Repository Jurnal Tugas Akhir Arsitektur © Jurusan Arsitektur Itenas | No.13 | Vol.4 ISSN: Februari 2020
Penekanan Material Arsitektur Modern Pada Perancangan Kantor BAPPEDA Provinsi
Jawa Barat
Reza Tri Kurniawan
Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Itenas, Bandung Email: [email protected]
ABSTRAK
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Jawa Barat merupakan sebuah lembaga yang bertugas menyelenggarakan kebijakan teknis bidang perencanaan pembangunan daerah provinsi, menyelenggarakan koordinasi, pembinaan, pengendalian, fasilitasi dan pelaksanaan urusan pemerintahan Daerah Provinsi di bidang perencanaan pembangunan daerah.
Semakin cepatnya laju perkembangan di Indonesia, BAPPEDA memiliki peran yang sangat penting dalam menyusun masterplan. Suatu daerah baik di bidang ekonomi, pendidikan dan lain-lain.
Dewasa ini, dibutuhkan kantor BAPPEDA Jawa Barat yang fungsional dan nyaman. Selain itu bangunan kantor juga harus bisa merepresentasikan kredibilitas BAPPEDA Jawa Barat sebagai lembaga yang bertugas menyelenggarakan kebijakan teknis bidang perencanaan pembangunan daerah provinsi Jawa Barat. Sehingga menciptakan bangunan yang representatif, perancangan bangunan harus memperhatikan estetika atau keindahan bangunan. Salah satu teknik merancang bangunan yang dapat digunakan untuk mendesain bangunan yang representatif sekaligus indah ialah dengan menerapkan gaya arsitektur modern, dengan penerapan arsitektur modern dapat menciptakan visual yang nyaman dipandang, dan juga dapat menciptakan kenyamanan visual pada sebuah objek tidak hanya terbatas pada karya arsitektur saja namun tetap mengikuti fungsi dari kantor tersebut.
Kata kunci: Kantor BAPPEDA, Material, Arsitektur Modern.
ABSTRACT
The Regional Development Planning Agency (BAPPEDA) of West Java is an institution tasked with carry out technical policies in the field of provincial regional development planning, coordinating, guiding, controlling, facilitating and implementing provincial government affairs in the area of regional development planning. The rapid pace of development in Indonesia, BAPPEDA has a very important role in preparing the master plan. An area both in the fields of economics, education and others. Nowadays, a functional and comfortable West Java BAPPEDA office is needed. Office buildings must be able to represent the credibility of BAPPEDA West Java as an institution tasked with carrying out technical policies in the area of regional development planning in the province of West Java. Building design must pay attention to aesthetics or beauty so that the building becomes representative. One of the building design techniques that can be used to design representative and beautiful buildings by applying modern architectural styles, and creating visualizations that are comfortable to look at. The application is applied to the facade in the form of a secondary skin with GRC material, then on the roof using a calzip material, and the concept of modern interior space.
Keywords: The Regional Development Planning, Material, Modern Architecture.
1. PENDAHULUAN
Kota Bandung sebagai pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat, maka fasilitas pemerintahan yang ada di Kota Bandung tidak hanya fasilitas pemerintahan kota saja tetapi juga fasilitas pemerintahan Provinsi Jawa Barat. Untuk menunjang kebutuhan fasilitas pemerintah tersebut, diperlukan wadah untuk menampung segala aktifitas didalamnya yaitu bangunan gedung negara.
Bangunan Gedung Negara adalah bangunan gedung yang didalamnya mengatur keperluan dinas yang akan menjadi kekayaan milik negara dan dibangun dengan sumber pembiayaan dari dana APBN, dan perolehan lainnya yang sah, antara lain seperti: gedung kantor, gedung sekolah, gedung rumah sakit, gudang, rumah negara, dan lain-lain. Gedung Negara dengan layanan dan fasilitas pendukungnya. Oleh karena itu dalam merencanakan gedung negara perlu perencanaan yang matang ditinjau dari segi keamanan, biaya, kegunaan, bentuk, arsitektur, struktur maupun jasa yang tersedia [1].
BAPPEDA Provinsi Jawa Barat memiliki tugas pokok menyelenggarakan kebijakan teknis bidang perencanaan pembangunan daerah provinsi, menyelenggarakan koordinasi, pembinaan, pengendalian, fasilitasi dan pelaksanaan urusan pemerintahan Daerah Provinsi di bidang perencanaan pembangunan daerah. Perencanaan daerah tersebut meliputi aspek fisik, ekonomi, sosial dan budaya, pemerintahan, pendanaan pembangunan, pengendalian dan evaluasi, menyelenggarakan dan perencanaan Daerah Kabupaten/Kota, serta mengidentifikasi, mengolah dan menganalisis data pembangunan. Gedung kantor BAPPEDA Jawa Barat berdasarkan tingkat kompleksitas merupakan jenis Bangunan Tidak Sederhana.
Gedung kantor ini merupakan suatu badan di bawah Kementerian sehingga termasuk kedalam golongan Tipe C yaitu gedung perkantoran yang ditempati secara permanen oleh Instansi Pemerintah Pusat dengan pejabat tertinggi setingkat Eselon.
Arsitektur Modern merupakan suatu istilah yang ditujukan untuk bangunan dengan karakteristik yang mengutamakan kesederhanaan bentuk modular dan meniadakan segala bentuk ornamen. Penerapan tema yang ditekankan pada Gedung kantor BAPPEDA ini adalah gaya Arsitektur Modern dengan bentuk yang mengikuti fungsi (Roof gardens) serta 5 prinsip arsitektur modern lainnya. Pemilihan tema ini tepat untuk diterapkan pada perancangan gedung pemerintahan kantor Bappeda yang membutuhkan desain bangunan sederhana, berhubungan langsung dengan lingkungannya serta bentuk bangunanan yang menyesuaikan dengan fungsi setiap ruangan di kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.
Melalui pendekatan arsitektur modern, perancangan gedung kantor BAPPEDA Provinsi Jawa Barat di Kota Bandung ini dapat memenuhi nilai kesederhanaan, kebebasan, dan kenyamanan yang dibutuhkan gedung pemerintahan. Pendekatan gaya arsitektur modern, diharapkan dapat memecahkan permasalahan yang muncul dan menjadi solusi dari tuntutan perbaruan sebuah karya arsitektur.
2. EKSPLORASI DAN PROSES RANCANGAN
2.1 Metode Pendekatan Perancangan
Berdasarkan masalah-masalah yang ada, maka diperlukan metoda pendekatan perancangan untuk menciptakan keselarasan antara ide dengan realita yang ada adalah sebagai berikut:
1. Pengumpulan Data Primer
a. Survey langsung Lokasi yaitu tinjauan langsung datang ke lokasi Site untuk mendapatkan data yang nyata dan valid berkaitan dengan keadaan Site maupun keadaan sekitar Site, baik dari segi potensi dan permasalahannya sehingga didapatkan keselarasan antara bangunan, Site, dengan lingkungan sekitar.
b. Studi Banding yaitu untuk mempelajari dan mengenal baik dengan cara mengunjungi langsung maupun survey internet pada bangunan yang memiliki persamaan dari segi fungsi, arsitektural maupun struktur sebagai bahan pertimbangan pada perencanaan proyek agar mendapat keselarasan dengan bangunan yang akan dirancang.
c. Wawancara yaitu melakukan sesi tanya-jawab dengan pihak-pihak terkait yang berkompeten guna mendapatkan data, keterangan, maupun masukan untuk perancangan proyek.
2. Pengumpulan Data Sekunder
Studi literatur digunakan sebagai referensi berupa buku, jurnal penelitian, internet data pribadi, dan lain-lain.
3. Pengolahan dan Penyusunan Data
Data yang telah terkumpul kemudian diolah guna mendapatkan masukan yang sebenar-benarnya dalam perancangan Kantor BAPPEDA Provinsi Jawa Barat, di Bandung dengan Penekanan Material.
2.2 Identifikasi Lokasi
Site berada di Kecamatan Coblong yang menurut Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bandung 2011 – 2031 merupakan kawasan Perumahan Kepadatan Sedang dan kawasan Jasa (pada ruas Jalan Insinyur H.
Djuanda).
Gambar 1. Lokasi Site
Sumber: www.google.com/maps/place/Bappeda+Provinsi+Jawa+Barat (diakses tanggal 3 Oktober 2019 19.00, diolah)
Lokasi site berdekatan dengan jalan arteri memudahkan masyarakat untuk mengakses menuju lokasi.
Selain itu, lokasi site dekat dengan Terminal Dago dan menjadi jalur lintas beberapa jurusan angkot (angkutan kota). Lokasi site berada pada sisi persimpangan Jalan Dago Asri dan Jalan Insinyur H.
Djuanda yang memudahkan untuk pengaturan sirkulasi keluar – masuk kendaraan kedalam site. Hal ini menyebabkan fasade/ tampak bangunan menghadap pada ruas jalan utama sehingga memudahkan untuk dijangkau dan terlihat dari pinggir jalan (Lihat Gambar 1).
2.3 Tinjauan Teori
Arsitektur Modern” dianggap tepat untuk diaplikasikan pada perancangan arsitektur kantor BAPPEDA.
Memanfaatkan teknologi sekarang yang menggunakan alat berat dan pabrik-pabrik material, sangat membantu untuk terciptanya bangunan kantor yang mengambil konsep modern, gaya ini diharapkan dapat memberikan suasana yang nyaman bagi pegawai maupun staff kantor serta bangunan memiliki keselarasan dengan lingkungan sekitar.
Penerapan konsep bangunan yang berbeda pada kantor biasanya selain ditambahkan fungsi sarana olahraga seperti ruang fitness dan studio musik Kantor BAPPEDA tersebut juga sangat memperhatikan eksterior dan interior dengan penerapan konsep Arsitektur Modern dimana pemilihan material pada kantor tersebut sebagai daya tarik para masyarakat yang melihat dari luar. Sedangkan dalam bangunan sendiri bertujuan untuk membuat para pegawai serta staf lainya merasa nyaman untuk bekerja di kantor BAPPEDA tersebut.
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Jawa Barat merupakan sebuah lembaga yang bertugas menyelenggarakan kebijakan teknis bidang perencanaan pembangunan daerah provinsi, menyelenggarakan koordinasi, pembinaan, pengendalian, fasilitasi dan pelaksanaan urusan pemerintahan Daerah Provinsi di bidang perencanaan pembangunan daerah. Semakin cepatnya laju perkembangan di Indonesia, BAPPEDA memiliki peran yang sangat krusial dalam menyusun masterplan.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pegawaian Umum Nomor 45/PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara, Bangunan Gedung Negara adalah bangunan gedung untuk keperluan dinas yang menjadi/akan menjadi kekayaan milik negara dan diadakan dengan sumber pembiayaan yang berasal dari dana APBN [2]. Standar Luas Gedung Kantor untuk ruang
Indonesia Bandung Lokasi Site
gedung kantor dengan klasifikasi bangunan tidak sederhana menurut Perpres No. 73 tahun 2011, (Lihat Gambar 2). adalah:
1. Rata – rata 10 (sepuluh) meter persegi per personel.
2. Pegawai kantor BAPPEDA Provinsi Jawa Barat terdiri dari Esselon IIA sampai Esselon IV 3. Ruang penunjang ditentukan berdasarkan fungsi bangunan.
4. Penambahan 25% Luas Ruang untuk Sirkulasi. [3]
Gambar 2. Standart Luas Bangunan Gedung Kantor Sumber: Peraturan Presiden No. 73 tahun 2011
3. HASIL RANCANGAN
3.1 Elaborasi Tema
Elaborasi tema adalah salah satu bagian yang membantu dalam proses desain, dengan begitu konsep dari proyek ini memiliki ciri khas tersendiri dan memiliki karakter yang menarik. Pada bab ini akan dipaparkan lebih detail lagi tentang tema yang digunakan pada proyek dengan memperlihatkan beberapa penjelasan tentang masing-masing kata yang digunakan dalam tema (Lihat Gambar 3).
Gambar 3. Elaborasi Tema Sumber: Data Pribadi, Oktober 2019
Kantor BAPPEDA di Bandung, Bandung adalah salah satu kota yang merupakan kota wisata terbaik di Indonesia khusunya Jawa Barat sebagain besar yang bekunjung merupakan wisatawan mancanegara dan nusantara. Dari data Dinas Pariwisata kota Bandung menyatakan bahwa wisatawan yang berkunjung ke kota Bandung mengalami peningkatan tiap tahunnya terhitung dari tahun 2015-2018.
Memberikan aksesibilitas dan konektivitas, dari luar hingga kedalam bangunan agar pengguna dapat mencapai Kantor dengan lancar, dan mudah. Selain itu perancangan dapat memberikan kesan tersedniri bagi pengunjung.
Kantor BAPPEDA merupakan salah satu kantor yang ada di kota bandung yang menawarkan sarana ruang meeting sebagai tempat mendiskusikan suatu masalah.
Membutuhkan kantor yang dapat menampung tamu/instansi yang datang, dan memberikan aksesibilitas dan fasilitas pada bangunan dengan lengkap, mudah dan , nyaman.
Mendesain Kantor BAPPEDA sebagai kantor dengan penataan sirkulasi yang baik.
Kantor yang dapat menampung tamu baik dari luar maupun dalam daerah dengan memberikan fasilitas yang cukup lengkap dengan penerapan konsep yang berbeda dengan kantor lainnya.
Jl. Ir. H. Juanda merupakan area yang masuk didalam wilayah kabupaten Bandung Barat - kota Bandung, Jawa Barat
Masalah dalam kantor karena kantor yang dibangun berada di site yang berada di kawasan padat penduduk.
Jl. Ir. H. Juanda merupakan kawasan pemukiman dan daerah perdagangan selain itu di kawasan tersebut juga merupakan area yang padat penduduk.
Kantor merupakan salah satu tempat bekerja. Dan sebagai salah satu nilai lebih di kawasan tersebut, selain itu kantor juga dapat menjadi pusat sebuah kawasan/ awal pergerakan di sebuah kota untuk memajukan perekonomian daerah tsb.
Peracangan Kantor dapat meningkatkan nila estetika pada bangunan tersebut
Kantor yang dengan konsep berbeda, dan dapat memberikan dampak selain aspek perancangan, seperti aspek ekonomi, sosial, budaya di kota Bandung.
Modern adalah konsep perancangan dalam arsitektur yang digunakan untuk mencapai keseimbangan dan keindahan desain dalam proses Perancangan Kantor.
Permasalahan utama dalam prancangan bangunan umum temasuk bangunan Kantor adalah masalah aksesibilitas, sirkulasi dan ruangan-ruangan yang terkadang kurang terstruktur dengan baik.
Konsep MODERN berkaitan dengan desain perancangan yang akan membentuk kenyamanan manusia dalam pencapaian ruang dan sirkulasi. Hasilnya akan menentukan pola ruang, tatanan ruang, koneksi antar ruang, hingga dimensi ruang yang dapat menampung seluruh kegiatan manusia di dalam Kantor.
Konsep MODERN dalam perancangan kantor diterapkan dengan elemen material dan bentuk agar memberikan kesan yang berbeda bagi kantor yang telah ada sebelumnya.
Menerapkan rancangan Modern yang sesuai sehingga kesan Modern yang ingin di capai dalam desain kantor dapat terlaksana dan mencapai keseimbangan desain yang baik Pendekatan rancangan tapak menerapkan bentuk pada bangunan
Membentuk massa bangunan, hasil dari perancangan tapak Bergaya arsitektur MODERN.
Perancangan Kantor BAPPEDA Provinsi Jawa Barat di Bandung memberikan ungkapan desain melalui perancangan bangunan yaitu penerapan ARSITEKTUR MODERN dan penerapan unsur yang menimbulkan kesan Modern pada interior dan eksterior untuk memberikan kenyamanan serta kesan juga identias yang berbeda. Fungsi bangunan yang merupakan bangunan kantor, akan terkoneksi dengan kawasan sekitar, yang merupakan area pemukiman di kawasan jalan Ir. H. Juanda.
PENERAPAN KONSEP MATERIAL MODERN PADA PERANCANGAN KANTOR BAPPEDA DI BANDUNG
KANTOR BAPPEDA DI BANDUNG KAWASAN SETIABUDHI ARSITEKTUR MODERN
ELABORASI TEMA
PROBLEM MEAN
CONCEPT GOALS NEEDS FACTS
3.2 Konsep Zoning dan Sirkulasi Site
Konsep zoning kantor ini dibedakan atas beberapa zona yaitu zona publik dan zona service, Zona publik berupa area umum atau ruang lobby yang dapat diakses oleh tamu kantor, sedangkan Zona Service merupakan zona pegawai tanpa harus melewati main entrance.
Pada sirkulasi kendaraan, terdapat 2 akses menuju parkir yang berbeda yaitu parkir service dan parkir pegawai, sedangkan parkir tamu kantor berada pada area timur site atau depan bangunan tersebut Penempatan area parkir pegawai kantor di area barat site ditujukan agar tingkat privasi atau aktivitas pegawai yang harus dijaga. Pada aksesibilitas site berfungsi memberikan kemudahan orang dalam mengakses site hingga ke dalam bangunan. (Lihat Gambar 4).
Gambar 4. Konsep Zoning Site Sumber: Data Pribadi, Oktober 2019
3.3 Konsep Gubahan Massa
Proses konsep gubahan massa berbentuk segi empat, dimana konsep ini mengikuti pola massa bangunan sebelumnya yang ada pada kantor BAPPEDA, (Lihat Gambar 5). Konsep gubahan massa ini bertujuan untuk mengoptimalkan ruang- ruang yang ada di dalamnya.
Gambar 5. Konsep Gubahan Massa Sumber: Data Pribadi, Oktober 2019
Bentuk awal dari bangunan
BAPPEDA Bentuk persegi yang dibagi 3
massa bangunan
Bangunan ini juga mempunyai inner court di
antara massa bangunan
Bangunan tersebut mempunyai inner court di
antara massa bangunan Dan bangunan ini juga
Mengambil bentuk substraktif
Sayap Utara
Sayap Selatan
Bangunan Pusat C B A
B : Bangunan Pusat A : Sayap Utara
C : Sayap Selatan
UTARA
Bangunan kantor terbagi menjadi 3 massa, bangunan pusat, bangunan sayap utara, dan sayap selatan dan memiliki inner court yang menghubungkan bangunan sayap utara dengan bangunan pusat dan bangunan sayap selatan. Hal ini bertujuan agar mengoptimalkan udara dan cahaya yang masuk ke dalam bangunan, bentuk bangunan tersebut nantinya akan terlihat simetris apabila dilihat dari depan bangunan.
3.4 Konsep Perencanaan Fasade Bangunan
Bagian atap kantor tersebut menggunakan atap lengkung pada bangunan pusat. Penggunaan roster diterapkan pada bangunan yg tidak terlalu terkena sinar matahari dilantai 2 tepatnya di kantin karyawan.
Pada area main entrance digunakan material kaca dan struktur baja sedangkan, sebagian fasade yang menghadap matahari menggunaan material kaca double glass (Lihat Gambar 6).
Bagian fasade yang menghadap arah barat didesain dengan konsep bentuk yang masif dan beberapa diantaranya menggunakan secondary skin.
Gambar 6. Konsep Fasade Bangunan Sumber: Data Pribadi, Oktober 2019
Secondary skin benbentuk pola batik mega mendung berfungsi untuk mereduksi panas dari paparan sinar matahari secara langsung. Kemudian, material GRC dipilih untuk memberikan penekanan terhadap tema arsitektur modern, dimana terdapat beberapa point mengenai penerapan material modern di dalam bangunan baik indoor maupun outdoor yang nantinya akan memberikan dampak positif terhadap pengguna kantor BAPPEDA.
3.5 Penerapan Tema
Bangunan Kantor BAPPEDA Provinsi Jawa Barat menerapkan tema arsitektur modern yaitu merupakan tema dalam sebuah bangunan yang nyaman. Pemberian material pada fasade memberikan kesan estetika pada bangunan kantor BAPPEDA (Lihat Gambar 7).
Tema arsitektur modern diterapkan di dalam bangunan berupa penambahan secondary skin pada fasade, roof garden di sayap utara dan selatan, atap lengkung di bangunan pusat, serta inner court di area sayap utara dan selatan.
Gambar 7. Penerapan Tema Arsitektur Modern Sumber: Data Pribadi, Oktober 2019
1
2 4
1 2
3
4
3
Secondary Skin
Atap Lengkung
Roof Garden
Inner Court
Aksesibilitas BAPPEDA kendaraan masuk pada kantor BAPPEDA di siteplan ditujukkan pada No.1 pengunjung dapat melakukan drop off atau langsung masuk ke basement pada sisi utara bangunan, sedangkan jalur keluar kendaraan berada pada sisi selatan bangunan yang ditunjukkan No. 2, area belakang site diprioritaskan untuk service, namun juga disediakan parkir motor dan mobil yang diprioritaskan untuk tamu khusus. Site Kantor BAPPEDA (Lihat Gambar 8).
Gambar 8. Siteplan Sumber: Data Pribadi, Oktober 2019
Zoning pada bangunan terdiri dari empat bagian besar, yaitu zona publik yang dapat diakses bagi tamu maupun pegawai dan bersifat umum, selanjutnya, zona semi publik dimana pada bagian ini area lebih dikhususkan (seperti ruang dharma wanita & laktasi), Zona privat yaitu area yang lebih dikhususkan untuk pengguna kantor yang memiliki kepentingan khusus (ruang kerja, ruang Kepala BAPPEDA, ruang arsip), sedangkan zona service yang diletakkan pada bagian belakang site dan diberikan akses khusus untuk dapat menjangkau lift service dan area mekanikal dengan mudah tanpa harus melewati main entrance.
Pada lantai 1 zoning ruang didominasi area publik dan semi publik, seperti lobby, ruang kerja, ruang dharma wanita, poliklinik,untuk inner court bangunan didominasi oleh area service yang terletak pada sisi kiri bangunan dan sisi kanan bangunan (Lihat Gambar 9). Pembagian ruangan pada lantai satu adalah, sisi kiri bangunan difokuskan untuk area bidang kantor dan sisi kanan bangunan seperti lantai 2 dan 3, sedangkan area tengah bangunan merupakan area publik, pengelompokan tersebut betujuan untuk memudahkan pencarian ruang untuk para tamu kantor yang memiliki kepentingan khusus. Terdapat lobby pada area main entrance sebagai media penyambutan tamu. Lantai 2 terdapat ruang perpus, kantin pegawai sedangkan lantai 3 terdapat ruang rapat besar dan dan kepala bidang.
1 2
3 4
6 5
6
Gambar 9. Denah Lantai 1 Sumber: Data Pribadi, Oktober 2019
Penempatan zona privat dan semi publik pada lantai 2 terdapat beberapa ruang penunjang seperti ruang GYM dan studio musik pada lantai 2 bangunan pusat kantor BAPPEDA terdapat juga kantin karyawan dan perpustakaan pada lantai ini
(Lihat Gambar 10).Gambar 10. Denah Lantai 2 Sumber: Data Pribadi, Oktober 2019
Penempatan zona privat dan semi publik juga terdapat pada lantai 3 kantor BAPPEDA beberapa ruang diantaranya seperti ruang rapat besar, galeri, ruang kepala bidang, sekretariat, ruang pengelola, ruang manager dan ruang staff
(Lihat Gambar 11).Gambar 11. Denah Lantai 3 Sumber: Data Pribadi, Oktober 2019
: Publik : Privat
: Servis
: Semi Publik R.Bidang
Pemerintahan dan Budaya
R.Bidang IPTEK R.Rapat
Bidang
R. Arsip
Toilet R.Rapat
Bidang
R. Arsip
R.Bidang Pengembangan Wilayah & Infrastruktur R.Bidang Pengembangan
R.Rapat Bidang
Toilet
Toilet
R.Laktasi R.Dharmawanita Poliklinik
Resepsionis
Lobi Teras
Galeri R.Rapat
Bidang Galeri
TAMAN TAMAN
R.Server
R.GYM
Teras Teras
R. Studio Musik
Toilet
R.Rapat Bidang R.Rapat Bidang
R. Arsip
R.Bidang Monitoring
Perpustakaan Toilet
Kantin Karyawan
Teras
Teras P.Bidang Perekonomian
R.Manager
Gudang R.Gudang
R. Rapat Toilet
VOID
R.Rapat
Resepsionis
Toilet Toilet
R.Rapat Besar R.Office
R. Pengelola R.Staf
R.Kepala Bidang R.Sekretariat
Galeri
R.Staf
: Publik : Privat
: Servis
: Semi Publik
: Publik : Privat
: Servis
: Semi Publik
Penempatan area parkir pegawai kantor BAPPEDA ditempatkan di bagian barat site dikarenakan tingkat privasi atau aktivitas pegawai yang harus dijaga. Pada site adalah untuk memberikan kemudahan orang dalam mengakses site hingga kedalam bangunan. Pada sirkulasi kendaraan, terdapat 2 akses menuju parkir yang berbeda yaitu parkir service dan parkir pegawai, parkir tamu kantor berada pada arah timur site atau depan bangunan tersebut lihat pada (Lihat
Gambar 12). Jalan H. Djuanda digunakan untuk tamu dan pegawai yang sifatnya publiksedangkan di Jalan Dago Asri digunakan untuk jalur service karyawan kantor BAPPEDA.
Gambar 12. Semi Basement Sumber: Data Pribadi, Oktober 2019
Basement 1 terdapat area parkir mobil, ruang utilitas, dan akses lift kantor (Lihat Gambar 13).
Gambar 13. Basement 1 Sumber: Data Pribadi, Oktober 2019
Fasade pada rancangan Kantor BAPPEDA Provinsi Jawa Barat menerapkan unsur arsitektur modern dengan secondary skin memberikan material tambahan pada 70% fasadee bangunan, yang terdiri dari secondary skin yang bermotif mega mendung dengan menggunakan material GRC bertekstur halus dan modul tinggi 10 meter lebar 3 meter difinishing dengan warna abu- abu (Lihat Gambar 14).
Gambar 14. Tampak Bangunan Sumber: Data Pribadi, Oktober 2019
Potongan pada bangunan kantor BAPPEDA menggunakan atap lengkung dengan struktur bentang lebar dengan material baja hollow dan system struktur flate truss, bertujuan untuk menopang beban pada ruang rapat besar yang berada di lantai 3 tanpa menggunakan kolom di tengah ruangan kantor (Lihat Gambar 15).
Gambar 15. Potongan Bangunan Sumber: Data Pribadi, Oktober 2019
Pada eksterior bangunan konsep modern diterapkan pada bagian fasade bangunan dimana kolom bangunan diekspos sehingga memperkuat pilotis dengan kesan tema modern. Finishing fasade menggunakan warna putih dan abu- abu yang mempertegas keberadaan dinding dan kolom (Lihat Gambar 16).
Gambar 16. Eksterior Bangunan Sumber: Data Pribadi, Oktober 2019
Pemilihan konsep arsitektur modern diterapkan pada interior dengan memberikan khusus untuk dapat berinteraksi, baik secara langsung ataupun tidak langsung sesama pegawai kantor (Lihat Gambar 17).
Gambar 17. Konsep Modern Pada Interior Sumber: Data Pribadi, Oktober 2019
-9.50 -7.00 -3.50 -0.00 -4.20 +8.40 +12.60 +13.70 +19.30
+
74040 Atap Lengkung
Flate Truss Roof Garden
3.6. Konsep Rancangan Struktur
Pondasi yang digunakan pada bangunan utama kantor adalah pondasi tiang pancang dengan jumlah 4 pancang sesuai dengan beban yang diterimanya, dan poer yang terhubung dengan sloof struktur. Pondasi tiang pancang dengan sistem pemasangan hidrolik dipilih pada bangunan Kantor Pemerintahan dengan pertimbangan agar tidak menimbulkan getaran yang dapat mengganggu bangunan sekitar. (Lihat Gambar 18).
Gambar 18. Isometri Struktur Sumber: Data Pribadi, Oktober 2019
4. SIMPULAN
Perancangan Kantor BAPPEDA Provinsi Jawa Barat dengan pendekatan arsitektur modern di Jalan Dago, Bandung dalam ekspresi bentuk gubahan massa dan ruang pada bangunan ini menciptakan sinergisitas insteraksi manusia sebagai pengguna kantor/bangunan dan unsur – unsur alam sebagai penerapan konsep desain arsitektur modern. Penerapan tersebut baik dari segi eksterior maupun interior pada bangunan ditujukan agar pengguna kantor merasa nyaman.
UCAPAN TERIMA KASIH
Penulis megucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak khusunya kepada Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Jawa Barat kota Bandung yang telah memberikan izin untuk survey dan memberi data, dan kepada dosen pembimbing yang sudah memberikan kritik dan saran dalam penulisan tugas akhir ini.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 22/Prt/M/2018. Tentang Pembangunan Bangunan Gedung Negara
[2] Peraturan Menteri PU Nomor 45 Tahun 2007 [3] Perpres No. 73 tahun 2011
Talang Horizontal
Atap Kalzip
Rangka Flat Truss
Plat Lantai Lift
Kolom Utama 50
Balok Anak 30/25
Balok Induk 60/40
Poer Bore Pile Ramp BESTMENT 1
SEMI BESTMENT LANTAI 1 LANTAI 2 LANTAI 3 TOP FLOOR
Solder Pile Sloof 60/50
Kolom Utama 50