• Tidak ada hasil yang ditemukan

makalah lengkap tentang pendidikan islam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "makalah lengkap tentang pendidikan islam"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang

Pada awal mula Nabi Muhammad mendapatkan wahyu dari Allah SWT, yang isinya menyeru manusia untuk beribadah kepadanya, mendapat tantangan yang besar dari berbagai kalangan Quraisy. Hal ini terjadi karena pada masa itu kaum Quraisy mempunyai sesembahan lain yaitu berhala-berhala yang dibuat oleh mereka sendiri. Karena keadaan yang demikian itulah, dakwah pertama yang dilakukan di Makkah dilaksanakan secara sembunyi-sembunyi, terlebih karena jumlah orang yang masuk Islam sangat sedikit. Keadaan ini berubah ketika jumlah orang yang memeluk Islam semakin hari semakin banyak, Allah pun memerintah Nabi-Nya untuk melakukan dakwah secara terang-terangan.

(2)

sangat sedikit. Keadaan ini berubah ketika jumlah orang yang memeluk Islam semakin hari semakin banyak, Allah pun memerintah Nabi-Nya untuk melakukan dakwah secara terang-terangan.

Bertambahnya penganut agama baru yang dibawa oleh Nabi Muhammad, membuat kemapanan spiritual yang sudah lama mengakar di kaum Quraisy menjadi terancam. Karena hal inilah mereka berusaha dengan semaksimal mungkin mengganggu dan menghentikan dakwah tersebut. Dengan cara diplomasi dan kekerasa mereka lakukan. Merasa terancan, Allah pin memerintahkan Nabi Muhammad untuk berhijrah ke kota Madinah. Disinilah babak baru kemajuan Islam dimulai.

B. Rumusan Masalah

1. Apa itu pendidikan islam ?

2. Bagaimana pembinaan pendidikan islam baik di mekkah maupun madinah ?

C. Tujuan Penulisan

1. Menjelaskan pengertian pendidikan islam

2. Menjelaskan bagaimana pembinaan pendidikan islam a. Pendidikan Islam di Makkah

(3)

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Pendidikan Islam

Pendidikan adalah bimbingan secara sadar oleh pendidik kepada terdidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si terdidik menuju kepribadian yang lebih baik, yang pada hakikatnya mengarah pada pembentukan manusia yang ideal.1 Manusia ideal adalah manusia yang sempurna akhlaqnya. Yang nampak dan sejalan dengan misi kerasulan Nabi Muhammad saw, yaitu menyempurnakan akhlaq yang mulia.

Agama islam adalah agama universal yang mengajarkan kepada umat manusia mengenai berbagai aspek kehidupan baik kehidupan yang sifatnya duniawi maupun yang sifatnya ukhrawi. Salah satu ajaran Islam adalah mewajibkan kepada umatnya untuk melaksanakan pendidikan, karena dengan pendidikan manusia dapat memperoleh bekal kehidupan yang baik dan terarah.2

Adapun yang dimaksud dengan pendidikan Islam sangat beragam, hal ini terlihat dari definisi pendidikan Islam yang dikemukakan oleh beberapa tokoh pendidikan berikut ini:

Prof.Dr. Omar Mohammad At-Toumi Asy-Syaibany mendefinisikan pendidikan islam sebagai proses mengubah tingkah laku individu pada kehidupan pribadi, masyarakat, dan alam sekitarnya, dengan cara pengajaran sebagai suatu aktivitas

1 Abudinnata, Filsafat Pendidikan Islam, hal. 101

(4)

asasi dan sebagai profesi di antara profesi-profesi asasi dalam masyarakat. (Asy-Syaibany, 1979: 399)

Pengertian tersebut memfokuskan perubahan tingkah laku manusia yang konotasinya pada pendidikan etika. Selain itu, pengertian tersebut menekankan pada aspek-aspek produktivitas dan kreatifitas manusia dalam peran dan profesinya dalam kehidupan masyarakat dan alam semesta.

B. Pembinaan Pendidikan Islam

1. Pelaksanaan pendidikan islam di mekkah

Sebelum Muhammad memulai tugasnya sebagai rasul, yaitu melaksanakan pendidikan Islam terhadap umatnya, Allah telah mendidik dan mempersiapkannya untuk melaksanakn tugas tersebut secara sempurna, melalui pengalaman, pengenalan serta peran sertanya dalam kehidupan masyarakat dan lingkungan budayanya.3 Dalam masa pembinaan pendidikan agama islam di Makkah Nabi Muhammad juga mengajarkan alqur’an karena al-qur’an merupakan inti sari dan sumber pokok ajaran islam. Disamping itu Nabi Muhamad SAW, mengajarkan tauhid kepada umatnya.

Sebagaimana dikemukakan, bahwa Nabi Muhammad SAW dalam melaksanakan tugas kerasulannya, berhadapan dengan nilai-nilai warisan Ibrahim yang telah banyak menyimpang dari yang sebenarnya. Inti warisan tersebut adalah ajaran tauhid. Seperti penyembahan terhadap berhala-berhala dan perbuatan syirik lainnya, menyelimuti ajaran tauhid.

Mahmud Yunus,dalam bukunya Sejarah Pendidikan Islam menyatakan bahwa pembinaan pendidikan islam pada masa ini meliputi:

Pendidikan keagamaan

Yaitu hendaklah dengan membaca nama Allah semata-mata, jangan mempersekutukannya dengan nama berhala,karena Tuhan itu Maha Besar dan Maha Pemurah,sebab itu hendaklah dieyahkan berhala itu sejauh-jauhnya.

(5)

Pendidikan akhliyah dan ilmiyah

Yaitu mempelajari kejadian manusia dari segumpal darah dan kejadian alam semesta

Pendidikan akhlak dan budi pekerti

Nabi Muhammad SAW mengajar sahabatnya agar berakhlak baik sesuai dengan ajaran tauhid.

Pendidikan jasmani (kesehatan)

Yaitu mementingkan kebersihan pakaian, badan dan tempat kediaman.

Dalam pelaksanaan pendidikan islam ini. Nabi mengajak umatnya untuk membaca, memperhatikan dan memikirkan kekuasaan dan kebesaran Allah dan diri manusia sendiri. Nabi memberikan teladan dan contoh dalam pelaksanaan sehari-hari, kemudian memerintahkan umatnya untuk mengikutinya.

Kebiasaan orang-orang arab membaca syair-syair yang berisi pujian kepada tuhan-tuhan mereka diganti dengan membaca Al-Qur’an. Kebiasaan memulai pekerjaan dengan menyebut nama berhala di ganti dengan membaca basmalah.

Dengan keadaan seperti ini maka Nabi pun mengajarkan Al-Qur’an dengan jalan membacakan ayat-ayat yang diterima dari Alloh, lalu Nabi memerintah sahabat yang pandai menulis, untuk menulis ayat-ayat tersebut sesuai dengan yang di bacakan oleh Nabi dan yang mereka hafalkan.

2. Pelaksanaan pendidikan islam di madinah

(6)

kembali mutiara tauhid warisan Ibrahim yang akan disempurnakan oleh Muhammad SAW melalui wahyu Allah

Cara Nabi melakukan pembinaan dan pengajaran pendidikan agama islam di Madinah adalah sebagai berikut:

a. Pembentukan dan pembinaan masyarakat baru, menuju satu kesatuan sosial dan politik.

Masalah pertama yang di hadapi Nabi Muhammad SAW dan kaum Muhajirin adalah tempat tinggal. Untuk sementara para kaum Muhajirin bisa menginap dirumah-rumah kaum Anshor. Tetapi beliau sendiri memerlukan suatu tempat khusus ditengah-tengah ummatnya sebagai pusat kegiatan, sekaligus sebagai lambang persatuan dan kesatuan diantara kedua kelompok masyarakat yang mempunyai latar belakang kehidupan yang berbeda.]Oleh karena itu Nabi memerintahkan untuk membangun masjid. Masjid itu telah menjadi pusat pendidikan dan pengajaran. Dibawah ini adalah masjid yang berada di Madinah,

Nabi Muhammad SAW mulai meletakkan dasar-dasar terbentuknya masyarakat yang bersatu padu secara intern (ke dalam), dan keluar diakui dan disegani oleh masyarakat lainnya (sebagai satu kesatuan politik). Dasar-dasar tersebut adalah:

1. Nabi MuhammadSAW mengikis habis sisa-sisa permusuhan dan pertentangan antar suku, dengan jalan mengikat tali persaudaraan di antara mereka.

2. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Nabi Muhammad menganjurkan kepada kaum Muhajirin untuk berusaha dan bekerja sesuai dengan kemampuan dan pekerjaan masing-masing seperti waktu di Makkah.

3. Untuk menjalin kerjasama dan saling menolong, turunlah syari’at zakat dan puasa yang merupakan pendidikan bagi warga masyarakat dalam tanggung jawab sosial.

(7)

perkenan dari Allah untuk memindahkan kiblat dalam shalat dari baitul Maqdis ke Baitul Haram di Makkah.4

b. Pendidikan sosial politik dan kewarganegaraan

Pelaksanaan pendidikan sosial politik dan kewarganegaraan secara ringkas dapat di kemukakan sebagai berikut :

Materi Pendidikan Islam Di Madinah:

Pada fase madinah materi pendidikan yang di berikan cakupnya lebih kompleks di bandingkan dengan materi pendidikan fase makkah. Diantara pelaksanaan pendidikan islam di madinah ialah sebagai berikut: 5

1. Pendidikan ukhuwah (persaudaraan) antara kaum muslimin.

Dalam melaksanakan pendidikan ukhuwah ini, nabi Muhammad Saw. Bertitik tolak dari struktur kekeluargaan yang ada pada msa itu. Untuk mempersatukan keluarga itu nabi Muhammad berusaha untuk mengikatnya menjadi satu kesatuan yang terpadu. Mereka di persaudarakan karena Allah bukan karena yang lain-lain. Sesuai dengan isi konsitusi Madinah pula, bahwa antara orang yang beriman, tidak boleh membiarkan saudaranya menanggung beban hidup dan utang yang berat di sesame meraka. Antara orang beriman satu dengan yang lainnya haruslah saling membantu dalam menghadapi segala persoalan hidup. Mereka harus bekerja sama dalam mendatangkan kebaikan, mengurus kepentingan bersama, dan menolak kejahatan atau kemudaratan atau kejahatan yang akan menimpa.

2. Pendidikan kesejahteraan social

Terjaminnya kesejahteraan social, tergantung pertama-tama pada terpenuhinya kebutuhan pokok dari pada kehidupan sehari-hari. Untuk itu setiap orang harus bekerja mencari nafkah tetapi problem yang dihadapi masyarakat baru di Madinah dalam hal itu adalah masalah pekerjaan, terutama bagi kaum muhajiri, sedangkan

4 Zuhairini dkk ,Ibid hal,37

(8)

kaum anshor sudah mempunyai pekerjaan sebagai petani dan memiliki sebidang tanah. Dan perdagangan, pada umumnya di kusai oleh orang-orang yahudi.

3. Pendidikan kesejahteraan keluarga kaum kerabat

Yang dimaksud dengan keluarga adalah suami, istri, dan anak-anaknya. Nabi Muhammad SAW berusaha untuk memperbaiki keadaan itu dengan memperkenalkan dan sekaligus menerapkan system kekeluargaan kekerabatan baru, yang berdasarkan kepada Allah. Dan berdasarka pada pengakuan hak-hak individu, hak-hak keluarga dan kemurnian keturunannya dalam kehidupan kekerabatan dan kemasyarakatan yang adil dan seimbang.

4. Pendidikan hankam (pertahanan dan keamanan)

Dakwah islam Masyarakat kaum muslim merupakan satu state(negara) dibawah bimbingan nabi muhammad saw yang mempunyai kedaulatan. Ini merupakan dasar bagi usaha dakwahnya untuk menyampaikan ajaran islam kepada seluruh umat manusia secara bertahap. Oleh karena itu, setelah masyarakat kaum muslim di madinah berdiri dan berdaulat, usaha Nabi Muhammad SAW berikutnya adalah memperluas pengakuan kedaulatan tersebut dengan jalan mengajak kabilah-kabilah sekitar nadinah untuk mengakui konstitusi madinah. Ajran tersebut di sampaikan dengan baik-baik dan bijaksana. Untuk mereka yang tidak mau mengikuti perjanjian damai ada dua kemungkinan tindakan Nabi Muhammad SAW yaitu:

1. Kalau mereka tidak menyatakan permusuhan atau tidak menyerang kaum muslim atau kaum kabilah yang telah mengikat perjanjian dengan kaum muslim, maka mereka di biarkan saja.

2. Tetapi kalau mereka menyatakan permusuhan dan menyerang kaum muslim atau menyerang mereka yang telah mengikat perjanjian damai dengan kaum muslim, maka harus di tundukkan di perangi, sehingga mereka menyatakan tunduk dan mengakui kedaulatan kaum muslim.

(9)

Dalam islam, anak merupakan pewaris ajaran islam yang dikembangkan oleh Nabi Muhammad SAW dan generasi muda muslimlah yang akan melanjutkan misi menyampaikan islam ke seluruh penjuru alam. Oleh karenanya banyak peringatan-peringatan dalam Al-qur’an berkaitan dengan itu.

Adapun garis-garis besar materi pendidikan anak dalam islam yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagaimana yang diisyaratkan oleh Allah SWT dalam surat Luqman ayat 13-19 adalah sebagai berikut:

1) Pendidikan Tauhid 2) Pendidikan Shalat

3) Pendidikan adab sopan santun dalam bermusyawarah 4) Pendidikan adab dan sopan santun dalam keluarga Fiqih dan Sastra. Guru yang mengajarkan pertama kali Al-Qur’an, hukum-hukum halal dan haram adalah Mu’ad bin Jabal, yang mengajarkan tentang Tafsir, Hadits, Fiqih dan Sastra adalah Abdullah bin Abbas.

Indikasi terpenting madrasah-madrasah di makkah, adalah bahwahampir seluruh madrasah-madrasah di bangun oleh penguasa-penguasa atau dermawan non-Hijazi.6

2. Madrasah-Madrasah Di Madinah

Madrasah yang mengajarkan tentang agama di antaranya hadits, Fiqih, qiraat dan disinlah bermunculan para ahli hadits, Fiqih, qiraat antara lain:

 Ahli hadits Abdullah bin Umar,  Ahli Fiqih Zaid bin Tsabit  Ahli qiraat Zaid bin Tsabit,

Sedangkan ahli hadits dan Ahli Fiqih: Ibn Syihab Al-Zuhri

(10)

Di banding dengan madrasah-madrasah di Makkah, pelacakan mengenai sejarah madrasah-madrasah di Makkah lebih sulit. Sumber-sumber yang berkenaan dengan sejarah Madinah kebanyakan bungkam tentang hal ini.

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

1. Pengertian Pendidikan Islam

Pendidikan adalah bimbingan secara sadar oleh pendidik kepada terdidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si terdidik menuju kepribadian yang lebih baik, yang pada hakikatnya mengarah pada pembentukan manusia yang ideal.7 Manusia ideal adalah manusia yang sempurna akhlaqnya. Yang nampak dan sejalan dengan misi kerasulan Nabi Muhammad saw, yaitu menyempurnakan akhlaq yang mulia

2. Pembinaan Pendidikan Islam

a. Pelaksanaan pendidikan islam di mekkah

Sebelum Muhammad memulai tugasnya sebagai rasul, yaitu melaksanakan pendidikan Islam terhadap umatnya, Allah telah mendidik dan mempersiapkannya untuk melaksanakn tugas tersebut secara sempurna, melalui pengalaman, pengenalan serta peran sertanya dalam kehidupan masyarakat dan lingkungan budayanya.8 Dalam masa pembinaan pendidikan agama islam di Makkah Nabi Muhammad juga mengajarkan alqur’an karena al-qur’an merupakan inti sari dan sumber pokok ajaran islam. Disamping itu Nabi Muhamad SAW, mengajarkan tauhid kepada umatnya.

b. Pelaksanaan pendidikan islam di madinah

Hijrah dari Makkah ke Madinah bukan hanya sekedar berpindah dan menghindarkan diri dari tekanan dan ancaman kaum Quraisy dan penduduk Makkah yang tidak menghendaki pembaharuan terhadap ajaran nenek moyang

7 Abudinnata, Filsafat Pendidikan Islam, hal. 101

(11)

mereka, tetapi juga mengandung maksud untuk mengatur potensi dan menyusun kekuatan dalam menghadapi tantangan-tantangan lebih lanjut, sehingga akhirnya nanti terbentuk masyarakat baru yang di dalamnya bersinar kembali mutiara tauhid warisan Ibrahim yang akan disempurnakan oleh Muhammad SAW melalui wahyu Allah

3. MADRASAH-MADRASAH DI MAKKAH

Madrasah yang mengajarkan tentang agama di antaranya Al-Qur’an, hukum-hukum halal dan haram serta mengajarkan tentang Tafsir, Hadits, Fiqih dan Sastra. Guru yang mengajarkan pertama kali Al-Qur’an, hukum-hukum halal dan haram adalah Mu’ad bin Jabal, yang mengajarkan tentang Tafsir, Hadits, Fiqih dan Sastra adalah Abdullah bin Abbas

Indikasi terpenting madrasah-madrasah di makkah, adalah bahwahampir seluruh madrasah-madrasah di bangun oleh penguasa-penguasa atau dermawan non-Hijazi.9

4. MADRASAH-MADRASAH DI MADINAH

Madrasah yang mengajarkan tentang agama di antaranya hadits, Fiqih, qiraat dan disinlah bermunculan para ahli hadits, Fiqih, qiraat antara lain:

 Ahli hadits Abdullah bin Umar,  Ahli Fiqih Zaid bin Tsabit  Ahli qiraat Zaid bin Tsabit,

(12)

DAFTAR PUSTAKA

Zuhairini dkk, Sejarah Pendidikan Islam . Jakarta: PT Bumi Aksara, 2011

Nizar, Samsul, Sejarah Pendidikan Islam . jakarta:Kencana,2009

Referensi

Dokumen terkait

Setelah melakukan penelitian dan menganalisis permasalahan berdasarkan data yang ada dapat disimpulkan bahwa ulama Sha>fi’iyah menghukumi kepiting haram karena termasuk

Kegiatan ini termasuk anak-anak yang bermain di taman, bercakap-cakap dengan orang lain di ruang terbuka, atau semua bentuk interaksi atau kegiatan sosial yang terjadi secara

Hasil penelitian menunjukkan, aplikasi formula kompos KBM (50 dan 100 g polibag -1 ) pada tanaman mete di pembibitan mampu meningkatkan tinggi bibit, jumlah daun, diameter

The average per capita household expenditure got from Susenas is used as the response variable, while villages characteristics obtained from Podes used as predictor variables..

HASIL PENILAIAN SEJAWAT SEBIDANG ATAU PEER REVIEW KARYA ILMIAH: JURNAL ILMIAH

Cyperus rotundus (rumput teki) termasuk teki yang tumbuh pada ketinggian sampai 1000 m dpl. tumbuhan ini merupakan gulma tahunan yang cukup berbahaya di perkebunan kelapa

Pada bab ini akan dijelaskan bagaimana membuat pustaka untuk mengoperasikan file Setelah mempelajari materi di babi ni diharapkan mahasiswa dapat membuat sebuah aplikasi yang

Tepung beras merupakan salah satu alternatif bahan dasar tepung komposit dan kandungan yang dimilikinya adalah karbohidrat, lemak, protein, mineral