• Tidak ada hasil yang ditemukan

Zulkarnain, drg., M. Kes

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Zulkarnain, drg., M. Kes"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

PEMERIKSAAN PEMERIKSAAN PERIODONSIUM &

PERIODONSIUM &

JARINGAN JARINGAN SEKITARNYA SEKITARNYA PEMERIKSAAN PEMERIKSAAN PERIODONSIUM &

PERIODONSIUM &

JARINGAN JARINGAN SEKITARNYA SEKITARNYA

O

O L L E E

H

H ::

Zulkarnain, drg., M. Kes

(2)

P P

E E M M

E E R R

II

PP ENGERTIAN

P em eriksaan P eriodon sium d an Jarin gan S ek itarnya P em eriksaan P eriodon sium d an Jarin gan S ek itarnya P em eriksaan P eriodon sium d an Jarin gan S ek itarnya P em eriksaan P eriodon sium d an Jarin gan S ek itarnya P em eriksaan P eriodon sium d an Jarin gan S ek itarnya P em eriksaan P eriodon sium d an Jarin gan S ek itarnya P em eriksaan P eriodon sium d an Jarin gan S ek itarnya P em eriksaan P eriodon sium d an Jarin gan S ek itarnya (P em eriksaan P eriodontal

(P em eriksaan P eriodontal (P em eriksaan P eriodontal (P em eriksaan P eriodontal (P em eriksaan P eriodontal (P em eriksaan P eriodontal (P em eriksaan P eriodontal (P em eriksaan P eriodontal ) : ) : ) : ) :

prosedur mengevaluasi jaringan

periodonsium dan jaringan sekitarnya yang terkait dgn tujuan :

II K

K

terkait dgn tujuan :

Menentukan apakah penyakit gingiva &

periodontal telah ada

Mengidentifikasi tipe, perluasan, distribusi & keparahan penyakit

Memberikan pemahaman tentang proses patologis yang terjadi dan faktor etiologi yg berperan

S S A A

A

A

N

N

(3)

P P

E E M M

E E R R

II

Pemeriksaan periodontal  harus sistematis dan punya tujuan tertentu.

Pemeriksaan periodontal lengkap  umumnya baru selesai dalam 2 sesi kunjungan tapi utk

Diagnosis periodontal  baru dapat ditegakkan setelah riwayat kasus dianalisis sec. seksama dan tanda-tanda , simtom klinis, dan hasil pemeriksaan lain (probing, mobiliti, radiografi, dsb dievaluasi)

II K K

Pemeriksaan pada sesi I : (1). Penilaian pasien secara umum (2). Riwayat medis

(3). Riwayat dental

(4). Pemeriksaan radiografis

baru selesai dalam 2 sesi kunjungan tapi utk kasus sederhana seperti g’tis simpel dapat selesai dalam 1 kali kunjungan

S S A A

A

A

N

N

(4)

P P

E E M M

E E R R

II

Pada sesi II dilakukan

Bila memungkinkan maka pada sesi I dapat dilakukan pula pemeriksaan :

(1). Pencetakan gigi geligi utk pembuatan model

(2). Pengambilan fotografi (pemotretan kasusnya)

II K K

Pada sesi II dilakukan pemeriksaan :

(1). Pemeriksaan oral

(2). Pemeriksaan gigi geligi

(3). Pemeriksaan periodonsium (4). Analisis fungsi

S S A A

A

A

N

N

(5)

P P

E E M M

E E R R

II

Hal- hal yang diamati :

1) Status mental dan emosionil 2) Temperamen

3) Sikap

4) Usia fisiologis

5) Perubahan warna kulit pasien yg bisa m’gambarkan adanya penyakit, mis. kekuning-kuningan, pucat, sianosis dsb

P

P enilaian Pasien Secara Umum

II K K

S S A A

A A N N

penyakit, mis. kekuning-kuningan, pucat, sianosis dsb 6) Cara bernafas pasien (normal, sesak)

7) Obesitas atau kegemukan

8) Anggota gerak pasien mis. Kontrol gerakan atau adanya oedema.

(6)

P P

E E M M

E E R R

II

Pengamatan ini pelu dilakukan agar drg. yg memeriksa mendapat gambaran mengenai :

1) Karakter dan tipe pasien yg dihadapinya  berguna dlm komunikasi dgn pasien

2) Kemungkinan adanya penyakit atau kondisi sistemik yg harus diungkapkan lebih lanjut dgn pemeriksaan subjektif

II K K

S S A A

A A N N

diungkapkan lebih lanjut dgn pemeriksaan subjektif

(7)

P P

E E M M

E E R R

II

Riwayat medis ad. Penilaian thd kesehatan umum

pasien berdasarkan jawaban pasien atas pertanyaan-

pertanyaan yg diajukan si pemeriksa  bisa secara

lisan atau dgn formulir isian

R

R iwayat Medis

Riwayat medis  penting diungkapkan karena dpt

II K K

S S A A

A A N N

lisan atau dgn formulir isiankarena dpt

membantu pemeriksa dalam hal :

 Mendeteksi manifestasi oral penyakit sistemik tertentu Penyakit sistemik tertentu dapat terdiagnosa lebih dulu oleh drg. mis DM atau leukemia

 Mendeteksi penyakit/ kondisi sistemik tertentu yg mempengaruhi respon periodonsium thd iritan lokal Mis. Kehamilan, DM, kelainan darah, defisiensi nutrisi

(8)

P P

E E M M

E E R R

II

 Mendeteksi penyakit/ kondisi sistemik yg karena keberadaannya memerlukan penanganan khusus &

modifikasi perawatan

Mis. Alergi, sindroma, demam reumatik (rheumatic fever synd.), DM, gangguan endrokin, peny. kardiovaskular, ginjal, terapi obat tertentu (endokrin, kortikosteroid, antikoagulan), masalah psikologis.

 Mendeteksi penyakit yg bisa menular & dpt

membahayakan kesehatan pemeriksa / pendampingnya

II K K

S S A A

A A N N

membahayakan kesehatan pemeriksa / pendampingnya Mis. Penyakit kelamin & AIDS

(9)

P P

E E M M

E E R R

II

Riwayat medis  harus mengungkapkan hal-hal berikut :

 Apakah pasien sedang dlm perawatan dr. umum/ spesialis Bila ya  berapa lama peny. telah diderita, terapi yg diberikan dr. nya & perlu dicatat nama, alamat, telf. Dr. tsb.

 Apakah pasien pernah dirawat inap di RS dan menjalani pembedahan.

Bila ya  perlu dicatat : diagnosis, jenis

II K K

S S A A

A A N N

Bila ya  perlu dicatat : diagnosis, jenis

pembedahan, komplikasi anestesi, perdarahan

& infeksi

 Semua obat-obatan yg pernah digunakan baik resep dr.

maupun dibeli atas inisiatif sendiri.

Perlu diperhatikan  efek obat thd jar. oral.

Pasien dgn terapi antikoagulan &

kortikosteroid perlu diperhatikan dosis & lama pemakaian.

(10)

P P

E E M M

E E R R

II

 Riwayat masalah medis (kardiovaskular, hematologi, endokrin) mencakup  masalah infeksi, peny. kelamin, kebiasaan yg menimbulkan resiko terinfeksi HIV

 Riwayat pekerjaan (okupasi)

 Kecenderungan perdarahan abnormal

Misal  mimisan, perdarahan yg lama meski luka kecil, ekimosis spontan, perdarahan

banyak saat menstruasi

II K K

S S A A

A A N N

banyak saat menstruasi

 Riwayat alergi

Mencakup  hay fever, asma, sensitivitas thd makanan, obat-obatan seperti aspirin, kodein, barbiturat, antibiotika, prokain, laksatif,

serta material dental seperti eugenol atau resin akrilik

 Informasi ttg masa pubertas dan khusus bagi perempuan : menapouse, gangguan menstruasi, histerktomi, kehamilan, keguguran

 Riwayat medis keluarga

(11)

P P

E E M M

E E R R

II

 Pertanyaan yang diajukan : - secara langsung

mengungkapkan penyakit atau kelainan yg sedang atau pernah diderita pasien

- mengungkapkan tanda-tanda penyakit tertentu

untuk memastikan diagnosis perlu konsultasi dgn dr.

umum/ spesialis atau pemeriksaan laboratorium

II K K

S S A A

A

A

N

N

(12)

P P

E E M M

E E R R

II

2 h al yg p erlu d iu n gk ap kan:

2 h al yg p erlu d iu n gk ap kan:

2 h al yg p erlu d iu n gk ap kan:

2 h al yg p erlu d iu n gk ap kan:

1. Riwayat kesakitan saat ini / yg menjadi keluhan utama.

2. Riwayat dental masa yang lalu.

R

R iwayat Dental

II K K

S S A A

A

A

N

N

(13)

P P

E E M M

E E R R

II

Sebagian pasien merasakan tidak ada keluhan tapi sebagian lain tidak. Keluhan yang biasa diutarakan :

Keluhan paling sering oleh penderita:

1. Perdarahan gusi, spontan maupun krn menyikat gigi.

R

R iw ayat sakit/ kelu han iw ayat sakit/ kelu han iw ayat sakit/ kelu han iw ayat sakit/ kelu han

II K K

S S A A

A A N N

1. Perdarahan gusi, spontan maupun krn menyikat gigi.

2. Adanya gigi terasa goyang

3. Adanya gigi (biasa anterior) yg menjadi jarang

4. Ada rasa tidak enak/ busuk di mulut

5. Ada rasa gatal pd gusi, baru terasa lega bila gusi ditusuk dgn tusuk gigi.

(14)

P P

E E M M

E E R R

II

Sebagian kasus pykt gingiva dan periodontal

bisa disertai nyeri sakit berupa:

Nyeri sakit menggigit yg ringan tp terus menerus

Nyeri ringan yg terasa sesudah makan Nyeri sakit parah yg terasa menyebar ke dlm tulang

II K K

S S A A

A A N N

dlm tulang

Nyeri sakit berdenyut akut

Gigi sensitif sesudah dipakai utk mengunyah

Gigi sensitif thdp panas dan dingin Ada rasa terbakar pd gusi

Gigi sangat sensitif thdp udara yg dihirup melalui mulut.

(15)

P P

E E M M

E E R R

II

Pemeriksaan pendahuluan penting utk mengungkapkan sumber keluhan

utamanya dan

menentukan apakah perlu dilakukan perawatan

emerjensi

II K K

S S A A

A A N N

Pemeriksa harus aktif mengajukan pertanyaan

yg dpt mengungkapkan simtom yang

dirasakan pasien.

(16)

P P

E E M M

E E R R

II

Pengungkapan riwayat dental pd masa lalu diarahkan pada:

Riwayat kunjungan ke dokter gigi sebelumnya

mencakup : frekuensi, kunjungan terakhir, frekuensi & saat terakhir menjalani

R

R iw ayat den tal pd m asa lalu iw ayat den tal pd m asa lalu iw ayat den tal pd m asa lalu iw ayat den tal pd m asa lalu

II K K

S S A A

A A N N

frekuensi & saat terakhir menjalani profilaksis oral/ penskeleran

Penyikatan gigi

mencakup : frekuensi per hari, metoda,

jenis sikat & pasta gigi & penggunaan cara pembersih lainnya mis. obat kumur,

stimulator interdental, benang gigi,dll

Perawatan ortodonti yg pernah dijalani

Nyeri sakit pd gigi & gusi yg pernah dialami

(17)

P P

E E M M

E E R R

II

Kecap/rasa bau di mulut atau pd sisi impaksi Mobiliti gigi

apakah ada gigi yg goyang dan mengganggu pengunyahan

Kebiasaan

mengasah-asahkan gigi siang atau malam hari, gigi terasa tdk enak pd waktu bangun pagi,

merokok, mengunyah tembakau, menggigit kuku atau benda lain

II K K

S S A A

A A N N

kuku atau benda lain

Riwayat masalah periodontal sebelumnya gambaran kondisi periodontal yg pernah dialami, perawatan periodontal yg pernah didapat.

(18)

P P

E E M M

E E R R

II

Hal-hal yang berkaitan kelainan periodontal yg harus diamati pada analisis radiografis:

 Kontinuitas lamina dura pd krista septum interdental.

 Jumlah tulang yg hilang terbatas pd septum

interdental. Jumlah kehilangan tlg interdental dihitung dgn cara :

a. Perkirakan jarak normal antara BSE ke KSI

P

P emeriksaan Radiografis

II K K

S S A A

A A N N

a. Perkirakan jarak normal antara BSE ke KSI

b. Ukur jarak yg ada antara BSE dan KSI pd ro foto c. Jumlah tulang yg hilang : a - b

 Pola destruksi tulang: horizontal atau angular/vertikal.

 Kepadatan tulang alveolar pendukung

 Lebar ruang ligamen periodontal pd mesial & distal akar gigi.

 Rasio mahkota-akar gigi.

 Deposit atau tumpatan yg mengemper pd perm.

proksimal gigi

(19)

P P

E E M M

E E R R

II

Sangat bermanfaat untuk mengevaluasi kasus yg di hadapi.

Cetakan digunakan untuk:

1. lebih mudah mengamati posisi tepi gingiva, posisi serta inklinasi gigi, kontak proksimal, daerah food

P

P embuatan Cetakan & Fotografi Kasus

II K K

S S A A

A A N N

serta inklinasi gigi, kontak proksimal, daerah food impaction

2. Media visual utk diskusi kasus dgn pasien.

Fotografi dan cetakan bermanfaat sbg pembanding keadaan pra dgn pasca perawatan.

(20)

P P

E E M M

E E R R

II

Dinilai berdasarkan banyak atau sedikitnya penumpukan plak, debris,materi alba dan stein pd gigi.

Diperiksa dgn bantuan bahan pewarna plak

Lokasi penumpukan plak & iritan lokal dpt menjadi

P

P emeriksaan Oral

H

H igien a oral igien a oral igien a oral igien a oral

II K K

S S A A

A A N N

Lokasi penumpukan plak & iritan lokal dpt menjadi

petunjuk adanya fakor pendorong lokal. Mis. penumpukan plak lebih banyak pd satu sisi berkaitan dgn kebiasaan mengunyah pd sebelah sisi

(21)

P P

E E M M

E E R R

II

Ad. bau busuk/ menusuk dari rongga mulut

Bisa dari rongga mulut (lokal) tapi juga bisa ekstra oral

Sumber lokal :

1. Retensi partikel makanan yg membusuk di sela gigi 2. Coated tongue

3. GUNA

H

H alitosis (B au M u lu t) alitosis (B au M u lu t) alitosis (B au M u lu t) alitosis (B au M u lu t)

II K K

S S A A

A A N N

3. GUNA 4. Dehidrasi 5. Karies

6. Gigi tiruan yg tdk bersih 7. Nafas perokok

8. Luka bedah

(22)

P P

E E M M

E E R R

II

Sumber ekstra oral :

1. Infeksi saluran nafas ( bronkhitis, pneumonia dll) 2. Bau dari substansi aromatik dlm aliran darah

mis. Nafas peminum alkohol, bau aseton penderita DM, bau ureum pasien gagal ginjal

II K K

S S A A

A

A

N

N

(23)

P P

E E M M

E E R R

II

Seluruh r. mulut : bibir, dasar mulut, lidah, palatum, orofarings, saliva diperiksa dgn teliti.

Meskipun perubahan yg ada tdk berkaitan dgn

periodontal, kemungkinan perubahan patologis harus diperiksa.

R

R on gga M u lu t on gga M u lu t on gga M u lu t on gga M u lu t

II K K

S S A A

A

A

N

N

(24)

P P

E E M M

E E R R

II

Pemeriksaan harus secara rutin karena peny. periodontal sering disertai adanya pembesaran nodus limfe

Nodus limfe terinflamasi dpt teraba, lunak dan mobil, kulit yg membalutnya merah & hangat

Pembesaran nodus limfe sering menyertai GUNA, abses periodontal akut, P. juvenil.

P

P em eriksaan N odu s L im fe em eriksaan N odu s L im fe em eriksaan N odu s L im fe em eriksaan N odu s L im fe

II K K

S S A A

A

A

N

N

(25)

P P

E E M M

E E R R

II

Ad. kehilangan substansi gigi secara perlahan-lahanyg ditandai dgn terbentuknya permukaan gigi yg licin dan

berkilat. Berdasarkan mekanisme terjadinya dibedakan atas :

P

P emeriksaan Gigi Geligi

K

K eau san G igi (w astin g) eau san G igi (w astin g) eau san G igi (w astin g) eau san G igi (w astin g)

II K K

S S A A

A A N N

berkilat. Berdasarkan mekanisme terjadinya dibedakan atas :

1. Erosi

Ad. lekukan berbentuk baji pd daerah servikal dgn porosnya tegak lurus thd poros gigi.

Permukaan lesi licin dan berkilat

Pd stadium awal mengenai email kemudian meluas ke dentin dan sementum

Penyebab belum diketahui tapi diduga makanan yg asam

(26)

P P

E E M M

E E R R

II

2. Abrasi

Ad. kehilangan substansi gigi yg diinduksi oleh keausan mekanis yg bukan berupa pengunyahan.

Lesi berupa lekukan seperti cawan atau lekukan seperti baji dgn perm. Berkilat.

Terjadi kehilangan email bila terpapar dgn agen abrasif Penyebab : penyikatan gigi terlalu kuat atau

menggunakan pasta yg abrasif

Abrasi pd gigi anterior akibat menggigit benda keras

II K K

S S A A

A A N N

Abrasi pd gigi anterior akibat menggigit benda keras

(27)

P P

E E M M

E E R R

II

3. Atrisi

Ad. keausan gigi karena kontak fungsional dgn gigi antagonisnya.

Ciri : faset yg keras, licin, berkilat.

Bila dentin telah tersingkap terbentuk warna coklat kekuning-kuningan.

Faset horizontal cenderung mengarahkan tekanan searah poros panjang gigi yg dapat diadaptasi periodonsium.

Faset yg membentuk sudut dgn perm. Gigi cenderung

II K K

S S A A

A A N N

Faset yg membentuk sudut dgn perm. Gigi cenderung mengarahkan tekanan oklusal ke lateral sehingga

mencederai periodonsium.

Atrisi yg menyeluruh & banyak dicurigai adanya bruksism.

(28)

P P

E E M M

E E R R

II

Keberadaan stein merupakan faktor penentu higiena oral dan perlu diungkapkan penyebabnya

S

S tein tein tein tein H

H ipersen sitivitas ipersen sitivitas ipersen sitivitas ipersen sitivitas

Bisa dijumpai pd gigi yg tersingkap akarnya

II K K

S S A A

A A N N

Bisa dijumpai pd gigi yg tersingkap akarnya

Sensitif pd perubahan termal atau stimulasi taktil

Cara pemeriksaan: dgn menggesek-gesek daerah servikal gigi dgn prob atau semprotan udara.

(29)

P P

E E M M

E E R R

II

H

H u bu n gan K on tak P roksim al u bu n gan K on tak P roksim al u bu n gan K on tak P roksim al u bu n gan K on tak P roksim al

M

M obiliti G igi obiliti G igi obiliti G igi obiliti G igi

Kontak proksimal yg sedikit terbuka mengarah pd impaksi makanan

Pada gigi anterior diperiksa sec. Visual, pd gigi posterior dgn benang gigi.

II K K

S S A A

A A N N

M

M obiliti G igi obiliti G igi obiliti G igi obiliti G igi

Diperiksa dgn menggunakan tangkai 2 instrumen aatau 1 tangkai instrumen dgn 1 jari

Dgn salah satu tangkai instrumen menekan gigi yg

diperiksa ke arah vestibular, sedangkan tangkai instrumen yg lain menekan gigi dari arah oral, gigi didorong ke

segala arah

(30)

P P

E E M M

E E R R

II

N (normal): Secara klinis tdk terlihat ada mobiliti gigi

Derajat 1 : gigi bergerak dlm arah vestibular maupun oral ≤ 1 mm.

• Derajat 2 : Gigi bergerak dlm arah Kriteria klinis yg digunakan dlm menentukan derajat mobiliti gigi adalah :

II K K

S S A A

A A N N

• Derajat 2 : Gigi bergerak dlm arah vestibular maupun oral > 1mm.

• Derajat 3 : Gigi bergerak dlm arah

vestibular maupun oral > 1mm & arah

vertikal.

(31)

P P

E E M M

E E R R

II

Harus diperiksa gigi dan sumber tekanan yg menyebabkan migrasinya gigi

Tekanan bisa berasal dari : menekankan lidah atau kebiasaan lainnya

Kontak prematur pd daerah posterior dapat

mendefleksikan mandibula ke anterior dan merusak

M

M igrasi P atologis igrasi P atologis igrasi P atologis igrasi P atologis

II K K

S S A A

A A N N

mendefleksikan mandibula ke anterior dan merusak periodonsium pd gigi anterior maksila dan terjadinya migrasi patologis

Adanya migrasi patologis pd anak-anak menunjukkan ciri klinis p. juvenil

(32)

P P

E E M M

E E R R

II

Merupakan tanda adanya inflamasi akut pd lig. periodontal Cara pemeriksaan : gigi diperkusi hati-hati dlm segala arah

S

S en sitivitas T erhadap P erku si en sitivitas T erhadap P erku si en sitivitas T erhadap P erku si en sitivitas T erhadap P erku si

G

G igi G eligi D alam K eadaan T ertu tup igi G eligi D alam K eadaan T ertu tup igi G eligi D alam K eadaan T ertu tup igi G eligi D alam K eadaan T ertu tup

II K K

S S A A

A A N N

Bertujuan utk mengungkapkan gigi yg letaknya tidak teratur, gigi yg ekstrusi, kontak proksimal yg tidak baik, daerah impaksi makanan yg semuanya mempermudah penumpukan plak

Overbite berlebihan menyebabkan gigi menekan gingiva rahang antagonisnya sehingga ada impaksi makanan, saku, dan pembesaran ggv.

Openbite menyebabkan pembersihan makanan (-) Crossbite menyebabkan trauma karena oklusi, dll

G

G igi G eligi D alam K eadaan T ertu tup igi G eligi D alam K eadaan T ertu tup igi G eligi D alam K eadaan T ertu tup igi G eligi D alam K eadaan T ertu tup

(33)

P P

E E M M

E E R R

II

Diperiksa : karies gigi, tumpatan, restorasi cekat

Khusus tumpatan, restorasi cekat diperiksa keadaannya (baik/tdk baik), kontur (adekuat/ tdk), tepi (mengemper/

mengiritasi/ tdk)

Bila ada impaksi makanan diperiksa adanya tonjol pendorong (plunger cusp)

G

G igi In dividu al igi In dividu al igi In dividu al igi In dividu al

II K K

S S A A

A A N N

pendorong (plunger cusp)

Bila pasien menggunakan GTSL perlu diperiksa

keadaannya pas/ tdk; mengiritasi/ tdk), disain (baik/ tdk) Pemakai ortodonsi lepas : plat (mengiritasi/ tdk),

pelaksanaan kontrol plask (terhalang/ tdk), kekuatan tekanan (dlm batas adaptasi/ tdk)

G

G igi T iru an & P iran ti O rtodon si igi T iru an & P iran ti O rtodon si igi T iru an & P iran ti O rtodon si igi T iru an & P iran ti O rtodon si

(34)

T

T E E R R II M M A A II S

S A

A K

K A A S S II H H K

K H H

Referensi

Dokumen terkait

The objective of this research is to find the effects of inflation, interest rates, money supply and exchange rates on LQ 45 and Jakarta Islamic Index in Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang keberadaan industri tempe terhadap kesehatan lingkungan di Kelurahan Sawah Brebes Kecamatan Tanjung Karang Timur

dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat, dan percaya diri.. Standar Kompetensi Kompetensi Dasarb. 1.4

Terlepas dari kekurangan yang ada dalam penelitian ini, peneliti berharap penelitian ini mampu menjadi referensi pada penelitian yang sejenis dan berguna untuk menyadarkan

Kapasitas teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di BPS Kabupaten Nias, saat ini juga belum seluruhnya sesuai dengan kemajuan teknologi komputasi yang diperlukan untuk

8. Semasa berada di peringkat pra-sekolah, kanak-kanak diberikan pendedahan awal tentang alam persekolahan. Wakil Rakyat di kawasan pedalaman itu telah mengesyorkan

Kharisma Gamaba Jaya yang bergerak dalam bidang jasa pelayanan kebersihan berusaha untuk memberikan kualitas pelayanan yang baik karena diharapkan hal tersebut akan

peneliti menemukan cara-cara guru mengajar yang berbeda-beda, karena setiap siswa memiliki karateristik yang berbeda- beda untuk setiap sekolah. Guru berusaha untuk