9
LANDASAN TEORI
2.1 Analisis Bahan
2.1.1 Tepung Terigu
Gambar 2.1 Tepung Terigu (Segitiga Biru Bogasari)
Tepung terigu merupakan salah satu bahan makanan yang paling sering
digunakan sebagai bahan utama untuk pembuatan berbagai jenis makanan.Tepung terigu
merupakan tepung yang berasal dari bahan dasar gandum yang diperoleh dengan cara
penggilingan gandum. Tepung terigu merupakan tepung yang sering digunakan dalam
pembuatan makanan yang dipanggang, seperti roti, kue, dan kukis. (Figoni, Paula,
2011). Dalam proses pengolahan makanan menggunakan tepung terigu, tepung terigu
akan menghasilkan Gluten. Gluten merupakan protein yang bersifat lengket dan elastis,
dan . Dalam pembuatan roti, gluten bermanfaat untuk membuat roti menjadi empuk dan
elastis. (Mudjajanto, Yuliati, 2004).
Terdapat beberapa jenis tepung terigu. Penggolongan jenis tepung terigu dapat dilihat berdasarkan tingkat kandungan proteinnya. Berikut adalah 3 macam tepung terigu berdasarkan kandungan proteinnya:
1. Tepung terigu dengan protein rendah (Soft Flour / Pastry Flour) Tepung terigu ini dibuat dengan menggunakan gandum yang lunak, dan memiliki kandungan protein sekitar 8% - 9%
2. Tepung terigu dengan protein sedang (Medium Flour / All Purpose Flour)
Tepung terigu ini dibuat dengan pencampuran tepung protein tinggi dengan tepung protein rendah. Tepung terigu ini memiliki kandungan protein sekitar 10% - 11.5%
3. Tepung terigu dengan protein tinggi (Hard Flour / Bread Flour) Tepung terigu ini dibuat dengan menggunakan gandum yang keras, dan memiliki kandungan protein sekitar 12% - 14%. (Syarbini, 2013)
Tabel 2.1 Kandungan dan Komposisi Zat Gizi Tepung Terigu per 100 Gram Bahan
Kandungan Zat Gizi Tepung Terigu
Energi (kal) 362
Protein (g) 8.9
Lemak (g) 1.3
Karbohidrat (g) 72.3
Kalsium (mg) 16.0
Fosfor (mg) 106.0
Zat Besi (mg) 1.2
Vitamin A (mg) 0
Vitamin B (mg) 0.12
Vitamin C (mg) 0
Sumber: Daftar Komposisi Bahan Makanan, (2000)
2.1.2 Buah Sukun
Gambar 2.2 Buah Sukun
Buah sukun (Bread Fruit) merupakan salah satu buah yang tumbuh dari tanaman sukun yang tumbuh di Indonesia yang beriklim tropis. Di Indonesia, tanaman sukun dapat ditemukan di setiap pelosok negara kita. Pada zaman penjajahan Belanda, sukun lebih populer sebagai pangan alternatif. Di beberapa daerah, seperti Sangir dan Talaud (Sumatera Utara), sukun dimakan sebagai makanan pengganti nasi. Namun di daerah lain, sukun umumnya dimakan sebagai makanan sampingan. Tanaman sukun mempunyai arti penting dalam menopang kebutuhan sumber pangan karena merupakan sumber kalori atau karbohidrat dan memiliki kandungan gizi yang tinggi. (Rukmana R. , 2014, p. 3)
Tanaman sukun mempunyai kemampuan besar untuk beradaptasi dengan
lingkungan tumbuh. Tanaman sukun dapat beradaptasi luas terhadap ketinggian tempat,
baik di dataran rendah maupun dataran tinggi, dan juga toleran terhadap keadaan suhu
atau tempreatur udara. Tanaman sukun dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah sehingga
merupakan tanaman pionir pada tanah subur ataupun kurang subur. (Rukmana R. , 2014,
p. 29)
Tabel 2.2 Klasifikasi Ilmiah Tanaman Sukun
Kingdom Plantae Genus Artocarpus
Subkingdom Tracheobionta Spesies Artocarpus communis Forst
Superdivisi Spermatophyta Sinonim A.incisa Linn., dan A.altilis (Parkinson) F.
Divisi Magnoliophyta Kelas Magnoliopsida Sub Kelas Dilleniidae
Ordo Urticales Famili Moraceae
Sumber: (Rukmana, 2014, p. 18)
2.1.3 Tepung Sukun
Gambar 2.3 Tepung Sukun
Tepung sukun merupakan tepung yang dibuat dari buah sukun yang sudah tua, karena semakin tua buah sukun, maka akan semakin putih warna tepung sukun.
Berdasarkan kadar karbohidrat yang cukup tinggi (27,12%) pada buah sukun berpeluang
diolah menjadi tepung. Pemanfaatan tepung sukun menjadi makanan olahan dapat
mensubtitusi penggunaan tepung terigu 50 % persen hingga 100% tergantung dari jenis
produknya. Sedangkan kandungan kadar protein sukun adalah 4,72%. Jika dibandingkan
dengan kadar protein tepung terigu,maka kandungan 8 protein tepung sukun jauh lebih
rendah dibandingkan tepung terigu. Dengan demikian semakin rendah pula kandungan protein glutenin dan gliadin yang terdapat pada tepung sukun. Kadar kandungan gluten yang rendah menyebabkan kemampuan pengembangan adonan kue yang rendah.
(Widowati, 2009)
Tabel 2.3 Kandungan Gizi Sukun Per 100 Gram
No. Zat Gizi Sukun Muda Sukun Tua Tepung Sukun
1. Karbohidrat (g) 9.2 28.2 78.9
2. Lemak (g) 0.7 0.3 0.8
3. Protein (g) 2.0 1.3 3.6
4. Vitamin B
1(mg) 0.12 0.12 0.34
5. Vitamin B
2(mg) 0.06 0.05 0.17
6. Vitamin C (mg) 21.0 17.0 47.6
7. Kalsium (mg) 59.0 21.0 58.8
8. Fosfor (mg) 46.0 59.0 165.2
9. Zat Besi (mg) - 0.4 1.1
Sumber: FAO (1972) dalam widayati, E. Dan W. Damayanti (2000)
72.3 1.3
8.9 0.12 0 0
16
166 1.2
78.9 0.8
3.6 0.34 0.17
47.6 58.8
165.2 1.1
0 20 40 60 80 100 120 140 160 180
Karbohidrat (g) Lemak (g) Protein (g) Vitamin B1 (mg) Vitamin B2 (mg) Vitamin C (mg) Kalsium (mg) Fosfor (mg) Zat Besi (mg)
Tepung Sukun Tepung Terigu