• Tidak ada hasil yang ditemukan

4. DESKRIPSI DATA DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "4. DESKRIPSI DATA DAN PEMBAHASAN"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

4.1 Gambaran Umum Usaha

Tn.X memiliki sumber penghasilan yang berasal dari usaha bengkel mobil dan motor, sewa kendaraan truk dan penjualan oli bekas. Usaha bengkel yang dimiliki Tn.X yang berdiri dikota Balikpapan dimulai tahun 1980 . Tn.X telah terdaftar sebagai Wajib Pajak dengan Nomor Pokok Wajib Pajak 06.342.xxx.x.xxx.xxx sejak tahun 1990. Status Tn.X saat ini adalah menikah dan memiliki 4 orang anak yang masih menjadi tanggungan Tn.X.

Usaha Bengkel Tn.X melayani perawatan dan perbaikan untuk kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat. Kendaraan roda empat yang di perbaiki di bengkel Tn.X antara lain merk Toyota, Daihatsu, Volvo, Mercedes, Honda, Suzuki dan untuk kendaraan roda 2 antara lain Suzuki, Yamaha dan Honda.

Tn.X bekerja sama dengan toko-toko sparepart yang ada dikota Balikpapan dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang digunakan untuk memperbaiki kendaraan- kendaraan yang rusak. Kalau di kota Balikpapan tidak tersedia sparepart yang dibutuhkan maka Tn.X harus memesannya di luar kota, seperti Surabaya atau Jakarta.

Usaha Tn.X memperkerjakan 6 orang pegawai tetap yang terdiri dari 1 orang bagian kantor, 1 orang bagian pengecatan, 1 orang bagian las dan 3 orang asisten montir.

Omzet yang diperoleh Tn.X dari usaha bengkel pada tahun 2006 sebesar 2,5M.

Penghasilan yang diperoleh sebagain besar dari pekerjaan badan pemerintah.

Selain dari usaha bengkel Tn.X juga memiliki penghasilan lain dari usaha jasa menyewakan kendaraan Truk. Truk yang dimiliki Tn.X 1 buah jenis Truk Fuso dengan harga perolehan Rp. 15.000.000 dan tahun perolehan 1985. Yang disewakan pada sebuah perusahaan expedisi yang digunakan untuk mengangkut barang dari pelabuhan ke tempat pemilik barang ataupun kegudang penyimpanan barang yang dimiliki oleh perusahaan expedisi. Tn.X hanya melakukan pencatatan seadanya untuk semua transaksi yang terjadi atas penghasilan yang diperoleh ataupun pengeluaran yang dilakukan untuk kegiatan sewa truk.

(2)

`

38

Tn.X juga memperoleh penghasilan dari penjualan oli bekas. Tn.X mengumpulkan oli yang telah tidak dipakai dan dijual kepada penggumpul oli bekas.

Dalam satu tahun Tn.X dapat menjual oli bekas sebanyak 180 drum per tahun. Dan Tn.X menjual per drum seharga Rp. 220.000/drum.

4.2 Deskripsi Data

Didalam usaha bengkel Tn.X menggunakan metode pembukuan dalam mencatat semua transaksi yang terjadi. Pembukuan adalah suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi keuangan yang meliputi harta, kewajiban, modal, penghasilan dan biaya, serta jumlah harga perolehan dan penyerahan Barang atau Jasa, yang ditutup dengan menyusun laporan keuangan berupa neraca dan laporan laba rugi pada setiap Tahun Pajak berakhir.

Tetapi Tn.X melakukan kesalahan dalam mencatat pendapatan yang diterima Tn.X. Tn.X membuat dua pembukuan dalam melaporkan penghasilan yang diterima dalam 1 tahun, yaitu membedakan pembukuan antara penghasilan yang diperoleh dari pemerintah dan selain dari badan pemerintah.

Dalam melaporkan pajak penghasilannya Tn.X tidak melaporkan seluruh penghasilannya, hanya melaporkan penghasilan yang diperoleh dari badan pemerintah saja. Sedangkan penghasilan yang diperoleh selain dari badan pemerintah tidak dilaporkan. Tn.X tidak melaporkan penghasilan yang diperoleh selain dari badan pemerintah karena selama ini Tn.X tidak mengetahui berapa penghasilan yang diperoleh dari selain badan pemerintah. Karena selama ini bagian keuangan Tn.X tidak pernah mau menunjukkan pembukuan yang dibuat untuk pendapatan yang diperoleh dari selain badan pemerintah.

Laporan keuangan disusun untuk periode 1 Januari 2006 sampai dengan 31 Desember 2006. Pendapatan yang diperoleh dari usaha bengkel merupakan penghasilan utama Tn. X, selain itu juga ada penghasilan yang diperoleh dari sewa truk dan penjualan oli bekas.

Laporan laba rugi adalah suatu laporan yang menunjukan penghasilan–

penghasilan dan biaya–biaya dari suatu unit usaha dalam periode tertentu. Selisih antara

(3)

penghasilan–penghasilan dan biaya–biaya merupakan laba yang diperoleh atau rugi yang dialami dalam suatu kegiatan usaha.

Tabel berikut adalah laporan laba rugi yang dibuat oleh Tn. X untuk periode tahun 2006 :

Tabel 4.1 Laporan Laba Rugi Tn. X

LAPORAN LABA RUGI per 1 Januari 2006 - 31 Desember 2006

Peredaran Usaha

Pendapatan Usaha Rp2,575,715,582

Harga Pokok Penjualan

Persediaan Awal Rp 222,972,476 Pembelian Sparepart Rp2,052,307,834 Persediaan Akhir Rp 35,825,000

Harga Pokok Penjualan Rp2,239,455,310

Laba Bruto Rp 336,260,272

Biaya Operasional

Biaya Gaji Karyawan Rp 55,125,222 Biaya Listrik Rp 8,654,809 Biaya Telepon Rp 6,296,916 Biaya Air Rp 6,343,235

Biaya Penyusutan -

Biaya Administrasi dan ATK Rp 10,344,877 Biaya Materai Rp 1,200,000 Biaya Transport Rp 8,143,070 Biaya Koran Rp 198,000 Biaya Kebersihan dan Keamanan Rp 1,020,000 Biaya Sumbangan Rp 300,000

Jumlah Biaya Rp 97,626,129

Laba Usaha Rp 238,634,143

(Sumber : Data Internal Tn.X)

1. Pendapatan

Pendapatan adalah jumlah uang yang diterima dari aktivitas yang dilakukan ,

(4)

`

40

seperti penjualan produk dan/atau jasa kepada pelanggan. Tn. X memperoleh pendapatan dari usaha bengkel. Selama tahun 2006, Tn.X memperoleh pendapatan dari usaha bengkel sebesar Rp. 2,575,715,582.

2. Persediaan awal

Persediaan awal adalah persediaan yang dimiliki akhir tahun sebelumnya dan menjadi persediaan awal tahun berikutnya. Persediaan awal tahun 2006 adalah Rp. 222,972,476 dari persediaan akhir yang dimiliki ditahun 2005.

3. Pembelian

Pembelian terdiri dari pembelian bahan sparepart, bahan cat, bahan las dan pelumas sebesar Rp. 2,052,307,834, pembelian dilakukan secara tunai yang terdiri dari :

Bahan Sparepart : Rp. 1.089.171.371 Bahan Cat : Rp. 92.622.663 Bahan Las : Rp. 600.502.500 Bahan Oli : Rp. 270.011.300 4. Persediaan Akhir

Persediaan Akhir sebesar Rp. 35,825,000 adalah persediaan akhir untuk tahun 2006 dan dijadikan persediaan awal untuk tahun 2007.

5. Harga Pokok Penjualan

Harga pokok penjualan diperoleh dari persediaan awal 2006 dijumlah dengan pembelian dikurangi dengan persediaan akhir sebesar Rp. 2,239,455,310.

6. Biaya Operasional

Semua biaya yang dikeluarkan dalam lingkungan kegiatan usaha dicatat sebagai biaya dalam laporan keuangan adalah sebagai berikut :

a. Biaya Gaji Karyawan

Biaya gaji karyawan adalah sebesar Rp. 55,125,222, terdiri dari : Gaji pokok Rp. 38,088,000 Tunjangan makanan Rp. 10,374.000

Bonus Rp. 6.663.222

(5)

b.Biaya Listrik

Biaya listrik adalah biaya yang dikeluarkan atas tagihan listrik. Biaya listrik yang dikeluarkan selama tahun 2006 sebesar Rp. 8.654.809, yang terdiri dari :

Tagihan Listrik untuk rumah Tn.X Rp. 4.792.891 Tagihan Listrik untuk bengkel Rp. 3.861.918 c. Biaya Telepon dan Fax

Biaya telepon dan fax adalah biaya yang dikeluarkan atas tagihan telepon dan fax.

Biaya Telepon dan Fax yang dikeluarkan selama tahun 2006 sebesar Rp.

6.296.916, yang terdiri dari :

Tagihan Telepon/fax untuk rumah Tn.X Rp. 3.749.025 Tagihan Telepon/fax bengkel Rp. 2.547.891 d.Biaya Air

Biaya air adalah biaya yang dikeluarkan atas tagihan air. Biaya Air yang dikeluarkan selama tahun 2006 sebesar Rp. 6.343.235, yang terdiri dari :

Tagihan Air untuk rumah Tn.X Rp 4.837.195 Tagihan Air bengkel Rp. 1.506.040 e. Biaya Penyusutan

Biaya penyusutan sebesar Rp. 0. Karena barang – barang yang dimiliki telah melewati masa manfaat. Tidak ada penambahan aktiva baru yang dimiliki Tn.X.

Alat kerja (Mesin las dan kompresor) Tahun Perolehan 1980

Meja Kursi Tahun Perolehan 1980

Bangunan Tahun Perolehan 1980

Kendaraan(Hardtop) Tahun Perolehan 1980 f. Biaya Administrasi dan ATK

Biaya Administrasi dan ATK sebesar Rp. 10,344,877 yang dikeluarkan untuk membeli peralatan tulis, buku nota, buku tulis, dan kertas, terdiri dari :

Alat Tulis Kantor : Rp. 3.779.427 Buku Nota : Rp. 2.945.450 Buku Tulis : Rp. 1.450.000

Kertas : Rp. 2.170.000

(6)

`

42

g.Biaya Materai

Biaya Materai sebesar Rp. 1,200,000 yang dibeli untuk digunakan untuk keperluan yang menunjang kegiatan usaha.

h.Biaya Transportasi

Biaya Transportasi sebesar Rp. 8,143,070 digunakan untuk bahan bakar kendaraan yang digunakan untuk keperluan kegiatan usaha.

i. Biaya Koran

Biaya Koran sebesar Rp. 198,000 digunakan sebagai media untuk memfasilitasi konsumen saat menunggu kendaraan diperbaiki.

j. Biaya Kebersihan dan Keamanan

Biaya Kebersihan dan Keamanan sebesar Rp. 1,020,000, yang terdiri dari : Biaya kebersihan sebesar Rp. 25,000 / bulan

Biaya keamanan sebesar Rp. 65,000 / bulan k.Biaya Sumbangan

Biaya Sumbangan sebesar Rp. 300,000 merupakan biaya yang dikeluarkan Tn.X kepada RT/RW setempat. Tn.X memberikan sumbangan untuk peringatan 17 Agustus 2006.

(7)

Perhitungan PPh Terutang Usaha Tn.X

Berikut merupakan perhitungan besarnya pajak penghasilan terutang Tn.X

PERHITUNGAN PPh TERHUTANG DAN PPh PASAL 29 TAHUN 2006

Peredaran Usaha Rp. 2,575,715,582

Harga Pokok Penjualan Rp. 2,239,455,310

Laba Bruto Rp 336,260,272

Biaya Operasional Rp 97,626,129

Penghasilan Netto Usaha Rp 238,634,143

Penghasilan Tidak Kena Pajak K/3

Diri Wajib Pajak Rp. 13,200,000 Status Kawin Rp. 1,200,000 Tanggungan 3 Rp. 3,600,000

Rp 18,000,000 Penghasilan Kena Pajak Rp. 220,634,143

Penghasilan Kena Pajak Pajak Penghasilan Terhutang

5% x Rp. 25.000.000 Rp. 1,250,000 10% x Rp. 25.000.000 Rp. 2,500,000 15% x Rp. 50.000.000 Rp. 7,500,000 25% x Rp. 100.000.000 Rp. 25,000,000 35% x Rp. 20.634143 Rp. 7,221,950

PPh Terhutang Rp. 43,471,950

Kredit Pajak : PPh pasal 22 Rp. 37,973,494 PPh yang harus dibayar sendiri Rp 5,498,456 PPh yang dibayar sendiri (pasal 25 bulanan) Rp. 5,300,772

PPh kurang bayar Rp. 197,684

Tabel berikut adalah laporan neraca yang dibuat oleh Tn.X per 31 Desember 2006.

Neraca ini hanya dari pendapatan yang diperoleh dari badan pemerintah.

(8)

Tabel 4.2 NERACA Tn. X

Per 31 Desember 2006

Aktiva Pasiva

Aktiva Lancar Kewajiban Lancar

Kas dan Bank Rp 232,843,994 Hutang Usaha Rp 122,286,483 Persediaan Barang Rp 35,825,000 Hutang Gaji

Piutang Usaha Hutang Bank

Piutang Lain - lain Hutang Pajak Rp 197,684 PPh Ps 22 dibayar dimuka Rp 37,973,494 Hutang Lain - lain ________-_____

PPh Ps 25 dibayar dimuka Rp 5,300,772

Jumlah Aktiva Lancar Rp 311,943,260 Jumlah Kewajiban Lancar Rp 122,484,117

Aktiva Tetap Modal

Inventaris Kantor Rp 27,218,750 Modal Awal Tahun 2006 Rp 50,825,000 Akumulasi Penyusutan Inventaris Kantor Rp (27,218,750) Laba Tahun 2006 Rp 238,634,143

Inventaris Kantor - Rp 289,459,143

Bangunan Rp 12,000,000 Prive Rp(100,000,000)

Akumulasi Penyusutan Bangunan Rp (12,000,000) Modal Akhir Tahun 2006 Rp 189,459,143

Bangunan -

Kendaraan Rp 21,250,000 Akumulasi Penyusutan Kendaraan Rp 21,250,000

Kendaraan -

Jumlah Aktiva Tetap - 44

Universitas Kristen Petra

(9)

Jumlah Aktiva Tetap Rp 311,943,260 Jumlah Pasiva Rp 311,943,260

(Sumber : Data Internal Tn.X)

45

Universitas Kristen Petra

(10)

`

46

Pembetulan Laporan Laba Rugi Tn.X

Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi dalam suatu periode tertentu. Selain itu, laporan keuangan dapat dipakai sebagai dasar untuk menghitung besarnya pajak penghasilan terutang pada akhir tahun pajak. Oleh karena itu penulis membetulkan laporan laba rugi Tn.X agar perhitungan PPh terutang Tn.X sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Berikut adalah laporan laba rugi Tn.X beserta penjelasannya setelah dibetulkan :

Tabel 4.3 Laporan Laba Rugi Tn.X

per 1 Januari 2006 - 31 Desember 2006

Peredaran Usaha

Pendapatan Usaha Rp 2,644,544,682

Harga PokokPenjualan

Persediaan Awal Rp 222,972,476 Pembelian Sparepart,dll Rp 2,052,307,834 Persediaan Akhir Rp 35,825,000

Harga Pokok Penjualan Rp 2,239,455,310

Laba Bruto Rp 405,089,372

Biaya Operasional

Biaya Gaji Karyawan Rp 55,125,222 Biaya Listrik Rp 8,654,809 Biaya Telepon Rp 10,544,504 Biaya Air Rp 6,343,235

Biaya Penyusutan -

Biaya Adminstrasi dan ATK Rp 10,344,877 Biaya Materai Rp 1,200,000 Biaya Transport Rp 8,143,070 Biaya Koran Rp 198,000 Biaya Kebersihan dan Keamanan Rp 1,020,000 Biaya Sumbangan Rp 300,000

Jumlah Biaya Rp 101,873,717

Penghasilan Neto Rp 303,215,655

(Sumber : Data Internal )

(11)

4.3 Analisa dan Pembahasan 1) Pendapatan Usaha

Pendapatan Usaha sebesar Rp. 2,644,544,682 yang diperoleh oleh Tn.X terdiri dari : Pendapatan yang diterima dari Pemerintah : Rp. 2,575,715,582 Pendapatan yang diterima dari selain badan pemerintah : Rp. 29.229.100 Pendapatan dari penjualan oli bekas : Rp. 39.600.000 2) Persediaan Awal

Persediaan awal adalah persediaan yang dimiliki akhir tahun sebelumnya dan menjadi persediaan awal tahun berikutnya. Persediaan awal tahun 2006 adalah Rp.

222,972,476 dari persediaan akhir yang dimiliki ditahun 2005.

3) Pembelian

Pembelian terdiri dari pembelian bahan sparepart, bahan cat, bahan las dan pelumas sebesar Rp. 2,052,307,834, pembelian dilakukan secara tunai yang terdiri dari :

Bahan Sparepart : Rp. 1.089.171.371 Bahan Cat : Rp. 92.622.663 Bahan Las : Rp. 600.502.500 Bahan Oli : Rp. 270.011.300 4) Persediaan Akhir

Persediaan Akhir sebesar Rp. 35,825,000 adalah persediaan akhir untuk tahun 2006 dan dijadikan persediaan awal untuk tahun 2007.

5) Harga Pokok Penjual

Harga pokok penjualan diperoleh dari persediaan awal 2006 dijumlah dengan pembelian dikurangi dengan persediaan akhir sebesar Rp. 2,239,455,310.

6) Biaya Operasional

Semua biaya yang dikeluarkan dalam lingkungan kegiatan usaha dicatat sebagai biaya dalam laporan keuangan adalah sebagai berikut :

a) Biaya Gaji Karyawan

Biaya gaji karyawan adalah sebesar Rp. 55,125,222, terdiri dari : Gaji pokok Rp. 38,088,000

(12)

`

48

Tunjangan makanan Rp. 10,374.000

Bonus Rp. 6.663.222

b) Biaya Listrik

Biaya listrik adalah biaya yang dikeluarkan atas tagihan listrik. Biaya listrik yang dikeluarkan selama tahun 2006 sebesar Rp. 8.654.809, yang terdiri dari :

Tagihan Listrik untuk rumah Tn.X Rp. 4,792,891 Tagihan Listrik untuk bengkel Rp. 3.861.918 c) Biaya Telepon dan Fax

Biaya telepon dan fax adalah biaya yang dikeluarkan atas tagihan telepon dan fax.

Biaya Telepon dan Fax yang dikeluarkan selama tahun 2006 sebesar Rp.

10,544,504 , yang terdiri dari :

Tagihan Telepon/fax untuk rumah Tn.X Rp. 3,749,025 Tagihan Telepon/fax bengkel Rp. 2.547.891 Tagihan Pulsa Hp milik Tn. X Rp. 4.247.588 ( 50% dari Rp. 8,495,176)

d) Biaya Air

Biaya air adalah biaya yang dikeluarkan atas tagihan air. Biaya air yang dikeluarkan selama tahun 2006 sebesar Rp. 6,343,235, yang terdiri dari :

Tagihan Air untuk rumah Tn.X Rp. 4,837,195 Tagihan Air bengkel Rp. 1.506.040 e) Biaya Penyusutan

Biaya penyusutan sebesar Rp. 0. Karena barang – barang yang dimiliki telah melewati masa manfaat. Tidak ada penambahan aktiva baru yang dimiliki Tn.X.

Alat kerja (Mesin las dan kompresor) Tahun Perolehan 1980

Meja Kursi Tahun Perolehan 1980

Bangunan Tahun Perolehan 1980

Kendaraan (Hardtop) Tahun Perolehan 1980 f) Biaya Administrasi dan ATK

Biaya administrasi dsan ATK merupakan biaya yang dikeluarkan untuk membeli alat tulis kantor, buku nota, buku tulis, kertas HVS. Biaya administrasi dan ATK

(13)

sebesar Rp. 10,344,877 yang dikeluarkan untuk membeli peralatan tulis, buku nota, buku tulis, dan kertas, terdiri dari :

Alat Tulis Kantor : Rp. 3.779.427 Buku Nota : Rp. 2.945.450 Buku Tulis : Rp. 1.450.000

Kertas : Rp. 2.170.000

g) Biaya Materai

Biaya Materai sebesar Rp. 1,200,000 yang dibeli untuk digunakan untuk keperluan yang menunjang kegiatan usaha.

h) Biaya Transportasi

Biaya Transportasi sebesar Rp. 8,143,070 digunakan untuk bahan bakar kendaraan yang digunakan untuk keperluan kegiatan usaha.

i) Biaya Koran

Biaya Koran sebesar Rp. 198,000 digunakan sebagai media untuk memfasilitasi konsumen saat menunggu kendaraan diperbaiki.

j) Biaya Kebersihan dan Keamanan

Biaya Kebersihan dan Keamanan sebesar Rp. 1,020,000, yang terdiri dari : Biaya kebersihan sebesar Rp. 25,000 / bulan

Biaya keamanan sebesar Rp. 65,000 / bulan k) Biaya Sumbangan

Biaya Sumbangan sebesar Rp. 300,000 merupakan biaya yang dikeluarkan Tn. X kepada RT/RW setempat. Tn. X memberikan sumbangan untuk peringatan 17 Agustus 2006.

Penghasilan Sewa Truk

Selain itu juga Tn.X mempunyai penghasilan lain yaitu penghasilan sewa truk.

Dalam pencatatan atas penghasilan yang diperoleh dari sewa truk hanya dicatat dengan seadanya saja. Dan saat transaksi Tn.X juga tidak dipunggut PPh pasal 23 oleh pihak perusahaan penyewa truk, karena dilakukan kepada orang pribadi. Berikut adalah catatan

(14)

`

50

pendapatan dan pengerluaran atas penghasilan sewa truk yang diperoleh selama tahun 2006 :

Pendapatan Bruto Rp. 84.000.000 Biaya solar (Rp. 21.000.000) Biaya gaji supir (Rp. 15.750.000)

Penghailan Neto Rp. 47.250.000

(15)

Tabel 4.5 Laporan Laba Rugi Fiskal Tn. X

LAPORAN LABA RUGI FISKAL per 1 Januari 2006 - 31 Desember 2006

Pos laba Rugi KOMERSIAL Koreksi Fiskal FISKAL

positif negatif

Peredaran Usaha

Pendapatan Usaha Rp2,644,544,682 Rp 2,644,544,682

Harga Pokok Penjualan

Persediaan Awal Rp 222,972,476 Rp 222,972,476 Pembelian Sparepart,dll Rp2,052,307,834 Rp2,052,307,834 Persediaan Akhir Rp 35,825,000 Rp 35,825,000 Harga Pokok Penjualan Rp2,239,455,310 Rp 2,239,455,310 Laba Bruto Rp 405,089,372 Rp 405,089,372

Biaya Operasional

Biaya Gaji Karyawan Rp 55,125,222 Rp 55,125,222 Biaya Listrik Rp 8,654,809 Rp 4,792,891 Rp 3,861,918 Biaya Telepon Rp 10,544,504 Rp 3,745,025 Rp 6,799,479 Biaya Air Rp 6,343,235 Rp 4,837,195 Rp 1,506,040

Biaya Penyusutan - -

Biaya Adminstrasi dan ATK Rp 10,344,877 Rp 10,344,877 Biaya Materai Rp 1,200,000 Rp 1,200,000 Biaya Transport Rp 8,143,070 Rp 8,143,070 Biaya Koran Rp 198,000 Rp 198,000

51

Universitas Kristen Petra

(16)

`

47

Biaya Kebersihan dan Keamanan Rp 1,020,000 Rp 1,020,000 Biaya Sumbangan Rp 300,000 Rp 300,000 Rp - Jumlah Biaya Rp 101,873,717 Rp 88,198,606 Laba Usaha Rp 303,215,655 Rp 316,890,766

Penghasilan Diluar Usaha

Penghasilan Sewa Kendaraan Rp 47,250,000 Rp 47,250,000 Penghasilan Netto Rp 350,465,655 Rp 364,140,766 ( Sumber : Data Internal dan perhitungan penulis )

52

Universitas Kristen Petra

(17)

4.3.1 Analisa Koreksi Fiskal 1) Pendapatan Usaha.

Pendapatan Usaha sebesar Rp. 2,644,544,682 tidak perlu dilakukan koreksi fiskal. Pendapatan tersebut telah sesuai dengan objek pajak yang diperbolehkan dalam Undang-Undang PPh No 17 Tahun 2000 Pasal 4 ayat (1) huruf a.

2) Persediaan Awal

Persediaan Awal sebesar Rp. 222,972,476 tidak perlu dikoreksi fiskal. Persediaan barang tersebut merupakan barang milik Tn.X dan tidak ada barang milik orang lain. Berdasarkan Undang-Undang Pajak Penghasilan No 17 Tahun 2000 biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan dapat dikurangkan dari peredaran bruto. Data diperoleh dengan cara melihat kartu stock barang dan melakukan perhitungan di tempat penyimpanan barang.

3) Pembeliaan Sparepart.

Pembeliaan Sparepart sebesar Rp. 2,052,307,834 tidak perlu dikoreksi karena biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan, memelihara, dan menagih penghasilan boleh sebagai pengurang penghasilan bruto. Hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang PPh No 17 Tahun 2000 yaitu pasal 6 ayat (1) huruf a.

Sesuai dengan Undang-Undang PPh No 17 Tahun 2000 yaitu pasal 9 ayat (1) huruf f pembelian barang dagangan dapat dikurangkan dari penghasilan bruto kecuali jika pembelian tersebut dilakukan dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa dengan pembeli. Pembelian sparepart sebesar Rp.

2,052,307,834 dibeli dari penjual yang bukan PKP.

4) Persediaan Akhir.

Persediaan Akhir sebesar Rp. 35,825,000 tidak perlu dikoreksi fiskal. Persedian barang tersebut merupakan barang milik Tn.X dan tidak ada barang milik orang lain. Berdasarkan Undang-Undang Pajak Penghasilan No 17 Tahun 2000 biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan dapat dikurangkan dari peredaran bruto.

(18)

`

54

5) Biaya Gaji Karyawan

Biaya gaji, bonus, honorarium dan tunjangan sebesar Rp. 55,125,222 tidak perlu dikoreksi fiskal positif karena termasuk dalam biaya untuk mendapatkan, menagih dan memperoleh penghasilan sehingga boleh sebagai penggurang penghasilan bruto. Hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang PPh No 17 Tahun 2000 yaitu pasal 6 ayat (1) huruf a.

6) Biaya Listrik

Biaya Listrik sebesar Rp. 8,654,809 harus dilakukan koreksi fiskal positif sebesar Rp. 4.792.891 karena sesuai Undang-Undang PPh No 17 Tahun 2000 yaitu pasal 9 ayat (1) huruf i, sehingga yang boleh menjadi penggurang penghasilan bruto sebesar Rp. 3.861.918. Data tersebut dilihat dari rekening koran Tn.X yang terdapat dua tagihan dengan alamat yang berbeda. Sehingga yang boleh dikurangkan hanya sebesar Rp. 3,861,918 karena termasuk dalam biaya untuk mendapatkan, menagih dan memperoleh penghasilan sehingga boleh sebagai penggurang penghasilan bruto. Hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang PPh No 17 Tahun 2000 yaitu pasal 6 ayat (1) huruf a.

7) Biaya Telepon/Fax

Biaya Telepon/Fax sebesar Rp. 10,544,504 harus dilakukan koreksi fiskal positif sebesar Rp. 3.745.025 karena sesuai Undang-Undang PPh No 17 Tahun 2000 yaitu pasal 9 ayat (1)huruf i. Data tersebut dilihat dari rekening koran Tn.X yang terdapat dua tagihan telepon dengan alamat yang berbeda. Sehingga yang boleh menjadi penggurang penghasilan bruto sebesar Rp. 6,799,479 karena termasuk dalam biaya untuk mendapatkan, menagih dan memperoleh penghasilan sehingga boleh sebagai penggurang penghasilan bruto. Hal tersebut sesuai dengan Undang- Undang PPh No 17 Tahun 2000 yaitu pasal 6 ayat (1) huruf a.

8) Biaya Air

Biaya Air sebesar Rp. 6,343,235 harus dilakukan koreksi fiskal positif sebesar Rp.

4.837.195 karena sesuai Undang-Undang PPh No 17 Tahun 2000 yaitu pasal 9 ayat (1) huruf i, sehingga yang boleh menjadi penggurang penghasilan bruto sebesar Rp. 1.506.040.Data tersebut dilihat dari rekening koran Tn.X yang

(19)

terdapat dua tagihan dengan alamat yang berbeda. Sehingga yang boleh dikurangkan hanya sebesar Rp. 1,506,040. karena termasuk dalam biaya untuk mendapatkan, menagih dan memperoleh penghasilan sehingga boleh sebagai penggurang penghasilan bruto. Hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang PPh No 17 Tahun 2000 yaitu pasal 6 ayat (1) huruf a.

9) Biaya Penyusutan

Biaya penyusutan sebesar Rp. 0. Karena pada tahun 2006 tidak ada penambahan aktiva dan masa manfaat dari aktiva yang dimilki Tn.X telah melewati masa manfaat sehingga tidak ada koreksi untuk biaya penyusutan.

10) Biaya Adminstrasi dan ATK

Biaya Adminstrasi dan ATK sebesar Rp 10,344,877 tidak perlu dikoreksi fiskal positif karena termasuk dalam biaya untuk mendapatkan, menagih dan memperoleh penghasilan sehingga boleh sebagai penggurang penghasilan bruto.

Hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang PPh No 17 Tahun 2000 yaitu pasal 6 ayat (1) huruf a.

11) Biaya Materai

Biaya Materai sebesar Rp. 1,200,000 tidak perlu dikoreksi fiskal positif karena sesuai dengan Undang-Undang PPh No 17 Tahun 2000 pasal 6 ayat (1) huruf a karena termasuk dalam biaya untuk mendapatkan, menagih dan memperoleh penghasilan sehingga boleh sebagai penggurang penghasilan bruto. Hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang PPh No 17 Tahun 2000 yaitu pasal 6 ayat (1) huruf a.

12) Biaya Transport

Biaya Transport sebesar Rp. 8,143,070 tidak perlu dikoreksi fiskal positif karena termasuk dalam biaya untuk mendapatkan, menagih dan memperoleh penghasilan sehingga boleh sebagai penggurang penghasilan bruto. Hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang PPh No 17 Tahun 2000 yaitu pasal 6 ayat (1) huruf a.

13) Biaya Koran

Biaya Koran sebesar Rp. 198.000 tidak perlu dikoreksi fiskal positif karena termasuk dalam biaya untuk mendapatkan, menagih dan memperoleh penghasilan

(20)

`

56

sehingga boleh sebagai penggurang penghasilan bruto. Hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang PPh No 17 Tahun 2000 yaitu pasal 6 ayat (1) huruf a.

14) Biaya Sumbangan

Biaya Sumbangan sebear Rp. 300.000 harus dilakukan koreksi positif diberikan untuk kegiatan 17 Agustus 2006. Karena sumbangan tersebut diberikan sehubungan dengan kegiatan usaha maka dari itu sumbangan tidak boleh menjadi penggurang penghasilan. Hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang Pajak Penghasilan No 17 Tahun 2000 pasal 9 ayat (1) huruf g.

15) Biaya Kebersihan dan Keamanan

Biaya Kebersihan dan Keamanan sebesar Rp. 1.020.000 tidak perlu dikoreksi fiskal positif karena termasuk dalam biaya untuk mendapatkan, menagih dan memperoleh penghasilan sehingga boleh sebagai penggurang penghasilan bruto.

Hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang PPh No 17 Tahun 2000 yaitu pasal 6 ayat (1) huruf a.

4.3.2 Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)

Untuk menghitung besarnya Penghasilan Kena Pajak dari Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri penghasilan nettonya dikurangi dengan jumlah Penghasilan Tidak Kena Pajak. Besarnya PTKP bagi Wajib Pajak Orang Pribadi berdasarkan status Wajib Pajak yang bersangkutan pada awal tahun pajak. Status Tn. X saat ini adalah kawin dan memiliki anak 4. Tetapi sesuai dengan Undang-Undang PPh No 17 tahun 2000 pasal 7 huruf d yang boleh menjadi tanggungan sepenuhnya paling banyak 3 orang untuk setiap keluarga. Istri Tn.X tidak berkerja atau pun memiliki usaha sendiri. Sehingga status Tn.X K/3. Berikut PTKP Tn.X:

Diri Wajib Pajak Rp. 13.200.000

Status Kawin Rp. 1.200.000

Tanggungan 1 Rp. 1.200.000

Tanggungan 2 Rp. 1.200.000

Tanggungan 3 Rp. 1.200.000

Jumlah PTKP Tn.X Rp. 18.000.000

(21)

4.3.3 Perhitungan PPh Terutang Usaha Tn.X

Berikut merupakan perhitungan besarnya pajak penghasilan terutang:

Tn.X

PERHITUNGAN PPh TERHUTANG DAN PPh PASAL 29 TAHUN 2006

Peredaran Usaha Rp 2,644,544,682

Harga Pokok Penjualan Rp 2,239,455,310

Laba Bruto Rp 405,089,372

Biaya Operasional Rp 88,198,606

Penghasilan Netto Usaha Rp 316,890,766 Penghasilan Netto Lainnya

Penghasilan Sewa Truk Rp. 47,250,000 Penghasilan Netto Seluruhnya

Penghasilan Tidak Kena Pajak K/3 Rp. 364,140,766 Diri Wajib Pajak Rp 13,200,000

Status Kawin Rp 1,200,000 Tanggungan 3 Rp 3,600,000

Rp 18,000,000 Penghasilan Kena Pajak Rp 346,140,766

Penghasilan Kena Pajak Pajak Penghasilan Terhutang

5% x Rp. 25.000.000 Rp 1,250,000 10% x Rp. 25.000.000 Rp 2,500,000 15% x Rp. 50.000.000 Rp 7,500,000 25% x Rp. 100.000.000 Rp 25,000,000 35% x Rp. 146,140,766 Rp 51,149,268

PPh Terhutang Rp 87,399,268

Kredit Pajak :

PPh pasal 22 Rp 37,973,494

PPh pasal 25 Rp. 5,300,772

PPh yang harus dibayar

Sendiri Rp 44,125,002

Referensi

Dokumen terkait

Kerusakan Jalan dan data Kerusakan Drainase. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari peneltian dan sumber yang sudah ada. Dalam studi ini terdapat 3 data

Dampak dari kecemasan realitas hanya terbatas pada tokoh Amelia saja. Kecemasan realitas tidak sepenuhnya berdampak pada perubahan sikap Amelia terhadap tokoh lain

DAFTAR JEMAAH BERHAK LUNAS TAHAP I TAHUN 1441H/2020M PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR... ADI

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kebijakan moneter yang dilakukan oleh The Federal Reserve AS terhadap pergerakan suku bunga Bank Indonesia (BI 7 Days Repo),

Informasi mengenai proses belajar dan karier dapat disampaikan dengan berbagai macam cara termasuk bimbingan dari orangtua, penyuluhan dari lingkungan sekitar,

Dengan skema ini terlihat bahwa dana yang diberikan oleh pemerintah/ lembaga penaung akan membuat perpustakaan (dengan citra baru hasil kerjasama) berkembang sehingga

21 Cakrabuana (Majalengka), Gunung Sawal (Ciamis), Taman Nasional Gede Pangrango (TNGP) dan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Sebaran tanaman ganitri ditemukan

Hasil penelitian aplikasi pencarian rute terbaik dengan menggunkan metode Ant Colony Optimization(ACO) dan Simple Additive Weighting(SAW), dapat digunakan untuk