• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini akan dilakukan pada karyawan di bagian NPV area Perusahaan yang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini akan dilakukan pada karyawan di bagian NPV area Perusahaan yang"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

32 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Obyek dan Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian ialah tempat peneliti akan melakukan kegiatan penelitiannya.

Penelitian ini akan dilakukan pada karyawan di bagian NPV area Perusahaan yang berlokasi di Jl. Beringin Lot, Batamindo Industrial Park, Muka Kuning, Kota Batam.

B. Jenis Penelitian

Penelitian ini termasuk jenis penelitian explanatory research yang termasuk dalam metode kuantitatif, serta menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpulan data. Menurut (Sugiyono, 2018), jenis penelitian ini bertujuan menjelaskan pengaruh antar variabel.

C. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi ialah seluruh wilayah umum yang terdiri atas obyek maupun subyek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2018). Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan karyawan dari bagian NPV area pada PT.

Schneider Electric Manufacturing Batam sebanyak 94 orang.

2. Sampel

Sampel sebagai bagian dari populasi yang mana terdiri dari beberapa anggota dalam populasi (Sekaran & Bougie, 2017). Ukuran sampel ialah banyaknya sampel yang di ambil di dalam suatu populasi. Menurut (Suharsimi, 2013), jumlah populasi

(2)

33

yang kurang dari 100 orang, maka jumlah sampelnya diambil secara keseluruhan. Jika populasi lebih besar dari 100 orang, pengambilan sampel sebesar 10-15% atau 20-25%

dari jumlah populasinya.

Tabel 3. 1 Bagian NPV Area

Unit Jumlah Karyawan

Warehouse 18 orang

Waterspider 12 orang

Debug 7 orang

Trainer 7 orang

Electromechanic (Team Leader)

10 orang

Electronic 2 orang

Outgoing 6 orang

LI Electronic 6 orang

LI Electromechanic 8 orang

Maint 18 orang

Total 94 orang

Sumber: Data Perusahaan

Berdasarkan pada tabel 3 di atas jumlah populasi kurang dari 100 orang, maka pengambilan sampel 100% dari jumlah populasi yang ada pada Perusahaan bagian NPV area sebanyak 94 orang. Penelitian ini menggunakan teknik sampel total sampling yang mana menggunakan seluruh populasi untuk digunakan sebagai sampelnya (Sugiyono, 2018).

(3)

34 D. Definisi Operasional Variabel

Variabel merupakan konsep yang memiliki beragam nilai kuantitatif dan kualitatif yang dapat berubah-ubah nilanya. Definisi operasional ialah definisi-definisi yang berdasar pada karakterisitik yang dapat diobservasi melalui sesuatu yang dapat didefinisikan (Sugiyono, 2018). Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut:

1. Budaya Organisasi (X1)

Budaya organisai ialah sistem yang terdiri dari norma berperilaku, sosial dan moral yang dianut oleh individu didalamnya untuk mengarahkan tindakan mereka dalam mencapai tujuan organisasi. Adapun indikator pada variabel budaya organisasi yang mengacu pada (Robbins & Judge, 2017) sebagai berikut:

a. Inovasi dan pengambilan resiko (X1,1), para karyawan mampu inovatif dan mengambil keputusan dalam pekerjaan yang dilakukan

b. Perhatian terhadap detail (X1,2), para karyawan mampu menunjukkan presisi, analisis, serta memperhatikan detail dalam pekerjaannya

c. Orientasi pada hasil (X1,3), fokus pada hasil kerja yang dilakukan karyawan d. Orientasi pada orang-orang (X1,4), pengambilan setiap keputusan dengan

mempertimbangkan dampak pada orang-orang yang ada di dalam perusahaan e. Orientasi pada tim (X1,5), kerjasama antara orang-orang yang ada di dalam

perusahaan

f. Keagresifan (X1,6), para karyawan kompetitif dan agresif dalam melakukan pekerjaannya

g. Stabilitas (X1,7), kegiatan-kegiatan perusahaan yang ditekankan pada mempertahankan keadaan perusahaan

(4)

35 2. Motivasi (X2)

Motivasi adalah kekuatan, arah, dan ketekunan seseorang untuk mencapi tujuan tertentu. Indikator dari motivasi yang mengacu pada (Robbins & Judge, 2017) meliputi:

a. Faktor intrinsik (motivator factors) (X2,1) yang mana berasal dari dalam diri individu yang membuat lebih bersemangat dalam pekerjaannya, seperti penghargaan, pencapaian prestasi, tanggungjawab, kemajuan karir, serta pekerjaan itu sendiri

b. Faktor ekstrinsik (hygiene factors) (X2,2) yang berasal dari luar individu dan bersumber dari orang lain, yakni kebijakan perusahaan, supervisor, hubungan interpersonal, dan kondisi kerja

3. Kinerja Karyawan (Y)

Kinerja karyawan ialah pekerjaan yang sukses ditunjukkan oleh para karyawan dengan usaha mereka untuk memenuhi tugas dan kewajiban yang mana mengacu pada (Indahingwati & Nugroho, 2020). Adapun indikator-indikator dari kinerja karyawan, yaitu:

a. Kualitas pekerjaan (Y1) yakni kemampuan karyawan dalam meminimalisir kesalahan dalam bekerja dengan mengacu pada jumlah target hasil yang dilakukan oleh pekerja dalam satu jam kerja, serta melakukan pekerjaan sesuai dengan jumlah ketentuan aktivitas yang harus diselesaikan

b. Kuantitas pekerjaan (Y2) yakni fokus pada pekerjaan sudah sesuai dengan ketentuan atau persyaratan yang diberikan

c. Ketepatan waktu (Y3) yakni waktu penyelesaian suatu pekerjaan yang diberikan kepada karyawan oleh suatu organisasi.

(5)

36

d. Kehadiran (Y4) merujuk pada datang pada waktunya dan melakukan pekerjaan sesuai dengan jam kerja yang ada atau telah ditentukan

e. Kerjasama (Y5) yang mana dalam menyelesaikan pekerjaan dibutuhkan beberapa orang dalam jenis pekerjaan tertentu

4. Kepuasan Kerja (Z)

Kepuasan kerja ialah keadaan ketika individu mengalami kesenangan dalam melakukan setiap aktivitas yang dilakukan dalam pekerjaannya. Indikator dari kepuasan kerja menurut (Robbins & Judge, 2017) ialah:

a. Pekerjaan itu sendiri (Z1) menggambarkan kompleksitas dalam pekerjaan yang dilakukan oleh individu

b. Pengawasan (Z2) yang mana penyelia mampu memberikan bantuan teknis dan dukungan perilakuk pada individu

c. Gaji (Z3) menjadi bentuk yang pantas bagi para individu untuk membandingkan dengan kontribusi yang telah pekerja lakukan pada perusahaan

d. Peluang promosi (Z4) merupakan kesempatan untuk maju bagi para pekerja

e. Hubungan dengan rekan kerja (Z5) yang mana rekan kerja mendukung secara sosial E. Data dan Sumber data

Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data primer yang digunakan sebagai bahan untuk menganalisis variabel-variabel penelitian. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara memberikan pernyataan kepada responden berupa kuisioner tentang budaya organisasi, motivasi, kepuasan kerja dan kinerja karyawan.

(6)

37 F. Pengukuran Variabel

Menurut (Sugiyono, 2018) skala likert dapat digunakan dalam mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial sehingga untuk mengetahui pengukuran jawaban responden pada penelitian yang mana menggunakan alat penelitian berupa kuisioner, penulis menggunakan skala likert (Likert’s Summated Ratings).

Setelah ditetapkan indikasi dalam setiap variabel, maka dilakukan pengukuran terhadap indikasi tersebut supaya dapat dianalisis. Adapun teknik pengukuran yang digunakan dengan menggunakan skala likert. Skala likert yang dapat dipergunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang suatu gejala atau fenomena sosial, lalu jawaban memiliki bobot sesuai dengan pengukuran dan terdapat lima macam pilihan jawaban, maka intensitas jawaban tersebut diberikan skor dari nilai terendah 1 (Sangat tidak setuju), 2 (Tidak setuju), 3 (Cukup Setuju), 4 (Setuju), serta tertinggi 5 (Sangat setuju).

G. Teknik Analisis Data

Penelitian ini dianalisis menggunakan rentang skala dan Partial Least Square (PLS).Penjelasan teknik analisis data secara rinci akan dijelaskan sebagai berikut:

1. Rentang skala

Rentang skala merupakan alat yang digunakan untuk menggambarkan bagaimana budaya organisasi, motivasi, kinerja karyawan dan kepuasan kerja pada PT. Schneider Electric Manufacturing Batam. Rumus rentang skala dihitung dan dijelaskan sebagai berikut:

RS = n(m-1)/m

(7)

38 RS = Rentang skala

n = Jumlah sampel

m = Jumlah alternatif jawaban setiap item RS = 94(5-1)/5 = 75

Makna dari rentang skala ditunjukkan pada tabel dengan rincian sebagai berikut:

Tabel 3. 2 Rentang Skala

Interval Budaya Organisasi

Motivasi Kinerja Karyawan

Kepuasan Kerja 94 – 168 Sangat

Lemah

Sangat rendah Sangat rendah Sangat rendah

169 – 243 Lemah Rendah Rendah Rendah

244 – 318 Cukup Kuat Cukup Tinggi Cukup Tinggi Cukup Tinggi

319 – 393 Kuat Tinggi Tinggi Tinggi

394 – 468 Sangat Kuat Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sumber: Data diolah, 2020

2. PLS (Partial Least Square)

Persamaan dalam model ini terdiri dari dua tahap, yaitu:

Z = a + b1X1 + b2X2 + e1

Y = a + b1X1 + b2X2 + b3Z + e2 Keterangan:

Y = Kinerja karyawan Z = Kepuasan kerja a = Konstanta

(8)

39 b1-b3 = Koefisien regresi

X1 = Budaya Organisasi X2 = Motivasi

e = Standar error

PLS merupakan SEM berbasis variance yang diolah melalui perhitungan statistik menggunakan software SmartPLS 3.0. Menurut (Ghozali & Hengky, 2015) metode analisis PLS adalah metode pengukuran yang kuat, karena tidak harus mengasumsikan data dengan pengukuran skala tertentu dan jumlah sampel yang digunakan dapat menggunakan sampel kecil. Selain itu, penggunaan PLS mampu menguji hubungan maupun pengaruh yang kompleks. Analisis PLS secara umum menggunakan dua sub model yang mana harus dilakukan secara berurutan, yaitu:

a. Model pengukuran (outer model)

Outer model digunakan untuk mengetahui nilai validitas dan reliabilitas

model dengan cara mengukur pengaruh diantara setiap pertanyaan atau pernyataan dengan variabel latennya. Outer model dibagi menjadi tiga kategori, yaitu:

1) Convergent Validity

Convergent Validity bertujuan untuk mengukur hubungan konstruk

dengan variabel latennya. Nilai convergent validity dapat diuji dengan melihat nilai outer loadings untuk setiap indikator konstruk. Pengukuran nilai outer loading/factor loading 0,5 sampai 0,6 dianggap cukup untuk penelitian tahap

awal, sedangkan apabila ≥ 0,7 dianggap tinggi dan variabel dianggap valid jika memiliki nilai average extracted (AVE) ≥ 0,5 (Ghozali & Hengky, 2015).

2) Discriminant Validity

(9)

40

Discriminant validity bertujuan untuk membandingkan hubungan

diantara indikator dengan variabel laten dan hubungan dengan variabel laten lainnya supaya tidak terjadi dua kosntruk menguji hal yang sama. Discriminant validity dievaluasi melalui cross loading dan fornell-larcker. Menurut (Ghozali,

2017) mengemukakan bahwa jika nilai cross loading dan fornell-larcker pada variabel laten memiliki nilai tertinggi dibandingkan semua nilai cross loading variabel laten lainnya, maka nilai discriminant validity dianggap valid.

3) Reliability

Menurut (Ghozali, 2017) bahwa kuisioner akan dinyatakan reliabel atau handal jika jawaban responden konsisten atau stabil dari setiap waktu.

Composite reliability berfungsi untuk mengukur reliabilitas suatu variabel dapat

dilakukan dengan melihat cronbach’s alpha dan composite reliability supaya dianggap reliabel nilai keduanya diharapkan nilai > 0,7 akan tetapi nilai 0,6 masih dapat diterima.

b. Model struktural (inner model)

Inner model digunakan dalam menggambarkan pengaruh antara variabel

laten. Inner model dianalisis menggunakan beberapa evaluasi, yaitu 1) Analisis Variant (R2) atau Uji Determinasi

Analisis Variant (R2) atau Uji Determinasi dilakukan untuk mengetahui besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara umum pada model struktural R-Square atau Uji Determinasi. Evaluasi dilakukan dengan melihat nilai R-Square.

2) Predictive Relevance (Q2)

(10)

41

Evaluasi hasil model structural dapat juga dilakukan dengan melihat nilai Q2 predictive relevance. Dalam pengolahannya SmartPLS 3.0 menggunakan blindfolding yang mana nilai Q2 > 0 menunjukkan bahwa model memiliki predictive relevance, sedangkan nilai Q2 < 0 menunjukkan bahwa model kurang memiliki predictive relevance. Nilai Q2 predictive relevance 0,02 , 0,15 dan 0,35 menunjukkan bahwa model lemah, moderate dan kuat (Ghozali

& Hengky, 2015) 3) Uji Signifikansi

Uji nilai t-statistik digunakan dalam menguji signifikansi variabel dalam model struktural yang mana dalam SmartPLS menggunakan bootstrapping untuk pengujiannya Untuk melihat arah pengaruh dan signifikansi dapat dilakukan dengan melihat nilai signifikansi antar konstruk, t-statistik dan p-values. Dalam metode bootstrapping pada penelitian ini nilai signifikansi t-statistik >1,96 dan nilai p-values < 0,05 (Ghozali & Hengky, 2015).

3. Uji Hipotesis

Uji hipotesis bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh variabel penyebab terhadap variabel akibat yang dilihat dari nilai path coefficient. Menggunakan tingkat kepercayaan 95% dan batas ketidakakuratan sebesar 5% atau 0,05. Jika nilai t-statistik lebih dari 1,96 dan P-value < 0,05 , H0 diterima dan Ha ditolak. Sedangkan, jika nilai t-statistik kurang dari 1,96 dan P-value > 0,05, H0 ditolak dan Ha diterima.

a. H0 = Budaya organisasi berpengaruh terhadap kepuasan kerja Ha = Budaya organisasi tidak berpengaruh terhadap kepuasan kerja b. H0 = Motivasi berpengaruh terhadap kepuasan kerja

(11)

42

Ha = Motivasi tidak berpengaruh terhadap kepuasan kerja c. H0 = Budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan

Ha = Budaya organisasi tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan d. H0 = Motivasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan

Ha = Motivasi tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan e. H0 = Kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan

Ha = Kepuasan kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan

f. H0 = Budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja sebagai variabel intervening

Ha = Budaya organisasi tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja sebagai variabel intervening

g. H0 = Motivasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja sebagai variabel intervening

Ha = Motivasi tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja sebagai variabel intervening

Gambar

Tabel 3. 1 Bagian NPV Area
Tabel 3. 2 Rentang Skala

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Metode Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah suatu proses pembelajaran yang menekankan kepada peserta didik untuk terlibat secara aktif dalam menemukan

Hasil pembelajaran dari pertemuan kedua dengan menggunakan tindakan satu menunjukan adanya peningkatan keterampilan bermain sepakbola pada diri siswa, selain itu

Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik wawancara terhadap pihak yang berkompeten mengenai masalah kemacetan lalu lintas kuhususnya dari Dinas Perhubungan, Dinas

Pokok bahasan yang akan disajikan mencakup jenis dan rancangan penelitian, lokasi dan waktu penelitian, populasi, sampel dan sampling, kriteria sampel, instrumen penelitian,

Berdasarkan hasil pengujian, maka disimpulkan bahwa sistem informasi geografis Monitoring Penyebaran Penyakit di Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB

Dalam pada itu ketika Ki Go-thian harus menghindarkan diri lagi dari suatu serangan si orang aneh yang dipandangnya paling tangguh diantaranya tiga lawan itu, diluar dugaan

Oleh karena itu, Artha Wiweka hadir untuk menjadi solusi dalam penyaluran edukasi mengenai literasi keuangan dan pengelolaan keuangan yang baik di masyarakat