keuangan.
Pihak Bank melihat bahwa rasio likuiditas perusahaan sangat baik, bahkan untuk quick-ratio nya mencapai hampir 200 % dan cash-ratio nya sekitar 90 %.
Namun demikian, total debt to asset ratio perusahaan mencapai hampir 95 %.
Laporan laba rugi perusahaan untuk tahun 2005 menunjukkan laba bersih sebesar Rp 750 juta, dan perusahaan melaporkan bahwa hal ini berarti perusahaan memperoleh return on equity sebesar 20 % dan return on asset sebesar 10 %.
sebesar 10 %.
PERTANYAAN :
Bagaimana pendapat Saudara atas kondisi dan laporan perusahaan itu ?
32
ANALISIS RASIO 2
2004 2005 2006
Cash 30.000 20.000 5.000
Account Receivable 200.000 260.000 290.000
Inventory 400.000 480.000 600.000
Net Fixed Assets 800.000 800.000 800.000
1 430 000 1 560 000 1 695 000
1.430.000 1.560.000 1.695.000
Account Payable 230.000 300.000 380.000
Accruals 200.000 210.000 225.000
Bank loan, short term 100.000 100.000 140.000
Long-term debt 300.000 300.000 300.000
Common Stock 100.000 100.000 100.000
Retained Earnings 500.000 550.000 550.000
1.430.000 1.560.000 1.695.000