• Tidak ada hasil yang ditemukan

PETUNJUK PELAKSANAAN. PROGRAM ProDEP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PETUNJUK PELAKSANAAN. PROGRAM ProDEP"

Copied!
102
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

PETUNJUK PELAKSANAAN PROGRAM ProDEP

PUSAT PENGEMBANGAN TENAGA KEPENDIDIKAN

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

2015

(3)

Apakah Anda ingin memberikan umpan balik/masukan mengenai

Program Pengembangan Keprofesian Tenaga Kependidikan ini?

Pemerintah Indonesia mengajak para individu dan organisasi untuk memberikan umpan balik/ masukan, baik positif atau negatif, tentang standar layanan, mengenai tindakan, atau tidak adanya tindakan terkait dengan program Pengembangan Keprofesian Tenaga Kependidikan ini.

Dalam hal ini, Anda diajak untuk memberikan umpan balik / masukan atau mengajukan keluhan ke BPSDMPK&PMP, melalui :

Situs Web: http://prodep.tendik.net Email: [email protected] Telephone: 0813 2721 7733

SMS: 0813 2721 7744 Fax: (021) 5797 4172

Surat: PO.BOX 111 SAWANGAN 16500

(4)

Juklak ProDEP iii KATA PENGANTAR

Petunjuk Pelaksanaan (JUKLAK) Pengembangan Keprofesian Tenaga Kependidikan (Professional Development for Education Personnel / ProDEP) ini telah dipersiapkan oleh Kemitraan Pendidikan Pemerintah Indonesia dan Australia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK&PMP), Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan (Pusbangtendik) akan digunakan oleh para pejabat di tingkat Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/Kota untuk melaksanakan sebuah sistem nasional Pengembangan Keprofesian Tenaga Kependidikan (Professional Development for Education Personnel / ProDEP).

JUKLAK ini memberikan gambaran rinci tentang empat program ProDEP yang termuat dalam Manual Prosedur Operasional (Procedure Operational Manual/PoM) dan dijelaskan dalam JUKLAK ini. Keempat program tersebut adalah:

a. Program Pengembangan Kapasitas Pendidikan Pemerintah Daerah (PPKPPD) di Kabupaten/Kota dan Provinsi.

b. Program Penyiapan Calon Kepala Sekolah (PPCKS).

c. Program Pendampingan Kepala Sekolah oleh Pengawas Sekolah (PPKSPS).

d. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Kepala Sekolah/Madrasah (PKB KS/M).

JUKLAK ini akan menjadi sebuah acuan penting bagi pelaksanaan program-program ProDEP yang efisien dan efektif berdasarkan prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas. JUKLAK ini akan membantu semua pihak yang terlibat dalam ProDEP di dalam melaksanakan program pengembangan keprofesian yang bermutu tinggi secara nasional.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan petunjuk pelaksanaan ProDEP, khususnya kepada Team Adviser dan Team Leader Komponen-2 SSQ.

Jakarta, Maret2015 Kepala,

Dr. Muhammad Hatta NIP. 195507201983031003

(5)

Juklak ProDEP iv

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... III DAFTAR ISI ... IV DAFTAR TABEL ... IX DAFTAR GAMBAR ... X

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Program ... 1

B. Dasar Hukum ... 1

C. Tujuan Juklak ... 2

D. Sasaran Juklak ... 2

E. Manfaat Juklak ... 3

BAB I RAPAT KOORDINASI, TOT, DAN DIKLAT LITERASI TIK ... 4

A. Rapat Koordinasi ... 4

1. Rapat Koordinasi Teknis Data Nasional ... 4

2. Rapat Koordinasi Nasional ... 5

3. Rekon Data Peserta Program ProDEP (Pra Rakortek) ... 5

4. Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) ... 6

B. Training of Trainer (ToT) ... 10

1. ToT PPKSPS/M ... 10

2. Tot Penyegaran PPKSPS/M ... 10

C. Diklat Literasi TIK PKB Online ... 11

D. Bimtek Pengampu PKB Online ... 12

BAB II ... 14

PROGRAM PENDAMPINGAN KEPALA SEKOLAH OLEH PENGAWAS SEKOLAH/MADRASAH (PPKSPS/M) ... 14

A. Pengertian PPKSPS/M ... 14

B. Prinsip-prinsip PPKSPS/M ... 15

(6)

Juklak ProDEP v

1. Terencana ... 15

2. Berkelanjutan (sustainable) ... 15

3. Sistemik ... 15

4. Berbasis kegiatan di tempat kerja ... 15

C. Tujuan PPKSPS/M ... 15

D. Sasaran Program ... 16

E. Manfaat Program ... 16

F. Perencanaan ... 17

1. Desain Program ... 17

2. Rekrutmen Peserta ... 18

3. Manajemen Resiko ... 18

4. Identifikasi Sumber Daya... 19

G. Pelaksanaan Program ... 19

H. Tahapan Pelaksanaan Program ... 20

1. Pelaksanaan In-1 PPKSPS/M ... 20

2. Pelaksanaan On (on the job learning) ... 20

3. Pelaksanaan In-2 ... 21

I. Peserta ... 22

J. Peran dan Tanggung Jawab Instansi Terkait ... 23

K. Pelatih ... 24

L. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Program ... 25

M. Struktur Program ... 25

1. Struktur Program In-1 PPKSPS/M ... 25

2. Struktur Program On PPKSPS/M ... 27

3. Struktur Program In-2 PPKSPS/M ... 27

N. Cakupan Materi Program ... 29

O. Penyediaan Bahan Ajar ... 29

P. Penilaian ... 29

1. Komponen yang dinilai ... 29

2. Instrumen Penilaian ... 29

3. Penilai ... 30

4. Kriteria Keberhasilan ... 30

5. Laporan Hasil Penilaian ... 30

6. Tindak Lanjut ... 30

Q. Sertifikat untuk Peserta dan Pelatih ... 30

BAB III ... 32

(7)

Juklak ProDEP vi

PROGRAM PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN KEPALA

SEKOLAH/MADRASAH (PKB KS/M) ... 32

A. Pengertian ... 32

B. Prinsip-prinsip PKB KS/M ... 32

1. Terencana ... 32

2. Proses Berkelanjutan (On-going Process) ... 32

3. Sistemik ... 33

4. Fokus Pada Pembelajaran Siswa ... 33

5. Fokus Pada Perubahan Sekolah ... 33

6. Mengarah Pada Visi Sekolah ... 33

7. Melekat Pada Kegiatan Rutin ... 33

C. Tujuan PKB KS/M ... 34

D. Sasaran PKB KS/M ... 34

E. Manfaat PKB KS/M ... 35

F. Desain Program PKB KS/M ... 36

1. Desain Program PKB KS/M Moda Langsung ... 36

2. Desain Program PKB KS/M Moda Kelompok Kerja Musyawarah Kerja (KKMK) ... 37

3. Desain Program PKB KS/M Moda Online ... 37

G. Prosedur Pelaksanaan PKB KS/M ... 38

1. Pelaksanaan PKB ... 39

d. Pelaporan ... 39

H. Peran dan Tanggung Jawab Instansi Terkait ... 40

I. Pelatih dan Mentor ... 41

J. Alur Pelaksanaan ... 41

1. Moda Langsung ... 41

2. Moda KKMK ... 42

3. Moda On Line ... 44

K. Waktu dan Tempat Pelaksanaan PKB KS/M ... 44

1. Moda Langsung ... 44

2. Moda KKMK ... 45

3. Moda Online ... 45

L. Struktur Program PKB KS/M ... 46

1. Moda Langsung ... 46

2. Moda KKMK ... 47

3. Moda Online ... 48

M. Alur Kegiatan ... 51

1. Moda Langsung ... 51

2. Moda KKMK ... 53

(8)

Juklak ProDEP vii

3. Moda Online ... 54

N. Prosedur Pelaksanaan PKB KS ... 56

1. Moda Langsung ... 57

2. Moda KKMK ... 58

3. Moda Online ... 59

O. Penerbitan Sertifikat dan Surat Keterangan ... 60

P. Cakupan Materi Program PKB KS/M ... 61

Q. Penyedia Bahan Ajar Program PKB KS/M ... 61

R. Penilaian Peserta ... 61

BAB IV MONITORING DAN EVALUASI ... 63

A. Definisi Monitoring dan Evaluasi ... 63

B. Kerangka Monitoring dan Evaluasi Program ProDEP ... 63

C. Pelaporan ProDEP ... 64

D. Peran dan Tanggung Jawab di Instansi Pelaksana ... 65

E. Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Pelatihan ProDEP ... 65

BAB V SISTEM INFORMASI MANAJEMEN ... 67

A. Tujuan dan Ruang Lingkup Sistem Informasi Manajemen ... 67

B. Gambaran Umum Pelaksanaan SIM ... 67

C. Seleksi Peserta Prodep 2015 ... 68

1. MODA LANGSUNG... 70

e. MODA KKMK ... 70

f. MODA ONLINE ... 71

D. Pelaksanaan Pendatan PPKSPS ... 72

E. Pelaksanaan Pendataan PKB ... 72

F. Waktu pelaksanaan dan Pelaporan ... 73

G. Bantuan ... 73

BAB VI PENGELOLAAN KEUANGAN DAN PENGADAAN ... 74

A. Pengelolaan Keuangan ... 74

1. Spesifikasi Hibah ... 74

2. Mekanisme Penganggaran ... 75

3. Prinsip Pembayaran Kegiatan Atas Beban DIPA ... 75

4. Mekanisme Pencairan Dana ... 76

5. Ketentuan Perpajakan ... 77

6. Pertanggungjawaban Keuangan ... 77

7. Audit ... 77

(9)

Juklak ProDEP viii

8. Kajian Kepatuhan (compliance) ... 78

9. Pelaporan ... 79

B. Pengadaan ... 80

1. Dasar hukum ... 80

2. Jaminan Penawaran ... 80

3. Proses Pelelanggan ... 80

4. Pasal yang dikecualikan ... 80

5. Persetujuan pemberi hibah ... 81

6. Pajak dalam kontrak ... 81

BAB VII SISTEM PENANGANAN UMPAN BALIK DAN PENGADUAN (CHS) ... 82

A. Latar Belakang ... 82

B. Mekanisme/Pengelolaan CHS ... 82

C. Informasi CHS ... 83

D. Media Penyampaian Umpan Balik dan Pengaduan ... 83

BAB VIIIPENDIDIKAN INKLUSIF & PERLINDUNGAN DAN KESEJAHTERAAN ANAK ... 84

A. Latar Belakang ... 84

B. Tujuan ... 85

C. Dasar hukum ... 85

D. Penyampaian materi ... 87

E. Moda Pelaksanaan ... 88

F. Kriteria Keberhasilan ... 89

BAB IX PENUTUP ... 90

(10)

Juklak ProDEP ix

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Rapat Koordinasi Teknis Data Nasional ... 4

Tabel 2. Rapat Koordinasi Nasional ... 5

Tabel 3. Rekon Data Peserta Program ProDEP ... 6

Tabel 4. Rakortek 1 ... 7

Tabel 5. Rakortek II Moda Online ... 9

Tabel 6. ToT PPKSPS/M ... 10

Tabel 7. TOT Penyegaran Nasional PPKSPS/M ... 11

Tabel 8. Penyegaran Fasilitator PPKSPS/M ... 11

Tabel 9. Literasi TIK PKB Online ... 12

Tabel 10. Bimtek Pengampu PKB Online ... 12

Tabel 11. Pelaksanaan In-1 PPKSPS/M ... 20

Tabel 12. Pelaksanaan OJL PPKSPS/M ... 21

Tabel 13. Pelaksanaan In-2 PPKSPS/M ... 21

Tabel 14.Waktu dan Tempat Pelaksanaan Program ... 25

Tabel 15.Struktur Program Pelatihan In-1 PPKSPS/M ... 25

Tabel 16.Struktur Program PelatihanOn PPKSPS/M ... 27

Tabel 17.Struktur Program In-2 PPKSPS/M ... 28

Tabel 18.Instrumen Penilaian PPKSPS/M ... 29

Tabel 19Struktur Program In-1 PKB KS/M Moda Langsung ... 46

Tabel 20. Struktur Program In-2 PKB KS/M Moda Langsung ... 46

Tabel 21. Struktur Program In-1 PKB KS/M Moda KKMK ... 47

Tabel 22. Struktur Program In-2 PKB KS/M Moda KKMK ... 48

Tabel 23. Struktur Program Diklat Dasar Literasi TIK PKB KS/M Moda online ... 49

Tabel 24. Struktur Program Pembelajara online PKB KS/M Moda online ... 49

Tabel 25. Struktur Program REVALIDA PKB KS/M Moda online ... 50

Tabel 26. Bahan Pembelajaran Utama (BPU) ... 61

Tabel 27. Spesifikasi Hibah ... 74

Tabel 28. Materi Pendidikan Inklusif & Perlindungan dan Kesejahteraan Anak ... 87

(11)

Juklak ProDEP x

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1: Desain program Pelatihan PPKSPS/M ... 17

Gambar 2: Penetapan Peserta Pelatihan PPKSPS/M ... 18

Gambar 3: Tahapan Pelaksanaan PPKSPS/M ... 19

Gambar 4: Desain program PKB KS/M Moda Langsung ... 36

Gambar 5: Desain program PKB KS/M Moda KKMK ... 37

Gambar 6: Desain program PKB KS/M Moda Online ... 38

Gambar 7: Desain program PKB KS/M ... 39

Gambar 8: Alur Pelaksanaan PKB KS/M ... 42

Gambar 9: Alur Pelaksanaan PKB KS/M Moda KKMK ... 43

Gambar 10: Alur Pelaksanaan PKB KS/M Moda Online ... 44

Gambar 11: Alur Kegiatan In-1 PKB KS/M Moda Langsung ... 51

Gambar 12: Alur Kegiatan OJL PKB KS/M Moda Langsung ... 52

Gambar 13: Alur Kegiatan In-2 PKB KS/M Moda Langsung ... 52

Gambar 14: Alur Kegiatan In-1 PKB KS/M Moda Langsung ... 53

Gambar 15: Alur Kegiatan OJL PKB KS/M Moda KKMK ... 53

Gambar 16: Alur Kegiatan In-2 PKB KS/M Moda KKMK ... 54

Gambar 17: Alur Kegiatan Diklat Literasi TIK ... 54

Gambar 18: Alur Kegiatan Pembelajaran Online ... 55

Gambar 19: Alur Kegiatan Reviu dan Validasi ... 56

Gambar 20: Prosedur Pelaksanaan PKB KS/M Moda Langsung ... 57

Gambar 21: Prosedur Pelaksanaan PKB KS/M Moda KKMK ... 58

Gambar 22: Prosedur Pelaksanaan PKB KS/M Moda Online ... 59

Gambar 23. Tahapan Kirkpatrick ... 65

Gambar 24 : Alur Pelaksanaan SIM ... 67

Gambar 25 : Alur Seleksi Peserta dalam pendataan ... 69

Gambar 26 : Alur Aplikasi KKMK ... 71

Gambar 27 : Mekanisme Penganggaran ... 76

(12)

Juklak ProDEP 1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Program

Juklak ini memberikan gambaran umum tentang Program Pengembangan Keprofesian Tenaga Kependidikan atau Professional Development for Educational Personnel (ProDEP) yang didanai dari hibah Pemerintah Australia melalui program Kemitraan Pendidikan. Program Kemitraan ini disebut Kemitraan Pendidikan Pemerintah Australia dengan Pemerintah Indonesia atau Australia’s Education Partnership with Indonesia (AEPI).

Program ProDEP terdiri atas empat program yang dicakup dalam Manual Prosedur Operasional (Procedure Operational Manual/POM). Keempat program tersebut adalah:

1. Program Pengembangan Kapasitas Pendidikan Pemerintah Daerah (PPKPPD) Kabupaten/Kota dan Provinsi.

2. Program Penyiapan Calon Kepala Sekolah (PPCKS).

3. Program Pendampingan Kepala Sekolah oleh Pengawas Sekolah (PPKSPS/M).

4. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Kepala Sekolah/Madrasah (PKB KS/M).

Juklak Program ProDEP ini adalah sebuah dokumen yang dapat diperbaharui dan akan dikaji ulang serta diperbaiki secara teratur. Perubahan ini disepakati dalam POM dan harus mendapat persetujuan Sekretariat ProDEP, yaitu Kepala Pusbangtendik.

Juklak Program ProDEP ini disusun sebagai pedoman bagi dinas pendidikan kabupaten/kota dan propinsi, LPPKS, LPMP, PPPPTK, dan Pusbangtendik dalam melaksanakan Program ProDEP. Juklak ini memuat penjelasan tentang pelaksanaan program-program ProDEP sesuai dengan Manual Prosedur Operasional yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Perjanjian Hibah antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Australia.

B. Dasar Hukum

Dasar Hukum Pelaksanaan Program ProDEP ini adalah sebagai berikut:

1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan Nasional.

2. Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;

3. Undang-Undang RI Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah;

4. Undang-Undang RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;

5. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan;

(13)

Juklak ProDEP 2 6. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah

Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;

7. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

8. Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2012 Tentang Kerangka Nasional Pengembangan Kapasitas Pendidikan Kabupaten/Kota;

9. Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

10. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah;

11. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah;

12. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Sekolah;

13. Permendagri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.

14. Permenpan Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya;

15. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2009 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan;

16. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah.

C. Tujuan Juklak

Tujuan petunjuk pelaksanaan ini adalah:

1. Sebagai acuan bagi Badan PSDMPK dan PMP, Pusbangtendik, PPPPTK, LPMP, LPPKS, dan dinas pendidikan kabupaten/kota dan propinsidalam melaksanakan Program ProDEP. 2. Sebagai acuan bagi BPSDMPK dan PMP, Pusbangtendik, PPPPTK, LPMP, LPPKS, dan dinas

pendidikan kabupaten/kota dan propinsi dalam melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penyelenggaraan Program ProDEP.

D. Sasaran Juklak

Petunjuk Pelaksanaan Program ProDEP diperuntukkan bagi:

(14)

Juklak ProDEP 3 1. Badan PSDMPK dan PMP;

2. Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan;

3. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) 4. Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP);

5. Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS);

6. Dinas pendidikan kabupaten/kota dan Propinsi;

7. Pengawas Sekolah/madrasah.

8. Lembaga-lembaga terkait lainnya.

9. Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota

E. Manfaat Juklak

Petunjuk Pelaksanaan ini diharapkan dapat mewujudkan kesamaan pemahaman dan pandangan bagi semua pemangku kepentingan dalam melaksanakan Program ProDEP.

(15)

Juklak ProDEP 4

BAB I RAPAT KOORDINASI, TOT, DAN DIKLAT LITERASI TIK

A. Rapat Koordinasi

Rapat koordinasi terdiri dari rapat koordinasi teknis data nasional,rapat koordinasi nasional (Rakornas), rekon data peserta ProDEP (Pra Rakortek),dan rapat koordinasi teknis (Rakortek).

1.

Rapat Koordinasi Teknis Data Nasional

Rapat Koordinasi Nasional ProDEP dilaksanakan oleh Pusbangtendik dengan peserta dari instansi pelaksana. Koordinasi ini dilaksanakan selama 4 hari 3 malam. Tujuan Rapat Koordinasi Data Nasional adalah untuk mempersiapkan data peserta lama maupun baru untuk semua moda dan dikoordinasikan dengan dinas pendidikan/kantor kemenag masing-masing. Secara ringkas, kegiatan ini disajikan dalam tabel berikut:

Tabel 1. Rapat Koordinasi Teknis Data Nasional

Nama Kegiatan Rapat Koordinasi Teknis Data Nasional Penyelenggara Pusbangtendik

Peserta Operator data ProDEP Operator SIM DIKLAT Operator PPPPTK

Lokasi Kegiatan Fasilitas Pemerintah atau lokasi lain sesuai dengan ketentuan

Waktu 32 Jpl(4 hari)

Nara sumber Pusbangtendik dan pihak lain yang relevan Agenda  Perbaikan data tahun sebelumnya

 Penjelasan kuota peserta untuk masing-masing UPT/Instansi Pelaksana tahun berjalan

 Penjelasan indicator PAF, alur kegiatan, tugas dan tanggungjawab operator

 Persiapan Rekon Data Peserta Program ProDEP

untuk masing-masing UPT/Instansi Pelaksana (pra Rakortek)

 Menyusun rencana kerja sebagai bahan pra Rakortek

Secara teknis pelaksanaan Rapat Koordinasi Data Nasional akan dituangkan dalam Panduan kegiatan Rapat Koordinasi Data Nasional ProDEP

(16)

Juklak ProDEP 5 2.

Rapat Koordinasi Nasional

Rapat Koordinasi Nasional ProDEP dilaksanakan oleh Pusbangtendik dengan peserta dari instansi pelaksana. Koordinasi ini dilaksanakan selama 4hari 3malam untuk sosialisasi ProDEP Tahun Anggaran berjalan, yang melibatkan partisipasi instansi pelaksana. Tujuan Rapat Koordinasi Nasional adalah untuk memperoleh persepsi dan pemahaman yang sama dalam melaksanakan kegiatan kegiatan ProDEP tahun berjalan. Secara ringkas, kegiatan ini disajikan dalam tabel berikut:

Tabel 2. Rapat Koordinasi Nasional Nama Kegiatan Rapat Koordinasi Nasional

Penyelenggara Pusbangtendik

Peserta Kepala LPMP, PPPPTK dan LPPKS Penanggungjawab Program ProDEP Bagian Data ProDEP

Bagian Keuangan ProDEP

Lokasi Kegiatan Fasilitas Pemerintah atau lokasi lain sesuai dengan ketentuan

Waktu 32 Jpl (4 hari )

Nara sumber Pusbangtendik dan pihak lain yang relevan

Agenda  Paparan capaian kegitan ProDEP tahun sebelumnya

 Sosialisasi kegiatan ProDEP tahun berjalan

 Penyusunan jadwal kegiatan indikatif

 Penjelasan strategi pencapaian target keuangan dan data

 Penjelasan teknis masing masing kegiatan tahun berjalan

 Penyusunan Rencana Tindak Lanjut

Secara teknis pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional akan dituangkan dalam Panduan kegiatan Rapat Koordinasi Nasional ProDEP

3.

Rekon Data Peserta Program ProDEP (Pra Rakortek)

Pra Rakortek dilaksanakan oleh masing-masing UPT/Instansi Pelaksana dengan dinas pendidikan/kemenag. Koordinasi ini dilaksanakan selama 3 hari . Tujuan pra rakortekadalah untuk memperbaharuhi data calon peserta kegiatan ProDEP masing- masing moda.

Secara ringkas, kegiatan ini disajikan dalam tabel berikut:

(17)

Juklak ProDEP 6 Tabel 3. Rekon Data Peserta Program ProDEP

Nama Kegiatan Rekon Data Peserta Program ProDEP Penyelenggara LPMP

Peserta Operator Datadinaspendidikan Operator Data kemenag Operator Data PPPPTK LP2KS

Lokasi Kegiatan Fasilitas Pemerintah atau lokasi lain sesuai dengan ketentuan

Waktu 22 Jpl (3 hari )

Nara sumber Penjab ProDEP LPMP

Penjab ProDEP PPPPTK& LP2KS Operator Data LPMP

Agenda  Perbaikan data tahun sebelumnya

 Penjelasan kuota peserta UPT pelaksana tahun berjalan

 Penjelasan indicator PAF, alur kegiatan, tugas dan tanggungjawab operator

4.

Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek)

Rapat Koordinasi Teknis ProDEPtahun berjalan terdiri dari 2 jenis rakortek yaitu Rakortek I dan Rapat Koordinasi Teknis PKB Online (Rakortek II). Koordinasi ini dilaksanakan selama 3 hari Rakortek I dilaksanakan oleh LPMP, LPPKS yang dihadiri oleh PPPPTK yang menjadi pembina provinsi yang bersangkutan. LPMP dan PPPPTK dapat melaksankan kegiatan Rakortek I walaupun kegiatan PKB In - 2 2014 yang tertunda belum dilaksanakan.

Rakortek II dilaksankan oleh PPPPTKIPA untuk kegiatan PKB Online.

A. Rapat Koordinasi Teknis I

Rakortek I dilaksanakan oleh LPMP dan LPPKS setelah Rakornas .

Rakortek Idilaksanakan selama 22 JPL(3 hari) untuk sosialisasi ProDEP Tahun Anggaran berjalan, yang melibatkan kabupaten/kota sasaran ProDEP dengan tujuan untuk memperoleh persepsi dan pemahaman yang sama serta melakukan pemilihan peserta baru (Pengawas baru, Kepala Sekolah baru dan penyiapan pemilihan peserta KKMK dan

(18)

Juklak ProDEP 7 PKB online) dan peserta lama untuk kegiatan ProDEP tahun berjalan. Secara ringkas, kegiatan ini disajikan dalam tabel berikut:

Tabel 4. Rakortek 1 Nama Kegiatan Rakortek I

Penyelenggara LPMP dan LPPKS

Peserta

Perwakilan Kabupaten/Kota sasaran masing masing LPMP dan LPPKS terdiri dari :

 Kepala Dinas Pendidikan

 Kepala Bidang Dikdas Kabupaten/Kota

 Korwas SD

 Korwas SMP

 Kabid/Kasi Pendidikan Madrasah kantor Kemenag kabupaten/kota

 Pokjawas kemenag kabupaten/kota

 Operator/Admin Padamu Dinas Pendidikan Kabupaten/kota

 Operator data kemenag kabupaten/kota

Lokasi Kegiatan Fasilitas Pemerintah atau lokasi lain sesuai dengan ketentuan

Waktu 22Jpl (3 hari)

Nara sumber  Narasumber Pusat

 Kepala LPMP

 Penjab ProDEP LPMP/LPPKS

 Perwakilan PPPPTK

 OperatorDataLPMP

 Koordinator Widyaiswara

 Kasi Pendidikan Madrasah/Mapenda Kantor Kemenag kabupaten/kota

Output Kegiatan  Daftar peserta PKB 2014 lanjutan pada tahun 2015

 Daftar peserta PPKSPS 2015

 Rencana Tindak Lanjut

 Jadwal kegiatan

Agenda Waktu Kegiatan

(19)

Juklak ProDEP 8 (JPL)

2 Kebijakan Umum Pengembangan Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah

4

1. Paparan capaian kegiatan ProDEP tahun 2014 2. Rencana kegiatan ProDEP 2015:

 penyegaran Pengawas Sekolah 2014;

 pelatihan PPKSPS peserta baru tahun 2015, PKB moda langsung, KKMK dan PKB Online

 2 BPU baru (mentoring & coaching)danmateri perlindungan anak dan pendidikan inklusif

8 Penjelasan teknis :

 proses pemilihan peserta termasuk

 pemutakhiran data PADAMU

 Pemilihan dan penetapan peserta baru kegiatan PPKSPS, PKB moda langsung, KKMK.

 Pemilihan peserta baru PKB Online melalui PADAMU

 Rakortek II di PPPPTK pengampu PKB Online

8 Penyusunan jadwal kegiatan indikatif dan Rencana Tindak Lanjut

B. Rapat Koordinasi Teknis

PKB Online

Rakortek II dilaksanakan oleh PPPTK IPA setelah Rakortek I dilaksanakan . Fokus utama Rakortek II adalah pelaksanaan kegiatan PKB Online.

Rakortek II dilaksanakan selama 20 JPL (3 hari). Tujuan utama Rakorktek II adalah sosialisasi dan penetapan peserta PKB online pada kabupaten/kota sasaran PPPPTKpengampu PKB Online.Secara ringkas, kegiatan ini disajikan dalam tabel berikut:

(20)

Juklak ProDEP 9 Tabel 5. Rakortek IIModa Online

Nama Kegiatan Rakortek II Penyelenggara PPPPTKIPA

Peserta Perwakilan Kabupaten/Kota sasaran masing masing PPPPTK terdiri dari *):

 Operator data PKB On-Line dari 7 PPPPTK pelaksana PKB On-Line

 Kepala Bidang Dikdas Kabupaten/Kota

 Korwas SD

 Korwas SMP

 Kasi Pendidikan Madrasah kantor Kemenag kabupaten/ kota

 Pokjawas kemenag Provinsi

 Operator/Admin Padamu Dinas Pendidikan Kabupaten/kota

 Operator data Mapenda

Lokasi Kegiatan Fasilitas Pemerintah atau lokasi lain sesuai dengan ketentuan

Waktu 22 JPL (3 hari)

Nara sumber  Kepala PPPPTK.

 Penjab Program PPPPTK

 Operator Data PPPPTK

 Widyaiswara

Output Kegiatan  Daftar peserta PKB 2015 moda Online

 Rencana Tindak Lanjut

 Jadwal kegiatan

Agenda Waktu

(JPL) Kegiatan

4 Penjelasan Kebijakan Umum PKB Online 6 Penjelasan teknis kegiatan PKB Online

8 Penetapan peserta baru kegiatan PKB Online

4 Penyusunan jadwal kegiatan indikatif dan Rencana Tindak Lanjut

(21)

Juklak ProDEP 10

*) Keterangan : Diundang sesuai dengan kebutuhan terkait kepesertaan

B. Training of Trainer (ToT)

Kegiatan lanjutan dari To Tadalah ToT untuk peserta baru dan penyegaran untuk peserta lama.

1.

ToT PPKSPS/M

ToT ini dilaksanakan selama 62 JPL (7 hari) . Penyelenggaraan ToT PPKSPS/M ini menjadi tanggungjawab Pusbangtendik. Peserta ToT ini adalah widyaiswara, kepala sekolah, pengawas, atau dosen yang ditugaskan oleh LPMP/LPPKS/PPPPTK. Peserta ToT yang lulus dalam pelatihan akan menjadi pelatih PPKSPS/M di wilayah masing-masing.

Secara ringkas pelaksanaan TOT PPKSPS/M disajikan dalam tabel berikut.

Tabel 6. ToT PPKSPS/M

Nama Kegiatan ToT PPKSPS/M Penyelenggara Pusbangtendik

Peserta

Widyaiswara, kepala sekolah, pengawas, atau dosen yang di- tugaskan oleh LPMP/LPPKS/PPPPTK (Jumlah peserta ditentukan secara proporsional sesuai dengan jumlah kab/kota)

Waktu 62 JPL (7 hari) Nara sumber NCT PPKSPS/M

2.

Tot PenyegaranPPKSPS/M

A. Penyegaran Tingkat Nasional

Penyegaran ini dilaksanakan selama 52 JPL (6 hari). Penyelenggaraan Penyegaran NasionalToT PPKSPS/M ini menjadi tanggungjawab Pusbangtendik. Peserta ToT ini adalah widyaiswara, kepala sekolah, pengawas, atau dosen yang ditugaskan oleh LPMP/LP2KS/PPPPTK. Peserta ToT yang lulus dalam pelatihan akan menjadi pelatih PPKSPS/M di wilayah masing-masing. Secara ringkas TOT Penyegaran PPKSPS/M disajikan dalam tabel berikut.

(22)

Juklak ProDEP 11 Tabel 7. TOT Penyegaran Nasional PPKSPS/M

Nama Kegiatan Penyegaran PPKSPS/M Penyelenggara Pusbangtendik

Peserta

Widyaiswara, kepala sekolah, pengawas, atau dosen yang di-tugaskan oleh LPMP/LPPKS/PPPPTK (Jumlah peserta ditentukan secara proporsional sesuai dengan jumlah kab/kota)

Waktu 52 JPL (6 hari)

Nara sumber National Core Team PPKSPS/M

B. Penyegaran Tingkat Instansi Pelaksana (Penyegaran Fasilitator PPKSPS/M) Penyegaran ini dilaksanakan selama 42 JPL (5 hari). Penyelenggaraan Penyegaran fasilitator PPKSPS/M ini menjadi tanggungjawab LPMP, LPPKS &PPPPTK. Pelaksanaan program Penyegaran Fasilitator PPKSPS/M secara ringkas disajikan dalam tabel berikut.

Tabel 8. Penyegaran Fasilitator PPKSPS/M

Nama Kegiatan Penyegaran Fasilitator PPKSPS/M SD & SMP sasaran TH 2014 Penyelenggara 33 LPMP, 1 LPPKS & 6 PPPPTK

Peserta

Pengawas & Kepala Sekolah SD/MI & SMP/MTs per kab/kota yang telah mengikuti pelatihan tahun 2014

Waktu 42 JPL (5 hari)

Nara sumber Widyaiswara (3 org / kelas)

C. Diklat Literasi TIK PKB Online

Pelaksanaan diklat literasi TIK dilaksanakan selama 46 JPL (6 hari) dengan menggunakan modul yang telah dikembangkan oleh AEPI-SSQ dan Pusbangtendik. Diklat dasar literasi TIK dilaksanakan berdasarkan hasil dari AKD (Analisis Kemampuan Dasar) peserta sebelumnya yang dilaksanakan menggunakan fasilitas dari PADAMU.Pelaksanaan diklat literasi secara ringkas disajikan dalam tabel berikut.

(23)

Juklak ProDEP 12 Tabel 9. Literasi TIK PKB Online

Nama Kegiatan Diklat Literasi TIK PKB Online Penyelenggara Pusbangtendik

Peserta  Pengawas PKB Online kabupaten/kota

 Kepala Sekolah Peserta PKB Online kabupaten/kota

Lokasi Kegiatan Fasilitas Pemerintah atau lokasi lain sesuai dengan ketentuan

Waktu 46 JPL (6 hari)

Nara sumber Pengampu (Widyaiswara& PTP) (3 org / kelas)

Agenda Waktu

(JPL) Kegiatan

1 Kebijakan Umum Pendidikan 1 Konsep dasar PKB Kepala Sekolah 1 Teknis Pelaksanaan PKB

2 Peran dan Tugas Pengawas dan Kepala Sekolah 6 Sistem Komputer dan perangkatnya

12 Perangkat Lunak Aplikasi (MS. Word, MS. PowerPoint, dan MS. Excel)

6 Internet sebagai sumber belajar 14 PKB Online

2 Pre-test dan Post-test 1 Evaluasi Penyelenggaraan TOTAL 46

D. Bimtek Pengampu PKB Online

Bimtek Pengampu PKB Online ditujukan untuk menyediakan/melatih pengampu yang akan medampingi pelaksanaan PKB online melalui Bimtek. Bimtek Pengampu PKB Online secara ringkas disajikan dalam tabel berikut.

Tabel 10. Bimtek Pengampu PKB Online Nama Kegiatan Bimtek Pengampu PKB Online

Penyelenggara Pusbangtendik

Peserta Widyaiswara / Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP) serta

(24)

Juklak ProDEP 13 Admin PKB Online.

Lokasi Kegiatan Fasilitas Pemerintah atau lokasi lain sesuai dengan ketentuan Waktu 72 JPL (8 hari)

Nara sumber Pengampu Nasional (Widyaiswara & PTP) (4 org / kelas)

Agenda Waktu

(JPL) Kegiatan

1 Kebijakan Pendidikan

3 Pendidikan Inklusif dan Perlindungan Anak 10 Grand Design PKB KS/M

• Rincian Kegiatan PS/M dalam Pendampingan PKB KS/M

• PKB KS/M

• Moda-moda PKB

• Perencanaan PKB KS/M

18 Bahan Pembelajaran Utama (BPU)

• Pelaksanaan PKB Pengembangan Diri BPU

• Penilaian Pengembangan Diri BPU 8 PKB KS/M moda Online

• PKB KS/M moda Online 2015

• Dasar online learming

• Petunjuk Teknis PKB KS/M moda Online 2015 26 Fitur-Fitur PKB KS/M moda Online

1 Konsep Monitoring dan Evaluasi (M&E) pada Program Pelatihan

1 Penyusunan RTL

1 Kegiatan Pembukaan/Penutupan

2 Kegiatan pengukuran melalui pre/post test 1 Kegiatan evaluasi peserta pelatihan

TOTAL 72

(25)

Juklak ProDEP 14

BAB II

PROGRAM PENDAMPINGAN KEPALA SEKOLAH OLEH PENGAWAS SEKOLAH/MADRASAH (PPKSPS/M)

A. Pengertian PPKSPS/M

Program Pendampingan Kepala Sekolah oleh Pengawas Sekolah/Madrasah (PPKSPS/M) adalah program yangbertujuan untuk menyiapkan pengawas sekolah/madrasah agar mampu mendampingi kepala sekolah/madrasah dalam melaksanakan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) mereka.Dalam program ini pengawas sekolah/madrasah dilatih dengan berbagai materidan strategi yang diperlukan untuk pendampingan tersebut. Secara garis besar materi tersebut terkait dengan perencanaan, pelaksanaan dan penilaian PKB bagi kepala sekolah/madrasah binaan.Dalam perencanaan dibahassubstansi dan teknik penilaian kinerja kepala sekolah (PKKS), rekomendasiPKB hasil PKKKS, penentuan prioritas pengembangan keprofesian, dan pemetaan kebutuhan PKB KS di wilayah binaan serta wilayah di tingkat KKKS/MKKS maupun tingkat kabupaten/kota. Untuk tahap pelaksanaan dibahas materi tentang pendampingan PKB KS mulai tahap pelaksanaan kegiatan In-1, On ,danIn-2 termasuk kegiatan dan instrumen Monitoring dan Evaluasi (ME). Sedangkan pada tahap penilaian keberhasilan PKB tersebut dibahas instrumen pendampingan serta penilaian akhir PKB.

Secara umum PPKSPS/M dilaksanakan dengan pendekatan In-On-In dan diselenggarakan oleh instansi pelaksana yaitu LPPKS, PPPPTK, dan LPMP. Kegiatan In-1 diakhiri dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) masing-masing pengawas yangmenjadi acuan pelaksanaan On dimana pengawas sekolah melakukan penilaian kinerja kepala sekolah/madrasah dalam rangka mempersiapkan kegiatan PKB KS mereka.Dalam kegiatan On ini pelatih PPKSPS/M akan melakukan ME terhadap pengawas di tempat tugas mereka.

Sedangkan pada kegiatan In-2, pengawas akan melaporkan hasil pelaksanaan On untuk mendapat tanggapan dan masukan dari berbagai fihak. Secara rinci, pelaksanaan PPKSPS/M lebih lanjut akan dibahas pada bagian ini.

(26)

Juklak ProDEP 15

B. Prinsip-prinsip PPKSPS/M

1.

Terencana

PPKSPS/M hendaknya dilaksanan secaraterencana sehingga semua pengawas mendapat kesempatan untuk meningkatkan kompetensi pendampingan mereka dengan baik.

Beberapa hal yang menjadi indikator PPKSPS/M yang terencana adalah:(1) terdapat koordinasi antara instansi pelaksana dengan dinas pendidikan kabupaten/kota dan kantor kementerian pendidikan kabupaten/kota, (2) adanya pemerataan jumlah peserta dari masing-masing kabupaten/kota, dan (3) adanya kelengkapan tahapan pelaksanaan pelatiah In-On-In, (4) tersedianya data hasil pendampingan PKB KS/M.

2.

Berkelanjutan (sustainable)

PPKSPS/M menyiapkan pengawas untukdapat merencanakan, melaksanakan pendampingan, dan menilai PKB KS/M binaan. Kemampuan ini merupakan tuntutan jabatan seorang pengawas sehingga setelah pengawas menerapkan hasil pembelajaran dari PPKPS dalam bentuk pendampingan PKBKS/M,kegiatan tersebut diharapkan akan berlanjut terus menerus.

3.

Sistemik

PPKSPS/M merupakan bagian integral dari desain besar sistem peningkatan mutu kepala sekolah/madrasah sehingga materi pelatihan, pendekatan pendampingan, serta strategi pembelajaran mendukung rancangan peningkatan mutu tersebut terutama PKB KS/M.

4.

Berbasis kegiatan di tempat kerja

PPKSPS/M bukan program dengan substansi di luar tugas pokok dan fungsi pengawas, melainkan program yang mendukung kegiatan sehari-hari pengawas dalam mendampingi PKB KS/M mulai dari perencanaan,pelaksanaan,monitoring dan evaluasi, penilaiansampai dengan pelaporan yang dilaksanakan di tempat kerja pengawas.

C. Tujuan PPKSPS/M

Tujuan Program Pendampingan Kepala Sekolah Pengawas Sekolah ini adalahmembekali pengawas sekolah dalam melaksanakan tugas dan fungsinya untuk :

1. Menilai kinerja kepala sekolah/madrasah binaannya.

(27)

Juklak ProDEP 16 2. Menganalisa kebutuhan pembelajaran dan pengembangan keprofesian kepala

sekolah/madrasah binaannya.

3. Memandu kepala sekolah/madrasah yang sedang mempelajari Bahan Pembelajaran Umum (BPU) dari PKB dalam Pelatihaan Tahap 1 atau In servis learning-1 (In-1).

4. Membantu kepala sekolah/madrasah dalam merencanakan Pembelajaran di Tempat Kerja atau On-the Job Learning (OJL) sebagai komponenPKB.

5. Menjadi mentor bagi kepala sekolah/madrasah, khususnya selama masa OJL.

6. Menilai pencapaian belajar dan kinerja kepala sekolah/madrasah.

D. Sasaran Program

Sasaran program ini adalah pengawas sekolah/madrasahdari masing-masing kabupaten/kota (sampai dengan 250 Kabupaten/Kota) yang menjadi target program ProDEP Pusbangtendik.

E. Manfaat Program

Manfaat PPKSPS/M secara umum adalah meningkatkan kualitas pendidikan. Namun demikian secara khusus manfaat ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Bagi pengawas sekolah:

a. Memberikan panduan dalam melaksanakan perencanaan PKB KS/M b. Membantu dalam melaksanakan pendampingan PKB KS/M

c. Membantu dalam melakukan penilaian PKB KS/M 2. Bagi kepala sekolah:

a. Mendapatkan kemudahan dalam menentukan prioritas PKB sesuai kebutuhan.

b. Memperoleh bimbingan yang terencana pada saat melaksanakan PKB.

c. Mendapatkan penilaian yang berbasis bukti fisik sebagai hasil pelaksanaan kerja.

3. Bagi guru

Mendapatkan suasana kerja yang lebih kondusif untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam rangka memperbaiki pembelajaran kepada anak didik.

4. Bagi siswa

Mendapatkan lingkungan belajar yang lebih kondusif dalam meningkatkan kemampuan mereka untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

5. Bagi Orang Tua/Masyarakat

PPKSPS/M memberikan jaminan kepada orang masyarakat bahwa anak-anak didik memperoleh layanan pendidikan yang secara kualitasterus menerus ditingkatkan.

(28)

Juklak ProDEP 17 6. Bagi Pemerintah

Pemerintah mampu meningkatkan kualitas pendidikan secara sistematis di berbagai daerah sebagai hasil peningkatan kualitas kepala sekolah dan pengawas.

F. Perencanaan

Untuk mendukung pencapaian tujuan PPKSPS/M sebagaimana tersebut diawal bab ini diperlukan tahapan kegiatan yang meliputi program penyiapan pelatih dalam bentuk koordinasi nasional PPKSPS/M, workshop/pelatihan penyegaran pelatih, workshop/pelatihan (training of trainers/ToT), koordinasi teknis instansi pelaksana, dan pelatihan PPKSPS/M.

Sedangkan pelaksanaan program PPKSPS/M menggunakan pendekatan In-On-In.

Perencanaan mencakup : 1. Desain program 2. Rekruitmen peserta 3. Manajemen resiko 4. Identifikasi sumbaerdaya 1.

Desain Program

Alur desain program pelatihan PPKSPS/M digambarkan seperti diagram berikut ini.

Gambar 1:Desain program Pelatihan PPKSPS/M

(29)

Juklak ProDEP 18 2.

Rekrutmen Peserta

Rekrutmen peserta pelatihan PPKSPS/M adalah proses pemilihan, pengusulan dan penetapan berdasarkan kriteria yang ditentukan. Pihak yang terlibat dalam proses ini adalah Disdik/Kemenag kabupaten/kota dan Instansi Pelaksana pelatihan PPKSPS/M.

Alur rekruitmen peserta pelatihan PPKSPS/M 2015 digambarkan seperti diagram berikut.

Gambar 2:Penetapan Peserta Pelatihan PPKSPS/M

3.

Manajemen Resiko

Manajemen resiko dimaksudkan agar setiap Instansi Pelaksana mampu mengantisipasi kemungkinan resiko yang akan terjadi dan menemukan solusinya . Beberapa resiko yang mungkin akan terjadi adalah :

1. Ketersediaan tempat kegiatan;

2. Ketepatan jadwal kegiatan ;

(30)

Juklak ProDEP 19 3. Ketersediaan pelatih ;

4. Resiko tidak terduga yang dapat terjadi selama persiapan dan pelaksanaan pelatihan.

4.

Identifikasi Sumber Daya

Agar kegiatan pelatihan PPKSPS/M dapat terlaksana dengan baik dperlukan indentifikasi sumberdaya yang terdiri dari :

1. Sumber daya manusia: peserta, pelatih, panitia;

2. Sarana dan prasarana: tempat, ruang, bahan ajar, media pelatihan;

3. Pembiayaan: dipastikan sesuai dengan komponen kegiatan yang akan dilaksanakan dan mengacu kepada peraturan yang berlaku.

G. Pelaksanaan Program

Untuk mendukung pencapaian tujuan PPKSPS/M sebagaimana tersebut diawal bab ini diperlukan tahapan kegiatan yang meliputi program penyiapan pelatih dalam bentuk koordinasi nasional PPKSPS/M, workshop/pelatihan penyegaran pelatih, workshop/pelatihan (training of trainers/ToT), koordinasi teknis instansi pelaksana, dan pelatihan PPKSPS/M.

Sedangkan pelaksanaan program PPKSPS/M menggunakan pendekatan In-On-In dan secara garis besar prosedur pelaksanaan program ini dapat dijelaskan dalam gambar berikut.

Gambar 3:Tahapan Pelaksanaan PPKSPS/M

(31)

Juklak ProDEP 20

H. Tahapan Pelaksanaan Program

1.

Pelaksanaan In-1 PPKSPS/M

Pelatihan PPKSPS/Mdilaksanakan oleh instansi pelaksana (LPMP/LP2KS/PPPPTK) dengan menggunakan pendekatan In-On-In.Pada kegiatan ini, partisipasi dan sikap peserta selama kegiatan berlangsung diobservasi oleh nara sumber untuk mengidentifikasi peserta yang memerlukan pendampingan khusus ketika OJL. Output kegiatan In-1 adalahRTL untuk melakukan penilaian kinerja kepala sekolah/madrasah, menganalisis hasil PKKS/M, memfasilitasi evaluasi diri KS/M,menentukan prioritas PKB KS/M, merekap kebutuhan PKB KS/M binaan.Untuk lebih jelasnya lihat tabel berikut:

Tabel 11. Pelaksanaan In-1 PPKSPS/M Nama Kegiatan Pelaksanaan In-1 PPKSPS/M

Penyelenggara 33 LPMP, 1 LPPKS & 6 PPPPTK

Lokasi LPMP/LPPKS/PPPPTKatau Instansi Pemerintah Lainnya Peserta Pengawas sekolah/madrasah

Maksimal 40 peserta / kelas Waktu 44 JPL + 2 JPL Narsum Eselon

Nara sumber

Widyaiswara, kepala sekolah, pengawas, atau dosen yang telah lulus TOT PPKSPS/M(3 orang/kelas)

3 nara sumber per kelas melaksanakan tugas secara bersama-sama selama 6 hari sebagai team-teaching

2.

Pelaksanaan On (on the job learning)

Peserta On adalah pengawas sekolah/madrasah yang telah mengikuti kegiatan In-1 Kegiatan ini dilakukanselama lebih kurang 2 minggu atau setara dengan 44 JP. Pelatih PPKSPS/M melakukan pendampingan kepada pengawas pada saat On dengan memprioritaskan pengawas yang pada saat In-1 teridentifikasi akan menghadapi kesulitan. Masing-masing pelatih melakukan pendampingan kekabupaten/kota masing- masing. Untuk lebih jelasnya lihat tabel berikut.

(32)

Juklak ProDEP 21 Tabel 12. Pelaksanaan OJL PPKSPS/M

Nama kegiatan Pelaksanaan On PPKSPS/M Penyelenggara LPMP/LPPKS/PPPPTK

Lokasi Dinas Pend. Kab/Kota atau Sekolah/Madrasah binaan masing-masing PS/M

Peserta Pengawas sekolah/madrasah

Fokus OJL Pelaksanaan PPKKS, Penentuan prioritas PKB KS/M, dan pemetaan kebutuhan PKB KS/M

Waktu 44 jp

Narasumber 1 Org Widyaiswara & 1 Org Staf Teknis Pelaksana

pendampingan

Pelatih PPKSPS/M membimbing dan memastikan PS melaksanakan tugas fokus OJL

Masing-masingpelatih mendampingi kab/kota masing-masing

3.

Pelaksanaan In-2

Kegiatan In-2diselenggarakan oleh instansi pelaksanaselama 22JP (20 JPL + 2 JPL Narsum Eselon)malam atau setara 22 JP dan diikuti oleh para pengawas yang telah melaksankan kegiatan On. Dalam kegiatan On ini, pengawas melaporkan hasil penilaian kinerja kepala sekolah dan hasil analisis kebutuhaan pengembangan keprofesian dan rekapitulasi kebutuhan PKB KS/M binaan. Nara sumber dan peserta lain memberi masukan untuk perbaikan hasil On. Berdasarkan hasil On dan masukan dari nara sumber dan peserta lain, masing-masing pengawas menyusun RTL pendampingan PKB KS/M. RTL pembimbingan tersebut selanjutnya dinilai nara sumber terkait dengan keterlaksanaan dan kesesuaian dengan hasil pemetaan kebutuhan PKB binaan. Untuk lebih jelasnya lihat tabel berikut:

Tabel 13. Pelaksanaan In-2 PPKSPS/M

Nama Kegiatan Pelaksanaan In-2 PPKSPS/M Penyelenggara LPMP/LP2KS/PPPPTK

Peserta Maksimal 40 pengawas per kelas

Lokasi LPMP/LPPKS/PPPPTK& Instansi Pemerintah Lainnya

Fokus kegiatan Pelaporan hasil PKKS, Penentuan prioritas PKB KS/M, dan pemetaan kebutuhan PKB KS/M, Penyusunan RTL pendampingan dan penilaian

(33)

Juklak ProDEP 22 peserta

Waktu (20 JPL + 2 JPL Narsum Eselon)

Nara sumber

Widyaiswara, kepala sekolah, pengawas, atau dosen yang telah lulus TOT PPKSPS/M

3 nara sumber per kelas melaksanakan tugas secara bersama-sama selama 3 hari sebagai team-teaching

Output RTL pendampingan PKB KS/M dan hasil penilaian In1-On-In2

Monitoring dan Evaluasi

Monitoring dan evaluasi dilakukan oleh instansi penyelenggara (LPMP/LP2KS/PPPPTK) untuk memperbaiki pelaksanaan PPKSPS/M baik pada saat In-1, On, maupun In-2.

Penjelasan secara rinci tentang monitoring dan evaluasi ini terdapat di Bab-IV.

I. Peserta

Pemilihan peserta PPKSPS/M dilakukan oleh dinas pendidikan kab/kota dan kantor kementerian agama kab/kota. Rasio jumlah pengawas peserta PPKSPS/M per propinsi 85% pengawas satuan pendidikan dan 15% pengawas madrasah. Pemilihan peserta ini menjadi tanggung kabupaten/kota dan kantor kementerian agama kab/kota dengan sasaran pengawas sekolah/madrasah. Pengawas yang dipilih adalah pengawas yang membina kepala sekolah calon peserta PKB KS/M.

Proses Pemilihan Pengawas Peserta PPKSPS/M menggunakan sumber data yang terdapat di PAngkalan DAta PenjaMinan mUtu pendidikaN nEGara kEsatuan Republik Indonesia (PADAMU NEGERI) http://padamu.siap.web.id/, jika ditemukan kesalahan data, maka menjadi kewajiban pengawas yang dipilih agar memutahirkan data yang bersangkutan di PADAMU, termasuk data sekolah binaannya

Peserta terpilih ditetapkan oleh kepala dinas kab/kota atau kepala kantor kemenag kab/kota dan diserahkan ke instansi pelaksana paling lambat satu minggu setelah pemilihan.

Untuk pendataan pelaksanaan PPKSPS/M dilakukan melalui SIM DIKLAT masing-masing moda. Untuk moda langsung menggundakan SIM DIKLAT Terpadu, untuk moda KKMK menggunakan SIM DIKLAT KKMK (http://pelatihan.kemdikbud.go.id/kkmk) dan untuk Moda Online digunakan DIO (diklat interaktif online).

(34)

Juklak ProDEP 23

J. Peran dan Tanggung Jawab Instansi Terkait

1. Pusbangtendik BPSDMPK dan PMP adalah sekretariat program PPKSPS/Mdan bertanggung jawab untuk hal-hal berikut ini:

a. Mempersiapkan dan menyampaikan informasi tentang PPKSPS/M kepada LPMP, PPPPTK dan LPPKS.

b. Mengkoordinir pengembangan rencana nasional pelaksanaan PPKSPS/M.

c. Mengembangkan petunjuk pelaksanaan PPKSPS/M.

d. Melaksanakan ToT PPKSPS/M.

e. Merevisi maupun mengembangkan materi pelatihan PPKSPS/M.

f. Mengkoordinir monitoring dan evaluasi program PPKSPS/M.

g. Melakukan analisis data dan sintesisM& E PPKSPS/M.

h. Melaporkan keefektifan pelaksanaan dan dampak PPKSPS/M.

i. Mengembangkan kebijakan dan peraturan untuk mendukung pelaksanaan PPKSPS/M.

2. Instansi pelaksana meliputi: LPMP, PPPPTK dan LPPKS yang masing-masing mempunyai tanggungjawab sebagai berikut :

a. Menyampaikan informasi tentang PPKSPS/M kepada kabupaten / kota.

b. Menyusun perencanaan PPKSPS/M.

c. Menetapkan peserta untuk masing-masing kegiatan pembelajaran atau lokakarya.

d. Menetapkan pelatih yang telah dilatih di tingkat nasional.

e. Mengelola, memonitor dan melakukan penjaminan mutu pelaksanaan PPKSPS/M.

f. Mengelola keuangan sesuai dengan ketentuan yang terdapat di dalam manual prosedur ini.

g. Mengumpulkan, menyimpan dan mengelola data tentang administrasi, pengelolaan keuangan, keluaran dan dampakPPKSPS/M.

h. Memberikan laporan triwulan kepada BPSDMPK dan PMP melalui Pusbang Tendik sebagaimana dipersyaratkan dalam Bab 8 manual prosedur ini.

3. Kabupaten/Kota, melalui Dinas Pendidikan Kemdikbud dan Kantor Kemenag,bertanggung jawab untuk hal-hal berikut ini:

a. Menetapkanpengawas yang akan berpartisipasi dalam program PPKSPS/M yang diselaraskan dengan rencana PKB kepala sekolah/madrasah.

b. Mendukung pelaksanaan PPKSPS/M.

c. Menyediakan data dan informasi kepada LPMP, PPPPTK dan LPPKS terkait PPKSPS/M.

(35)

Juklak ProDEP 24 d. Membantu LPMP, PPPPTK dan LPPKS dalam penyusunan laporan yang

dipersyaratkan pada Bab 8 dari manual prosedur ini.

4. Kementerian Agama bekerjasama dengan kantor wilayah kementerian agama provinsi, bertanggung jawab untuk hal-hal berikut ini.

a. Menginformasikan program PPKSPS/M kepada kantor kementerian agama kabupaten/kota.

b. Mengkoordinasikan keikutsertaan kantor kementerian agama kabupaten/kota.

c. Mengkoordinasikan seleksi dari pengawas madrasah kabupaten/kota yang ikut serta dalam PPKSPS/M.

K. Pelatih

Pelatih pada kegiatan Program Pendampingan Kepala Sekolah oleh Pengawas Sekolah ini adalah widyaiswara, kepala sekolah, pengawas, atau dosen yang telah lulus mengikuti pelatihan untuk pelatih (ToT) PPKSPS/Myang dikelola dan dilaksanakan oleh Pusbangtendik.

Kriteria calon pelatih untuk mengikuti TOT PPKSPS/M adalah sebagai berikut:

Kriteria UMUM

Peserta berasal dari unsur Widyaiswara atau Dosen atau Pengawas Sekolah yang mendapat rekomendasi dari PPPPTK/LPMP/LPPKS;

Bagi peserta yang dinyatakan LULUS ToT PPKSPS/M, bersedia ditugaskan oleh PPPPTK/LPMP/LPPKS untuk melatih pengawas sekolah pada program PPKSPS/M dalam pendampingan pelaksanaan PKB kepala sekolah.

Kriteria KHUSUS

Calon dari Unsur Widyaiswara:

 Pendidikan minimal S1, diutamakan bidang pendidikan

 Aktif sebagai narasumber/pelatih/fasilitator pada workshop/pelatihan/ seminar untuk pengawas sekolah/kepala sekolah/guru

 Berpengalaman dalam melakukan monitoring dan evaluasi pada pelatihan Calon dari Unsur Dosen:

 Pendidikan minimal S2, diutamakan bidang pendidikan

 Pernah sebagai narasumber/pelatih/fasilitator pada workshop/pelatihan/seminar untuk pengawas sekolah/kepala sekolah/guru

(36)

Juklak ProDEP 25

 Berpengalaman dalam melakukan monitoring dan evaluasi pada pelatihan

 Diutamakan dari LPTK

Calon dari Unsur Pengawas Sekolah:

 Pendidikan minimal S1, diutamakan bidang pendidikan

 Memiliki sertifikat pendidik

 Aktif sebagai narasumber/pelatih/fasilitator pada workshop/pelatihan/seminar untuk pengawas sekolah/kepala sekolah/guru

 Diutamakan pengawas sekolah berprestasi tingkat nasional/propinsi

 Diutamakan pelatih dan penulis binaan USAID/AUSAID/JICA

L. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Program

Tabel 14.Waktu dan Tempat Pelaksanaan Program

Kegiatan Waktu Tempat

In-1 46 JP LPMP/LP2KS/PPPPTKatau Instansi Pemerintah Lainnya OJL 44 JP Di wilayah binaan masing-masing pengawas

In-2 22 JP LPMP/LP2KS/PPPPTKatau Instansi Pemerintah Lainnya

M. Struktur Program

Struktur program PPKSPS/M ini terdiri dari dua bagian yaitu struktur program untuk kegiatan In-1 dan struktur program untuk In-2.Secara rinci struktur program ini adalah sebagai berikut:

1.

Struktur Program In-1 PPKSPS/M

Struktur program pelatihan PPKSPS/M 2015 tahapan In-1 seperti tercantum dalam tabel berikut::

Tabel 15.Struktur Program Pelatihan In-1PPKSPS/M BAGIAN I KONSEP

Topik Subtopik/Kegiatan Alokasi

Waktu UMUM

1 Kebijakan Pendidikan 1JP

2 Pendidikan Inklusif dan Perlindungan Anak 3JP

POKOK

Jumlah 4 JP

(37)

Juklak ProDEP 26 BAGIAN I KONSEP

Topik Subtopik/Kegiatan Alokasi

Waktu 1 Grand DesignPengembangan PKB KS/M

Penjaminan dan Peningkatan Mutu KS /M 1JP 2 Rincian Kegiatan PS/Mdalam Pendampingan PKB KS/M

1 JP a. Telaah Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur

Negara & Reformasi Birokrasi No. 21 Tahun 2010 tentang jabatan sekolah dengan angka kreditnya.

b. Telaah Pedoman Pelaksanaan Permendiknas No. 28 Tahun 2010 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah.

3 PKB KS/M

a. Eksplorasi alur PKB KS/M. 1 JP

b. Instrumen PKKS paka PKB KS/M 1 JP

c. Identifikasi pelaksanaan program PKB KS/M. 1 JP 4 Moda-modaPKB

Moda Langsung, Moda KKMK, dan Moda Online 5JP 5 Bahan Pembelajaran Utama (BPU)

a. Identifikasi BPU 1 JP

b. Bedah BPU. 9 JP

Jumlah 20JP

BAGIAN II SIMULASI PENGELOLAAN

Topik Subtopik/Kegiatan Alokasi

Waktu 6 Perencanaan PKB KS/M

a. Penilaian Kinerja KS/M 2JP

b. Analisis Kebutuhan PKB KS/M 1 JP

c. Penentuan prioritas PKB KS/M 1JP

d. Rekapitulasi Kebutuhan PKB KS/M 3JP

e. Penyusunan Rencana Kegiatan PKB KS/M 2 JP 7 Pelaksanaan PKB PD-BPU

a. PS/Msebagai fasilitator 4 JP

b. PS/M sebagai mentor 2 JP

8 Penilaian PD-BPU

c. Penilaian PKB 1 JP

9 Konsep Monitoring dan Evaluasi pada Program 1 JP

(38)

Juklak ProDEP 27 BAGIAN II SIMULASI PENGELOLAAN

Topik Subtopik/Kegiatan Alokasi

Waktu Pelatihan

M&E Program Pelatihan dengan Pendekatan Kirkpatrick 10 Penyusunan RTL

Penyusunan RTL 1 JP

Jumlah 19 JP

PENUNJANG 11

Kegiatan Pembukaan 1 JP

Kegiatan pengukuran melalui pre/post test 2 JP

Kegiatan evaluasi peserta pelatihan 1 JP

Jumlah 4 JP

TOTAL 46 JP

2.

Struktur Program On PPKSPS/M

Tahapan On the job learning berisi kegiatan praktek langsung di lapangan, sebagaimana telah disimulasikan pada tahapan In-1. Pada tahapan ini PS/M melakukan penilaian kinerja terhadap KS/M dengan menggunakan instrumen PKKS/M (Penilaian Kinerja Kepala Sekolah/Madrasah).

Struktur program pelatihan PPKSPS/M 2015 tahapan On seperti tercantum dalam tabel berikut:

Tabel 16.Struktur Program PelatihanOnPPKSPS/M

No Kegiatan Alokasi Waktu

1 Penilaian kinerja kepala sekolah/ madrasah 20 JP

2 Analisis rekomendasi hasil PKKS 8 JP

3 Negosiasi untuk menentukan prioritas PKB

kepala sekolah. 10 JP

4 Rekapitulasi kebutuhan PKB KS/M binaan sebagai hasil

penentuan prioritas PKB KS/M 6 JP

Jumlah 44 JP

3.

Struktur Program In-2 PPKSPS/M

(39)

Juklak ProDEP 28 Tahapan In-2 berisi kegiatan-kegiatan pelaporan dan penilaian hasil On PS/M dalam rangka perencanaan implementasi PKB KS/M binaannya.

Struktur program pelatihan PPKSPS/M 2015 tahapan In-2seperti tercantum dalam tabel berikut:

Tabel 17.Struktur Program In-2PPKSPS/M

No Materi Deskripsi Materi Alokasi

Waktu 1

Pelaporan dan Penilaian HasilOn PPKSPS

Pelaporan dan penilaian

hasil On PPKSPS melalui validasi dan verifikasi hasil On

4 JP

2

Review konsep dan simulasi Monitoring dan Evaluasi PKB KS

Konsep Monitoring dan Evaluasi,

pengelolaan data Monitoring dan Evaluasi (Smiley face) melalui diskusi, sharing, simulasi dan review

4 JP

3

Review konsep dan simulasi Penilaian PKB BPU

Unsur-unsur Penilaian PKB BPU dan

Penilaian PKB BPU melalui diskusi kelompok dan simulasi

8 JP

4

Penyusunan RTL Pendampingan PKB KS sesuai BPU

Rekapitulasi kebutuhan PKB kabupaten/kota dan penyusunan RTL Pelaksanaan

Pendampingan PKB KS melalui BPU yang diampu mulai kegiatan In-1, On, dan In-2 dari kepala sekolah binaan

4 JP

5

Kebijakan Pendidikan (sekaligus Penutupan)

Penjelasan kebijakan umum pendidikan dan kegiatan resmi penutupan tahapan In-2 oleh Pejabat dari Instansi Pelaksana

2 JP

Total 22 JP

(40)

Juklak ProDEP 29

N. Cakupan Materi Program

Cakupan materi Program Pendampingan Kepala Sekolah oleh Pengawas (PPKSPS/M) ini terbagi ke dalam dua kegiatan besar yaitu materi yang diberikan pada saat In-1 dan In-2.

Materi ini meliputi Modul pelatihan PS, Buku pegangan PS, Juknis PKB KS/M moda langsung, KKMK, dan On line, Juklak PKB KS/M, 7 Bahan Pembelajaran Utama Level-1 dan 2 BPU generik Mentoring dan Coaching.

O. Penyediaan Bahan Ajar

Materi kegiatan PPKSPS/Minidisiapkan oleh Pusbangtendik.

P. Penilaian

Penilaian peserta pelatihan PPKSPS/M ini dilaksanakan untuk menentukan apakah peserta pelatihandianggap memiliki kompetensi untuk melakukan pembimbingan dan pendampingan PKB KS/M yang dibina atau tidak. Untuk itu dalam penilaian peserta PPKSPS/M perlu diperhatikan komponen yang dinilai, instrumen penilaian, penilai, kriteria keberhasilan, laporan hasil penilaian, dan tindak lanjut.

1. Komponen yang dinilai

Dalam pelatihan PPKSPS/M komponen yang dinilai meliputi proses kegiatan pelatihan dan produk atau hasil belajar

2. Instrumen Penilaian

Instrumen penilaian PPKSPS/Mdigunakan untuk melakukan penilaian produk yaitu untuk menilai apakah produk yang dihasilkan dari kegiatan OJL maupun RTLpendampingandari kegiatan In-2 secara profesionalkualitasnya dapat diterima atau tidak. Penilaian ini dapat dilakukan setelah In-2.Instrumen penilaian prosesdan penilaian produk dapat lihat pada tabel berikut.

Tabel 18.Instrumen Penilaian PPKSPS/M

Kegiatan Komponen yang dinilai Instrumen

OJL

a. Hasil PKKS, daftar prioritas PKB KS/M, b. Rekapitulasi kebutuhan PKB KS/M binaan c. Rekapitulasi kebutuhan PKB KS/M KKKS

Instrumen penilaian produk

In-2 RTL pendampingan Instrumen

penilaian produk

(41)

Juklak ProDEP 30

3. Penilai

Penilai kegiatan PPKSPS/M adalah pelatih dari instansi pelaksana (LPMP/LP2KS/PPPPTK) yang terlibat dalam pelatihan PPKSPS/M.

4. Kriteria Keberhasilan

Kriteria keberhasilan peserta PPKSPS/M secara garis besar adalah bahwa pengawas mampu untuk menjadi mentor, fasilitator, dan pengelola PKB KS/M. Secara rinci, kriteria keberhasilan ini dapat diuraikansebagai berikut:

Hasil PKKS, Daftar prioritas PKB KS/M, Rekapitulasi kebutuhan PKB KS/M binaan, Rekapitulasi kebutuhan PKB KS/M KKKS secara profesional kualitasnyadapat diterima.

5. Laporan Hasil Penilaian

Hasil penilaian PPKSPS/M dilaporkan kepada dinas pendidikan kab/kota, kantor kementerian agama kab/kota setempat daninstansi pelaksana.

6. Tindak Lanjut

Tindak lanjut dari penilaian PPKSPS/M beruparekomendasi kepada dinas pendidikan kabupaten/kota dan kantor kementerian agama kab/kota setempat untuk penugasan pembimbingan PKB KS/M dan pengembangan karir pengawas.

Q. Sertifikat untuk Peserta dan Pelatih a. SERTIFIKAT

 Sertifikat diberikan dalam bentuk Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) diberikan kepada peserta (pengawas sekolah/madrasah) yang telah mengikuti pelatihan PPKSPS/M dan dinyatakan kompeten untuk mendampingi PKB KS/M oleh instansi pelaksana.

 Sertifikat diberikan pada akhir kegiatan In-2 pelatihan PPKSPS/M.

b. SURAT KETERANGAN

 Surat keterangan diberikan kepada peserta yang telah mengikuti pelatihan PPKSPS/M yang dinyatakan “belum kompeten” untuk mendampingi PKB KS/M oleh instansi pelaksana

(42)

Juklak ProDEP 31

 Surat Keterangan diberikan kepada pelatih yang telah menyelesaikan tugas dalam melatih dan mendampingi peserta pada pelatihan PPKSPS/M.

 Surat Keterangan diberikan setelah kegiatan In-2 selesai;

(43)

Juklak ProDEP 32

BAB III

PROGRAM PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN KEPALA SEKOLAH/MADRASAH (PKB KS/M)

A. Pengertian

Pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) adalah proses dan kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional kepala sekolah/madrasah yang dilaksanakan berjenjang, bertahap, dan berkesinambungan dalam rangka meningkatkan manajemen dan kepemimpinan sekolah/madrasah. Pengembangan keprofesian berkelanjutan meliputi pengembangan diri (PD), publikasi ilmiah (PI), dan karya inovatif (KI).

Kegiatan PKB ini dikembangkan atas dasar profil kinerja kepala sekolah/madrasah sebagai perwujudan hasil Penilaian Kinerja Kepala Sekolah, kebutuhan pengembangan sekolah, dan kebutuhan diripengembangan profesional kepala sekolah.

Pada prinsipnya, PKB mencakup kegiatan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi yang didesain untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Dengan perencanaan dan refleksi pada pengalaman kepala sekolah/madrasah akan mempercepat pengembangan pengetahuan dan keterampilan kepala sekolah/madrasah.

B. Prinsip-prinsip PKB KS/M

1.

Terencana

PKB KS/M hendaknya merupakan aktivitas yang terencana, bukan terjadi secara kebetulan. PKB yang terencana ditandai dengan adanya:

a. terdapat rumusan tujuan yang yang jelas,

b. tujuan bermanfaat bagi individu, sekolah, dan sistem pendidikan pada umumya, c. memiliki langkah-langkah yang jelas untuk mencapai tujuan tersebut.

2.

Proses Berkelanjutan (On-going Process)

PKB KS/M merupakan kegiatan yang berlangsungsecara terus-menerus sepanjang karir sebagai kepala sekolah. Sebagai wujud dari prinsip ini kepala sekolah:

a. menilai dan menganalisis keefektifan kinerjanya,

(44)

Juklak ProDEP 33 b. melakukan refleksi terhadap praktik-praktik kepemimpinan yang dilakukan, c. bersikap adaptif terhadap perubahan,

d. mengeksplorasi alternatif dan peluang-peluang baru untuk melakukan perbaikan kinerjanya.

3.

Sistemik

PKB KS/M merupakan bagian dari keseluruhan sistem peningkatan mutu kepala sekolah/madrasah dan mendapat dukungan dari masyarakat, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah propinsi, maupun pemerintah pusat.

4.

Fokus Pada Pembelajaran Siswa

Setiap upaya yang dilakukan melalui PKB, kepala sekolah/madrasah harus memiliki keterkaitan yang erat dengan kebutuhan akan peningkatan keberhasilan belajar siswa.

Dengan kata lain, keefektifan PKB KS/M diukur dari dampaknya terhadap kinerja kepala sekolah/madrasah dalam konteks peningkatan keberhasilan pembelajaran siswa.

5.

Fokus Pada Perubahan Sekolah

PKB KS/M hendaknya menempatkan secara seimbang antara perubahan sekolah sebagai sistem dan transformasi profesional kepala sekolah secara individual.

Perubahan sekolah terjadi melalui peningkatan kualitas kepala sekolah dan warga sekolah.

6.

Mengarah Pada Visi Sekolah

Setiap perubahan dari PKB KS/M diarahkan pada pencapaian visi sekolah untuk meningkatkan kualitas sekolah.

7.

Melekat Pada Kegiatan Rutin

PKB KS/M merupakankegiatan dan tanggung jawab kepala sekolah sehari-hari yangmelekat pada proses manajemen dan kepemimpinan sekolah mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan,monitoring dan evaluasisampai dengan pelaporan. PKB KS/M juga diarahkan untuk mempelajari hal-halbaru beserta implementasinyauntuk meningkatkan kinerja kepala sekolah/madrasah.

(45)

Juklak ProDEP 34

C. Tujuan PKB KS/M

Tujuan PKB KS/M adalah untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan, dan kinerja profesional kepala sekolah/madrasah dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran peserta didiknya.

Sedangkan secara khusus tujuan PKB KS/M adalah untuk meningkatkan hal-hal sebagai berikut.

1. Kompetensi kepala sekolah/madrasah sejak diangkat menjadi kepala sekolah/madrasah sampai akhir masa jabatan.

2. Kinerja kepala sekolah/madrasah yang bermuara pada meningkatnyakinerja sekolah secara keseluruhan.

3. Kepemimpinan kepala sekolah/madrasah dalam pemberdayaan sumber daya sekolah.

4. Kepemimpinan pembelajaran kepala sekolah/madrasah dalam pembelajaran yang berkualitas.

5. Kepemimpinan manajerial kepala sekolah/madrasah dalam mencapai manajemen sekolah yang berkualitas.

6. Kepemimpinan kepala sekolah/madrasah dalam pelaksanaan supervisi akademik kepada guru.

7. Kepemimpinan kewirausahaan kepala sekolah/madrasah dalam hal etos kerja dan jiwa enterpreuneurship.

8. Kemampuan kepala sekolah/madrasah dalam pengembangan sekolah melalui evaluasi diri sekolah (EDS).

D. Sasaran PKB KS/M

Sasaran PKB KS/M adalah kepala SD/MI dan SMP/MTs di 250 kab/kota yang menjadi sasaran pada program ProDEP dengan memperhatikan proporsi jumlah pengawas sekolah dan pengawas madrasah (85% : 15%) yang terlibat dalam program PPKSPS/M pada kemitraan Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia. Kriteria kepala sekolah/madrasah peserta PKB KS/M adalah sebagai berikut.

1. Kepala SD/MI atau SMP/MTs Negeri/Swasta yang memiliki NUPTK dan terdaftar di PADAMU NEGERI http://padamu.siap.web.id/

2. Kepala SD/MI atau SMP/MTs Negeri/Swasta tersebut merupakan Kepala Sekolah binaan langsung dari Pengawas yang mengikuti kegiatan PPKSPS/M

3. Masa kerja antara 1 sampai 3 tahun atau berkompetensi pemula

(46)

Juklak ProDEP 35 4. Berasal dari kab/kota tempat yang menjadi sasaran pada program ProDEP,

5. Ditetapkan melaluiSK atau surat tugas oleh Dinas Pendidikan Kab/Kota

Untuk pendataan pelaksanaan PKB KS/M dilakukan melalui SIM DIKLAT masing-masing moda. Untuk Moda Langsung menggundakan SIM DIKLAT Terpadu, untuk Moda KKMK menggunakan SIM DIKLAT KKMK (http://pelatihan.kemdikbud.go.id/kkmk) dan untuk Moda Online digunakan DIO (diklat interaktif online).

E. Manfaat PKB KS/M

1. Bagi Siswa

Siswa memperoleh pelayanan dan pengalaman belajar yang lebih efektif untuk meningkatkan potensi diri secara optimal melalui penguasaan iImu pengetahuan dan teknologiserta memiliki karakter berbudaya bangsa Indonesia.

2. Bagi Guru

Guru mendapat pelayanan yang baik untuk meningkatkan kompetensi dan mengembangkan potensinya dalam memberikan layanan pendidikan yang berkualitas kepada peserta didik.

3. Bagi Kepala Sekolah/Madrasah

PKB memberikan jaminan terwujudnya sekolah/madrasah sebagai sebuah organisasi pembelajaran yang efektif dalam rangka meningkatkan kompetensi, motivasi, dedikasi, loyalitas, dan komitmen pengabdian kepala sekolah/madrasah dalam memberikan layanan pendidikan yang berkualitas kepada warga sekolah/madrasah.

4. Bagi Orang Tua/Masyarakat

PKB memberikan jaminan kepada orang tua/masyarakat bahwa masing-masing peserta didik memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas sesuai kemampuan dan kebutuhan orang tua/masyarakat.

5. Bagi Pemerintah

Pemerintah mampu memetakan kualitas layanan pendidikan sebagai upaya pembinaan, pengembangan, dan peningkatan kinerja kepala sekolah/madrasah dalam rangka mewujudkan pelayanan pendidikan yang berkualitas.

Referensi

Dokumen terkait

Peserta UIN MENGABDI adalah dosen secara individu atau berkelompok dan melibatkan mahasiswa jenjang S1, S2 dan S3; Indonesia dan asing UIN Maulana Malik Ibrahim

Sebenarnya pada tahun 2018 ini BAN-S/M Provinsi Lampung menargetkan sebanyak 1200 sekolah baru dapat diakreditasi, namun karena terkendala oleh validitas data yang ada

Ekspresi tuntutan adalah suatu upaya yang dilakukan oleh penerima manfaat dalam suatu program kepada organisasi pelaksana sebagaimana apa yang dirasakan oleh

Mahasiswa melihat buku petunjuk teknis pelaksanaan praktikum PS Agribisnis di UPBJJ-UT setempat untuk melihat karakteristik praktikum suatu mata kuliah yang sudah

Dalam pelaksanaan tugasnya pendamping diwajibkan membuat laporan secara periodik (bulanan dan tahunan) yang disampaikan kepada Pimimpin Pelaksana GN RHL/Gerhan dan Dinas Teknis yang