PERANGKAT PEMBELAJARAN SIMULASI MENGAJAR CALON GURU PENGGERAK
PENDIDIKAN GURU PENGGERAK ANGKATAN 7
2022
NAMA PESERTA INSTANSI
ASAL PESERTA
: NOVA ARVIANTI NINGSIH, S.Pd : SMP NEGERI 4 KIKIM TIMUR : KABUPATEN LAHAT
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Sekolah SMP Negeri 4 Kikim Timur
Mata Pelajaran IPS Terpadu
Kelas/Semester VIII/I
Materi Pokok Konflik dan Integrasi dalam Kehidupan Sosial
Sub materi Integrasi Sosial
Waktu 1X10 (1 pertemuan)
A. TUJUAN PEMBELAJAR
Melalui model Discovery learning peserta didik diharapkan mampu menganalisis berbagai informasi tentang Integrasi Sosial, mampu mewujudkan integrasi sosial di lingkungan masyarakat serta dapat menyajikan hasil kerja dengan penuh percaya diri, tanggung jawab dan santun.
Kegiatan Deskripsi kegiatan PPK Alokasi Waktu
Pendahuluan Guru membuka pelajaran dengan mengucap salam dan ketua kelas memimpin do’a.
Guru melakukan apersepsi dan memotivasi siswa untuk tetap semangat belajar dan selalu menjaga kesehatan ditengan pandemic covid-19
Guru mengingatkan pembelajaran pada pertemuan sebelumnya (Apersepsi )
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
Religus Nasionalis
2 menit
Kegiatan Inti
Stimulation
Guru Memperlihatkan beberapa gambar kepada Siswa untuk mengamatinya dan memberi tanggapannya
Kemandirian 3 menit
Problem Statement Collaboration
Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok belajar
Gotong royong 1 menit
Siswa diminta untuk mencermati LKPD dan mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada disana sebagai pedoman pelaksanaan proses pembelajaran secara berkelompok
Peserta didik diarahkan secara kelompok mengerjakan LKPD yang dibimbing oleh guru
Data Collecting Critical Thinking and Problem Solving
Peserta didik mengumpulkan data dan informasi dari berbagai sumber, untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah.
Kemandirian dan Integritas
3 menit
Data Processing
Verification
Communication
Siswa mempresentasikan hasil kerja kelompoknya lalu ditanggapi oleh guru
Siswa mengumpulkan hasil LKPD setelah selesai presentasi
Peserta didik diberikan kesempatan untuk bertanya mengenai materi yang belum dipahami
Gotong royong dan Integritas
4 menit
Generalization Communication
Peserta didik menyimpulkan materi yang telah dibahas bersama guru
Kemandirian 1 menit
Penutup
Peserta didik diminta melakukan refleksi
Guru memberikan tugas untuk pertemuan yang akan datang
Menutup pelajaran dengan berdo’a dan memberi salam
Religius 1 menit
Penilaian
Sikap : Observasi ( Jurnal )
Pengetahuan : Tes Tertulis
Keterampilan : Penilaian LKPD
Mengetahui : Lahat, 30 Juli 2022
Kepala SMPN 4 KikimTimur Guru Bidang Studi IPS
RAHMAN EFENDI S.Pd
NIP 19660520 199203 1 008
Nova Arvianti Ningsih, S.Pd
NIP. 19881123 201101 2 009
BAHAN AJAR INTEGRASI SOSIAL
Pengertian Integrasi Sosial
Secara etimologi, kata integrasi berasal dari bahasa Inggris “Integrate” yang atinya menggabungkan atau menyatukan.
Pengertian integrasi sosial dalam sosiologi adalah suatu penyesuaian unsur sosial yang memiliki perbedaa seperti norma, nilai, pranata, peram, lembaga sosial, sistem religi dan lain sebagainya yang menciptakan suatu pola kehidupan yang sesuai dan serasi bagi masyarakat.
Pengertian integrasi sosial dalam politik adalah proses penyatuan berbagai kelompok sosial, aliran dan kekuatan lainnya dari semua wilayah negara untuk mewujudkan suatu kehidupan berbangsa dan bernegara yang sehat, dinamis, berkeadilan sosial dan demokratis berdasarkan pancasila dan UUD 1945.
Pengertian integrasi sosial menurut KBBI adalah pembauran sehingga menjadi satu kesatuan yang bulat dan utuh.
Pengertian integrasi secara umum adalah suatu sistem yang mengalami pembauran hingga menjadi satu kesatuan yang utuh.
Pengertian Integrasi Sosial Menurut Para Ahli
Soerjono Soekanto
Pengertian integrasi sosial adalah suatu proses sosial individu atau kelompok untuk berusaha memenuhi tujuan melawan lawan yang disertai dengan suatu ancaman dan/atau kekerasan.
Baton
Definisi integrasi sosial yaitu suatu integrasi sebagai pola hubungan yang mengakui adanya suatu perbedaan ras dalam masyarakat, tetapi tidak memberikan suatu fungsi penting pada perbedaan dalam sebuah ras.
Gillin
Integrasi Sosial dapat diartikan sebagai suatu bagian dari proses sosial yang terjadi karena suatu perbedaan fisik, emosional, budaya dan perilaku.
Idianto Muin
Arti integrasi sosial adalah proses penyesuaian di antara unsur yang berbeda dalam kehidupan bermasyarakat.
Bentuk Integrasi Sosial
Berikut ini macam-macam bentuk integrasi sosial diantaranya:
Integrasi Instrumental
Pengertian integrasi instrumental adalah suatu bentuk integrasi yang nampak secara visual dari adanya ikatan sosial antar individu dalam lingkungan masyarakat.
Adapun karakteristik atau ciri integrasi instrumental, diantaranya yaitu:
Terdapat tujuan tertentu yang disesuaikan dengan kepentingan kelompok.
Terdapat kesamaan dalam berpakaian.
Terdapat kesamaan aktivitas dalam keseharian
Terdapat norma atau kepentingan tertentu sebagai pengikat atau instrumen.
Integrasi Ideologis
Pengertian integrasi ideologis adalah suatu bentuk integrasi yang tidak terlihat secara visual, integrasi ini terbentuk dari suatu ikatan spiritual atau ideologis yang kuat dan mendasar melalui proses alamiah tanpa adanya paksaan dan ikatan.
Interaksi ideologis menggambarkan adanya kesepahaman dalam nilai, persepsi dan tujuan antara individu yang terikat menjadi satu kesatuan sosial.
Adapun karakteristik atau ciri integrasi ideologis, diantaranya yaitu
Terdapat persamaan nilai mendasar yang terbentuk dari kehendak sendiri dan bukan atas dasar adanya ikatan atau paksaan.
Terdapat persamaan persepsi yaitu pandangan yang diilhami persamaan nilai antara anggota kelompok.
Terdapat persamaan orientasi kerja antar anggota kelompok.
Terdapat persamaan tujuan yang mengacu pada suatu prinsip ideologis yang dipercayai.
Syarat Terjadinya Integrasi
1. Syarat terjadinya integrasi sosial berdasarkan pendapat William F. Ogburn dan Meyer Nimkoff, antara lain:
2. Masyarakat berhasil saling memenuhi kebutuhan.
3. Masyarakat berhasil menciptakan kesepakatan bersama tentang norma dan nilai.
4. Secara konsisten nilai dan norma sosial dijalankan dan diberlakukan dalam jangka cukup lama.
Syarat Berhasilnya Integrasi Sosial
Adapun syarat berhasilnya integrasi sosial dalam masyarakat, antara lain
Untuk meningkatkan integrasi sosial, maka pada diri setiap individu harus dapat mengendalikan perbedaan yang ada dalam suatu kekuatan bangsa dan bukan sebaliknya.
Setiap masyarakat merasa saling dapat memenuhi kebutuhan satu sama lain.
Faktor Pendorong Integrasi Sosial
Berikut beberapa faktor yang mendorong terjadinya integrasi sosial, diantaranya:
Faktor internal, misalnya kesadaran diri sebagai makhluk sosial, tuntutan kebutuhan dan jiwa serta semangat gotong royong.
Faktor Eksternal, misalnya tuntunan perkembangan zaman; persamaan kebudayaan;
persamaan visi, misi dan tujuan; sikap toleransi; adanya kesepakatan nilai; adanya tantangan dari luar dan terbukanya kesempatan berpartisipasi dalah kehiduapn bersama.
Homogenitas Kelompok. Dalam masyarakat yang mempunyai tingkat kemajemukan rendah, maka integrasi sosial akan mudah dilakukan..
Besar Kecilnya Kelompok. Dalam kelompok kecil integrasi akan lebih mudah.
Mobilitas Geografis. Penyesuaian sangat dibutuhkan untuk mempercepat terjadinya integrasi.
Efektivitas Komunikasi. Komunikasi yang efektif akan mempercepat terjadinya suatu integrasi.
Integrasi antara dua hati.
Faktor Penghambat Integrasi Sosial
Adapun faktor yang dapat menghambat terjadinya integrasi sosial, diantaranya yaitu:
Kurangnya toleransi dalam masyarakat.
Tak menghargai adanya perbedaan.
Ketidakpuasan pada ketimpangan sosial dan tak meratanya pembangunan.
Kurangnya keinginan menjaga persatuan dan kesatuan.
Proses Integrasi Sosial
Berikut ini tahapan atau fase proses terjadinya integrasi sosial diantaranya:
o Fase Akomodasi
Merupakan proses pemulihan hubungan baik diantara dua pihak atau lebih yang sebelumnya berkonflik. Proses pada tahapan ini memerlukan perhatia n dari pihak yang berkonflik tapi kadang memerlukan pihak ketiga untuk menengahi masalah mereka.
o Fase Kerja Sama
Suatu usaha bersama antar individu atau kelompok manusia untuk mencapai tujuan bersama.
o Fase Koordinasi
Ini merupakan fase yang sangat dibutuhkan untuk menyempurnakan kerjasama yang sudah terjalin. Proses koordinasi bisa terlihat jelas jika dalam masyarakat terdapat perbedaan paham politik dalam suatu kelompok masyarakat.
o Fase Asimilasi
Ini merupakan proses kerjasama yang sangat harmonis dengan membangun kesatuan homogen.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas : VIII /Ganjil
Materi Pokok : Konflik dan Integrasi dalam Kehidupan Sosial Sub Materi : Integrasi Sosial
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui model Discovery learning peserta didik diharapkan mampu menganalisis berbagai informasi tentang Integrasi Sosial, mampu mewujudkan integrasi sosial di lingkungan masyarakat serta dapat menyajikan hasil kerja dengan penuh percaya diri, tanggung jawab dan santun.
B. Langkah-langkah Kegiatan
1. Bacalah Bahan Ajar, yang telah ibu berikan kepada kalian atau buku yang relevan, serta Materi Belajar yang telah kalian kumpulkan dan pelajari melalui media internet!
2. Berdasarkan pencarian kalian tentukan gambar di bawah termasuk dari integrasi sosial, akultasi, asimilasi?
3. Deskripsikan dalam bentuk tulisan!
No. Gambar Proses integrasi (penyatuan)
1. Bhineka Tunggal ika Nama Siswa :1. Ketua :
Anggota: 1-
Kelas :
2.
Akulturasi
3.
Asimilasi
LAMPIRAN INSTRUMEN PENILAIAN
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial
Kelas : VIII /Ganjil
Materi Pokok : Integrasi dalam kehidupan Sosial Sub Materi : Integrasi Sosial
Tujuan Pembelajaran
Melalui model Discovery learning peserta didik diharapkan mampu menganalisis berbagai informasi tentang Integrasi Sosial, mampu mewujudkan integrasi sosial di lingkungan masyarakat serta dapat menyajikan hasil kerja dengan penuh percaya diri, tanggung jawab dan santun.
A. PENILAIAN SIKAP Rubrik:
Indikator sikap aktif dalam pembelajaran:
1. Cukup jika menunjukkan ada sedikit usaha ambil bagian dalam pembelajaran tetapi belum ajeg/konsisten
2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha ambil bagian dalam pembelajaran tetapi belum ajeg/konsisten
3. Sangat baik jika menunjukkan sudah ambil bagian dalam menyelesaikan tugas kelompok secara terus menerus dan ajeg/konsisten
Indikator sikap bekerjasama dalam kegiatan kelompok.
1. Cukup jika menunjukkan ada sedikit usaha untuk bekerjasama dalam kegiatan kelompok tetapi masih belum ajeg/konsisten.
2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bekerjasama dalam kegiatan kelompok tetapi masih belum ajeg/konsisten.
3. Sangat baik jika menunjukkan adanya usaha bekerjasama dalam kegiatan kelompok secara terus menerus dan ajeg/konsisten.
Indikator sikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif.
1. Cukup jika menunjukkan ada sedikit usaha untuk bersikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif tetapi masuih belum ajeg/konsisten
2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif tetapi masih belum ajeg/konsisten.
3. Sangat baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif secara terus menerus dan ajeg/konsisten.
Bubuhkan tanda √ pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.
No Nama Siswa
Tanggung
Jawab Kerjasama Percaya diri Disiplin CK BA SB CK BA SB CK BA SB CK BA SB
1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3
1 2 3 4 5
C: Cukup B: Baik SB : Baik Sekali
REKAPITULASI PENILAIAN SIKAP – OBSERVASI
NO NAMA SISWA
Tanggung Jawab
Kerja Sama
Percaya
Diri Disiplin Skor rata- rata 1
2 3 4 5
A. PENILAIAN SIKAP I. Teknik penilaian:
observasi/jurnal
Lembar Penilaian Sikap - Observasi pada Kegiatan Diskusi
Mata Pelajaran : IPS
Kelas/Semester : VIII / Ganjil
Topik/Subtopik : Konflik dan Integrasi dalam kehidupan Sosial / Integrasi Sosial
Indikator : Peserta didik menunjukkan perilaku kerja sama, santun, toleran, responsif dan proaktif serta bijaksana sebagai wujud kemampuan memecahkan masalah dan membuat keputusan.
No Nama Siswa Kerja
sama
Rasa Ingin
Tahu Santun Komuni
katif Keterangan 1
2 3 4 5
Kolom Aspek perilaku diisi dengan angka yang sesuai dengan kriteria berikut.
4 = sangat baik 3 = baik 2 = cukup 1 = kurang
B. PENILAIAN PENGETAHUAN KISI-KISI SOAL
No. KD Materi Indikator soal Bentuk
Soal
Jlh.
Soal 1. 3.2 Menganalisis
pengaruh interaksi sosial dalam ruang
yang berbeda
terhadap kehidupan social budaya serta pengembangan kehidupan kebangsaan.
1. Konflik dan Integrasi dalam kehidupan Sosial
1. Analisis pengertian integrasi
2. Analisis integrasi Koersif.
3. Menjelaskan integrasi menurut ahli
4. Menganalisis syarat terjadinya Integrasi 5. Menganalisis integrasi
masyarakat majemuk
essay
essay
essay essay
1
1
1 1
Jumlah soal 5
LEMBAR PENILAIAN PENGETAHUAN -TERTULIS
Kerjakan dengan baik dan benar !
1. Jelaskan yang dimaksud dengan Integrasi Fungsional ! 2. Jelaskan yang dimaksud dengan Integrasi Koersif !
3. Kemukakanlah pengertian integrasi sosial menurut Soerjono Soekanto!
4. Apakah syarat-syarat terjadinya integrasi sosial ?
5. Mengapa integrasi sosial sangat sulit terjadi dalam masyarakat majemuk seperti Indonesia ?
No. Kunci Jawaban Skor
1. Integrasi fungsional terbentuk karena ada fungsi-fungsi tertentu dalam masyarakat dengan mengedepankan fungsi dari masing-masing pihak
yang ada dalam sebuah masyarakat. 5
2. Integrasi koersif terbentuk berdasarkan kekuasaan yang dimiliki penguasa, dalam hal ini penguasa menerapkan cara-cara koersif (kekerasan)
5
3 integrasi sosial adalah suatu proses sosial individu atau kelompok untuk berusaha memenuhi tujuan melawan lawan yang disertai dengan suatu ancaman dan/atau kekerasan
5
4 Menurut William F. Ogburn, dan Mayer Nimkoff :
a. Harus ada kesadaran dalam masyarakat bahwa kebutuhan dari setiap individu dapat terpenuhi dalam kelompok yang terintegrasi.
b. Harus adanya kesepakatan / konsensus diantara masyarakat untuk memutuskan nilai dan norma mana yang akan dijadikan pegangan dalam melakukan hubungan sosial
c. Nilai dan norma hasil kesepakatan tersebut harus bertahan dalam waktu yang cukup lama sehingga tidak terus-terusan mengalami perubahan yang menyulitkan proses adaptasi ulang
5
5 Karena dalam heterogenitas terdapat perbedaan sikap, perilaku, dan terutama adalah nilai kebudayaan yang bisa saja bertentangan antara satu dengan yang lainnya. Misalnya, dalam kebudayaan yang patrilineal, anak perempuan tidak boleh menerima warisan dan warisan yang
ditumpahkan padanya akan dikelola oleh suaminya kelak. Sedangkan di masyarakat bergaris matrilineal semua harta warisan harus dikelola oleh anak wanita dan anak laki-laki harus menyerahkannya pada isterinya.
Perbedaan ini bersifat prinsipil bagi masing-masing penganut kebudayaan sehingga dapat menyebabkan konflik karena perbedaan pandangan ataupun tradisi
5
Jumlah 25
Rubrik Penilaian Bentuk Soal Uraian No. Skor
Maksimal
Uraian Skor
Alternatif Jawaban
1. 5 0 Tidak memberi jawaban
1 Jawaban kurang lengkap 3 Jawaban agak lengkap 5 Jawaban lengkap
2. 5 0 Tidak memberi jawaban
3 Jawaban kurang lengkap 5 Jawaban dengan lengap
3. 5 0 Tidak memberi jawaban
5 Jawaban lengkap 3 Jawaban agak lengkap
4. 5 0 Tidak memberi jawaban
3 Jawaban tidak lengkap 5 Jawaban lengkap
5. 5 0 Tidak memberi jawaban
1 Jawaban kurang lengkap 3 Jawaban agak lengkap 5 Jawaban lengkap d. Pedoman Penilaian :
1. Soal uraian dari nomor 1 sampai dengan 5 masing-masing soal memiliki skor, yaitu sebagai berikut:
soal nomor 1 = 5 soal nomor 2 = 5 soal nomor 3 = 5 soal nomor 4 = 5 soal nomor 5 = 5
sehingga skor maksimal adalah 25.
2. Rumus nilai:
Nilai
=
Jumlah Skor Uraian x 100 25
LEMBAR PENILAIAN HASIL DISKUSI
Mata pelajaran : IPS
Kelas/Semester : VIII / Ganjil Sub Pokok Bahasan : Integrasi Sosial
No. Nama Siswa
Kelayakan Bahasa
(1-4)
Kelayakan Isi (1-4)
Kelayakan Kreatifitas
(1-4)
Jumlah Skor
1.
2.
3.
4.
5.
Keterangan Tabel:
a. Kelayakan bahasa adalah kemampuan menyampaikan materi atau presentasi dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar.
b. Kelayakan isi berkaitan dengan kemampuan peserta didik dalam membuat Laporan dan materinya sudah sesuai dengan inti materi tugas.
c. Kelayakan kreativitas adalah kemampuan peserta didik dalam membuat Laporan tertulis dengan kreativitas yang tinggi.
Pedoman Penskoran dan Penentuan Nilai
a. Rumus Penghitungan Skor Akhir
Nilai Akhir = (Skor akhir/perolehan : Jumlah Skor Maksimal) x 3
Kreteria Nilai A= 88-100: Baik sekali
B= 78-87 : Baik C= 65-77 : Cukup
D=< 65 : Kurang