• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

A. Sekolah : SMA Negeri 8 Batanghari

B. Mata Pelajaran : INFORMATIKA C. Kelas / Semester : X / Genap

D. Materi Pokok : Berpikir Komputasional E. Alokasi Waktu : 2 x 45 Menit

F. Tujuan Pembelajaran :

- Setelah Siswa dan Guru berdiskusi tentang Metode Berpikir Komputasi, Peserta didik mampu menyusun kembali metode berpikir komputasi untuk menyelesaikan masalah sehari – hari dengan benar (C6 – HOTs)

- Setelah membaca modul, Peserta didik mampu menyelesaikan Persoalan komputasional pada forum diskusi secara individu dengan benar. (P5-HOTs)

G. Kompetensi Dasar & IPK : 1. Kompetensi Dasar (3.11)

Kompetensi Dasar 3.11 Indikator Pencapaian Kompetensi 3.11

Computational Thinking untuk menyelesaikan persoalan yang lebih kompleks dari sebelumnya, yang membutuhkan dekomposisi, abstraksi dan representasi data, serta berpola.

Peserta didik mampu mengkategorikan metode berpikir komputasi dalam menyelesaikan masalah (C6 - HOTs)

2. Kompetensi Dasar (4.11)

Kompetensi Dasar 4.11 Indikator Pencapaian Kompetensi 4.11

Memecahkan persoalan agak kompleks yang membutuhkan dekomposisi, abstraksi dan representasi data serta berpola.

Peserta Didik mampu menggunakan metode berpikir komputasi dalam kehidupan sehari hari (P5 - HOTs)

H. Materi Pembelajaran - STEAM & PPK

Science

Faktual : Pengertian Berpikir Komputasi

Konseptual :Karakteristik Berpikir Komputasi

Technology.

Menggunakan Aplikasi android dalam memberikan materi tentang berpikir komputasi.

Menggunakan Laptop / Komputer / Smartphone untuk mencari dan memproses informasi tentang berpikir komputasi.

Engineering

Menentukan bagian dari dekomposisi, abstraksi, berpola dan algoritma . (P5-HOTs)

Art

Menggunakan elemen visual pada bahan ajar, LKPD dan Aplikasi android tentang berpikir komputasi.

Mathematics

Menemukan pola khusus dalam

penyelesaian masalah.

Kolaborasi Siswa - Guru

Pengetahuan Prosedural Peserta Didik

Pengetahuan Metakognitif Peserta Didik

(2)

2 - PPK ( Permendikbud no. 20 tahun 2018): Religius, Nasionalis, Mandiri, Gotong Royong dan Integritas. Nilai PPK diaplikasikan pada kegiatan pembelajaran.

- Materi Pembelajaran Kompetensi :

Pengertian Berpikir Komputasi (eModul halaman 1-2)

Metode Computational Thinking (eModul Halaman 2- 3) I. Metode Pembelajaran

Pendekatan : STEAM, Saintifik

Model : PBL

Metode :

- Active Knowledge Sharing - Ceramah

- Diskusi - Tanya Jawab J. Media & Alat Pembelajaran

Media : Menggunakan Aplikasi Android Informatika Pak Adit

Alat :

- Laptop / Smartphone / Aplikasi Penunjang - Proyektor

K. Sumber Belajar

Buku Ajar Informatika Kelas X, Penulis Sadiman, Penerbit Yramawidya. 2019

E- Modul Berpikir Komputasional, Penulis : Aditya Mafa’id. 2021

Internet (Searching Materi yang relevan) L. Langkah – Langkah Pembelajaran

Tahap

Pembelajaran Deskripsi Kegiatan Pembelajaran

Waktu

1. Pendahuluan Guru Siswa

Apersepsi

1. Mengawali kegiatan pembelajaran dengan mengucapkan salam pembuka 2. Membuka Pembelajaran dengan

pantun

“Ado biawak nangkap kelelawar, Kelelawar dikejar sampai ke genteng, Kalau awak nak iyo nian belajar,

1. Peserta Didik menjawab salam, dan berdoa sebelum memulai pembelajaran yang dipimpin oleh salah satu peserta didik. (PPK Religius)

2. Peserta didik menyampaikan kondisi kehadiran dan bersama sama mengecek kondisi lingkungan ruang kelas

12

Menit

(3)

3 Tahap

Pembelajaran Deskripsi Kegiatan Pembelajaran

Waktu

1. Pendahuluan Guru Siswa

Perhatikan apo yang dikato pak ganteng” (PPK Nasionalisme –

Mulok)

3. Mempersilahkan Peserta didik berdoa.

4. Mengkondisikan suasana belajar yang menyenangkan (Membuka dengan, Presensi peserta didik, melihat kebersihan tata ruang ) 5. Guru mengaitkan materi dengan

pengalaman peserta didik dan dengan materi sebelumnya tentang Dampak Sosial Informatika.

3. Peserta Didik bertanya jawab dengan guru terkait materi pembelajaran sebelumnya. (4C- Communication)

Motivasi

1. Memberi Motivasi kepada peserta didik agar mereka semangat mengikuti materi dengan memunculkan introducing idea (Guru menampilkan contoh soal teka teki analogi ember bola , kelereng dan pasir pada papan tulis). Lalu guru berkata“Ember diibaratkan kepala kita, elemen pengisinya adalah informasi, cara mengisi elemen tersebut dapat dikatakan berpikir komputasi”

2. Melakukan pretest kepada Peserta didik untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik melalui aplikasi android (TPACK)

3. Menyampaikan Tujuan Pembelajaran setelah itu menyanyakan kepada peserta didik “Dari Tujuan Pembelajaran yang Bapak sampaikan, kira – kira apa manfaat

1) Peserta didik dan guru Bersama – sama menyelesaikan teka teki tentang pola/analogi. (4C- Creativity)

2) Peserta didik melakukan pre test dengan aplikasi android

(TPACK) + (PPK Mandiri)

3) Peserta didik menyampaikan manfaat pembelajaran. (4C- Communication)

Kolaboratif Peserta didik dan Guru

Peserta didik yang aktif

(4)

4 Tahap

Pembelajaran Deskripsi Kegiatan Pembelajaran

Waktu

1. Pendahuluan Guru Siswa

kita mempelajari materi ini dalam kehidupan kita?”

Tahap

Pembelajaran Deskripsi Kegiatan Pembelajaran

Waktu

2. Kegiatan Inti Guru Siswa

Tahap 1 : Orientasi Peserta Didik

- Guru menampilkan materi ajar - Guru mengajak peserta didik

secara Bersama – sama

mengemukakan (4C Communication)

pengalaman peserta didik dalam memahami konsep dasar berpikir komputasi.

- Guru meminta peserta didik bergantian membaca modul halaman 1 – 2 tentang berpikir komputasi pada aplikasi android yang telah diinstal (TPACK)

Mengamati :

- Peserta didik mengamati materi guru - Peserta Didik dan guru Bersama sama

mengamati infromasi / pengalaman yang disampaikan oleh peserta didik lainnya. (4C- Collaboration)

- Peserta didik literasi tentang beprikir komputasi yang terdapat pada eModul.

(Literasi)

65 Menit

Tahap 2 :

Mengorganisasi Peserta Didik

Guru memotivasi peserta didik dengan membetuk kelompok untuk mencari informasi terkait LKPD. Dan Memberikan contoh pengerjaan LKPD melalui Proyektor (TPACK)

Menanya : Peserta Didik melakukan diskusi terkait menyelesaikan masalah dengan cara berpikir komputasi dan bertanya terkait cakupan materi yang kurang dipahami pada LKPD.

(PPK Integritas, 4C Communication)

Tahap 3 : Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok

- Guru mendorong dan membantu peserta didik untuk mengumpulkan informasi (mengeksplorasi) penyelesaian masalah yang terdapat pada LKPD

- Guru melalakukan penilaian obsevasi sikap peserta didik

Mengumpulkan Informasi: Peserta Didik

berdiskusi dengan kelompok

(4C Collaboration)

dan

menguraikan (HOTs)

informasi tentang masalah pada LKPD

(5)

5 Tahap

Pembelajaran Deskripsi Kegiatan Pembelajaran

Waktu

2. Kegiatan Inti Guru Siswa

Tahap 4:

Mengembangk an dan

menyajikan hasil karya

Guru meminta perwakilan masing masing anggota kelompok untuk menuliskan hasil temuan pada papan tulis dengan ketentuan waktu seperti perlombaan

Menalar : Setelah menuliskan hasil pengamatan pada LKPD Peserta Didik pada tiap tiap kelompok bergantian satu dan lainnya untuk menuliskan informasi yang diperoleh.

(4C- Collaboration) Tahap 5:

Menganalisis dan

mengevaluasi proses pemecahan masalah

Guru meminta pendapat seluruh peserta didik terkait informasi yang dituliskan dan meberikan skor terhadap temuan informasi. Guru meminta Peserta didik saling melengkapi informasi untuk menyamakan persepsi.

Mengkomunikasikan

Peserta didik menyampaikan hasil diskusi dan berbagi informasi tentang masalah yang ingin dipecahkan. (4C – Communication)

3. Penutup

1. Guru memberikan evaluasi dan meminta Peserta didik secara individu untuk mengerjakannya dalam bentuk post test dengan aplikasi android (TPACK)

2. Secara bersama-sama Peserta didik diminta untuk menyimpulkan tentang berpikir komputasi.(4C- Collaboration)

3. Guru meminta perwakilan peserta didik menyampaikan manfaat pembelajaran yang diperoleh 4. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan pada Peserta didik

untuk mempelajari materi berikutnya.

5. Guru menyuruh salah satu Peserta didik untuk memimpin doa penutup.

13 Menit

M. Evaluasi

1. Teknik Penilaian

a. Sikap Perilaku Karakter : Format Penilaian Sikap b. Sikap Sosial : Format Penilaian Sikap c. Produk : Ujian Tulis (Pre dan Post Test)

d. Keterampilan : Menyelesaikan Persoalan berpikir komputasional pada forum diskusi bahan ajar halaman 4 pada eModul

2. Instrumen Penilaian

a. LP 1 : Sikap Perilaku Karakter

b. LP 2 : Sikap Sosial

(6)

6 c. LP 3 : Produk dilengkapi Kunci jawaban

3. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan

a. Di bawah angka minimal (sesuai degree dari tujuan) diberikan tugas remedial, misalnya mengulang menjawab soal yang belum betul (bisa dikerjakan diluar jam pelajaran)

b. Di atas angka minimal (sesuai degree dari tujuan) diberikan tugas pengayaan, misalnya dengan memberikan tugas tambahan yang sepadan.

NB : Media pembelajaran yang dibuat berupa aplikasi android. Media sudah terintegrasi dengan penilaian kognitif, penilaian sikap dan penilaian antar teman, sehingga data yang diisikan peserta didik sudah terekap kedalam email guru. Untuk Media pembelajaran berbasis Aplikasi Android, bisa dilihat versi HTML 5 pada link berikut :

https://aplikasiinformatika.000webhostapp.com/Media%20UKIN%20FIX%20(Publis hed)/index.html

atau jika ingin menginstalnya pada smartphone bisa didownload pada link berikut :

https://drive.google.com/file/d/1YKCImEcYGfOHDP_qHGuZZDO1bvMsZ9FQ/vie w?usp=sharing

Kepala SMA Negeri 8 Batanghari

Amir Husin, S.Pd

NIP. 196511091998121001

Batanghari, Mei 2022 Guru Mata Pelajaran

Aditya Mafa’id, S.Pd

NIP. 199012262019031008

(7)

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERPIKIR KOMPUTASIONAL

Nama Kelompok : ………..

Nama Anggota : ………..

Kelas : ………..

Judul : Lembar Kerja 1

Tujuan : Peserta didik mampu Menyusun kembali metode berpikir komputasional untuk menyelesaikan masalah sehari – hari

Identitas Mata Pelajaran : Informatika

Kompetensi Dasar : Computational Thinking untuk menyelesaikan persoalan yang lebih kompleks dari sebelumnya, yang membutuhkan dekomposisi, abstraksi dan representasi data, serta berpola.

Petunjuk Kerja :

1. Bacalah terlebih dahulu permasalahan yang terdapat pada kartu kasus

2. Diskusikanlah dengan anggota kelompokmu cara yang paling efektif dan efisien dalam memecahkan masalah tersebut dengan metode berpikir komputasi yang terdiri atas : Dekomposisi, Abstraksi, Menemukan pola dan algoritma.

3. Setelah ditemukan solusi permasalahan, silahkan tuliskan dipapan tulis jawaban yang kalian miliki.

4. Catat temuan atau informasi baru dari kelompok lain untuk menyempurnakan jawaban kalian.

Kartu Kasus 1

Udin adalah seorang pelajar yang memiliki berat bedan berlebih , ia sangat suka bermain game online sambil menikmati cemilan, suatu saat ia merasakan terjadinya perubahan pada dirinya, mulai dengan mudah mengantuk, mood tidak teratur, saat berjalan atau beraktivitas mudah lelah dan terasa bagian kaki sering nyeri saat berjalan. Setelah berkonsultasi dengan dokter dipuskesmas, udin mengidap obesitas. Disarankan udin untuk menurunkan berat badannya dengan catatan dokter ingin melihat perubahan udin selama satu minggu ini untuk kontrol ulang.

Yuk..bantu Udin dengan berpikir komputasi untuk menurunkan berat badanya

(8)

RUBRIK PENILAIAN

Tabel Spesifikasi Lembar Penilaian

Indikator LP dan Butir Soal Kunci LP dan Butir

Soal

Sikap Prilaku Karakter LP1 Deskripsi

Sikap Sosial LP2

Produk:

Memproyeksikan kasus kasus sosial dari implementasi produk TIK (Pretest dan Post test)

LP 3 Produk

- 5 Butir soal test pilhan ganda

Kunci LP 3 Produk - 5 Butir soal Pilihan

ganda

Keterampilan

Menyelesaikan Persoalan

komputasional dalam kehidupan sehari - hari

LP 4 Kinerja

(9)

Siswa: Kelas: Tanggal:

LP 1: Format Penilaian Sikap Prilaku Karakter

Petunjuk:

Untuk setiap sikap berikut ini, beri penilaian atas peserta didik menggunakan skala berikut ini:

No Aspek Sikap /ranah Non-instruksional/

(Attitude)

Skor Perolehan Believe (B)

(Preferensi oleh Peserta didik

ybs.)

Evaluation (E) (Oleh Guru/

mentor)

1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 Kedisiplinan

2 Kejujuran

3 Kerja sama (Peduli)

4 Mengakses dan mengorganisasi informasi

5 Tanggung jawab 6 Memecahkan masalah 7 Kemandirian (Pro-aktif)

8 Ketekunan (Berkesinambungan)

Keterangan:

dan skor B dan E pada aspek sikap ke n

= banyaknya aspek sikap = 8

= Skor maksimum 100 atau sesuai dengan ketetapan tertentu

Peserta didik dapat mengisi skor diri sendiri terlebih dahulu, kemudian diserahkan kepada guru/mentor untuk diisi dan diolah nilai NAt

Batanghari, Mei 2022 Pengamat,

Aditya Mafa’id S.Pd NIP. 199012262019031008

(10)

DESKRIPSI PENETAPAN SKOR SIKAP (ATTITUDE)

No Komponen Deskripsi Skor

5 4 3 2 1

1 Kedisiplinan Mentaati semua peraturan kerja secara konsisten tanpa instruksi dan

pengawasan guru

Mentaati semua peraturan kerja secara konsisten dengan sedikit pengawasan dari guru

Mentaati semua peraturan kerja dengan pengawasan guru

Peraturan kerja kadang-kadang dilanggar meski- pun diawasi

Peraturan kerja sering dilanggar meskipun diawasi

2 Kejujuran Selalu jujur Jujur selama diawasi

Kadang- kadang jujur

Kadang-kadang tidak jujur

walaupun diawasi

Sering tidak jujur walaupun diawasi 3 Kerja sama

(Peduli)

Dapat bekerjasama dengan semua pihak (sesama teman

maupun guru, pegawai)

Bisa bekerjasama dengan group tertentu tanpa pengawasan

Dapat bekerjasama dalam group kerja selama diawasi guru

Hanya dapat bekerjasama dengan guru

Tidak dapat bekerjasama

4 Mengakses dan mengorganisasi informasi

Dapat mengskses dan

memanfaatkan informasi terbaru

Dapat mengakses informai tapi kurang

memanfaatkannya

Kadang- kadang mencari informasi baru

Dapat

memanfaatkan informasi baru tetapi terlambat

Kurang mampu mengakses informasi baru

5 Tanggung jawab Dapat bertanggung jawab dalam segala kewajiban

Bertanggungjawab tetapi hanya sebagian saja

Kadang kadang bertanggung- jawab jika diawasi

Bertanggungjawab selama

menguntungkan dan diawasi

Kurang bertanggung- jawab pada kewajibannya

6 Memecahkan masalah

Dapat memecahkan masalah dengan baik tanpa bimbingan Semua

Dapat memecahkan masalah dengan baik atas bimbingan

Dapat memecahkan sebagian besar masalah tanpa bimbingan

Dapat memecahkan sebagian masalah walau tanpa bimbingan

Semua masalah diselesaikan selalu dengan bimbingan

7 Kemandirian (Pro- aktif)

Dapat belajar sendiri tanpa pengawasan guru

Dapat belajar sendiri dengan pengawasan guru

Kadang kadang dapat belajar mandiri

Kadang kadang mandiri jika diawasi

Kurang mampu bekerja mandiri 8 Ketekunan

(Berkesinambungan)

Tekun tanpa harus dibimbing

Tekun selama dibimbing

Kadang kadang tekun

Kadang kadang kurang tekun walau

Kurang tekun walau

dibimbing

(11)

Siswa: Kelas: Tanggal:

LP 2 : Format Pengamatan Sikap Sosial

Petunjuk:

Untuk setiap keterampilan sosial berikut ini, beri penilaian atas keterampilan sosial siswa itu menggunakan skala berikut ini:

D = Memerlukan perbaikan C =Menunjukkan kemajuan

B =Memuaskan A =Sangat Baik

Format Pengamatan Keterampilan Sosial

No Rincian Tugas Kinerja (RTK)

Memerlukan perbaikan (D)

Menunjukkan kemajuan (C)

Memuaskan (B)

Sangat baik (A) 1 Bertanya

2 Menyumbang ide atau pendapat

3 Menjadi pendengar yang baik

4 Berkomunikasi

Batanghari, Mei 2022 Pengamat,

Aditya Mafa’id S.Pd NIP. 199012262019031008

(12)

LP 3 : Produk

Nama: Kelas : Tanggal:

Enam siswa yaitu A, B, C, D, E dan F, masing – masing akan melakukan presentasi didepan kelas. Masing – masing hanya akan maju kedepan satu kali saja dan selesai dengan urutan sebagai berikut :

 C akan maju pada urutan keempat atau trakhir

 D akan menjadi pembicara ketiga setelah A

 B akan maju sebelum C

 F akan maju sebelum D

1. Apabila E maju persis sebelum C, ada berapa urutan yang berbeda dari keenam presentasi tersebut dibuat?

a. 2 b. 3 c. 4 d. 5 e. 6

2. Apabila B maju pada urutan kelima, manakah dari pernyataan berikut yang benar?

a. F maju pada urutan pertama b. E Maju pada urutan kedua c. A maju pada urutan ketiga d. D Maju pada urutan keempat e. A maju pada urutan keempat

3. Manakah dari pernyataan berikut ini yang menunjukkan urutan yang lengkap dan akurat mengenai siswa yang dapat maju segera setelah C maju?

a. D b. E c. D, E, A d. A, B e. D, E, F

4. Manakah dari pernyataan berikut ini yang benar?

a. D akan maju pada urutan ketiga b. A akan maju pada urutan pertama c. F akan maju pada urutan keenam d. E akan maju pada urutan keenam e. B akan maju pada urutan kedua

5. Dari urutan berikut ini, manakah urutan tampil yang benar?

a. E, F, A, C, B, D b. A, F, C, D, B, E c. E, F, A, B, D, C d. B, A, F, E, D, C e. C, A, B, D, E, F

(13)
(14)

LP 4 : KETERAMPILAN KINERJA

NO

NAMA SKOR JUMLAH

SKOR NILAI

PERSIAPAN PELAKSANAAN HASIL WAKTU

PENGERJAAN

Pedoman Penilaian

Skor diberikan rentang nilai 0 – 100

Jumlah skor : (

(15)

LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN SIKAP

PENILAIAN OBSERVASI Kelas :

Mapel :

NO NAMA SISWA

ASPEK SIKAP YANG DINILAI

KD: Tgl : KD: Tgl : KD: Tgl : KD: Tgl : Ket

1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5 6 7 8

1

1 s/d 8 indikator attitude:

1. Kedisiplinan 2. Kejujuran 3. Kerja sama 4. Mengolah informasi 5. Tanggung jawab 6. Memecahkan masalah 7. Kemandirian 8. Ketekunan

Skor yang Diisi : 1- 5

1. Peraturan sering dilanggar 2. Peraturan kadang kadang

dilanggar

3. Menaati peraturan dalam pengawasan guru.

4. Menaati peraturan kerja konsisten dengan sedikit pengawasan guru.

5. Konsisten mengikuti peraturan kerja meski tanpa pengawasan guru

2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Pengamat,

Aditya Mafa’id S.Pd

NIP. 199012262019031008

(16)

LEMBAR PENGAMATAN KETERAMPILAN SOSIAL

PENILAIAN OBSERVASI Kelas :

Mapel :

NO NAMA SISWA

KETERAMPILAN SOSIAL YANG DIAMATI

KD : KD : KD : KD : KD : Tgl: KD : KET Q I L C Q I L C Q I L C Q I L C Q I L C Q I L C

1 Indikator Ket. Sosial : Q : Bertanya

I : Mengemukan ide L : Pendengar yang baik C : Berkomunikasi

Penilaian Diisi dengan ketentuan : A : Sangat Baik

B : Memuaskan

C : Menunjukkan Kemajuan D : Memerlukan Perbaikan

2

3

4

5

6

7

8

9

10

Pengamat,

Aditya Mafa’id S.Pd

NIP. 199012262019031008

(17)

BAHAN AJAR INFORMATIKA

Guru Mapel : Aditya Mafa’id, S.Pd

NIP : 199012262019031008

Materi : Berpikir Komputasional

CALON GURU PENGGERAK ANGKATAN 6

2022

(18)

i KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dapat terselesaikannya modul Informatika. Modul ini bertujuan untuk membantu siswa SMA dalam memahami penggunaan dan pengembangan konsep – konsep baru agar lebih terarah. Kami berharap bahwa modul ini juga dapat menambah referensi bagi siswa SMA dalam pembelajran Informatika.

Modul ini memuat tentang uraian materi-materi yang berkaitan dengan “Berpikir Komputasional”. Selain itu untuk memudahkan pemahaman juga terdapat rangkuman dan forum diskusi. Kami berusaha menyusun modul Informatika ini sesuai dengan kebutuhan siswa dan guru sehingga dapat terjadi kegiatan belajar mengajar yang lebih komunikatif dan optimal. Akhirnya, kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan modul ini, semoga dapat memberikan andil dalam kemajuan siswa untuk mempelajari Informatika. Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan modul ini. Untuk itu, kritik dan saran bagi kesempurnaan modul ini sangat kami harapkan.

Penulis

Aditya Mafa’id, S.Pd

(19)

ii

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ... i

Daftar Gambar ... iii

1. Tujuan ... 1

2. Tugas Pendahuluan ... 1

3. Kajian Teori a. Pengertian Berpikir Komputasi... 1

b. Metode Computasional Thinking ... 2

c. Karakteristik Computasional Thinking ... 3

d. Kelebihan dan Kelemahan computasional thinking ... 4

4. Forum Diskusi ... 4

5. Penutup a. Kesimpulan ... 5

b. Test Formatif... 5

Daftar Pustaka ... 7

(20)

iii DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

1. Ilustrasi Komputasional Thinking ... 1

2. Membuat Brownies ... 2

3. Tahap Transformasi ... 4

4. Deteksi Wajah Tersenyum... 4

5. Menentukan Wajah Tersenyum ... 5

(21)

1

BERPIKIR KOMPUTASI

Kompetensi Dasar

Computational Thinking untuk menyelesaikan persoalan yang lebih kompleks dari sebelumnya, yang membutuhkan dekomposisi, abstraksi dan representasi data, serta berpola.

1. Tujuan

Setelah menyelesaikan modul ini, anda diharapkan dapat menyelesaikan masalah menggunakan metode berpikir komputasional.

2. Tugas Pendahuluan

Upik bersekolah disebuah sekolah menengah atas dengan fasilitas yang sangat memadai, free wifi dan setiap sudut sekolah ada cctv. Pada masa ajaran baru upik dipercaya menjadi bendahara kelas. Suatu saat pada setelah pelajaran olah raga (jam pelajaran kedua) upik mengecek tasnya dan naasnya uang kas kelas hilang. Dengan metode berpikir komputasi, langkah apa yang paling efisien untuk dilakukan?

3. Kajian Teori

a. Pengertian Berpikir Komputasi

Computational Thinking (CT) adalah sebuah pendekatan dalam proses pembelajaran.

CT memang memiliki peran penting dalam pengembangan aplikasi komputer, namun CT juga dapat digunakan untuk mendukung pemecahan masalah disemua disiplin ilmu, termasuk humaniora, matematika dan ilmu pengetahuan. Siswa yang belajar dimana CT diterapkan dalam kurikulum (proses pembelajaran) dapat mulai melihat hubungan antara mata pelajaran, serta antara kehidupan di dalam dengan di luar kelas.

Wing (2006, hlm. 33) berpendapat bahwa computational thinking melibatkan pemecahan masalah, perancangan sistem, memahami perilaku manusia dengan berkaca pada konsep-konsep dasar ilmu komputer.

Gambar 1. Ilustrasi Computional Thinking

Sumber: https://medium.com/@akmaluddinfadhilah/computational-thinking-di-kehidupan-sehari- hari- e3729268f2c1, diakses tanggal 10 Juli 2021

Sehingga dapat disimpulkan Computional Thinking adalah cara berpikir untuk menyelesaikan masalah (problem solving) dengan cara menguraikannya menjadi beberapa tahapan yang efektif, efisien, dan

(22)

2

menyeluruh, meliputi: decomposition, pattern recognition, abstraction, algorithms yang merupakan beberapa konsep dasar ilmu komputer.

b. Metode Computional Thinking

Computional Thinking mengadaptasi dari cara berpikir seorang programmer. Ketika seorang programmer ingin membuat sebuah program, programmer menggunakan empat metode dalam membuat program. Maka metode berpikir ini yang digunakan sebagai metode computional thinking. Adapun metodenya sebagai berikut :

1. Decomposition : Kemampuan memecah data, proses atau masalah (kompleks) menjadi bagian-bagian yang lebih kecil atau menjadi tugastugas yang mudah dikelola.

2. Pattern Recognition : Kemampuan untuk melihat persamaan atau bahkan perbedaan pola, tren dan keteraturan dalam data yang nantinya akan digunakan dalam membuat prediksi dan penyajian data.

3. Abstraksi : Melakukan generalisasi dan mengidentifikasi prinsip-prinsip umum yang menghasilkan pola, tren dan keteraturan tersebut.

4. Algorithm Design : Mengembangkan petunjuk pemecahan masalah yang sama secara step-by-step, langkah demi langkah, tahapan demi tahapan sehingga orang lain dapat menggunakan langkah/informasi tersebut untuk menyelesaikan permasalahan yang sama.

Untuk memahami lebih lanjut tentang metode berpikir komputasi, perhatikan contoh kasus berpikir komputasi berikut : Bagaimana membuat brownies lezat berjumlah 100 buah dengan efektif dan efisien?

Gambar 2. Membuat Brownies

Sumber: https://www.freepik.com/free-photo/chocolate-brownies_4201551.html, diakses 10 juli 2021

Decomposition : Kemampuan memecah data, proses atau masalah (kompleks) menjadi bagian-bagian yang lebih kecil atau menjadi tugas-tugas yang mudah dikelola.

Misalnya memecah struktur komponen dasar pembentuk Brownies menjadi Tepung, Telur, Gula, Mentega, Coklat, Susu, Keju, Backing Powder, Air.

Misalnya memecah proses dasar pembuatan Browniz menjadi Penyiapan Bahan, Pencampuran Adonan, Pengembangan Adonan (emulsi), Memasak/Memanggang, Toping/Rias, Packing/Pengepakan.

(23)

3

Pattern Recognition : Kemampuan untuk melihat persamaan atau bahkan perbedaan pola, tren dan keteraturan dalam data yang nantinya akan digunakan dalam membuat prediksi dan penyajian data.

Misalnya mengenali pola dan proses pembuatan 1 box kue Brownies yang dimulai dari tahap Persiapan hingga Packing memerlukan waktu 60 menit dengan menggunakan 1 unit oven.

60 menit = 1 Box atau 1 jam = 1 Box.

Abstraksi : Melakukan generalisasi dan mengidentifikasi prinsip-prinsip umum yang menghasilkan pola, tren dan keteraturan tersebut. Misalnya dengan melihat dan mengidentifikasi pola pembuatan browniz secara umum.

Jika dalam 1 jam dengan 1 unit oven/pemanggang diperoleh 1 box browniz maka perlu 100 jam (4,16 hari) untuk menghasilkan 100 box browniz. Tentu tidak efektif dan efesien !

Karena proses pembuatan browniz ini merupakan proses yang berulang maka kita dapat melakukan generalisasi bahwa proses ini tidah harus menunggu semua proses selesai baru dilakukan dari awal. Dengan kata lain, saat kue brownies sudah masuk oven, kita dapat melakukan proses pembuatan adonan kembali tanpa harus menunggu hingga semua proses dilaksanakan.

Dengan demikian 60 menit >= 3 Box atau 1 jam >= 3 Box Sehingga untuk menghasilkan 100 box browniz dengan 1 unit oven diperlukan waktu 33 jam atau 1,3 hari. Pertanyaan selanjutnya bagaimana jika kita sediakan 2 buah oven, maka jawabnya kita hanya memerlukan waktu 16,5 jam untuk menghasilkan 100 box Browniz. Bagaimana bentuk persamaan matematikanya ? Bagaimana nilai ekonomis dan break even pointnya ? Bagaimana suhu oven yang paling baik ? Bahan (kimia/alami) pengembang adonan yang paling baik dan efektif ?

Algorithm Design : Mengembangkan petunjuk pemecahan masalah yang sama secara step-by-step, langkah demi langkah, tahapan demi tahapan sehingga orang lain dapat menggunakan langkah/informasi tersebut untuk menyelesaikan permasalahan yang sama.

Misalnya langkah dan tahapan membuat kue brownies yang paling efektif dan efesien sesuai dengan pola dan abstraksi sebelumnya hingga tahap packing, diurutkan secara lengkap, terukur dan kreatif.

c. Karakteristik Computional Thinking

Computational thinking dapat diterapkan dalam banyak pemecahan masalah. Tahapnya yang efisien dan efektif dapat melatih siswa untuk bekerja secara sistematis dan menyeluruh.

Adapun enam jenis karakteristik computional thinking adalah sebagai berikut :

1.

Mampu memberikan pemecahan masalah menggunakan komputer atau perangkat lain.

2.

Mampu mengorganisasi dan menganalisa data.

3.

Mampu melakukan representasi data melalui abstraksi dengan suatu model atau simulasi.

4.

Mampu melakukan otomatisasi solusi melalui cara berpikir algoritma.

(24)

4 5.

Mampu melakukan identifikasi, analisa dan implementasi solusi dengan berbagai kombinasi

langkah / cara dan sumber daya yang efisien dan efektif.

6.

Mampu melakukan generalisasi solusi untuk berbagai masalah yang berbeda d. Kelebihan dan Kelemahan Computional Thingking

1. Kelemahan

Computational thinking tidak memiliki pemikiran unik yang dapat membantu problem solving. Intinya, berbagai pendekatan dan metode lain telah memilikinya. Pengembangan sistem untuk menyelesaikan suatu repetisi telah dilakukan dari zaman dahulu. Bisa dikatakan pula bahwa sebetulnya computational thinking tidak lebih dari sekedar turunan atau cabang pemikiran yang dihasilkan dari pendekatan saintifik pula.

2. Kelebihan

Computational Thinking merupakan sebuah pendekatan dalam proses pemecahan masalah. Dengan melakukan tahapan-tahapan computational thinking, masalah yang diselesaikan dapat lebih terstruktud dan hasil yang didapat lebih masksimal. Penyelesaian yagn dilakukan menggunakan

penyelesaiannya.

4. Forum Diskusi

Diciptakan sebuah alat untuk mendeteksi wajah tersenyum dengan kamera. Alat tersebut bekerja dengan dua langkah :

1. Langkah 1 transformasi foto wajah menjadi semacam "smiley" yang diberi dua titik dan garis yang menunjukkan posisi mata dan mulut.

Gambar 3 Tahap Transformasi

Sumber : https://bebras.or.id/v3/contoh-soal-penegak-untuk-siswa-sma/

2. Langkah 2: deteksi apakah wajah tersenyum dengan mencocokkan gambar hasil tahap-1 dengan pola yang terdiri dari garis merah dan titik hijau. Wajah dideteksi sebagai wajah tersenyum, jika dan hanya jika gambarnya menyentuh semua titik hijau dan tidak menyentuh garis merah.

Gambar 4 Deteksi wajah tersenyum

Sumber : https://bebras.or.id/v3/contoh-soal-penegak-untuk-siswa-sma/

Tantangan : Gambarkan kembali gambar berikut kedalam selembar kertas, dan tentukan gambar mana yang terdeteksi menjadi senyum?

pemikiran yang logis sehingga dapat mempermudah proses

(25)

5

Gambar 5 Menentukan Wajah Tersenyum

Sumber : https://bebras.or.id/v3/contoh-soal-penegak-untuk-siswa-sma/

5. Penutup a. Kesimpulan

Seiring tantangan global, peserta didik perlu memiliki kemampuan berpikir komputasional dalam menyelesaikan masalah. Untuk itu, guru juga perlu mempersiapkan diri untuk dapat membelajarkan kemampuan tersebut. Banyak permasalahan sehari-hari yang dapat atau bahkan perlu diselesaikan menggunakan konsep berpikir komputasional. Untuk itu, peserta didik perlu mempelajari konsep berpikir komputasional dengan baik.

Guru perlu menjembatani permasalahan kontekstual dengan peserta didik sehingga mereka memiliki kemampuan dalam mengaplikasikan konsep yang dipelajari untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang atau dihadapinya kelak. Kompetensi dalam menyelesaikan persoalan komputasi yang mengandung struktur data yang lebih kompleks dan berpola melalui Computational Thinking perlu mulai dibelajarkan dengan memahami konsep Computational Thinking dan menjelaskan persoalan-persoalan komputasi.

Selanjutnya peserta didik menyelelesaikan persoalan-persoalan komputasi yang mengandung jejaring, pola, dan algoritmik yang pada akhirnya dapat digunakan untuk menganalisis persoalan- persoalan komputasi tersebut. Model pembelajaran yang digunakan dapat menggunakan discovery learning, problem based learning maupun model lainnya yang dapat memfasilitasi peserta didik untuk aktif mengonstruksi pengetahuan dan keterampilannya. Peserta didik juga perlu dibiasakan dalam menghadapi soal-soal bertipe HOTS.

b. Test formatif

Bacalah teks berikut untuk menjawab pertanyaan.

Enam siswa yaitu A, B, C, D, E dan F, masing – masing akan melakukan presentasi didepan kelas. Masing – masing hanya akan maju kedepan satu kali saja dan selesai dengan urutan sebagai berikut :

 C akan maju pada urutan keempat atau trakhir

 D akan menjadi pembicara ketiga setelah A

 B akan maju sebelum C

 F akan maju sebelum D

1. Apabila E maju persis sebelum C, ada berapa urutan yang berbeda dari keenam presentasi tersebut dibuat?

a. 2 b. 3

(26)

6

c. 4

d. 5 e. 6

2. Apabila B maju pada urutan kelima, manakah dari pernyataan berikut yang benar?

a. F maju pada urutan pertama b. E Maju pada urutan kedua c. A maju pada urutan ketiga d. D Maju pada urutan keempat e. A maju pada urutan keempat

3. Manakah dari pernyataan berikut ini yang menunjukkan urutan yang lengkap dan akurat mengenai siswa yang dapat maju segera setelah C maju?

a. D b. E c. D, E, A d. A, B e. D, E, F

4. Manakah dari pernyataan berikut ini yang benar?

a. D akan maju pada urutan ketiga b. A akan maju pada urutan pertama c. F akan maju pada urutan keenam d. E akan maju pada urutan keenam e. B akan maju pada urutan kedua

5. Dari urutan berikut ini, manakah urutan tampil yang benar?

a. E, F, A, C, B, D b. A, F, C, D, B, E c. E, F, A, B, D, C d. B, A, F, E, D, C e. C, A, B, D, E, F

(27)

7

Daftar Pustaka

Wing, J. M. (2006). Computational thinking. ACM, 33-35 Akib, F . (2019). Berpikir Komputasional. Jakarta : Kemendikbud

Gambar

Tabel Spesifikasi Lembar Penilaian
Gambar 1. Ilustrasi Computional Thinking
Gambar 2. Membuat Brownies
Gambar 5 Menentukan Wajah Tersenyum

Referensi

Dokumen terkait

Secara berkelompok, peserta didik berdiskusi menyusun teks berita sesuai dengan gambar peristiwa yang disediakan guru.. Peserta didik mempresentasikan hasil di depan kelas,

kelompok peserta didik dapat menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan perbandingan berbalik nilai dengan benar.. Media Pembelajaran,

 Peserta didik dalam setiap kelompok berdiskusi dan selanjutnya melakukan kegiatan pengumpulan informasi dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan titik sampel

Peserta didik berdiskusi dengan anggota kelompoknya dengan mengembangkan informasi yang diperoleh dari bahan ajar dan sumber belajar untuk menyelesaikan masalah yang

Peserta didik menyimak penjelasan guru untuk berdiskusi untuk mengidentifikasi masalah yang akan dibahas dalam teks hikayat, yaitu pertanyaan ciri teks hikayat; bahasa

Disajikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan barisan Aritmetika, peserta didik dapat menyelesaikan permasalahan tersebut1. ❖ Kerjakan soal dengan jelas

Peserta didik berdiskusi dalam kelompok menyelesaikan persoalan pada lembar kerja tentang masalah sehari-hari yang berkaitan dengan penerapan Barisan dan

dengan berdiskusi peserta didik dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan Kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dari dua bilanganC. Bacalah soal yang telah disediakan