• Tidak ada hasil yang ditemukan

Diagram 1 Diagram Balok Hasil Belajar Perkalian dan pembagian pecahan Kondisi Awal

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Diagram 1 Diagram Balok Hasil Belajar Perkalian dan pembagian pecahan Kondisi Awal"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

21 4.1 Deskripsi Kondisi Awal

Sebelum penelitian dilaksanakan, hasil belajar matematika siswa tentang operasi hitung perkalian dan pembagian pecahan masih rendah, dari ke 21 siswa kelas V SDN Rejosari 03 nilai yang dicapai baru 6 orang siswa atau 28,6 % yang tuntas, dan 15 orang siswa atau 71,4 % belum tuntas, dengan nilai rata-rata kelas 58,33 dan KKM 65.

Hasil belajar siswa yang demikian disebabkan oleh belum digunakannya model pembelajaran tipe student teams-achievemen divisions dalam pembelajaran operasi hitung perkalian dan pembagian pecahan, berdasarkan data kondisi awal hasil belajar matematika siswa tentang operasi hitung perkalian dan pembagian pecahan dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 1

Hasil Belajar Perkalian dan pembagian pecahan Kondisi Awal

NO RENTANG

FREKEUENSI PERSENTASE KETERANGAN NILAI

1. 75-79 1 4,8 Tuntas

2. 70-74 2 9,5 Tuntas

3. 65-69 3 14,3 Tuntas

4. 60-64 3 14,3 Tidak Tuntas

5. 55-59 4 19,0 Tidak Tuntas

6. 50-54 5 23,8 Tidak Tuntas

7. 45-49 3 14,3 Tidak Tuntas

JUMLAH 21 100

Diagram 1

Diagram Balok Hasil Belajar Perkalian dan pembagian pecahan Kondisi Awal

0 5 10 15

TIDAK TUNTAS

TUNTAS

TIDAK TUNTAS Nilai < 65

TUNTAS Nilai 65 >

(2)

Siklus I, peneliti sudah menggunakan model pembelajaran tipe student teams- achievemen divisions dalam pembelajaran operasi hitung perkalian dan pembagian pecahan. Model pembelajaran tipe student teams-achievemen divisions memungkinkan siswa lebih memahami operasi hitung perkalian dan pembagian pecahan, karena dalam model pembelajaran tipe student teams-achievemen divisions siswa dapat bertanya jawab dengan teman sebaya yang lebih mampu tanpa rasa malu. Pecahan adalah hal yang abstrak dengan menggunakan model pembelajaran tipe student teams-achievemen divisions dapat didiskusikan lebih mendalam dengan teman sebaya tanpa rasa malu daripada harus bertanya kepada guru. Dengan bantuan teman kolaborator peneliti/guru melaksanakan pembelajaran operasi hitung perkalian dan pembagian pecahan menggunakan model pembelajaran tipe student teams-achievemen divisions sehingga siswa lebih mudah memahami pembelajaran dari guru.

Dengan digunakannya model pembelajaran tipe student teams-achievemen divisions pada Siklus I, maka hasil belajar matematika siswa tentang operasi hitung perkalian dan pembagian pecahan menjadi lebih baik dari kondisi awal. Peningkatan hasil belajar siswa dapat dilihat pada paparan berikut.

Hasilnya 16 orang siswa atau 76,2 % tuntas dan 5 orang siswa atau 23,8 % tidak tuntas, dengan nilai rata-rata 68,93 dan KKM yang ditetapkan 65 (enam puluh lima).

Berdasarkan data Siklus I hasil belajar matematika siswa tentang operasi hitung perkalian dan pembagian pecahan dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2

Hasil Belajar Perkalian dan pembagian pecahan Kondisi Siklus I

NO RENTANG

FRKEUENSI PERSENTASE KETERANGAN NILAI

1. 80-84 1 4,8 Tuntas

2. 75-79 2 9,5 Tuntas

3. 70-74 7 33,3 Tuntas

4. 65-69 6 28,6 Tuntas

5. 60-64 4 19,0 Tidak Tuntas

6. 55-59 1 4,8 Tidak Tuntas

JUMLAH 21 100

(3)

Diagram 2

Diagram Balok Hasil Belajar Perkalian dan pembagian pecahan Siklus I

Reflecting melaksanakan refleksi terhadap hasil pengamatan tindakan.

Refleksi adalah membandingkan hasil belajar siswa yang dilakukan pada tiap siklus. Pada siklus 1 yang dibandingkan adalah hasil belajar siswa kondisi awal dibandingkan dengan hasil belajar Siklus I.

Tabel 3

Hasil Refleksi Siklus I

No Uraian Kondisi Awal Siklus 1

1 Tindakan

Belum menggunakan model pembelajaran tipe student teams-

achievemen divisions

Sudah menggunakan model pembelajaran tipe student teams- achievemen divisions secara klasikal.

Hasil belajar matematika siswa tentang operasi hitung perkalian dan pembagian pecahan kondisi awal, dari ke 21 siswa kelas V SDN Rejosari 03 nilai yang dicapai baru 6 orang siswa atau 28,6 % yang tuntas, dan 15 orang siswa atau 71,4 % belum tuntas. Nilai rata-rata 57,98 dan KKM yang ditetapkan 65.

Siklus I hasilnya dari 21 orang siswa 16 orang siswa atau 76,2 % tuntas dan 5 orang siswa atau 23,8 % tidak tuntas, dengan nilai rata-rata 68,93 dan KKM yang ditetapkan 65.

0 5 10 15 20

TIDAK TUNTAS

TUNTAS

TIDAK TUNTAS Nilai

< 65

TUNTAS Nilai 65>

(4)

Jumlah siswa yang tuntas meningkat dari 6 orang atau 28,6% menjadi 15 orang siswa atau 71,4% dengan nilai rata-rata 68,93 dan KKM 65.

Rata-rata nilai meningkat dari 58,33 menjadi 68,93.

4.3 Deskripsi Hasil Siklus 2

Siklus II, peneliti sudah menggunakan model pembelajaran tipe student teams- achievemen divisions secara individual dalam pembelajaran operasi hitung perkalian dan pembagian pecahan. Model pembelajaran tipe student teams-achievemen divisions secara individual memungkinkan siswa lebih memahami operasi hitung perkalian dan pembagian pecahan daripada yang dilakukan secara klasikal, dalam model pembelajaran tipe student teams-achievemen divisions siswa dapat bertanya jawab dengan teman sebaya yang lebih mampu tanpa rasa malu. Dengan digunakannya model pembelajaran tipe student teams- achievemen divisions secara individual pada Siklus II, maka hasil belajar matematika siswa tentang operasi hitung perkalian dan pembagian pecahan menjadi lebih baik lagi dari Siklus I. Peningkatan hasil belajar siswa dapat dilihat pada paparan berikut.

Hasilnya dari 21 orang siswa semuanya atau 100 % tuntas, dengan nilai rata-rata 73,15 dan KKM yang ditetapkan 65 (enam puluh lima). Berdasarkan data Siklus II hasil belajar matematika siswa tentang operasi hitung perkalian dan pembagian pecahan dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4

Hasil Belajar Perkalian dan pembagian pecahan Siklus II

NO RENTANG

FRKEUENSI PERSENTASE KETERANGAN NILAI

1. 85-89 1 4,8 Tuntas

2. 80-84 1 4,8 Tuntas

3. 75-79 8 38,1 Tuntas

4. 70-74 6 28,6 Tidak Tuntas

5. 65-69 5 23,8 Tidak Tuntas

JUMLAH 21 100

(5)

Diagram 2

Diagram Balok Hasil Belajar Perkalian dan pembagian pecahan Siklus II

Reflecting melaksanakan refleksi terhadap hasil pengamatan tindakan.

Refleksi adalah membandingkan hasil belajar siswa yang dilakukan pada tiap siklus. Pada Siklus II yang dibandingkan adalah hasil belajar siswa Siklus I dibandingkan dengan hasil belajar Siklus II.

Tabel 5

Hasil Refleksi Siklus II

No Uraian Kondisi Awal Siklus 1

1 Tindakan

Sudah menggunakan model pembelajaran tipe student teams-

achievemen divisions secara klasikal

Sudah menggunakan model pembelajaran tipe student teams- achievemen divisions secara individual.

Hasil belajar matematika siswa tentang operasi hitung perkalian dan pembagian pecahan Siklus I, dari ke 21 siswa kelas V SDN Rejosari 03 nilai yang dicapai 16 orang siswa atau 76,2 % yang tuntas, dan 5 orang siswa atau 23,8 % belum tuntas. Nilai rata- rata 68,93 dan KKM yang ditetapkan 65.

Siklus II hasilnya dari 21 orang siswa semua siswa atau 100 % tuntas, dengan nilai rata-rata 73,15 dan KKM yang ditetapkan 65.

0 5 10 15 20 25

TIDAK TUNTAS

TUNTAS

TIDAK TUNTAS Nilai

< 65

TUNTAS Nilai 65>

(6)

Jumlah siswa yang tuntas meningkat dari 16 orang atau 71,4% menjadi 21 orang atau 100%.

Rata-rata nilai meningkat dari 68,93 menjadi 73,15.

4.4 Pembahasan

4.4.1 Pelaksanaan Tindakan

Kondisi awal peneliti belum menggunakan model pembelajaran tipe student teams-achievemen divisions, sehingga hasil belajar matematika siswa tentang operasi hitung perkalian dan pembagian pecahan masih rendah.

Tabel 1

Hasil Belajar Perkalian dan pembagian pecahan Kondisi Awal

Kondisi Jml.

siswa

Banyak Siswa Persentase

Tuntas Belum Tuntas Tuntas Belum Tuntas

Awal 21 6 15 28,6 71,4

Pada siklus 1 peneliti sudah menggunakan model pembelajaran tipe student teams-achievemen divisions secara klasikal, sehingga hasil belajar matematika siswa tentang operasi hitung perkalian dan pembagian pecahan meningkat dari kondisi awal rendah ke siklus 1 menjadi agak tinggi.

Tabel 2

Hasil Belajar Perkalian dan pembagian pecahan Siklus I

Kondisi Jml.

siswa

Banyak Siswa Persentase

Tuntas Belum Tuntas Tuntas Belum Tuntas

Siklus I 21 16 5 76,2 23,8

Pada siklus 2 peneliti sudah menggunakan model pembelajaran tipe student teams-achievemen divisions secara individual, sehingga hasil belajar matematika siswa tentang operasi hitung perkalian dan pembagian pecahan meningkat dari siklus 1 agak tinggi ke siklus 2 menjadi tinggi.

(7)

Tabel 3

Hasil Belajar Perkalian dan pembagian pecahan Siklus II

Kondisi Jml.

siswa

Banyak Siswa Persentase

Tuntas Belum Tuntas Tuntas Belum Tuntas

Siklus II 21 21 - 100 -

4.4.2 Perbandingan Kondisi Awal, Siklus I, dan Siklus II

Pembelajaran yang dilakukan selama penelitian berlangsung terdapat peningkatan-peningkatan kearah perbaikan, lebih jelas tentang peningkatan- peningkatan ketuntasan belajar siswa dari Kondisi Awal sampai Siklus II dapat dilihat pada Tabel 5 berikut.

Tabel 5

Data Tingkat Ketuntasan Masing-masing Kondisi

Kondisi Jml.

siswa

Banyak Siswa Persentase

Tuntas Belum Tuntas Tuntas Belum Tuntas

Awal 21 6 15 28,6 71,4-

Siklus I 21 16 5 76,2 23,8

Siklus II 21 21 - 100 -

Berdasarkan Tabel 5 di atas dapat dijelaskan bahwa masing-masing Kondisi sudah terdapat peningkatan hasil belajar siswa. Pada Kondisi Awal jumlah siswa yang tuntas 6 orang, pada Siklus I meningkat menjadi 16 orang, dan pada Siklus II semua siswa atau 21 orang sudah tuntas.

(8)

Perkalian dan Pembagian Pecahan

0 5 10 15 20 25

TIDAK

TUNTAS TUNTAS TIDAK

TUNTAS TUNTAS TIDAK

TUNTAS TUNTAS

Referensi

Dokumen terkait

Begitu pun di PT Pos Indonesia (Persero), fenomena yang terjadi di PT Pos Indonesia (Persero) seperti yang dikemukan oleh Accounting Manager PT Pos Indonesia

Gunasti Hudiwinarsih, Ak.,M.Si yang selalu sabar dalam membimbing dan selalu memberikan motivasi sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi tepat waktu1. Ibu

ke lapangan (Gudang Produsen/Distributor) terhadap ketersedian barang yang ditawarkan dengan Jadwal Pelaksanaan yang akan ditentukan kemudian, jiika saudara tidak

Konsep integrasi vertikal sistem agribisnis kelapa sawit merupakan keterpaduan sistem komoditas secara vertikal yang membentuk suatu rangkaian pelaku-pelaku yang

[r]

HASIL EPROF ECCT 2016 - S1 ILMU KOMUNIKASI Berlaku efektif. BAGIAN PUSAT

Dakwah islam Masyarakat kaum muslim merupakan satu state(negara) dibawah bimbingan nabi muhammad saw yang mempunyai kedaulatan. Ini merupakan dasar bagi usaha

bahwa dalam rangka menyesuaikan nomenklatur Tunjangan Kinerja dan pemberian Tunjangan Kinerja sebagaimana diatur dengan Peraturan Presiden Nomor 156 tentang Tunjangan Kinerja Pegawai