• Tidak ada hasil yang ditemukan

Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon KATA PENGANTAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon KATA PENGANTAR"

Copied!
74
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

LAPORAN KINERJA TRIWULAN I i KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan pada Tuhan Yang Maha Esa telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya serta kerjasama dari semua pihak yang terkait lingkup Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon, sehingga Laporan Kinerja TW I Tahun 2021 Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon ini dapat disusun dan diselesaikan tepat pada waktunya.

Laporan kinerja Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon ini merupakan perwujudan pertanggungjawaban atas kinerja kegiatan Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon Tahun 2021 yang tertuang dalam pelaksanaan program kerja sebagai upaya pencapaian kinerja Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon. Laporan ini mencakup uraian pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) dan kegiatan lainnya yang mendukung tugas pokok dan fungsi Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon melalui program kerja yang telah dilaksanakan pada Triwulan I tahun 2021 oleh setiap bagian di Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon.

Laporan kinerja ini diharapkan mampu memberikan informasi secara transparan kepada seluruh pihak yang terkait dengan pelaksanaan tugas dan fungsi Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon sehingga dapat memberikan umpan balik guna peningkatan kinerja pada periode berikutnya. Laporan kinerja Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon dapat dijadikan sebagai sarana evaluasi atas pencapaian kinerja sehingga dapat menjadi pemicu peningkatan kinerja organisasi dengan melakukan langkah-langkah perbaikan melalui pelayanan yang lebih profesional dan transparan yang berguna bagi masyarakat.

Ambon, 13 April 2021

Kepala Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon

Nur Muflich Juniyanto, S.Pi, M.Si

(3)

LAPORAN KINERJA TRIWULAN I ii DAFTAR ISI

Kata Pengantar ... i

Daftar Isi ... ii

Daftar Gambar ... iii

Daftar Tabel ... iv

Ringkasan Eksekutif ... 1

I. Pendahuluan ... 3

1.1. Latar Belakang... 3

1.2. Maksud dan Tujuan ... 4

1.3. Tugas dan Fungsi ... 4

1.4. Sumberdaya Manusia ... 6

1.5. Permasalahan Utama ... 8

1.6. Sistematika Penyajian Laporan ... 9

II. Perencanaan dan Penetapan Kinerja ... 10

2.1 Visi ... 10

2.2 Misi ... 11

2.3 Arahan Utama Presiden ... 11

2.4 Kebijakan dan Strategi KKP ... 12

2.5 Sasaran Kegiatan dan IKU BPBL Ambon ... 13

2.6 Penetapan Kinerja ... 15

2.7 Pengukuran Kinerja ... 21

III. Akuntabilitas Kinerja dan Akuntabilitas Keuangan ... 23

3.1. Capaian Indikator Kinerja Utama ... 23

3.2. Evaluasi dan Analisis Kinerja ... 25

3.2.1. Sasaran kegiatan I, Naiknya Ekonomi Sektor Perikanan Budidaya Di Wilayah Kerja Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon ... 25

3.2.2. Sasaran Kegiatan II, Meningkatnya Fasilitas Sarana dan Prasarana lingkup Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon ... 26

3.2.3. Sasaran Kegiatan III, Pengelolaan Perikanan Budidaya yang Berkelanjutan lingkup Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon ... 27

3.2.4. Sasaran Kegiatan IV, Terselenggaranya Pengendalian dan Pengawasan Sumberdaya Perikanan Budidaya yang Partisipatif lingkup Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon ... 41

3.2.5. Sasaran kegiatan V, Tata Kelola Pemerintahan yang Baik lingkup Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon ... 43

IV. Penutup ... 64

4.1. Simpulan ... 64

4.2. Permasalahan/Kendala yang dihadapi ... 65

4.3. Langkah Perbaikan ... 65

V. Lampiran ... 66

(4)

LAPORAN KINERJA TRIWULAN I iii DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Struktur Organisasi BPBL Ambon thn 2021 ... 5

Gambar 2. Komposisi Pegawai BPBL Ambon ... 7

Gambar 3. Pendidikan Pegawai PNS BPBL Ambon ... 7

Gambar 4. Pendidikan Pegawai Kontrak BPBL Ambon... 8

Gambar 5. NPSS Triwulan I ... 21

Gambar 6. Parasit yang ditemukan pada insang ikan ... 29

Gambar 7. Kegiatan Penyaluran Bantuan Benih ... 30

Gambar 8. Kegiatan identifikasi bantuan RL ... 33

Gambar 9. Kegiatan identifikasi bantuan bioflok ... 36

Gambar 10. Kegiatan budidaya rumput laut di tanimbar utara ... 39

Gambar 11. Diagram HPI ... 42

Gambar 12. Pemeriksaan sampel HPI ... 43

Gambar 13. Kriteria Penilaian Indeks Profesionalitas ASN ... 45

Gambar 14. Pemantauan Akun Bitrix24 ... 51

(5)

LAPORAN KINERJA TRIWULAN I iv DAFTAR TABEL

Tabel 1. Sasaran kegiatan dan IKU BPBL Ambon Tahun 2021 ... 13

Tabel 2. Capaian Indikator Kinerja Utama TW I BPBL Ambon Tahun 2021 ... 23

Tabel 3. Capaian IKU “Nilai PNBP BPBL Ambon” ... 25

Tabel 4. Capaian IKU “UPT Perikanan Budidaya yang ditingkatkan Fasilitasnya” ... 27

Tabel 5. Capaian IKU “Bantuan Benih Ikan Laut yang didistribusikan kepada masyarakat Lingkup BPBL Ambon” ... 27

Tabel 6. Rincian Bantuan Benih ... 28

Tabel 7. Capaian IKU “Bantuan Calon Induk Ikan Laut yang didistribusikan kepada Kepada masyarakat lingkup BPBL Ambon ... 31

Tabel 8. Rincian Produksi Calon Induk Unggul ... 31

Tabel 9. Data Kelompok Pembudidaya RL di Maluku ... 32

Tabel 10. Data Kelompok Pembudidaya RL di Maluku Utara ... 32

Tabel 11. Capaian IKU “Bantuan Bibit RL yang didistribusikan kepada masyarakat Lingkup BPBL Ambon” ... 33

Tabel 12. Rincian Bantuan ikan hias laut ... 34

Tabel 13. Capaian IKU “Bantuan Sarana dan Prasarana Model Usaha Budidaya Ikan Hias dengan Sistem RAS Lingkup BPBL Ambon” ... 35

Tabel 14. Rincian data pembudidaya Ikan Hias di Maluku ... 35

Tabel 15. Data Kelompok Calon Penerima Bantuan Bioflok ... 36

Tabel 16. Data Kelompok Calon Penerima Bantuan Bioflok Belum Teridentifikasi ... 36

Tabel 17. Capaian IKU “Bantuan Sarana dan Prasarana Model Usaha Budidaya Ikan dengan Sistem Bioflok lingkup BPBL Ambon ... 37

Tabel 18. Rincian Bahan Kontruksi 1 Unit KBRL ... 38

Tabel 19. Data Kelompok Calon Penerima Bantuan KBRL di Tanimbar ... 39

Tabel 20. Capaian IKU “Bantuan Sarana dan Prasarana Model Usaha Kebun Bibit RL Lingkup BPBL Ambon’ ... 39

Tabel 21. Capaian IKU “Sarana Teknologi yang dihasilkan UPT Bidang Perbenihan” ... 40

Tabel 22. Capaian IKU “Layanan Diseminasi Teknologi Perikanan Budidaya Bidang Perbenihan” ... 41

Tabel 23. Capaian IKU “Jumlah Sampel yang diuji Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan BPBL Ambon ... 42

Tabel 24. Jumlah Sampel Uji ... 43

Tabel 25. Capaian IK “Indeks Profesionalitas ASN BPBL Ambon”... 44

Tabel 26. Capaian IK “Nilai Wilayah Bebas dari Korupsi lingkup BPBL Ambon” ... 46

Tabel 27. Capaian IK “Persentase Penyelesaian LHP BPK atas satker BPBL Ambon” ... 48

(6)

LAPORAN KINERJA TRIWULAN I v

Tabel 28. Capaian IK “Rekon Kinerja lingkup BPBL Ambon” ... 48

Tabel 29. Capaian IK “Persentase Rekomendasi Hasil Pengawasan lingkup BPBL Ambon yang Dokumen Tindak Lanjutnya Telah Tuntas” ... 50

Tabel 30. Sistem Informasi di BPBL Ambon ... 51

Tabel 31. Capaian IK “Persentase Unit Kerja yang Menerapkan Sistem Manajemen Pengetahuan Terstandar ... 52

Tabel 32. Capaian IKU “Nilai Kinerja Anggaran BPBL Ambon” ... 53

Tabel 33. Capaian IKU “Nilai Kinerja Pelaksanaan Anggaran BPBL Ambon” ... 53

Tabel 34. Capaian IK “Tingkat Kepatuhan Pengadaan Barang Jasa BPBL Ambon’ ... 55

Tabel 35. Capaian IK “Tingkat Kepatuhan Pengelolaan BMN BPBL Ambon” ... 56

Tabel 36. Capaian IK “Tingkat Kepatuhan Pengelolaan Data Produksi Budidaya” ... 56

Tabel 37. Deskripsi Tone Berita ... 57

Tabel 38. Capaian IK “Rasio Pemberitaan Negatif terhadap Total Pemberitaan Sektor Perikanan Budidaya” ... 58

Tabel 39. Capaian IK “Nilai Pengawasan Kearsipan” ... 58

Tabel 40. Pagu dan Realisasi Anggaran BPBL Ambon 2020 dan 2021 ... 58

Tabel 41. Pagu dan Realisasi Anggaran BPBL Ambon per Jenis Belanja 2021 ... 59

Tabel 42. Data Realisasi anggaran pada indikator kinerja utama (IKU) program prioritas ... 59

(7)

RINGKASAN EKSEKUTIF

Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon (BPBL Ambon) sebagai Unit Pelaksana Teknis dari Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya dalam menjalankan tugas dan fungsinya melaksanakan penerapan teknik perbenihan dan pembudidayaan dengan tetap memperhatikan kelestarian sumber daya induk/benih ikan dan lingkungan perairan disekitarnya. Lingkup wilayah kerja BPBL Ambon meliputi wilayah Maluku, Sulawesi, Papua dan Papua Barat. Cakupan wilayah kerja yang cukup luas yakni mencakup indonesia bagian timur, secara langsung berdampak pada besarnya tanggung jawab yang diemban dengan tugas pokok dalam hal budidaya laut dimana BPBL Ambon dituntut mampu memecahkan berbagai permasalahan dan tantangan di bidang perikanan budidaya laut guna memenuhi kebutuhan masyarakat serta memajukan kegiatan budidaya laut di wilayah kerja melalui peningkatan kinerja dan kebijakan program yang telah ditentukan.

Laporan Kinerja Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon Triwulan I tahun 2021 ini merupakan bagian dari informasi pengukuran kinerja dalam melaksanakan Rencana Strategis BPBL Ambon. Laporan Kinerja adalah dokumen evaluasi untuk mendapatkan umpan balik peningkatan kinerja terhadap pelaksanaan berbagai program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh BPBL Ambon dengan berorientasi kepada hasil yang ingin dicapai melalui Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Kegiatan.

Pada tahun 2021, BPBL Ambon menetapkan 5 sasaran kegiatan dan 24 indikator kinerja utama. Masing-masing sasaran strategis dan indikator kinerja tersebut didukung oleh kegiatan- kegiatan yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsi balai. Proses pencapaian Indikator kinerja utama pada Triwulan I berjalan dengan baik, dimana beberapa IKU utama telah dicapai dan dilaksanakan sesuai target yang telah ditetapkan.

Berikut adalah penjabaran persentase capaian IKU pada triwulan I tahun 2021 : 1. IKU Nilai PNBP lingkup BPBL Ambon tercapai Rp. 219.929.225,- atau 24,81%

2. IKU UPT Perikanan Budidaya yang ditingkatkan fasilitasnya, 0%.

3. IKU Bantuan Benih Ikan Laut yang didistribusikan pada masyarakat lingkup BPBL Ambon tercapai 769.000 Ekor atau 55,93%

4. IKU Bantuan Calon Induk Ikan Laut yang didistribusikan kepada masyarakat lingkup BPBL Ambon, 0%.

5. IKU Bantuan Bibit Rumput Laut yang didistribusikan kepada masyarakat lingkup BPBL Ambon, 0%.

6. IKU Bantuan Sarana dan Prasarana Model Usaha Budidaya Ikan Hias dengan Sistem RAS lingkup BPBL Ambon, 0%.

(8)

7. IKU Bantuan sarana dan prasarana model usaha budidaya ikan dengan sistem bioflok lingkup BPBL Ambon, 0%.

8. IKU Bantuan sarana dan prasarana model usaha kebun bibit rumput laut lingkup BPBL Ambon, 0%.

9. IKU Sarana teknologi UPT yang dihasilkan bidang perbenihan, 0%.

10. IKU Layanan Diseminasi Teknologi Perikanan Budidaya bidang perbenihan, 0%.

11. IKU Sampel yang diuji laboratorium kesehatan ikan dan lingkungan BPBL Ambon, 862 sampel atau 44,21%

12. IK Indeks Profesionalitas ASN lingkup BPBL Ambon belum terealisasi, 0%.

13. IK Nilai Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) lingkup BPBL Ambon, 0%.

14. IK Persentase penyelesaian LHP BPK lingkup BPBL Ambon sebesar 0%.

15. IK Nilai rekon kinerja lingkup BPBL Ambon, 0%.

16. IK Persentase rekomendasi hasil pengawasan lingkup BPBL Ambon yang dokumen tindak lanjutnya telah tuntas 100%

17. IK Persentase unit kerja yang menerapkan sistem manajemen pengetahuan yang terstandar 100%.

18. IKU Nilai kinerja anggaran lingkup BPBL Ambon, perhitungan menjadi semester.

19. IKU Nilai kinerja pelaksanaan Anggaran BPBL Ambon perhitungan menjadi semester.

20. IK Tingkat Kepatuhan Pengadaan Barang dan Jasa lingkup BPBL Ambon, 0%.

21. IK Tingkat Pengelolaan BMN lingkup BPBL Ambon, 0%.

22. IK Tingkat Kepatuhan Pengelolaan Data Produksi Budidaya lingkup BPBL Ambon, 0%.

23. IK Rasio jumlah pemberitaan negative terhadap total pemberitaan tentang sektor perikanan budidaya, 0%.

24. IK Nilai Pengawasan Kearsipan, 0%.

(9)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Penetapan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020 – 2024, telah mengamanatkan agar melakukan pembangunan berbagai bidang secara berkelanjutan. Fokus RPJMN 2020 – 2024, yaitu memantapkan pembangunan keunggulan kompetitif berbasis SDA, SDM Berkualitas, dan Kemampuan IPTEK sehingga diharapkan dapat terwujud : (i) memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan berkualitas; (ii) mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan; (iii) meningkatkan sumberdaya manusia yang berkualitas dan berdaya saing; dan (iv) Revolusi mental dan pembangunan kebudayaan (v) memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar; (vi) membangun lingkaran hidup, meningkatkan ketahanan bencana dan perubahan iklim; (vii) memperkuat stabilitas politik hukum pertahanan dan keamanan dan transformasi pelayanan publik. Sesuai dengan arahan RPJMN tersebut, selama kurun waktu tahun 2020-2024, fokus kebijakan pembangunan perikanan yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya adalah sebagai berikut : (i) teknologi produksi melalui inovasi teknologi untuk meningkatkan nilai produksi dan nilai tambah; (ii) Sosial Ekonomi, melalui keterlibatan semua stakeholder dalam peningkatan kesejahteraan pelaku usaha; dan (iii) Keberlanjutan lingkungan, melalui aktivitas perikanan budidaya ramah lingkungan dan memperhatikan daya dukung lingkungan dan (iv) berorientasi pasar, perikanan budidaya memproduksi komoditas unggulan yang berorientasi pada permintaan pasar. Arah kebijakan perikanan budidaya tersebut dengan potensi dan keunggulan karakteristik yang ada, diyakini mampu memberi kontribusi pada 9 (sembilan) agenda pembangunan nasional pemerintah (NAWACITA), diantaranya mewujudkan kemandirian ekonomi (termasuk pembudidaya ikan), serta memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan melalui peningkatan produksi budidaya yang memiliki daya saing dan berkelanjutan. Adapun strategi yang ditempuh untuk mewujudkan arah kebijakan pembangunan perikanan budidaya tahun 2021-2024 adalah sebagai berikut : (i) Pengelolaan Kawasan Berkelanjutan; (ii) Peningkatan Produksi Perikanan Budidaya yang Berkelanjutan ; dan (iii) Peningkatan Kesejahteraan Pembudidaya.

Dengan ditetapkannya arah kebijakan dan strategi pembangunan perikanan budidaya, maka sasaran strategis pembangunan perikanan budidaya berdasarkan tujuan yang akan dicapai telah dijabarkan dengan masing-masing IKU seperti yang tercantum pada Renstra dan Perjanjian Kinerja Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya untuk mengatasi tantangan

(10)

global dan permasalahan yang menuntut perubahan paradigma dan desain percepatan pembangunan perikanan budidaya.

Berdasarkan Instruksi Presiden (INPRES) No. 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Perpres No. 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), dan Permen PAN dan RB No. 53 Tahun 2014 setiap kementerian berkewajiban menyusun Laporan Kinerja (LKj) sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan yang dilaksanakan

1.2. Maksud dan Tujuan

Adapun Maksud dan tujuan penyusunan laporan kinerja antara lain :

1. sebagai sarana pertanggungjawaban kinerja pelaksanaan tugas dan fungsi Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon kepada seluruh stakeholders;

2. sebagai sarana evaluasi atas pencapaian kinerja Balai Perikanan Budididaya Laut Ambon pada triwulan pertama tahun anggaran 2021 dalam upaya perbaikan kinerja atas tahun sebelumnya; dan sebagai bahan inputan dalam penyempurnaan dokumen perencanaan, pelaksanaan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan.

1.3. Tugas dan Fungsi

Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon mempunyai tugas dan fungsi menyelenggarakan uji terap teknik dan kerjasama, produksi, pengujian laboratorium kesehatan ikan dan lingkungan serta bimbingan teknis perikanan budidaya laut yang sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor : 6/PERMEN-KP/2014 yang diuraikan lebih rinci dalam fungsi sebagai berikut :

1. Penyusunan rencana kegiatan teknis dan anggaran, pemantauan dan evaluasi serta laporan;

2. Pelaksanaan uji terap teknik perikanan budidaya laut;

3. Pelaksanaan penyiapan bahan standarisasi perikanan budidaya laut;

4. Pelaksanaan sertifikasi system perikanan budidaya laut;

5. Pelaksanaan kerjasama teknis budidaya laut;

6. Pengelolaan dan pelayanan system informasi dan publikasi perikanan budidaya laut;

7. Pelaksanaan layanan pengujian laboratorium persyaratan kelayakan teknis perikanan budidaya laut;

8. Pelaksanaan pengujian kesehatan ikan dan lingkungan budidaya laut;

9. Pelaksanaan produksi induk unggul, benih bermutu dan sarana produksi perikanan budidaya laut;

10. Pelaksanaan bimbingan teknis perikanan budidaya laut; dan

(11)

11. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 6/PERMEN- KP/2014, Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon telah menjadi Eselon IIIa dengan struktur organisasi terdiri atas:

1. Kepala Balai

2. Kelompok Tata Usaha

3. Kelompok Uji Terap Teknik dan Kerja Sama 4. Kelompok Pengujian dan Dukungan Teknis 5. Kelompok Jabatan Fungsional.

Susunan organisasi Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon, tersaji pada gambar dibawah ini :

Gambar 1. Struktur Organisasi BPBL Ambon Th. 2021

Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon dipimpin oleh seorang Kepala dan dibantu oleh 3 3 orang Sub Koordinator, kelompok jabatan fungsional dan seluruh pegawai yang berjumlah 54 orang dengan kompetensi yang berbeda tetapi mempunyai tujuan yang sama yaitu mewujudkan tercapainya visi dan misi BPBL Ambon.

Adapun tugas masing-masing bagian dalam struktur organisasi BPBL Ambon adalah sebagai berikut:

Kepala Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon

(Nur Muflich Juniyanto, S.Pi, M.Si)

Sub Koordinator kelompok Seksi Uji Terap Teknik dan Kerjasama

(Robianta Nurhadi, S.St.Pi)

Sub Koordinator Kelompok Seksi Pengujian dan Dukungan Teknis

(Ir. Doortje A Horhoruw, M.Si)

Sub Koordinator Kelompok Tata Usaha

(Erdy Asmaul Basir, A.Md, S.Pi)

Kelompok Jabatan Fungsional

(12)

1. Sub Koodinator Kelompok Tata Usaha

Mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi pelaporan keuangan, kegiatan teknis, anggaran, pengelolaan kepegawaian, tata laksana, barang milik negara, rumah tangga dan ketatausahaan.

2. Sub Koordinator Kelompok Uji Terap Teknik dan Kerja Sama

Mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan uji terap teknik, standardisasi, sertifikasi, kerja sama teknis, pengelolaan dan pelayanan sistem informasi, serta publikasi perikanan budidaya laut.

3. Sub Koordinator Kelompok Pengujian dan Dukungan Teknis

Mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan layanan pengujian laboratorium persyaratan kelayakan teknis, kesehatan ikan dan lingkungan, produksi induk unggul, benih bermutu, dan sarana produksi, serta bimbingan teknis perikanan budidaya laut.

4. Kelompok Jabatan Fungsional

Mempunyai tugas melaksanakan kegiatan kerekayasaan, pengujian, pendampingan, penerapan standar/sertifikasi perbenihan dan pembudidayaan ikan air laut, pengendalian hama dan penyakit ikan, pengawasan benih/budidaya serta kegiatan lain yang sesuai dengan tugas masing-masing jabatan fungsional berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kelompok jabatan fungsional terdiri dari : Perekayasa, Teknisi Litkayasa, Pengawas Perikanan Bidang Pembudidayaan Ikan, Pengendali Hama Penyakit Ikan, Statistisi, Arsiparis dan Pranata Humas. Pegawai Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon pada tahun anggaran 2021 terdiri dari 54 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Selain 4 bagian utama yang telah diuraikan sebelumnya, berdasarkan SK Kepala Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon No. 05/Kpts/BPBLA/OT.210/I/2021 tentang Struktur Organisasi Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon 2021 terdiri dari 4 divisi yakni :

1. Divisi Produksi Benih Ikan Konsumsi

2. Divisi Produksi Calon Induk dan Rumput Laut 3. Divisi Produksi Benih Ikan Hias Laut

4. Divisi Pengelolaan Laboratorium

1.4. Sumberdaya Manusia

Jumlah Pegawai BPBL Ambon pada tahun 2021 terdiri dari 54 orang PNS dan 37 Tenaga Kontrak dengan komposisi sebagai berikut :

(13)

Gambar 2. Komposisi Pegawai Lingkup BPBL Ambon 2021

Gambar 3. Pendidikan Pegawai (PNS) Lingkup BPBL Ambon 2021

- 2 4 6 8 10

12 10

5 4

11

6

8 8

11

1 1

11 11

2 2

Data Pegawai BPBL Ambon 2021

PNS Kontrak

SD 6%

SMP 0%

SMA 33%

D3 7%

D4/S1 27%

S2 27%

DATA PENDIDIKAN PNS BPBL AMBON

(14)

Gambar 4. Pendidikan Pegawai (Kontrak) Lingkup BPBL Ambon 2021

1.5. Permasalahan Utama

Secara umum, permasalahan/kendala yang dihadapi dalam upaya peningkatan produksi perikanan budidaya adalah :

1. Penyediaan dan distribusi induk unggul dan benih berkualitas masih terbatas;

2. Efisiensi pakan masih rendah;

3. Biaya produksi yang masih tinggi;

4. Penurunan kualitas lingkungan perairan sebagai akibat sedimentasi di perairan Teluk Ambon Dalam;

5. Ancaman infeksi penyakit;

6. Belum terverifikasinya induk dan benih yang SPF maupun SPR;

7. Belum terpenuhinya kebutuhan pakan alami seperti rotifer untuk menunjang kebutuhan pakan awal benih ikan budidaya;

8. Keterbatasan sarana dan prasarana perikanan budidaya, terutama terkait dengan kondisi saluran air, system filtrasi media budidaya, dan lainnya;

9. Implementasi konsep biosecurity yang belum memadai sehingga intensitas infeksi penyakit pada ikan budidaya masih terus terjadi;

10. Pemahaman informasi sumber daya manusia pelaku usaha perikanan budidaya yang masih kurang sehingga agak sulit untuk dilakukan perubahan; dan

11. sistem pendataan dan pelaporan yang belum optimal sehingga berakibat terjadinya keterlambatan penyampaian data dukung.

SD

3% SMP

3%

SMA 70%

D3 3%

D4/S1 21%

DATA PENDIDIKAN TENAGA KONTRAK BPBL AMBON

SD SMP SMA D3 D4/S1

(15)

1.6. Sistematika Penyajian Laporan

Penyusunan Laporan Kinerja Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon Triwulan I mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Adapun sistematika penyajian laporan adalah sebagai berikut:

Ringkasan Eksekutif, pada bagian ini disajikan ringkasan mengenai tujuan, sasaran, capaian kinerja, permasalahan yang dihadapi dalam pencapaian kinerja dan upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut, serta antisipasi untuk menanggulangi permasalahan yang mungkin terjadi pada tahun mendatang.

Bab I Pendahuluan, pada bab ini disajikan hal-hal umum tentang Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon serta uraian singkat tentang tugas pokok dan fungsi dari Balai Perikanan Perikanan Budidaya Laut Ambon sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Perikanan Budidaya, termasuk latar belakang, maksud dan tujuan penulisan Laporan kinerja.

Bab II Perencanaan dan Penetapan Kinerja, pada bab ini disajikan rencana strategis, visi, misi, tujuan, sasaran, kebijakan dan program Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon pada tahun 2020-2024. Rencana kinerja tahun 2021 dan indikator keberhasilan pencapaian penetapan kinerja berupa target program prioritas.

Bab III Akuntabilitas Kinerja dan Akuntabilitas Keuangan, pada bab ini disajikan hasil pengukuran kinerja yang diperjanjikan dalam Penetapan Kinerja (PK), evaluasi dan analisis capaian kinerja termasuk didalamnya keberhasilan dan kegagalan pencapaian target serta hambatan/kendala yang dihadapi dan langkah antisipatif yang akan diambil untuk perbaikan di tahun sebelumnya. Serta akuntabilitas keuangan yang mencakup alokasi dan realisasi anggaran termasuk pula penjelasan tentang kinerja anggaran.

Bab IV Penutup, pada bab ini disajikan tinjauan secara umum tentang keberhasilan, kegagalan, permasalahan dan kendala serta upaya tindak lanjut untuk perbaikan tahun mendatang.

Lampiran, pada bab ini berisi data dukung yang diperlukan dalam penjelasan/pembahasan dari Bab I sampai dengan Bab IV.

(16)

BAB II PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA

Arahan utama Presiden yang kemudian disinkronkan dengan 7 agenda pembangunan RPJMN tahun 2021-2024, sebagaimana tertuang dalam Rancangan Awal RPJMN 2020-2024, antara lain:

1. Memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas

2. Mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan

3. Meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing 4. Revolusi Mental dan Pembangunan Kebudayaan

5. Memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar

6. Membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana, dan perubahan iklim

7. Memperkuat stabilitas Polhukhankam dan transformasi pelayanan publik

2.1. Visi

Visi didasarkan pada visi Indonesia 2045 yaitu mewujudkan Indonesia sebagai negara yang berdaulat, adil dan makmur. Untuk visi pembangunan nasional 2020-2024 menggunakan Visi Presiden yaitu “Terwujudnya Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian, berlandaskan gotong-royong". Visi ini diartikan di mana saat Indonesia telah sungguh-sungguh berdaulat, mandiri, dan berkepribadian yang diwujudkan dengan kerja gotong royong, maka saat itulah Indonesia telah menjadi Indonesia maju sesuai pada cita-cita kemerdekaan yang tertuang pada pembukaan UUD 1945. Sedangkan visi KKP 2020 – 2024 adalah “Terwujudnya masyarakat kelautan dan perikanan yang sejahtera dan sumberdaya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan” untuk mewujudkan “Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian, berlandaskan gotong royong”

Visi Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya 2020 – 2024 yang sejalan dengan visi presiden, wakil presiden dan KKP adalah “Terwujudnya masyarakat perikanan budidaya yang sejahtera dan sumberdaya perikanan budidaya yang berkelanjutan” untuk mewujudkan

“Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian, berlandaskan gotong royong”.

(17)

2.2. Misi Presiden

Visi di atas dapat diwujudkan dengan pelaksanaan Misi Presiden dalam Nawacita II, antara lain:

1. Peningkatan kualitas manusia Indonesia, melalui peningkatan daya saing SDM dan pengembangan inovasi dan riset kelautan dan perikanan;

2. Struktur ekonomi yang produktif, mandiri, dan berdaya saing, melalui peningkatan kontribusi ekonomi sektor kelautan dan perikanan terhadap perekonomian nasional;

3. Pembangunan yang merata dan berkeadilan.

4. Mencapai lingkungan hidup yang berkelanjutan, melalui peningkatan kelestarian sumberdaya kelautan dan perikanan;

5. Kemajuan budaya yang mencerminkan kepribadian bangsa.

6. Penegakan sistem hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya.

7. Perlindungan bagi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga.

8. Pengelolaan pemerintahan yang bersih, efektif, dan terpercaya, melalui peningkatan tata kelola pemerintahan di KKP.

Sebagai unit pelaksana teknis Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon bertanggung jawab untuk membantu dalam penyelenggaraan pembangunan perikanan budidaya laut di lingkup wilayah kerjanya adapun visi dan misi yang ingin diwujudkan oleh BPBL Ambon sejalan dengan visi dan misi Ditjen Perikanan Budidaya yang mengacu pada visi misi presiden dan wakil presiden 2020 – 2024. Penerapan dan pelaksanaan visi misi dilakukan secara bertanggungjawab didasari sikap gotong royong, yang saling mendukung memberi manfaat dan memberikan nilai tambah dari sisi ekonomi bagi kepentingan stakeholder perikanan budidaya.

gamababa g

2.3. Arahan Utama Presiden

Misi Presiden di atas diimplementasikan melalui 5 Arahan Utama Presiden yang disampaikan pada Pidato Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 20 Oktober 2019, antara lain:

1. Pembangunan Sumber Daya Manusia, Membangun SDM yang pekerja keras, dinamis, terampil, menguasai IPTEK, mengundang talenta global untuk bekerjasama, mengembangkan endowment fund untuk manajemen SDM, serta optimalisasi kerjasama dengan industry

2. Pembangunan Infrastruktur, Melanjutkan pembangunan infrastruktur untuk menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan distribusi, mempermudah akses ke

(18)

kawasan wisata, mendongkrak lapangan kerja baru, dan mempercepat peningkatan nilai tambah perekonomian rakyat

3. Penyederhanaan Regulasi, Kendala regulasi disederhanakan, dipotong dan dipangkas dengan pendekatan omnibus law, terutama menerbitkan 2 Undang-Undang dan UU Cipta Lapangan Kerja dan UU Pemberdayaan UMKM.

4. Penyederhanaan Birokrasi, Memprioritaskan investasi untuk penciptaan lapangan kerja, memangkas prosedur dan birokrasi yang panjang, dan menyederhanakan eselonisasi 5. Transformasi Ekonomi, Melakukan transformasi ekonomi dari ketergantungan sumber

daya alam menjadi daya saing manufaktur dan jasa modern yang mempunyai nilai tambah tinggi bagi kemakmuran bangsa demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

2.4. Kebijakan dan Strategi Kementerian Kelautan dan Perikanan

Isu strategis dan tantangan pembangunan kelautan dan perikanan dalam lima tahun ke depan, diantaranya adalah (1) Pemberantasan perikanan ilegal, tanpa pelaporan, dan tak diatur (IUU fishing), (2) Keberlanjutan (sustainability) Sumber Daya Perikanan dan Kelautan, (3) Peningkatan kesejahteraan (prosperity) masyarakat, (4) Meningkatan daya saing industri perikanan, (5) Pengembangan SDM dan IPTEK Kelautan dan Perikanan, (6) Pembangunan Sumber Daya Kelautan (KKP 2019).

Ada 2 arahan Presiden untuk pembangunan kelautan dan perikanan, yaitu: memperbaiki hubungan dengan stakeholders dan perikanan budidaya dioptimalkan dan diperkuat lagi (KKP 2019).

Kebijakan pokok pembangunan kelautan dan perikanan diarahkan untuk mewujudkan industrialisasi kelautan dan perikanan yang dapat menyerap lapangan pekerjaan dan meningkatkan devisa negara, yaitu melalui delapan kebijakan-kebijakan sebagai berikut:

1. Peningkatan SDM yang unggul

2. Pemberdayaan dan perlindungan usaha 3. Pengelolaan SDKP yang berkelanjutan 4. Peningkatan pengawasan SDKP 5. Industrialisasi kelautan dan perikanan 6. Peningkatan usaha dan investasi

7. Penguatan kebijakan dan regulasi berbasis data, informasi, pengetahuan yang faktual dan komunikasi dengan stakeholders

8. Reformasi birokrasi (KKP 2019).

Untuk melaksanakan kebijakan diatas maka strategi yang berkaitan dengan perikanan budidaya adalah sebagai berikut :

(19)

1. Pemberdayaan dan perlindungan usaha

2. Pengelolaan sumberdaya perikanan yang berkelanjutan

 Pengelolaan kawasan perikanan budidaya berkelanjutan

 Optimalisasi produksi perikanan budidaya

 Penyediaan sarana dan prasarana perikanan budidaya 3. Peningkatan usaha dan investasi KP

4. Penguatan kebijakan regulasi berbasis data dan informasi 5. Reformasi Birokrasi

Rumusan rencana strategis ini dimaksudkan untuk dijadikan sebagai acuan dalam melaksanakan tugas dan fungsi BPBL Ambon. Penetapan tujuan adalah hal yang penting sebagai dasar penentuan arah strategis dan perubahan serta perbaikan yang ingin dicapai dimasa yang akan datang, yaitu mewujudkan visi yang telah ditetapkan.

Berdasarkan hal tersebut, maka tujuan BPBL Ambon adalah sebagai berikut :

1. Meningkatnya produksi perikanan budidaya secara berkelanjutan, khususnya di wilayah kerja BPBL Ambon, mencakup kegiatan produksi calon induk, benih dan rumput laut kultur jaringan unggul.

2. Tersedianya paket teknologi budidaya laut yang mampu diterapkan oleh masyarakat pembudidaya;

3. Terselenggaranya kegiatan pengendalian hama dan penyakit ikan dalam menunjang pengembangan kawasan budidaya laut yang menerapkan system usaha yang berdaya saing dan berkelanjutan.

2.5. Sasaran Kegiatan dan IKU BPBL Ambon

Mengacu pada sasaran strategis pembangunan perikanan budidaya 2020 – 2024 sebagai penjabaran visi dan misi pembangunan kelautan dan perikanan ditetapkan melalui tahapan berdasarkan tujuan yang akan dicapai dan arah kebijakan yang terbagi menjadi empat perspektif dalam bentuk peta sasaran strategis BPBL Ambon.

Tabel 1. Sasaran Kegiatan dan IKU BPBL Ambon

SASARAN KEGIATAN INDIKATOR KINERJA UTAMA

 Naiknya Ekonomi Sektor Perikanan Budidaya di Wilayah Kerja Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon

 Nilai PNBP lingkup BPBL Ambon (Rp)

 Meningkatnya Fasilitas Sarana dan Prasarana

 UPT Perikanan Budidaya yang ditingkatkan Fasilitasnya (Paket)

(20)

lingkup Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon

 Pengelolaan Perikanan Budidaya yang

Berkelanjutan lingkup Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon

 Bantuan Benih Ikan Laut yang didistribusikan kepada masyarakat lingkup BPBL Ambon (Ekor)

 Bantuan Calon Induk Ikan Laut yang didistribusikan kepada masyarakat lingkup BPBL Ambon (Ekor)

 Bantuan Bibit Rumput Laut yang didistribusikan kepada masyarakat lingkup BPBL Ambon (Kg)

 Bantuan Sarana dan Prasarana Model Usaha Budidaya Ikan Hias dengan Sistem RAS lingkup BPBL Ambon (Paket)

 Bantuan Sarana dan Prasarana Model Usaha Budidaya Ikan dengan Sistem Bioflok lingkup BPBL Ambon (Paket)

 Bantuan Sarana dan Prasarana Model Usaha Kebun Bibit Rumput Laut lingkup BPBL Ambon (Paket)

 Sarana Teknologi yang dihasilkan oleh UPT bidang perbenihan (Unit)

 Layanan Diseminasi Teknologi Perikanan Budidaya bidang perbenihan (Unit)

 Terselenggaranya pengendalian dan pegawasan sumberdaya perikanan budidaya yang partisipatif lingkup Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon

 Jumlah sampel yang diuji laboratorium kesehatan ikan dan lingkungan BPBL Ambon

 Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik lingkup Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon

 Indeks profesionalitas ASN lingkup BPBL Ambon (%)

 Nilai Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) lingkup BPBL Ambon (Nilai)

(21)

 Persentase Penyelesaian LHP BPK atas Satker BPBL Ambon (Persen)

 Nilai Rekon Kinerja lingkup BPBL Ambon (Nilai)

 Persentase rekomendasi hasil pengawasan lingkup BPBL Ambon yang dokumen tindak lanjutnya telah tuntas (Persen)

 Persentase unit kerja lingkup BPBL Ambon yang menerapkan sistem manajemen pengetahuan yang terstandar (Persen)

 Nilai Kinerja Anggaran lingkup BPBL Ambon (Nilai)

 Nilai Kinerja Pelaksanaan Anggaran lingkup BPBL Ambon (Nilai)

 Tingkat Kepatuhan Pengadaan Barang dan Jasa lingkup BPBL Ambon (Persen)

 Tingkat Pengelolaan BMN lingkup BPBL Ambon (Persen)

 Tingkat kepatuhan pengelolaan data Produksi Budidaya Lingkup BPBL Ambon (Persen)

 Rasio Jumlah Pemberitaan Negatif terhadap total pemberitaan tentang sektor perikanan budidaya (Persen)

 Nilai Pengawasan Kearsipan (Nilai)

2.6. Penetapan Kinerja (PK)

Perjanjian Kinerja pada dasarnya adalah pernyataan komitmen yang merepresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur dalam rentang waktu satu tahun tertentu, dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelola. Tujuan khusus perjanjian kinerja adalah untuk:

 Meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan kinerja aparatur sebagai wujud nyata komitmen antara penerima amanah dengan pemberi amanah;

 Sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi;

(22)

 Menciptakan tolak ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja. Penetapan Kinerja Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon tahun 2021, secara rinci sabagai berikut:

(23)
(24)
(25)
(26)
(27)

2.7. Pengukuran Kinerja

Dalam rangka mengukur capaian indikator kinerja tahun 2021, BPBL Ambon menerapkan pengelolaan kinerja berbasis Balanced Scorecard (BSC). Pengukuran capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) ditetapkan berdasarkan ketentuan sebagai berikut:

1. Data yang dimasukkan sebagai pencapaian kinerja merupakan data yang telah diverifikasi oleh tim Strategic Management Office (Tim Pengelola Kinerja BPBL Ambon) sebagai data mutakhir yang diambil dari sumber data yang tepat;

2. Status capaian IKU yang ditunjukkan dengan warna merah/kuning/hijau, ditentukan oleh Indeks Capaian IKU.

3. Angka maksimum indeks capaian setiap IKU ditetapkan sebesar 120%.

Gambar 5. NPSS Triwulan I per tanggal 13 April

Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung persentase pencapaian target indikator kinerja terdiri dari 3 jenis, yaitu:

1. Perhitungan untuk IKU yang memiliki polarisasi Maximize.

Indeks Capaian = realisasi

target x 100%

IKU yang memiliki polarisasi stabilize, merupakan indikator kinerja yang menunjukkan ekspektasi arah pencapaian indikator kinerja diharapkan berada dalam suatu rentangtarget tertentu.Apabila hasil perhitungan nilai capaian IKU melampaui target, akan menghasilkan nilai

(28)

maksimal 120%. Karena IKU stabilize mengharapkan capaian dalam rentang tertentu di sekitar target, maka capaian yang dianggap paling baik adalah capaian yang tepat sesuai dengan target.

(29)

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA DAN AKUNTABILITAS KEUANGAN

3.1. Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU)

Pengukuran capaian IKU, bab ini menguraikan tentang indikator kinerja kegiatan, penjelasan tentang capaiannya, kegiatan-kegiatan yang mendukung pencapaian indikator kinerja kegiatan dan permasalahan yang dihadapi serta upaya penyelesaiannya termasuk langkah antisipasi yang dilakukan pada tahun berjalan.

Tabel 2. Capaian Indikator Kinerja Utama TW I Tahun 2021

No. Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja

(IKU) Target

Tahunan Target TW I Realisasi s.d

TW I %

Realisasi Capaian

IKU

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

1. Naiknya Ekonomi Sektor Perikanan Budidaya di Wilayah Kerja Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon

1. Nilai PNBP lingkup BPBL Ambon (Rp)

886.300.000 135.760.381 219.929.225 120

2.

Meningkatnya Fasilitas Sarana dan Prasarana lingkup Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon

2. UPT Perikanan Budidaya yang ditingkatkan Fasilitasnya (Paket)

2 0 0 0

3.

Pengelolaan Perikanan Budidaya yang Berkelanjutan lingkup Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon

3. Bantuan Benih Ikan Laut yang

didistribusikan kepada masyarakat lingkup BPBL Ambon (Ekor)

1.375.000 710.000 769.000 108

4. Bantuan Calon Induk Ikan Laut yang didistribusikan kepada masyarakat lingkup BPBL Ambon (Ekor)

1020 0 0 0

5. Bantuan Bibit Rumput Laut yang

didistribusikan kepada masyarakat lingkup BPBL Ambon (Kg)

40.000 0 0 0

6. Bantuan Sarana dan Prasarana Model Usaha Budidaya Ikan Hias dengan Sistem RAS lingkup BPBL Ambon (Paket)

20 0 0 0

7. Bantuan Sarana dan Prasarana Model Usaha Budidaya Ikan dengan Sistem Bioflok lingkup BPBL Ambon (Paket)

17 0 0 0

(30)

8. Bantuan Sarana dan Prasarana Model Usaha Kebun Bibit Rumput Laut lingkup BPBL Ambon (Paket)

24 0 0 0

9. Sarana Teknologi yang dihasilkan oleh UPT bidang perbenihan (Unit)

1 0 0 0

10. Layanan Diseminasi Teknologi Perikanan Budidaya bidang perbenihan (Unit)

1 0 0 0

4.

Terselenggaranya pengendalian dan pegawasan sumberdaya perikanan budidaya yang partisipatif lingkup Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon

11. Jumlah sampel yang diuji laboratorium kesehatan ikan dan lingkungan BPBL Ambon

1950 500 862 120

5.

Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik lingkup Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon

12. Indeks profesionalitas ASN lingkup BPBL Ambon (%)

73 0 0 0

13. Nilai Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) lingkup BPBL Ambon (Nilai)

76 0 0 0

14. Persentase Penyelesaian LHP BPK atas Satker BPBL Ambon (Persen)

100 0 0 0

15. Nilai Rekon Kinerja lingkup BPBL Ambon (Nilai)

90 0 0 0

16. Persentase rekomendasi hasil pengawasan lingkup BPBL Ambon yang dokumen tindak lanjutnya telah tuntas (Persen)

65 65 100 120

17. Persentase unit kerja lingkup BPBL Ambon yang menerapkan sistem manajemen pengetahuan yang terstandar (Persen)

84 84 100 119

18. Nilai Kinerja Anggaran lingkup BPBL Ambon (Nilai)

86 0 0 0

19. Nilai Kinerja Pelaksanaan Anggaran lingkup BPBL Ambon (Nilai)

89 0 0 0

20. Tingkat Kepatuhan Pengadaan Barang dan Jasa lingkup BPBL Ambon (Persen)

72.5 0 0 0

21. Tingkat Pengelolaan BMN lingkup BPBL Ambon (Persen)

72.5 0 0 0

(31)

22. Tingkat kepatuhan pengelolaan data Produksi Budidaya Lingkup BPBL Ambon (Persen)

75 0 0 0

23. Rasio Jumlah Pemberitaan Negatif terhadap total pemberitaan tentang sektor perikanan budidaya (Persen)

<14 0 0 0

24. Nilai Pengawasan Kearsipan (Nilai)

83.5 0 0 0

3.2. Evaluasi dan Analisis Kinerja

Bagian berikut menguraikan tentang evaluasi terhadap kinerja yang telah dilakukan dan analisis capaian kinerja dari sasaran kegiatan.

SASARAN KEGIATAN I : NAIKNYA EKONOMI SEKTOR PERIKANAN BUDIDAYA DI WILAYAH KERJA BALAI PERIKANAN BUDIDAYA LAUT AMBON

IKU 1 : Nilai PNBP BPBL Ambon (Rp)

PNBP merupakan lingkup keuangan negara yang dikelola dan dipertanggungjawabkan.

Kelompok penerimaan negara bukan pajak meliputi :

 Penerimaaan yang bersumber dari pengelolaan dana pemerintah

 Penerimaan dari pemanfaatan sumberdaya alam

 Penerimaan dari hasil-hasil pengelolaan kekayaan Negara yang dipisahkan;

 Penerimaan dari kegiatan pelayanan yang dilaksanakan Pemerintah;

 Penerimaan berdasarkan putusan pengadilan dan yang berasal dari pengenaan denda administrasi;

 Penerimaan berupa hibah yang merupakan hak Pemerintah;

 Penerimaan lainnya yang diatur dalam Undang-undang tersendiri.

Tabel 3. Capaian IKU “Nilai PNBP BPBL Ambon s.d Triwulan I Tahun 2021”.

Sasaran Kegiatan : Meningkatnya Ekonomi Sektor Perikanan Budidaya Laut Nama Indikator : Nilai PNBP BPBL Ambon (Rp)

S.D Triwulan I 2021

Realisasi s.d TW I

2020

Perbandingan TW I 2021 dengan TW I

2020 (%)

Target 2021

Realisasi Terhadap

Target Tahunan

(%)

Realisasi Terhadap

Target Jangka Menenggah

(%) Target Realisasi Capaian

135.760.381 219.929.225 120 136.574.003 161 886.300.000 24,81 22,75

Target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) BPBL Ambon Tahun 2021 adalah sebesar Rp 886.300.000. Target PNBP s.d triwulan I adalah sebesar Rp 135.760.381 dan terealisasi sebesar Rp. 219.929.225 atau sebesar 24,81% terhadap target tahun 2021. Capaian PNBP

(32)

tersebut diperoleh dari penjualan hasil perikanan, pendapatan jasa lainnya dengan rincian sebagai berikut :

1. Penjualan Hasil Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Budidaya Rp. 127.396.000,- 2. Pendapatan Penggunaan Sarana dan Prasarana sesuai TUSI Rp. 0,-

3. Pendapatan Pengujian Sertifikasi, Kalibrasi dan Standarisasi lainnya Rp. 2.415.000,- 4. Sewa Rumah Dinas Rp. 25.588.225,-

5. Pendapatan Non Anggaran, Penerimaan Kembali Belanja Pegawai Tahun Anggaran yang lalu Rp. 64.530.000,-

Kendala yang sering ditemui dalam proses pencapaian target PNBP adalah menurunnya daya serap pasar terhadap beberapa komoditas budidaya, baik itu benih maupun ikan ukuran konsumsi, terutama pada masa pandemic COVID-19, kurangnya kesadaran masyarakat pembudidaya di wilayah kerja dalam melakukan pengujian laboratorium terhadap sampel ikan maupun kualitas air yang terindikasi HPI, dalam segi pendapatan non SDA Umum menurunnya jumlah stakeholder yang memakai fasilitas asrama/sewa juga turut menyebabkan menurunnya nilai PNBP yang dihasilkan. Rencana tindak lanjut yang telah dilaksanakan berdasarkan rekomendasi pada LKJ periode sebelumnya (Triwulan IV TA. 2020) adalah pelaksanaan pengawasan secara berkala telah dilakukan oleh pimpinan dan PPK terhadap divisi produksi terkait target dan strategi pencapaian PNBP pada saat rapat koordinasi bulanan yang dilakukan penentuan target perolehan PNBP setiap divisi produksi dan pelaporan perolehan PNBP pada Bendahara Penerimaan. Salah satu langkah pengendalian resiko penurunan hasil penjualan komoditas budidaya adalah dengan melakukan promosi langsung pada media sosial seperti WhatsApp terkait komoditas budidaya yang siap jual, diharapkan dengan cara seperti ini konsumen dapat dijangkau secara lebih luas.

SASARAN KEGIATAN II : MENINGKATNYA FASILITAS SARANA DAN PRASARANA LINGKUP BALAI PERIKANAN BUDIDAYA LAUT AMBON

IKU 2 : UPT Perikanan Budidaya yang ditingkatkan fasilitasnya

Pembangunan sarana dan prasarana memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung aktivitas ekonomi terutama sebagai modal dasar dalam memfasilitasi interaksi dan komunikasi di antara kelompok pembudidaya ikan serta mengikat dan menghubungkan antar wilayah melalui bantuan prioritas yang dilaksanakan oleh Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon.

Pembangunan sarana dan prasarana, yang menjadi kesatuan dari pembangunan nasional, diharapkan dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan perekonomian nasional dan mendukung daya saing nasional secara global.

(33)

Pada tahun 2021, terdapat IKU baru yakni “Meningkatnya Fasilitas Sarana dan Prasarana lingkup Balai Perikanan Budidaya Laut Ambonn” IKU ini mewadahi kegiatan pembangunan fasilitas produksi yang dilaksanakan di BPBL Ambon. Upaya peningkatan sarana dan prasarana produksi di BPBL Ambon memiliki tujuan mendukung naiknya nilai produksi komoditas budidaya, diharapkan dengan peningkatan produksi, distribusi penyaluran bantuan prioritas dari BPBL Ambon kepada kelompok pembudidaya ikan di wilayah kerja dapat terealisasikan dengan baik.

Tabel 4. Capaian IKU “UPT Perikanan Budidaya yang ditingkatkan Fasilitasnya”.

Sasaran Kegiatan : Meningkatnya Fasilitas Sarana dan Prasarana lingkup Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon

Nama Indikator : UPT Perikanan Budidaya yang ditingkatkan Fasilitasnya (Paket) S.D Triwulan I 2021

Realisasi s.d TW I

2020

Perbandingan TW I 2021 dengan TW I

2020 (%)

Target 2021

Realisasi Terhadap Target Tahunan

(%)

Realisasi Terhadap

Target Jangka Menenggah

(%) Target Realisasi Capaian

0 0 0 0 0 2 0 0

SASARAN KEGIATAN III : PENGELOLAAN PERIKANAN BUDIDAYA YANG BERKELANJUTAN LINGKUP BALAI PERIKANAN BUDIDAYA LAUT AMBON

IKU 3 : Bantuan Benih Ikan Laut yang didistribusikan kepada masyarakat lingkup BPBL Ambon (ekor)

Target jumlah bantuan benih yang harus disalurkan oleh BPBL Ambon tahun 2021 sebesar 1.375.000 ekor. Capaian Bantuan Benih sampai dengan Triwulan I ini adalah sebesar 769.000 ekor atau 108,31 % dari target yang telah ditetapkan. Bantuan Benih yang disalurkan pada triwulan I terdiri atas benih ikan konsumsi yang didominasi benih ikan kakap putih.

Tabel 5. Capaian IKU “ Jumlah Bantuan Benih Ikan Laut yang didistribusikan kepada masyarakat lingkup BPBL Ambon”.

Sasaran Kegiatan : Pengelolaan Perikanan Budidaya yang Berkelanjutan lingkup Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon

Nama Indikator : Bantuan Benih Ikan Laut yang didistribusikan kepada masyarakat lingkup BPBL Ambon (Ekor)

S.D Triwulan I 2021 Realisasi s.d TW I 2020

Perbandingan TW IV 2021 dengan TW IV

2020 (%)

Target 2021

Realisasi Terhadap Target Tahunan (%)

Realisasi Terhadap Target Jangka Menengah (%) Target Realisasi Capaian

710.000 769.000 108,31 431.000 120 1.375.000 55,92 55,92

Data Penerima Bantuan benih telah diproses penginputan dalam aplikasi Bantuan Pemerintah KKP, Realisasi Bantuan Benih pada s.d Triwulan I 2021 melebihi target yang telah direncanakan, hal ini disebabkan jumlah produksi benih cukup baik, pada komoditas tertentu seperti kakap putih. Berikut adalah rincian Bantuan benih ikan laut pada tahun 2021, tersaji pada tabel 10 berikut :

(34)

Tabel 6. Rincian Bantuan Benih Ikan Laut

No. Bantuan Benih Ikan Jumlah Bantuan

(Ekor) Jenis Bantuan Sebaran Lokasi

Bantuan

1. Bantuan Benih

769.000

Benih Ikan Konsumsi (Benih Kakap

Putih dan Bubara)

Provinsi Maluku, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara

0 Benih Ikan Hias

(Benih Clownfish)

Tujuan dan sasaran disalurkannya bantuan pemerintah ini adalah untuk mendukung peningkatan produksi perikanan budidaya.

Pada benih ikan konsumsi, Trichodina, sp merupakan ektoparasit pada ikan air tawar maupun air laut. Hampir semua spesies ikan dapat terserang Trichodina, sp (Durborow, 2003).

Parasite ini akan mudah menginfeksi pada kondisi padat tebar tinggi, tingkat pemberian pakan tinggi dan kualitas air yang rendah. Predileksi Trichodina sp adalah bagian tubuh, sirip dan insang. Kematian ikan yang diakibatkan infeksi Trichodina bisa mencapai 50% dari total populasi, terutama akibat infeksi sekunder oleh bakteri atau cendawan. Penularan parasite terjadi melalui kontak langsung antara ikan yang terinfeksi dengan ikan yang sehat.

Trichodina berperan besar dalam penurunan kekebalan tubuh ikan. Trichodiniasis akan menunjukan gejala klinis seperti berenang abnormal, frekuensi pernapasan meningkat, melanosis, pertumbuhan menurun. Kematian terjadi karena ikan memproduksi lendir secara berlebihan dan akhirnya kelelahan. Kematian biasanya terjadi akibat terganggunya sistem pertukaran oksigen karena dinding lamella insang tertutup oleh lendir.

Pengendalian serangan Trichodina dilakukan dengan mempertahankan kualitas air dan suhu berada pada kisaran 290C. Meningkatkan Frekuensi pergantian air untuk mengurangi kandungan bahan organic sehingga kualitas media budidaya dapat dipertahankan tetap dalam kondisi baik.

Selain faktor lingkungan adanya serangan pathogen juga menyebabkan masalah pada produksi benih. Pada benih kakap putih dan bubara juga ditemukan infeksi Cryptocaryon irritans, Benedia, dan Hexostoma. Beberapa jenis protozoa ini mengakibatkan kerusakan kulit dan insang ikan. Ikan yang terinfeksi Cryptocaryon irritans memperlihatkan penurunan nafsu makan sehingga tubuhnya menjadi kurus dan warna tubuh cenderung lebih gelap. Ikan terlihat lemah, lesu, dan berenang secara abnormal sambal menggosokan badan pada wadah pemeliharaan, serta frekuensi pernapasan meningkat.

Pada ikan kerapu ditemukan infeksi vibrio spp. Bakteri ini berbentuk batang dengan ukuran 0,5 x 1,0 mm, bersifat gram negative dan bergerak dengan menggunakan flagel. Bakteri vibrio memiliki kemampuan hidup dan tumbuh hampir di segala media yang memiliki kancungan

(35)

garam 1 – 1,5%. Inang utama berupa ikan laut. Vibriosis merupakan penyakit potensial yang menginfeksi ikan laut dan dapat mengakibatkan kematian mencapai 50% terutama pada ikan stadia muda.

Ikan yang terserang vibriosis mengalami anorexia, melanosis, warna insang pucat. Pada infeksi akut tubuh ikan dapat membengkak dan luka serta mengeluarkan nanah. Infeksi kronik menunjukan granuloma dan haemoragic pada rongga perut.

Gambar 6. Ektoparasit hasil pengamatan pada organ insang

Rencana tindak lanjut yang perlu dilakukan dalam upaya peningkatan produksi dan penjaminan kualitas benih yang dihasilkan antara lain melalui penerapan biosecurity di lingkungan hatchery secara optimal, melakukan manajemen pemberian pakan induk dan benih yang tepat, pakan yang diberikan harus memiliki standar kualitas yang baik, terutama dalam kandungan nutrisi pakan yang terkandung didalamnya. Pakan induk dan benih tepat secara ukuran, jumlah, frekuensi pemberian sehingga berdampak pada peningkatan survival rate induk dan benih, dan secara umum optimalkan implementasi Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB) di instalasi produksi budidaya. Selain itu pengoptimalan pengelolaan kualitas air dengan menjaga perputaran media pemeliharaan menjadi bagian penting dalam penanganan penyakit ikan.

Dalam manajemen kesehatan ikan, khususnya penanganan infeksi Cryptocaryon irritans dapat dilakukan dengan menjaga suhu lingkungan budidaya selalu diatas 290C, perendaman denga peroksida dengan dosis 150 ppm selama 30 menit juga dapat dilakukan, apabila infeksi

(36)

sudah terlalu parah maka eradikasi (Pemusnahan Ikan sakit) bisa menjadi alternative cara guna menekan penyebaran penyakit dan memutus siklus hidup pathogen. Penanggulangan serangan vibriosis dlebih ditujukan pada upaya pencegahan. Upaya yang telah dilakukan dalam meminimalisir vibriosis pada ikan antara lain menyediakan bak pengendapan dan melakukan perbaikan sistem filtrasi media pemeliharaan. Media pemeliharaan disaring dan diendapkan selama 3 hari dengan tujuan mengurangi prevalensi dan intensitas bakteri pathogen yang mampu menginfeksi ikan, dengan rentang waktu tersebut dinilai cukup efektif dalam memutus siklus hidup bakteri pathogen.

Gambar 7. Kegiatan penyaluran bantuan benih ikan

IKU 4 : Bantuan Calon Induk Ikan Laut yang didistribusikan kepada masyarakat lingkup BPBL Ambon (Ekor)

Program bantuan calon induk ikan adalah salah satu kegiatan prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan. Bantuan tersebut merupakan program strategis sebagai langkah terobosan untuk memenuhi kebutuhan calon induk unggul yang dapat mennghasilkan benih bermutu pada masyarakat pembudidaya ikan.

Tujuan bantuan calon induk ikan kepada unit pembenihan milik masyarakat (UPR/HSRT) untuk meremajakan induk yang ada di masyarakat, meningkatkan kualitas dan kuantitas induk sehingga dapat menghasilkan benih bermutu serta mendukung peningkatan produksi perikanan

(37)

budidaya sebesar 19,47 juta ton. Menurut petunjuk teknis bantuan, Nomor 36/PER-DJPB/2021 spesifikasi teknis calon induk ikan laut adalah sebagai berikut :

1. Kakap Putih dengan berat 200 gram 2. Kerapu dengan berat 200 gram 3. Bubara dengan berat 300 gram 4. Clownfish dengan panjang 3 cm

Tabel 7. Capaian IKU “ Bantuan Calon Induk Ikan Laut yang didistribusikan kepada masyarakat lingkup BPBL Ambon”

Nama SK : Pengelolaan Perikanan Budidaya yang Berkelanjutan lingkup Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon

Nama Indikator : Bantuan Calon Induk Ikan Laut yang didistribusikan kepada masyarakat lingkup BPBL Ambon (Ekor)

S.D Triwulan I 2021 Realisasi s.d TW I 2020

Perbandingan TW I 2021 dengan TW I

2020 (%)

Target 2021

Realisasi Terhadap Target Tahunan (%)

Realisasi Terhadap Target Jangka Menengah (%) Target Realisasi Capaian

0 0 0 0 0 1020 0 0

IKU Bantuan Calon Induk Ikan Laut yang didistribusikan kepada masyarakat lingkup BPBL Ambon, merupakan IKU baru pada tahun 2021, dimana pada tahun sebelumnya BPBL Ambon belum memiliki IKU tersebut sehingga perhitungan perbandingan nilai dengan tahun sebelumnya belum dapat dilakukan. Progress kegiatan pada Triwulan I ini adalah melakukan penyusunan tim bantuan yang secara khusus menangani bantuan calon induk ikan laut serta melakukan identifikasi bantuan terhadap beberapa kelompok pembudidaya di Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah.

Sebagai informasi tambahan selain target bantuan calon induk pada masyarakat pada tahun 2021, Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon juga ditargetkan memproduksi induk/calon induk unggul sebanyak 2.200 ekor. Sampai akhir Triwulan I capaian produksi calon induk teralisasi 760 Ekor, produksi calon Komoditas induk yang diproduksi oleh BPBL Ambon meliputi jenis ikan konsumsi dan ikan hias. Produksi induk unggul ikan konsumsi yaitu kakap putih dan bubara.

Sedangkan produksi induk unggul ikan hias yaitu ikan hias clownfish dengan berbagai varian.

Berikut adalah rincian produksi calon induk yang dihasilkan Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon sampai dengan triwulan I, dapat dilihat pada tabel 8 berikut :

Tabel 8. Rincian Produksi Calon Induk Unggul

No. Komoditas Jumlah Komoditas

1. Kakap Putih 60 ekor dengan bobot tubuh minimal 500 gr/ekor 2. Clownfish dan BCF 700 Ekor dengan ukuran minimal 4 cm.

3. Kuwe, Kerapu Macan -

4. Sunu, Kertang -

(38)

IKU 5 : Bantuan Bibit Rumput Laut yang didistribusikan kepada masyarakat lingkup BPBL Ambon (Kg)

Program bantuan bibit rumput laut kultur jaringan menjadi salah satu program prioritas Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon yang langsung bersentuhan dengan masyarakat khususnya pembudidaya rumput laut. Program ini adalah salah satu IKU Ditjen Perikanan Budidaya yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas perikanan budidaya khususnya produksi rumput laut. Target atas IKU ini adalah 40.000 Kg. Progress kegiatan identifikasi dan verifikasi bantuan sampai dengan Triwulan I telah dilakukan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kabupaten Kepulauan Sula, Kabupaten Kepulauan Yapen, dan Kabupaten Biak Numfor.

Hasil kegiatan identifikasi kelompok pembudidaya rumput laut, tersaji pada tabel berikut : Tabel 9 . Data Kelompok Pembudidaya Rumput Laut di Provinsi Maluku

No. Nama Kelompok Alamat Keterangan Status

Bantuan Kabupaten/Kota Provinsi

1. Werkakan Kepulauan

Tanimbar

Maluku Aktif Teridentifikasi 2. Wartemar Laran Kepulauan

Tanimbar Maluku Aktif Teridentifikasi

3. Mangiwang Kepulauan

Tanimbar

Maluku Aktif Teridentifikasi

4. Kaman Kepulauan

Tanimbar Maluku Aktif Teridentifikasi

5. Tiyabal Kepulauan

Tanimbar

Maluku Aktif Teridentifikasi

6. Batu Tiga Kepulauan

Tanimbar Maluku Aktif Teridentifikasi 7. Bintang Sejati Kepulauan

Tanimbar Maluku Aktif Teridentifikasi 8. Tutunurwatu 01 Kepulauan

Tanimbar Maluku Aktif Teridentifikasi 9. Sepakat Bersama Kepulauan

Tanimbar Maluku Aktif Teridentifikasi

Tabel 10 . Data Kelompok Pembudidaya Rumput Laut di Provinsi Maluku Utara

No. Nama Kelompok Alamat Keterangan Status

Bantuan Kabupaten/Kota Provinsi

1. Teluk Sentosa Kepulauan Sula Maluku

Utara Aktif Teridentifikasi 2. Fat Pama Kepulauan Sula Maluku

Utara Aktif Teridentifikasi 3. Sumber Makmur Kepulauan Sula Maluku

Utara Aktif Teridentifikasi 4. Tanjung Kuma Kepulauan Sula Maluku

Utara Aktif Teridentifikasi 5. Pulau Kucing Kepulauan Sula Maluku

Utara

Aktif Teridentifikasi 6. Merpati Laut Kepulauan Sula Maluku

Utara Aktif Teridentifikasi

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penulisan Laporan Akhir ini adalah untuk membuat Aplikasi Pelayanan Publik pada Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung dimana Admin mempunyai tugas

Laporan Kinerja Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon Triwulan I Tahun 2017 menyajikan berbagai keberhasilan maupun kendala dalam mencapai Sasaran Strategis

Pedoman Umum Pengukuran Indikator Kinerja Utama Balai Perikanan Budidaya Laut Lombok Tahun 2021 ini menyajikan cara-cara yang dilakukan dalam melakukan

Sebagai dukungan atas program Pengelolaan Sumber Daya Perikanan Budidaya tahun 2021, terdapat 5 sasaran strategis dengan 24 indikator kinerja yang telah ditetapkan guna

Untuk kegiatan proyek perubahan yang akan dilakukan adalah Peningkatan Produktivitas Produksi Benih ikan Hias Clown Fish di Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon, melalui

Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAPPP) dalam upaya untuk lebih meningkatkan pencapaian pembangunan kelautan dan perikanan

Laporan ini mencakup uraian pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) dan kegiatan lainnya yang mendukung tugas pokok dan fungsi Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon melalui

Untuk mendukung tercapainya target produksi benih dan calon induk yang telah ditetapkan sebelumnya, Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon membagi bidang produksi