10 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA 2. 1 Komunikasi Sosial
Secara definisi komunikasi sosial yaitu suatu proses interaksi dimana seseorang menyampaikan amanat kepada pihak lain supaya pihak lain dapat menangkap maksud yang dikehendaki. Hal ini merupakan suatu dasar ketika seseorang melakukan kegiatan berkomunikasi dengan pihak lain dan pihak lain saling mengerti dengan apa yang di maksudkan oleh seseorang tersebut.
Komunikasi sosial merupakan suatu proses pengaruh mempengaruhi dalam mencapai keterkaitan sosial yang di cita-citakan antar individu yang ada di masyarakat. Komunikasi berperan penting bagi kehidupan manusia karena manusia itu sendiri dikenal sebahai makhluk sosial.
Adapun menurut Hendropuspito (Sutaryo, 2005) maka pengertian komunikasi sosial mencakup unsur-unsur sebagai berikut:
a. Komunikator.
b. Amanat.
c. Media untuk penyampaian amanat.
d. Komunikan
e. Tanggapan (respons).
2.1.1 Fungsi Komunikasi Sosial
Seperti yang kita ketahui fungsi komunikasi sebagai komunikasi sosial setidaknya mengisyaratkan bahwa komunikasi itu penting untuk membangun konsep diri kita, aktualisasi diri, untuk kelangsungan hidup, untuk memperoleh
11 kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan ketegangan, antara lain lewat komunikasi yang bersifat menghibur dan memupuk hubungan-hubungan orang lain.
Dalam kehidupan masyarakat komunikasi sosial mempunyai beberapa fungsi, dijelaskan bahwa ada beberapa fungsi komunikasi sosial (Sutaryo, 2005), yaitu:
Memberi informasi
Memberi Bimbingan baik secara langsung maupun tidak langsung,
komunikasi berfungsi memberikan bimbingan bagi warga masyarakat, amanat yang bernilai tinggi dapat menimbulkan gairah kerja, menghidupkan semangat yang telah padam.
2.2 Media Komunikasi
Media komuikasi ialah alat yang digunakan untuk berkomunikasi. Media komunikasi dapat diartikan sebagai suatu saluran yang digunakan untuk dapat mengantarkan pesan dari pihak pembawa pesan kepada penerima pesan (Blake, 1988).
Adapun macam-macam Media Komunikasi, antara lain:
Media Komunikasi Audio, ketika penerima pesan dapat menangkap pesan
tersebut dengan menggunakan salah satu indera manusia yaitu telinga.
Sementara itu, pesan disampaikan melalui media suara atau verbal dengan menggunakan alat yang dapat memancarkan suatu frekuensi tertentu.
Contoh media komunikasi audio seperti CD, radio dan pemutar audio lainnya.
12
Media Komunikasi Audio Visual, merupakan penyampaian pesan dengan
cara menggunakan suara serta bentuk visual seperti video maupun gambar yang kemudian digabungkan menjadi satu. Saat ini, sudah banyak komunikasi menggunakan media audio visual karena pesan yang ingin disampaikan oleh pembawa pesan dapat mudah disampaikan. Contohnya adalah seperti iklan yang tampil di televisi. Selain televisi, kini media komunikasi audio visual pun telah berkembang. Saat ini media komunikasi audio visul juga dapat tersampaikan melalui media sosial di ponsel pintar, seperti YouTube, TikTok, Instagram maupun platform lain yang dapat menampilkan audio visual atau video.
Media Komunikasi Cetak, Dalam media komunikasi cetak, saluran yang
digunakan untuk dapat menyampaikan pesan adalah dengan menggunakan bentuk tulisan yang telah dicetak, contohnya seperti buku, brosur, majalah, surat kabar, buletin dan lain sebagainya. Namun, media komunikasi cetak telah semakin terkikis, karena perkembangan teknologi yang kini semakin maju. Kini, media komunikasi audio visual lebih banyak diminati, sebab dinilai lebih mudah sampai kepada penerima pesan (Ananda, n.d.).
2.3 Media Sosial
Tiada hari tanpa menggunakan media sosial di saat seperti ini. Kita mengetahui bahwa media sosial tentunya sangat banyak memberikan kita informasi. Yang mana kita dapat mengakses dan mendapatkan informasi secara cepat. Media sosial sendiri memiliki definisi yaitu sebuah platform daring dimana penggunanya sendiri dapat berbagi, berpartisipasi, dan menciptakan informasi-
13 informasi melalui platform tersebut secara langsung (Nurhalimah, 2019). Media sosial kini dapat menghadirkan ataupun mentranslasikan cara baru dalam berkomunikasi dengan memanfaatkan teknologi yang jauh lebih canggih dibandingkan dengan media tradisional (Sulianta, 2015). Adapun karakteristik dari media sosial ini, antara lain:
1. Transparansi. Dalam hal ini memiliki keterbukaan informasi karena kontennya tertuju pada sekelompok orang yang mana semuanya dapat mengakses.
2. Dialog dan komunikatif. Terjalinnya suatu hubungan dan juga komunikasi secara interaktif dengan memanfaatkan berbagai macam fitur yang telah tersedia.
3. Jejaring maupun membangun relasi. Hal ini terdapat suatu hubungan antar penggunanya sehingga dapat saling terhubung satu sama lain.
4. Multi opini, yaitu siapapun dapat mengutarakan pendapat dan berargumen.
5. Multi form. Diketahui bahwa informasi dihadirkan dengan berbagai macam format.
6. Kebutuhan promosi online, yaitu media sosial dirasa sebagai alat yang menunjang untuk memunculkan peluang-peluang untuk mencapai visi misi dan tujuan tertentu.
Maka dari itu media sosial tentunya sangat mempermudah siapapun, tentunya hal ini juga dirasakan oleh Arief Muhammad. Dengan media sosial dia sangat mudah untuk mempromosikan bisnisnya. Tidak hanya itu dengan seringnya ia berkomunikasi dengan pengikutnya di Instagram sehingga kepercayaan
14 pengikutnya semakin besar untuk membeli produknya. Ini juga membuat relasinya semakin banyak.
2. 3.1 Dampak Media Sosial
Seperti kita ketahui media sosial memiliki dampak kepada setiap orang.
Menurut Cahyono, dampak dari sebuah media sosial dibagi menjadi dua, yaitu berdampak positif dan juga ada dampak negatifnya. Terdapat dampak yang positif dari penggunaan media sosial sendiri (Cahyono, 2016), dan dijabarkan sebagai beriku:
1. Melancarkan penggunanya dalam melakukan interaksi bersama orang lain dan bahkan dalam jumlah yang banyak.
2. Memperluas pergaulan, media sosial membuat penggunanya mendapat koneksi yang banyak, dan bahkan dapat berkoneksi dengan seluruh belahan dunia.
3. Tidak terpaut jarak dan waktu. Bukanlah sebuah masalah dalam bermedia sosial, tentunya hal ini sangat terasa oleh siapapun yang menggunakan media sosial.
4. Penggunanya dengan mudah untuk mengekspresikan diri.
5. Penyebaran informasi bisa berlangsung dengan cara yang kencang.
Penggunaan media sosial juga bisa memudahkan dalam memberikan informasi pada saat kapanpun dan dimanapun. Hal ini membuat orang- orang dengan mudah mendapatkan informasi dengan cepat.
6. Biaya lebih murah, hal ini ditunjukkan ketika ingin mengakses media sosial kita hanya cukup membeli paketan. Setelah itu kita dapat mengakses sepanjang waktu.
15 Selain itu Cahyono juga mengungkapkan juga terdapat dampak yang negatif dari penggunaan media sosial, yaitu:
1. Media sosial bisa membuat jarak yang jauh bagi orang-orang yang dekat, hal ini ditunjukkan dengan media sosial orang-orang terlalu terfokus dengan media online sehingga mengabaikan kehidupan sehari-harinya.
2. Dalam kenyataannya, bagaimana media sosial membuat berkurangnya interaksi dengan cara bertatap muka antar sesama manusia, hal ini dikarenakan orang-orang ingin melakukan semuanya secara cepat dan praktis sehingga memilih berbicara melalui video call saja sudah cukup.
3. Media sosial sangat berpengaruh besar pada internet, sehingga menyebaban penggunanya menjadi kecanduan akan kebutuhan internet
4. Saat menggunakan media sosial, banyak diantaranya yang tidak bisa menyeleksi hal baik dan juga buruh, sehingga sangat rentan apabila tepapar pengaruh buruk yang didapat karena terpengaruh orang lain.
5. Adanya masalah privasi. Dalam penggunaan sosial media, siapa saja dapat dengan mudahnya melihat apa saja yang kita unggah. Sehingga tentunya mengurangi rasa privasi setiap penggunanya. Ada baiknya kita dapat memberikan informasi yang layak dikonsumsi orang banyak.
6. Menimbulkan konflik. Melalui media sosial siapaun dapat dengan mudah dan bebasnya dalam berpendapat. hal ini membuat kita menjadi rentan beradu argumentasi dengan siapapun.
Sehingga kita sebaiknya harus memperhatikan dampak-dampak dari media sosial bagi kehidupan kita. Dengan mengambil dampak positifnya untuk membuat kita semakin berkembang dan tidak mengambil dampak negatifnya. Hal ini juga
16 dilakukan oleh Arief Muhammad, dengan menjadikan peluang yang terdapat dalam dampak positif media sosial. Ia pun berkembang secara baik, pribadi maupun bisnisnya.
2. 4 Instagram sebagai Media Komunikasi Sosial
Instagram bisa diartikan sebagai salah satu platform social media yang berbasis visual dengan user terbanyak. Instagram pada mulanya proyek yang dirintis oleh Kevin Systrom dan Mike Krieger yang mana Instagram merupakan aplikasi untuk mengedit, memotret, dan menyebar foto kepada semua pengguna layanan Instagram (Enterprise, 2014). Adapun Instagram merupakan aplikasi yang didesain untuk para mobile society (Book, 2019).
Instagram pun menjadi media sosial terpopuler tentunya hal ini didukung dengan fitur-fitur yang ditawarkan, seperti caption, tagar, likes, comment, direct message, insta stories, insta tv, dan live di Instagram. Instagram merupakan platform yang tak sekedar tentang fotografi saja, namun terdapat beragam profesi pun di dalamnya, seperti blogger, artist, designer, stylist, seniman beauty blogger, dan lain-lainnya. Sungguh popularitas yang ditawarkan Instagram tidak tanggung- tanggung. Bisa dikatakan bahwa Instagram adalah New Gen Marketplace. Begitu mendapatkan predikat selebgram, kita dapat meraup uang yang lumayan dari hasil endorse tiap bulannya. Hanya saja kerja keras tetap diperlukan untuk meraih popularitas. Hal ini menjadikan media sosial ini paket yang sangat lengkap untuk siapapun bahkan untuk seorang selebgram. Ini juga dimanfaatkan oleh Arief Muhammad, yang mana dia bisa menarik pengikut sebanyak-banyaknya dengan memaksimalkan fitur-fitur yang ada di Instagram.
17 Berbagai kemudahan fitur Instagram tentunya memanjakan seorang penjual apalagi jika dirinya adalah seorang selebgram. Feed bisa digunakannya untuk sharing foto dan informasi produk. Sedangkan Insta Stories untuk membagikan testimoni dan memberikan informasi jika terdapat produk baru. Highlight story bisa memudahkan para pembeli untuk mencari tahu informasi produk. Pemakain tagar pun dapat membuat unggahan muncul di eksplor, yang membuat lebih banyak audience yang bisa melihat unggahan tersebut.
Dapat disimpulkan bahwa Instagram merupakan kombinasi antara fotografi dan integrasi dalam sebuah platform di media sosial. Hal ini membuatnya menjadi sangat komplit. Tidak bisa dipungkiri Arief pun memanfaatkan instagram dengan sangat baik.
2. 4. 1 Fitur – Fitur Instagram
Terdapat beberapa fitur di Instagram (Landsverk, 2014), antara lain:
Feed, pada fitur ini kita dapat menjumpai semua konten, baik berbentuk foto
atau juga video yang diunggah oleh pengguna ke dalam Instagram sehingga dapat terhubung antar penggunanya.
Explore, kita dapat menjumpai konten foto atau video yang merupakan
rekomendasi dari Instagram yang dirasa memiliki relevansi dengan user tersebut.
Updates, pada halaman ini ketika orang memberi tanda suka, berkomentar,
atau baru saja mengikuti akun kita, tentunya kita akan mendapatkan pemberitahuan pada halaman ini.
Like dan comment, di sini kita dapat mengomentari atau memberi tanda suka kepada semua unggahan orang-orang.
18
Profile, pada halaman ini kita dapat melihat semua gambar yang telah kita
unggah. Begitupun orang-orang dapat melihatnya.
Posting, dengan menekan tombol share kita dapat berbagi foto kepada
orang-orang yang ada di Instagram.
Adapun fitur-fitur baru pada Instagram, antara lain:
Direct message¸di sini kita bisa berbagi pesan kepada siapapun di Instagram
dan merupakan hal privasi. Dimana hanya kita dan orang yang kita message yang dapat membacanya.
Instagram TV, ini merupakan fitur instagram dimana kita bisa mengunggah
video dengan durasi terpanjang, yaitu 15-60 menit.
Highlight stories, pada fitur ini kita dapat menyimpan beberapa Insta Stories
yang pernah dibuat. Dan fitur ini ini terdapat di halaman profile kita.
Professional account, pada fitur ini kita dapat menjadikan akun kita sebagai
akun berprofesi atau sering disebut akun bisnis. Kita dapat menampilan profesi kita.
Insta stories, fitur ini hadir sekitar tahun 2016 dan tentunya merupakan daya
tarik dalam Instagram. Foto ataupun video yang kita unggah bisa bertahan selama 24 jam saja, tetapi unggahan tersebut masih dapat kita lihat di archive.
2. 4. 2 Insta Stories
Insta Stories merupakan salah satu fitur instagram yang paling populer digunakan penggunanya. Fitur ini bermula pada awal agustus tahun 2016. Jika dilihat, fitur ini sebenarnya hampir serupa dengan platform Snapchat yang lebih dulu hadir pada tahun 2013. Fitur ini berupa aktivitas yang ingin kita bagikan
19 kepada pengikut kita berupa video, audio maupun foto. Dalam penggunaannya, Insta Stories diperuntukkan sebagai wadah untuk mengunggah aktivitas terkini selama 15 detik, dan dapat muncul hanya selama 24 jam.. Terdapat beberapa fitur yang dimiliki oleh Insta Stories (Audia, 2020), antara lain:
Type, fitur ini digunakan untuk mengunggah cerita hanya menggunakan
sebuah tulisan saja dengan beberapa pilihan huruf dan juga efek yang terdapat didalamnya. Insta Stories ini dapat dilihat oleh pengikut, dan pemilik akun bisa memilih sendiri warna background yang ingin digunakan.
Live stories, dengan menggunakan fitur ini user Instagram bisa melakukan
siaran langsung dan dapat ditonton oleh semua pengikutnya di Instagram.
Normal, ini merupakan fitur yang diperuntukkan untuk mengabadikan
sebuah momen yang berbentuk video ataupun foto.
Boomerang, fitur ini merupakan salah satu keunikan dari Insta Stories,
karena dapat menghasilkan video dengan gerakan berulang.
Superzoom, fitur ini digunakan untuk video pendek yang mempunyai efek
zoom secara otomatis.
Focus, dalam pengambilan foto maupun video dengan menggunakan fitur
ini akan menampilkan background yang keliatan tersamarkan atau sering disebut bokeh.
Rewind, fitur ini membuat video yang diambil akan terlihat mundur.
Handsfree, fitur ini mempermudah pengguna untuk mengambil video tanpa harus menekan record secara terus-menerus.
20
Face filters, fitur ini merupakan fitur dimana kita dapat mengabadikan foto
ataupun video dengan menggunakan filter-filter yang lucu.
Sticker, fitur ini membuat pengguna bebas menempelkan stiker di
unggahannya secara gratis.
Drawing tools, fitur ini pengguna bisa menggambar apapun di setiap Insta
Stories yang diunggah.
Text tools, dengan fitur ini pengguna dapat menambahkan setiap informasi
di unggahan Insta Stories.
Swipe up link, fitur ini mempermudah pengguna untuk mempromosikan
sesuatu di Insta Stories, hanya saja fitur ini hanya bisa digunakan bagi pengguna Instagram yang mempunya minimal 10.000 pengikut pada akunnya.
Ketika menggunakan fitur ini, kita dapat mengunggah foto ataupun video.
Sebelum mengunggahnya kita dapat mengedit terlebih dahulu, dengan menambahkan emoji, gambar, tulisan, gif, ataupun stiker. Tidak hanya itu kita dapat memberikan filter, dengan begitu foto atau video yang kita unggah bisa terlihat lebih terang ataupun gelap sesuai dengan keinginan pengguna. Dalam unggah Insta Stories kita dapat mengatur siapa saja yang dapat melihatnya. Tentunya semua pengikut di Instagram dapat melihatnya, tetapi kini telah hadir fitur favorit. Hal ini membuat pengguna Instagram dapat memilih siapa saja pengikut di Instagramnya yang dapat melihat unggahan Insta Stories tersebut.
Insta Stories juga menyediakan kolom komentar dibagian bawah. Pada kolom komentar tersebut, dapat diatur terlebih dahulu. Apakah semua pengikut kita dapat memberi komentar atau tidak. Tidak hanya itu kita juga bisa menghilangkan
21 kolom komentar tersebut. Setiap komentar yang masuk, secara otomatis akan langsung masuk ke dalam salah satu fitur Instagram yaitu direct message. Sekarang pun kita dapat mengunggah kembah Insta Stories yang diunggah oleh teman kita, ketika dia menandai akun Instagram kita di Insta Storiesnya. Dengan otomasi ini juga akan muncul pada kolom direct message atau pada saat kita melihat stories tersebut terdapat pilihan di bagian bawah diatas kolom komentar, yaitu add to your stories. Tentunya hal ini sangat menarik dan menjadi fitur yang paling populer di Instagram. Dengan adanya fitur tersebut, maka terjalinnya sebuah komunikasi antar pengguna dengan saling melempar komentar atau saling menandai di Insta Stories.
2. 5 Terpaan Media
Terpaan ialah suatu keadaan dimana khalayak dapat mendengar, melihat, dan membaca pesan-pesan pada suatu media terkait pesan-pesan yang ditampilkan seseorang ataupun kelompok (Elvinaro Ardianto, 2014). Proses komunikasi yang terjadi dalam terpaan media tersebut tentunya dapat memunculkan beberapa efek (Effendy, 2003). Efek yang dimaksud antara lain:
a) Efek kognitif
Efek Kognitif merupakan akibat yang ditimbulkan oleh individu yang memiliki sifat informatif bagi dirinya. Efek ini berfokus pada bagaimana media massa membantu khalayak dalam memberikan informasi tentang sesuatu yang belum pernah dikunjunginya secara langsung.
b) Efek afektif
Efek ini memiliki tingkatan yang lebih tinggi dibandingkan efek kognitif.
Efek ini akan muncul jika terasa adanya perubahan. Komunikator dalam hal
22 ini bertujuan untuk membuat komunikan tergerak hatinya sehingga nantinya memunculkan sebuah perasaan tertentu seperti marah, senang, sedih maupun perasaan lainnya sesuai dengan terpaan yang diterima. Pada tahap ini nantinya akan berpengaruh pada emosi, sikap, dan juga nilai.
c) Efek behavior
Efek ini berupa akibat dari timbulnya bentuk perubahan dalam bentuk tindakan, kegiatan dan atau perilaku. Efek ini berhubungan akan perilaku nyata yang dilihatnya.
Adapun menurut Rosnegren (Rakmat, 2007), terpaan media juga dapat diukur melalui dimensi-dimensi sebagai berikut:
a) Frekuensi menonton video Insta Stories, yaitu ukuran jumlah meliputi berapa kali seseorang mengkonsumsi isi pesan dari media tersebut dalam satuan waktu.
b) Durasi menonton video Insta Stories, yaitu jumlah rata-rata waktu meliputi berapa lama seseorang mengkonsumsi isi pesan dari media tersebut.
c) Intensitas menonton video Insta Stories, yaitu kondisi yang intens atau tingkat perhatian yang diberikan seseorang dalam mengkonsumsi isi pesan dari media tersebut.
2. 6 Brand Awareness
Brand awareness atau kesadaran merek ialah kemampuan seorang konsumen dalam mengenali atau mengingat kembali suatu brand tersebut, dimana hal ini merupakan bagian dari identitas atau kategori tertentu yang membedakannya antar brand yang lainnya (Kertamukti, 2015). Kesadaran merek (brand awareness)
23 ialah suatu kemampuan yang dimiliki oleh setiap konsumen dalam mengingat, mengidentifikasi, membedakan dan mengenali brand sebagai komponen dari produk berdasarkan brand tersebut, yang mana dalam hal ini terdapat hubungan yang kuat (Durianto, 2004). Biasanya konsumen dapat melihat dari logo, image, warna dan lainnya.
Adapun tujuan dari brand awareness (Durianto, 2004), yaitu upaya untuk menarik kesadaran merek, hal ini ditunjukkan dalam tingkat pengenalan kembali suatu brand dalam pikiran konsumen, yang melibatkan dua faktor, yaitu untuk memperoleh identitas brand dan juga untuk mengaitkannya dengan kelas produk tertentu. Adapun kesimpulan dari brand awareness, yaitu dengan memperhatikan indikator sebagai berikut:
1) Recognition, seberapa jauh konsumen dapat dapat mengidentifikasi citra wajah dari merek tersebut.
2) Purchase, yaitu seberapa jauh seorang konsumen akan menempatkan merek tersebut ke dalam alternatif pilihan ketika akan memutuskan untuk membeli produk/pelayan tersebut. Konsumen akan membuat dan mempertimbangkan sebuah keputusan untuk melakukan pembelian produk.
3) Consumption, seberapa jauh konsumen menggunakan/membeli merek tersebut dan bagaimana pengalaman konsumen dalam menggunakan produk tersebut.
2. 6.1 Manfaat Brand Awareness
Brand awareness memberikan manfaat (Johan, 2019), antara lain:
Meningkatkan kepercayaan masyarakat
Meningkatkan penjualan
Membangun loyalitas konsumen
24
Mempermudah partnership dengan perusahaan lain
Membangun ciri khas produk 2.6.2 Level Brand Awareness
Menurut Rangkuti terdapat level kesadaran merek yang kemudian diaplikasikan ke dalam tingkatan piramida, (Rangkuti, 2008) yang dapat dijabarkan dari tingkatan yang paling rendah menuju tingkatan yang paling tinggi sebagai berikut:
Unaware of Brand (tidak menyadari merek), ini merupakan tingkatan paling
rendah dalam level kesadaran merek. Khalayak tidak sadar sama sekali terhadap merek tersebut. Karena masyarakat tidak mengetahui atau menyadari brand tersebut.
Brand Recognition (pengenalan merek), ini merupakan level dasar dari
kesadaran terhadap brand. Dimana khalayak sudah mengenali identitas atau informasi mengenai merek tersebut. Level ini sangatlah penting pada saat calon konsumen akan menentukan brand.
Brand Recall (pengingatan kembali terhadap merek), ini merupakan level
yang didasari oleh pengetahuan para calon konsumen tentang brand yang akan dibeli, yang mana calon konsumen tidak menerima bantuan dalam mengingat brand. Dalam tahapan ini, khalayak langsung teringat pada merek tersebut.
Top of Mind (puncak pikiran), para calon konsumen mampu menyebutkan brand dalam satu waktu, artinya brand yang disebutkan merupakan brand
25 yang paling kuat dalam pikiran calon konsumen. Merek ini akan menjadi pertama kali disebutkan atau pertama kali muncul.
2. 7 Generasi Milenial
Generasi milenial adalah suatu keadaan dimana hal ini dipengaruhi oleh lingkungan, sehingga terdapat perubahan yang sangat cepat (Firda, 2018). Generasi ini lahir dalam kurun waktu 1980-2000. Yang mana usia ini termasuk pada usia yang masih muda sekitar umur 18-35 tahun. Generasi ini diawali dengan adanya perubahan teknologi digital. Tentunya pada generasi ini mendorong untuk mengikuti tren. Namun perilaku milenial yang condong kekinian, tidak membuat generasi ini terpaku pada sistem modern. Namun dengan seiring berkembangnya teknologi baru, generasi ini mampu menginvestasikan kemampuan nalar dan berpikir kritisnya terhadap apapun. Sehingga dapat memecahkan masalah yang sedang terjadi bahkan yang sedang tren.
Milenial cenderung membanggakan kehidupan yang hedonisme. Hal ini menjadikan mereka hampir semuanya menggunakan media sosial, karena dalam medium ini tidak memberikan batasan untuk berinteraksi. Sehingga mereka bebas mengekspresikan keinginannya. Milenial hidup bersamaan dengan berbagai macam platform online. Yang mana mereka bisa menonton melalui youtube, berbelanja dengan menggunakan media sosial, hingga berinteraksi dengan orang yang ada di penjuru dunia ini. Tentunya hal ini menunjukkan bahwa generasi ini mempunyai tingkat penasaran yang tinggi terhadap sesuatu yang sedang booming.
26 2. 8 Basis Teori
Teori S – O – R merupakan teori psikologi, yang berarti stimulus, organism, dan response. Jika teori ini menjadi teori komunikasi, hal ini merupakan kewajaran karena objek material dari psikologi dan komunikasi adalah sama, yaitu manusia yang jiwanya meliputi komponen-komponen sikap, opini, perilaku, kognisi, afeksi, dan konasi (Effendy, 2003). Adapun proses perubahan sikap sama dengan proses belajar menurut teori S-O-R, yaitu:
Pesan (stimulus) yang diberikan komunikator kepada komunikan
(organisme) dapat diterima ataupun ditolak oleh komunikan. Ketika komunikan menolak stimulus yang diberikan, berarti stimulus tersebut kurang efektif untuk digunakan dalam mempengaruhi perhatian individu;
sehingga proses belajar berhenti disini.
Tetapi jika stimulus diterima, menandakan terdapat perhatian dari
komunikan (organisme). Komunikan memahami stimulus yang diberikan oleh komunikator, berarti stimulus dapat dikatakan efektif digunakan dan proses belajar akan berlanjut. Kemudian komunikan (organisme) akan mengolah stimulus yang diterimanya, hingga terjadi kesediaan akan bertindak demi stimulus yang diterimanya atau sering dikatakan sebagai langkah untuk mengambil sikap.
Ditambah dukungan fasilitas serta dorongan dari lingkungan, maka langkah
terakhir sikap yang diambil komunikan (individu) tersebut berlanjut menjadi sebuah tindakan, yang menandakan adanya perubahan prilaku.
Pada penelitian ini, terpaan Insta Stories @ariefmuhammad menjadi alat rangsang atau stimulus. Insta Stories pada penelitian ini menggunakan media sosial
27 instagram. Banyak yang mengakses dan melihat Insta Stories @ariefmuhammad, sehingga tentunya memberikan pengaruh yang cukup kuat terhadap brand awareness Billionaires Project. Adapun yang menjadi Organism, yaitu generasi milenial yang mana mereka merupakan mahasiswa ilmu komunikasi UMM 2015 yang melihat Insta Stories @ariefmuhammad. Response yang dimaksud adalah kesadaran merek Billionaires Project melalui Insta stories @ariefmuhammad dimana mahasiswa yang menerima terpaan Insta Stories Arief Muhammad.
2. 9 Penelitian Terdahulu
Pada sub bab ini akan dijabarkan beberapa penelitian terdahulu yang sudah pernah diteliti. Adapun penjabarannya, yaitu judul penelitian, metode penelitian, hasil penelitian, serta perbedaan dan persamaan penelitian.
Tabel 2. 1 Penelitian Terdahulu Nama Peneliti Hidayah Husnul
Khotimah
Setia Indah Setara Bulan, Ratih Hasanah Sudrajat
Deda Audia
Judul Penelitian Pengaruh Daya Tarik Iklan Web Series Arief Muhammad
Terhadap Brand Awareness di Youtube Traveloka
Pengaruh Penggunaan Celebrity
Endorser Arief Muhammad di Instagram
Terhadap Brand
Pengaruh Terpaan Instagram Stories Selebgram Rachel Vennya Terhadap Minat Beli Produk Ngikan (Studi Pada Followers
28 (Survei Pada
Tingkat Kesadaran Mahasiswa Fakultas Pariwisata
Universitas
Pancasila terhadap merek Traveloka)
Image Erigo Store.
Instagram Rachel Vennya)
Tahun Penelitian 2019 2019 2020
Metode Penelitian
Kuantitatif Kuantitatif Kuantitatif
Kesimpulan Penelitian
Terdapat pengaruh yang signifikan antara pengaruh daya tarik Iklan Web Series Arief Muhammad
terhadap Brand Awareness di Youtube Traveloka.
Traveloka
diharapkan terus memberikan sebuah inovasi dalam membuat iklan di
Pada penelitian ini memiliki pengaruh yang positif antara variabel celebrity endorser Arief Muhammad (X) terhadap variabel brand image (Y) pada brand Erigo Store, yang artinya dapat disimpulkan bahwa Arief
Terdapat pengaruh terpaan instagram stories Rachel Vennya terhadap minat beli Ngikan Yuk.
29 sosial media agar
tetap menjaga eksistensinya. Iklan tersebut bisa berisi tentang travelling, pengalaman disetiap perjalanan, kisah hidup seseorang petualang dengan pengambilan
gambar yang sinematik.
Muhammad sebagai celebrity endorser pada instagram
@erigostore mampu
mempengaruhi brand image Erigo
Store.
Perbedaan Variabel X
merupakan
pengaruh daya tarik iklan web series.
Variabel Y
merupakan Brand Awareness di Youtube Traveloka.
Variabel X merupakan pengaruh penggunaan endorse.
Variabel Y merupakan brand image erigo.
Variabel Y merupakan Minat beli terhadap produk. Subjek penelitiannya, yaitu Rachel Vennya
Persamaan Arief Muhammad sebagai subjek penelitian.
Arief Muhammad sebagai subjek penelitian
Variabel X, merupakan terpaan Instagram Stories selebgram.
30
Sumber UPN Veteran
Jakarta
Universitas Telkom Bandung
Universitas
Muhammadiyah Malang
2. 10 Definisi Konseptual
Definisi konseptual adalah perspektif dari peneliti yang digunakan dalam penelitian.
a) Terpaan media
Terpaan ialah kegiatan melihat, membaca, juga mendengar pesan-pesan pada media ataupun pengalaman terkait pesan-pesan yang terjadi pada seseorang ataupun kelompok (Elvinaro Ardianto, 2014). Dimana Terpaan media meliputi tiga faktor, yaitu frekuensi, durasi, dan atensi.
b) Insta Stories
Insta Stories merupakan fitur yang paling popular yang dimiliki oleh Instagram. Fitur ini merupakan fitur untuk mengunggah foto ataupun video selama 15 detik yang bertahan dalam kurun waktu 24 jam.
c) Brand Awareness
Brand awareness ialah kesanggupan seseorang calon pembeli, mengenali atau mengingat kembali suatu brand tersebut, dimana hal ini merupakan bagian dari jenis produk tertentu yang membedakannya antar brand yang lainnya (Kertamukti, 2015). Hal ini meliputi beberapa hal, recognition, purchase, dan consumption.
31 2. 11 Definisi Operasional
Menurut Dorothy (Ramadhani, 2020) definisi operasional ialah acuan yang digunakan dalam mengukur variabel. Dengan adanya definisi operasional peneliti dapat mengukur setiap variabel. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari dua variabel, yaitu variabel bebas (X) merupakan Terpaan Insta Stories
@ariefmuhammad. Sedangkan Variabel terikat (Y) merupakan brand awareness Billionaires Project.
a) Terpaan Insta Stories @ariefmuhammad tentang Billionaires Project Terpaan media menurut Ramadhani (2020: 52) menunjukkan besaran informasi yang diterima, dengan melihat, mendengarkan atau membaca isi pesan yang didasari oleh jumlah waktu pada saat mengakses atau menggunakan media, berapa lama durasi, seberapa sering penggunaan media, seberapa intensitas penggunaan media tersebut. Sehingga hal inilah yang menjadi indikator dalam terpaan Insta Stories @ariefmuhammad dengan melihat frekuensi, durasi, dan intensitas.
b) Brand Awareness pada generasi milenial
Brand awareness ialah kesanggupan seseorang mengenali atau mengingat kembali suatu brand tersebut. Setelah mengenali nantinya mereka mempunya ketertarikan, lalu menjadi keinginan sehingga memutuskan untuk membeli produk tersebut. Adapun indikator dalam brand awareness dengan melihat recognition, purchase, and consumption.
Tabel 2. 2 Operasional Variabel
Variabel Indikator Keterangan Skala
32 Terpaan Insta
Stories
@ariefmuhammad tentang
Billionaires Project
(Variabel bebas atau X)
Frekuensi Terpaan
1. Sering melihat stories
@ariefmuhammad tentang
Billionaires Project .
Likert 1-5
Durasi Terpaan
1.Pernah melihat insta stories
@ariefmuhammad tentang
Billionaires Project selama 5-15 detik.
2. Melihat insta stories
@ariefmuhammad tentang
Billionaires Project sampai habis.
Intensitas Terpaan
1. Pernah menonton insta stories
@ariefmuhammad tentang
Billionaires Project sambil melakukan aktivitas yang lain sehingga tidak fokus.
2. Antusias ketika @ariefmuhammad mempromosikan Billionaires Project di insta storiesnya.
Brand
awareness pada generasi milenial (Variabel Terikat atau Y)
Recognition 1. Mengetahui produk-produk Billionaires Project.
Likert 1-5
Purchase 1. Ketertarikan akan produk-produk setiap launching produk Billionaires Project.
33 2. Keinginan untuk membeli produk
setiap lanching produk Billionaires Project.
Consumptio n
1. Keputusan untuk membeli produk Billionaires Project.
2. 12 Hipotesis Penelitian
Hipotesis menurut Sugiyono (2015) ialah jawaban sementara dalam menjawab rumusan masalah. Adapun hipotesis dalam penelitian ini, antara lain:
Ha: Ada pengaruh terpaan insta stories @ariefmuhammad tentang Billionaires Project terhadap Brand Awareness pada generasi milenial.
Ho: Tidak ada pengaruh terpaan insta stories @ariefmuhammad tentang Billionaires Project terhadap Brand Awareness pada generasi milenial.